Responsive Ad Slot

BEM-FT Gelar KPM Sebagai Bentuk Implementasi Tri Darma Perguruan Tinggi

Tidak ada komentar

Selasa, 10 Oktober 2017

Unswagati, Setaranews.com – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik (BEM-FT) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon menggelar Kemah Pengabdian Masyarakat (KPM) pada tanggal 5-7 Otober 2017 di Bumi Perkemahan (Buper) Cipaniis, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu agenda rutin tahunan yang kerap diselenggarakan oleh BEM-FT sebagai program khusus untuk mahasiswa baru Fakultas Teknik (FT) guna untuk membangun kesadaran sebagai mahasiswa dalam kerangka Tri Dharma Perguruan Tinggi.

"Selain sebagai bentuk implementasi terhadap penelitian, pendidikan, dan pengabdian masyarakat, sya juga mengarapkan pasca program KPM ini mahasiswa fakultas teknik dapat terbangun emosional nya dan menjadi solid,"ungkap Haris Darmawan, Ketua Pelaksana kegiatan, saat ditemui setaranews.com, Minggu (08/10).

Dalam kegiatannya (KPM) terdapat salah satu rangkaian acara yang menjadi keunggulan kegiatan tersebut yaitu Pengabdian Pada Masyarakat (P2M) dengan kegiatan berupa penanaman pohon, pengadaan tempat sampah untuk masyarakat sekitar, dan pembersihan sumber mata air di desa Cipaniis.

Kegiatan KPM diikuti oleh sebanyak 126 Mahasiswa baru Fakultas Teknik Unswagati Cirebon.

(Ramadhan/LPM Setara).

 

 

Apa Menariknya Piala Dunia Tanpa Belanda dan Argentina?

Tidak ada komentar

Senin, 09 Oktober 2017

SetaraNews.com - Kualifikasi Piala Dunia sudah memasuki babak-babak penentuan, gelaran akbar empat tahunan yang bakal di helat di Rusia itu sebentar lagi akan mengumumkan kontestan-kontestan resminya. Hanya saja, beberapa tim kuat justru masih berkutik di papan tengah dan memunculkan kemungkinan tak dapat tampil pada kompetisi sepakbola paling diminati di dunia itu. Dua tim itu adalah Argentina dan Belanda.

Belanda dan Argentina tentu masih harap - harap cemas. Bagaimana tidak, Dua tim langanan piala dunia itu sekarang malah sedang menanti keputusan tuhan untuk dapat membawa mereka setidaknya berada di posisi play off, iya play off.Pertandingan menentukan lain yang dimainkan oleh tim-tim kurang beruntung dengan peringkat yang tak bagus-bagus amat.

Belanda saat ini masih berada di posisi ke tiga grup A. tertinggal dari Perancis di posisi pertama dan Swedia di posisi ke dua. Harapan Timnas oranye untuk lolos ini benar-benar tergantung izin tuhan. jika direstui maka Swedia bisa terjungkal di laga-laga terakhir sedang Belanda, bisa superior mengalahkan pesaingnya. Jika skenario itu berjalan, maka warna oranye masih bisa kita lihat di Rusia. Tapi, kalau tidak, Ya sudah sampai bertemu lagi di Piala Eropa 2020 (jika lolos).

Nasib Argentina juga tak jauh berbeda, Di huni penyerang-penyerang super tajam. Argentina justru memble di kualifikasi. Sampai ketika pertandingan tinggal menyisakan satu laga lagi. Argentina justru anteng di posisi ke enam. Kalau sampai kalah di laga terakhir, Maka di Rusia kita tak akan lihat aksi Messi, Dybala, Icardi, Higuain, Aguero, Di Maria, Sampai Maradona. (Nama terakhir memang sudah pensiun).

Dua tim ini adalah juara kedua dan ketiga piala dunia edisi sebelumnya. Jadi, apa menariknya kalau-kalau piala dunia tanpa Argentina dan Belanda? Orang jauh bakal lebih mengingat ketika Messi gagal pinalti di putaran Final Piala dunia. Coba kalau yang gagal pinalti Ki Sung-Yueng, siapa yang peduli? Bagaimana juga nasib Robben. Jika tak tampil di piala dunia, otomatis kesempatan dia untuk melakukan diving juga tertutup.

Kasihan Rusia bisa jadi jumlah penonton bakal menurun, kemungkinan pertandingan seru bakal lebih sedikit, dan siapa tahu bisa jadi ekspektasi keuntungan Rusia di gelaran ini tak kesampaian karena Belanda dan Argentina yang absen.
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews