Responsive Ad Slot

Terbaru

latest

Aksi Lawan Korupsi di Hari Sumpah Pemuda




Cirebon, Setaranews.com – Tepat pada momentum hari sumpah pemuda 28 oktober 2019 Aliansi Pemuda Melawan (APEM) menggelar aksi demonstrasi di depan gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cirebon. Aksi tersebut berlangsung dikarenakan banyaknya kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di kota Cirebon yang mangkrak dalam penangananya.

APEM menilai bahwasaanya kejari kota Cirebon kurang progresiv dalam penanganan kasus korupsi yang terjadi di Kota Cirebon. Ginanjar, Juru Bicara (Jubir) aksi mengatakan banyaknya kasus dugaan korupsi yang mangkrak ditangani oleh lembaga yudikatif (Kejaksaan Negeri) Kota Cirebon, “Terdapat beberapa kasus yang tak kunjung selesai diantaranya yaitu kasus sengketa tanah cipto, Dana Alokasi Khusus (DAK 96 Milyar), Pembangunan gedung Sekretariat Daerah (Setda) 86 Milyar, semuanya tak kunjung selesai penangannaya”katanya saat ditanya setaranews.com disela-sela aksi berlangsung, Senin (28/10).

Lebih lanjut, Ginanjar juga menekankan akan terus mengawal kasus-kasus korupsi tersebut, “Kami akan tetap melawan dan terus turun kejalan untuk menyoroti tindak pidana korupsi, karena korupsi dapat merusak moral pemuda hari ini dan menjadi akar permasalahan bangsa kita Indonesia ini”, tegasnya pada setaranews.com.

Adapun tututan yang disampaikan oleh Aliansi Pemuda Melawan (APEM) pada aksi demonstrasi tersebut yaitu mendorong Kejari Kota Cirebon untuk menyelesaikan kasus dugaan Tipikor yang mangkrak dalam penanganannya, Menanyakan progress yang dilakukan Kejari dalam mengusut tuntas dugaan kasus Tipikor yang mangkrak, dan yang terakhir yaitu mendesak kejari untuk segera menangkap dan mengadili koruptor di Kota Cirebon.

Aksi tersebut berlangsung dengan damai dan penuh semangat, massa aksi juga membakar ban bekas sebagai semangat APEM dalam mengawal kasus korupsi di Kota Cirebon yang kemudian ditemui oleh Agung SH MH (Kasi Intel Kejari Kota Cirebon) dan Sidrotul Akbar SH MH (Kasi Pidana Khusus Kejari Kota Cirebon).

Sidratul yang mewakili Kajari Kota Cirebon menjawab beberapa hal yang menjadi tuntutan massa aksi, “kasus jalan cipto kita semua bisa mengikuti dan kami telah menetapkan tersangka dan telah melakukan proses dalam penangananya, yaitu dalam penanganan di tahap satu yang menemui kerugian negara sebesar 2,3 miliyar, kemudian terkait kasus DAK 96 Milyar sedang menempuh jalur perdata yang saat ini masih dalam tahap upaya banding yang kemudian akan ditingkatkan kejalur selanjutnya. Oleh karena itu penyelesaiannya menggunakan mekanisme perdata, adapun secara pidana tentunya tidak akan didiamkan oleh pihak penyidik,”jelasnya dihadapan massa aksi.

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews