#mbtnavbar { background: #060505; width: 960px; color: #FFF; margin: 0px; padding: 0; position: relative; border-top:0px solid #960100; height:35px; } #mbtnav { margin: 0; padding: 0; } #mbtnav ul { float: left; list-style: none; margin: 0; padding: 0; } #mbtnav li { list-style: none; margin: 0; padding: 0; border-left:1px solid #333; border-right:1px solid #333; height:35px; } #mbtnav li a, #mbtnav li a:link, #mbtnav li a:visited { color: #FFF; display: block; font:normal 12px Helvetica, sans-serif; margin: 0; padding: 9px 12px 10px 12px; text-decoration: none; } #mbtnav li a:hover, #mbtnav li a:active { background: #BF0100; color: #FFF; display: block; text-decoration: none; margin: 0; padding: 9px 12px 10px 12px; } #mbtnav li { float: left; padding: 0; } #mbtnav li ul { z-index: 9999; position: absolute; left: -999em; height: auto; width: 160px; margin: 0; padding: 0; } #mbtnav li ul a { width: 140px; } #mbtnav li ul ul { margin: -25px 0 0 161px; } #mbtnav li:hover ul ul, #mbtnav li:hover ul ul ul, #mbtnav li.sfhover ul ul, #mbtnav li.sfhover ul ul ul { left: -999em; } #mbtnav li:hover ul, #mbtnav li li:hover ul, #mbtnav li li li:hover ul, #mbtnav li.sfhover ul, #mbtnav li li.sfhover ul, #mbtnav li li li.sfhover ul { left: auto; } #mbtnav li:hover, #mbtnav li.sfhover { position: static; } #mbtnav li li a, #mbtnav li li a:link, #mbtnav li li a:visited { background: #BF0100; width: 120px; color: #FFF; display: block; font:normal 12px Helvetica, sans-serif; margin: 0; padding: 9px 12px 10px 12px; text-decoration: none; z-index:9999; border-bottom:1px dotted #333; } #mbtnav li li a:hover, #mbtnavli li a:active { background: #060505; color: #FFF; display: block; margin: 0; padding: 9px 12px 10px 12px; text-decoration: none; }

Korean Wave dan Dampaknya Bagi Budaya Lokal Indonesia

Korean Wave merupakan istilah yang diberikan untuk budaya popular Korea Selatan yang tersebar secara global di berbagai negara di dunia.

 

Ilustrasi Korean Wave/https://postkulture.com/

Opini, Setaranews.com - Korean Wave merupakan istilah yang diberikan untuk budaya popular Korea Selatan yang tersebar secara global di berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

Korean Wave menjual kebudayaan Korea Selatan dengan memadukan kehidupan kebudayaan tradisional dan kebudayaan modern.

Korean Wave tidak sebatas memasarkan budaya Korea Selatan, tetapi juga mampu memasarkan produk-produk komersial dan pariwisata kepada masyarakat di berbagai negara.

Dengan kata lain Korean Wave bukan sekadar perluasan industri negara, namun telah menjadi kekuatan tersendiri bagi Korea Selatan.

Korean Wave sedari awal memang telah dipersiapkan untuk dipasarkan ke berbagai belahan dunia sejalan dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah Korea Selatan, dengan tujuan untuk menghapus citra bangsa yang tradisional dan membangun citra nasional yang lebih modern.

Fenomena Korean Wave atau gelombang Korea merupakan mendunianya budaya Korea, seperti musik, gaya berpakaian, makanan, industri hiburan, bahasa dan lain sebagainya.


Hampir selama dua dekade terakhir, budaya Korea selatan berkembang sangat pesat dan menyebar luas secara global di seluruh dunia tidak terkecuali di Indonesia.

Fenomena Korean Wave di Indonesia sangat memengaruhi budaya lokal yang ada, hal ini bisa menyebabkan tergerusnya identitas bangsa dan bergesernya budaya.

Dapat kita lihat dari para remaja Indonesia yang aliran musik mereka telah beralih ke K-pop, gaya berpakaian mereka yang mengimitasi idola mereka, makanan yang sedang hits sekarang yang kebanyakan dari Korea, dan tontonan fim dan drama favorit mereka sebagian besar dari Korea.

Korean Wave di Indonesia berkembang diawali dengan masuknya drama-drama Korea yang menyajikan berbagai genre dalam dramanya di pertelevisian Indonesia.

Salah satu drama Korea yang menjadi generasi pertama yang tayang di saluran TV Indonesia ialah “Full House”. Full House diperankan oleh Rain (Lee Yeong-jae) dan Song Hye-kyo (Han Ji-en). Drama ini menarik minat masyarakat karena menyajikan hal yang baru di Indonesia.

Full House menceritakan tentang pernikahan kontrak yang dilakukan oleh Lee Yeong-jae dan Han Ji-en untuk mendapatkan warisan rumah orang tua Lee Yeong Jae.

Pada akhirnya mereka saling jatuh cinta dan memutuskan untuk menikah betulan. Drama ini menjadi akar dari drama-drama lain yang mengangkat tentang pernikahan kontrak seperti drakor “Because this is My First My Life”.

Drama ini diperankan oleh Lee Min-ki (Nam Se-hee) dan Jung So-min (Yoon Ji-ho). Tak jauh berbeda dengan Full House, drama ini juga menceritakan tentang pernikahan kontrak yang berakhir dengan menikah betulan.

Pada tahun 2000-an, perlahan namun pasti, Korea mulai meracuni masyarakat Indonesia dengan berbagai drama serial yang tayang di stasiun televisi swasta.

Masyarakat Indonesia menyambut baik masuknya drama Korea ke Indonesia, karena pada saat itu masyarakat Indonesia telah jenuh dan bosan Film drama Korea sangat banyak diminati oleh para remaja Indonesia.

Film drama Korea menjadi topik yang terusmenerus dibicarakan oleh para remaja Indonesia di sosial media seperti Twitter, Tik-Tok, ataupun Instagram.

Bahkan ketika mereka sedang berkumpul saja beberapa remaja sering kali membicarakan mengenai film drama Korea.

Drama Korea menjadi film yang selalu di nantikan oleh para remaja karena memiliki episode yang panjang dan waktu penanyangan hanya seminggu sekali yang membuat para remaja di Indonesia begitu antusias ketika ada tayangan episode baru dari film drama Korea.

Faktor yang melatarbelakangi tingginya tingkat konsumsi drama Korea pada kalangan remaja adalah mengenai aktor dan aktris pemain film tersebut yang memilikiparas atau fisik yang tampan dan cantik.

Dengan ketampanan dan kecantikan yang dimiliki aktor dan aktris dalam film dan drama ini, para remaja di Indonesia seperti orang yang terhipnotis ketika menikmati sajian peran dari aktor dan aktris tersebut.

Fenomena yang terjadi ketika mereka terhipnotis akan peran yang dimainkan sang aktor maupun aktris ialah para remaja mulai mengikuti sosial media dari pemeran film tersebut untuk mengetahui kegiatan serta berita aktual dari pemeran film tersebut.

Para remaja di Indonesia juga sering menyimpan foto dari pemeran film tersebut untuk dijadikan sebuah wallpaper pada handphone maupun laptopnya, dan para remaja di Indonesia bahkan sampai mencetak foto pemeran film tersebut untuk dijadikan hiasan di dinding kamarnya.


Tidak hanya drama dan film, Korea juga punya variety show yang tidak kalah banyak penggemarnya dari film dan drama.

Mereka menyukainya karena acara ini disajikan dengan gaya yang segar dan dibumbui dengan permainan-permainan tradisional asal Korea, yang dihidangkan para pemainnya.

Kepopuleran variety show Korea juga dibuktikan dengan adanya beberapa program televisi Indonesia yang mengadopsi variety show dari negeri ginseng ini.

Drama Korea sangat berkembang pesat di tanah air kita hingga saat ini. Walaupun sudah tak banyak ditayangkan di televisi, beredarnya website-website yang menyajikan drama-drama Korea sekarang ini sangat banyak.

Para penikmat drakor (Drama Korea) tidak usah pusing lagi mengatur waktu untuk menonton drakor yang ingin mereka tonton.

Hal ini dikarenakan mereka dapat menontonnya secara streaming di website dan aplikasi drakor. Drakor yang disajikan dalam website dan aplikasi pun lebih banyak dengan genre yang berbeda-beda pula.

Namun kepopuleran drama dan acara televisi Korea di Indonesia tentu saja sangat berpengaruh terhadap jumlah penonton pada film Indonesia, apalagi jika penayangannya berbarengan dengan film Korea, kemungkinan besar jumlah penonton film Korea lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penonton film Indonesia.

Selain film drama Korea, K-pop juga merupakan bagian dari Korean Wave. K-pop merupakan sebutan untuk musik Pop Korea dengan memadukan musik dan gerakan tarian yang energik, hal tersebut merupakan selling point tersendiri untuk memikat masyarakat luas.

K-pop kepanjangan Korean pop ini merupakan jenis musik populer bergenre pop asli dari Korea Selatan.

Ada beberapa jenis musisi yang masuk ke dalam genre ini, yaitu solo ataupun kelompok bermusik yang bisanya disebut boy band atau girl band.

K-pop membentangkan sayapnya pada dunia saat generasi kedua K-pop dimulai, yaitu muncul pada tahun 2003.

Generasi kedua ini bisa dibilang sebagai masa keemasan (golden era) bagi K-popers (penggemar K-Pop).

Pada zaman ini banyak boy band maupun girl band bermunculan, seperti Super Junior, SNSD, TVXQ, Big Bang, 2PM dan lain-lain.

Masa ini merupakan sesi pengenalan K-pop di Indonesia. Penggemar K-pop Indonesia pada saat itu juga tidak terlalu banyak dan eksis seperti masa sekarang.

Dengan teknologi yang belum canggih sepeti pada masa sekarang, para K-popers pada zaman itu masih harus pergi ke warnet atau membeli album untuk menonton video musik para idolanya.

Namun, para boy band dan girl band generasi ketiga ini masih bersinar hingga masa sekarang.

Kegandrungan akan musik K-pop merupakan bagian yang tak terpisahkan daripada demam Korea di berbagai negara dan salah satunya adalah Indonesia.

Menurut sumber celebrities.id Indonesia menempati urutan pertama sebagai penggemar K-pop terbesar didunia yang mengalahkan Jepang yang berada diurutan kedua.

Bukan hanya sekedar masuk, tetapi budaya K-pop telah mampu bersaing dengan kebudayaan Indonesia hingga sedikit menggeser posisi kebudayaan lokal. Remaja Indonesia cenderung mendengarkan lagu-lagu K-pop dan enggan mendengarkan lagu-lagu lokal.

Jika para remaja sudah tidak mau mendengarkan lagu-lagu lokal hal ini dapat membuat kepopuleran lagu Indonesia menurun dan musisi Indonesia enggan mengeluarkan karya baru karana tidak ada dukungan dari pendengar Indonesia sendiri.

Penggemar K-pop seringkali melakukan hal-hal yang berlebihan atau fanatik. Para K-popers ini sering menghabiskan waktu mereka dengan hal-hal yang tidak penting seperti mencari informasi-informasi seputar idola mereka dan rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk menonton video musik idolanya.

Hal tersebut mengakibatkan mereka lalai dengan tugas yang bersifat lebih penting. Terkadang mereka menjadi terlalu obsesif terhadap idolanya seperti berbondong-bondong datang ke bandara ketika idola mereka berkunjung ke Indonesia.

Mereka juga cenderung bersifat konsumtif seperti rela menghambur-hamburkan uang hanya demi membeli pernak-pernik idola mereka yang harganya terbilang cukup mahal, hanya untuk memuaskan hasrat mereka. Seperti membeli poster, photocard, boneka, album dan masih banyak lagi.

Para K-popers juga terdorong untuk mengikuti dan meniru kebudayaan Korea atau idola K-pop mereka, sehingga lupa akan budaya Indonesia karena telah digantikan oleh budaya yang menurut mereka lebih menarik.

Bergeser dari dunia musik, di Indonesia Fashion dan Make Up a la Korea yang menjadi trend diantara anak muda sekarang. Trend ini banyak disukai karena dianggap simpel namun stylish dan tetap keren.

Bahkan Korea Selatan sudah menjadi kiblat fashion anak muda Indonesia. Namun bagaimanakah dampak dari Trend ini sendiri di Indonesia?

Masuknya budaya Korea di Indonesia sendiri berawal dari K-pop dan K-drama yang umumnya menonjolkan kecantikan dan gaya hidup kebarat-baratan.

Dari K-pop dan K-drama inilah banyak masyarakat yang menyukai hal ini. Karena Fashion dan Make Up a la Korea sendiri sangatlah simpel dan terlihat elegan terutama bagi anak muda. 

Fashion Korea memiliki khas dalam berpakaian, dimana pakaiannya cenderung kebesaran atau sering disebut Oversize dan Make Up nya sendiri yang natural. Selain itu, Korean Make Up juga digunakan oleh laki-laki.

Pengaruh yang dibawa oleh Korean Wave dalam hal ini adalah merebaknya Anak muda yang menggunakan Style ke Korea'an. Dan sangat disayangkan budaya dari Indonesia sendiri menjadi tertimbun. 

Dapat dilihat dari banyaknya anak muda yang memilih untuk menggunakan style a la Korea dibandingkan dengan style a la Indonesia seperti Batik.

Batik sendiri sekarang jarang sekali digunakan oleh anak muda. Selain itu, Make Up a la Nusantara sendiri biasanya hanya digunakan pada acara-acara adat saja dan tidak menjadi gaya hidup sehari-hari.

Bahkan bisa dikatakan sektor perekonomian yang menjual atau menawarkan produk Korea penjualannya lebih tinggi dibandingkan sektor perekonomian yang menjual atau menawarkan produk khas lokal seperti batik, songket, tenun, dan lain sebagainya.

Bahkan produk lokal pun banyak yang mengangkat tema a la Korea agar menggaet banyak pembeli dikarenakan trend Korean Wave yang sedang tinggi.

Selain candu terhadap film drama dan fashion Korea, fenomena Korean Wave juga menjalar ke gaya hidup para remaja di Indonesia.

Gaya hidup remaja Indonesia yang fanatik terhadap budaya Korea mulai mengalami perubahan seperti mengikuti potongan gaya rambut artis idolanya.

Mulai dari memberi aksesoris dan pernak-pernik a la Korea untuk menunjukkan sebuah jati diri bahwa diri nya merupakan seorang yang begitu mengidolakan dan fanatik terhadap budaya Korea. Sekarang budaya dari Korea ini sudah menjadi gaya hidup remaja Indonesia.

Tak sampai disitu, fenomena Korea Wave ini juga merambah pada konsumsi makanan di Indonesia. Banyak masyarakat Indonesia yang telah menjadikan makanan-makanan Korea sebagai asuapan setiap hari, sebut saja Teokbokki.

Siapa sih yang tidak mengenal makanan dari tepung beras ini, makanan yang dapat kita temukan dengan mudah karena penjualnya yang sudah menjamur dimana-mana.

Selain Teokbokki ada juga makanan dan minuman Korea yang popular di Indonesia seperti Dalgona kopi, Kimbab, Kimchi, Hotang, dan lain sebagainya.

Belum lama ini salah satu restoran cepat saji yaitu McDonald’s mengadakan sebuah kerja sama dengan boy band asal Korea Bangtan Sonyeundan (BTS), yang nama produknya disebut BTS Meal.

Kerja sama ini sukses menyebabkan para Army (sebutan penggemar BTS) berbondong-bondong membeli BTS meal ini baik dating langsung atau menggunakan jasa layanan ojek online.

Hal ini menyebabkan terjadinya antrean panjang pada restoran cepat saji tersebut di karenakan antusias yang begitu besar dari para Army untuk membeli produk tersebut.

Bahkan, antrean tersebut terjadi ketika situasi pandemi Covid-19 yang yang belum berakhir di Indonesia, namun banyak dari mereka seperti tidak peduli akan kondisi pandemi, mereka rela berebut dan antri berjam-jam untuk mendapatkan produk hasil kerja sama restoran cepat saji dengan boy band idola nya yang berasal dari Korea.

Akibatnya bebrapa gerai McDonald’s di Indonesia ditutup sementara,hal ini karena di khawatirkan kejadian ini bisa mengakibatkan lonjakan angka positif Covid-19 di Indonesia.

Dalam dunia periklanan Indonesia juga tidak luput dari kehebohan Korean wave ini. Bukti atau faktanya adalah penggunaan bintang iklan produk Indonesia dengan artis Korea bernama Siwon yang dilakukan oleh salah satu perusahaan makanan terbesar di Indonesia yaitu Wings Food pada iklan Mie Sedap.

Selain itu iklan dengan menggunakan talent boy band dan girl band Korea, yaitu BTS yang dilakukan oleh salah satu perusahaan marketplace terbesar di Indonesia yaitu Tokopedia.

Faktor dari penggunaan aktor atau aktris, boy band atau girl band dilatarbelakangi oleh kepopuleran mereka.

Selain itu faktor fisik orang Korea khususnya para artis, yang cantik dan tampan tentu akan memberi nilai dan daya tarik sendiri bagi pengiklan untuk menyewa mereka demi menarik konsumen dari iklan itu sendiri.

Keadaan fisik yang cantik dan tampan dari artis dan boy band atau girl band Korea sebagai bintang iklan pada suatu produk perusahaan Indonesia inilah dapat menimbulkan pandangan bahwa hanya orang-orang yang cantik dan tampan yang dapat menjadi terkenal dan berpotensi disewa sebagai bintang iklan.

Sehingga pada akhirnya terbentuk standar kecantikan masyarakat Indonesia yang terinspirasi atau dapat dikatakan mengikuti standar kecantikan dan ketampanan orang Korea.

Hal ini menyebabkan artis-artis Indonesia posisnya tergeser oleh para artis dari Korea, padahal Indonesia juga banyak memiliki artis-artis cantik yang bagus dan bertalenta.

"Karena sekarang bukan hanya diminati kaum muda tapi juga kaum dewasa, banyak produsen-produsen Indonesia juga yang banyak banget ngambil tema Korean Wave ini di iklannya padahal kan budaya atau artis Indonesia banyak yang bagus dan bertalenta," ujar Ratu Nadya selaku Dosen ahli di UPN "Veteran" Jakarta.

Melihat bagaimana Korean Wave berhasil menyebarkan kebudayaan sekaligus memperkenalkan produk-produk komersial mereka, Korean Wave dapat dikatakan sebagai instrumen dalam memperoleh keuntungan bagi Korea Selatan.

Keuntungan tersebut di dapat dari berbagai macam bidang, dimulai dari besarnya ekspor produk program televisi Korea Selatan yang terus mengalami peningkatan yang signifikan, salah satu program televisi yang memberikan keuntungan besar yaitu Winter Sonata yang meraup keuntungan sebesar 1,1 miliyar dolar Amerika.

Keuntungan ekonomi juga diperoleh dari program musik K-pop yang dapat dilihat dari jumlah kopi lagu yang terjual dan popularitas dari lagu tersebut, bahkan sebuah grup K-pop dapat menjual 100.000 kopi lagu dalam sekali promosi.

Selain itu produk komersial di pasar internasional juga mengambil bagian, seperti semakin meningkatnya penggunaan gadget dan kosmetik untuk mendapatkan penampilan ke-Koreaan. Tidak ketinggalan dalam bidang pariwisata, Korean Wave sendiri menjadi sarana promosi organisasi pariwisata Korean Tourism Organization (KTO).

KTO memanfaatkan lokasi-lokasi yang ada dalam drama untuk dijadikan sebagai kunjungan wisata, terbukti dengan kunjungan industri pariwisata di Korea Selatan yang mengalami peningkatan jumlah turis asing.

Korean Wave merupakan bentuk strategi Korea Selatan yang berhasil untuk menyebarluaskan kebudayaan yang dimiliki sekaligus untuk meningkatkan perekonomian di Korea Selatan.

Korean Wave adalah budaya popular yang menggabungkan kebudayaan tradisional dan kebudayaan modern sehingga menciptakan kebudayaan baru yang fresh di masyarakat luas.

Banyak hal-hal unik yang ditemukan masyarakat pada budaya Korea sehingga tidak mengherankan jika budaya Korea sekarang ini menjadi demam baru dikalangan masyarakat.

Hal-hal yang berbau Korea dapat dengan mudah di temukan dan menjadi keseharian yang tidak bisa ditinggalkan bagi para penggemarnya.

Korean Wave ini bisa menjadi anacaman bagi budaya lokal Indonesia, Hal ini tentu sangat mungkin dimana Korean Wave dapat mengikis budaya lokal.

Terlebih bila dilihat berdasarkan data Indonesia sebagai negara di Asia yang saat ini merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia merupakan rumah bagi jutaan K-popers atau pecinta K-pop.

Untuk penayangan video-video K-pop di Youtube berdasarkan negara, Indonesia menempati posisi kedua dengan persentase 9.9% (Won So, 2020).

Masuknya budaya pop Korea ke Indonesia tentu dapat menimbulkan masalah dan ancaman bagi kebudayaan lokal yang ada di negara ini. terdapat faktor penyebab terkikisnya budaya dari waktu ke waktu, yakni faktor internal dan eksternal.

Tidak memungkiri bahwa salah satu faktor terbesar terkikisnya budaya dalam negeri adalah karena masuknya budaya dari luar. Masuknya budaya luar akan menyebabkan perubahan sosial pada masyarakat, dimana perubahan tersebut dalam hal nilai, sikap, dan pola perilaku pada kelompok-kelompok di masyarakat.

Begitupun dengan budaya Korea yang merupakan salah satu budaya luar yang masuk ke Indonesia. Selain itu faktor internal yang mana ini disebabkan oleh adanya pihak dari Indonesia yang membawa masuk budaya Korea ini.

Para kaum yang mudah terpengaruh akan mulai meninggalkan kebudayaan bangsa mereka dan lebih memilih budaya pop Korea yang masuk ke Indonesia.

Generasi muda, khususnya mahasiswa dan pelajar yang seharusnya berupaya untuk menjaga dan mempertahankan kebudayaannya atau bahkan dapat mengikuti jejak budaya pop Korea dengan tetap menonjolkan kelebihan dan keunikan kebudayaan bangsa Indonesia sendiri.

Jangan sampai di saat budaya kita tergantikan dengan budaya bangsa lain, barulah kita menyadari betapa bagusnya nilai-nilai yang terkandung dalam budaya kita itu sendiri.

Karakter masyarakat Indonesia terutama para generasi mudanya yang suka mengimitasi atau meniru budaya dari negara lainnya dapat membuat matinya kreativitas yang dimiliki oleh generasi muda tersebut dan dapat menyebabkan hilangnya identitas atau jati diri bangsa Indonesia.

Hal ini seolah menjadikan negara Indonesia tidak mempunyai karakter kebudayaan, identitas budaya dan kearifan lokalnya sendiri yang khas dan dapat ditonjolkan.

Masuknya budaya pop Korea ini dapat dikatakan berpotensi menjadi ancaman bagi eksistensi dan keberadaan budaya lokal Indonesia serta dapat membuat budaya lokal tergeser dari hati masyarakat Indonesia di negerinya sendiri.

Kebudayaan Korea yang masuk bersama terpaan Korean Wave ataupun kebudayaan asing lainnya sudah dapat dipastikan memiliki dampak positif dan negatif bagi masyarakat lokal.

Hal-hal yang positif dapat dipelajari seperti sikap disiplin dan teratur tentu dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari namun hal negatif perlu diatasi bahkan dicegah,.

Salah satunya terkikisnya budaya lokal serta hal-hal negatif budaya Korea seperti bullying dan rasis terhadap suku atau ras dan warna kulit dan perlu adanya pencegahan dari berbagai pihak terhadap pengaruh negatif dari masuknya budaya luar khususnya budaya Korea (Korean Wave)

Mengingat generasi muda pada saat ini dapat dengan mudah terpengaruh oleh rayuan-rayuan duniawi dan banyak dari mereka yang masih remaja sehingga masih rentan dalam mencari jati dirinya sendiri.

Bahkan tidak sedikit dari generasi muda sudah terjerumus arus negatif budaya asing. Kurangnya rasa bangga dan peduli dalam melestarikan kebudayaan lokal tertanam pada generasi muda saat ini. Mereka lebih tertarik untuk mempelajari bahkan menerapkan kebudayaan asing.

Oleh karena itu, perlu adanya sikap dari kita sebagai generasi penerus dan pewaris bangsa Indonesia. Sikap itu salah satunya dengan cara menyiapkan diri untuk menghadapi arus globalisasi yang kian merajalela dengan cara membuang dan menghempaskan seluruh pengaruh negatif budaya asing yang dapat mengancam jati diri bangsa ini.

Hal-hal yang perlu dilakukan seperti menyaring informasi dan budaya yang masuk, memiliki jiwa patriotisme dan nasionalisme yang tinggi, dan yang paling penting adalah melestarikan kebudayaan lokal Indonesia.

Perlu dipahami juga bahwa kita boleh menyukai budaya luar seperti budaya Korea ini, namun harus tetap dalam batas wajar dan jangan berlebihan apalagi sampai fanatik.

Tidak hanya individu yang berperan aktif akan tetapi perlu adanya kolaborasi dari beberapa pihak yaitu orang tua, pemerintah, pengusaha dan budayawan.

"Perbanyak acara-acara bertema budaya Indonesia, diperbaiki deh tayangan-tayangan televisi karena semua ini mulainya dari media yg kita lihat atau tonton sehari-hari," tutur Ratu Nadya selaku Dosen ahli di UPN "Veteran" Jakarta.

Produk-produk pop Korea ini memiliki kualitas yang baik dan didukung oleh bintang yang rata-rata memang berpenampilan menarik, tentu akan menjadi nilai plus pada produk budaya pop Korea sehingga menjadi mudah disukai.

Indonesia juga bisa meniru ini dengan cara meningkatkan kualitas produksi, dikemas dengan cara yang kreatif disetiap bidang industri, dan menggunakan visualisasi yang menarik, hal ini dapat menarik perhatian para remaja Indonesia untuk kembali melihat budaya lokal yang tidak kalah dengan budaya asing seperti budaya Korea ini.

Karena bisa dibilang remaja Indonesia bosan dengan budaya lokal yang bisa dibilang cukup monoton untuk mereka ikuti sehingga mereka lebih mengarahkan perhatiannya terhadap budaya-budaya Korea yang menurut mereka lebih asik dan menarik untuk dilakukan.

 

Penulis: Regina Aryana

Editor: Adimas Gesang

COMMENTS

Nama

#AliansiMahasiswaProtani,1,#berbagitips,3,#Berita,2,#cirebon,11,#covid19,4,#dirumahaja,2,#HariTaniNasional,1,#HUT_TNI,1,#mahasiswa,5,#NASIONAL #BLT #BBM #SUBSIDI #BBMNAIK #BUMN #PERTAMINA,1,#photography #fotografi #cirebon #allaboutcirebon #iconcirebon,1,#puisi #sastra,3,#Regional,2,#RTH,1,#seriuanaksi,2,#Suara Rakya,1,#tipsandtrik,3,#UUPA,1,1000 mangrove,1,15 agustus,1,15 Agustus 1995,1,2 tahun jokowi,1,2017,3,2018,3,2021,4,24 September,1,24 September 20118,1,28 Oktober,1,5 negara pendidikan terbaik di dunia,1,5 Pintu,1,5G,1,6 bahan alami,1,Abdul Rozak,1,ACAB,1,accounting festival,2,accounting futsal championship,1,adat dan budaya,2,Adat Istiadat,1,Addendun,1,ADP 2019,1,AEF,2,Affandi Koesoema,1,agribisnis,2,agriculture festival,1,Ahok,2,air,1,AJI,1,Akbar tandjung,1,akreditasi,2,akreditasi a,1,aksi,12,Aksi bela islam,1,aksi damai tolak omnibus law,1,Aksi Demonstrasi,14,aksi ditunggangi,1,aksi hari tani nasional,1,aksi hut kabupaten tanggerang,1,aksi mahasiswa,21,Aksi Refleksi,1,Aksi solidaraitas buku,1,aksi solidaritas,6,Aksi Solidaritas Peduli Banjir Cirebon Timur,1,aksi unjuk rasa,1,aksi22mei,1,akuntasi,1,Alat pendeteksi covid-19,1,Alergi,1,aliansi mahasiswa,2,aliansi mahasiswa Ciayumajakuning,3,aliansi mahasiswa cirebon,3,aliansi mahasiswa cirebon raya,3,Aliansi Mahasiswa Peduli Unswagati Bersih,2,Aliansi Mahasiswa UGJ,7,Aliansi Mahasiswa Unswagati,1,Aliansi Pemuda Kecamatan Panguragan,1,aliansi rakyat cirebon raya,1,all about cirebon,4,Alun alun majalengka,1,Alun alun Palimanan,1,amalan nisfu syaban,1,AMC,1,AMCER,3,AMPU,1,AMPUH UNSWAGATI,2,AMPUN,1,anak,1,anak muda,1,andovi,1,angkatan xx,1,Annual drama performance,1,Annual English Festival,2,anti korupsi,2,anti-erdogan,1,anti-kritik,1,Apdesi,1,Arab Saudi,1,arca,1,ARMY,1,art exibition,1,Artikel,9,ascleoius 2018,1,Audiensi,5,audiensi terbuka,1,auri,1,ayah,2,baca ini,1,Badan Eksekutif Mahasiswa,1,badminton,1,Badminton World Federation,1,bahaya oportunisme,1,bait,1,baju dinas dprd,1,baksos,1,Bakti Sosial,1,Bakung,1,Balap Sepeda,1,bali,2,ban pt,1,Bancakan,1,Banda Neira,1,Bandung,1,bangsal witana,1,bangunan,1,bangunlah jiwa pemberontak,1,Banjir,1,Banjir Cirebon Timur,1,bansos,1,bapak pers nasional,1,Basket,1,Batik,1,bawang dayak,1,bbm,2,Beasiswa,2,beauty career talk,1,beauty vlogger,1,bekas jerawat,1,Belajar Filsafat,1,belajar online,1,bem,3,Bem Ekonomi,3,BEM Faperta,3,bem fe,8,bem feb ugj,1,BEM FH UGJ,1,BEM FH unswagati,2,BEM FH Unswagati Adakan Pertandingan Futsal Sewilayah III Cirebon,1,BEM FISIB,1,BEM FISIP,7,bem fk unswagati,2,bem fkip,3,BEM FP,1,bem fp ugj,2,Bem Ft,3,bem km fh ugj,1,BEM Teknik,1,BEM U,15,BEM UGJ,6,BEM Universitas,2,bem unswagati,6,BEMFT,1,BEMFTunswagati,1,bemu,2,Bencana Alaam,1,Bencana Banjir,1,Bencana Banjir Cirebon Timur,1,Berapa Penghasilan Tukang Becakbecak,1,Berbagi Tips,24,berita,22,berita acara,1,berita cirebon,24,berita ekonomi,2,berita foto,1,Berita Indramayu,3,berita internasional,7,Berita Kampus,100,berita kampus terbaru,1,Berita kutipan,3,berita nasional,34,berita regional,15,berita ringan,1,berita terkini,2,Bhutan,1,bias gender,1,BIJB,1,binge watching,1,biografi tokoh,1,biography,1,Birth Rate,1,bisu,1,BNN,2,BNN Kota Cirebon,1,bold make up,1,BPKel-Oi,1,breaking news,3,BTS,1,budaya,21,budaya korea,1,budaya makan korea,1,Budaya Popular Korea,1,Budidaya Jamur Tiram,1,Bukber,3,buku,4,Buku Best Seller,1,bulan bahasa,2,bulu tangkis,1,bulutangkis,1,bumn,1,Bupati Cirebon,3,bupati sangihe,1,bursa efek indonesia,1,bus rapid transid,1,buya yahya,1,BWF,1,cacar monyet,1,campdik,1,campus on stage,1,cara memutihkan gigi,1,central batik cirebon,1,Cerita pendek,1,Cerpen,7,cfj 2k19,1,chaos,1,China,4,Ciayumajakuning,2,cindercella,1,cinta,3,cinta sejati,1,Cipasung,1,cirebon,120,Cirebon Bersatu,1,cirebon historia fun run 2019,1,Cirebon Merdeka,2,cirebon raya,1,Cirebon timur,1,cirebon zine fest 2022,1,civilfestival,1,Comfest2017,1,Comfestjeh 2K17,1,comfestjeh 2k19,2,comfestjeh2k18,1,communications championship,1,CORE,1,corona virus,4,Cover Dance Competition,1,covid 19,10,covid19,4,cultural studies,1,Curug Cipeteuy,1,D'Box CC,1,daftar negara dengan biaya hidup rendah,1,Daftar spot wisata karimun jawa,1,dak,14,DAK 96 M,20,DAK 96M,1,dana,1,dana DPP,1,dana kampanye,1,darurat demokrasi,4,daruratdemokrasi,4,daun katuk,1,daun pepaya,1,debat kandidat,1,Debat Perdana,1,debus,1,deddy mizwar,1,Dedi Mizwar,1,dekan baru,1,dekan fisip,1,dekan FKIP,1,demo mahasiswa,1,Demo Petani di Indramayu,1,Demo Sopir Angkot,2,Demokerasi,1,demonstrasi,6,dengar pendapat,1,Desa Amis,1,desa kalimeang,1,desa wadas,3,desagetasan,1,desain,1,desain grafis,1,desawisata,1,dewan pers,3,dewasa,1,Diah Agustina,1,dies natalis,6,Dies natalis Himakom,1,diesnatalis,7,Diesnatalis ke-59,1,Diesnatalis Mapala Gunati,3,Diesnatalis UGJ,1,Diesnatalis UKM Seni & Budaya,1,DiesnatalisUnswagati57,3,diet media sosial,1,diksar,4,diksar mapala gunati,1,dikti,1,dilarang gondrong,1,Dilarang Gongrong,1,DISBODPURPAR,3,diskon PPnBM,1,Diskusi,5,Diskusi Lingkungan,1,Diskusi Perempuan,1,Diskusi Publik,4,diskusi publik ugj,2,Diskusi Rasa,1,Dispensasi,1,DKI Jakarta,1,DKISKotaCirebon,1,dlh,1,dlhkabupatencirebon,2,dokter ortopedi,1,Donor darah,3,dosen unswagati,2,down,1,down syndrome,1,dpm,5,DPM Ekonomi,1,DPM FE,4,DPM FH unswagati,1,dpm ugj,3,dpm unswagati,1,DPM-U,11,dpmu,2,dpmunswagati,1,dpp,1,DPPKAD,1,dpr ri,2,DPR-RI,4,DPRD,4,DPRD Cirebon,4,dprd dki jakarta,1,DPRD Kabupaten Cirebon,2,DPRD Kabupaten Majalengka,2,dpupr,7,Drakor,2,drama,1,Drama Korea,3,driver amt,1,dunia,2,Dunia Kampus,65,Duta Unswagati 2018,1,e-gamelan,1,e-ktp,1,Edukasi Teknologi,1,Ekonomi,2,ekonomi indonesia,1,ekonomi indonesia tumbuh positif,1,ekonomi indonesia tumbuhekonomi indonesia tumbuh 5 44 persen sektor pertanian jadi andalan,1,ekowisata,1,empat sehat lima sempurna,1,Endemik,1,English Student Association,1,Enterpreneur Festival,1,entertainment,1,erdogan,1,erich fromm,1,erick thohir,1,ESA,4,esa unswagati,3,esai nasional,1,Esensi Hari Kartini,1,essai,4,essai lingkungan,1,Even kampus,1,Event Kampus,142,expo,1,expo pasar modal,1,Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto,1,fajar merah,1,Fakta Kampus,1,Fakta Menarik,1,Fakta Negara,1,fakultas,7,fakultas ekonomi,6,Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGJ,1,fakultas ekonomi unswagati,5,fakultas hukum,3,fakultas Hukum UGJ,1,Fakultas hukum unswagati,3,fakultas kedokteran,8,fakultas kedokteran unswagati,2,fakultas pertanian,5,fakultas teknik,7,fakultas teknik sipil,2,fakultas teknik unswagati,5,Faperta,3,fashion,1,Fasilitas Umum,1,fatwa,1,FB,1,FDG,1,FE,12,FE UGJ,1,feature,1,FEB UGJ,5,Feel Koplo,1,Feminisme,1,Fesrad 2022,1,Festial Kraton,1,Festifal Islami,1,Festival,1,festival budaya sunyaragi,9,Festival Keraton Nusantara,8,festival komunikasi,1,festival literasi,1,festival literasi cirebon cirebon,1,festival radio,1,Fh unswagati,1,Fiersa Besari,1,FIFA Match Day,1,film,2,film dokumenter,1,film indonesia,1,film semesta,1,Filosofi Teras,1,Filsafat,2,Filsafat Stoic,1,Final piala dunia 2018,1,FISIB UGJ,1,fisif,1,fisip,14,fisip duwe gawe,1,FISIP UGJ,4,FISIP Unswagati,9,FisipUnswagati,1,fk unswagati,1,fkip,9,fkip bahasa inggris,3,fkip bahasa inggris unswagati akreditasi a,1,fkip unswagati,4,FKIPUnswagati,1,FKN XI,10,flu,1,Food Coma,1,fordisma,1,forsidas,1,forum ormawa,1,foto,4,fotografi,2,Fotografi,4,FP,1,fp unswagati,1,FPTI,1,fun run 2019,1,g30spki,2,gagasmedia,1,Gambar,1,ganda putra,1,garut,1,Gatot Nurmantyo,3,gaya hidup,3,Gaya Hidup Sehat,1,Gaza,1,gebyar matematika,1,gedung baru,1,gedung BAT Kota Cirebon,1,gedung gt unswagati,1,Gegesik,1,gema,1,gemilang kreasi setara,2,GeNose,1,Genosida,1,gerakan mahasiswa cirebon,1,Gerakan pemuda,2,Gerakan Perempuan UGJ,1,Gerhana,1,gerhana matahari,1,gigi anak,1,gmp,1,GMPK,1,GMT,1,GNPF MUI,1,Golkar,1,google,1,gor ranggajati,1,GOW,1,GRAGE CITY MALL,1,gratis,1,greenbuilding,1,gugus tugas,1,Gunung Ciremai,1,guru,1,hak cipta,1,hak jawab,2,halaman parkir,1,HAM,1,harapan dalam impian,1,hardiknas,2,Harga Beras Naik,1,hari buku,1,Hari buku sedunia,1,hari bumi,2,Hari buruh,1,Hari gizi nasional,1,hari ibu,1,hari kartini,1,Hari lingkungan hidup,1,Hari pahlawan,4,hari pers nasional,1,hari sejuta pohon dunia,1,Hari Tani Nasional,5,harta,1,hasil suara,2,HATHI,1,health,1,healthy,1,Hemat baterai,1,Heregistrasi,5,herregistrasi,1,hiburan,9,hidup berawal dari mimpi,1,highlighter,1,hihiburan,1,Hii Show,1,himagara,1,HIMAJEMEN,6,himakom,10,Himakom UGJ,5,Himakom Unswagati,2,HimakomUnswagati,2,Himapemi,1,Himaptika,2,himatansi,4,himatansi ugj,3,Himatik IPB Invada,1,hipmagri,3,hipmagro,1,hmj,1,hmj akuntansi,5,hmj diksatrasia,2,HMJ-M,1,HMJAK,1,HMJM,4,HMS,9,hms unswagati,2,HMSUnswagati,1,hoax,1,holiday,1,hubungan,2,hujan bulan juni,1,hukum rimba,1,HUT Kota Cirebon,1,hut RI,1,HUT RI Ke-72,1,hylo open 2022,1,IAI BBC,2,IAIN,2,IAIN Ambon Bredel Pres Mahasiswa Lintas,1,ibu,2,ibu-ibu,1,Ida Rosnidah,1,Idental Radio,2,Idul Fitri,1,Ikatan Pedagan Pasar Sumber,1,Ilmu administrasi negara,1,ilmu komunikasi,8,ilmu politik,1,Immni,4,inagurasi,1,inaugurasi,3,indonesia,21,Indonesia badminton,1,indonesia berduka,2,indonesia sehat,1,indonesia waspada,1,indramayu,4,industry 4.0,1,infografis,2,insiden,1,insomnia,1,intelektual,1,Internasional,22,Internasional Exhibition for Young Inventors,1,Internation Women's Day,1,investasi,1,Investigasi,4,ipik permana,1,IPTI,1,isna silvia,1,ISO,1,isu jam malam,1,isu lingkungan,1,isu nasional,1,isu penghapusan kkn,1,ITB kampus cirebon,1,iwan bule,1,IWD2020,1,jadimulya cirebon,1,jadwal pelaksanaan PMB ITB Kampus Cirebon,1,Jaga jari,2,Jagajari,1,jagakali,1,jagakali art festival,2,jagakali international art festival,1,Jakarta,1,Jalanan Berlubang,1,Japanese Restaurant,1,Japenese Food Kota Cirebon,1,Jaringan 5G,1,Jasuke,1,jawa barat,4,jawabarat,1,jenny marx,1,jenny von westphalen,1,Jepang,1,JFMI9,1,jiaf8,2,jodoh,1,Joe Biden,1,jokowi,5,jokowi tiga periode,2,junaedi noer,1,Juntinyuat,1,jurnalis,2,jurnalistik,2,K pop,1,k-pop,1,kabar,1,kabar kampus,4,kabar kampus ugj,1,kabar ugh,1,Kabarku Yang Usang,1,kabinet,1,kabupaten cirebon,2,kacang hijau,1,kacirebonan,1,Kadung Kait,1,kaji media,1,kakarangan,1,kampus,21,kampus biru,1,kampus tiga,1,kankaer,1,kanoman,1,kantin kampus 1 ugj,1,kantin ugj,1,kapal selam setaranews,1,kapolresta cirebon,1,Karakter,2,Karimun jawa,1,karl marx,1,karya sastra,9,kata rindu,1,kaum puan,1,Kawah ijen,1,kawan,1,kawasan rebana,1,kawasan tanpa rokok,1,Keamanan,2,Keamanan Pangan,2,kearifan lokal,3,kebakaran,2,kebiasaan,1,Kebiasaan Setelah Makan,1,kebijakanbaru,1,Kebudayaan,3,Kebun Kopi,1,Kebun Teh,1,Kecamatan Jamblang,1,Kecantikan,2,kecewa,1,kegiatan bersih-bersih,1,kegiatan mahasiswa,6,kegiatan mahasiswa ugj,1,kehidupan,1,Kehilangan,3,Kejari,1,kejari kota cirebon,1,kekerasan seksual,7,kelautan dan periklanan,1,keluarga,2,Keluarga wisudawan,3,kemacetan,1,Kemenkeu RI,1,kemenpora,1,KEMENRISTEKDIKTI,2,Kemenristerkdikti,1,Kemensos,1,Kementan RI,1,kemerdekaan indonesia,2,kemerdekaan republik indonesia,3,Kenaikan Harga Beras,1,kendaraan tradisional,1,Kepala Desa,1,Kepala Desa Amis Kriminalisasi Petani,1,Kerajaan majapahit,1,kerasahan,1,keraton,2,keraton kasepuhan,2,keraton kasepuhan cirebon,1,keresahan mahasiswa,1,keringkan baju,1,kerusakan jalan,2,kerusakan lingkungan,1,Kesehatan,30,kesehatan mental,2,kesetaraan gender,2,ketahanan air,1,Ketua Umum,1,khas cirebonan,1,kilang minyak balongan,2,kimchi,1,kinipan,1,KitaUnswagati,4,KKM,1,KKN,10,kkn desa getasan,1,KKN Desa Slendra,1,kkn online,2,kkn unswagati,2,kknugj 2021,1,KLISE,9,KLJ,1,KLJI,1,knil,1,KNPI,3,Kodim,1,kolusi,1,KOMANDO,2,KOMANDO V,1,komik,1,kompetisi panjat tebing,1,komunikasi,1,komunitas,2,komunitascirebon,1,konferensi internasional,1,konflik agraria,3,konser,1,Konsolidasi,2,Konsumsi,1,Koordinasi,1,koperasi,2,kopi gayo,1,kopi rasa wine,1,Kopma,1,korea,1,Korean Wave,1,korupsi,11,korupsi E-KTP,1,kota cirebon,17,KPI,1,KPK,3,KPM,1,kpop,1,kpu,1,kri nanggala,1,Kriminal,1,krisis,1,krisis iklim,2,krisis pangan,1,kristen gray,1,kristen grey,1,Kritik,1,Kronologis,1,ksehatan,1,KSR,3,ksr pmi unswagati,1,kudeta,2,kudeta myanmar,1,kuliah,2,kuliah kerja nyata,4,kuliah offline,1,kuliah online,7,kuliah umum,3,kuliner,11,kuliyah umum,1,kuluah online,1,kuningan,4,Kunjungan Mahasiswa,1,kupi,1,Labuan Bajo.Pulau komodo,1,Laila jangan bersedih,1,LAKSI,1,laku pejabat,1,land reform,1,larangan mudik,1,larik,2,Lawan Patriarki,1,LBKH,1,LBU,2,LDK IMMNI,1,ldko,1,lebaran,1,Lelaki,1,Lesti Duta Petani Muda Milenial,1,Lesti Kejora,1,lgbt,2,Liburan,1,liburan ke luar negeri,1,LIDI,1,lifestyle,8,lift,1,Lingkungan,3,Lipsus,1,literasi,4,Literasi Digital,1,LLMB 2019,1,lomba,1,Lomba Bahasa Inggris,1,lomba fotografi,2,Lomba Hadroh,1,lomba opini,1,lomba video reels,1,Lombok Bangkit Mandiri,1,lompat tali,1,Longsor Kuningan,1,loverinz,1,LPJ,4,lpj pkkmb 2019,3,lpm,1,lpm fatshoen,2,lpm setara,32,lpm usu,1,luhut,1,lulusan terbaik,1,lulusan terbaik ugj 2023,1,lulusan ugj,1,Maba,2,Maestro Seni Lukis,1,mahasiswa,30,mahasiswa aksi,2,mahasiswa baru,5,mahasiswa cirebon,2,mahasiswa day,1,mahasiswa pertanian ugj,2,mahasiswa ugj,4,Mahasiswaa,1,Majalengka,8,makanan khas cirebon,1,Makanan Khas Pekalongan,1,Makanan Khas Thailand,1,make up,1,makna historis,1,makrab,2,malaysia,1,Maluku,1,manajamen,1,mandat presiden,1,manfaat,1,manfaat buah,1,Manfaat Jagung,1,manfaat menangis,1,Manfaat Sayuran,1,mangrove,2,manusia,1,manusia dari kamar mandi,1,Mapala Ciayumajakuning,5,mapala gunati,15,mapala indonesia,2,marlina si pembunuh empat babak,1,marsha timothy,1,martha c. tiahahu,1,Masa lalu,1,Masa Orientasi Mahasiswa,1,masyarakat adat,2,mata kuliah drama,1,Matahari,1,matinya etika dan moral,1,maulana yusuf,1,Maulid Nabi,1,Maulid Nabi Muhammad 1441 H,1,Media Kampus,1,media massa,2,media palsu,1,membaca buku,1,membenarkan pikiran kita,1,memilih perguruan tinggi,1,menghilangkan,1,menikah,1,menjaga kesehatan mental,1,Menjangan besar,1,Menristekdikti,2,mental healt,1,menteri keuangan,1,Menteri Keungan,1,menwa,2,merdeka,1,metropolitan,3,Mimbar Bebas,1,minat membaca,1,Mohammad Hatta,1,moonrise over egypt,1,Moral,1,moralitas,1,Mpr,1,Muara Jati,1,MUBES,5,mubes fisip,1,Mubtada Kopi,2,mudik 2017,1,mudik lebaran,1,mukarto siswoyo,2,mukbang,1,muludan,1,museum batik,1,MUSIC,1,musik,2,musim hujan,1,Muslim Uighur,1,musyawarah besar,1,musyawarah pkkmb,1,Nadin Amizah,1,Nasional,67,Natal,1,Nazli Ilicak,1,nepotisme,1,News,61,Ngopi Bareng,2,nisfu syaban,1,nonton bareng,1,nonton film,2,novel,2,nusantara,1,Objek Wisata,1,OECD,1,Oi Cirebon,1,ojk,1,Okkagati 2023,1,okkagati2021,1,okke 'sepatumerah',1,Olahan Jagung,1,Olahraga,15,olimpiade,1,Olimpiade Akuntansi,1,Olimpiade Paris 2024,1,Omnibus Law,3,Open House,1,open recruitment,2,Operasional,1,Opini,101,opini mahasiswa,4,oprec,3,Orangtua,1,orasi,1,orasi kebudayaan,1,organisasi,1,organisasi eksternal,1,Ormawa,7,Ormawa day,1,ormawa fisip,1,ormawa fp ugj,1,Otomotif,1,overdosis kafein,1,P2M,3,pacaran,1,padabeunghar,2,pahlawan,2,pajak pulsa,1,pajak rokok,1,palestina,1,Pameran,2,pameran fotografi,2,pameran karya seni,1,pameran lukisan,1,pameran museum,2,pameran seni rupa,1,pamp;k,1,Pancasila,2,pandemi covid19,15,Pangan,2,panggung rakyat,1,pantai glayem,1,pantai indramayu,1,pantai junti,1,pantai karangsong,1,pantai ketapang,1,pantai rembat,1,Pantai tanjung gelam,1,pantai tirtamaya,1,panti asuhan,1,Panwaslu,1,pariwisata,9,Parkiran motor,3,partai mahasiswa,1,Partai Politik,3,pasar mambo,1,pasar sumber,2,pascasarjana,4,PDIP,1,pecinta alam,3,pecinta motor klasik,1,Pedagang,1,Pedagang Pasar Sumber Tolak Relokasi,1,pedati pustaka,1,pejabat,2,pejambon,1,Pekalongan,1,Pekan Olahraga Mahasiswa UGJ,1,Pelabuhan Cirebon,1,Pelanggaran HAM,4,pelantikan,5,pelantikan presiden dan wakil presiden mahasiswa ugj,1,pelantikan rektor ugj,1,pelantikan rektor ugj 2023,1,Pelatihan,1,pelecehan seksual,5,Pelepasan,3,pelepasan wisudawan wisudawati,5,pembangunan,2,pembangunan bendungan bener,1,Pembayaran Shopee,1,Pembekalan,1,Pembekalan Okkagati,1,pembredelan majalah lintas,1,pembredelan pres,1,Pemerintah Kabupaten Cirebon,1,Pemerintahan Mahasiswa Bukan Dagelan,1,pemikiran mahasiswa,1,pemilihan dekan,2,Pemilihan Dekan FE,1,Pemilihan Raya,2,pemilihan rektor,3,pemilihan serentak 2019,1,Pemilu,5,pemimpin,1,pemira,5,pemira 2019,5,pemira fe,6,Pemira FE UGJ,1,Pemira FEB,1,Pemira FEB UGJ,2,pemira online,6,pemira ugj,6,pemira ugj 2022,8,pemira ugj 2023,1,pemira unswagati,7,pemira2022,1,pemiraugj,1,Pemkab Cirebon,1,PEMKOT,1,pemkot cirebon,1,pena,1,penangkapan,1,pencurian motor,1,pendaftaran,1,pendidikan,5,pendidikan bahasa inggris unswagati,1,pendidikan ekonomi,1,pendidikan terbaik di dunia,1,penegerian unswagati,1,Penganiayaan,1,pengembaraan,1,pengerian,1,penggusuran lahan,1,penghijauan,1,pengibaran bendera 1.000 meter,1,Pengukuhan Guru Besar UGJ,1,pengukuhan mapala gunati,1,perampasan hak tanah masyarakat adat,1,Peran Fungsi Mahasiswa,1,Peran Mahasiswa Milenial,1,Peraturan,2,perawatan rambut,1,Perbaikan,1,perebutan ruang hidup,1,perempuan,3,Perempuan Menggugat,1,perempuan yang sedang belajar,1,perempuan-perempuan tersayang,1,perilaku,1,peringatan hari tani nasional,1,PERISAI,1,perjal bandung,1,perjal cirebon,1,perjal menyambut fajar,1,Perjalanan Domestik,1,pernikahan dibawah umur,1,Pernyataan Sikap,2,perpustakaan jalanan,1,perpustakaan jalanan cirebon,1,perpustakaan keliling,1,Pers mahasiswa,2,persoalan mahasiswa,1,pertalite,1,pertamina,3,Pertanian,3,Pertanian Kopi,1,pertukaran mahasiswa,1,pertunjukan seni musik tarling,1,pesta demokrasi,7,peta,1,petani,1,petani kendeng,1,Petani Unjuk Rasa,1,petisi,2,petisi online,2,PG Rajawali II,1,pgsd,1,piala aff,1,Piala Asia u23,1,piala_dunia,1,pini mahasiswa,1,PKKMB,27,PKKMB 2017,4,pkkmb 2019,2,PKKMB 2020,3,pkkmb fakultas 2019,1,pkkmb fakultas kedokteran,1,pkkmb fakultas teknik,1,pkkmb fakultas teknik unswagati,1,pkkmb fisip,1,PKKMB FT 2018,1,PKKMB Online,1,pkkmb ugj,2,pkkmb ugj 2019,1,PKKMB UNSWAGATI,7,pkkmb unswagati 2016,2,PKKMB-FE,1,pkkmb-fh,1,PKKMB-U,5,pkkmbfisip2017/2018,1,PkkmbUnswagati1617,3,pkkmbunswagati17/18,1,PKL,3,Plered,2,pmb,3,PMB2019,1,PMI,1,pohon,1,Pohon natal,1,POK,1,Pokemon Go,1,Polemik,1,Politik,7,Politik Kampus,9,politik praktis,1,polres cirebon kota,1,Polres Kota Cirebon,1,PON XIX JABAR,1,Popmasepi,1,PORMA UGJ,1,PORMA UGJ 3,1,potret,1,ppg,1,PPHP,2,PPK,1,PPKM,1,ppkm darurat,5,PPN,2,PPN 11 Persen,1,PPnBM,2,PPUM,6,PPUM-FE,2,PPUM2017,1,PPUM2022,1,pr unswagati,1,pra diksar,1,praktis,1,pray for randi,1,presiden AS,1,presiden soekarno,2,presidium,1,presma,2,prodi,2,professional,1,Profil,9,program kerja,1,proker,5,proklamasi,2,prosesi budaya,1,Provokatif,1,proyek strtegis nasional,1,prussia,1,ps3,1,psbb,1,psbb jabar,1,psbb proposional,1,PSM,3,pssi,1,PT.Jasa Raharja Cirebon,1,PTN,1,puasa,3,public relations,1,puisi,40,puisi baru,1,Puisi dan Sastra,51,puisi tuan,1,puitis,1,Pulau gosong,1,PUM,12,PUM FE,1,PUPR,1,Purbalingga,1,purnama,1,purworejo,1,pusaran amuk,1,Queen Of Tears,1,queer,1,rachel goddard,1,radharpancadahana,1,Radio SKA,1,ragam,2,Raisa Kamila,1,rakernas,2,rakyat,1,rakyat cirebon tolak omnibuslaw,1,rakyatmelawan,1,Ramadhan,6,Rangking FIFA,1,ranking badminton indonesia,1,Rapat,2,rapat pleno,1,razia buku,1,rctv,1,reakreditasi,1,reforma agraria,1,reformasi dikorupsi,5,Regional,208,rekomendasi film,1,Rekomendasi Makanan Unik Khas Thailand,1,Rekomendasi tempat wisata,3,rekomendasi tempat wisata di cirebon,1,rektor,6,rektor unswagati,2,rektor usu,1,relokasi,1,rempang,1,renovasi kantin,1,Resensi,14,resensi buku,9,resensi film,4,resensi film 2018,1,retorika,1,reuni akbar ft,1,Revitalisasi pasar,1,revolusi industri,1,revolusi industri 4,1,rina sulistianingsih,1,rio de janeiro,1,ritual,1,RKUHP,2,robot,1,rohidin,1,royalty,1,RPD,1,rth,1,rubrik,1,RUU KUP,1,RUU PKS,1,RUUKPK,2,saaung perjuangan,1,sahur,1,sains,1,sajak,5,sakit,1,saksi kunci,1,sakura science,1,sandi,1,sanggar lingkungan hidup,1,sanggar sunda rancage,1,sanggar tari,1,sangihe,1,sanjungan,1,sao paulo,1,sapardi djoko damono,1,sarah ayu,1,sarjana,3,sastra,40,Satir,1,satpol pp,1,Saungjuang,1,save kpk,2,Save Pasar Sumber,3,sayaka murata,1,sayap-sayap patah,1,sayembara fiksi,1,sea games,2,Sego Megono,1,sejarah,9,sejarah indonesia,2,sejarah kerajaan majapahit,1,sekuritas,1,Self healing,1,Self Love,2,semarak keilmuan,1,Sembako,1,Sembako kena PPN,2,Semenjak Kemarin,1,seminar,5,Seminar fotografi,1,Seminar Internasional,1,Seminar Internet Sehat,1,seminar kebudayaan,1,Seminar Konsentrasi,2,seminar nasional,2,seminar nasional 2020,1,Seminar Umum,1,seni,5,seni berbicara,1,seni bersikap bodo amat,1,seni tari,1,seniman cirebon,2,senja di Alexandria,1,senja sastra,2,seoul,1,sepak bola,2,seputar ugj,1,serayu,1,Serba Serbi Mahasiswa,1,serba-serbi ramadhan,4,Seren tahun,1,serikat buruh,3,Serikat Petani Indonesia,3,Serikat Petani Indramayu,1,Sertifikat ISO,1,setara friends,1,setara news,4,Setara TV,1,setaranews,31,setaranewscom,1,setelah Addendum,1,Setya Novanto,2,Sexual Consent,1,shalat tarawih,1,Shalawat Nabi,1,Shopee,1,SIMFONI,2,singapura,1,single,1,sirnas,1,sispala,1,siswa sma,1,situs,1,sk,1,sk rektor,1,skate,1,skk migas,1,SKK_Migas],1,Skripsi,2,sks,1,sks dan dpp,2,sleep apnea,1,SMAN 1 Arjawinangun,1,SMAN 7 CIREBON,1,smk al-jabbar,1,SMS,1,Socrates,1,solidaritas untuk lintas,1,solidaritas untuk wadas,1,sosial,1,Sosial distancing,1,spbu,1,SPI,1,SPI Indramayu,1,Sri Lanka,1,Sri Mulyani,1,Stadium Goverment,1,standarisasi kecantikan,1,STARS AND RABBIT,1,Stoikisme,1,Stop Narkoba,1,stop tindakan represif aparat,8,studi banding,1,Study from home,1,suara mahasiswa,2,Suara Pedagang,1,suara rakyat,8,suara realitas,2,suara yang hilang,1,Subsidi Kuota,3,suhay salim,1,Suherli,1,sumpah pemuda,4,sunda wiwitan,1,Sunyaragi,2,Supersemar,2,Surat Perintah Sebelas Maret,1,surat untuk puan,1,Susukanlebak,1,Sutan Syahrir,1,syaikh ali jabber,1,sylviana murni,1,syndrome,1,Syukuran,1,takjil,2,talkshow,1,tamansari,1,tambang mas sangihe,1,tanggerang,1,tari tradisional,1,tasya farasya,1,Teater,2,Teater Dugal,2,teatermantu,1,technology,2,Teknik Sipil,2,teknik sipil unswagati,3,TeknikSipilUnswagati,3,Teknologi,12,Telekomunikasi,2,temab,1,tempo,1,tenaga kerja asing,1,TentaraNasionalIndonesia,1,TEP,3,Terapi Berpikir Positif,1,terasi,1,Terjebak “in Bad Culture”,1,Terkini,1649,tes masal,1,tesla inc,1,Test Swab,1,Thailand,3,the grand old man,1,tim pemberantas pungli,1,Timnas Day,2,Timnas Indonesia,2,Timnas Indonesia u23,1,Timnas Indonesia vs Curacao,1,timnas uzbekistan u23,1,tindak represivitas,4,tindakan represifitas,6,Tips,11,tips and trick,13,tips and trik,3,tips dan trick,1,tips dan trik,3,tips kesehatan mental,1,tips kesehatan rambut,1,tips presentasi,1,tips traveling,2,tips untuk anak,1,tirto adhie soerjo,1,tki,1,tkw indonesia,1,tni,1,TNI AL,1,Tokoh,4,tolak bbm naik,1,tolak jokowi tiga periode,1,Tolak Kenaikan BBM,1,tolak narkoba,1,tolak omnibuslaw,10,Tolak Relokasi Pasar,1,Tolak Relokasi pasar sumber,3,Tolak Relokasi Pasar umber,1,tolak ruu cipta kerja,1,tone policing,1,topma,1,Tour de Linggarjati,1,TPA,1,TPA Kopi Luhur,1,tps 3,1,Tradisi,1,Training Legislasi,1,Transaransi Kampus,1,Transparansi,6,transportasi,2,trauma healing,1,Traveling,1,traveling murah,1,tren anak muda,1,tri darma perguruan tinggi,1,tribun jabar,1,True beauty,1,trupark museum,1,trusmi cirebon,1,tumbuhan,1,turki,1,tutorial keislaman,3,tutorial keislaman unswagati,2,tv kampus,2,tv kampus cirebon,1,tv kampus unswagati,1,uang,1,UAS,2,UGJ,96,UGJ Cirebon,19,UGJ Cirtebon,1,ugj lantik rektor baru,1,ugj memilih,3,ugjcirebon,1,ukm,1,UKM KSR,1,UKM Olahraga,1,UKM P&K,1,ukm Pamp;K,2,UKM Rohis Usahid,1,ukm seni budaya,1,UKM Seni dan Budaya,10,ukm seni dan budaya ugj,1,ukm seni dan budaya unswagati,2,ulama,1,un,1,un online,1,unit kegiatan mahasiswa,2,universitas,15,Universitas Swadaya Gunung Jati,31,unjuk rasa,2,Unswagati,217,unswagati akreditasi a,1,unswagati cirebon,12,UNSWGATI,1,Unswgati cup 2017,1,untag cirebon,1,USB,6,usbn,1,uswagati,1,UTS,2,UU Cipta Kerja,2,vaksin,5,Vaksinasi covid19,1,Video,5,vietnam,1,viral,1,virus corona,2,virus zika,1,vlogger indonesia,1,volunteer,1,wadas melawan,2,Wadek II,1,wagub jabar,1,wakil rektor,1,Walhi,1,walikota cirebon,2,wapresma,1,Warga Cirebon,1,warisan kesenian dan kebudayaan,6,Warta,1,Warta Kampus,318,watu semar,1,we are the real united kingdom,1,webinar nasional,2,WFH,1,who,1,wine halal,1,wiranto,2,wirayuwana choir,1,wisata,5,wisata alam,2,wisata cirebon,1,wisata keluarga,1,wisata murah di cirebon,1,wisata pantai,1,wisuda,9,wisuda ke 46,2,wisuda ke 47,1,wisuda ke 58 dan 59,1,wisuda ke 67 dan 68,1,wisuda unswagati,3,wisuda XLIX,2,wisuda XLVII,1,Women's March 2020,1,Women's March Cirebon,1,workshop,2,Workshop fotografi,1,wr III,3,wr3,1,Yayasan,2,yayasan unswagati,4,yono maulana,2,Yoshinoya,1,YPSGJ,1,yudisum,1,ZARD,1,zine fest,1,zionis Israel,1,
ltr
item
Setaranews.com: Korean Wave dan Dampaknya Bagi Budaya Lokal Indonesia
Korean Wave dan Dampaknya Bagi Budaya Lokal Indonesia
Korean Wave merupakan istilah yang diberikan untuk budaya popular Korea Selatan yang tersebar secara global di berbagai negara di dunia.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaiBMdHc76ZodPDFD7eoiqGqG8X2wRE4J8OX4tWgBpswcrrr1PMB8LwVXveB_E4t8-Y9qfdWdG8pD5_9qeaxYOPZNGmfchEt4S-oCUgDxYU9YVRs4qJOqxjrb9E3FAO9euiXPOr8Z-CZ-Q7YrGMuR5Ifi2N_4kDQ9FpELjpidKf0OAZBiApuw73VmEEQ/w400-h250/k-pop.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaiBMdHc76ZodPDFD7eoiqGqG8X2wRE4J8OX4tWgBpswcrrr1PMB8LwVXveB_E4t8-Y9qfdWdG8pD5_9qeaxYOPZNGmfchEt4S-oCUgDxYU9YVRs4qJOqxjrb9E3FAO9euiXPOr8Z-CZ-Q7YrGMuR5Ifi2N_4kDQ9FpELjpidKf0OAZBiApuw73VmEEQ/s72-w400-c-h250/k-pop.jpg
Setaranews.com
https://www.setaranews.com/2022/09/korean-wave-dan-dampaknya-bagi-budaya.html
https://www.setaranews.com/
https://www.setaranews.com/
https://www.setaranews.com/2022/09/korean-wave-dan-dampaknya-bagi-budaya.html
true
5774345634689947304
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy