Responsive Ad Slot

Puisi: Negeri Katanya

Tidak ada komentar

Jumat, 18 Agustus 2017

Katanya Indonesia sudah merdeka

Merdeka bagi siapa?

Bagi orang-orang borjuis penggerus rakyat biasa


 


Katanya Indonesia sudah merdeka

Merdeka yang seperti apa?

Jika masih banyak rakyat biasa tak sejahtera


 


Katanya Indonesia sudah merdeka

Merdeka dalam hal apa?

Jika sistem borjuasi masih merajalela dimana-mana

Rakyat biasa tertindas karenanya


 


Ah negeri ini hanya sekedar katanya, katanya dan katanya .....


 


Cirebon, 17 Agustus 2017


 


Oleh: Hashbi Isma Rabbani, Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unswagati Cirebon.

Sispala Kaldera Bentangkan Bendera 1.000 Meter Pada HUT RI Ke-72 Tahun

Tidak ada komentar
Regional, Kuningan, Setaranews.com - Siswa-Siswi Pecinta Alam (Sispala) Kaldera SMA 1 Arjawinangun telah berhasil membentangan Bendera Merah-Putih sepanjang 1.000 meter dipuncak Gunung Ciremai.

Pembentangan bendera merah-putih yang dibentangkan oleh kurang lebih 900 pendaki tersebut dilaksanakan pada pukul 08:00 WIB di atas ketinggian 3.078 Mdpl Gunung Ciremai, Kuningan pada hari Kamis 17 Agustus 2017 tepat dihari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke-72 tahun.

Pembentangan bendara di Puncak Ciremai bukanlah hal yang pertama dilakukan oleh Siswa-Siswi Pecinta Alam (Sispala) Kaldera SMA 1 Arjawinangun, hal tersebut di ungkapkan oleh Hamjah Maulana Yusuf, Ketua Pelaksana (Ketuplak) kegiatan pengibaran bendera di Puncak Ciremai tahun 2017.

"Pada tahun 2014 silam kami kibarkan bendara merah-putih sepanjang 300 meter di Puncak Ciremai, kemudian tahun selanjutnya (2015) kami bentangkan kembali bendera merah-putih sepanjang 500 meter, kemudian di tahun ini, tepat di hari peringatan RI ke-72 kami bentangkan kembali bendera merah-putih sepanjang 1.000 meter,"ungkapnya.

Lebih lanjut, Hamjah mengharapkan dengam dikibarkannya bendera 1.000 meter di Puncak Ciremai dapat menjadi pengingat bagi bangsa, "Semoga pada peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) yang ke-72 ini dapat mengingatkan kita semua terhadap pejuang-pejuang negara yang telah gugur dalam peperangan, mereka telah memperjuangkan negara ini menjadi merdeka dari tangan-tangan penjajah", harapnya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh segenap siswa-siswi yang tergabung dalam Sispala, diantarannya Sispala Kaldera SMA 1 Arjawinangun, SMA Islamic Center,  Mayura SMKN 1 Jamblang, Tapak SMAN 1 Jamblang, dan Jagat dari SMAN 1 Plumbon. (Felisa Dwi Pujianti).

Baca Juga: Pengibaran bendera 1000 Meter Kaldera 2017

Narasumber Berita Dikutip Dari www.sindonews.com

INDONESIA MERDEKA CUMA SATU HARI

Tidak ada komentar

Kamis, 17 Agustus 2017

 Opini, Setaranews.com - Terhitung sudah 72 tahun semenjak proklamasi dikumandangkan di Pegangsaan Timur, Jakarta. Hari ini rakyat seluruh Indonesia merayakan kembali momen yang dianggap paling bersejarah dalam perjalanan bangsa dan negara Indonesia. Dengan semangat anti-kolonialisme, rakyat menyambut dengan suka cita detik-detik saat proklamasi di kumandangkan 72 tahun silam. Menengok ke belakang saat peristiwa tersebut terjadi, dan menandai dimulainya babak baru dalam perjalanan Indonesia sebagai sebuah negara kesatuan republik baru di dunia. Ada asa yang menyala, ada harapan-harapan baru yang muncul setelah lebih dari 3 abad mengalami penjajahan dari bangsa asing. Tentang kehidupan yang lebih adil, sejahtera, serta bermartabat tanpa adanya kerja paksa serta penindasan dalam konteks umum yang selama ini dirasakan oleh rakyat Indonesia di berbagai daerah.

Setelah peristiwa tersebut, tepatnya tahun 1948 di Prancis terjadi pula peristiwa penting dan bersejarah yang mempengaruhi peradaban manusia dalam skala global. Adanya Universal Declaration of Human Rights (UDHR, 1948) yang berisikan kesepakatan negara-negara di dunia untuk menjunjung tinggi hak-hak dasar manusia atau lebih dikenal dengan hak asasi manusia (HAM) di Indonesia seakan menjadi angin segar bagi kehidupan masyarakat dunia. Terlebih setelah Indonesia memutuskan untuk masuk dalam perserikatan bangsa-bangsa (PBB) yang mengharuskan Indonesia turut serta menjalankan amanat dari UDHR 1948. Setidaknya dua persitiwa tersebut yang menjadi dasar dari opini penulis untuk mengatakan negara memiliki hutang kepada rakyat dalam hal kesejahteraan dan terjaminnya hak-hak dasar rakyat sebagai manusia dan warga negara Indonesia.

Tanpa menafikan jasa dari para pahlawan yang berjuang dalam merebut kemerdekaan, penulis ingin mengambil perspektif lain dalam merayakan pesta tahunan rakyat Indonesia. Pertanyaan umumnya, apakah hari ini kita sudah benar-benar merdeka sebagai sebuah bangsa dan negara? Mungkin jawabannya, iya. Jika hal ini kita tinjau dari perspektif hukum, juga legitimasi yang didapatkan oleh Indonesia dari negara-negara lain. Tapi dengan berbagai janji kemerdekaan yang dulu dibuat oleh para pendiri bangsa, kemudian diterjemahkan dalam Pancasila dan UUD 1945, rasanya masih banyak hal yang belum terlunasi dari pernyataan-pernyataan tersebut.

72 tahun bukan waktu yang sebentar, bahkan banyak negara yang umurnya kurang dari 70 tahun tetapi tingkat kesejahteraan rakyatnya melebihi Indonesia. Lalu ada yang mengatakan membangun Indonesia ini memang sulit, perlu waktu yang panjang. Karena jumlah penduduknya banyak, wilayah teritorialnya luas dan masalah keberagaman yang kompleks membuat Indonesia butuh lebih banyak waktu daripada negara-negara lain. Anggapan ini tidak seutuhnya benar, karena jika kita melihat landscape kekayaan yang kita miliki, menjadi masuk akal jika kemajuan negara bisa diraih dengan lebih cepat.

Dilihat dari sisi ekonomi, banyak masalah yang terjadi akibat dari pengelolaan keuangan negara yang kurang baik dan berimplikasi pada terus meningkatnya jumlah hutang negara. Belum lagi ditambah kasus-kasus korupsi para pejabat negara dari rezim ke rezim yang seakan tidak ada habisnya, membuat kerugian negara terus bertambah dari tahun ke tahun. Kemudian angka ketimpangan yang tinggi menjadi representasi dari belum hadirnya kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Isu terakhir yang hangat diperbincangkan tentang menurunnya daya beli masyarakat juga menjadi masalah yang harus segera diselesaikan.

Dengan ideologi negara yang bernama Pancasila, sebenarnya kita memiliki pondasi kokoh untuk menjadi negara yang stabil dari sisi sosial dan politik. Karena kebaikan-kebaikan yang terkandung didalamnya menjadikan negara mempunyai konsep yang jelas untuk me-manage perbedaan-perbedaan yang terjadi di tengah masyarakat. Tapi dalam kenyatannya, sudah berapa banyak konflik sosial yang terjadi akibat tidak hadirnya negara untuk memediasi berbagai masalah, atau kesalahan langkah penyelesaian akibat adanya intervensi dari negara asing. Belum lagi, konflik-konflik yang muncul karena masalah seputar modernitas, agama dan keindonesiaan juga masih terjadi dari dahulu hingga kini.

Maka dengan berbagai realitas yang ada, Indonesia belumlah mencapai kemerdekaan yang hakiki. Karena rakyat yang menjadi inti dari penyelenggaraan negara masih banyak terabaikan. Sebab itu menjadi layak untuk penulis mengatakan, INDONESIA MERDEKA CUMA SATU HARI.

Hidup Rakyat!!!

 

Penulis: Ahmad Ihsan Amala

Puisi: Wajah Kemerdekaan Republik Indonesia

Tidak ada komentar

Rabu, 16 Agustus 2017

Apakah Indonesia sudah Merdeka?

 

Indonesia bukan Pemerintah

Merdekanya Indonesia bukan karena Pemerintah

Pemerintah yang menjajah

Indonesia bukan Rakyat

Merdekanya Indonesia bukan karena Rakyat

Rakyat yang jahat

Indonesia bukan para Cendekiawan

Merdekanya Indonesia bukan karena para Cendekiawan

Cendekiawan asal-asalan

 

Kalau sudah Merdeka, Merdeka apanya?

 

Indonesia bukan para Ahli Bidang

Merdekanya Indonesia bukan karena para Ahli Bidang

Ahli Bidang yang pecundang

Indonesia bukan Tanah

Merdekanya Indonesia bukan karena Luas Tanah

Tanah penuh sampah

Indonesia bukan Air

Merdekanya Indonesia bukan karena banyaknya Air

Air limbah cair

 

Bagaimana, yakin Indonesia sudah Merdeka?

 

Wahai Wajah Kemerdekaan

Kalian semua Wajah Kemerdekaan

Merdekanya Indonesia karena Kesadaran

Merdekanya Indonesia karena Cinta dan Perjuangan

 

Indonesia itu Merah Putih

Indonesia itu Pancasila

Indonesia itu Bhineka Tunggal Ika

 

Jadi, apakah Indonesia sudah Merdeka?

 

 

Catatan : Selamat memperingati Hari Ulang Tahun Republik tercinta Indonesia ke-72 Tahun

Semoga benar-benar Merdeka

 

Oleh Ilalang

Organda Nilai Ojek dan Taxi Online di Cirebon Ilegal

Tidak ada komentar
Setaranews.com - Keberadaan angkutan berbasis online di Cirebon menuai berbagai kecaman dari pihak organda dan angkutan konvensional. Mereka berpendapat bahwa perusahaan transportasi online tersebut tidak mengantongi ijin operasional di wilayah Kota Cirebon.

“Mereka itu ilegal karena tidak memiliki ijin beroperasi yang dikeluarkan oleh pemerintah Kota Cirebon, dalam hal ini Dinas Perhubungan Kota Cirebon. Seharusnya perusahaan tersebut harus terlebih dahulu mengantongi ijin beroperasi dari pemerintah daerah karena wilayah operasional mereka di daerah Cirebon.” Ujar Karsono selaku sekretaris Organda Kota Cirebon

Selain itu, Dinas Perhubungan Kota Cirebon sudah melayangkan surat peringatan kepada pihak perusahaan sebanyak 3 kali terkait belum adanya ijin beroperasinya angkutan berbasis online, namun hal tersebut tidak diindahkan oleh pihak perusahaan angkutan online tersebut.

“Bahkan Dinas Perhubungan Kota Cirebon sudah melayangkan surat peringatan sebanyak 3 kali, tetapi mereka menentang peringatan dari Dishub dengan tetap beroperasinya ojek dan taxi online sampai sekarang,” lanjut Karsono.

Menurut hasil pantuan dari setaranews.com Pemerintah Kota Cirebon tidak pernah mengeluarkan ijin beroperasinya model angkutan berbasis online di wilayah kota Cirebon, pihak perusahaan transportasi online hanya mengantongi ijin beroperasi dari Pemerintah Provinsi dan Kominfo saja.

Ratusan Supir Angkot Berunjukrasa Menolak Angkutan Online

Tidak ada komentar
Cirebon, Setaranews.com- Ratusan supir angkutan konvensional padati Jalan Siliwangi dalam rangka menggelar aksi menolak perusahaan angkutan online yang beroperasi di Kota Cirebon, Selasa (15/08).

Sejak pukul sepuluh ratusan supir angkot yang berasal dari armada DI-D10 dan angkutan Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) yang  terdiri dari GG, GC, GP, GM, dan GS, berkumpul melakukan unjuk rasa di depan kantor DPRD Kota Cirebon. Mereka menuntut pemerintah Kota Cirebon untuk segera melakukan upaya tindakan pelarangan angkutan berbasis online beroperasi di Cirebon, sebab keberadaan mereka dinilai telah merugikan ratusan angkutan konvensional yang sejak lama beroperasi di Cirebon.

Menurut salah satu masa aksi sejak kemunculan angkutan online sangat berpengaruh terhadap pengasilan sehari-harinya.

“Dampak yang ditimbulkan dari adanya angkutan online ini banyak sekali salah satunya pendapatan kami menurun dari hari-hari biasanya hingga 70%,” ujar Teja salah satu masa aksi.

Selain itu ratusan supir angkot juga meminta pertanggungjawaban pihak Organisasi Angkutan Darat (ORGANDA) untuk segera melakukan tindakan terkait hal tersebut.

Menanggapi hal tersebut, pihak organda yang diwakili oleh Karsono selaku sekretaris Organda Kota Cirebon berjanji akan memfasilitasi para supir angkot untuk duduk bersama dan berdialog dengan pihak DPRD, Walikota dan Dinas Perhubungan untuk segera melakukan tindakan penutupan perusahaan transportasi online yang dianggap telah meresahkan para supir angkot konvensional.

“Saya siap memperjuangkan aspirasi supir angkot konvensioanal yang telah lama berkontribusi dalam memberikan pelayanan transportasi kepada masyarakat kota Cirebon” tegasnya.

Masa aksi sendiri mengancam akan melakukan mogok beroperasi selama tiga hari kedepan apabila Pemerintah Kota Cirebon tidak segera melakukan tindakan penghentian operasional angkutan online.

Pengibaran bendera 1000 Meter Kaldera 2017

Tidak ada komentar

Senin, 14 Agustus 2017

Cirebon, Setaranews.com - Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Arjawinangun Kabupaten Cirebon adakan pengibaran Bendera 1000 meter kaldera 2017. Acara tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 15 - 17 Agustus 2017, dalam rangka memperingati hari kemerdekaan republik Indonesia yang ke-72. Pengibaran bendera 1000 meter ini dilaksanakan oleh sejumlah SISPALA ( siswa-siswi pencinta alam) dari SMA 1 Arjawinangun, SMA Islamic center, Mayura dari SMKN 1 Jamblang, Tapak dari SMAN 1 Jamblang, dan Jagat dari SMAN 1 Plumbon.

Pembentangan Bendera di atas puncak gunung merupakan kali ketiga dilakukan oleh para SISPALA. Pada 2014 panjang bendera mencapai 300 meter, tahun 2015 sekitar 500 Meter dan tahun ini mencoba 1000 meter. Persiapan-persiapan untuk memecahkan rekor muri ini sedang dalam proses perizinan.

Pada 15 Agustus 2017 lebih tepatnya pukul 08.00 WIB, para pendaki akan berangkat ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cirebon untuk acara pelepasan oleh ketua DPRD kota Cirebon dan Ketua Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporbudpar) Kabupaten Cirebon.

Pengibaran Bendera 1000 Meter ini kan dilaksanakan di puncak Gunung Ciremai tepat pada 17 Agustus 2017 mendatang. Pemilihan Puncak Gunung Ciremai sebagai tempat pembentangan karena Gunung Ciremai adalah icon dari Jawa barat “selain itu juga Gunung ciremai salah satu gunung yang mempunyai kawah terbesar yang memungkinkan untuk membentangkan bendera 1000 m dan kawah terindah.” Tutur Hamzah Maulana Yusuf  selaku Ketua Pelaksana sekaligus pelatih SISPALA SMAN  1 Arjawinangun.

Persiapan demi persiapan sedang dalam proses, mulai dari persiapan fisik selama satu bulan, packing Bendera dan teknik pembentangan Bendera pada saat dipuncak merupakan persiapan dini agar tidak ada kesulitan.

“Semoga dari kegiatan ini jiwa nasionalisme lebih tertanam pada siswa, Mereka (para pendaki) paham kalau naik gunung itu adalah salah satu bentuk nasionalisme kita terhadap NKRI” tambahnya saat diwawancarai via WhatsApp. (Felis)

Saut Situmorang: KPK Sedang Mendalami Dugaan Korupsi Tanah Cipto dan Gedung Setda

1 komentar
Cirebon, Setaranews.com  – Bukan lagi komisioner Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang kali ini turun ke daerah, melainkan langsung dari pucuk pimpinan yang tidak lain adalah Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang. Wakil Pimpinan lembaga anti korupsi ini pun mengakui sedang mendalami beberapa kasus dugaan korupsi di Kota Cirebon, diantaranya yaitu soal Pembangunan Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cirebon dan Sengketa Tanah Cipto yang menurut perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengakibatkan kerugian Negara sebesar Rp 21,622 Miliar.

Saut Situmorang, turut mengatakan memang sudah ada beberapa laporan dugaan koruspi baik dari Kabupaten maupun Kota Cirebon yang masuk kepada KPK.

“ Betul sudah ada yang masuk. Untuk perosalan Tanah Cipto kami sedang mendalaminya lebih jauh. Gedung Setda juga sudah ada yang melaporkan kepada kami,” ujarnya kepada setaranews, pada saat diskusi di kedai Kopi Mubtada, Minggu (13/08).

Selain itu, Saut Situmorang pun mempersilahkan kepada publik untuk berperan aktif membantu aparatur penegak hukum dalam rangka mencegah dan menegakan tindak pidana korupsi.

“Kami terbuka untuk pendidikan anti korupsi, baik untuk seminar ataupun diskusi, silahkan untuk berkomunikasi dengan tim dari KPK. Yang jelas untuk dua kasus tersebut kami sedang mendalaminya lebih jauh lagi, siapa yang mengantongi kerugian Negara tersebut,” pungkasnya.

Seperti yang diketahui untuk persoalan dugaan korupsi Tanah Cipto saat ini selain ditangani KPK juga ditangani langsung oleh Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabespolri) yang beberapa waktu silam meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menghitung besaran kerugian Negara. Beberapa pejabat dan politisi pun sudah ada yang dimintai keterangan oleh  tim penyidik, baik dari Mabespolri maupun KPK.

Mubtada: Melawan Korupsi Mulai Dari Kedai Kopi

Tidak ada komentar
Cirebon, Setaranews.com - Dalam rangka memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 72, Kedai Kopi Mubtada menggelar acara diskusi dengan tema “Melawan Korupsi dari Kedai Kopi”.  Narasumber yang didatangkan sebagai pemantik diskusi tidak tanggung – tanggung, yaitu Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang.

Seperti yang diungkapkan oleh Ibas, Moderator sekaligus pemilik Kedai, bahwa kerugian akibat korupsi yang merupakan kejahatan luar biasa tidak hanya dalam bentuk nominal yang bisa dikalkulasikan. Dampak yang jarang sekali diketahui yaitu dari sisi Social Cultural.

“Korupsi sampai saat ini masih menjadi momok menakutkan jika kita mengetahui dampak buruknya. Tidak hanya kerugiaan keuangan Negara. Tak kalah penting yaitu kerugiaan budaya,” ujarnya kepada setaranews.com, Minggu, (13/08)

Lebih lanjut, Ibas menambahkan, di Kota Cirebon sendiri banyak sekali persoalan korupsi yang tentunya berdampak kepada Pembangunan baik infrastruktur dan sumber daya manusianya. Ditambah lagi, minim sekali ruang publik yang membicarakan persoalan – persoalan korupsi di Kota Cirebon.

“Kedai kopi harus menjadi public space bukan Space Available. Kami membuka selebar – lebarnya bagi siapapun yang ingin menggelar diskusi sosial kebudayaan.  Kedai kopi harus mempelopori itu, Mubtada siap,” ucapnya.

Dilain pihak, Wakil Sekretaris Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH-NU) Waswin Janata menanggapi bahwa memang peranan kedai – kedai kopi dalam membangun Republik Indonesia (RI) tidak bisa dipandang sebelah mata.

“Ide untuk menculik Soekarno dan mendorongnya untuk segera memproklamirkan kemerdekaan itu muncul saat Pemuda sedang diskusi sambil ngopi disalah satu kedai di Jakarta. Sejarah mencatatatnya demikian,” tukasnya.  (Epri Fahmi)

Mahasiswa KKN Lakukan Penanaman 1000 Mangrove

Tidak ada komentar
Cirebon, Setaranews.com - Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) bersama Kelompok KKN Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Cirebon melakukan penanaman 1000 Mangrove di Pantai Baro, Desa Gebang Mekar, Penanaman tersebut merupakan salah satu Program Kerja (Proker) bersama antara kelompok KKN Unswagati dan IAIN Syekh Nurjati yang ditempatkan di Kecamatan Gebang, Cirebon.

Program tersebut mendapat sambutan positif dari warga desa sekitar, hal itu diungkapkan oleh Edi selaku Badan Perwakilan Desa (BPD) Gebang Mekar, " kami sangat apresiasi sekali kepada mahasiswa yang ingin melakukan penanaman mangrov ini, karena mangrove sendiri selain bermanfaat untuk mengurangi pemanasan global, mangrove juga dapat melestarikan biota bawah laut atau dapat melindungi ikan-ikan kecil yang berada di dalam laut, dan itu harus dilestarikan", ungkapnya saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan penanaman 1000 mangrove, Minggu (13/08) di Pantai Baro, Gebang Mekar.

Lebih lanjut, Edi juga mengharapkan agar tanaman mangrove dapat tumbuh dan menjalar sampai ke tengah laut, "untuk membendung ombak yang besar nantinya, kami berharap dengan diadakannya penanaman 1000 mangrove kali ini mudah-mudahan dapat tumbuh menjalar sampai ke tengah laut nanti nya", tambah nya saat ditemui setaranews.com

Program penanaman 1000 mangrove di ikuti oleh Ikatan Remaja Nasjid (Irmaba) Desa Gebang Mekar, Karang Taruna Desa Gebang Mekar, Kelompok KKN Desa Gebang Unswagati, Gebang Udik, Gebang Mekar, Kali Maro dan kelompok KKN Desa Gebang IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Kerjasama dengan PLTU Kanci, Mahasiswa KKN Adakan Penghijauan Lahan

Tidak ada komentar
Cirebon, Setaranews.com – Dalam rangka melakukan pengabdian kepada masyarakat pada program Kuliah Kerja Nyata Penerapan Keterampilan Mahasiswa (KKN-PKM) Unswagati di bidang lingkungan, Mahasiswa KKN-PKM kelompok 56 Desa Susukanlebak, Kecamatan Susukanlebak bekerja sama dengan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kanci mengadakan kegiatan penghijauan lahan.

Antusiasme warga terhadap adanya pembagian bibit tanaman ini terlihat tinggi. Terdapat ratusan warga datang silih berganti mendatangi lahan kosong milik desa samping Sabermas (Sanitasi Bertumpu pada Masyarakat) Desa Susukanlebak tempat kegiatan berlangsung, pada Minggu (13/8).

Kegiatan penghijauan lahan tersebut dilakukan karena banyak terdapat lahan kosong yang belum dimanfaatkan secara maksimal oleh warga Desa Susukanlebak. Penghijauan lahan dengan melakukan pembagian bibit tanaman kepada warga dan penanaman pohon di desa ini pun sebagai wujud pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) dari pihak PLTU Kanci.

“Kita lihat banyak lahan milik desa dan lahan warga yang masih kosong belum dimanfaatkan maksimal jadi kita buat kegiatan penghijauan lahan ini untuk menambah penyediaan pasokan air dan mengurangi lahan yang tidak subur.” Tutur Sofyan, Ketua Kelompok 56 KKN-PKM Unswagati.

Terdapat 300 bibit tanaman yang tersedia, yakni 150 bibit sirsak, 20 bibit sukun, 10 bibit mahoni, 50 bibit glodogan tihang, 60 bibit kemiri sunan dan 10 bibit Arbasia.

“Dari pihak desa sendiri mengucapkan terima kasih atas adanya kegiatan yang positif ini. Semoga kedepannya dapat didapatkan manfaat dari bibit pohon yang ditanam, entah itu dari buah, batang atau daunnya.” Tutup Abdul Chalik, kepala Dusun Blok Pahing, saat ditemui setaranews.com di sela-sela kegiatan berlangsung.
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews