Responsive Ad Slot

UKM KSR Lantik Kepengurusan Baru

Tidak ada komentar

Sabtu, 22 Juli 2017

Unswagati, Setaranews.com – Unit Kegiatan Mahasiswa Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (UKM KSR-PMI) Unswagati telah melantik pengurus periode 2017-2018 di Ruang Auditorium Kampus 1 Unswagati, pada Jumat (21/7). Acara pelantikan dihadiri oleh perwakilan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Unswagati, KSR-PMI se-Cirebon, serta Komarudin selaku Biro Kemahasiswaan.

Pengurus yang dilantik berjumlah tujuh orang dengan Ketua Umum yang baru adalah Anindita, mahasiswa jurusan pendidikan matematika. Berbagai program kerja telah disiapkan, mulai dari program kerja jangka pendek hingga program unggulan.

“Program kerja masih seperti yang terdahulu, seperti donor darah dan pengabdian masyarakat. Biasanya kita membantu kakak kelas yang KKN, ikut dalam kemah bakti sosial atau PKKMB sebagai tenaga medis kesehatan. Program unggulan kalau cukup waktunya akan mengadakan seminar,” ujar Anindita saat ditemui setaranews usai pelantikan.

Dilain pihak, Ketua Umum Demisioner periode 2016-2017, Atika Rima menaruh harapan kepada pengurus baru agar mampu menjalankan roda organisasi lebih baik dari tahun sebelumnya.

“Dalam kepengurusan kami yang sebelumnya masih banyak kekurangan, acara juga masih ada yang belum terlaksana. Jadi harapan saya di kepengurusan yang selanjutnya dapat melengkapi kekurangan dan dapat melaksanakan kegiatannya dengan baik dan tepat waktu, karena dari kepengurusan saya banyak yang ngaret dan diundur-undur lagi” tuturnya.

Tampil Beda, Himakom Siap Gelar Festival Komunikasi

Tidak ada komentar

Kamis, 20 Juli 2017

Unswagati, Setaranews.com – Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himakom) Unswagati akan mengadakan Festival Komunikasi dengan tema “The Power of Communication” dalam rangka Dies Natalis yang ke-13. Acara tersebut akan berlangsung pada 12 dan 14 Agustus 2017.

Rangkaian acara untuk Festival Komunikasi ini antara lain lomba fotografi, videografi, jurnalistik dan dance yang telah dibuka pendaftarannya sejak 15 Juli dan akan ditutup pada 9 Agustus, serta seminar dengan tema “Peran CSR Perusahaan Terhadap Pembangunan Kota Cirebon” pada 12 Agustus.

“Sekarang banyak perusahaan-perusahaan yang berkembang di Kota Cirebon, kemudian peran CSR ini menjadi sangat penting, apalagi untuk turut mendukung pemerintahan dalam pembangunan kota itu sendiri,” papar Fauzi Faturohman selaku Ketua Pelaksana saat ditemui di Kampus III Unswagati, Selasa (18/7).

Selain itu pada 14 Agustus, pengurus Himakom akan mengadakan talk show dengan pihak fakultas, demisioner dan pendiri Himakom mengenai perkembangan disiplin ilmu yang mereka geluti. Meski hanya membahas lingkup Ilmu Komunikasi, tapi talk show ini terbuka untuk semua kalangan mahasiswa.

Kemudian di malam puncak pada tanggal yang sama, organisasi ormawa (ormawa) terkait akan menghadirkan Fajar Merah, putra kandung aktivis HAM di era Orde Baru, Wiji Thukul.

“Kita juga akan undang Fajar Merah untuk perform dan talk show. Sekaligus mengingatkan mahasiswa untuk tidak lupa dengan sejarah, dengan sosok Wiji Thukul yang berpengaruh.” Lanjutnya.

Festival Komunikasi ini merupakan kali pertama yang diadakan oleh Himakom selama 13 tahun berdiri, dan merupakan langkah awal setelah beberapa waktu silam sempat mengalami kebekuan. Untuk kedepannya, acara ini juga akan menjadi agenda tahunan, seperti yang diujarkan Fauzi di akhir sesi interview.

Pembentukan Forsidas Indonesia Sebagai Upaya Pelestarian Sungai

Tidak ada komentar

Selasa, 18 Juli 2017

Brebes, Setaranews.com - Warga Cirebon beserta masyarkat yang datang dari berbagai wilayah berkumpul dalam acara pengesahan Forum Silaturahmi Daerah Aliran Sungai (Forsidas) Indonesia pada Minggu 16 Juli 2017 bertempat di Lapangan Bojong Sari Kabupaten Brebes.

Dibentuknya Forsidas adalah dengan tujuan untuk menyatukan komunitas, pegiat lingkungan, organisasi mahasiswa, Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) serta masyarakat dalam satu tujuan yaitu bagaimana masyarakat dapat mengaplikasikan kepedulian terhadap lingkungan.

Jumlah peserta mencapai lebih kurang 140 orang yang datang dari berbagai daerah. Meskipun lokasi pengesahan tepat di samping Sungai Cisanggarung yang juga merupakan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciledug dengan kondisi yang memprihatinkan. Hal ini juga akan menjadi langkah dekat untuk mengusung kasus TPA agar ditutup karena dampak sudah sangat dirasakan oleh masyarakat.

Terkait bahwa sudah banyaknya kerusakan pada sungai serta lingkungan yang semakin berubah maka untuk merubah pola pikir masyarakat itu sendiri harus didorong salah satunya dengan cara ikatan silaturahmi untuk bersatu. “Tanggapan dari semua masyarakat dan seluruh komunitas sangat baik supaya bisa menjadi acuan masyarakat terutama kaum muda yang akan meneruskan generasi bangsa," ujar Dios Supriana selaku Humas Forsidas yang berasal dari Komunitas Bakpacker Cirebon.

Jarot selaku Kordinator Forsidas Indonesia, mengatakan, mengapliasikan kepedulian terhadap lingkungan harus secara nyata. Ia juga menambahkan tujuan forum ini adalah bergerak bersama-sama dan berjuang dengan kegiatan yang bisa dilakukan, seperti bersih-bersih, penanaman serta agenda diskusi terhadap pemerintahan sebagai penanggung jawab untuk mecari solusi seperti kasus TPA Ciledug yang kini masih menjadi usungan untuk segera ditutup.

“Tujuan dibuatnya Forum ini ialah bagaimana menyatukan komunitas, organisasi serta masyarakat dalam satu tujuan untuk menjadikan lingkungan yang lebih bersih,” terangnya kepada setaranews.com.

Siti Nurhala salah satu warga Bojongsari yang merasakan dampak TPA Ciledug mengungkapkan keresahannya soal aroma yang berasal dari TPA tersebut. ”Dulu bau dari TPA yang di bantaran sungai Cisanggarung itu ngga terlalu kerasa tapi sekarang malah sangat terganggu ngaruh buat pernafasan apalagi kalau malam itu baunya kerasa banget padahal jarak rumah saya kisaran 1 km dari TPA," ungkapnya.

 
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews