Responsive Ad Slot

Terbaru

latest

Aliansi Ormawa UGJ Menolak Campur Tangan Pihak Eksternal dalam PEMIRA


Poto: Kunjungan PPUM ke kantor Bawaslu Kota Cirebon.


UGJ, Cirebon, setaranews - Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa)  di lingkungan Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) menolak campur tangan pihak eksternal, dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Cirebon dalam Penyelenggaraan Pemilihan Raya Mahasiswa (PEMIRA).

PEMIRA yang dimaksud yakni pemilihan umum untuk memilih calon Ketua dam Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) di tingkat Universitas.

Dalam prosesnya PEMIRA kali ini menuai banyak polemik yang krusial dan juga prinsipil. Seperti yang diungkapkan oleh Koordinator Aliansi Mahasiswa UGJ, Ginanjar Nitimiharjo, PEMIRA kali ini adalah yang terburuk sepanjang pengetahuan Ormawa.

"Kondisi PEMIRA kali ini selain melanggar asas Luber dan Jurdil, juga mencoreng penyelenggaraan demokrasi di lingkungan akademis. Juga memberikan dampak negatif bagi citra Kampus di mata publik pada umumnya" tegasnya kpd setaranews, Sabtu (20/7), via sambungan seluler.

Ginanjar juga menyebutkan, penyelenggaraan PEMIRA kali ini selain terburuk juga terlucu. Pasalnya, kata Ginanjar, keterlibatan lembaga eksternal KPU dan Bawaslu dalam pembentukan Panitia Pemilihan Umum Mahasiswa (PPUM) dan Panitia Pengawasan mengabaikan asas dari oleh dan untuk mahasiswa dalam penyelenggaraan organisasi kemahasiswaan.

"Campur tangan atau intervensi pihak eksternal ini yang menjadi fokus kami. Gak ada urusan sama mereka. Ini pemilu mahasiswa bukan pemilihan kepala daerah" tukasnya.

Menurutnya, ini persoalan prinsipil, belum lagi bicara soal proses penyelenggaraan PEMIRA yang juga tidak kalah memprihatinkan. PPUM dan Panwas tidak memiliki legitimasi juga kompetensi yang mumpuni.

" Sedari awal pembentukan nya pun tidak transparan dan akuntabel. Otomatis selanjutnya juga akan menimbulkan polemik. Mulai dari masalah strategis juga teknis.  PEMIRA kali ini ibarat memilih kucing dalam karung. Konyol!" Tegasnya.

"Kami tidak menutup mata dan telinga atas persoalan ini. Langkah gerak kami tega juga komgkrit" pungkasnya.

Agus Dimiyati selaku Kepala Biro Kemahasiswaan mengatakan Pemilihan Raya tahun ini menggunakan Undang-Undang terbaru tetapi pihak Universitas juga merekomendasikan Undang-Undang terdahulu untuk menjadi bahan diskusi terkait aturan yang akan digunakan PEMIRA tahun ini, “ Mekanisme pemira kali ini akan menggunakan undang-undang terbaru namun kita mencoba untuk merekomendasikan undang-undang terdahulu agar menjadi aturan yang akan dipakai.” Ujarnya saat diwawancarai setaranews.com diruangan kantornya. Dia (Agus Dimiyati) juga memastikan bahwa PPUM dan Panwas berada dibawah naungan Universitas ataupun Lembaga demi menjaga independentsi nya.


Reporter: Galih

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews