Responsive Ad Slot

Terbaru

latest

Istilah Food Porn dan Budaya Makan di Korea Selatan


Setaranews.comPyororong! Sapaan khas Hari Jisun di Youtube. Ia adalah satu dari sekian food-vlogger asal Korea Selatan yang pandai berbahasa Indonesia dan telah mencicipi ragam kuliner lokal. Bersama adik laki-lakinya, Junsu dan ibunya, ia amat menikmati makanan Indonesia. Jisun mengaku senang makan Semur Jengkol dan Junsu senang makan Mie Ayam. Tiap berkunjung ke Indonesia, Junsu harus menyempatkan diri makan Mie Ayam. Lalu ia akan pesan tiga hingga empat porsi. Baginya satu porsi tidak cukup untuk takaran orang Korea yang terbiasa makan dengan porsi besar.

Masih ingat dengan istilah mukbang yang sempat ramai menjadi buah bibir? Diambil dari kata "meokneun" yang artinya makan dan "bangsong" yang artinya siaran. Pelaku mukbang biasa disebut BJ (Broadcast Jockeys). Jelas terdapat perbedaan antara mukbang dan food-vlogger. Porsi yang dimakan para BJ melampaui orang normal. Mereka dapat menghabiskan lebih dari tiga porsi pada jenis makanan yang sama. Porsi makan yang besar dan reaksi nikmat yang ditimbulkan dari mukbang membuatnya ditandai sebagai aktivitas food-porn.

Di Korea, mukbang mempunyai makna khusus yakni sebagai sarana teman makan. Masyarakat Asia, termasuk Indonesia dan Korea mempunyai tradisi makan bersama keluarga. Jadi ketika jauh dari keluarga dan tidak bisa makan bersama-sama, mukbang hadir sebagai "keluarga" yang seolah-olah hadir menemani makan. Professor Park Sung Hee dari Universitas Ehwa berujar, bahwa kata "keluarga" dalam bahasa Korea mempunyai makna "mereka yang makan bersama"

Apakah porsi makan orang Korea besar?

Di tempat makan tradisional Korea, ada budaya unik yang dapat menjelaskan kebiasaan makan orang-orangnya. Untuk menu porsi personal (persatu orang) akan disajikan dengan tiga hingga empat jenis banchan (lauk-pauk) yang di letakkan di pising (piring kecil). Lauk-pauk paling umum di Korea adalah aneka kimchi (yang terbuat dari sawi putih, lobak atau timun), sup, jeon (panekuk goreng isi sayur) dan rumput laut. Banchan biasanya disajikan secara gratis dan bisa refill. Bagi orang Korea menghabiskan makanan adalah salah satu bentuk penghormatan kepada yang sudah memberi makan (yang memasak). Jadi mereka terbiasa makan hingga kenyang ketika terdapat perjamuan makan malam di rumah kerabat.

Selain hal di atas, Korea mempunyai musim dingin yang dapat mencapai minus enam hingga empat derajat celsius. Menurut pakar kesehatan, Lisa Young, Ph.D. R.D, tinggal di suhu udara yang dingin dapat mempengaruhi nafsu makan seseorang. Tubuh akan cenderung mempertahankan suhu agar tetap hangat dengan cara mengkonsumsi banyak makanan, khususnya makanan hangat. Pantas saja masyarakat Korea senang menyantap makanan yang masih panas. Misalnya memakan mie instan (ramyeon) di panci agar tetap panas.

Tingkat obesitas Korea Selatan yang rendah

Para pelaku mukbang tampil dengan penampilan yang menawan, meski makan dengan porsi besar, tubuh mereka tetap ramping dan sehat. Ternyata sebagian dari mereka senang menghabiskan waktu untuk berolahraga. Karakter orang Korea yang paling terkenal adalah disiplin dan pekerja keras. Karena mereka mempunyai pola makan yang teratur, maka orang Korea jarang terkena berbagai penyakit seperti maag, sakit jantung dan obesitas. Tidak heran jika Korea Selatan menjadi salah satu negara dengan tingkat obesitas yang rendah bersama Jepang, Italia, Norwegia dan Swedia.

Selain tingkat kesadaran akan kesehatan dan kebugaran, Korea mempunyai olahan makanan yang sehat. Misalnya Kimchi yang dinobatkan sebagai makanan tersehat di dunia. Kimchi kaya akan kandungan antioksidan, vitamin (A, B dan C) serta bakteri probiotik yang baik untuk kesehatan yang dapat mencegah penyakit jantung dan diabetes.
Selain Kimchi, Korea menjadi negara dengan tingkat konsumsi bawang putih terbanyak di dunia. Orang Korea yang terkenal gemar makan daging panggang tidak butuh merasa khawatir terkena obesitas, mengingat mereka memakannya bersama dengan bawang putih serta selada mentah yang dapat mencegah kolestrol.

Konon, orang Korea takut mengkonsumsi nasi putih karena dianggap kurang sehat, meski sangat bergantung dengan beras. Maka biasanya para ibu di Korea memasak nasi dengan campuran nasi merah, nasi hitam dan biji-bijian agar lebih sehat. Dan jangan berharap menjumpai olahan makanan yang digoreng dengan minyak di Korea, karena mereka biasa mengolah makanan dengan cara merebus, mengukus dan memanggang. Karena budaya mengkonsumsi makanan sehat, harapan hidup di Korea jauh lebih tinggi dibanding Indonesia. Mereka rata-rata mempunyai angka hidup hingga usia 83 tahun.

Reporter: Fiqih Dwi Hidayah

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews