Responsive Ad Slot

Fakultas Ekonomi Rayakan Malam Puncak Dies Natalis dengan Summer Night

Tidak ada komentar

Sabtu, 22 Juni 2019

Barrismusic mengisi acara malam puncak Dies Natalis FE / foto: Puse

UGJ, SetaraNews.com – Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ), semalam (21/06) merayakan malam puncak Dies Natalis FE yang ke - 58 tahun. Acara Dies Natalis ini pertama kali diadakan dengan mengusung tema Summer Night yang diisi dengan bazar dan musik.

Menurut Aldi Cahyadi, selaku Ketua Pelaksana, tujuan diadakannya acara ini antara lain untuk mempromosikan FE UGJ diluar kampus agar bertambah jaringan sosialnya dan bereputasi lebih tinggi. “Acara ini diadakan untuk mempromosikan Fakultas Ekonomi diluar kampus agar bertambah jaringan sosialnya dan agar bereputasi lebih tinggi. Insya Allah dengan adanya perayaan Dies Natalis ini dapat menambah nilai plus tersendiri bagi Fakultas Ekonomi”.

Salah satu pengisi acara malam puncak Dies Natalis FE, Barrismusic mengungkapkan bahwa mereka senang diberi kesempatan untuk manggung di malam puncak Dies Natalis FE dan berterima kasih untuk semuanya. “Seneng, terima kasih ya buat semuanya. Semoga tahun ini mahasiswanya lulus semua dan kedepannya fakultas ekonomi bisa lebih baik”. Ucap Dimas Anggara selaku vokalis Barrismusic saat diwawancarai oleh tim Setaranews.

Selain Barris, acara juga dimeriahkan oleh pengisi acara lainnya, diantaranya Cindy Mawarni, Balaikampus, Skyline, dan Demaskentris.
Reporter : Nabila dan Puse

Festival Budaya Sunyaragi Memperkenalkan Kesenian Daerah Ciayumajakuning

Tidak ada komentar


Cirebon, Setaranews.com - Festival Budaya Sunyaragi adalah salah satu event pengenalan dan sosialisasi budaya kepada masyarakat dan para pelajar agar mereka mengetahui budaya dan membangun pariwisata di daerahnya. Acara yang akan digelar pada 26-30 Juni 2019 mendatang ini akan mempersembahkan kesenian tradisional dari Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan yang biasa dikenal Ciayumajakuning dengan ciri khas daerahnya masing-masing.

Festival ini akan menjadi event tahunan yang dilaksanakan oleh Managemen Keraton Kasepuhan Cirebon di Goa Sunyargi dengan tujuan agar generasi muda mengetahui dan melestarikan budaya yang telah diwariskan para leluhur untuk mewujudkan masyarakat yang berbudaya dan kreatif.

Pada kesempatan ini, Kabupaten Cirebon akan menampilkan kesenian Ronggeng Bugis dan Angklung Bungko. Tari Ronggeng Bugis ini merupakan pagelaran tari komedi yang dimainkan oleh penari laki-laki yang menggunakan busana wanita. Sedangkan Angklung Bungko adalah tarian khas Desa Bungko di Kecamatan Kapetakan. Tarian ini merupakan penggambaran peperangan yang diiringi alat musik Gendang, Angklung, Tutukan, Klenong, dan Gong.

Kemudian, perwakilan Kabupaten Indramayu akan menampilkan Tari Randu Kentir, tarian ini merupakan icon Kabupaten Indramayu itu sendiri, musik yang disajikan oleh tarian ini cenderung nge-beat namun lembut serta menghentak-hentak dibeberapa bagian.

Selain itu, Kabupaten Majalengka dan Kuningan pun akan mempersembahkan kesenian khas daerahnya, bagi pembaca yang penasaran penampilan apa saja yang akan dipersembahkan oleh Kabupaten Majalengka dan Kuningan, ikuti terus keseruan acara di Festival Budaya Sunyaragi.

Himakom UGJ Menjalin Komunikasi Gaya Masa Kini dengan E-sport

Tidak ada komentar

Jumat, 21 Juni 2019

Turnament E-Sport Game PUBG MOBILE / foto: Indah Bele
UGJ, SetaraNews.com – Himpunan Mahasiswa ilmu komunikasi (Himakom) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Menggelar acara Communication Championship yang diikuti serangkaian acara seperti E-sport yang diadakan pada tanggal 18 sampai dengan 19 Juni 2019 di Auditorium Utama Kampus UGJ Cirebon dan sport (futsal) yang diadakan di stadion Bima pada tanggal 20 sampai dengan 22 Juni 2019. 

Acara ini ditujukan untuk menjadi wadah dari kalangan yang mencintai minatnya masing-masing  dengan tidak hanya melibatkan peserta dari kota Cirebon saja tetapi juga melibatkan siswa SMA se-wilayah tiga Cirebon juga “harapan kami ini tidak lain dan tidak bukan bagaimana caranya kita ini bisa betul-betul menjadi wadah untuk mahasiswa ilmu komunikasi dan masyarakat acara ini salah satu ujung tombak kemajuan e-sport di Cirebon dan perkembangan prestasi untuk kota Cirebon” ujar Rian selaku ketua Himakom.

Adapun menurut Maulana selaku ketua pelaksana mengatakan "komunikasi tidak harus dalam bentuk public speaking dan broadcasting, karna dalam olahraga juga itukan salah satu bentuk komunikasi. komunikasi tim antar tim dan tim antar pribadi. Harapan kedepannya semoga acara ini lebih menarik dan meriah lagi ”. 

Opi selaku salah satu peserta e-sport yang berasal dari Jakarta, menyayangkan atas kendala jaringan wifi yang tidak stabil sehingga membuat permainan menjadi ngaret, akan tetapi beliau sangat mengapresiasi untuk masalah tempat dan juga jamuan yang disediakan oleh para panitia.

PMB 2019 UGJ Targetkan 3000 Mahasiswa Baru

Tidak ada komentar

Kamis, 20 Juni 2019


(foto : unswagati.ac.id)

Cirebon, SetaraNews.com - Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) 2019 telah dibuka dari bulan Januari sampai dengan bulan September 2019. PMB terbagi menjadi 3 gelombang dan melalui dua jalur yakni jalur regular dan jalur prestasi (PMDK). Untuk jalur PMDK terbagi menjadi dua yakni akademik dan non akademik dengan rata-rata nilai rapor harus 75 dan untuk jalur regular diharuskan membayar biaya pendaftaran sejumlah Rp.350.000,- 

Untuk PMB tahun 2019 UGJ menargetkan 3000 Mahasiswa baru. Saat ini PMB 2019 telah memasuki gelombang 1 tahap 3 dengan pendaftar yang masuk sebanyak 1.900 lebih dan yang telah melakukan registrasi sebanyak 500 orang. 

Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru UGJ H. Nasir Asman,Drs.,M.M. yang juga sebagai Wakil Rektor IV mengatakan bahwa untuk promosi UGJ tahun lalu dan sekarang terdapat perbedaan. Untuk tahun sekarang promosi menggunakan formulir pendaftaran yang terdapat didepan rektorat dan bagian pendaftaran, link para mahasiswa dan bimbingan konseling (BK) dari SMA dan SMK se Ciayumajakuning serta lembaga baru yakni UPT Promosi yang dibentuk oleh bidang empat. “Tahun ini ada lembaga khusus yang menangani promosi yaitu UPT Promosi yang tugasnya sepanjang tahun melakukan promosi baik promosi langsung saat PMB ataupun tentang hal lain yang berkaitan dengan kampus.” Ungkapnya saat diwawancarai tim Setaranews 

Beliau juga berharap target PMB dapat tercapai ditengah SNMPTN dan SBMPTN karena beliau yakin masyarakat telah percaya pada UGJ.

Temukan Karaktermu Pada Kelima Beauty Vlogger Berikut

Tidak ada komentar

Selasa, 18 Juni 2019



Lifestyle, Setaranews.com – Istilah beauty vlogger di Indonesia mulai popular sejak lima tahun kebelakang. Tak ayal banyak nama yang hadir mewarnai dunia tersebut. Dari sekian banyak, kelima nama berikut punya karakter yang kuat sebagai seorang beauty vlogger dan meraih kesuksesan besar yang tidak instan:

1. Sarah Ayu, Percaya Diri dengan Tubuh Gemuk



Ia punya kata-kata penyemangat bahwa everybody is beautiful in your own way. Meski tampil dengan tubuh yang gemuk, Sarah nampak percaya diri, manis dan ceria. Tidak ada batasan dalam dirinya, ia senang berpose layaknya model dengan outfit casual yang modis. Di Youtube, Sarah terkenal karena make up yang glowing natural dengan nuansa warm look. Ia senang mengaplikasikan warna-warna seperti oranye, cokelat dan merah.

2. Tasya “Classy” Farasya



Ratunya beauty vlogger memang jatuh kepada si Tasya Farasya. Siapa yang tidak kenal ia dengan make up bold yang khas dengan highlighter yang membanjiri wajahnya. Brand face pallete kolaborasinya dengan Focallure pun sempat menjadi pro dan kontra, tapi akhirnya laris di pasaran. Meski sering tampil classy di setiap postingannya, dan pula anak seorang konglomerat, Tasya ternyata pekerja keras, humble dan mandiri, lho.

3. Si Anti-Mainstream Suhay Salim



Pernikahan Suhay sempat ramai jadi buah bibir, bukan karena mewah dan megah. Tapi karena hanya digelar di KUA dengan memakai setelan casual berupa jeans dan kemeja. Meski mampu menggelar pernikahan impian banyak wanita, Suhay hanya ingin sesuatu yang lebih sederhana dan intim hanya bersama keluarga dekat. Gaya make upnya yang paling terkenal di Youtube adalah berani memainkan eyeshadow dengan warna-warnya yang menyala dan strong seperti hijau, biru, merah, ungu dan hitam.

4. The Exotic Rachel Goddard


Kalau yang satu ini punya gaya bicara yang kocak. Pembawaannya menyenangkan. Ia selalu memukau dengan make up yang match untuk kulit sawo matang khas Indonesia. Ibu satu anak ini selain punya video tutorial make up di Youtube, ia senang berbagi video tentang traveling ke berbagai tempat yang indah. 

5. Rupa-Rupa Warna ala Cindercella


Wuih, yang satu ini senang recreate make up para selebriti dunia khususnya ketika Met Gala. Hasilnya meski tidak sama persis, tapi benar-benar memikat dengan tips sederhana yang bisa ditiru. Cella juga senang membuat video tutorial make up karakter yang tidak kalah kece dengan padu padan warna yang meriah dan seru. Make upnya sangat cocok untuk tampil di festival atau karnaval.




Reporter: Fiqih Dwi Hidayah

Semangat Para Pemuda Desa Kampung Seni

Tidak ada komentar

Senin, 17 Juni 2019



Penampilan tari trasdisional di acara Panggung Spekta Visioner, foto : Dodo

Cirebon, Setaranews.com- Panggung Spekta Visioner kembali menggelar Acara di Alun-alun Gegesik tepatnya di daerah Gegesik, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon pada tanggal 15 Juni 2019. 

Acara kali ini mengusung tema "Maju Bersama" yang dihadiri oleh berbagai komunitas di daerah Cirebon, dan di meriahkan dengan hiburan tarian-tarian tradisional khas Cirebon seperti tari topeng kelana dan jaipong, kemudian ada juga pembacaan puisi serta penampilan akustik. 

Konsep acara ini adalah Community Gethering "supaya komunitas yang ada di daerah Cirebon bisa berkumpul saling mengenal dan menyambung tali sillahturahmi" ujar Muhammad Saidi selaku divisi humas acara tersebut.

Sebenarnya acara kali ini adalah acara pembuka dari rentetan acara yang akan di selenggarakan oleh Panggung Spekta Visioner. Acara selanjutnya akan diadakan pada tanggal 6 Juli yang bertemakan "Ngaji Seni" dan acara puncaknya itu pada tanggal 24 Agustus 2019.

Tujuan di adakan acara ini adalah supaya masyarakat Gegesik yang desanya dijuluki sebagai kampung seni itu bisa mengetahui apa itu seni dan apa saja bidangnya, maka dari itu sebagai pemuda gegesik mereka ingin memperkenalkan seni yang ada di desa itu, dan acara ini pun tidak diguyur dana dari instansi yang ada di desa Gegesik melainkan dari anggota Panggung Spekta Visioner.
LPM Setara/ reporter : Dodo.
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews