Responsive Ad Slot

Terbaru

latest

Suara Rakyat

berita

UGJ

UGJ

Cirebon

cirebon

Sastra

sastra

Opini

opini

Infografis

VIDEO

Video

News By Picture

mahasiswa

Teknologi

Kecam Rasisme, Aliansi Mahasiswa Cirebon Gelar Aksi Solidaritas Kemanusiaan

Tidak ada komentar

Aliansi Mahasiswa Cirebon Gelar Aksi Solidaritas di Tugu Proklamasi
Foto by / Galih

Cirebon, setaranews.com - Aliansi Mahasiswa Cirebon melakukaan aksi di tugu proklamasi kemarin (21/8/2019) pukul 16.00 WIB. Aksi ini tergerak atas dasar solidaritas kemanusiaan karena beberapa waktu lalu telah terjadi tindak represifitas terhadap sodara sebangsa yang ada di Asrama Papua Surabaya. Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi tersebut mengaku ikut terluka karena adanya tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum aparat dan ormas. Perilaku rasial ini dianggap telah gagal melindungi warga Negara dari tindakan rasisme, diskriminasi, dan represif. 

Dalam aksi ini Ginanjar selaku juru bicara Aliansi Mahasiswa Cirebon tidak membenarkan adanya tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat pada Mahasiswa Papua di Surabaya. “Aksi ini Merupakan solidaritas kemanusiaan karena tindakan kekerasan oleh aparat terhadap saudara kami, isunya itu karena perusakan bendera merah putih” tuturnya. 

Aliansi juga menolak segala bentuk penghinaan manusia atas manusia lain, dan menyatakan adili pelaku diskriminasi terhadap Mahasiswa Papua di Malang, Surabaya, dan Semarang.



Reporter : Galih

MAPALA GUNATI Memperkenalkan Sejarah dan Budaya Cirebon Melalui LLMB 2019

Tidak ada komentar

Para Peserta LLMB berfoto bersama RR. Alexandra W. sebelum pemberangkatan. 

Cirebon, Setaranews.com - Acara Puncak Diesnatalis Mahasiswa Pecinta Alam Gunung Jati (MAPALA GUNATI) ke-24 dilaksanakan pada Sabtu, 17 Agustus 2019 dengan menyelenggarakan Lomba Lintas Medan dan Budaya (LLMB) Tingkat Pelajar SMA/SMK/MA Se-Pulau Jawa yang memperebutkan Piala tetap dari Rektor UGJ, Walikota Cirebon dan Sultan Sepuh XIV (Keraton Kasepuhan Cirebon). 

Pelepasan peserta LLMB diresmikan oleh Rektor UGJ, Dr. Mukarto Siswoyo,M.Si. saat Upacara Hari Kemerdekaan di kampus utama UGJ dan pelepasan secara simbolis dengan pemotongan pita oleh RR. Alexandra W. di Keraton Kasepuhan Cirebon. Panjang Lintasan LLMB ini sejauh 5 km dengan garis start di Keraton Kasepuhan dan finish di Keraton Kanoman. 

"Alam itu tidak hanya pohon atau tanah, budaya juga merupakan kekayaan alam. Selain untuk berkompetisi, lomba ini juga bertujuan untuk memperkenalkan budaya dan sejarah Cirebon pada generasi muda" tutur Diki Koswara selaku Koordinator Kegiatan LLMB. Sebelum pemberangkatan, peserta dikenalkan sejarah Patilasan Keraton Dalem Agung Pakungwati oleh Pemandu di Keraton Kasepuhan. 

"Lomba ini sangat bermanfaat sekali, selain menambah pengalaman, punya teman baru, jadi tahu tentang sejarah Cirebon juga karena kebetulan saya dari luar Cirebon" pungkas Dian sebagai peserta lomba dari SMAN 1 Jatiwangi. Acara puncak Diesnatalis MAPALA GUNATI tahun ini juga dimeriahkan Live Music yang mengundang beberapa Band indie sekaligus pengumuman juara LLMB bertempat di halaman parkir kampus utama UGJ. 

Reporter: Anisa Puse

Kemerdekaan Membaca Dirampas di Negeri yang Merdeka

Tidak ada komentar




Opini, Setaranews.com - Buku merupakan wadah tulisan yang didalamnya memuat berbagai ilmu pengetahuan, dimana ada catatan maka didalamnya ada sebuah sejarah yang tercatat. Lembar catatan yang termuat dalam buku merupakan hasil buah pikiran manusia, sebagaimana kodrat manusia itu memiliki akal dan fikiran.

Buah pemikiran yang tertuang dalam buku menciptakan budaya literasi pada manusia serta berdampak pada kehidupan sehari-hari, budaya tersebut membuat stimulus dalam berfikir dan melatih kemampuan berbicara serta menganalisis masalah dan menjadi solusi untuk permasalahan.

Akan tetapi fenomena yang terjadi hari ini di Indonesia yang penuh dengan masalah dan konflik, kebebasan membaca dibatasi dan hak setiap orang untuk bebas membaca dibatasi.

Karena Undang- undang Nomor 4/PNPS/1963 tentang Pengamanan terhadap Barang-Barang Cetakan yang Isinya Dapat Mengganggu Ketertiban umum, padahal UU ini sudah digugat dan dicabut oleh Mahkamah Konstitusi pada tahun 2010. Sesuai keputusan MK No. 6-13-20/PUU-VIII/2010. Tidak ada hak apapun Tentara dan Aparatur Negara dan yang lain menyita buku meskipun dianggap terlarang.

Salah satu contohnya 2 orang dari Vespa literasi Purbolinggo digiring ke polsek setempat untuk diintrogasi karena kedapatan sedang melapak dan ada buku yang disinyalir berhaluan kiri, penyitaan yang melibatkan TNI ini termasuk kedalam tindakan melampaui wewenang karena militer bukanlah penegak Hukum, tercantum dalam UU NO. 34 Tahun 2004 tentang TNI. Selain itu telah terjadi pula perampasan buku yang berbau Marxis di toko buku Gramedia yang terletak di makasar oleh sekelompok Ormas, TAP MPRS Nomor XXV Tahun 1966 melarang penyebaran ajaran atau ideologi komunisme, memang komunisme merupakan idiologi yang dilarang di karena troma G3SPKI yang berdarah darah begitupun tempat asalnya di Rusia dalam Revolusi Bolsevic. Akan tetapi apakah idiologi kiri semua nya berdarah darah sampai menelan korban ? 

Oleh karenanya, Negara seharusnya memahami bahwa Razia Buku adalah tindakan yang tidak di benarkan dan bertentangan dengan UU. Karena itu berhenti merampasan buku, karena buku adalah sumber dari segala ilmu, hentikan Intimidasi terhadap para Pegiat Literasi, karena Pegiat Literasi itu bergerak untuk membantu membangun kemajuan suatu bangsa atau membantu mencerdaskan kehidupan bangsa dengan sukarela. Wujudkan kemerdekaan membaca menuju kemerdekaan berfikir bagi jiwa masyarakat Indonesia.

By : Galih

Kecam Razia Buku, Pegiat Perpustakaan di Cirebon Gelar Lapak Solidaritas

Tidak ada komentar

Foto by Dodo

Cirebon, Setaranews.com - Sejumlah Komunitas Pegiat Perpustakaan di Cirebon, menggelar aksi simpatik di Taman PKK Sumber, Kab Cirebon hari Sabtu, tanggal 10 Agustus 2019. Dalam kegiatan bertajuk Lapak Baca Solidaritas, mereka menyediakan berbagai buku bacaan seperti buku karya Pramoedya Ananta Toer, Tan Malaka, Maxim Gorky, Soe Hok Gie, dan lain-lain di area taman untuk dibaca secara gratis oleh pengunjung. Robby selaku pengelola Perpustakaan Jalanan Cirebon mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk solidaritas atas tindakan razia buku yang terjadi beberapa waktu terakhir. 

Seperti yang diberitakan, ada dua kejadian razia buku yang baru-baru ini terjadi dan meresahkan para pegiat literasi. Tepatnya pada tanggal 27 Juli lalu, dua pegiat Vespa Literasi diamankan oleh anggota Polsek Kraksaan, Kabupaten Probolinggo karena menggelar lapak baca dengan membawa buku Dipa Nusantara (DN) Aidit, salah satu tokoh komunis Indonesia. Tak berselang lama, pada tanggal 3 Agustus lalu, anggota organisasi masyarakat (ormas) Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan razia buku "kiri" di beberapa toko buku setempat yang menyebabkan semakin banyak orang yang menggolongkan buku dengan istilah buku kanan, dan buku kiri. 

Sementara itu Lutfi pegiat literasi dari Oemah Dolan juga ikut menanggapi bahwa selain bentuk solidaritas lapak ini juga bertujuan untuk meningkatkan minat baca masyarakat. “Dengan aksi damai ini kami mengajak masyarakat lebih terbuka dan ikut dalam kegiatan positif ini sebagai gerakan membangun minat baca” ujarnya. 

Dengan diadakannya aksi ini diharapkan agar kegiatan-kegiatan literasi jalanan tidak lagi dibatasi atau bahkan ditakuti. Selain Perpustakaan Jalanan Cirebon dan Oemah Dolan Kedondong, acara ini dihadiri oleh komunitas lain diantaranya Pojok Baca Al-Hikmah Plumbon, serta perwakilan lainnya dari Keluarga Literasi Cirebon.


Reporter : Dodo

UGJ Cirebon Melantik Presiden Mahasiswa Baru

Tidak ada komentar

Presma, Wapresma, Ketua DPMU dan Jajaran Rektorat berfoto bersama setelah acara pelantikan.

UGJ, Setaranews.com - Pukul 10.00 WIB tanggal 9 Agustus 2019 bertempat di Auditorium UGJ Cirebon tepat diselenggarankannya acara yang sakral sejagat mahasiswa UGJ Cirebon yaitu Pelantikan pengurus baru Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) periode 2019-2020 Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon. Dimana BEM U dan DPM U merupakan organisasi tertinggi di lingkungan keorganisasian UGJ Cirebon.

Acara tersebut dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya lalu dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Rektor UGJ Cirebon yang dibacakan oleh Agus Dimiyati selaku Kabiro Kemahasiswaan. Isi surat keputusan rektor tersebut diantaranya menetapkan Karto Muhammad Saputra mahasiswa Fakultas Hukum dari Partai Premium sebagai ketua DPM Universitas periode 2019-2020 lalu Gilang Gemahesa mahasiswa Fakuktas Hukum dari Partai Premium sebagai ketua BEM Universitas dan Kindi Fadhila mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Prodi Ilmu Administrasi Negara dari Partai Premium sebagai Wakil Ketua BEM Universitas periode 2019-2020.

Lalu mulai lah peresmian Ketua DPMU, Ketua BEMU dan Wakil Ketua BEMU dengan membacakan sumpah yang dipimpin oleh Dr. Ipik Permana, S. Ip., M. Si selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan. Setelah pembacaan sumpah dan peresmian selesai, masing-masing ketua yang telah dipilih menyampaikan sambutannya.

Dalam sambutannya, Karto Muhammad Saputra menyampaikan bahwa, "Kedepan DPMU harus mampu berkontribusi penuh terhadap kampus, mampu memberikan pandangan yang akurat bagi mahasiswa dan anggaplah DPMU sebagai tempat untuk sharing mahasiswa." dikutip langsung oleh tim setaranews.com saat ia menyampaikan sambutan. Lalu, Gilang Gemahesa berkesempatan juga untuk menyampaikan sambutannya yaitu, "Mahasiswa adalah harapan, anak kandung rakyat yang selalu menegakkan keadilan dan BEM U adalah sarana untuk kecerdasaan intelektual mahasiswa, yang paling utama adalah Tri Dharma Perguruan Tinggi harus menjadi dasar bagi seluruh mahasiswa." dikutip langsung oleh tim setaranews.com.

Pemilihan Raya (PEMIRA) tahun ini memang ada berbagai polemik, hal itu diketahui juga oleh Dr. Ipik Permana, S. Ip., M. Si selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan menurutnya polemik tersebut adalah hal yang wajar sebagai proses pembelajaran dalam berdemokrasi, "Saya kira itu sebuah dinamika di organisasi kemahasiswaan dan saya mengapresiasi kepada ormawa yang mendukung PEMIRA kali ini. Semoga ini menjadi sebuah pembelajaran bagi seluruh elemen mahasiswa." Ujarnya saat diwawancarai setaranews.com. Dia ( Ipik Permana) juga menegaskan bahwa pihak kemahasiswaan berkewajiban untuk memberikan arahan, pembinaan dan lain sebagainya. Dia juga menyampaikan harapan kedepan adalah lebih tertib dan lebih menjaga ikatan antar ormawa yang ada di UGJ Cirebon, " Hal-hal yang menjadi kekurangan maupun kekhilafan harus segera dibenahi agar kedepan tidak terulang kembali. Saya kira itu harapan bersama." Tutupnya.

Acara pelantikan dan peresmian tersebut berlangsung aman, damai dan tertib serta dihadiri juga oleh beberapa Organisasi Kemahasiswaan dan Jajaran Rektorat UGJ Cirebon.

Bersih Keraton Menjadi Tradisi Diesnatalis Mapala Gunati

Tidak ada komentar

Peserta membersihkan halaman Keraton Kasepuhan Cirebon. 

Salam Lestari! 
Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Swadaya Gunung Jati (MAPALA GUNATI) menyelenggarakan kegiatan Bersih Keraton yang menjadi salah satu rangkaian acara pada Diesnatalis Mapala Gunati ke-24. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus 2019 mulai pukul 09:00-12.00 WIB bertempat di Keraton Kasepuhan Cirebon.

Acara Bersih Keraton ini merupakan kegiatan rutin tahunan menjelang Diesnatalis, namun tahun ini pesertanya tidak hanya anggota Mapala Gunati saja melainkan dari Organisasi Mahasiswa UGJ, Mahasiwa Pecinta Alam (Mapala) dan Siswa Pecinta Alam  (Sispala) Sewilayah III Cirebon. Ketua Pelaksana kegiatan Warsono,S.Ikom (Jarot) menyebut "Acara ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap keraton dan lingkungan sekitar, sekaligus rasa terima kasih kita kepada pihak keraton karena setiap tahunnya Mapala Gunati dilantik dan dianugrahkan nama angkatan oleh Sultan Kasepuhan Cirebon secara langsung" ujarnya saat diwawancarai tim Setaranews.com. 

Selain bersih-bersih, peserta juga mendapat pengenalan sejarah Keraton Kasepuhan Cirebon untuk menambah pengetahuan dan wawasan. Kegiatan ini juga mendapat respon positif dari RR. Alexandra Wuryaningrat selaku Direktur Keraton Kasepuhan yang sangat berterimakasih kepada Mapala Gunati telah menyelenggarakan kegiatan yang membantu melestarikan keraton dan berharap masyarakat juga sadar dan peduli akan kebersihan lingkungan. 

Acara puncak Diesnatalis Mapala Gunati ini akan digelar pada tanggal 17 Agustus 2019 yaitu Lomba Lintas Medan dan Budaya Tingkat Pelajar (SMA/SMK/MA) Se-Jawa Barat dengan memperebutkan Piala Tetap Sultan Sepuh XIV (Keraton Kasepuhan Cirebon). 

Reporter : Rizki & Anisa Puse
© all rights reserved
made with by setaranews