Responsive Ad Slot

Terbaru

latest

Suara Mahasiswa Fakultas Ekonomi Melalui Ekonomi Berdialog


Cirebon,Setaranews.com. Demi mengutarakan keluh kesah atau aspirasi para Mahasiswa Fakultas Ekonomi terkait masalah yang terjadi di Fakultas Ekonomi, Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomi (DPM FE) Universitas Swadaya Gunung Jati ( UGJ ) menghimpun aspirasi-aspirasi mahasiswa melalui kotak suara yang sudah di  sediakan oleh DPM-FE dihalaman kelas manajemen dan akuntansi pada tanggal 8 Mei 2019.
       Setelah aspirasi terhimpun para anggota Dewan Perwakilan mahasiswa Fakultas Ekonomi melakukan kegiatan diskusi yang bertajuk “Ekonomi Berdialog” merupakan dialog langsung dengan para Dekanat terkait masalah-masalah yang timbul di lingkungan Fakultas Ekonomi, acara yang dilaksanakan pada tanggal 13 Mei 2019 di Auditorium Kampus 1 Universitas Gunung Jati. Adapun aspirasi yang sudah terhimpun 50 persen dari 100 mahasiswa yang mengisi kotak aspirasi mahasiswa Fakultas Ekonomi yang tergolongkan menjadi 4 jenis aspirasi.
     Yang pertama dari 50 mahasiswa ada sekitar 40 orang atau 80% mahasiswa mengeluhkan fasilitas yang ada, diantaranya fasilitas belajar mengajar yaitu infocus dan AC yang berfungsi tidak maksimal atau rusak kemudian ada kantin dan Wc yang jumlahnya tak sepadan dengan mahasiswa, kurangnya kebersihan juga sering di keluhkan oleh para mahasiswa, serta terganggunya mahasiswa karena asap rokok. Banyak mahasiswa wanita mengeluhkan hal ini karena asap tersebut mengganggu kenyamanan mereka ketika ada dikampus. atau dengan menyediakan ruangan khusus untuk para perokok-perokok sebagai solusi lain.
      Dan yang kedua para mahasiswa mengeluhkan tentanga masalah pembelajaran, dari 50 mahasiswa yang mengeluhkan pembelajaran ada sekitar 31 mahasiswa atau 62%, keluhannya itu seperti para mahasiswa mengeluhkan tentang jam mata kuliah salah satu dosen yang tidak teratur karena keterlambatannya sehingga mengganggu mata kuliah yang lain. Hal ini juga bisa menimbulkan kesalahpahaman antara mahasiswa dengan dosen mata kuliah tersebut. dan keluhan yang lainnya itu menanyakan keobjektifan penilaian dosen terhadap mahasiswa. Mahasiswa ingin mengetahui transparansi pada penilaian.
Kemudian yang ketiga mengenai pelayanan.dari 50 mahasiswa yang mengeluhkan pelayanan system TU terhitung sekitar 14 orang atau 28% mahasiswa. Dan ke empat masalah penyebaran informasi beasiswa yang tidak merata. “ Para mahasiswa mengeluhkan tentang ssstem pelayanan di TU (Tata Usaha) ataupun prodi mahasiswa pada sekarang ini. Kemudian pelayanan di Fakultas Ekonomi, mahasiswa menanyakan apakah ada beasiswa bagi mahasiswa biasa (non ormawa) karena beasiswa tersebut dirasa tidak tepat sasaran. Karena tidak sesuai dengan orang yang membutuhkan. intinya disini ada kecemburuan mahasiswa biasa dengan mahasiswa yang aktif di ormawa. "ujar Bagus selaku ketua umum DPM FE.

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews