Terbaru

latest

Puisi: Sungai Mandodari


Sketsa Mandodari dan Rahwana. Credit: DeviantArt

Hingga riak-riak lampau usai, dan kisah menjadi dongeng khalayak.
Air mata Mandodari tidak pernah kering.
Sungai menampungnya sebagai rahmat Dewa.
Sementara ia menyebutnya sebagai kutukan.
Jika lahir hanya untuk meratap.
Ia akan minta bapaknya Mayasura dan ibunya Hema untuk menabur benih tanpa menuai.
Membenamkan ia dalam tanah Taman Asoka, lalu diam-diam mencumbui kaki Rahwana.

Mandodari adalah korban, seperti wanita dalam dunia Wayang.
Ketika Drupadi merelakan satu hati untuk dibagi lima dalam bentuk Pandawa.
Maka Mandodari telah berbesar hati karena suaminya penguasa dari Alengka.
Ia mencintai Rahwana sepanjang nafas sungainya.
Dasamuka yang gugur karena jelita lain.
Ialah jelmaan Wedawati, cinta pertamanya yang tidak pernah usai.
Mandodari bersedih dalam perjalanan mencari kematiannya.

Penulis: Fiqih Dwi Hidayah

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews