Cerpen: Tamu Bernama Sunyi

Setaranews.com - Di ruang tamu itu Bapak dan Mamak tengah duduk. Merenung-renung seperti sepasang burung yang kehilangan riang kicaunya. Su...

Setaranews.com - Di ruang tamu itu Bapak dan Mamak tengah duduk. Merenung-renung seperti sepasang burung yang kehilangan riang kicaunya. Suara-suara jangkrik mendominasi seperti biasanya sesaat malam hari datang. Bangku-bangku di ruang tamu itu terbuat dari kayu dan anyaman bambu. Ubinnya terbuat dari semen yang mulai merupus seperti tulang belulang Bapak dan Mamak. Di dindingnya tak ada satu pun figura Bapak dan Mamak atau anak-anaknya. Bisa bayangkan betapa sunyi sekali ruang tamu itu. Sesunyi hati Bapak dan Mamak yang hanya menua berdua. Mereka berbicara dengan suara yang tak semerdu sewaktu muda dahulu.

“….rumah ini sunyi sekali ya, Mak?” Itu-itu saja yang tiap hari Bapak ucapkan sesaat malam hari datang dan mereka berdua baru saja duduk di ruang tamu itu.

“Tidak, Pak. Rumah ini tidak sunyi, buktinya tiap malam suara jangkrik, sesekali suara walang sangit, sesekali lagi suara katak saling sahut bersahutan menemani kita. Kalau pagi datang suara orang-orang berjalan ke pasar membangunkan kita juga. Ku kira yang sunyi ialah hati kita berdua….” Jawab Mamak berpaling muka.

“Coba kau nyanyikan satu saja lagu Rita Sugiarto yang biasa kau nyanyikan saat masih jadi biduan dahulu.” Pinta Bapak menatap Mamak. “Biar rumah kita ini tidak terasa sunyi lagi.” Lanjutnya.

“Sudah ku katakan, hati kita berdua yang sunyi, Pak. Mau aku menyanyikan puluhan lagu Rita Sugiarto sekalipun, sunyi itu akan terus melekat di hati kita berdua yang kotor ini.” Ujar Mamak agak tersengal-sengal bicaranya, maklum sudah tua, tarikan nafasnya tak semulus sewaktu muda dahulu. Selain itu, ada sedih yang ditahan di kerongkongan, sebab sedih itu tak ia kehendaki mencapai puncak.

Bapak terdiam tidak minta yang aneh-aneh lagi pada Mamak. Itu cukup membuat Mamak merasa agak bersalah, lalu melirik Bapak lewat ekor matanya. “Lagipula suaraku sudah tak kuat untuk bernyanyi.”

Bapak manggut-manggut. Pandangannya menerawang menatap bias-bias cahaya lampu kekuningan. Kau tahu di pundaknya yang tak kokoh lagi itu penyesalan bergelayut. Hari-hari Bapak menjadi terasa berat. “Kemarin lusa, aku bertandang ke rumah Harto. Kau ingat kan Mak kawan lamaku di pabrik rotan itu?” Bapak meminta persetujuan Mamak.

Mamak balas manggut-manggut. Tentu ia tak akan lupa sosok Harto yang kalau bertandang ke rumah ini tak pernah luput membelikan roti isi ayam pada Laila yang dijumpainya sejak kecil itu. Ah, Laila lagi, haru Mamak tak sudah-sudah.

“Ia sekarang tinggal di kota dengan anak sematawayangnya Rudy. Di sebuah rumah semi Belanda yang cukup megah.” Mamak ingat sekarang mengapa Harto begitu baik pada Laila, sebab ia tak punya anak perempuan.

Pernah suatu ketika saat Harto masih sering bertandang ke rumah ini, dengan logat candanya ia berniat menjodohkan Laila dan Rudy, supaya semakin erat lah tali persaudaraan itu. Tapi rupanya takdir berkehendak lain, Rudy yang disekolahkan Harto tinggi-tinggi itu meminang seorang perempuan dari kota yang tampak cantik dan cerdas, setidaknya sepadanlah menurut Mamak untuk latar belakang pendidikan Rudy.

Sementara anak gadisnya Laila hanyalah lulusan Sekolah Menengah Atas di desa, tak terlalu pandai bergaul, tak pandai memikat hati lelaki, hanya pandai menyulam, memasak dan beberes rumah. Ia hanya pernah bilang ingin sekolah tinggi di kota macam abangnya Yunus, tapi yang paling melarang keras Laila ialah Bapak, menurutnya anak gadis tak boleh jauh dari orangtua, lagipula gaji Bapak sudah habis untuk membiayai Yunus. Tak sangguplah ia bila harus membiayai Laila juga sekolah tinggi-tinggi. Yang ada ekonomi keluarga mereka akan morat-marit. Tapi pada akhirnya kecewalah Bapak sesaat mengetahui bahwa Yunus, anak lelaki kesayangannya itu tak pernah mengenyam sekolah dengan benar, tak pernah memegang ijazah universitas, padahal waktu itu tiap bulan ia rutin minta uang sekolah pada Bapak.

Bapak hampir stroke ringan, saking kesalnya ia mengusir Yunus dari rumah, tak tahu sekarang dimana rimbanya anak lelakinya itu.

“Pergi sana kau anak lelaki kurang ajar, sudah ku beri hati, kau renggut paksa rempelo. Tak sudi Bapak melihat mukamu lagi!” Bapak berteriak-teriak marah, tersengal-sengal kesal di teras rumah. Pupus sudah harapannya untuk melihat anak lelakinya bersekolah tinggi, berijazah universitas dan meraih pekerjaan yang lebih baik darinya. Mamak menangis sembari mencoba menghentikan Bapak, sebab teriakannya itu terdengar tetangga. Bahkan beberapa tetangga melongok keluar. Sedih dan malu Mamak waktu itu.

“Aku tak salah, Pak! Sudah ku katakan kan waktu itu, aku tak senang bersekolah menjadi guru! Aku ini senangnya bermain sepak bola.”

“Bisa makan kau dari sepak bola?! Masih berani kau bilang tak bersalah?!” Bentak Bapak lagi. Yunus diam. “Diam kan kau? Sepak bola itu tak akan membuat perutmu kenyang! Tak akan menaikkan derajat keluargamu! Sekarang kau malah foya-foyakan uang dari keringat Bapak. Dasar tak tahu malu!” Bapak hampir memukuli Yunus kalau saja Mamak tidak menghalanginya.

Pergilah Yunus dari rumah, berhari-hari, berminggu-minggu, dan berbulan-bulan. Mamak sempat mencari Yunus ke rumah kawan sepermainannya, ada yang bilang Yunus mencari kerja di kota. Maka Mamak dan Laila sempat mencari Yunus ke kota, tapi nihil. Mamak cemas bukan main, bagaimanapun Yunus adalah darah dagingnya, sedih ia memikirkan nasib Yunus yang mungkin saja menggelandang dan kebingungan. Maka tiap sembahyang nama Yunus tak pernah luput dari doa Mamak.

Masalah tidak berhenti disitu, Bapak yang kepepet menjodohkan Laila dengan seorang lelaki di desa bernama Gatot anak seorang saudagar beras. Waktu itu Gatot baik-baik meminang Laila pada Bapak dan Mamak. Lupa Bapak kalau Gatot punya reputasi yang jelek. Yang terpenting waktu itu untuk Bapak, Laila laku, apalagi punya suami yang berharta. Laila tak mau. Ia menangis semalaman, suaranya serak hampir hilang. Sebagai anak gadis tentunya Laila ingin menikahi seorang lelaki yang dicintainya, yang dikehendakinya, seperti anak-anak gadis lainnya di desa ini. Mamak membujuk Laila atas titah Bapak. Padahal jauh di lubuk hati Mamak pula lah, ia ingin Laila bahagia, tapi apa boleh dikata untuk memperbaiki nasib sekarang ini, mereka lebih butuh harta ketimbang kebahagiaan.

“Laila… sudahi tangismu. Raunganmu itu macam kau tak pernah menangis seumur hidup saja.” Mamak berdiri di muka pintu kamar Laila, ia menguncinya seharian setelah tahu bahwa Bapak akan menjodohkannya dengan Gatot. Lelaki yang kata para tetangga sering membentak-bentak para petani yang bekerja padanya, sering berjudi, dan terakhir ia ketahuan menampar seorang gadis karena tak mau berkencan dengannya. Apakah setega itu Bapak padanya?

“Katakan pada Bapak, Mak, aku ini bukan tumbal atas kekecewaannya pada abang. Bukan pula anak perempuan kepunyaannya yang bisa ia lakukan seenaknya.” Serunya keras, tersendat-sendat karena serak, tapi Mamak masih jelas menangkap ucapan Laila.

“Buka dahulu pintu kamarmu, Laila! Sesungguhnya tak sampai hati juga Mamak merelakanmu pada anak lelaki itu.” Nada Mamak mulai terdengar putus asa. “….bagaimana ya, Bapakmu itu tampak hampir mati karena kecewa pada abangmu. Maksud Bapak menjodohkanmu dengan si Gatot itu, supaya kau bisa berbahagia. Uang mereka itu bisa saja tak habis-habis, barangkali saja kau bisa meneruskan sekolah tinggi di kota seperti keinginanmu waktu itu.” Mamak tak pikir panjang berujar begitu. Iming-imingannya menggelitik hati Laila, meneruskan sekolah tinggi di kota, dan bagai sulap sekali kejapan mata. Itu berhasil membuat Laila menerima pinangan Gatot dengan satu syarat, jika Gatot tak memenuhi keinginannya yang satu itu, Laila bertekad akan menceraikannya.

Diawal-awal pernikahannya Laila berbahagia, bahkan Gatot memenuhi segala keinginannya. Dibawanya Laila menetap di kota, Gatot berbisnis disana, dan Laila meneruskan sekolah tinggi. Hati Bapak terutama hati Mamak amat lega, tapi lama-kelamaan dan lambat-laun mereka kehilangan kabar Laila.

Suatu pagi saat orang-orang berjalan ke pasar, dan Mamak juga hendak ke pasar, sekonyong-konyong seorang lelaki sepantaran dengan Yunus tergesa-gesa menghampirinya di ambang pintu rumahnya. Ia tampak dari kota dan samar-samar mukanya mengingatkan Mamak pada seseorang. Ialah Rudy, seorang anak lelaki dari kawan lamanya Harto. Lama ia tak menjumpainya, anak lelaki itu makin dewasa. Sayang ia kemari membawa kabar duka tentang Laila yang tewas mengenaskan akibat diperkosa secara bergilir oleh tiga orang lelaki tak dikenal di sebuah hotel. Beritanya bahkan menjadi headline di beberapa surat kabar kemarin.

“Ya Tuhan… bagaimana bisa seorang wanita bersuami diperkosa bergilir oleh tiga orang lelaki tak dikenal begitu?” Mamak langsung terkejut. Lalu berteriak-teriak histeris memanggil suaminya. “Bapak! Bapak! Bapak!”

Bapak menghampiri, masih bersarung. “Ada apa?”

“Laila, Pak… Laila tewas.” Ujar Mamak sudah berlinangan air mata.

Bapak juga terkejut bukan main, pikirannya langsung kosong. Dan Rudy menjelaskan semuanya, termasuk bagian bahwa Laila dijual oleh suaminya sendiri, Gatot. “Setan kau Gatot!” Emosi Bapak membuncah, ia langsung tergesa-gesa berjalan ke rumah keluarga Gatot dibuntuti Mamak dan Rudy.

Sejak peristiwa yang menimpa anak-anaknya, Bapak dan Mamak hanya berdua di rumah itu. Terus merenungi apa-apa saja yang telah terjadi. Sampai-sampai jekong itu bawah mata Bapak dan Mamak, bukan karena menangis, tapi ada banyak kesedihan dan penyesalan di bawah mata itu yang menumpuk, yang membuat mereka menangis saja merasa tak berhak.

“Bagaimana aku bisa lupa dengan Rudy?” Ujar Mamak. “Ia yang membawa kabar duka tentang anak perempuanku… Laila.” Lanjutnya dengan nada duka pada tiap hembusan nafas nama Laila, entah dari mulut Mamak atau Bapak. Entah dari mulut masyarakat seantero desa yang mendadak mengenal Laila, terlebih setelah kabar tewasnya ia yang tragis menyebar.

“Sudah lama aku tak mendengar nama Laila dari mulutmu, Mak.”

“Kau juga hampir lupa bahwa anak kita bukan Laila saja. Masih ada Yunus….”

“Saat adiknya mati saja, ia sama sekali tak datang kemari.”

“Bukankah kau dulu yang tak sudi melihat mukanya lagi? Anak lelaki itu ego nya besar, tak kan pulang ia Pak, walau badai menerjang rumahnya.”

Bapak tidak mengindahkan perkataan Mamak. Benar anak lelaki itu ego nya besar, Bapak pun begitu. Hening sejenak. Lalu dipandangi dinding-dinding rumahnya itu satu per satu dari sudut ia duduk. Tampak kosong dan cat putihnya sudah pudar.

"Rasa-rasanya aku tahu, penyebab rumah ini sunyi sekali. Lihat dinding-dinding rumah kita, tak pernah ada figura kita. Harusnya sejak dahulu aku pasang figura pernikahan kita di dekat televisi, pasang figura Yunus yang juara sepak bola, dan pasang figura Laila saat jadi pengantin. Setidaknya rumah ini pasti lebih bernyawa, Mak." Ujar Bapak.

Kali ini ada yang aneh dengan Bapak, biasanya ia lebih banyak terdiam dan merenung dengan pandangan kosong, seperti orang yang mulai tak waras. Tapi sekarang ia bicara panjang lebar tentang usaha untuk memangkas sunyi yang Bapak terus pertanyakan tiap malam itu membuat perasaan Mamak mendadak tak enak.

Benar saja kan sedetik kemudian Bapak melanjutkan ujarannya. Mamak jadi sedih betulan mendengar ucapan Bapak itu.

"Rasanya berat pundakku tiap hari, Mak, ingat anak-anakku, ingat dosa-dosaku. Esok akan ku minta foto pernikahan Laila pada Bapaknya si Gatot itu, semoga masih ada, akan ku potong mukanya Laila saja lalu ku pasang foto itu di dinding-dinding rumah kita. Akan ku cari juga foto Yunus di berkas-berkas lama, semoga masih ada. Biar foto itu menemani kita, biar tidak terlalu sunyi, sudah terlalu lama rumah kita ini kedatangan tamu bernama sunyi….”

“Esok akan ku nyanyikan juga satu lagu Rita Sugiarto untukmu, Pak. Maafkanlah kalau nanti suara Mamak tak semerdu sewaktu muda dahulu."

“Tak apa, Mak. Tak apa…."

Tak sempat Mamak bernyanyi sebait pun, esoknya Bapak sudah tewas dalam tidurnya. Pagi-pagi sekali saat Mamak membangunkan Bapak untuk sembahyang, tapi suaminya itu diam saja, bibirnya terkatup rapat dan badannya mendingin. Duka itu kembali menghantam Mamak, daun-daun mangga kering di rumah itu satu per satu mematahkan dirinya, sunyi paling sunyi ialah saat ini, saat Bapak tak lagi bertanya, "....rumah ini sunyi sekali ya, Mak?"

“Iya, Pak, rumah ini sunyi sekali.” Bisik Mamak seorang diri di ruang tamu itu.

COMMENTS

BLOGGER: 2
Loading...
Nama

#HUT_TNI,1,#photography #fotografi #cirebon #allaboutcirebon #iconcirebon,1,#puisi #sastra,2,1000 mangrove,1,15 agustus,1,2017,3,2018,3,24 September,1,24 September 20118,1,5 negara pendidikan terbaik di dunia,1,5 Pintu,1,6 bahan alami,1,Abdul Rozak,1,adat dan budaya,1,Addendun,1,ADP 2019,1,AEF,1,agribisnis,2,agriculture festival,1,Ahok,2,air,1,Akbar tandjung,1,akreditasi,2,akreditasi a,1,aksi,11,Aksi bela islam,1,Aksi Demonstrasi,3,aksi mahasiswa,6,Aksi Refleksi,1,Aksi solidaraitas buku,1,aksi solidaritas,2,Aksi Solidaritas Peduli Banjir Cirebon Timur,1,aksi22mei,1,akuntasi,1,Alergi,1,aliansi mahasiswa Ciayumajakuning,3,aliansi mahasiswa cirebon,2,Aliansi Mahasiswa Peduli Unswagati Bersih,2,Aliansi Mahasiswa UGJ,1,Aliansi Mahasiswa Unswagati,1,Aliansi Pemuda Kecamatan Panguragan,1,all about cirebon,1,AMC,1,AMPU,1,AMPUH UNSWAGATI,2,AMPUN,1,anak,1,angkatan xx,1,Annual drama performance,1,Annual English Festival,1,anti korupsi,2,anti-erdogan,1,anti-kritik,1,arca,1,ARMY,1,Artikel,5,ascleoius 2018,1,Audiensi,5,audiensi terbuka,1,ayah,2,Badan Eksekutif Mahasiswa,1,bahaya oportunisme,1,baksos,1,Bakti Sosial,1,Balap Sepeda,1,ban pt,1,Bancakan,1,bangsal witana,1,bangunan,1,bangunlah jiwa pemberontak,1,Banjir,1,Banjir Cirebon Timur,1,bapak pers nasional,1,Basket,1,bawang dayak,1,bbm,1,Beasiswa,2,beauty career talk,1,beauty vlogger,1,bekas jerawat,1,bem,3,BEM Faperta,2,bem fe,7,BEM FH UGJ,1,BEM FH unswagati,1,BEM FH Unswagati Adakan Pertandingan Futsal Sewilayah III Cirebon,1,BEM FISIP,3,bem fk unswagati,2,bem fkip,3,BEM FP,1,Bem Ft,3,BEM Teknik,1,BEM U,15,BEM Universitas,2,bem unswagati,6,BEMFT,1,BEMFTunswagati,1,bemu,2,Bencana Alaam,1,Bencana Banjir,1,Bencana Banjir Cirebon Timur,1,Berbagi Tips,23,berita,18,berita acara,1,berita cirebon,6,berita foto,1,berita internasional,1,Berita Kampus,19,berita nasional,2,BIJB,1,biography,1,bisu,1,BNN,2,BNN Kota Cirebon,1,bold make up,1,BPKel-Oi,1,BTS,1,budaya,19,budaya korea,1,budaya makan korea,1,Budidaya Jamur Tiram,1,Bukber,3,buku,2,bulan bahasa,1,bulu tangkis,1,bulutangkis,1,Bupati Cirebon,3,bursa efek indonesia,1,buya yahya,1,cacar monyet,1,campdik,1,campus on stage,1,cara memutihkan gigi,1,central batik cirebon,1,Cerpen,5,cfj 2k19,1,China,1,Ciayumajakuning,2,cindercella,1,cinta,2,cinta sejati,1,Cipasung,1,cirebon,95,Cirebon Bersatu,1,cirebon historia fun run 2019,1,cirebon raya,1,Cirebon timur,1,civilfestival,1,Comfest2017,1,Comfestjeh 2K17,1,comfestjeh 2k19,2,comfestjeh2k18,1,corona virus,1,Cover Dance Competition,1,Curug Cipeteuy,1,D'Box CC,1,dak,14,DAK 96 M,20,DAK 96M,1,dana,1,dana kampanye,1,darurat demokrasi,2,daruratdemokrasi,4,daun katuk,1,daun pepaya,1,debat kandidat,1,Debat Perdana,1,debus,1,deddy mizwar,1,Dedi Mizwar,1,dekan baru,1,dekan FKIP,1,Demo Sopir Angkot,2,Demokerasi,1,demonstrasi,3,dengar pendapat,1,desa kalimeang,1,desain,1,dewan pers,1,dewasa,1,Diah Agustina,1,dies natalis,4,Dies natalis Himakom,1,diesnatalis,6,Diesnatalis ke-59,1,Diesnatalis Mapala Gunati,3,DiesnatalisUnswagati57,3,diksar,1,dikti,1,dilarang gondrong,1,Dilarang Gongrong,1,DISBODPURPAR,3,Diskusi,5,Diskusi Lingkungan,1,Diskusi Publik,3,Diskusi Rasa,1,Dispensasi,1,DKI Jakarta,1,DKISKotaCirebon,1,dlh,1,dokter ortopedi,1,Donor darah,3,dosen unswagati,1,down,1,down syndrome,1,dpm,5,DPM FE,4,DPM FH unswagati,1,dpm unswagati,1,DPM-U,11,dpmu,2,dpmunswagati,1,dpp,1,DPPKAD,1,DPR-RI,4,DPRD,4,DPRD Cirebon,4,DPRD Kabupaten Cirebon,2,dpupr,7,drama,1,driver amt,1,dunia,2,Dunia Kampus,62,Duta Unswagati 2018,1,e-gamelan,1,e-ktp,1,empat sehat lima sempurna,1,English Student Association,1,Enterpreneur Festival,1,erdogan,1,ESA,3,esa unswagati,3,esai nasional,1,Esensi Hari Kartini,1,essai,1,Even kampus,1,Event Kampus,139,expo,1,expo pasar modal,1,fajar merah,1,fakultas,7,fakultas ekonomi,5,fakultas ekonomi unswagati,3,fakultas hukum,3,fakultas Hukum UGJ,1,Fakultas hukum unswagati,3,fakultas kedokteran,6,fakultas kedokteran unswagati,2,fakultas pertanian,3,fakultas teknik,7,fakultas teknik sipil,2,fakultas teknik unswagati,5,Faperta,3,fatwa,1,FB,1,FE,12,Festial Kraton,1,Festifal Islami,1,festival budaya sunyaragi,9,Festival Keraton Nusantara,8,festival komunikasi,1,festival literasi,1,festival literasi cirebon cirebon,1,Fh unswagati,1,Fiersa Besari,1,film,1,film indonesia,1,Final piala dunia 2018,1,fisif,1,fisip,14,FISIP UGJ,1,FISIP Unswagati,9,FisipUnswagati,1,fk unswagati,1,fkip,7,fkip bahasa inggris,2,fkip bahasa inggris unswagati akreditasi a,1,fkip unswagati,4,FKIPUnswagati,1,FKN XI,10,flu,1,fordisma,1,forsidas,1,forum ormawa,1,foto,4,fotografi,2,Fotografi,3,FP,1,fp unswagati,1,FPTI,1,fun run 2019,1,g30spki,1,gagasmedia,1,Gambar,1,garut,1,Gatot Nurmantyo,3,gaya hidup,2,gebyar matematika,1,gedung baru,1,gedung gt unswagati,1,gema,1,gemilang kreasi setara,2,Gerakan pemuda,2,Gerhana,1,gerhana matahari,1,gigi anak,1,gmp,1,GMPK,1,GMT,1,GNPF MUI,1,Golkar,1,google,1,gor ranggajati,1,GOW,1,GRAGE CITY MALL,1,gratis,1,greenbuilding,1,Gunung Ciremai,1,guru,1,hak jawab,1,halaman parkir,1,harapan dalam impian,1,hardiknas,1,hari buku,1,Hari buku sedunia,1,hari bumi,2,Hari gizi nasional,1,hari ibu,1,hari kartini,1,Hari pahlawan,4,hari pers nasional,1,hari sejuta pohon dunia,1,Hari Tani Nasional,2,harta,1,hasil suara,1,HATHI,1,health,1,healthy,1,Hemat baterai,1,Heregistrasi,4,herregistrasi,1,hiburan,2,hidup berawal dari mimpi,1,highlighter,1,himagara,1,HIMAJEMEN,3,himakom,9,Himakom UGJ,1,Himakom Unswagati,1,HimakomUnswagati,2,Himaptika,2,himatansi,1,hipmagri,2,hipmagro,1,hmj,1,hmj akuntansi,3,hmj diksatrasia,1,HMJ-M,1,HMJAK,1,HMJM,4,HMS,9,hms unswagati,2,HMSUnswagati,1,hoax,1,hubungan,1,hujan bulan juni,1,hut RI,1,HUT RI Ke-72,1,IAI BBC,2,IAIN,1,ibu,2,ibu-ibu,1,Ida Rosnidah,1,Idental Radio,1,Idul Fitri,1,Ikatan Pedagan Pasar Sumber,1,Ilmu administrasi negara,1,ilmu komunikasi,5,Immni,4,inagurasi,1,inaugurasi,2,indonesia,9,indonesia berduka,1,indonesia waspada,1,indramayu,2,industry 4.0,1,infografis,2,insiden,1,insomnia,1,intelektual,1,Internasional,21,Internasional Exhibition for Young Inventors,1,Investigasi,4,ipik permana,1,IPTI,1,isna silvia,1,ISO,1,isu jam malam,1,isu penghapusan kkn,1,ITB kampus cirebon,1,jadimulya cirebon,1,jadwal pelaksanaan PMB ITB Kampus Cirebon,1,Jaga jari,2,Jagajari,1,jagakali,1,jagakali art festival,2,jagakali international art festival,1,Jakarta,1,jawa barat,3,jenny marx,1,jenny von westphalen,1,JFMI9,1,jiaf8,2,jodoh,1,jokowi,2,junaedi noer,1,Juntinyuat,1,jurnalis,2,jurnalistik,2,k-pop,1,kabar,1,Kabarku Yang Usang,1,kabinet,1,kabupaten cirebon,1,kacang hijau,1,kacirebonan,1,Kadung Kait,1,kaji media,1,kampus,14,kampus tiga,1,kankaer,1,kanoman,1,kapolresta cirebon,1,Karakter,2,karl marx,1,karya sastra,1,kata rindu,1,kawan,1,Keamanan,2,kearifan lokal,1,Kebudayaan,3,Kebun Teh,1,Kecantikan,1,kecewa,1,kegiatan bersih-bersih,1,kegiatan mahasiswa,5,Kehilangan,3,Kejari,1,kejari kota cirebon,1,kekerasan seksual,1,keluarga,2,Keluarga wisudawan,3,kemacetan,1,kemenpora,1,KEMENRISTEKDIKTI,2,Kemenristerkdikti,1,Kemensos,1,kemerdekaan indonesia,1,kemerdekaan republik indonesia,2,Kerajaan majapahit,1,keraton,2,keraton kasepuhan,2,keraton kasepuhan cirebon,1,keringkan baju,1,kerusakan jalan,1,Kesehatan,25,ketahanan air,1,Ketua Umum,1,kimchi,1,KitaUnswagati,4,KKM,1,KKN,7,KKN Desa Slendra,1,kkn unswagati,2,KLISE,8,KLJ,1,KLJI,1,KNPI,3,Kodim,1,KOMANDO,2,KOMANDO V,1,komik,1,kompetisi panjat tebing,1,komunitas,2,komunitascirebon,1,konferensi internasional,1,konser,1,Konsolidasi,2,Konsumsi,1,Koordinasi,1,koperasi,1,kopi gayo,1,kopi rasa wine,1,korea,1,korupsi,8,korupsi E-KTP,1,kota cirebon,12,KPI,1,KPK,2,KPM,1,kpop,1,Kronologis,1,ksehatan,1,KSR,2,ksr pmi unswagati,1,kudeta,1,kuliah,1,kuliah kerja nyata,1,kuliah umum,3,kuliner,7,kuliyah umum,1,kuningan,2,kupi,1,Laila jangan bersedih,1,LAKSI,1,laku pejabat,1,LBKH,1,LBU,2,LDK IMMNI,1,ldko,1,lebaran,1,Lelaki,1,lgbt,1,LIDI,1,lifestyle,7,lift,1,Lingkungan,2,Lipsus,1,literasi,3,Literasi Digital,1,LLMB 2019,1,lomba,1,Lomba Bahasa Inggris,1,lomba fotografi,1,Lomba Hadroh,1,lomba opini,1,Lombok Bangkit Mandiri,1,lompat tali,1,Longsor Kuningan,1,LPJ,3,lpj pkkmb 2019,3,lpm,1,lpm fatshoen,1,lpm setara,8,lpm usu,1,lulusan terbaik,1,Maba,2,mahasiswa,27,mahasiswa aksi,2,mahasiswa baru,3,mahasiswa cirebon,2,Mahasiswaa,1,Majalengka,4,makanan khas cirebon,1,make up,1,makna historis,1,makrab,2,malaysia,1,mandat presiden,1,manfaat,1,manfaat menangis,1,mangrove,1,manusia,1,manusia dari kamar mandi,1,Mapala Ciayumajakuning,3,mapala gunati,10,marlina si pembunuh empat babak,1,marsha timothy,1,martha c. tiahahu,1,Masa lalu,1,mata kuliah drama,1,Matahari,1,matinya etika dan moral,1,Maulid Nabi,1,Maulid Nabi Muhammad 1441 H,1,Media Kampus,1,media massa,1,media palsu,1,membaca buku,1,membenarkan pikiran kita,1,memilih perguruan tinggi,1,menghilangkan,1,menikah,1,Menristekdikti,2,menwa,2,merdeka,1,metropolitan,3,minat membaca,1,moonrise over egypt,1,Moral,1,moralitas,1,MUBES,5,mubes fisip,1,Mubtada Kopi,2,mudik 2017,1,mukarto siswoyo,2,mukbang,1,muludan,1,museum batik,1,MUSIC,1,musim hujan,1,musyawarah besar,1,musyawarah pkkmb,1,Nadin Amizah,1,Nasional,56,Natal,1,Nazli Ilicak,1,News,61,Ngopi Bareng,2,nonton bareng,1,nusantara,1,Objek Wisata,1,Oi Cirebon,1,ojk,1,okke 'sepatumerah',1,Olahraga,11,olimpiade,1,Open House,1,open recruitment,2,Operasional,1,Opini,58,oprec,3,Orangtua,1,orasi,1,orasi kebudayaan,1,organisasi,1,Ormawa,6,Ormawa day,1,ormawa fisip,1,overdosis kafein,1,P2M,3,pahlawan,2,Pameran,2,pameran fotografi,1,pameran museum,2,pamp;k,1,Pancasila,2,panti asuhan,1,Panwaslu,1,pariwisata,6,Parkiran motor,3,pasar sumber,2,pascasarjana,4,pecinta alam,3,pecinta motor klasik,1,Pedagang,1,Pedagang Pasar Sumber Tolak Relokasi,1,pedati pustaka,1,pejabat,1,pejambon,1,pelantikan,2,Pelatihan,1,pelecehan seksual,1,Pelepasan,3,pelepasan wisudawan wisudawati,3,pembangunan,2,Pembekalan,1,Pemerintah Kabupaten Cirebon,1,Pemerintahan Mahasiswa Bukan Dagelan,1,pemilihan dekan,2,Pemilihan Dekan FE,1,Pemilihan Raya,1,pemilihan rektor,3,pemilihan serentak 2019,1,Pemilu,3,pemimpin,1,pemira,1,pemira 2019,5,pemira fe,4,pemira unswagati,6,Pemkab Cirebon,1,PEMKOT,1,pemkot cirebon,1,penangkapan,1,pencurian motor,1,pendaftaran,1,pendidikan,4,pendidikan bahasa inggris unswagati,1,pendidikan terbaik di dunia,1,penegerian unswagati,1,pengembaraan,1,pengerian,1,penghijauan,1,pengibaran bendera 1.000 meter,1,Peraturan,1,Perbaikan,1,perempuan,1,perempuan yang sedang belajar,1,perempuan-perempuan tersayang,1,perilaku,1,PERISAI,1,perjal bandung,1,perjal cirebon,1,perjal menyambut fajar,1,pernikahan dibawah umur,1,Pernyataan Sikap,1,perpustakaan jalanan,1,perpustakaan jalanan cirebon,1,perpustakaan keliling,1,pertamina,1,pertukaran mahasiswa,1,pesta demokrasi,3,petani,1,petani kendeng,1,petisi,2,petisi online,2,pgsd,1,piala aff,1,piala_dunia,1,pini mahasiswa,1,PKKMB,25,PKKMB 2017,4,pkkmb 2019,2,pkkmb fakultas 2019,1,pkkmb fakultas kedokteran,1,pkkmb fakultas teknik,1,pkkmb fakultas teknik unswagati,1,pkkmb fisip,1,PKKMB FT 2018,1,pkkmb ugj,2,pkkmb ugj 2019,1,PKKMB UNSWAGATI,6,pkkmb unswagati 2016,2,PKKMB-FE,1,pkkmb-fh,1,PKKMB-U,5,pkkmbfisip2017/2018,1,PkkmbUnswagati1617,3,pkkmbunswagati17/18,1,PKL,1,pmb,2,PMB2019,1,PMI,1,pohon,1,Pohon natal,1,POK,1,Pokemon Go,1,Polemik,1,Politik,3,politik praktis,1,Polres Kota Cirebon,1,PON XIX JABAR,1,Popmasepi,1,ppg,1,PPHP,2,PPK,1,PPUM,5,PPUM-FE,1,PPUM2017,1,pr unswagati,1,pra diksar,1,praktis,1,pray for randi,1,presiden soekarno,1,presidium,1,presma,2,prodi,2,professional,1,Profil,9,program kerja,1,proker,5,proklamasi,1,prosesi budaya,1,Provokatif,1,prussia,1,ps3,1,PSM,3,PT.Jasa Raharja Cirebon,1,PTN,1,puasa,1,public relations,1,puisi,31,Puisi dan Sastra,45,puisi tuan,1,PUM,12,PUM FE,1,PUPR,1,Purbalingga,1,purnama,1,rachel goddard,1,radharpancadahana,1,ragam,2,rakernas,2,rakyat,1,Ramadhan,2,Rapat,2,rapat pleno,1,razia buku,1,rctv,1,reakreditasi,1,reformasi dikorupsi,3,Regional,191,rektor,5,rektor unswagati,2,rektor usu,1,relokasi,1,Resensi,12,resensi buku,4,resensi film,2,resensi film 2018,1,reuni akbar ft,1,Revitalisasi pasar,1,revolusi industri,1,revolusi industri 4,1,rio de janeiro,1,ritual,1,RKUHP,1,robot,1,RPD,1,rth,1,rubrik,1,RUUKPK,2,saaung perjuangan,1,sahur,1,sajak,3,sakit,1,saksi kunci,1,sakura science,1,sandi,1,sanggar lingkungan hidup,1,sanggar sunda rancage,1,sanggar tari,1,sanjungan,1,sao paulo,1,sapardi djoko damono,1,sarah ayu,1,sarjana,3,sastra,29,Saungjuang,1,save kpk,2,Save Pasar Sumber,3,sayap-sayap patah,1,sea games,1,sejarah,6,sejarah kerajaan majapahit,1,sekuritas,1,semarak keilmuan,1,seminar,5,Seminar fotografi,1,Seminar Internasional,1,seminar kebudayaan,1,Seminar Konsentrasi,2,seminar nasional,2,Seminar Umum,1,seni,3,seni tari,1,senja di Alexandria,1,senja sastra,2,seoul,1,sepak bola,1,serayu,1,Seren tahun,1,Sertifikat ISO,1,Setara TV,1,setaranews,5,setelah Addendum,1,Setya Novanto,2,Shalawat Nabi,1,singapura,1,single,1,sirnas,1,sispala,1,siswa sma,1,situs,1,sk,1,sk rektor,1,skk migas,1,SKK_Migas],1,Skripsi,2,sks,1,sks dan dpp,2,SMAN 1 Arjawinangun,1,SMAN 7 CIREBON,1,smk al-jabbar,1,SMS,1,Sri Lanka,1,Stadium Goverment,1,STARS AND RABBIT,1,Stop Narkoba,1,stop tindakan represif aparat,1,studi banding,1,suara mahasiswa,1,Suara Pedagang,1,suara rakyat,8,suara realitas,1,suara yang hilang,1,suhay salim,1,Suherli,1,sumpah pemuda,2,sunda wiwitan,1,Sunyaragi,2,surat untuk puan,1,Susukanlebak,1,sylviana murni,1,syndrome,1,Syukuran,1,takjil,1,talkshow,1,tari tradisional,1,tasya farasya,1,Teater,2,Teater Dugal,2,teatermantu,1,technology,1,Teknik Sipil,2,teknik sipil unswagati,3,TeknikSipilUnswagati,3,Teknologi,11,temab,1,tempo,1,TentaraNasionalIndonesia,1,TEP,3,terasi,1,Terjebak “in Bad Culture”,1,Terkini,1649,the grand old man,1,tim pemberantas pungli,1,tindak represivitas,1,Tips,11,tips and trik,2,tips dan trik,4,tips presentasi,1,tips traveling,2,tips untuk anak,1,tirto adhie soerjo,1,tki,1,tkw indonesia,1,tolak narkoba,1,Tolak Relokasi Pasar,1,Tolak Relokasi pasar sumber,3,Tolak Relokasi Pasar umber,1,topma,1,Tour de Linggarjati,1,TPA,1,TPA Kopi Luhur,1,tps 3,1,Tradisi,1,Training Legislasi,1,Transparansi,5,transportasi,1,trauma healing,1,traveling murah,1,tri darma perguruan tinggi,1,tribun jabar,1,trupark museum,1,trusmi cirebon,1,turki,1,tutorial keislaman,3,tutorial keislaman unswagati,2,tv kampus,2,tv kampus cirebon,1,tv kampus unswagati,1,uang,1,UAS,2,UGJ,42,UGJ Cirebon,3,ukm,1,UKM KSR,1,ukm Pamp;K,2,UKM Rohis Usahid,1,ukm seni budaya,1,UKM Seni dan Budaya,8,ukm seni dan budaya unswagati,1,un,1,un online,1,unit kegiatan mahasiswa,1,universitas,12,Universitas Swadaya Gunung Jati,2,unjuk rasa,2,Unswagati,214,unswagati akreditasi a,1,unswagati cirebon,12,UNSWGATI,1,Unswgati cup 2017,1,untag cirebon,1,USB,4,usbn,1,uswagati,1,UTS,2,Video,5,vietnam,1,virus corona,1,virus zika,1,vlogger indonesia,1,volunteer,1,Wadek II,1,wagub jabar,1,wakil rektor,1,walikota cirebon,1,wapresma,1,Warga Cirebon,1,warisan kesenian dan kebudayaan,6,Warta,1,Warta Kampus,318,watu semar,1,we are the real united kingdom,1,wine halal,1,wiranto,2,wirayuwana choir,1,wisata,4,wisuda,6,wisuda ke 46,2,wisuda ke 47,1,wisuda unswagati,1,wisuda XLIX,2,wisuda XLVII,1,workshop,1,Workshop fotografi,1,wr III,3,wr3,1,Yayasan,2,yayasan unswagati,4,yono maulana,2,YPSGJ,1,yudisum,1,
ltr
item
SetaraNews.com: Cerpen: Tamu Bernama Sunyi
Cerpen: Tamu Bernama Sunyi
SetaraNews.com
https://www.setaranews.com/2018/04/cerpen-tamu-bernama-sunyi.html
https://www.setaranews.com/
https://www.setaranews.com/
https://www.setaranews.com/2018/04/cerpen-tamu-bernama-sunyi.html
true
5774345634689947304
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy