Responsive Ad Slot

Himakom Sampaikan Komunikasi Luas Lewat Dance Competition

Tidak ada komentar

Sabtu, 30 September 2017

Unswagati, Setaranews.com - Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himakom) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon menggelar Cover Dance Competition pada Sabtu, (30/09) di Auditorium Kampus Utama Unswagati.

Acara tersebut merupakan salah satu rangkaian acara dari Festival Komunikasi dengan tema global "The Power of Communication" senada dengan tema tersebut, Dance Competition merupakan salah satu media komunikasi non-verbal.

"Tujuannya untuk mengenalkan kepada khalayak umum bahwasanya jangkauan komunikasi itu sangatlah luas, termasuk juga Dance".ungkap Fauzi Faturrahman, Ketua Pelaksana Komunikasi Festival saat ditemui setaranews.com.

Lebih lanjut, Fauzi juga mengharapkan pasca acara yang dikenal dengan sebutan Communication Festival Jeh (Comfestjeh 2K17). "Semoga untuk tahun berikutnya, dimana acara yang sekarang kami jadikan acara rutin tahunan (Comfest) dapat lebih meriah lagi dikala nantinya mau mengadakan Dance Competition lagi",harapnya kepada setaranews.

Disisi lain, Tessa Nur Maulana juga memberikan harapan, katanya (Tessa) komunikasi dapat dikenal secara luas oleh masyarakat.

"Saya berharap melalui acara ini, kita dapat mengenalkan komunikasi secara luas, dimana dengandanca atau tarian kita dapat menyampaikan sebuah pesan dan berkarya".harapnya.

Cover Danca Competition diikuti sebanyak 15 Group dan untuk pengumuman pemenang kompetisi dance akan diumumkan pada saat acara Live Music yang akan diselenggarakan pukul 08:00 WIB malam nanti.

Dukungan Fakultas Dan Prodi Optimiskan Himakom Gelar Comfest 2017

Tidak ada komentar

Jumat, 29 September 2017

Unswagati, setaranews.com - Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (HIMAKOM FISIP) Unuversutas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) menggelar acara Communication Festival 2017 (Comfest 2017), pada 27-30 September 2017 dan bertempat di Kampus Utama dan Kampus III Unswagati Cirebon.

Comfest 2017 merupakan acara yang pertama kali digelar oleh Himakom, dimana pada acaranya menuai hambatan terkait pendanaan.

Tessa Nur Maulana, selaku ketua Umum Himakom mengatakan bahwa pihaknya sempat merasa pesimis dengan beberapa hambatan yang dihadapi, khususnya terkait minimnya anggaran.

"Kami hanya mendapat anggaran dua juta dari Universitas. Karena dana yang begitu menipis dengan kegiatan yang begitu banyak dan perlu dipertimbangkan, awalnya kami sedikit pesimis" katanya kepada setaranews.

Namun rasa pesimis tersebut menjadi tertutupi dengan dukungan datang dari pihak Fakultas dan Prodi yang membuat Himakom menjadi optimis menjalankan kegiatan tersebut sesuai yang diharapkan.

"Pihak fakultas dan prodi membuat kami optimis, mereka siap dan rela mengeluarkan uang pribadinya untuk membantu kegiatan kami, ini yang membuat kami semangat dan yakin kami bisa berjalan lancar" lanjut Tessa.

Comfest 2017 sendiri diisi dengan berbagai kegiatan, diantaranya seminar CSR yang sudah diselenggarakan Rabu kemaren (27/09) di Aula kampus Utama Unswagati, Talk Show Ilmu Komunikasi yang sudah dilaksanakannya juga pada Kamis (28/09) di Gedung Serba Guna Fisip Unswagati, Perlombaan Jurnalistik, Fotografi dan Videografi, serta dance competition yang kemudian disusl dengan kemeriahan malam puncak Communication Festival pada Sabtu (30/09) nanti.

Lebih lanjut, Tessa mengharapkan Comfest bisa menjadi agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Himakom dan bisa membangun image building bahwa ilmu komunikasi mempunyai "Communication Festival Jeh 2017".

Terakhir, Tessa berpesan agar mahasiswa ilmu komunikasi terus belajar, "kalian harus belajar dan terjun karena ilmu komunikasi itu luas, tanpa kalian mempelajari tanpa kalian terjun, kalian tidak tahu apa-apa, dan kalianlah yang akan merubah dan membentuk ilmu komunikasi secara luas bahkan dikenal masyawarat karena ilmu komunikasi berada ditangan mahasiswa" tutupnya (Felisa).

Gandeng DPW-Popmasepi, Hipmagri Adakan Pekan Kewirausahaan

Tidak ada komentar

Unswagati, Setaranews.com - Himpunan Profesi Mahasiswa Agribisnis (HIPMAGRI) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon menyelenggarakan seminar pekan kewirausahaan yang bertema, "Peranan Lembaga Dalam Mewujudkan Diversifikasi Pangan Lokal yang Berintegrasi Untuk Mencapai Kedaulatan Pangan", Kamis (28/09) di Auditorium Kampus Utama Unswagati.


Seminar tersebut merupakan salah satu rangkaian acara dari Pekan Kewirausahaan dan dihadiri sebanyak 97 peserta yang berasal dari berbagai delegasi diantaranya yaitu,  Delegasi Tim Business Plan Competition, Dewan Perwakilan Wilayah Perhimpunan Organisasi Profesi Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertania Indonesia (DPW-POPMASEPI), delegasi peserta dari Stand Bazar, dan peserta umum Seminar Pekan Kewirausaan.

Seminar yang dimulai pukul 09.00 ini dibuka secara langsung oleh Rektor Unswgatai Cirebon dengan pemukulan gong sebagai simbol pembuka acara. Dalam sambutannya, Prof. Dr. H Rochanda Wiradinata MP mengungkapkan bahwasannya sektor pertanian menjadi soko guru bagi Negara Indonesia, "Bidang pertanian sebagai penentu utama keberlangsungan hidup manusia. Ketidak efektifan pemerintah kita (Indonesia) tentang persoalan Beras Miskin (Raskin)  belum mampu mengatasi permasalahan pangan di Indonesia."ungkapnya saat menyampaikan sambutan pembuka Seminar Kewirausahaan, Kamis (28/09).

Pembicara yang dihadirkan dalam seminar tersebut berasal dari Ketua bidang kewirausahaan dan pengabdian Masyarakat (Dr.Boyke Setiawan Soeratin,S.P.,MM.Agr), Kepala Drive BULOG Jawa Barat (Abdul Muis S.Ali), Kemudian darai Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon (M.Gunawan).

Deversifikasi pangan merupakan alternatif penganekaragaman sumber karbohidrat sebagai pengganti beras, namun di Indonesia tetap saja tidak menimbulkan pengaruh yang signifikan dikarenakan tidak ada Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat mengolahnya dengan baik, Sedangkan yang menjadi nilai tambah pada pengolahan bidang pertanian yaitu dapat menjadikan suatu komoditas setelah diolah.

Salah satu pembicara Seminar, Dr. Boyke menerangkan terkait keberlangsungan deversifikasi, menurutnya yang dapat diharapkan mampu membatu permasalahan tersebut adalah mahasiswa.

"Dalam hal ini, kalian sebagai mahasiswa harus dapat dan mampu berdiri bersama Petani untuk keberlangsungan diversifikasi pangan ini,"jelasnya saat menyampaikan materi.

Selain diversifikasi pangan juga dijelaskan tentang Bulog sebagai lembaga pemerintahan non-departemen yang mengatur pendistribusian beras untuk masyarakat.

Pekan Kewirausahaan sendiri diselenggarakan selama tiga hari dari 28-30 September 2017 dengan berbagai kegiatan diantarannya yakni Seminar, Talk Show, Bussines Plan Competition, dan dilanjut dengan Field Trip menuju Keraton Kasepuhan Cirebon dan Goa Sunyaragi.

Perlu diketahui juga, Pekan Kewirausahaan bekerjasama dengan DPW II POPMASEPI, yang meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Kalimantan.

Khusnul Khotimah selaku Ketua Pelaskana acara mengharapkan melalui kegiatan tersebut daya kreatifitas mahasiswa menjadi semakin tinggi, sehingga daya saing pangan lokal pun menjadi meningkat.

"Dengan adanya Seminar ini, semoga peserta bisa lebih tertarik untuk berinovasi, dan kreatifitas mahasiswa menjadi semakin tinggi, serta kita juga mempunyai tujuan kalau pangan lokal itu punya daya saing, dan tidak harus makanan yang mewah, melaikan makanan yang unik itu yang kita cari." Tutupnya saat ditemui setaranews usai acara. (Riska Aulia).

 

Menuai Hambatan, Himakom Tetap Kokoh Selenggarakan Festival Komunikasi

Tidak ada komentar

Kamis, 28 September 2017

Unswagati, Setaranews.com - Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himakom) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) menggelar Seminar Komunikasi yang bertajuk "Peran CSR Perusahaan Terhadap Pembangunan Cirebon" pada Rabu (27/09) di Auditorium Kampus Utama Unswagati.

Pemateri yang dihadirkan berasal dari Public Relations (PR) Swissbell Hotel dan Praktisi CSR Kota Cirebon. Seminar tersebut merupakan salah satu rangkaian acara dari Communication Festival yang diselenggarakan oleh Himakom selama tiga hari kedepan (27-30 September 2017).

Pada pelaksanaannya, panitia menemui berbagai hambatan, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat panita untuk melaksanakan acara tersebut.

"Pasti yang namanya hambatan selalu ada, kali ini yang menjadi hambatan kami yaitu sedikitnya SDM pada kepanitiaan kami, kemudian anggaran dana juga menjadi hambatan bagi kami, dimana kami hanya memaksimalkan anggaran dari sponsor-sponsor saja karena dana yang diturunkan oleh Universitas dan Yayasan tidak sebanding dengan acara yang kami laksanakan."tegas Fauzi Faturrahman selaku Ketua Pelaksana.

Lebih lanjut, Fauzi juga mengharapkan adannya regenerasi untuk masa yang akan datang, "Karena ini acara rutin bagi Himakom sendiri, saya berharap untuk kedepannya konsepan acara seperti ini bisa lebih matang lagi, entah dari persiapan atau ketika teknis pelaksanaanya dan kami sudah sambungkan link-link dengan perusahaan, tinggal di Follow Up saja kedepannya."harapnya kepada setaranews.

Seminar Komunikasi Himakom dimulai pukul 08:00 WIB, dan dihadiri sebanyak 200 peserta yang berasal dari para undangan dan peserta umum. (Felisa)

 

Rektor Akui Adanya Penyelewengan Aturan Pada Pengangkatan Suherli

Tidak ada komentar

Rabu, 27 September 2017

Unswagati, Setaranews.com - Setelah melakukan Aksi bakar ban di kampus utama Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon. Kali ini civitas akademika yang terdiri dari Karyawan dan Dosen Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon melakukan aksi long march dari kampus 1, 2 dan Kampus 3, yang kemudian diakhiri di kantor Yayasan Pendidikan Sunan Gunung jati (YPSGJ) yang terletak di Komplek Bima, Kota Cirebon, Senin (26/9).


Dalam aksinya, massa aksi meminta Ketua Yayasan untuk segera mengambil keputusan dengan menandatangani surat penurunan Suherli sebagai Wakil Ketua Yayasan Sunan Gunung Jati (YPSGJ) yang diduga pengangkatan (Re: Suherli) telah melanggar aturan Menteri Riset,Teknologi, dan Pendidikan Tinggi ( Menristekdikti ) Nomor 3805/K4/KP/2017.

Prof. Dr. H. Rochanda Wiradinata MP selaku rektor Unswagati memberikan tanggapan mengenai aksi demonstrasi tersebut.

" saya harap mahasiswa tidak merasa terganggu dengan adanya aksi ini, tapi saya mengupayakan untuk kegiatan perkuliahan tetap berjalan lancar, memang di anggap ini sudah tidak kondusif, kalau mahasiswa yang ikut aksi kali ini, mungkin hanya kebetulan lagi tidak ada perkuliahan,"ucapnya kepada setaranews.

Selain itu Rochanda mengakui adanya penyelewengan aturan yang dilakukan oleh Suherli, namun sebelum pengangkatanya (Re: Suherli) sebagai Wakil Ketua Yayasan, Rektor Unswagati sudah menghimbau bahwasannya ada tiga syarat yang diajukan kepada Suherli sebelum masuk ke struktural.

Syarat tersebut yaitu tidak ada aturan yang melarang bahwa Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk mengambil peran dalam struktural melainkan yang bersangkutan harus mendapatkan izin dari Kopertis terlebih dahulu dan harus menjadi penghubung bagi civitas akademika dan civitas yayasan. Namun nyatanya ketiga syarat tersebut tidak dijalankan oleh yang bersangkutan.

" Kenyataannya sampai sekarang kopertis mempertanyakan Suherli Tidak ada izin, lantas dia telah melanggar peraturan yang ada, dan mungkin juga yang diharapkan teman - teman adanya reaksi ini mungkin yang tadinya diharapkan menjadi jembatan bagi para civitas akademik maupun yayasan tapi tidak sesuai dengan ekspektasi temen-temenku yang ada di sini,” jelasnya pada setaranews.com.

Pengangkatan Suherli sebagai wakil ketua yayasan memang dari awal tidak adanya izin kepada kopertis bahkan koordinator kopertis yang baru pun menanyakan perihal yang sama, izin tertulis hanya dilayangkan kepada Rektor Unswagati saja, namun Rektor tidak menerima Surat Teguran dari kopertis, hanya saja Suherli tetap akan di berikan sanksi sesuai dengan peraturan yang ada. (Trumiyanto Dwi Cahyadi )

Kembali Gelar Aksi, Dosen dan Karyawan Sambangi Kantor Yayasan Unswagati

Tidak ada komentar

Selasa, 26 September 2017

Unswagati, Setaranews.com - Sejumlah civitas akademika Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) yang terdiri dari dosen dan karyawan kembali menggelar aksi protes terkait permasalahan Yayasan Pendidikan Sunan Gunung Jati (YPSGJ) pada Selasa (26/09) di Depan  Kantor Yayasan yang berada tepat di Depan Rusunnawa Unswagati Cirebon.

Pada aksi kali ini para civitas akademika (Karyawan dan Dosen) melakukan Long March dari Kampus 1 Unswagati menuju Kantor Yayasan dengan massa aksi yang lebih banyak dari aksi yang digelarnya kemarin.

Medivit, Juru Bicara (Jubir) Aksi menjelaskan dengan tuntutan yang sama, salah satunya yaitu mengembalikan Suherli (Wakil Ketua YPSGJ) kepada kopertis. "Menurut peraturan yang ada, seorang PNS tidak boleh menjabat sebagai pejabat teras dalam yayasan, dan hal ini telah dilanggarnya (Re: Suherli). Karena dia sebagai PNS, "ungkapnya kepada setaranews pasca aksi berlangsung, Selasa (26/09).

Tak sampai disitu, Massa aksi juga meminta kepada yayasan agar mengembalikan pengelolaan keuangan kepada Universitas, lantaran pasca terbentuknya Pengurus yayasan yang baru pengelolaan keuangan berada dalam kendali yayasan.

" Kami menuntut yayasan harus mengembalikan pengelolaan keuangan seperti semula, dan mengauditnya serta mengembalikan tata kelola organisasi yang saat ini aturannya sangat memberatkan,"lanjut medivit.

Kemudian disisi lain, Dadang selaku Ketua YPSGJ mendukung aspirasi massa aksi yang langsung menggelar unjuk rasa di depan Kantor Yayasan.

" Saya akan mendukung penuh tuntutan kalian, tindakan demonstrasi sangat bagus dilakuakan asalkan tidak merusak aset-aset yang ada. Untuk tuntutan kalian saya dukung dan akan diproses secepatnya," tegasnya menemui massa aksi.

Aksi kali ini diwarnai dengan pembakaran ban bekas di depan Kantor Yayasan dan diwarnai dengan sedikit keributan ketika massa aksi meminta Ketua Yayasan untuk keluar menemui massa aksi yang kemudian menandatangani petisi bermaterai yang di berikan oleh massa aksi kepada Ketua Yayasan Unswagati Cirebon.

Mahasiswa Gelar Aksi Refleksi Peringatan Hari Tani Nasional

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com - Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Swadaya Gunumg Jati (Unswagati) Cirebon menggelar Aksi Refleksi Peringatan Hari Tani Nasional yang jatuh pada 24 September namun digelar esok harinya pada Senin (25/09) di Depan Kampus Utama Unswagati Cirebon. Aksi tersebut ditujukan agar masyarakat mengetahui akan adanya peringatan hari tani, seperti yang dikatakan oleh Mohammad Fauzi Gholin, selaku Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian (BEM-FP).

"Sebagai seruan buat masyarakat kita bahwasannya tanggal 24 September itu adalah hari yang bersejarah khususnya bagi kaum petani. Dimana kita (Fakultas Pertanian) merasa miris dengan problematika Tanah Indonesia, di mana permasalahan muncul melalui gencarnya pembangunan di Negara kita, khususnya yang berdomisili di Cirebon.Karena pembangunan tersebut lahan yang harusnya digolang oleh petani, akhirnya harus rela dipangkas dan berkurang, serta merampas hak-hak para petani yang kemudian ditambah lagi dengan permasalahan konflik agraria yang terjadi di Daerah Ciayumajakuning," katanya saat ditemui setaranews.com pasca aksi tani berlangsung.

Dalam aksinya, Massa Aksi juga meluapkan berbagai Orasi tentang pertanian, menampilkan Musikalisasi puisi dan Teaterikal serta disusul dengan diskusi. Hal tersebut dilakukan sebagai simbol perlawanan kaum petani terhadap permasalahan yang terjadi di Indonesia,"Dengan ini kita akan mengimplementasikan sebuah perlawanan melalui kegiatan-kegiatan pada peringatan Hari Tani Nasional," ungkap mahasiswa jurusan Agroteknologi tersebut.

Lebih lanjut, Mahasiswa yang kerap disapa  Gholin tersebut menambahkan, menurutrnya Hari Tani merupakan hari yang sakral dan bersejarah, "Bagi kami, hari ini (Hari Tani Nasional) adalah hari yang sangat penting di mana seluruh mahasiswa pertanian harus merefleksikannya dengan aksi turun ke jalan ataupun kegiatan perlawanan lainnya. Tanpa itu semua ibarat sayur tanpa garam, maka kami tegaskan bahwa setiap tanggal 24 September pasti melakukan aksi sosialisasi dan implementasi jangka panjang," tegasnya.

Aksi Hari Tani Nasional juga kerap diikuti oleh sebagian mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Teknik Unswagati Cirebon.

Gelar Aksi, Inilah Tiga Tuntutan Dosen dan Karyawan Unswagati

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com – Sejumlah  sivitas akademika Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati)  yang terdiri dari dosen dan karyawan menggelar aksi di depan Kampus 1 Unswagati, Senin (25/9).

Pada aksi yang diwarnai pembakaran ban tersebut, terdapat tiga tuntutan yang disampaikan. Tuntutan yang pertama yaitu menurunkan Suherli, Juju dan Ayu, sesuai dengan tulisan di spanduk pada aksi. Perlu diketahui, Suherli atau Prof. Dr Suherli Mpd merupakan Wakil Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ), sedangkan Juju (Hj Djuariah, SH MH) merupakan sekretaris YPSGJ, dan Hj Ayu Dharliana, SE SH MM MH sebagai bendahara YPSGJ.

Tuntutan untuk menurunkan Prof. Dr Suherli Mpd dari jabatannya di struktural YPSGJ dilakukan lantaran dilantiknya wakil ketua yayasan tersebut tidak sesuai dengan Surat Edaran yang dikeluarkan Menteri, Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Nomor 3805/K4/KP/2017. Pada surat tersebut disebutkan bahwa Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus membuat  surat koordinasi terlebih dahulu jika ingin menjadi tenaga dalam struktural bagi PTS.

“Bahkan beliau (Re: Suherli) itu sudah mendapatkan teguran dari Dikti melalui Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Jawa Barat karena hal tersebut.” Ujar Medivit, juru bicara aksi.

Selain menurunkan beberapa anggota yayasan, tuntutan selanjutnya yang disampaikan pada aksi yakni mengembalikan pengelolaan keorganisasian sesuai dengan tugas pokok dan fungsi awal. Diakui oleh Medivit, saat ini organisasi sudah tidak berjalan semestinya.

Tuntutan yang terakhir adalah mengembalikan tata kelola keuangan seperti sebelumnya di mana kebijakan pengelolaan anggaran saat ini ditarik seluruhnya oleh yayasan.

Dalam orasinya, Medivit menyebutkan bahwa terdapat segelintir orang yang memanfaatkan kelembagaan Unswagati untuk kepentingan pribadi. Hal tersebut, katanya, akan memberikan kerugian besar bagi seluruh masyarakat Unswagati.

"Orang-orang yang punya kepentingan secara pribadi harus kita keluarkan secara bersama-sama." Ujar Medivit.

Menanggapi tuntutan peserta aksi, Kuntara, Pembina YPSGJ yang datang ketika aksi sedang berlangsung akan mengambil tindakan sesuai dengan aturan yang berjalan.

"Segala sesuatu pada aturan harus dijalankan." Tegas Kuntara.

Setelah mendengarkan tanggapan dari Kuntara, peserta aksi pun membubarkan diri setelah sebelumnya mengancam akan mogok kerja jika tuntutannya tidak terpenuhi.

 

 

Wirayuwana Choir Gelar Concert Melody of Lifetime

Tidak ada komentar

Minggu, 24 September 2017

Unswagati, Setaranews.com - Wirayuwana Choir merupakan sebutan dari Paduan Suara Mahasiswa Unit Kegiatan Mahasiswa Seni dan Budaya (PSM-USB) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon telah menggelar Konser Melody of Lifetime yang kedua kalinya pada, Sabtu (23/09) di Aula Kampus Utama Unswagati Cirebon.

Pada Konser kali ini, Wirayuwana Choir mempersembahkan tema "A Memorable Stories of Togetherness" yang menceritakan tentang betapa pentingnya kebersaman.

"Dalam hal ini menceritakan arti dari kehidupan bahwa kebersamaan itu tidak bisa tergantikan oleh siapapun," ungkap Teddy, Ketua Pelaksana konser saat ditemui setaranews.com pasca berlangsunya konser.

Dalam konsernya, Wirayuwana Choir menampilkan lagu-lagu yang dibalut dengan aransemen khas paduan suara yang berbeda dengan versi aslinya. Adapun lagu yang ditampilkan merupakan lagu khas daerah Indonesia, antara lain Soleram, Lissoi, Janger, Badminton, Montor-montor Cilik, dan terdapat satu lagu yang berasal dari band luar negeri yaitu A Sky Full of Stars yang ditampilkan sebagai lagu penutup konser.

Konser ini turut dihadiri oleh PSM yang berasal dari Universitas lain yang berada di Cirebon, Orang Tua dari anggota PSM Wirayuwana Choir, dan Masyarakat umum. (Hashbi Isma Rabbani)
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews