Opini: DAK 96 M dan Lemah Syahwat Aparat yang Tidak Tegak

Opini, Setaranews.com - Persoalan dugaan adanya penyimpangan anggaran, pelanggaran hukum, sampai kepada titik adanya indikasi kuat dugaan k...

Opini, Setaranews.com - Persoalan dugaan adanya penyimpangan anggaran, pelanggaran hukum, sampai kepada titik adanya indikasi kuat dugaan korupsi dalam pelaksanaan proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) 96 M. Anggaran yang tidak kecil tersebut dimaksudkan untuk membangun infrastruktur publik daerah seperti jalan, jembatan, trotoar dan drainase semakin memanas. Bisa jadi membuat kuping panas, muka pedas, bagi mereka yang merasa terlibat akibat gempuran sarkas dari publik yang tak sabar ingin memberantas. Lalu akan seperti apa kelanjutan drama mega proyek DAK? Mari kita saksikan bersama-sama alur ceritanya.

Sampai detik ini, memang masih belum ada kepastian kelanjutan ceritanya. Bahkan alurnya cenderung mundur lagi kebelakang, mengulur-ngulur waktu sampai publik lupa, dan akhirnya kasusnya pun lenyap begitu saja. Berhenti dikolong meja, selesai di kantong-kantong mafia. Hal itu tidak menutup kemungkinan ketika polemik mega proyek DAK tidak lagi menjadi perhatian dan sorotan tajam mata masyarakat. Sebaliknya, adanya dorongan perhatian khusus dari masyarakat terhadap kasus ini akan memudahkan membongkar skandal atau konspirasi-konspirasi yang membelit.
Penyimpangan dan pelanggaran apa saja yang menimpa pelaksanaan proyek DAK 96 M? Baiklah mari kita sedikit membahas dan membedahnya. Tujuannya jelas, yang tidak tahu menjadi tahu, yang tahu semakin yakin akan adanya indkasi korupsi. Pertama, Pemerintah Kota (Pemkot) melalui dinas terkait (DPUPR) melakukan bebrapa tahap awal, diantaranya yaitu adanya studi kelayakan terlebih dahulu. Hal itu dilakukan dalam rangka menguji sekaligus mengetahui mana saja yang harus diperbaiki dan mana saja yang harus dibangun. Hasil dari studi ini akan dibuat Rencana Kerja Anggaran (RKA) yang merupakan benih dari Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang dimasukan dalam proposal pengajuan DAK kepada Pemerintah Pusat.

Berbagai Pelanggaran Dan Penyimpangan Poyek DAK 96 M!

Pemirsa sekalian, menurut analisis penulis, dari titik awal ini lah bisa dilihat pula adanya indikasi niatan buruk (permufakatan jahat) dari para oknum tertentu yang ingin memperkaya pribadi atau golongan. Bagaimana caranya? Yaitu dengan memasukan dalam studi kelayakan. Misalnya jalan, trotoar, drainase atau jembatan yang sebetulnya masih tergolong layak, namun kemudian dikategorikan tidak layak. Atau yang sebetulnya cukup diperbaiki, tapi dibangun total dari nol. Jelas ? ini dugaan pertama.

Kedua, dalam proses lelang tender. Setelah proposal dikirimkan dan kemudian anggaran DAK sudah dipastikan cair, langkah selanjutnya yaitu menggelar lelang melalui Unit Layanan Pemerintah (ULP). Kalau tidak salah ingat, lelang awal mega proyek tersebut dibagi kedalam 60 paket lebih. Namun dalam lelang awal ini terjadi beberapa persoalan yang kemudian lelang gagal. Kemudian, dilelang berikutnya mega proyek DAK tersebut dibagi kedalam 3 paket besar yang mencakup 5 kecamatan di Kota Cirebon yang dibagi menjadi 3 Dapil. Dikarenakan kualifikasi dan standar yang terlalu berat maka hasil lelang tender ini dimenangkan oleh perusahaan-perusahaan asal Jakarta. Kontraktor lokal yang tidak memenuhi kualifikasi gagal mendapatkannya. Dari hasil lelang inilah kemudian persoalan mega proyek DAK 96 M semakin mencuat kepermukaan. Kontraktor lokal merasa adanya permainan politis untuk mengkondisikan agar lelang tersebut ditujukan kepada kontraktor tertentu. Merasa dizalimi, akhirnya terdapat kontraktor yang melaporkan si pemenang tender kepada kepolisan atas berbagai macam tuduhan. Ketiga, adanya dugaan persekongkolan untuk memenangkan tender.

Penulis masih meyakini dalam urusan apapun, bahwa hasil yang akan didapat tergantung proses yang telah dilalui sebelumnya. Keempat, pelaksaan pengerjaan proyek DAK 96 M. Hasil lelang yang dimenangkan oleh 3 perusahaan (konon dalam naungan satu grup yang sama), dalam pengerjaan proyek mengundang persoalan semakin meruncing dan membuat bau tak sedap bagi masyarakat Kota Cirebon. Kegaduhan polistis semakin terasa ketika Tim Pengawas Lapangan Independent menemukan adanya temuan-temuan pelanggaran yang dilakukan oleh kontraktor.

Dalam laporan pengawas ke Pejabat Pembuat Komiten (PPK) yang tidak lain merupakan Sekertaris DPUPR, menyebutkan terdapat dibeberapa titik pengerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, tidak sesuai SOP, dan tidak sesuai SNI yang melanggar UU Jasa Kontruksi. Sehingga pengawas merekomendasikan agar pengerjaan diberhetikan terlebih dahulu, agar kontraktor memperbaiki pengerjaan yang tidak sesuai tersebut. Namun, teguran, peringatan, dan laporan konsultan pengawas tersebut tidak diindahkan oleh kontraktor dan juga pemerintah (PPK). Kelima, Melanggar UU Jasa Konstruksi dan Peraturan Pemerintah terkait efektifitas, efisiensi dan ketepatan sasaran pengerjaan proyek.

Mencium ada gelagat tak sedap, tidak sedikit pengerjaan proyek DAK tersebut dilakukan oleh pihak ketiga (disub-kan). DPRD mengendus adanya penyimpangan setelah mengetahui laporan dari konsultan pengawas dan hasil progres dari kontraktor yang menjelang kontrak habis tetap saja proyek DAK masih belum mencapai target, bahkan progresnya sangat memprihatinkan. Kemudian DPRD mengeluarkan rekomendasi kepada Pemkot yang isinya memberhentikan proyek, meminta kontraktor memperbaiki pengerjaan yang tidak sesuai, dan memutus kontrak terhadap kontraktor nakal tersebut, serta meminta agar proyek dilelang ulang.

Lagi-lagi, surat sakti (rekomendasi) dari DPRD sama sekali tidak diindahkan oleh Pemkot, bahkan DPUPR sendiri mangkir dari panggilan. Mengejutkannya, bukannya memberhentikan, justru Pemkot menyetujui adanya perpanjangan kontrak (addendum) bagi kontraktor untuk mengerjakan sampai selesai proyek DAK 96 M tersebut hingga 21 Maret 2017. Disini kemudian ada lagi aturan yang ditabrak, yaitu soal pengelolaan keuangan negara (daerah). Perlu diketahui bahwa sumber dana mega proyek tersebut dari DAK yang merupakan anggaran tahun tunggal. Artinya, anggaran harus habis dalam satu periode (Januari-Desember).

Dalam kasus DAK 96 M, sisa anggaran pengerjaan proyek seharusnya disiapkan terlebih dahulu, kemudian dimasukan dalam APBD, dan proyek pun ditender ulang. Namun, fakta yang ada justru sebaliknya, addendum berjalan begitu saja proyek tetap berjalan dengan kontraktor sama tanpa adanya tim konsultan pengawas lapangan. Keenam, adanya pelanggaran terhadap pengelolaan keuangan daerah dimana anggaran tahun tunggal disulap menjadi anggaran tahun jamak. Dan lebih memprihatinkan lagi, ketika dimasa addendum belum habis masa kontraknya dan masih banyak pekerjaan proyek yang belum selesai, justru pihak DPUPR mengatakan bahwa anggaran mega proyek DAK 96 M itu sudah habis. Artinya, adanya dugaan kuat bahwa kontraktor yang mengerjakan tidak sesuai spek dan asal-asalan tetap dibayar. Disini kemudian rakyat merasa dibodohi dan dibohongi!

Peran Penegak Hukum

Saat ini, yang menjadi sorotan masyarakat yaitu aparatur penegak hukum seperti Kejaksaan dan Kepolisian. Terutama dalam hal ini yaitu sesuai dengan cita-cita konstitusi dan peran dan fungsi Kejaksaan merupakan lembaga yang menjadi corong utama pemberantasan korupsi. Dimana Kejaksaan memiliki perangka-perangkat yang bisa melakukan pengumpulan data dan informasi, pemanggilan dan lain-lain. Khusus dalam soal pembangunan infrastruktur yang memang sedang gencar-gencarnya dilakukan pemerintah pusat sampai daerah, maka keluar lah Keputusan Presiden (Kepres) mengenai Tim Pengawas Percepatan Pembangunan Daerah (TP4D), yang anggotanya yaitu Kejaksaan.

Pihak Kejaksaan Kota Cirebon mengakui memang tim tersebut sudah dibentuk, peran dan fungsinya sangat jelas memastikan percepatan pembangunan infrastruktur publik yang on the track alias tidak menabrak atau berbenturan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Namun, peranan dan fungsi dari tim ini tidaklah terasa gaungnya. Seolah-olah menutup mata dan telinga, yang padahal berbagai peroalan berada tepat di depan mata. Dalam polemik DAK 96 M, Kejaksaan sudah mengawal dari awal perjalanan, hingga sampai kepada mencuatnya berbagai polemik yang diduga melanggar hukum yang harus segera dibawa ke ranah meja hijau.

Seperti biasa, alasan klasik selalu muncul dari mulut-mulut bau para penegak hukum. Ketika masyarakat mengeluhkan dan memberikan informasi adanya indikasi dan patut diduga tindakan melanggar hukum, justru tidak ada langkah tegas dan pasti dari pihak Kejaksaan. Alibinya selalu begitu, bicara soal masih dalam tahap mencari bukti, menggali data, fakta dan informasi. Kejaksaan dalam tugasnya memberantas korupsi bisa bergerak tidak hanya ketika ada hasil dari audit BPK. Dari informasi masyarakat atau atas inisiatif sendiri, perangkat hukum yang dimilikinya bisa bergerak leluasa menggali dan menyelidiki. Korupsi merupakan pidana khusus yang tidak bisa disamakan dengan pidana umum. Perbedaannya jelas, pidana umum ditangkap setelah melakukan, sedangkan pidana khusus dalam tahap perencanaan saja bisa dijadikan alat bukti.

Dalam kasus DAK tugas Kejaksaan jelas yaitu menyelamatkan keuangan negara dan menindak mereka yang diduga melanggar hukum yang masih berlaku. Artinya Kejaksaan harus sigap mencegah praktik korupsi sebelum terjadi. Bukannya menunggu korupsi terlebih dahulu baru ditindak, logika yang sangat konyol, salah kaprah, menghina kehormatan lembaga Kejaksaan itu sendiri. Hasil temuan BPK itu diperlukan ketika ada perkara yang tidak diketahui atau tidak jelas unsur pelanggaran hukumnya atau unsur kerugian negaranya.

Sedangkan dalam kasus DAK 96 M bisa terlihat sangat jelas, mata orang awam pun bisa melihatnya. Apalgi dari kaca mata para penegak hukum? Adanya laporan dari kontraktor, adanya laporan dari pengawas, dan fakta dilapangan lainnya bisa dijadikan alat-alat bukti, sampai kepada keterangan-keterangan saksi pun sebetulnya mudah untuk bisa dianalisis. Tapi, dalam hal ini kenapa Kejaksaan tidak segera bersikap tegas, tidak bersemangat, lemah syahwat kah? Wajar jika ada opini yang beredar jika Kejaksaan itu sendiri menikmati hasil ‘bancakan’ atas mega proyek DAK 96 M tersebut!

Mereka yang terlibat dalam kasus dugaan adanya tindakan korupsi DAK memang sakti mandraguna, kenapa bisa begitu? Ya sangat sakti. Kesaktian yang dimiliki membuatnya bisa memakan besi, memakan beton, menggerogoti jembatan, sampai melahap tortoar. Saking saktinya, membuat mereka oknum-oknum yang menikmati hasil dari perilaku dugaan korumnya kebal atas hukum, tidak tersentuh sedikit pun! Kejaksaan disini seharusnya ambil peran, sebagai paranormal yang bisa mengalahkan kesaktiannya.

Hmm sayangnya, justru Kejaksaan dibuat lemah syahwat! Nafsu birahinya untuk memberantas korupsi sebagaimana yang diembannya tidaklah berjalan dengan sempurna. Masyarakat tidak bodoh, bisa menilai kinerja dari para apparat penegak hukum. Seperti diketahui, Cirebon memang sempat mendapat gelar sebagai KOTA TERKORUP. Tidak heran label seperti itu, karena memang peran dan fungsi penegak hukumnya begitu tumpul! Jarang sekali laporan-laporan dugaan korupsi di Kejaksaan ditindak lanjuti sampai selesai dan menjerat pejabat-pejabat publiknya! Dalam kasus DAK 96 M pun tak jauh berbeda, disini bisa terlihat dengan jelas bahwa Kejaksaan MANDUL! IMPOTEN!

Mengakan hukum saja tak sanggup! Penulis sarankan, copot Lambang Pancasila dan Bendera Merah Putih yang ada di Kantor Kejaksaan! Tidak pantas dan sangat hina jika lambang negara yang penuh keberanian dan kibaran merah putih yang suci berada di gedung yang justru menciderai konstitusi, dan mengubur dalam-dalam cita-cita bangsa sesuai dengan amanat kemerdakaan dan UUD 1945! Segeralah berobat, sebelum penyakit yang menjangkit semakin akut membuatnya mati suri!

Oleh: Epri Fahmi Al-Aziz, Kordinator Dewan Pimpinan Kampus
Gerakan Mahasiswa Sosialis (GEMSOS) Cirebon.

COMMENTS

Nama

#berbagitips,1,#Berita,2,#cirebon,2,#covid19,1,#dirumahaja,2,#HUT_TNI,1,#mahasiswa,2,#photography #fotografi #cirebon #allaboutcirebon #iconcirebon,1,#puisi #sastra,2,#seriuanaksi,2,#Suara Rakya,1,#tipsandtrik,1,1000 mangrove,1,15 agustus,1,2017,3,2018,3,24 September,1,24 September 20118,1,5 negara pendidikan terbaik di dunia,1,5 Pintu,1,6 bahan alami,1,Abdul Rozak,1,adat dan budaya,1,Addendun,1,ADP 2019,1,AEF,1,agribisnis,2,agriculture festival,1,Ahok,2,air,1,Akbar tandjung,1,akreditasi,2,akreditasi a,1,aksi,11,Aksi bela islam,1,Aksi Demonstrasi,4,aksi mahasiswa,8,Aksi Refleksi,1,Aksi solidaraitas buku,1,aksi solidaritas,2,Aksi Solidaritas Peduli Banjir Cirebon Timur,1,aksi22mei,1,akuntasi,1,Alergi,1,aliansi mahasiswa Ciayumajakuning,3,aliansi mahasiswa cirebon,2,aliansi mahasiswa cirebon raya,1,Aliansi Mahasiswa Peduli Unswagati Bersih,2,Aliansi Mahasiswa UGJ,2,Aliansi Mahasiswa Unswagati,1,Aliansi Pemuda Kecamatan Panguragan,1,all about cirebon,1,AMC,1,AMCER,2,AMPU,1,AMPUH UNSWAGATI,2,AMPUN,1,anak,1,angkatan xx,1,Annual drama performance,1,Annual English Festival,1,anti korupsi,2,anti-erdogan,1,anti-kritik,1,arca,1,ARMY,1,Artikel,5,ascleoius 2018,1,Audiensi,5,audiensi terbuka,1,ayah,2,Badan Eksekutif Mahasiswa,1,bahaya oportunisme,1,baksos,1,Bakti Sosial,1,Balap Sepeda,1,ban pt,1,Bancakan,1,bangsal witana,1,bangunan,1,bangunlah jiwa pemberontak,1,Banjir,1,Banjir Cirebon Timur,1,bapak pers nasional,1,Basket,1,bawang dayak,1,bbm,1,Beasiswa,2,beauty career talk,1,beauty vlogger,1,bekas jerawat,1,belajar online,1,bem,3,BEM Faperta,2,bem fe,7,BEM FH UGJ,1,BEM FH unswagati,1,BEM FH Unswagati Adakan Pertandingan Futsal Sewilayah III Cirebon,1,BEM FISIP,3,bem fk unswagati,2,bem fkip,3,BEM FP,1,Bem Ft,3,BEM Teknik,1,BEM U,15,BEM UGJ,1,BEM Universitas,2,bem unswagati,6,BEMFT,1,BEMFTunswagati,1,bemu,2,Bencana Alaam,1,Bencana Banjir,1,Bencana Banjir Cirebon Timur,1,Berbagi Tips,23,berita,21,berita acara,1,berita cirebon,6,berita foto,1,berita internasional,1,Berita Kampus,27,berita nasional,2,BIJB,1,biography,1,bisu,1,BNN,2,BNN Kota Cirebon,1,bold make up,1,BPKel-Oi,1,BTS,1,budaya,19,budaya korea,1,budaya makan korea,1,Budidaya Jamur Tiram,1,Bukber,3,buku,2,bulan bahasa,1,bulu tangkis,1,bulutangkis,1,Bupati Cirebon,3,bursa efek indonesia,1,buya yahya,1,cacar monyet,1,campdik,1,campus on stage,1,cara memutihkan gigi,1,central batik cirebon,1,Cerpen,6,cfj 2k19,1,China,1,Ciayumajakuning,2,cindercella,1,cinta,2,cinta sejati,1,Cipasung,1,cirebon,95,Cirebon Bersatu,1,cirebon historia fun run 2019,1,cirebon raya,1,Cirebon timur,1,civilfestival,1,Comfest2017,1,Comfestjeh 2K17,1,comfestjeh 2k19,2,comfestjeh2k18,1,corona virus,3,Cover Dance Competition,1,covid 19,4,covid19,1,Curug Cipeteuy,1,D'Box CC,1,dak,14,DAK 96 M,20,DAK 96M,1,dana,1,dana DPP,1,dana kampanye,1,darurat demokrasi,2,daruratdemokrasi,4,daun katuk,1,daun pepaya,1,debat kandidat,1,Debat Perdana,1,debus,1,deddy mizwar,1,Dedi Mizwar,1,dekan baru,1,dekan fisip,1,dekan FKIP,1,Demo Sopir Angkot,2,Demokerasi,1,demonstrasi,3,dengar pendapat,1,desa kalimeang,1,desain,1,desain grafis,1,dewan pers,1,dewasa,1,Diah Agustina,1,dies natalis,4,Dies natalis Himakom,1,diesnatalis,6,Diesnatalis ke-59,1,Diesnatalis Mapala Gunati,3,DiesnatalisUnswagati57,3,diksar,1,dikti,1,dilarang gondrong,1,Dilarang Gongrong,1,DISBODPURPAR,3,Diskusi,5,Diskusi Lingkungan,1,Diskusi Perempuan,1,Diskusi Publik,3,Diskusi Rasa,1,Dispensasi,1,DKI Jakarta,1,DKISKotaCirebon,1,dlh,1,dokter ortopedi,1,Donor darah,3,dosen unswagati,1,down,1,down syndrome,1,dpm,5,DPM FE,4,DPM FH unswagati,1,dpm unswagati,1,DPM-U,11,dpmu,2,dpmunswagati,1,dpp,1,DPPKAD,1,dpr ri,1,DPR-RI,4,DPRD,4,DPRD Cirebon,4,DPRD Kabupaten Cirebon,2,dpupr,7,drama,1,driver amt,1,dunia,2,Dunia Kampus,62,Duta Unswagati 2018,1,e-gamelan,1,e-ktp,1,empat sehat lima sempurna,1,English Student Association,1,Enterpreneur Festival,1,entertainment,1,erdogan,1,ESA,3,esa unswagati,3,esai nasional,1,Esensi Hari Kartini,1,essai,2,Even kampus,1,Event Kampus,139,expo,1,expo pasar modal,1,fajar merah,1,fakultas,7,fakultas ekonomi,5,fakultas ekonomi unswagati,3,fakultas hukum,3,fakultas Hukum UGJ,1,Fakultas hukum unswagati,3,fakultas kedokteran,6,fakultas kedokteran unswagati,2,fakultas pertanian,3,fakultas teknik,7,fakultas teknik sipil,2,fakultas teknik unswagati,5,Faperta,3,fatwa,1,FB,1,FE,12,Feminisme,1,Festial Kraton,1,Festifal Islami,1,festival budaya sunyaragi,9,Festival Keraton Nusantara,8,festival komunikasi,1,festival literasi,1,festival literasi cirebon cirebon,1,Fh unswagati,1,Fiersa Besari,1,film,1,film indonesia,1,Final piala dunia 2018,1,fisif,1,fisip,14,FISIP UGJ,1,FISIP Unswagati,9,FisipUnswagati,1,fk unswagati,1,fkip,7,fkip bahasa inggris,2,fkip bahasa inggris unswagati akreditasi a,1,fkip unswagati,4,FKIPUnswagati,1,FKN XI,10,flu,1,fordisma,1,forsidas,1,forum ormawa,1,foto,4,fotografi,2,Fotografi,3,FP,1,fp unswagati,1,FPTI,1,fun run 2019,1,g30spki,1,gagasmedia,1,Gambar,1,garut,1,Gatot Nurmantyo,3,gaya hidup,2,gebyar matematika,1,gedung baru,1,gedung gt unswagati,1,gema,1,gemilang kreasi setara,2,Gerakan pemuda,2,Gerakan Perempuan UGJ,1,Gerhana,1,gerhana matahari,1,gigi anak,1,gmp,1,GMPK,1,GMT,1,GNPF MUI,1,Golkar,1,google,1,gor ranggajati,1,GOW,1,GRAGE CITY MALL,1,gratis,1,greenbuilding,1,Gunung Ciremai,1,guru,1,hak jawab,1,halaman parkir,1,harapan dalam impian,1,hardiknas,1,hari buku,1,Hari buku sedunia,1,hari bumi,2,Hari gizi nasional,1,hari ibu,1,hari kartini,1,Hari pahlawan,4,hari pers nasional,1,hari sejuta pohon dunia,1,Hari Tani Nasional,2,harta,1,hasil suara,1,HATHI,1,health,1,healthy,1,Hemat baterai,1,Heregistrasi,4,herregistrasi,1,hiburan,2,hidup berawal dari mimpi,1,highlighter,1,himagara,1,HIMAJEMEN,3,himakom,9,Himakom UGJ,1,Himakom Unswagati,1,HimakomUnswagati,2,Himaptika,2,himatansi,1,hipmagri,2,hipmagro,1,hmj,1,hmj akuntansi,3,hmj diksatrasia,1,HMJ-M,1,HMJAK,1,HMJM,4,HMS,9,hms unswagati,2,HMSUnswagati,1,hoax,1,hubungan,1,hujan bulan juni,1,hukum rimba,1,hut RI,1,HUT RI Ke-72,1,IAI BBC,2,IAIN,1,ibu,2,ibu-ibu,1,Ida Rosnidah,1,Idental Radio,1,Idul Fitri,1,Ikatan Pedagan Pasar Sumber,1,Ilmu administrasi negara,1,ilmu komunikasi,5,Immni,4,inagurasi,1,inaugurasi,2,indonesia,9,indonesia berduka,1,indonesia waspada,1,indramayu,2,industry 4.0,1,infografis,2,insiden,1,insomnia,1,intelektual,1,Internasional,21,Internasional Exhibition for Young Inventors,1,Internation Women's Day,1,Investigasi,4,ipik permana,1,IPTI,1,isna silvia,1,ISO,1,isu jam malam,1,isu penghapusan kkn,1,ITB kampus cirebon,1,IWD2020,1,jadimulya cirebon,1,jadwal pelaksanaan PMB ITB Kampus Cirebon,1,Jaga jari,2,Jagajari,1,jagakali,1,jagakali art festival,2,jagakali international art festival,1,Jakarta,1,jawa barat,3,jenny marx,1,jenny von westphalen,1,JFMI9,1,jiaf8,2,jodoh,1,jokowi,2,junaedi noer,1,Juntinyuat,1,jurnalis,2,jurnalistik,2,k-pop,1,kabar,1,Kabarku Yang Usang,1,kabinet,1,kabupaten cirebon,1,kacang hijau,1,kacirebonan,1,Kadung Kait,1,kaji media,1,kampus,17,kampus tiga,1,kankaer,1,kanoman,1,kapolresta cirebon,1,Karakter,2,karl marx,1,karya sastra,2,kata rindu,1,kawan,1,Keamanan,2,kearifan lokal,1,Kebudayaan,3,Kebun Teh,1,Kecantikan,1,kecewa,1,kegiatan bersih-bersih,1,kegiatan mahasiswa,5,Kehilangan,3,Kejari,1,kejari kota cirebon,1,kekerasan seksual,1,keluarga,2,Keluarga wisudawan,3,kemacetan,1,kemenpora,1,KEMENRISTEKDIKTI,2,Kemenristerkdikti,1,Kemensos,1,kemerdekaan indonesia,1,kemerdekaan republik indonesia,2,Kerajaan majapahit,1,keraton,2,keraton kasepuhan,2,keraton kasepuhan cirebon,1,keringkan baju,1,kerusakan jalan,1,Kesehatan,25,ketahanan air,1,Ketua Umum,1,kimchi,1,KitaUnswagati,4,KKM,1,KKN,7,KKN Desa Slendra,1,kkn online,2,kkn unswagati,2,KLISE,8,KLJ,1,KLJI,1,KNPI,3,Kodim,1,KOMANDO,2,KOMANDO V,1,komik,1,kompetisi panjat tebing,1,komunitas,2,komunitascirebon,1,konferensi internasional,1,konser,1,Konsolidasi,2,Konsumsi,1,Koordinasi,1,koperasi,1,kopi gayo,1,kopi rasa wine,1,korea,1,korupsi,8,korupsi E-KTP,1,kota cirebon,12,KPI,1,KPK,2,KPM,1,kpop,1,Kronologis,1,ksehatan,1,KSR,2,ksr pmi unswagati,1,kudeta,1,kuliah,1,kuliah kerja nyata,1,kuliah online,2,kuliah umum,3,kuliner,7,kuliyah umum,1,kuluah online,1,kuningan,2,kupi,1,Laila jangan bersedih,1,LAKSI,1,laku pejabat,1,Lawan Patriarki,1,LBKH,1,LBU,2,LDK IMMNI,1,ldko,1,lebaran,1,Lelaki,1,lgbt,1,LIDI,1,lifestyle,7,lift,1,Lingkungan,2,Lipsus,1,literasi,3,Literasi Digital,1,LLMB 2019,1,lomba,1,Lomba Bahasa Inggris,1,lomba fotografi,1,Lomba Hadroh,1,lomba opini,1,Lombok Bangkit Mandiri,1,lompat tali,1,Longsor Kuningan,1,LPJ,3,lpj pkkmb 2019,3,lpm,1,lpm fatshoen,1,lpm setara,9,lpm usu,1,lulusan terbaik,1,Maba,2,mahasiswa,27,mahasiswa aksi,2,mahasiswa baru,3,mahasiswa cirebon,2,Mahasiswaa,1,Majalengka,4,makanan khas cirebon,1,make up,1,makna historis,1,makrab,2,malaysia,1,mandat presiden,1,manfaat,1,manfaat menangis,1,mangrove,1,manusia,1,manusia dari kamar mandi,1,Mapala Ciayumajakuning,3,mapala gunati,10,marlina si pembunuh empat babak,1,marsha timothy,1,martha c. tiahahu,1,Masa lalu,1,mata kuliah drama,1,Matahari,1,matinya etika dan moral,1,Maulid Nabi,1,Maulid Nabi Muhammad 1441 H,1,Media Kampus,1,media massa,1,media palsu,1,membaca buku,1,membenarkan pikiran kita,1,memilih perguruan tinggi,1,menghilangkan,1,menikah,1,Menristekdikti,2,menwa,2,merdeka,1,metropolitan,3,minat membaca,1,moonrise over egypt,1,Moral,1,moralitas,1,MUBES,5,mubes fisip,1,Mubtada Kopi,2,mudik 2017,1,mukarto siswoyo,2,mukbang,1,muludan,1,museum batik,1,MUSIC,1,musik,1,musim hujan,1,musyawarah besar,1,musyawarah pkkmb,1,Nadin Amizah,1,Nasional,57,Natal,1,Nazli Ilicak,1,News,61,Ngopi Bareng,2,nonton bareng,1,nusantara,1,Objek Wisata,1,Oi Cirebon,1,ojk,1,okke 'sepatumerah',1,Olahraga,11,olimpiade,1,Omnibus Law,1,Open House,1,open recruitment,2,Operasional,1,Opini,64,oprec,3,Orangtua,1,orasi,1,orasi kebudayaan,1,organisasi,1,Ormawa,6,Ormawa day,1,ormawa fisip,1,overdosis kafein,1,P2M,3,pahlawan,2,Pameran,2,pameran fotografi,1,pameran museum,2,pamp;k,1,Pancasila,2,panti asuhan,1,Panwaslu,1,pariwisata,6,Parkiran motor,3,pasar sumber,2,pascasarjana,4,pecinta alam,3,pecinta motor klasik,1,Pedagang,1,Pedagang Pasar Sumber Tolak Relokasi,1,pedati pustaka,1,pejabat,1,pejambon,1,pelantikan,2,Pelatihan,1,pelecehan seksual,1,Pelepasan,3,pelepasan wisudawan wisudawati,3,pembangunan,2,Pembekalan,1,Pemerintah Kabupaten Cirebon,1,Pemerintahan Mahasiswa Bukan Dagelan,1,pemilihan dekan,2,Pemilihan Dekan FE,1,Pemilihan Raya,1,pemilihan rektor,3,pemilihan serentak 2019,1,Pemilu,3,pemimpin,1,pemira,1,pemira 2019,5,pemira fe,4,pemira unswagati,6,Pemkab Cirebon,1,PEMKOT,1,pemkot cirebon,1,penangkapan,1,pencurian motor,1,pendaftaran,1,pendidikan,4,pendidikan bahasa inggris unswagati,1,pendidikan terbaik di dunia,1,penegerian unswagati,1,pengembaraan,1,pengerian,1,penghijauan,1,pengibaran bendera 1.000 meter,1,Peraturan,1,Perbaikan,1,perempuan,2,Perempuan Menggugat,1,perempuan yang sedang belajar,1,perempuan-perempuan tersayang,1,perilaku,1,PERISAI,1,perjal bandung,1,perjal cirebon,1,perjal menyambut fajar,1,pernikahan dibawah umur,1,Pernyataan Sikap,1,perpustakaan jalanan,1,perpustakaan jalanan cirebon,1,perpustakaan keliling,1,pertamina,1,pertukaran mahasiswa,1,pesta demokrasi,3,petani,1,petani kendeng,1,petisi,2,petisi online,2,pgsd,1,piala aff,1,piala_dunia,1,pini mahasiswa,1,PKKMB,25,PKKMB 2017,4,pkkmb 2019,2,pkkmb fakultas 2019,1,pkkmb fakultas kedokteran,1,pkkmb fakultas teknik,1,pkkmb fakultas teknik unswagati,1,pkkmb fisip,1,PKKMB FT 2018,1,pkkmb ugj,2,pkkmb ugj 2019,1,PKKMB UNSWAGATI,6,pkkmb unswagati 2016,2,PKKMB-FE,1,pkkmb-fh,1,PKKMB-U,5,pkkmbfisip2017/2018,1,PkkmbUnswagati1617,3,pkkmbunswagati17/18,1,PKL,1,pmb,2,PMB2019,1,PMI,1,pohon,1,Pohon natal,1,POK,1,Pokemon Go,1,Polemik,1,Politik,4,politik praktis,1,Polres Kota Cirebon,1,PON XIX JABAR,1,Popmasepi,1,ppg,1,PPHP,2,PPK,1,PPUM,5,PPUM-FE,1,PPUM2017,1,pr unswagati,1,pra diksar,1,praktis,1,pray for randi,1,presiden soekarno,1,presidium,1,presma,2,prodi,2,professional,1,Profil,9,program kerja,1,proker,5,proklamasi,1,prosesi budaya,1,Provokatif,1,prussia,1,ps3,1,PSM,3,PT.Jasa Raharja Cirebon,1,PTN,1,puasa,1,public relations,1,puisi,31,Puisi dan Sastra,45,puisi tuan,1,PUM,12,PUM FE,1,PUPR,1,Purbalingga,1,purnama,1,rachel goddard,1,radharpancadahana,1,ragam,2,rakernas,2,rakyat,1,Ramadhan,2,Rapat,2,rapat pleno,1,razia buku,1,rctv,1,reakreditasi,1,reformasi dikorupsi,3,Regional,191,rektor,5,rektor unswagati,2,rektor usu,1,relokasi,1,Resensi,12,resensi buku,5,resensi film,2,resensi film 2018,1,reuni akbar ft,1,Revitalisasi pasar,1,revolusi industri,1,revolusi industri 4,1,rio de janeiro,1,ritual,1,RKUHP,1,robot,1,RPD,1,rth,1,rubrik,1,RUU PKS,1,RUUKPK,2,saaung perjuangan,1,sahur,1,sajak,3,sakit,1,saksi kunci,1,sakura science,1,sandi,1,sanggar lingkungan hidup,1,sanggar sunda rancage,1,sanggar tari,1,sanjungan,1,sao paulo,1,sapardi djoko damono,1,sarah ayu,1,sarjana,3,sastra,30,Saungjuang,1,save kpk,2,Save Pasar Sumber,3,sayap-sayap patah,1,sea games,1,sejarah,6,sejarah kerajaan majapahit,1,sekuritas,1,semarak keilmuan,1,seminar,5,Seminar fotografi,1,Seminar Internasional,1,seminar kebudayaan,1,Seminar Konsentrasi,2,seminar nasional,2,seminar nasional 2020,1,Seminar Umum,1,seni,5,seni tari,1,senja di Alexandria,1,senja sastra,2,seoul,1,sepak bola,1,serayu,1,Seren tahun,1,Sertifikat ISO,1,setara news,1,Setara TV,1,setaranews,6,setelah Addendum,1,Setya Novanto,2,Shalawat Nabi,1,singapura,1,single,1,sirnas,1,sispala,1,siswa sma,1,situs,1,sk,1,sk rektor,1,skk migas,1,SKK_Migas],1,Skripsi,2,sks,1,sks dan dpp,2,SMAN 1 Arjawinangun,1,SMAN 7 CIREBON,1,smk al-jabbar,1,SMS,1,Sosial distancing,1,Sri Lanka,1,Stadium Goverment,1,STARS AND RABBIT,1,Stop Narkoba,1,stop tindakan represif aparat,1,studi banding,1,suara mahasiswa,1,Suara Pedagang,1,suara rakyat,8,suara realitas,1,suara yang hilang,1,suhay salim,1,Suherli,1,sumpah pemuda,2,sunda wiwitan,1,Sunyaragi,2,surat untuk puan,1,Susukanlebak,1,sylviana murni,1,syndrome,1,Syukuran,1,takjil,1,talkshow,1,tari tradisional,1,tasya farasya,1,Teater,2,Teater Dugal,2,teatermantu,1,technology,2,Teknik Sipil,2,teknik sipil unswagati,3,TeknikSipilUnswagati,3,Teknologi,12,temab,1,tempo,1,TentaraNasionalIndonesia,1,TEP,3,terasi,1,Terjebak “in Bad Culture”,1,Terkini,1649,tes masal,1,the grand old man,1,tim pemberantas pungli,1,tindak represivitas,1,Tips,11,tips and trik,2,tips dan trik,4,tips presentasi,1,tips traveling,2,tips untuk anak,1,tirto adhie soerjo,1,tki,1,tkw indonesia,1,tolak narkoba,1,tolak omnibuslaw,3,Tolak Relokasi Pasar,1,Tolak Relokasi pasar sumber,3,Tolak Relokasi Pasar umber,1,topma,1,Tour de Linggarjati,1,TPA,1,TPA Kopi Luhur,1,tps 3,1,Tradisi,1,Training Legislasi,1,Transaransi Kampus,1,Transparansi,6,transportasi,1,trauma healing,1,traveling murah,1,tri darma perguruan tinggi,1,tribun jabar,1,trupark museum,1,trusmi cirebon,1,turki,1,tutorial keislaman,3,tutorial keislaman unswagati,2,tv kampus,2,tv kampus cirebon,1,tv kampus unswagati,1,uang,1,UAS,2,UGJ,48,UGJ Cirebon,5,UGJ Cirtebon,1,ukm,1,UKM KSR,1,ukm Pamp;K,2,UKM Rohis Usahid,1,ukm seni budaya,1,UKM Seni dan Budaya,8,ukm seni dan budaya unswagati,1,un,1,un online,1,unit kegiatan mahasiswa,1,universitas,12,Universitas Swadaya Gunung Jati,3,unjuk rasa,2,Unswagati,214,unswagati akreditasi a,1,unswagati cirebon,12,UNSWGATI,1,Unswgati cup 2017,1,untag cirebon,1,USB,4,usbn,1,uswagati,1,UTS,2,Video,5,vietnam,1,virus corona,2,virus zika,1,vlogger indonesia,1,volunteer,1,Wadek II,1,wagub jabar,1,wakil rektor,1,walikota cirebon,1,wapresma,1,Warga Cirebon,1,warisan kesenian dan kebudayaan,6,Warta,1,Warta Kampus,318,watu semar,1,we are the real united kingdom,1,wine halal,1,wiranto,2,wirayuwana choir,1,wisata,4,wisuda,6,wisuda ke 46,2,wisuda ke 47,1,wisuda unswagati,1,wisuda XLIX,2,wisuda XLVII,1,Women's March 2020,1,Women's March Cirebon,1,workshop,1,Workshop fotografi,1,wr III,3,wr3,1,Yayasan,2,yayasan unswagati,4,yono maulana,2,YPSGJ,1,yudisum,1,
ltr
item
SetaraNews.com: Opini: DAK 96 M dan Lemah Syahwat Aparat yang Tidak Tegak
Opini: DAK 96 M dan Lemah Syahwat Aparat yang Tidak Tegak
SetaraNews.com
https://www.setaranews.com/2017/03/opini-dak-96-m-dan-lemah-syahwat-aparat.html
https://www.setaranews.com/
https://www.setaranews.com/
https://www.setaranews.com/2017/03/opini-dak-96-m-dan-lemah-syahwat-aparat.html
true
5774345634689947304
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy