Terbaru

latest

Suara Rakyat

berita

UGJ

UGJ

Cirebon

cirebon

Sastra

sastra

Opini

opini

Infografis

VIDEO

Video

News By Picture

mahasiswa

Teknologi

Opini : Nalar Dangkal LAKSI Terhadap Iklan Tokopedia X BTS

Tidak ada komentar
Sumber : https://instagram.com/bts.bighitofficial

Opini, Setaranews.com - Sudah dari beberapa hari yang lalu saya dibuat tertawa terbahak-bahak lantaran membaca berita bahwa Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia (LAKSI) menuduh iklan sebuah E-commerce ternama yang dibintangi oleh boyband asal Korea Selatan BTS mengandung unsur LGBT (Lesbian,Gay,Biseksual dan Transgender).

Tak hanya menuduh, LAKSI pun meminta KPI untuk memboikot iklan tersebut dari layar kaca. Saya pun tertawa geli melihat langkah yang dilakukan LAKSI entah apa yang merasuki pemikiran mereka? Apa korelasinya antara iklan E-commerce tersebut dengan orientasi seksual ?  Pun jika memang Bangtan Boys benar adanya mendukung LGBT  bukankah dalam iklan tersebut tidak ada satu kata pun dan satu tindakan apapun yang mengarah atau mendukung pada orientasi seksual yang dianggap menyimpang itu?

Kalau ada yang bilang Indonesia itu mabuk agama, saya nggak akan menyalahkan. Kalau ada yang mengeluh Indonesia terlalu sibuk mengurusi akhlak orang lain, saya juga nggak bisa menyalahkan. Banyak orang Indonesia yang sibuk menyapukan kuas dosa ke wajah orang lain, sementara mereka sendiri belepotan dosa, dari sini saja terlihat bahwa kedewasaan pemikiran masyarakat Indonesia masih timpang.

Kita nostalgia dulu sebentar, Desember tahun 2018 lalu, para BLINK sebutan bagi fans dari Blackpink dibuat mengelus dada berjamaah ketika ada seorang ibu yang mendorong boikot. Girlband yang beranggotakan Lisa, Jisoo,Rose dan Jenie itu terancam diboikot karena dianggap bisa merusak akidah, bahkan tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Wah, kalau soal agama dan Pancasila sudah dibawa-bawa, mending mundur deh, ngga usah banyak omong. Akar masalahnya sih cuma gara-gara iklan salah satu E-commerce yang menampilkan Blackpink di sana. Mereka dianggap mengumbar aurat.

“Sekelompok perempuan dengan baju pas-pasan. Nilai bawah sadar seperti apa yang hendak ditanamkan kepada anak-anak dengan iklan yang seronok dan mengumbar aurat ini? Baju yang dikenakan bahkan tidak menutupi paha. Gerakan dan ekspresi pun provokatif. Sungguh jauh dari cerminan nilai Pancasila yang beradab,” tulis Maimon Herawati yang mengawali kampanye boikot iklan Blackpink di change.org.

Ada orangtua yang khawatir jika anaknya terpapar hal-hal seronok lantaran nonton iklan blackpink di layar kaca, yang terlintas dalam pikiran saya adalah pertanyaan kalo iklannya kayak gitu dianggap seronok bukankah pikiranmu yang sejujurnya dan sebenarnya adalah pikiran kotor dan penuh curiga dan justru kemampuanmu sebagai orang tua sudah sampe mana? Jika memang itu dianggap hal yang menyimpang mengapa mengandalkan layar kaca untuk memberikan pendidikan pada anakmu, kenapa ngga kamu sendiri yang ngasih sex education sama anaknya sendiri?

Setelah Blackpink di tahun 2018, sekarang BTS kena sleding juga. Iklan BTS dianggap menjadi sebuah kampanye LGBT.
For your information aja nih ya.. pelantun lagu boy with luv bareng mba Hesley itu lagunya puji tuhan enak-enak banget, asik-asik banget dan bahkan BTS ini sudah menyabet banyak penghargaan di kancah internasional. Kalian liat sendiri ajah ya nih saya kasih linknya
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Daftar_penghargaan_dan_nominasi_yang_diterima_oleh_BTS

Gobloknya banget, Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia (LAKSI) yang menuduh BTS lagi kampanye LGBT lewat E-commerce tersebut tidak menjelaskan materi iklan mana yang memuat kampanye itu. Ini ibarat kamu menuduh orang lain berak sembarangan tapi nggak bisa ngasih tahu bekas beraknya ada di mana.

Dengan entengnya, Laksi meminta E-commerce dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk tidak menayangkan iklan BTS. Dikira E-commerce pakai BTS itu cuma pakai ucapan terima kasih apa ya. Kalau nggak bisa ngasih bukti adanya kampanye LGBT, nambah nyuruh-nyuruh untuk membredel iklan BTS, bukankah itu jatuhnya fitnah?

Katanya konten iklan yang memuat unsur kampanye LGBT itu ngga baik untuk anak bangsa, perilaku memfitnah sesama manusia juga ngga baik untuk anak bangsa kan?
Haduh, tahan-tahan jangan erosi, biar seimbang kita intip yuk apa kata Tokopedia.

Dikutip kapanlagi.com, E-commerce  yang bersangkutan menjelaskan kalau mereka pakai BTS sebagai ikon lantaran mengambil sisi kerja kerasnya. “Perjalanan dan visi BTS, bersama dengan pesan-pesan yang secara konsisten mereka sampaikan, yaitu kerja keras untuk mewujudkan mimpi, anti-perundungan dan pesan positif lainnya, selaras dengan semangat kami."

E-commerce tersebut menjadikan BTS sebagai brand ambassador karena boyband tersebut memiliki nilai positif untuk anak muda. “Kami juga sangat mengapresiasi komitmen kuat mereka dalam melakukan inovasi sehingga BTS adalah mitra yang tepat untuk menyampaikan pesan kaminkepada seluruh dunia.”

Alasan yang rasional sih kalo menurut saya jika mereka menjadikan BTS sebagai bintang iklannya kalo pada mikir mah ya ini mah kalo pada mikir kalo ngga ya udah saya ngga mau cape ngejelasin. Jika kita melihat BTS dari sisi positifnya mereka(E-commerce) melihat BTS dari kerja keras mereka. Sebuah sudut pandang yang menarik mengingat dinamika generasi milenial dan Gen Z saat ini, bisa menjadi contoh yang baik bagi para seniman di Indonesia khususnya untuk meniru sifat dari pemenang penghargaan Top Duo/Group dan Top Social Artist dari Billboard Music Award mengalahkan Ariana Grande itu. Bisa kok kita nggak berprasangka negatif. Bisa kok kita menghargai orang lain.

Pemboikotan, prasangka negatif dan dan haters itu pasti akan ada di masa depan ya gaes, nggak bisa di hindari namanya juga Hidup ada yang suka dan ada yang tidak suka. Oleh sebab itu aksi para ARMY ( sebutan untuk fans BTS) yang melaporkan LAKSI ke bighit entertainment atas tuduhan pencemaran nama baik gaskeun Joy, saya dukung Army yang mau marah-marah juga gebrakeun Joy.


(ARMY)

Menuju Perguruan Tinggi Dunia, UGJ Cirebon Gelar Seminar Internasional

Tidak ada komentar
Sesi tanya jawab saat Seminar Internasional UGJ Cirebon berlangsung, Rabu (15/01) di Auditorium UGJ Cirebon

Cirebon, UGJ, Setaranews.com - Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon menggelar Seminar Internasional yang bertajuk "Towards A World – Class University" pada Rabu (15/01) di Auditorium Kampus Utama UGJ Cirebon. Seminar Internasional tersebut merupakakan salah satu rangkaian acara dalam peringatan diesnatalis UGJ Cirebon yang ke-59.

Seminar Internasional UGJ Cirebon dihadiri oleh seluruh Civitas akademika (jajaran rektoratjajaran tenaga pengajar, dan mahasiswa) beserta para tamu undangan dengan pemateri Dr.H. Mukarto Siswoyo (UGJ Cirebon), Drs. M.Si, Prof. Denise Jepsen, Ph.D dari Mecquire University Australia dan Prof. Sukree Langputeh, Ph.D  dari Fatoni University Thailand.

Pada Seminar Internasional tersebut, Mukarto Siswoyo selaku Rektor UGJ Cirebon mengungkapkan bahwa tema yang di usung pada acara ini (Seminar Internasional.Red) sesuai dengan tujuan UGJ Cirebon yaitu menjadikan UGJ Cirebon sebagai Universitas  unggulan dan menjadi Universitas kelas dunia yang didukung oleh fasilitas dan berbagai kegiatan-kegiatan lainnya. “Tema diatas merupakan canangan dari setiap perguruan tinggi termasuk UGJ Cirebon, kami yakin bahwa UGJ bisa mengarah kesitu (Perguruan Tinggi Kelas Dunia.Red) karena dua tahun lalu kami sudah melakukan langkah-langkah untuk menuju kesana sesuai dengan perubahan misi UGJ Cirebon yaitu Riset unggulan berbasis kearifan lokal menuju tataran dunia” ungkapnya saat diwawancarai setaranews.com usai acara Seminar Internasional berlangsung, Rabu (13/01) di Auditorium Kampus Utama UGJ Cirebon.

Selanjutnya, Prof. Denise Jepsen, Ph.D, salah satu pemateri Seminar Internasional UGJ Cirebon mengatakan bahwasanya untuk menuju Perguruan Tinggi Kelas Internasional bukan perkara yang mudah maka dari itu harus memiliki keberanian dan kelembutan untuk mencapai level tersebut, “Tidak mudah untuk mencapai ke arah sana (Perguruan Tinggi Kelas Dunia.Red) seperti pengalaman saya di Merquire University Australia, ketika sudah mencapai level tersebut , Saya selalu ingin melangkah lagi dan lagi, maka dari itu, intinya lakukanlah segalanya dengan keberanian dan kelembutan.” katanya saat ditanya oleh setaranews.com.

Berdasarkan tujuan tersebut, Mukarto Siswoyo selaku Rektor UGJ Cirebon Berharap agar para tenaga pengajar di UGJ Cirebon untuk terus bergerak "Dalam hal ini kita harus terus berusaha serta melanjutkan jenjang pendidikan para perngajar kita hingga Strata 3 (S3)" tutup nya memberikan harapan saat ditemui setaranews.com.

Reporter  : Asyifa Husnia dan Sekar Amanda
Fotografi : Nabilah
Editor       : Hareul Anwar

Fotografi : Potret Cirebon dari Gedung Bersejarah Hingga Hotel Modern

Tidak ada komentar



Gedung Bank Indonesia Cabang Cirebon

Gedung Bank Indonesia terletak di Jl. Yos Sudarso, Kampung Cangkol, Desa Lemahwungkuk, Kecamatan Lemahwungkuk, Cirebon, Jawa Barat. Gedung tiga lantai ini berdiri di atas lahan seluas ± 1.961 m2. Fungsinya semula adalah Agenschap De Cheribon dan dibuka tanggal 31 Juli 1866 sebagai kantor cabang ke- 5 De Javasche Bank. Direnovasi dari hanya satu lantai menjadi tiga lantai, akhirnya pada tanggal 21 September 1919 gedung ini dirancang oleh arsitek F.D. Ciypers & Hulswit dengan gaya art deco.

Eks Gedung De Javasche Bank Cabang Cirebon merupakan satu-satunya yang memiliki satu kubah sebagai tanda keunikannya. De Javasche Bank hingga sekarang sudah beberapa kali berganti nama pada masa pemerintahan Jepang menjadi Hanpo Kaihatsu Ginko, kemudian Bank Indonesia. Dari tahun 1866 sampai dengan 1953 selalu dipegang oleh bangsa Belanda kecuali pada masa Jepang. Sejak tahun 1954 pimpinan kantor cabang dipegang oleh bangsa Indonesia.




Indonesia Sebagai Poros Negara Maritim Dunia

Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki potensi untuk menjadi Poros Maritim Dunia. Poros Maritim Dunia bertujuan menjadikan Indonesia sebagai negara maritim yang besar, kuat, dan makmur melalui pengembalian identitas Indonesia sebagai bangsa maritim, pengamanan kepentingan dan keamanan maritim, memberdayakan potensi maritim untuk mewujudkan pemerataan ekonomi Indonesia.

Untuk menuju negara Poros Maritim Dunia akan meliputi pembangunan proses maritim dari aspek infrastruktur, politik, sosial-budaya, hukum, keamanan,dan ekonomi. Penegakkan kedaulatan wilayah laut NKRI, revitalisasi sektor-sektor ekonomi kelautan, penguatan dan pengembangan konektivitas maritim, rehabilitasi kerusakan lingkungan dan konservasi biodiversity, serta peningkatan kualitas dan kuantitas SDM kelautan, merupakan program-program utama dalam upaya mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.





           Nelayan Tradisional Di Cirebon

Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat
Perlindungan terhadap nelayan hingga saat ini dinilai masih sangat rendah dan itu terjadi di seluruh Indonesia. Padahal, nelayan merupakan bagian dari sektor perikananan tradisional yang sudah ada sejak Indonesia belum merdeka. Karenanya, perlu ada skema perlindungan nelayan untuk mempertahankan Hak Perikanan Tradisional.

Untuk diketahui, Pasal 51 UNCLOS (United Nations Convention on the Law of the Sea) 1982 mengatur tentang perjanjian yang berlaku, hak perikanan tradisional, dan kabel laut yang ada. Bunyinya adalah, “Tanpa mengurangi arti ketentuan pasal 49, Negara kepulauan harus menghormati perjanjian yang ada dengan Negara lain dan harus mengakui hak perikanan tradisional dan kegiatan lain yang sah Negara tetangga yang langsung berdampingan dalam daerah tertentu yang berada dalam perairan kepulauan. Syarat dan ketentuan bagi pelaksanaan hak dan kegiatan demikian termasuk sifatnya, ruang lingkup dan daerah dimana hak akan kegiatan demikian, berlaku, atas permintaan salah satu Negara yang bersangkutan harus diatur dengan perjanjian bilateral antara mereka. Hak demikian tidak boleh dialihkan atau dibagi dengan Negara ketiga atau warga negaranya”.


Menara PDAM Kota Cirebon

Dari catatan yang didapat, sebelum dibangun menara air, pada tahun 1863 pemerintah kolonial mencoba membuat sumur artesis. Namun, tidak diteruskan karena upaya percobaan penggalian sumur di Alun-alun Kejaksan dan beberapa tempat lainnya gagal. Pada 1878 diputuskan untuk mencari air bersih dari sumber yang ada di daerah Linggarjati. Semula debit air enam liter per detik, kemudian ditampung pada tujuh bak penampungan.

Untuk memperbesar debit air, pada 1889/1890 pemerintah mengganti pipa-pipa dengan lebih besar dengan debit 8,1 liter ditampung pada 43 penampungan. Pada 1917 Asisten Residen Cirebon mengusulkan kepada Direktur Laboratorium Kesehatan Gemeente untuk melakukan penelitian kualitas air bersih tersebut. Hasilnya menunjukkan, air bersih di Linggarjati kurang memenuhi syarat, terutama pada musim penghujan. Akhirnya pemerintah kolonial mencari alternatif sumber air yang lain dengan meneliti kualitas air di Cipanis, yang ternyata memenuhi syarat. "Dulu pakai sumur dan pompa tradisional juga airnya tidak keluar banyak dan tidak semua kawasan bisa dapat air dan sejak kejayaan PKI di Cirebon dibangunlah menara air."



Hotel  Grand Tryas Cirebon

Terletak di pusat Cirebon, Grand Tryas Hotel adalah tempat ideal untuk menelusuri Cirebon. Dari sini, para tamu dapat menikmati akses mudah ke semua hal yang dapat ditemukan di sebuah kota yang hidup. Hotel modern ini terletak di dekat atraksi populer kota ini seperti Grage Mall, Mesjid Agung Sang Cipta Rasa, Stasiun Cirebon.

Di Grand Tryas Hotel, setiap usaha dilakukan untuk membuat tamu merasa nyaman. Dan untuk hal ini, hotel menyediakan yang terbaik untuk pelayanan dan perlengkapannya. Ketika menginap di properti yang luar biasa ini, para tamu dapat menikmati restoran, lift, toko, kotak penyimpanan aman, wi-fi di tempat-tempat umum.

Fotografer : Al & Rizky (Calon Anggota Magang) 

Gelar Pesta Demokrasi, Mahasiswa FE Punya Pemimpin Baru

Tidak ada komentar
Mahasiswa FE menggunakan hak suaranya di TPS / Fotografer : Anisa Puse

UGJ, Setaranews.com – Panitia Pemilihan Umum Mahasiswa Fakultas Ekonomi (PPUM-FE) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon menggelar Pemungutan Suara Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Mahasiswa Fakultas Ekonomi, Calon Ketua Himpunan Mahasiswa Manajemen (Himajemen) dan Calon Ketua Himpunan Mahasiswa Akuntansi (Himatansi) periode 2020-2021. Pemungutan suara tersebut diselenggarakan di Halaman Parkir Kampus Utama UGJ Cirebon pada pukul 10.12 - 16.12 WIB.

Acara tersebut berlangsung aman dan lancar dikarenakan tingginya antusias mahasiswa fakultas ekonomi untuk meramaikan pesta demokrasi di FE. Asrofi Anam, Ketua PPUM-FE mengatakan bahwasanya Pemira Fakultas Ekonomi tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun sebelumnya “Dari mahasiswa FE tahun ini yang ikut terlibat memilih cukup banyak dan antusias, untuk itu kami (PPUM-FE) sangat mengapresiasi sepenuhnya kepada mahasiswa FE yang sudah menggunakan hak suaranya demi kemajuan Fakultas Ekonomi kedepannya. Siapa pun yang nanti akan terpilih menjadi pemimpin mudah-mudahan bisa membawa FE ke-arah yang lebih baik.” katanya sembari memberikan harapan saat ditemui setaranews.com disela-sela acara pemungutan suara berlangsung, Senin (13/01).

Tak sampai disitu, dari pihak mahasiswa FE pun merasakan kesan yang sangat positif Pemira FE tahun ini, hal tersebut disampaikan oleh Eki Nurfalah salah satu mahasiswa FE yang turut antusias dalam Pemira FE tahun ini, menurutnya dari masing-masing calon yang akan menjadi pemimpin mahasiswa FE memiliki kemampuan yang memadai, "Saya merasa pasti mereka (Para calon) memiliki kelebihan maupun kekurangan tersendiri, tetapi sejauh ini mereka sudah menunjukkan usahanya terhadap Mahasiswa FE. Adapun tolak ukurnya menurut saya yaitu masing-masing calon sudah mengikuti rangkaian program yang dilaksanakan oleh PPUM seperti kampanye sebagai sosialisasi terhadap mahasiswa ataupun debat kandidat yang sebelumya sudah dilaksanakan, Semoga siapapun yang terpilih bisa mengemban amanahnya" tutur mahasiwa program studi manajemen tersebut.

Pemungutan suara berakhir pukul 16.12 WIB dan langsung dilakukan rekapitulasi penghitungan surat suara oleh PPUM-FE di salah satu Ruang Kelas FE. Dalam Pelaksanaanya PPUM Menyediakan sebanyak 4.000 surat suara dengan pembagian 2.000 surat suara Calon Gubernur dan Wakil Gubernur FE, 1.000 Surat suara Calon Ketua Himajemen dan 1.000 surat suara Calon Ketua Himatansi. Berdasarkan pantauan setaranews.com terdapat sebanyak 569 surat suara yang masuk untuk calon Gubernur dan Wakil Gubernur, sebanyak 327 surat suara yang masuk untuk calon Ketua Himajemen dan sebanyak 242 yang masuk untuk calon Ketua Himatansi. Berikut setaranews tampilkan hasil penghitunagan suara calon pemimpin mahasiswa Fakultas Ekonomi sebagai berikut:

Rekapitulasi Suara Calon Gubernur dan Wakil Gubernur FE sebagai berikut:
  1. Pasangan calon nomor urut 1 ( Dimas Yudistira & Syahrul M) meraih total suara sah sebanyak 269 suara 
  2. Pasangan calon nomor urut 2 (Iqbal Rezaldi & Kiki Amalia) meraih total suara sah sebanyak 280 suara
  3. Total surat suara tidak sah sebanyak 20 suara
  4. Pasangan nomor urut 2 (Iqbal Rezaldi & Kiky Ameliya) ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur FE periode 2020-2021 karena meraih suara terbanyak
Rekapitulasi Suara Calon Ketua Himpunan Mahasiswa Manajemen (Himajemen) sebagai berikut:
  1. Calon nomor urut 1 (Handika) meraih total suara sah sebanyak 193 suara (Dikurangi 1 suara karena pelanggaran melakuakan kampanye melebihi batas waktu yang telah ditentukan)
  2. Calon nomor urut 2 (Kusnandar) meraih total suara sah sebanyak 96 (Dikurangi 25 suara karena pelanggaran melakukan kampanye melebihi batas waktu dan melakukan penggiringan massa)
  3. Total surat suara tidak sah sebanyak 12 suara
  4. Calon nomor urut 1 (Handika) ditetapkan sebagai Ketua Himajemen periode 2020-2021karena meraih suara terbanyak
Rekapitulasi Suara Calon Ketua Himpunan Mahasiswa Akuntansi (Himatansi) sebagai berikut:
  1. Calon nomor urut 1 (Ais Rioko Indriyani) meraih total suara sah sebanyak 130 suara
  2. Calon nomor urut 2 (Siti Aisyah) meraih total suara sah sebanyak 106 suara
  3. Total suara tidak sah sebanyak 6 suara
  4. Calon nomor urut 1 (Ais Rioko Indriyani) ditetapkan sebagai Ketua Himatansi periode 2020-2021 karena meraih suara terbanyak


Reporter : Arjun
Editor : Haerul Anwar 
-

Puisi: Sungai Mandodari

Tidak ada komentar

Sketsa Mandodari dan Rahwana. Credit: DeviantArt

Hingga riak-riak lampau usai, dan kisah menjadi dongeng khalayak.
Air mata Mandodari tidak pernah kering.
Sungai menampungnya sebagai rahmat Dewa.
Sementara ia menyebutnya sebagai kutukan.
Jika lahir hanya untuk meratap.
Ia akan minta bapaknya Mayasura dan ibunya Hema untuk menabur benih tanpa menuai.
Membenamkan ia dalam tanah Taman Asoka, lalu diam-diam mencumbui kaki Rahwana.

Mandodari adalah korban, seperti wanita dalam dunia Wayang.
Ketika Drupadi merelakan satu hati untuk dibagi lima dalam bentuk Pandawa.
Maka Mandodari telah berbesar hati karena suaminya penguasa dari Alengka.
Ia mencintai Rahwana sepanjang nafas sungainya.
Dasamuka yang gugur karena jelita lain.
Ialah jelmaan Wedawati, cinta pertamanya yang tidak pernah usai.
Mandodari bersedih dalam perjalanan mencari kematiannya.

Penulis: Fiqih Dwi Hidayah

Debat Kandidat Pemira FE, PPUM: Calon Pemimpin FE Harus Berfikir Kreatif dan Inovatif

Tidak ada komentar

Acara debat kandidat calon pemimpin mahasiswa Fakultas Ekonomi UGJ Cirebon, Kamis (09/01) di Ruang 207 Gedung Manajemen FE UGJ/ Foto: Melati/LPM Setara
Cirebon, UGJ, Setaranews.com - Tepat pada tanggal 9 Januari 2020 Panitia Pemilihan Umum Mahasiswa (PPUM) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon menggelar acara Debat Kandidat calon Gubernur beserta Wakil Gubernur dan Calon Ketua Himpunan Mahasiswa Fakultas Ekonomi (Himajemen dan Himatansi). Debat kandidat tahun ini diselenggarakan di Ruang 207 Gedung Manajemen FE UGJ dan berlangsung dengan lancar tanpa ada masalah dalam pelaksanaannya dengan mengusung tema "Peran Organisasi Kemahasiswaan Bagi Fakultas Ekonomi dan Mendukung Mahasiswa yang Kreatif dan Inovatif di era Revolusi 4.0".

Tema tersebut menggambarkan peranan bagi Organisasi Mahasiswa (Ormawa) yang sangat penting, Hal tersebut disampaikan oleh Asrofi Anam, Ketua Panita Pemilihan Umum Mahasiswa (PPUM) Fakultas Ekonomi "Peran dari ormawa ialah harus menjadi jembatan antara mahsiswa dengan pihak dekanat, di era revolusi 4.0 kita tidak hanya meniru tetapi kita harus menjadi pionir dalam menciptakan ide-ide yang kreatif dan inovatif" katanya saat menjelaskan tema yang diusung pada debat kandidat tahun ini kepada setaranews.com.

Adapun dari pihak para calon pemimpin Ormawa FE memberikan komentar yang positif terhadap acara Debat Kandidat Pemira yang diselenggarakan oleh PPUM Tahun ini, hal tersebut disampaikan oleh M. Iqbal Rizaldi, salah satu calon Gubernur mahasiswa Fakultas Ekonomi UGJ periode 2020-2021, "Respon saya cukup positif dan juga saya mengetahui kesamaan visi yaitu membangun persatuan di Fakultas Ekonomi UGJ dalam artian kita bisa bersatu bersama mahasiswanya. Ungkapnya kepada setaranews.com usai acara debat kandidat Pemira FE, Kamis (09/01).
Disisi lain, Pihak Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomi (DPM-FE) sebagai Lembaga Legistalif Mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE) sudah memberikan kepercayaan secara penuh kepada PPUM dan Panitia Pengawas Pemilihan (Panwas) terkait jalannya Pemilihan Raya Fakultas Ekonomi tahun ini, Kami sudah memberikan aturan maupun gambaran secara umum terhadap PPUM dan Panwas maka dari itu kami percaya bahwasanya Pemira FE kali ini berjalan sebagaimana mestinya.”jelas Oji Salah satu perwakilan DPM-FE saat ditemui setaranews.com.

Terdapat dua nama pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur FE serta dua nama calon ketua HIMA (Himajemen dan Himatansi) Fakultas Ekonomi, Berikut setaranews tampilkan dibawah ini:
  1. Dimas Yudistira & Syahrul M (Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur  FE Nomor Urut 01)
  2. Iqbal Rizaldi & Kiki Amalia (Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur FE Nomor  Urut 02)
  3. Handika (Calon Ketua Himajemen Nomor Urut 01)
  4. Kusnandar (Calon Ketua Himajemen No Urur 02)
  5. Ais Rioko Indriani (Calon Ketua Himatansi Nomor Urut 01)
  6. Siti Aisyah (Calon Ketua Himatansi Nomor Urut 02)
Reporter: Arjun/LPM Setara
   
© all rights reserved
made with by setaranews