Responsive Ad Slot

Terbaru

latest

Suara Rakyat

berita

UGJ

UGJ

Cirebon

cirebon

Sastra

sastra

Opini

opini

Infografis

VIDEO

Video

News By Picture

mahasiswa

Teknologi

Keraton Kasepuhan Bersiap Gelar Cirebon Historia Fun Run 2019

Tidak ada komentar

Lagi! Keraton Kasepuhan bakal menggelar acara kolosal yang bakalan rame diikuti oleh pencinta olahraga dari semua kalangan masyarakat. Kali ini Keraton Kasepuhan bakal menggelar acara "CIREBON HISTORIA FUN RUN 2019" dimana Kota Cirebon khsusnya Keraton Kasepuhan Cirebon bakal menjadi tuan rumah. 

Apa yang unik dari acara ini ? sesuai dengan namanya Historia, dimana para pelari akan melintasi destinasi-destinasi wisata bersejarah, diantaranya garis start mengambil tempat di Keraton Kasepuhan kemudian melalui Lemah Wungkuk, Melalui Pabrik Rokok, Gereja Tertua, Kantor Pos, Bank Indonesia, Wiraha, Pelabuhan, Bank Mandiri, Pacinan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan dan kembali ke Keraton Kasepuhan. 

Event ini tentu saja dalam rangka rangkaian acara memperingati HUT Kota Cirebon ke 650 dan HUT Kemerdekaan RI sekaligus mempromosikan Kota Cirebon sebagai kota olahraga, seni dan budaya untuk mengajak masyarakat yang hadir untuk menikmati kota yang syarat dengan peninggalan sejarah ini. 

Dalam pertemuan dengan awak media pada minggu 21 juli 2019 P.R.A Arief Natadiningrat, SE, menyampaikan bahwa, "melalui event Cirebon Historia Fun Run 2019 diharapkan dapat menjadi magnet para wisatawan baik lokal maupun manca negara, selain itu event ini juga mengajak masyarakat untuk hidup sehat melalui olahraga yang mudah dan murah ini yaitu olahraga lari"

untuk pelaksanaan event ini Sultan Sepuh menggandeng Event Organizer Mahanaim sebagai IO yang berpengalaman tentu saja tidak diragukan lagi untuk mengawal acara ini sampai tuntas dan sukses. 

Sedangkan untuk panitia internal Sultan Sepuh menunjuk Yono Maulana berserta tim yang sebelumnya sukses menyelenggarakan acara Festival Budaya Sunyaragi 2019. 

Sesuai dengan target yang telah dicanangkan tentu saja harapannya event Cirebon Historia Fun Run 2019 ini mampu mengajak sekira dua ribu pelari baik profesional maupun amatir yaitu para keluarga Indonesia. Panitia sudah mempersiapkan berbagai pertunjukan menarik selama acara diselenggarakan baik itu perlombaan pendukung, pentas tari dan musik serta acara-acara menarik lainnya, yang nanti akan di informasikan oleh panitia kemudian. 

Untuk dapat ikut serta dalam acara Cirebon Historia Fun Run 2019 ini peserta cukup membayar 65.000 saja per orang dan akan mendapatkan keuntungan 1 koas, 1 tas dan memiliki kesempatan untuk mendapatkan hadiah melalui undian maupun perlombaan. 

Untuk mendaftar acara Cirebon Historia Fun Run 2019 masyarakat dapat melakukan registrasi di www.cirebonhistoriarun.id atau menghubungi panitia yang berkantor di Keraton Kasepuhan atau Taman Air Gua Sunyaragi. Jadi, pastikan anda ikut serta meramaikan acara Cirebon Historia Fun Run 2019, ajak semua keluarga dan sahabat, untuk bersama berlari sehat, menikmati keindahan dan kearifan kota Cirebon, Kota Sejarah, Kota Berbudaya! 



@yons2019

Aliansi Ormawa: PEMIRA Lucu, Ibarat Memilih Kucing Dalam Karung

Tidak ada komentar


Cirebon, UGJ, Setaranews - Aliansi Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) mengamati berbagai kelucuan yang terjadi dalam proses PEMIRA UGJ, selain keterlibatan pihak eksternal (KPU dan Bawaslu) Kota Cirebon, ada juga hal yang menarik perhatian publik yakni kertas kosong yang dijadikan kertas suara. Ormawa menganggap fakta tersebut ibarat memilih kucing dalam karung yang rawan penyimpangan.

Aliansi Ormawa menjelaskan beberapa hal lucu dan memalukan dalam penyelenggaraan PEMIRA UGJ tahun ini. Ginanjar Nitimiharjo, selaku koordinator mengatakan, berbagai kedunguan ini tidak layak dijadikan contoh dalam proses pagelaran pesta demokrasi


"Secara subtantif cacad, secara administratif lebih parah. Dilihat dari fakta yang ada ini secara prosedural pun tidak dilaksanakan. Aturan main tidak ada. Akhirnya menjalankannya serampangan. Aturan di bikin sendiri, di tafsirkan sendiri. Layak untuk di tertawakan" tegasnya kepada setaranews (20/7).

Menurutnya, yang lebih parahnya lagi terkait polemik ini bukan karena berbagai penolakan atas hasil maupun proses. Yaitu pembenaran yang dilakukan oleh pihak universitas juga penyelenggaraan dan peserta PEMIRA.

"Kami sebagai wujud nyata kedaulatan mahasiswa tidak akan duduk manis melihat pembenaran yang begitu sporadis serta menciderai asas - asas demokratis
 Pasalnya ini lembaga pendidikan, haruaemberi contoh yang baik terhadap publik" tegasnya.





Reporter Rama S, mahasiswa Fakultas Teknik.




Aliansi Ormawa UGJ Menolak Campur Tangan Pihak Eksternal dalam PEMIRA

Tidak ada komentar

Poto: Kunjungan PPUM ke kantor Bawaslu Kota Cirebon.


UGJ, Cirebon, setaranews - Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa)  di lingkungan Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) menolak campur tangan pihak eksternal, dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Cirebon dalam Penyelenggaraan Pemilihan Raya Mahasiswa (PEMIRA).

PEMIRA yang dimaksud yakni pemilihan umum untuk memilih calon Ketua dam Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) di tingkat Universitas.

Dalam prosesnya PEMIRA kali ini menuai banyak polemik yang krusial dan juga prinsipil. Seperti yang diungkapkan oleh Koordinator Aliansi Mahasiswa UGJ, Ginanjar Nitimiharjo, PEMIRA kali ini adalah yang terburuk sepanjang pengetahuan Ormawa.

"Kondisi PEMIRA kali ini selain melanggar asas Luber dan Jurdil, juga mencoreng penyelenggaraan demokrasi di lingkungan akademis. Juga memberikan dampak negatif bagi citra Kampus di mata publik pada umumnya" tegasnya kpd setaranews, Sabtu (20/7), via sambungan seluler.

Ginanjar juga menyebutkan, penyelenggaraan PEMIRA kali ini selain terburuk juga terlucu. Pasalnya, kata Ginanjar, keterlibatan lembaga eksternal KPU dan Bawaslu dalam pembentukan Panitia Pemilihan Umum Mahasiswa (PPUM) dan Panitia Pengawasan mengabaikan asas dari oleh dan untuk mahasiswa dalam penyelenggaraan organisasi kemahasiswaan.

"Campur tangan atau intervensi pihak eksternal ini yang menjadi fokus kami. Gak ada urusan sama mereka. Ini pemilu mahasiswa bukan pemilihan kepala daerah" tukasnya.

Menurutnya, ini persoalan prinsipil, belum lagi bicara soal proses penyelenggaraan PEMIRA yang juga tidak kalah memprihatinkan. PPUM dan Panwas tidak memiliki legitimasi juga kompetensi yang mumpuni.

" Sedari awal pembentukan nya pun tidak transparan dan akuntabel. Otomatis selanjutnya juga akan menimbulkan polemik. Mulai dari masalah strategis juga teknis.  PEMIRA kali ini ibarat memilih kucing dalam karung. Konyol!" Tegasnya.

"Kami tidak menutup mata dan telinga atas persoalan ini. Langkah gerak kami tega juga komgkrit" pungkasnya.

Agus Dimiyati selaku Kepala Biro Kemahasiswaan mengatakan Pemilihan Raya tahun ini menggunakan Undang-Undang terbaru tetapi pihak Universitas juga merekomendasikan Undang-Undang terdahulu untuk menjadi bahan diskusi terkait aturan yang akan digunakan PEMIRA tahun ini, “ Mekanisme pemira kali ini akan menggunakan undang-undang terbaru namun kita mencoba untuk merekomendasikan undang-undang terdahulu agar menjadi aturan yang akan dipakai.” Ujarnya saat diwawancarai setaranews.com diruangan kantornya. Dia (Agus Dimiyati) juga memastikan bahwa PPUM dan Panwas berada dibawah naungan Universitas ataupun Lembaga demi menjaga independentsi nya.


Reporter: Galih

Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Terapkan Kurikulum Berstandar Internasional

Tidak ada komentar

Sumber : http://fkip.unswagati.ac.id/id/berita/dosen-fkip-ikuti-pameran-poster-2019-ugj/


UGJ, Setaranews.com - Menanggapi persaingan digital di era milenial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris menerapakan sistem kurikulum berstandar Internasianal, memperbaharui sistem dan sarana pembelajaran hingga perubahan standar skripsi bakal menjadi pekerjaan rumah yang dikebut.

Program Studi Pend. Bahasa Inggris menjadi satu-satunya Prodi di FKIP yang mendapat Aktreditasi "A" di tetapkan oleh BAN-PT pada tanggal 9 Juli 2019. Aktrediatasi ini dinilai dari segala aspek termasuk Tridarma Perguruan tinggi. Akreditasi "A" ini berlaku sampai lima tahun kedepan yang mana akreditasi akan berbasis output pada Digital. Menanggapi hal tersebut Prodi tersebut mengagendakan setiap kegitan akademik harus terekam dan di implementasikan kedalam bidang digital. 

Tak hanya sitem pembelajaran yang di improve, pengerjaan tugas akhir mahasiswa atau skripsi akan menerapakan standar internasianal, diterapakan pada tahun ajaran 2019/2020 "Skripsi akan mendapat perubahan mulai dari sitematika penulisanya hingga kualitas isi skripsi. Sederhanya adalah skripsi bukan lagi hanya sekedar tulisan yang di dokumentasiakan dan di simpan di perpustakaan tetapi diharapkan bisa dipublikasiakan menjadi jurnal, hasil research terbaru, buku panduan atau sebagainya" ujar Hendriwanto selaku Sekretaris Prodi Pend. Bahasa Inggris. Dari segi halamanpun akan lebih sedikit tidak kurang dari 30 halaman seperti halnya tugas akhir yang dibuat oleh para pelajar di Universitas unggulan di Eropa dan Amerika.

Menelaah hal tersebut ketua prodi Pend. Bahasa Inggris yaitu Ratna Andika M, S.P.D M.HUM. mengharapakan pencapaian gemilang ini harus dipertahankan, perlu adanya kerjasama antara pihak Universitas, Fakultas dan tentunya para mahasiswa itu sendiri. 

Melihat begitu berpengaruhnya Bahasa Inggris di segala bidang profesi, mendapat Akreditasi "A" adalah kabar baik untuk mahasiswa dan calon mahasiswa baru. Dengan adanya sartifikat "A" diharapakan akan berkontribusi banyak terhadap lulusan seperti melamar pekerjaan, mendapat beasiswa atau untuk lanjut ke jenjang yang lebih tinggi. Selain mencetak tenaga pengajar yang profesional, Prodi Pend. Bahasa Inggris juga membekali mahasiswanya dengan mata kuliah pilihan yang mana ini akan menjadi bekal di era digital sekarang. 

Reporter : Fajar

Koalisi PAHAM dan Garuda Layangkan Laporan Kepada Lembaga Dengan Aksi Damai

Tidak ada komentar


Foto by / Google

UGJ, setaranews.com - Setelah hasil rekapitulasi suara dan penetapan calon presiden mahasiswa pada tanggal 15 Juli 2019 pihak Partai PAHAM dan Partai Garuda merasa ada kejanggalan atas hasil keputusan tersebut. Maka dari itu, pada tanggal 16 Juli kolega partai PAHAM dan Garuda menggelar aksi damai kepada pihak Universitas atau Lembaga. Aksi damai tersebut bertempat di ruangan LBH lantai 2 UGJ Cirebon. 

Dadan perwakilan dari partai PAHAM merasa kecewa dengan PANWASLU karena kinerja yang kurang maksimal dalam menanggapi laporan mereka sebelumnya. Tujuan aksi tersebut ialah untuk meminta audiensi kembali tetapi sifatnya secara umum, “Kami (partai Paham dan Garuda) sebelumnya sudah melaporkan beberapa kecurangan PEMIRA kepada PANWASLU tetapi kami merasa bahwa PANWASLU tidak mempunyai sikap untuk perihal gugatan kita. Intinya dalam aksi damai ini kami menuntut kepada lembaga bahwa kami ingin diadakan audiensi secara umum dengan PPUM, PANWASLU, Perwakilan Lembaga dan Mahasiswa umum UGJ Cirebon.” Ungkapnya saat diwawancarai oleh tim setaranews.com disela-sela aksi berlangsung. 

Ada beberapa gugatan aksi kali ini yang dibuat oleh koalisi partai Paham dan Garuda seperti yang disampaikan oleh Ogel, yaitu pertama, gugatan yang belum ada sampai hasil sampai ada hasil, kedua, meminta Audiensi secara terbuka, ketiga, Audiensi dilakukan sebelum di SK-kan oleh pihak Lembaga, dan yang keempat, apabila itikad baik ini tidak ditanggapi maka akan menggelar kembali aksi lanjutan. 

Pihak lembaga yang diwakili oleh Alip Rahman selaku kepala HKUP UGJ Cirebon mengapresiasi atas aksi damai tersebut dan patut menjadi contoh bagi semua mahasiswa, “Aksinya bagus artinya damai, santun dan tidak mengganggu ketertiban umum dan patut dicontoh oleh mahasiswa lain.” Katanya. Pihak lembaga akan segera memproses laporan tersebut agar permasalahan ini segara terselesaikan.


Reporter : Ade Indah (Belle)

Obyek Wisata di Kaki Gunung Ciremai

Tidak ada komentar

Foto by / Galih

Pariwisata, Setaranews.com - Biasanya pada pada hari libur adalah suasanna yang tepat untuk melakukan refreshing. Banyak yang melakukan aktivitas untuk menyegarkan badan ataupun pikiran dari kepenatan aktivitas sehari-hari. Pastinya tak jarang orang melakukannya di obyek wisata, apalagi obyek wisata dengan pemandangan alam dan cuaca yang sejuk. 

Di lembah Gunung Ciremai ada salah satu obyek wisata, yang letaknyya di Desa Cisantana, kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. Lokasi yang memang menawarkan daya tarik dengan panorama keindahan alam, pengunjung bisa melihat sunrise (matahari terbit) jika pengunjung berwisata sambil berkemah, dibawah tempat berkemah adapula curug yang bernama Curug Cisurian. 

Selain itu banyak satwa atau binatang yang lebih memberikan nuansa alam rimba, ada binatang yang langka yaitu Kodok Merah, ada juga Surili. Pengunjung yang biasanya banyak di hari libur tak menutup kemungkinan di hari biasa pun dikunjungi pengunjung untuk sekedar menikmati keindahan alam. 

Pengunjung juga tak perlu khawatir dengan biaya, dengan tarif hanya Rp. 15.000 pengunjung sudah bisa masuk namun, untuk parkir biasanya di tarif kembali dengan harga Rp 5000. Dengan suasana alam yang demikian, banyak yang tertarik dan menikmati keindahan alam yang belum tercemari apalagi dirusak untuk sebuah kepentingan saja.



Reporter : Galih
© all rights reserved
made with by setaranews