"A" Konsep Tari Bermacam Makna

Tidak ada komentar

Minggu, 30 Juni 2019


foto tari kontemporer / by Puse

Cirebon, setaranews.com - Festival Budaya Sunyaragi (FBS) telah berlangsung selama empat hari. Dihari keempat FBS, Rivai Kontemporer ikut memeriahkan FBS dengan pertunjukan tari kontemporer “A” dan berhasil memukau para penonton. Konsep tarian “A” sendiri bermakna penyampaian berbagai emosi seperti marah dan kecewa. 

Ahmad Rivai atau Rivai kontemporer mengungkapkan bahwa beliau mempersiapkan konsep tarian “A” di H-2 sebelum waktu pertunjukkan. “Persiapannya H-2 pentas. Sebelumnya saya sempat menolak saat dihubungi untuk tampil di acara FBS karena belum ada kesiapan konsep. Karena tidak tau mau memakai konsep apalagi jadi yasudah saya tampilkan konsep “A” saja”. Ujarnya saat diwawancarai oleh tim setaranews. 

Rivai sendiri mengaku telah berkecimpung di dunia tari kontemporer selama 8 tahun. Rivai sendiri merupakan lulusan SMK Pakungwati yaitu sekolah seni yang berada dibawah Yayasan Keraton Kasepuhan Cirebon. Saat ini, ia tengah menjalankan studinya dengan menjadi Mahasiswa ISI di Jogjakarta. 

Selain Rivai Kontemporer, Hari keempat FBS juga dimeriahkan oleh Tari Topeng Ayu Tumenggung, Sanggar Hasta Kencana, Tari Putra Binangkit, dan Tari Jaipong Cikeruhan.


Reporter : Nabila

Nasi Padang vs Nasi Kapau, Pilih Mana?

Tidak ada komentar

Sabtu, 29 Juni 2019




Kuliner, Setaranews.com - Di berbagai pelosok Nusantara, Rumah Makan Padang hadir menjadi primadona yang tidak kunjung redup sinarnya. Lauk-pauk yang kaya akan rempah dan rasa yang tajam membuat masakan khas Minangkabau tersebut tenar di lidah orang Indonesia. Bagi masyarakat luas, Nasi Padang terdengar lebih tidak asing daripada Nasi Kapau. Meski keduanya berasal dari tanah yang sama. Ternyata Nasi Padang dan Nasi Kapau adalah sajian yang cukup berbeda.

Nasi Padang adalah sebuah istilah yang digunakan secara luas dan bias karena merujuk kepada semua masakan dari Sumatera Barat. Sementara Nasi Kapau lebih spesifik karena berasal dari nagari (desa) Kapau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Jika bertandang ke Rumah Makan Padang lauk-pauk seperti Gulai Ikan, Gulai Ayam atau Gulai Jeroan selalu setia menghiasi etalase. Tapi untuk Nasi Kapau, ada gulai khas yang jarang hadir di Rumah Makan Padang pada umumnya yaitu Gulai Gajebo dan Gulai Tambusu. Gulai Gajebo terbuat dari sandung lamur, sementara Gulai Tambusu terbuat dari usus sapi yang di dalamnya diisi campuran tahu dan telor.

Untuk sayur, Nasi Kapau punya khas yang tidak boleh tertinggal, Gulai Nangka Kapau yang dicampur dengan kacang panjang, kol, rebung dan pakis. Gulai Nangka khas Nasi Kapau tidak menggunakan banyak santan sehingga tidak terlalu kental seperti gulai pada umumnya. Selain gulai, yang khas dari Nasi Kapau adalah Rendang Ayam dan Rendang Bebek, biasanya rendang diolah dengan daging sapi. Rendang khas Kapau biasanya disajikan dengan kentang bulat yang berukuran kecil.

Pakar masakan Minang, Reno Andam Suri, dikutip dari Kompas membenarkan hal tersebut. "Rendang merupakan cara memasak, bukan makanan. Setiap daerah di Sumatera Barat mempunyai rendang khas masing-masing. Kapau misalnya, yang khas adalah Rendang Ayam." Ujarnya.

Perbedaan lainnya terlihat dari penyajian makanan. Lauk-pauk di Rumah Makan Padang disajikan di dalam etalase kaca yang disusun bertingkat menggunakan piring. Sementara lauk-pauk di Warung Nasi Kapau disajikan menggunakan meja yang lebih rendah dari si penjual, sehingga penjual mengambil lauk-pauk dengan centong kayu yang panjang.

Wah, menarik, jangan sampai salah paham ya antara Nasi Padang dan Nasi Kapau. Jadi, ingin pilih yang mana untuk santap siang atau malammu? Bagi kawasan Kota Cirebon tidak usah khawatir, karena penjual Nasi Padang yang enak sudah sangat banyak. Kalau pun ingin mencicipi lezatnya Nasi Kapau, rukonya ada di sekitar Jalan Tentara Pelajar sesudah Grage Mall.


Reporter: Fiqih Dwi Hidayah

Kabupaten Majalengka Unjuk Kebudayaan di Tanah Cirebon

Tidak ada komentar

Jumat, 28 Juni 2019

Penampilan Tari Topeng Kenteng Wuwung Kawangi 

Cirebon, Setaranews.com
- Kabupaten Majalengka memiliki beragam seni budaya, diantaranya kesenian topeng, ujungan, sampyong, kedempling, kecapian, kuda renggong, rampak kendang, dan masih banyak lagi. Kesenian tradisional merupakan salah satu wujud budaya yang menjadi kebanggaan bangsa.  Pada hari ketiga Festival Budaya Sunyaragi (28/06/2019) Kabupaten Majalengka diberi kesempatan untuk memperkenalkan kesenian dan budayanya yang diwakili oleh  sanggar seni yang berasal dari Kecamatan Cigasong.

Salah satu bentuk pelestarian kebudayaan tradisional, khususnya bidang seni tari di masyarakat dilakukan dengan mendirikan sanggar-sanggar tari. Sanggar Sunda Rancage adalah sanggar pertama yang berdiri di Kabupaten Majalengka dibawah pimpinan Bapak Aceng Hidayat, S.Pd. sejak tahun 2001. Sunda Rancage artinya urang Sunda anu kreatif atau orang sunda yang kreatif.

Pada event yang digelar oleh Managemen Keraton Kasepuhan Cirebon ini, Sanggar Sunda Rancage membuat para penonton bersorak sorai karena penampilannya yang sangat memukau, mereka menari dengan lentur dan bersemangat. "Menurut saya, seru, menarik, penampilan tersebut adalah salah satu wajah sebuah daerah. Jadi harus kita dukung, apalagi untuk regenarasi harus dikenalkan agar tidak punah dan terus berkembang." ujar Khifdhi sebagai penonton sekaligus fotografer di Festival Budaya Sunyaragi 2019.

Dengan menyajikkan enam kesenian dan tari, yaitu Rampak Kendang Wanoja, Tari Topeng Kenteng Wuwung Kawangi, Tari Batik Midang, Tari Mojang Priangan, Ronggeng Ujangan dan Musik Kolaborasi Etnik, Sanggar Sunda Rancage berhasil menunjukkan bahwa Kabupaten Majalengka masih melestarikan budaya tradisional dan memperkenalkannya ke masyarakat luas.

Reporter: Anisa Puse

Festival Budaya Sunyaragi Menumbuhkan Semangat Berbudaya Generasi Muda

Tidak ada komentar

Kamis, 27 Juni 2019


Lomba mewarnai yang diikuti oleh siswa Sekolah Dasar / foto: Irfan

Cirebon, Setaranews.com - Festival Budaya Sunyaragi (FBS) 2019 telah dibuka Rabu kemarin, dan hari ini (27/06/2019) ada beberapa rangkaian acara yang digelar yaitu Seminar, lomba tari kreasi dan lomba mewarnai yang diikuti oleh siswa Sekolah Dasar (SD).

Seminar kali ini mengusung tema Peran Museum Terhadap Pelestarian Budaya yang diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan sambutan dari Sultan Sepuh XIV, P.R.A Arief Natadiningrat,S.E yang kemudian di lanjut oleh Fitra Arda Sambas selaku Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman.

“Museum sebagai ruang publik untuk pemajuan kebudayaan, pengelolaan museum sangat penting karena museum adalah surganya penyimpanan” tutur Fitra Arda pada sambutannya. Beliau juga menegaskan agar kita jangan malu untuk menjadi orang yang berbudaya karena kebudayaan adalah kebahagiaan.

Selain seminar, lomba mewarnai dan lomba tari kreasi ikut meramaikan hari kedua FBS 2019. Orang tua Peserta memutuskan mengikutisertakan anaknya dikarnakan pendaftaran lomba ini tidak dipungut biaya. "Anak saya suka menggambar jadi saya ikut sertakan saja, supaya anak bisa mengembangkan ide dan imajinasinya. Disini juga bisa berekreasi dan bersosialisasi" ujar Ibu Reza yang mendampingi anaknya lomba mewarnai.

Lomba Tari Kreasi tak kalah antusiesmenya, anak-anak yang mengikuti lomba begitu terpancar semangatnya untuk melestarikan budaya daerahnya sendiri.




Pameran Museum Festival Budaya Sunyaragi

Tidak ada komentar

Rabu, 26 Juni 2019

Foto: Anisa Puse

Setelah membuka secara simbolis Festival Budaya Sunyaragi, Sultan Kasepuhan Cirebon P.R.A Arief Natadiningrat. SE langsung menuju gedung yang dijadikan museum untuk meresmikan pembukaan Pameran Museum pada tanggal 26 Juni 2019. Acara yang dibuka dengan simbolis pemotongan bunga melati ini berlangsung sangat meriah.

Adapun sederat Museum terkenal di indonesia yang ikut serta memamerkan koleksinya di Festival kali ini. Yaitu Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Museum Basoeki Abdullah, Museum Benteng Vrederburg, Museum Digital dan Museum Sunyaragi tentunya. Koleksi-koleksi yang di tampilkan dalam pameran ini sangat beragam seperti Hiasan dinding khas Cirebon, Lukisan Kaca, Wayang Golek Cepak Cirebon, Baju Besi Portugis, Tandu Garudha Mina, Meriam Portugis, Mahkota Banten dan masih banyak lagi.

Selain sebagai asik untuk bertamasya Festival Budaya Sunyaragi juga event yang menyenangkan untuk belajar kesenian, budaya dan sejarah. Jadi bagi pembaca setaranews.com jangan lupa datang ke acara bergengsi ini, karena masih banyak rangkaian acara yang menarik lainnya. 

Festival Budaya Sunyaragi Sarana Promosi Pesona Kota Cirebon

Tidak ada komentar
Acara dibuka oleh Sultan Kasepuhan Cirebon secara simbolis dengan manabuh gendang. / foto: Anisa Puse

Cirebon, Setaranews.com - Rabu, 06 Juni 2019 Festival Budaya Sunyaragi (FBS) resmi dibuka oleh Dirjen Kebudayaan dengan dimeriahkan penampilan Drumb Band dari Akademi Maritim (AKMI) Cirebon, dilanjut dengan penampilan The Caruban Carnival yang merupakan icon dari Kota Cirebon sendiri. 

Tujuan diadakannya acara ini antara lain untuk mempromosikan budaya, kuliner dan pariwisata Kota Cirebon. “Festival Budaya Sunyaragi merupakan event promosi untuk potensi budaya, wisata, dan kuliner di Kota Cirebon yang diadakan setiap bulan Juni” tuturnya Sultan Sepuh XIV P.R.A Arief Natadiningrat,SE.

Selain Sultan Sepuh XIV, FBS juga dihadiri oleh Nasrudin Azis selaku Walikota Cirebon. Beliau berharap bahwa FBS ini dijadikan sebagai agenda tetap Kota Cirebon sekaligus mengajak masyarakat untuk bergandengan tangan bersama-sama mewujudkan sebuah kota yang unggul dibidang pariwisata. 

Jangan lupa besok datang ke Festival Budaya Sunyaragi, karena masih banyak acara yang seru dan menambah wawasan kita tentang Budaya Cirebon.

UGJ Cirebon Kembali Membuka Pintu Demokrasi Tahun Ini

Tidak ada komentar

Senin, 24 Juni 2019


UGJ, Setaranews.com - Pesta demokrasi sebagai ajang persatuan mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pemilihan Raya (PEMIRA) siap dilaksanakan. Pemilihan Raya UGJ Cirebon 2019 akan segera dilangsungkan dengan sudah terbentuknya Panitia Pemilihan Umum (PPUM) dan Panitia Pengawas (PANWAS) namun tanggalnya belum ditentukan.

Pada prosenya, seharusnya yang membentuk PPUM dan Panwas adalah Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas (DPMU) tetapi dikarenakan Surat Kuasa nya sudah habis, maka dari itu pihak DPMU menyerahkan pembentukan PPUM dan Panwas kepada pihak Universitas atau lembaga. Lalu lembaga atau lebih tepatnya Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan melayangkan surat perintah kepada semua fakultas yang ada di UGJ Cirebon untuk membuka open recruitment mahasiswa setiap fakultas yang ingin menjadi anggota PPUM maupun PANWAS. Setelah terseleksi ditingkat fakultas, selanjutnya akan diseleksi kembali oleh pihak Universitas namun pihak Universitas menunjuk pihak lain yang independent untuk menjadi tim penyeleksi tingkat Universitas diantaranya yaitu mantan anggota KPU Kota Cirebon, mantan anggota Panwas Kota Cirebon, dan salah satu dosen prodi Ilmu Komunikasi UGJ Cirebon.

Agus Dimiyati selaku Kepala Biro Kemahasiswaan mengatakan Pemilihan Raya tahun ini menggunakan Undang-Undang terbaru tetapi pihak Universitas juga merekomendasikan Undang-Undang terdahulu untuk menjadi bahan diskusi terkait aturan yang akan digunakan PEMIRA tahun ini, “ Mekanisme pemira kali ini akan menggunakan undang-undang terbaru namun kita mencoba untuk merekomendasikan undang-undang terdahulu agar menjadi aturan yang akan dipakai.” Ujarnya saat diwawancarai setaranews.com diruangan kantornya. Dia (Agus Dimiyati) juga memastikan bahwa PPUM dan Panwas berada dibawah naungan Universitas ataupun Lembaga demi menjaga independentsi nya.

Langkah awal yang akan dilakukan oleh PPUM dan Panwas adalah pembuatan struktural anggota, mengkaji kembali Undang-Undang organisasi kemahasiswaan, dan saling menjaga koordinasi antara PPUM dan Panwas untuk menentukan tanggal pendaftaran partai politik sampai dengan hasil pemungutan suara, “ Yang pertama adalah kita akan menyusun stuktural anggota lalu mengkaji kembali undang-undang ormawa saat ini dan yang paling terpenting adalah menjalin koordinasi yang baik kepada semua pihak yang terlibat.” Ungkap Bagus delegasi dari DPM FISIP selaku ketua PPUM tahun ini.

Fikar, selaku ketua PANWAS perwakilan mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menyampaikan harapannya agar PEMIRA tahun ini berjalan sesuai aturan yang sudah ditetapkan, “ Semoga pemilihan raya kali ini berjalan sesuai prosedur, lancar, aman, dan damai.” Tutupnya. Target PPUM dan Panwas adalah sebelum bergulirnya Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB), sudah terpilihnya Presiden Mahasiswa (PRESMA) Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon. Pihak PPUM dan Panwas juga tidak lupa memberikan pesan terhadap semua pihak yang terlibat agar memberikan kepercayaan penuh kepada PPUM dan Panwas demi kelancaraan Pemilihan Raya tahun ini.

Agenda Baru Yang Menarik Di Festival Budaya Sunyaragi

Tidak ada komentar

Minggu, 23 Juni 2019




Cirebon, SetaraNews.com - Festival Budaya Sunyaragi (FBS) akan diselenggarakan dari tanggal 26 sampai dengan 30 Juni 2019. Festival yang menggaet 5 kabupaten dan kota di wilayah Ciayumajakuning, Festival ini rencananya akan menjadi agenda tahunan disitus budaya Sunyaragi seperti halnya Pekan Raya Jakarta (PRJ) yang digelar setiap tahunnya.

FBS akan menampilkan pertunjukan budaya, pameran kuliner, kerajinan dan kesenian dari masing-masing daerah yang ikut serta selama 4 hari berturut-turut. Diharapkan festival ini menjadi magnet masyarakat untuk lebih mengenal dan belajar mengenai budaya wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Dikutip dari website resmi Festival Budaya Sunyaragi dan hasil rapat panitia, berikut adalah agenda yang sudah di siapkan :

Rabu, 26 Juni 2019

10.00-11.00 WIB: Pagelaran Burok

13.00 WIB: Workshop Batik oleh Museum Seni Jakarta

13.00 WIB: Lomba Mewarnai, Lomba Foto, dan Lomba Tari

13.00 WIB: Pameran Bersama Museum

13.00 WIB: Pameran Kuliner & Kerajinan wllayah cirebon

15.00 WIB: Pembukaan Festival Budaya Sunyaragi

Drumband Akademi Maritim Indonesia

Sintren

Musik kontemporer SMP 13


Kamis, 27 Juni 2019

09.00 WIB: Pameran Museum

09.00 WIB: Pameran Kuliner dan Kerajinan Wilayah Cirebon

10.00-11.00 WIB: Burok

13.00 WIB: Workshop Gerabah oleh Museum Seni Jakarta

14.00 WIB: Lomba Mewarnai (TK  dan SD, Lomba Foto, Lomba Tari)

Fashion show MJ batik

16.00-17.00 WIB: Burok


Jum'at, 28 Juni 2019

09.00 WIB: Pameran Museum

09.00 WIB: Pameran Kuliner & Kerajinan wllayah cirebon

13,00 WIB: Seminar Oleh Direktorat PCBM Kemendikbud RI

Fashion show MJ batik

15.00 WIB: Penutupan FBS dan penampilan Kab Majalengka

16.00 WIB: Pagelaran Kesenian Kab Cirebon (Ronggeng Bugis dan Angklung Bungko)


Sabtu, 29 Juni 2019

08.00 WIB: Pameran Museum & WORKSHOP Gerabah oleh Museum Jakarta

09.00 WIB: Pameran Kuliner dan Kerajinan Wilayah Cirebon

13.00 WIB: Belajar Bersama di Museum Oleh Direktorat PCBM Kemendikbud RI

14.00 WIB: Lomba Sketsa (SMP), Lomba Foto, Lomba Tari, dan Fashion show MJ batik

15.00 WIB: Pagelaran Kesenian dari Kab Kuningan


Minggu, 30 Juni 2019

09.00 WIB: Pameran Museum

09.00 WIB: Pameran Kuliner dan Kerajinan Wilayah Cirebon

19.00 WIB: Penutupan dan Pagelaran Kesenian Indramayu (Randu Kentir), Singa Barwang, Tari Kreasi



Fakultas Ekonomi Rayakan Malam Puncak Dies Natalis dengan Summer Night

Tidak ada komentar

Sabtu, 22 Juni 2019

Barrismusic mengisi acara malam puncak Dies Natalis FE / foto: Puse

UGJ, SetaraNews.com – Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ), semalam (21/06) merayakan malam puncak Dies Natalis FE yang ke - 58 tahun. Acara Dies Natalis ini pertama kali diadakan dengan mengusung tema Summer Night yang diisi dengan bazar dan musik.

Menurut Aldi Cahyadi, selaku Ketua Pelaksana, tujuan diadakannya acara ini antara lain untuk mempromosikan FE UGJ diluar kampus agar bertambah jaringan sosialnya dan bereputasi lebih tinggi. “Acara ini diadakan untuk mempromosikan Fakultas Ekonomi diluar kampus agar bertambah jaringan sosialnya dan agar bereputasi lebih tinggi. Insya Allah dengan adanya perayaan Dies Natalis ini dapat menambah nilai plus tersendiri bagi Fakultas Ekonomi”.

Salah satu pengisi acara malam puncak Dies Natalis FE, Barrismusic mengungkapkan bahwa mereka senang diberi kesempatan untuk manggung di malam puncak Dies Natalis FE dan berterima kasih untuk semuanya. “Seneng, terima kasih ya buat semuanya. Semoga tahun ini mahasiswanya lulus semua dan kedepannya fakultas ekonomi bisa lebih baik”. Ucap Dimas Anggara selaku vokalis Barrismusic saat diwawancarai oleh tim Setaranews.

Selain Barris, acara juga dimeriahkan oleh pengisi acara lainnya, diantaranya Cindy Mawarni, Balaikampus, Skyline, dan Demaskentris.
Reporter : Nabila dan Puse

Festival Budaya Sunyaragi Memperkenalkan Kesenian Daerah Ciayumajakuning

Tidak ada komentar


Cirebon, Setaranews.com - Festival Budaya Sunyaragi adalah salah satu event pengenalan dan sosialisasi budaya kepada masyarakat dan para pelajar agar mereka mengetahui budaya dan membangun pariwisata di daerahnya. Acara yang akan digelar pada 26-30 Juni 2019 mendatang ini akan mempersembahkan kesenian tradisional dari Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan yang biasa dikenal Ciayumajakuning dengan ciri khas daerahnya masing-masing.

Festival ini akan menjadi event tahunan yang dilaksanakan oleh Managemen Keraton Kasepuhan Cirebon di Goa Sunyargi dengan tujuan agar generasi muda mengetahui dan melestarikan budaya yang telah diwariskan para leluhur untuk mewujudkan masyarakat yang berbudaya dan kreatif.

Pada kesempatan ini, Kabupaten Cirebon akan menampilkan kesenian Ronggeng Bugis dan Angklung Bungko. Tari Ronggeng Bugis ini merupakan pagelaran tari komedi yang dimainkan oleh penari laki-laki yang menggunakan busana wanita. Sedangkan Angklung Bungko adalah tarian khas Desa Bungko di Kecamatan Kapetakan. Tarian ini merupakan penggambaran peperangan yang diiringi alat musik Gendang, Angklung, Tutukan, Klenong, dan Gong.

Kemudian, perwakilan Kabupaten Indramayu akan menampilkan Tari Randu Kentir, tarian ini merupakan icon Kabupaten Indramayu itu sendiri, musik yang disajikan oleh tarian ini cenderung nge-beat namun lembut serta menghentak-hentak dibeberapa bagian.

Selain itu, Kabupaten Majalengka dan Kuningan pun akan mempersembahkan kesenian khas daerahnya, bagi pembaca yang penasaran penampilan apa saja yang akan dipersembahkan oleh Kabupaten Majalengka dan Kuningan, ikuti terus keseruan acara di Festival Budaya Sunyaragi.

Himakom UGJ Menjalin Komunikasi Gaya Masa Kini dengan E-sport

Tidak ada komentar

Jumat, 21 Juni 2019

Turnament E-Sport Game PUBG MOBILE / foto: Indah Bele
UGJ, SetaraNews.com – Himpunan Mahasiswa ilmu komunikasi (Himakom) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Menggelar acara Communication Championship yang diikuti serangkaian acara seperti E-sport yang diadakan pada tanggal 18 sampai dengan 19 Juni 2019 di Auditorium Utama Kampus UGJ Cirebon dan sport (futsal) yang diadakan di stadion Bima pada tanggal 20 sampai dengan 22 Juni 2019. 

Acara ini ditujukan untuk menjadi wadah dari kalangan yang mencintai minatnya masing-masing  dengan tidak hanya melibatkan peserta dari kota Cirebon saja tetapi juga melibatkan siswa SMA se-wilayah tiga Cirebon juga “harapan kami ini tidak lain dan tidak bukan bagaimana caranya kita ini bisa betul-betul menjadi wadah untuk mahasiswa ilmu komunikasi dan masyarakat acara ini salah satu ujung tombak kemajuan e-sport di Cirebon dan perkembangan prestasi untuk kota Cirebon” ujar Rian selaku ketua Himakom.

Adapun menurut Maulana selaku ketua pelaksana mengatakan "komunikasi tidak harus dalam bentuk public speaking dan broadcasting, karna dalam olahraga juga itukan salah satu bentuk komunikasi. komunikasi tim antar tim dan tim antar pribadi. Harapan kedepannya semoga acara ini lebih menarik dan meriah lagi ”. 

Opi selaku salah satu peserta e-sport yang berasal dari Jakarta, menyayangkan atas kendala jaringan wifi yang tidak stabil sehingga membuat permainan menjadi ngaret, akan tetapi beliau sangat mengapresiasi untuk masalah tempat dan juga jamuan yang disediakan oleh para panitia.

PMB 2019 UGJ Targetkan 3000 Mahasiswa Baru

Tidak ada komentar

Kamis, 20 Juni 2019


(foto : unswagati.ac.id)

Cirebon, SetaraNews.com - Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) 2019 telah dibuka dari bulan Januari sampai dengan bulan September 2019. PMB terbagi menjadi 3 gelombang dan melalui dua jalur yakni jalur regular dan jalur prestasi (PMDK). Untuk jalur PMDK terbagi menjadi dua yakni akademik dan non akademik dengan rata-rata nilai rapor harus 75 dan untuk jalur regular diharuskan membayar biaya pendaftaran sejumlah Rp.350.000,- 

Untuk PMB tahun 2019 UGJ menargetkan 3000 Mahasiswa baru. Saat ini PMB 2019 telah memasuki gelombang 1 tahap 3 dengan pendaftar yang masuk sebanyak 1.900 lebih dan yang telah melakukan registrasi sebanyak 500 orang. 

Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru UGJ H. Nasir Asman,Drs.,M.M. yang juga sebagai Wakil Rektor IV mengatakan bahwa untuk promosi UGJ tahun lalu dan sekarang terdapat perbedaan. Untuk tahun sekarang promosi menggunakan formulir pendaftaran yang terdapat didepan rektorat dan bagian pendaftaran, link para mahasiswa dan bimbingan konseling (BK) dari SMA dan SMK se Ciayumajakuning serta lembaga baru yakni UPT Promosi yang dibentuk oleh bidang empat. “Tahun ini ada lembaga khusus yang menangani promosi yaitu UPT Promosi yang tugasnya sepanjang tahun melakukan promosi baik promosi langsung saat PMB ataupun tentang hal lain yang berkaitan dengan kampus.” Ungkapnya saat diwawancarai tim Setaranews 

Beliau juga berharap target PMB dapat tercapai ditengah SNMPTN dan SBMPTN karena beliau yakin masyarakat telah percaya pada UGJ.

Temukan Karaktermu Pada Kelima Beauty Vlogger Berikut

Tidak ada komentar

Selasa, 18 Juni 2019



Lifestyle, Setaranews.com – Istilah beauty vlogger di Indonesia mulai popular sejak lima tahun kebelakang. Tak ayal banyak nama yang hadir mewarnai dunia tersebut. Dari sekian banyak, kelima nama berikut punya karakter yang kuat sebagai seorang beauty vlogger dan meraih kesuksesan besar yang tidak instan:

1. Sarah Ayu, Percaya Diri dengan Tubuh Gemuk



Ia punya kata-kata penyemangat bahwa everybody is beautiful in your own way. Meski tampil dengan tubuh yang gemuk, Sarah nampak percaya diri, manis dan ceria. Tidak ada batasan dalam dirinya, ia senang berpose layaknya model dengan outfit casual yang modis. Di Youtube, Sarah terkenal karena make up yang glowing natural dengan nuansa warm look. Ia senang mengaplikasikan warna-warna seperti oranye, cokelat dan merah.

2. Tasya “Classy” Farasya



Ratunya beauty vlogger memang jatuh kepada si Tasya Farasya. Siapa yang tidak kenal ia dengan make up bold yang khas dengan highlighter yang membanjiri wajahnya. Brand face pallete kolaborasinya dengan Focallure pun sempat menjadi pro dan kontra, tapi akhirnya laris di pasaran. Meski sering tampil classy di setiap postingannya, dan pula anak seorang konglomerat, Tasya ternyata pekerja keras, humble dan mandiri, lho.

3. Si Anti-Mainstream Suhay Salim



Pernikahan Suhay sempat ramai jadi buah bibir, bukan karena mewah dan megah. Tapi karena hanya digelar di KUA dengan memakai setelan casual berupa jeans dan kemeja. Meski mampu menggelar pernikahan impian banyak wanita, Suhay hanya ingin sesuatu yang lebih sederhana dan intim hanya bersama keluarga dekat. Gaya make upnya yang paling terkenal di Youtube adalah berani memainkan eyeshadow dengan warna-warnya yang menyala dan strong seperti hijau, biru, merah, ungu dan hitam.

4. The Exotic Rachel Goddard


Kalau yang satu ini punya gaya bicara yang kocak. Pembawaannya menyenangkan. Ia selalu memukau dengan make up yang match untuk kulit sawo matang khas Indonesia. Ibu satu anak ini selain punya video tutorial make up di Youtube, ia senang berbagi video tentang traveling ke berbagai tempat yang indah. 

5. Rupa-Rupa Warna ala Cindercella


Wuih, yang satu ini senang recreate make up para selebriti dunia khususnya ketika Met Gala. Hasilnya meski tidak sama persis, tapi benar-benar memikat dengan tips sederhana yang bisa ditiru. Cella juga senang membuat video tutorial make up karakter yang tidak kalah kece dengan padu padan warna yang meriah dan seru. Make upnya sangat cocok untuk tampil di festival atau karnaval.




Reporter: Fiqih Dwi Hidayah

Semangat Para Pemuda Desa Kampung Seni

Tidak ada komentar

Senin, 17 Juni 2019



Penampilan tari trasdisional di acara Panggung Spekta Visioner, foto : Dodo

Cirebon, Setaranews.com- Panggung Spekta Visioner kembali menggelar Acara di Alun-alun Gegesik tepatnya di daerah Gegesik, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon pada tanggal 15 Juni 2019. 

Acara kali ini mengusung tema "Maju Bersama" yang dihadiri oleh berbagai komunitas di daerah Cirebon, dan di meriahkan dengan hiburan tarian-tarian tradisional khas Cirebon seperti tari topeng kelana dan jaipong, kemudian ada juga pembacaan puisi serta penampilan akustik. 

Konsep acara ini adalah Community Gethering "supaya komunitas yang ada di daerah Cirebon bisa berkumpul saling mengenal dan menyambung tali sillahturahmi" ujar Muhammad Saidi selaku divisi humas acara tersebut.

Sebenarnya acara kali ini adalah acara pembuka dari rentetan acara yang akan di selenggarakan oleh Panggung Spekta Visioner. Acara selanjutnya akan diadakan pada tanggal 6 Juli yang bertemakan "Ngaji Seni" dan acara puncaknya itu pada tanggal 24 Agustus 2019.

Tujuan di adakan acara ini adalah supaya masyarakat Gegesik yang desanya dijuluki sebagai kampung seni itu bisa mengetahui apa itu seni dan apa saja bidangnya, maka dari itu sebagai pemuda gegesik mereka ingin memperkenalkan seni yang ada di desa itu, dan acara ini pun tidak diguyur dana dari instansi yang ada di desa Gegesik melainkan dari anggota Panggung Spekta Visioner.
LPM Setara/ reporter : Dodo.
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews