Responsive Ad Slot

Senja Sastra Adakan Diskusi Tentang Sosiologi Sastra

Tidak ada komentar

Sabtu, 31 Desember 2016

Unswagati, Setaranews.com – Senja Sastra adakan diskusi rutin dengan tema “SOS Sastra” pada Jumat sore, (30/12) yang terbuka untuk umum di Kampus II Unswagati (Universitas Swadaya Gunung Jati). Selain dihadiri oleh pelajar SMA/MAN dan mahasiswa umum, diskusi tersebut  pun dihadiri oleh penulis, budayawan dan wartawan Cirebon.

Diskusi diselingi dengan alunan musik dan pembacaan puisi yang dibawakan oleh sekelompok mahasiswa. SOS Sastra disini bermakna sosiologi sastra atau sastra dan masyarakat sosial. Menurut penulis antologi-puisi Manuskrip Sepi, Nisa Rengganis yang hadir dalam diskusi tersebut memaparkan bahwa sastrawan adalah bagian dari masyarakat, dan sastra lahir dari masyarakat itu sendiri.

Diskusi tersebut merupakan agenda rutin dwi Jumat dan kali ini pembahasan yang diangkat adalah tentang sosiologi sastra, seperti yang diungkapkan oleh Wahyudi, salah satu pengurus Senja Sastra. “Ini agenda rutin dwi Jumat dari Senja Sastra, kali ini temanya SOS Sastra, atau sosiologi sastra atau sastra dan masyarakat sosial. Dimana permasalahan sosial diangkat oleh masyarakat sastra, termasuk mahasiswa,” ungkapnya pada Setaranews.com seusai acara diskusi.

Sekedar informasi, Senja Sastra adalah sebuah komunitas yang didirikan oleh mahasiswa Diksatrasia (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Unswagati dimana sebagai wadah untuk mahasiswa yang memiliki minat lebih pada sastra.

Satu Dekade, ESA Kembali Adakan AEF

Tidak ada komentar

Jumat, 30 Desember 2016

Unswagati, Setaranews.com - Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), English Student Association (ESA) akan adakan acara Annual English Festival (AEF) pada 30 Januari - 4 Februari 2017 mendatang. AEF hadir untuk memperingati usia ESA yang kini sudah menginjak satu dekade (10 tahun). Acara yang akan dilaksanakan di gedung FKIP Bahasa Inggris Kampus 3 Unswagati ini diikuti oleh siswa-siswi tingkat SD, SMP dan SMA se-Wilayah III Cirebon.

AEF adalah acara tahunan ESA yang berisi lomba akademik dan non akademik, adapun rangkaian lomba untuk tingkat SD adalah lomba Fashion Show dan Singing Contest. Untuk tingkat SMP ada lomba musikalisasi puisi, speech contest, dan story telling. Sedangkan untuk tingkat SMA yaitu ada debate competition, speech contest, mini drama, dan news caster.

Acara yang memakan waktu cukup lama ini membutuhkan persiapan panjang, hal tersebut diungkapkan oleh Hena Refa Fauziah, selaku Ketua Pelaksana AEF bahwa persiapan sejauh ini sudah 50 persen “allhamdulilah untuk persiapan sih sudah 50 persen, kami juga sering adakan rapat untuk membahas persiapan terkait pelaksanaan lomba itu, untuk penyuratan, undangan-undangan juga sudah tersebar.” Ujarnya pada setaranews, Jumat (23/12)

Persiapan pra-acara yang bertepatan dengan hari libur sekolah menjadi kendala bagi panitia untuk menyebarkan undangan di sekolah-sekolah. (Felis)

Junaedi Noer, Seniman Unswagati

Tidak ada komentar
Profil, Unswagati - Siapa yang tidak mengenal  Dr. Junaedi Noer,SE,MM,  salah satu pengajar berprestasi yang berada di Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati). Telah mengabdi selama 27 tahun sebagai akademisi Unswagati, sejak 1989. Dia pun pernah menjabat sebagai wakil dekan III dan pernah juga menjabat sebagai staff ahli bupati saat masa jabatan Dedi Supardi.

Telah mengenyam pendidikan di SMA Negeri 1 Cirebon, program S1 di Universitas Pasundan Bandung dan diteruskan dengan melanjutkan S2 di ARS Internasional Universitas Bandung dan akhirnya menyelesaikan S3 di Universitas Pasundan Bandung.

Karya dan prestasinya sudah tidak diragukan lagi. Dia sudah menciptakan lagu saat masih menempuh program S1 dan akhirnya menjadi seniman tarling di kota Cirebon. Bukan hanya satu single yang sudah ia keluarkan, melainkan banyak karya musik lainnya yang sudah tersebar yaitu Tembang pantura, perapatan plered, kampung batik, bunderan taman kedawung dan salah satunya berjudul ‘Unswagati Berprestasi’ yang menjadi theme song Universitas Swadaya Gunung jati.

“saya senang ada di Unswagati, bergabung menjadi pengajar dan berkarya di Unswagati suatu kebanggaan buat saya. sampai sekarang juga masih suka nyiptain lagu, jadi harus tetap berkarya” ujarnya kepada setaranews.com saat ditemui di ruangannya, Rabu (28/12).

Ia tidak hanya berprestasi dalam hal seni musik ataupun dalam bidang akademisi namun beliau juga menuangkan ilmunya dalam beberapa buah buku yang berjudul Marketing Syariah dan buku buku yang lainya. Meskipun beliau merupakan pengajar akademisi, namun seni tumbuh dalam jiwanya.

Melalui Mubes, Ketua dan Wakil Ketua Ormawa FISIP Terbentuk

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com – Presidium Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon hari ini, Kamis (29/12) telah melaksanakan Musyawarah Besar (Mubes), di ruang serbaguna FISIP. Agenda  Mubes ini menetapan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Mahasiswa FISIP.

Sebelumnya, pemilihan akan dilakukan melalui Pemilihan Umum Mahasiswa (PUM). Namun, Faqih Ketua Presidium FISIP, mengatakan mekanisme pemilihan yang disepakati oleh forum adalah melalui musyawarah. “Kita sudah memberikan suatu rancangan mengenai PPUM, namun semuanya kembali lagi kepada forum. Di sini keinginan forum  adalah musyawarah mufakat,” jelasnya saat ditemui setaranews.com setelah Mubes berakhir.

Melalui Mubes tersebut, terpilihlah Didit Sudarmadi dan Tomi Pratama sebagai Ketua dan Wakil Ketua DPM FISIP. Lalu, Miftahul Jannah dan Tyo Mulyadi sebagai Ketua dan Wakil BEM FISIP. Kemudian, Tesa Maulana dan Desi sebagai Ketua dan Wakil Ketua HIMAKOM, dan Deftheo Mahardika dan Floria Septianingsih sebagai Ketua dan Wakil Ketua HIMAGARA.

Lain kesempatan, Didit Sudarmadi mengungkapkan harapannya agar dapat membangun FISIP menjadi lebih baik lagi. “Khususnya untuk DPM FISIP sendiri bisa berjalan dan berkolaborasi dengan ormawa lain di FISIP lebih baik lagi,” tuturnya.

Begitupun dengan Ketua terpilih BEM FISIP, Miftahul Jannah memaparkan harapannya bahwa organisasi mahasiswa di FISIP sebagai tempat mahasiswa untuk membentuk karakternya. “Harapannya supaya ormawa FISIP menjadi candradimuka, dimana tempat penggemblengan mahasiswa FISIP untuk menjadi mahasiswa yang berkualitas,” jelas mahasiswi Administrasi Negara semester 5 tersebut.

Sementara itu, Tesa Maulana menginginkan agar HIMAKOM (Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi) dapat berjejaring dan menjadi lebih baik lagi. “Harapan saya Ilmu Komunikasi bisa menaikkan akreditasi dan kami akan mengadakan kerja sama dan makrab dengan Ilmu Komunikasi sewilayah tiga Cirebon,” paparnya.

Kemudian, Deftheo Mahardika, menerangkan tujuannya untuk membentuk suatu keharmonisan di civitas akademika Administrasi Negara. “Sesuai dengan Visi saya akan membentuk keharmonisan dan akan membuat satu kajian analisa kebijakan publik berbarengan dengan dekanat. Selain itu, akan meminta saran dan kritik mahasiswa administrasi negara untuk sejauh mana ketika program ini alangkah baiknya seperti apa,” jelasnya.

Setelah terpilihnya Ketua dan Wakil Ketua di Ormawa FISIP, kemudian akan dilaksanakan pelantikan pada Senin 2 Januari 2017 mendatang.

AMPU Anggap Hari Jadi Unswagati Seremonial Belaka

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com - Beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Unswagati (AMPU) Melakukan aksi refleksi terkait Hari jadi Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon yang ke-54 Tahun, Kamis (29/12). Dalam Aksi Refleksi tersebut, AMPU menilai bahwasanya hari jadi Unswagati yang ke-54 hanya seremonial belaka.

"Hari jadi unswagati bukanlah sekedar seremonial belaka, melainkan masih banyak lagi yang harus dibenahi oleh pihak universitas, Unswagati sudah mulai over kuota, ISO hanya sebatas lembaran kertas tanpa jaminan yang nyata dengan biaya yang tidak sedikit, pembangunan gedung baru hanya sekedar untuk berlindung para pimpinan kampus, parkiran yang sempit lebih dominan dikuasai para pimpinan, sedangkang mahasiswa banyak yang memakai lahan parkir ditempat orang" ungkap Zainul membacakan selebaran statement dalam orasinya, Kamis (29/12).

Aksi bermula di halaman parkir kampus utama Unswagati dengan berbagai orasi yang diluapkan oleh masa aksi. Terjadi insiden pembakaran ban oleh masa aksi yang geram sebab pihak universitas enggan menemui masa aksi. Akhirnya Dudung Hidayat dan Alfandi, selaku Wakil Rektor III dan Wakil Rektor I keluar menemui masa aksi.

Di depan masa aksi, Dudung Hidayat ajak untuk melakukan Audiensi bersama Rektor dan Yayasan secepatnya "Kita harus menanggapi secara serius atas aspirasi mahasiswa sekarang, kami harus menyampaikan dengan sejelas-jelasnya karena banyak yang harus disampaikan kepada mahasiswa, maka dari itu mari kita agendakan audiensi bareng-bareng, bersama Rektor dan jajarnya berikut juga kita akan hadirkan yayasan nantinya, karena rektor sekarang lagi ada keperluan keluar dan besok juga rektor bersama wakil-wakilnya serta yayasan juga ada acara di kopertis, jadi kemungkinan audiensi hari selasa nanti, untuk tempat dan jam nya kita akan infokan kepada perwakilan dari kalian yang aksi sekarang," ujarnya, kemudian meninggalkan masa aksi, Kamis (29/12).

Inilah Hasil Perolehan Data PUM FE

Tidak ada komentar

Kamis, 29 Desember 2016

Unswagati, Setaranews.com - Proses perhitungan suara dalam Pemilihan Umum Mahasiswa Fakultas Ekonomi (PUM FE) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) dilakukan di Auditorium Kampus Utama, dilaksanakan pukul 20:00-00:30 WIB, Rabu (28/12). Proses perhitungan dilakukan oleh Panitia Pemilihan Umum Mahasiswa (PPUM) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu).

Berdasarkan data yang dihimpun oleh setaranews.com, jumlah suara yang masuk dalam PUM FE berkisar 540 suara dari total 3460 Daftar Pemilih Tetap (DPT). Masing-masing dari jurusan Akuntansi sebanyak 1441 dan jurusan Manajemen sebanyak 2019 mahasiswa.

Perolehan suara dalam PUM FE Unswagati untuk calon Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi (BEM FE) Unswagati dari pasangan nomer urut satu Iis Istianah dan Gerry Aradea memperoleh sebanyak 110 suara. Sedangkan pasangan nomer urut dua, Azis Saleh dan Didin Ijudien memperoleh sebanyak 371 suara.

Perolehan suara untuk calon Ketua HMJ Akuntansi FE Unswagati dari nomer urut satu Paris S.N memperoleh sebanyak 147 suara. Nomer urut dua Akhmad Rifi'at memperoleh sebanyak 139 suara.

Sementara, perolehan suara untuk calon Ketua HMJ Manajemen FE Unswagati dari nomer urut satu M. Pahmy Riyanto memperoleh sebanyak 108 suara. Sedangkan untuk nomer urut dua, Gugun Gunawan memperoleh sebanyak 115 suara. (Anisa/Trusmiyanto)

Resensi Buku: Sayap-Sayap Patah

Tidak ada komentar
Judul                                        : Sayap-Sayap Patah

Penulis                                     : Kahlil Gibran

Cetakan                                   : I, 2011

Penerbit                                  : Narasi, Yogyakarta

Tebal                                       : 124 halaman

Resentator                             : Wasniah

Setaranews.com - Dalam novel Sayap-Sayap Patah oleh Kahlil Gibran, sebuah novel sastra romantis yang mengisahkan nasib kisah cinta Gibran pada seorang gadis Lebanon bernama Seima Karamy.

Cerita ini diawali dengan perkenalan seorang lelaki yang sangat kaya di tanah Lebanon bernama Fahris Effendi yang ternyata adalah sahabat ayah Gibran sewaktu mudanya. Perkenalan mereka berlanjut setiap waktu luang, Gibran sering mengunjungi rumah Fahris dan memperkenalkan Seima kepada Gibran. Akhirnya tumbuhlah bunga-bunga cinta antara Gibran dan Seima, akan tetapi takdir mengharuskan untuk mematahkan cinta mereka karena pendeta di Lebanon meminang Seima untuk keponakannya yang bernama Mansur Bey Galib. Pendeta memilih Seima bukan karena kecantikan melainkan kekayaan ayahnya. Pernikahan ini membuat Seima merasakan kepedihan mendalam sebab Mansur adalah seorang lelaki yang suka melampiaskan, serta menyiksa Seima bertubi-tubi dan pada akhirnya Sang Kuasa menghapus semua duka Seima dengan menjemput ajalnya.

Kelebihan dari novel ini, tata penulisannya berbeda dari novel biasanya. Tetapi, tata penulisannya yang berbeda dari novel biasanya inilah menyebabkan novel ini kurang menarik karena tidak tersusun dengan rapih.

Kata-kata yang menarik di novel Sayap-Sayap Patah:

“Penyair dan penulis berusaha untuk memahami kenyataan seorang wanita. Namun, sampai hari ini mereka tidak memahami rahasia tersembunyi  hati wanita ...”

“Aku menemukan cinta kita sedalam samudera, setinggi bintang dan seluas langit”

“Oh, Tuhan, ampunilah aku dan sambungkan sayap patahku”

“Oh, Tuhan, apa yang telah seorang wanita lakukan kepada-Mu? Dosa apa yang telah ia lakukan hingga layak menerima hukuman seperti ini? Karena kejahatan apa ia pantas mendapatkan penyiksaan seperti ini? Oh, Tuhan, Kau kuat dan aku lemah. Mengapa Kau membuatku menderita seperti ini? Kau besar dan agung, sementara aku tidak lain hanyalah makhluk kecil yang merangkak di hadapan-Mu. Mengapa Kau menginjakku dengan kaki-Mu? Kau adalah prahara yang murka, dan aku seperti debu; mengapa, oh Tuhan, mengapa Kau melemparkanku ke tanah yang dingin? Kau kuat dan aku tidak berdaya; mengapa Kau memerangiku? Kau penyayang dan aku sopan; mengapa Kau menghancurku? Kau telah menciptakan wanita dengan cinta, dan mengapa, dengan cinta, Kau menghancurkannya ....”

 

Wakil Rektor I: Akreditasi B, Jadi Kado Diesnatalis Unswagati

Tidak ada komentar
Unswagati, SetaraNews.com – Kabar gembira rupanya sedang menghampiri Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon, pasalnya kampus yang terkenal hingga Wilayah-III Cirebon ini berhasil meraih akreditasi B untuk Perguruan Tinggi.

Hal tersebut berdasarkan Surat Keputusan nomor  2668/SK/BAN-PT/Akred/PT/XI/2016 yang diberikan oleh Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) melalui Badan Akreditsi Nasional Perguruan Tinggi ( BAN-PT) kepada Unswagati Cirebon tertanggal 24 November 2016.

“Keluarlah Surat Keputusan dari BAN-PT bahwa Unswagati telah terakreditasi B. Nah, saya kira itu yang menjadi kado besar bagi Unswagati di diesnatalis tahun ini” Ujar Alfandi selaku Wakil Rektor I saat ditemui setaranews.com di ruangannya, Rabu (21/12) .

Ada beberapa aspek yang menjadi penilaian akreditasi seperti aspek sumber daya manusia, aspek tata kelola, dan aspek kegiatan kemahasiswaan.

Alfandi pun berharap jika akreditasi B ini dapat membawa berkah bagi semua elemen yang berada di Unswagati.

Ya mudah-mudahan ini menjadi berkah bagi seluruh civitas akademika, karena ini penting juga tidak hanya penting bagi institusi, penting bagi dosen dan mahasiswa dan sebagainya” pungkasnya kepada Setaranews.com

Pengguna iPad Sudah Bisa Mainkan Alat Musik Gamelan

Tidak ada komentar
Semarang, Setaranews.com – Pernah membayangkan jika alat musik tradisional Indonesia yakni gamelan diterapkan dalam basis teknologi? Rupanya sekarang bukan menjadi angan-angan lagi, sebab pengguna iPad sudah bisa memainkan aplikasi e-Gamelan yang diciptakan oleh salah satu mahasiswa asal Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Semarang, Jawa Tengah.

Inovasi tersebut pun mendapatkan apresiasi yang besar dari Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi, sebab dinilai ikut serta melestarikan warisan budaya Indonesia.

Dikutip dari Kompas.com, Selasa (27/11), Tyas Catur Pramudi selaku Kordinator tim e-Gamelan mengatakan, pembuatan e-Gamelan dilakukan secara berkala. Timnya melakukan proses perekaman musik gamelan pusaka dari Keraton Surakarta dan Yogyakarta yang dinilai sebagai simpul pelestari gamelan yang masih ada hingga sekarang.

“Tujuan kami ingin meningkatkan sikap afektif anak muda, sehingga bisa diarahkan mengenal gamelan,” kata Catur, Minggu (25/12).

Gamelan yang semakin jarang ditemui, dan tidak semua orang memilikinya sebab harganya yang relatif mahal menjadi alasan pengembangan gamelan secara elektronik.

Sementara itu Ketua Menristek, Muhamad Nasir turut berbangga, baginya e-Gamelan adalah wujud nyata menjaga budaya. “Saya sangat mengapresiasi setinggi-tingginya atas penghargaan yang diterima oleh seluruh pihak,” ucapnya.

Tidak Memenuhi Target Pemilih, PPUM FE Sebut Cukup Puas

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com - Fakultas Ekonomi Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) telah melaksanakan  Pemilihan Umum Mahasiswa (PUM) pada Rabu (28/12). Pemilihan Umum berlangsung aman dan lancar meski sempat terlambat hampir satu jam dari rencana dikarenakan kehadiran saksi yang terlambat datang. Acara yang dijadwalkan mulai pukul 08.00 akhirnya molor hingga pukul 09.00 dan ditutup pada pukul 16.00 WIB.

Antusiasme mahasiswa Fakultas Ekonomi dalam memberikan suaranya pada PUM yang mengalami peningkatan dibanding tahun lalu, dengan peningkatan sebanyak 40 mahasiswa menjadi alasan kepuasan Rahmat selaku Ketua Panitia Pemilihan Umum Mahasiswa (PPUM). Terdapat 540 pemilih mahasiswa pada tahun ini dengan persentase mahasiswa jurusan Manajemen sebanyak 242 dan mahasiswa jurusan Akuntansi sebanyak 298.

Total pemilih tersebut diakui oleh Rahmat sebenarnya tidak memenuhi target yang ditetapkan, yaitu sebesar 800 pemilih dari total 3460 Daftar Pemilih Tetap (DPT) masing-masing dari jurusan Akuntansi sebanyak 1441 dan jurusan Manajemen sebanyak 2019 mahasiswa.

“Ya sebenarnya itu tidak memenuhi target ya karena target kami kan 800. Hanya saja itu sudah cukup memuaskan karena kami sudah melampaui total suara dari tahun kemarin.” Ujar Rahmat ketika ditemui Setaranews.com di sela-sela tahap penghitungan suara.

Terkait sosialisasi yang dilakukan pihak PPUM, Rahmad merasa sudah cukup optimal dengan pemasangan baliho besar di area Fakultas Ekonomi, penyebaran pamflet yang menyeluruh dan kunjungan ke kelas-kelas dalam rangka sosialisasi langsung.

Tidak terpenuhinya target pemilih pada tahun ini dikarenakan waktu pemilihan yang berada di minggu terakhir tahun baru dan beberapa kelas pun diliburkan akibat sudah selesainya materi perkuliahan serta tingkat apatisme mahasiswa yang tinggi.

“Saya sendiri tidak bisa memaksa seseorang untuk memilih, itu kembali pada individunya masing-masing saja.” Tutup mahasiswa jurusan manajemen tersebut ketika ditanya tanggapannya terkait mahasiswa yang masih apatis pada pemilihan umum tahun ini.

dr. Tiar Perwakilan Indonesia di Sakura Science

Tidak ada komentar

Rabu, 28 Desember 2016

Profil, Setaranews.com – dr. Tiar Masykuroh Pratamawati merupakan salah satu Dosen di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon yang turut serta dalam Japan-Asia Youth Exchange program in Science (SAKURA Exchange Program in Science) di Jepang. Acara tersebut pun diikuti oleh negara-negara Asia lainnya seperti Vietnam, Malaysia, Thailand, Taiwan dan Jepang.

Acara yang diadakan terhitung sejak tanggal 11-22 Desember 2016 di Kyushu Institute of Technology, diikuti oleh dr. Tiar sebagai salah satu perwakilan dari Indonesia. Japan-Asia Youth Exchange program in Science (SAKURA Exchange Program in Science) sendiri merupakan sebuah bentuk kerjasama tahunan yang diadakan oleh Japan Science and Technology Agency.

Perempuan kelahiran Cirebon, 25 Mei 1986 ini hadir di Sakura Science sebagai peserta, namun ia sebelumnya telah mengirimkan poster tentang Genetika yang dibuat bersama beberapa Dosen lainnya di FK Unswagati yang kemudian diterima oleh pihak terkait.

“Saya mewakili team genetika untuk presentasi poster internasional di sini (Red-Sakura Science),” ungkap dr. Tiar kepada Setaranews.com, Selasa (27/12).

Setelahnya, ia menginginkan agar gagasan tersebut bisa dilakukan kerjasama penelitian oleh pihak Kyushu Institute of Technology yang memiliki fasilitas lebih menunjang. “Saya menawarkan kerja sama untuk penelitian Genetika,” tuturnya.

Sekarang, dr. Tiar sedang mengenyam pendidikan S2 Konseling Genetik di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang.

 

Baca juga:

FK Unswagati Wakili Asia Tenggara dalam Sakura Science

Terjadi Insiden Dalam Pemilu, DPM FE Merasa Dirugikan

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com - Pemilihan Umum (Pemilu) di Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon menuai permasalahan lain yaitu pencurian surat suara dan penyobekan berita acara rapat. Sebelumnya, permasalahan juga timbul terkait Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dinilai tidak strategis oleh mahasiswa yang berada di pihak kandidat calon Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi (BEM FE) nomor urut dua.

Baca juga http://www.setaranews.com/tps-tidak-strategis-pemilu-fe-dipending.html

Pencurian surat suara dan penyobekan berita acara rapat dilakukan oleh Jamalludin, Demisioner Ketua BEM FE. Dia menganggap jika berita acara tersebut belum disepakati bersama, "Saya melakukan itu karena memang berita acara belum ditandatangani oleh kedua pihak, jadi berita acara tersebut tidak sah untuk diberlakukan" ungkapnya saat ditemui setaranews.com, Selasa (27/12).

Atas insiden tersebut, Rais selaku ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomi (DPM FE) merasa dirugikan atas perlakuan itu, "Tadi malam terjadi pencolongan surat suara, yah walaupun setau saya pihak Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) tidak mencantumkan peraturan akan hal tersebut karena memang enggak tau. Panwaslu sendiri kayaknya tidak terfikirkan kearah situ, dan masalah penyobekan berita acara juga sangat disayangkan, dan yang paling dirugikan lagi ketua DPM FE disangka memihak ke salah satu calon" ujarnya merasa dirugikan, saat diwawancarai setaranews.com di Sekretariat DPM FE, Selasa (27/12).

TPS Tidak Strategis, Pemilu FE Dipending

Tidak ada komentar

Selasa, 27 Desember 2016

Unswagati, Setaranews.com -Panitia Pemilihan Umum Mahasiswa Fakultas Ekonomi (PPUM FE) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon menggelar pemilihan umum (Pemilu) Calon Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi (BEM FE) dan Calon ketua Himpunan Akuntansi dan Manajemen, pada Selasa (27/12) bertempat di depan ruang Tata Usaha Fakultas Ekonomi (TU FE).

Ternyata dalam pelaksanaan Pemilu FE menuai masalah terkait Tempat Pemungutan Suara (TPS), hal tersebut diungkapkan oleh Jamalludin, "Saya sudah bilang dari awal terkait TPS itu di depan BJB, dimana tempatnya lebih strategis dan kawasan keluar dan masuknya mahasiswa. sementara TPS yang sekarang dilaksanakan (depan TU FE) lebih dominan di lewati oleh mahasiswa prodi manajemen saja, sedangkan fakultas ekonomi itu terdapat dua prodi (manajemen dan akuntansi)." ungkapnya, setelah ditemui setaranews.com, Selasa (27/12).

Mahasiswa yang notabennya sebagai demisioner ketua BEM FE tersebut merasa perkataannya tidak didengar oleh pihak PPUM "Saya merasa ucapan saya terkait tempat tidak di gubris oleh PPUM" Katanya.

Sementara Rahmat Dz, Ketua PPUM menguatkan alasannya untuk tetap menggelar TPS di depan TU FE berdasarkan rencana awal PPUM terkait TPS. "Masalah TPS itu berdasarkan rencana awal PPUM sendiri, yaitu di depan TU FE dan sebelumnya kami sempat ngobrol bersama kaur kemahasiswaan terkait masalah TPS dan kaur kemahasiswaan menyepakati untuk TPS itu di depan TU FE bukan di depan BJB, karena depan BJB itu lebih dominan untuk ranah Universitas" jelasnya saat diwawancarai setaranews.com, Selasa (27/12).

Terkait hal tersebut, akhirnya pemilu di pending sampai besok dan terkait masalah tempat akan diputuskan setelah rapat. "Untuk pemilu di pending sampai besok, dan untuk tempat kemungkinan akan dipindah setelah keputusan rapat nanti antara pihak-pihak calon" Tutur Rais selaku Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomi (DPM FE) saat dimintai kejelasan oleh setaranews.com, Selasa (27/12).

 

Kendala Baru Terkait Adanya Magister Manajemen

Tidak ada komentar

Senin, 26 Desember 2016

Unswagati, Setaranews.com – Pascasarjana Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) tengah menunggu keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) terkait pengajuan pengadaan Program Studi (Prodi) baru, yaitu Magister Manajemen. Namun, hal itu menimbulkan permasalahan lain terkait dengan sarana belajar jika pihak Dikti telah memberikan izin Operasional.

Sarana dan prasarana, seperti ruang kelas ternyata juga menjadi perhatian dari Direktur Pascasarjana Unswagati, Endang Sutrisno. Menurutnya, Kondisi membangun sarana dan prasarana tidak mudah seperti membalikan telapak tangan, harus ada anggaran, surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB), dan juga lahan.

“Kami sudah melakukan pendekatan dengan pihak Rektor, Yayasan, Pembina. Itikad baik ke arah sana sudah ada, dan jika tidak ada arah melintang, sudah ada omongan dari salah satu pembina yayasan akan mengarahkan pasca pindah ke kampus satu yang sedang akan dibangun. Dana sudah ada, tinggal menunggu waktu saja. Kita coba seperti apa dan bagaimana, semuanya tergantung mereka bagaiamana kebijakannya,” ujarnya kepada setaranews.com, Jumat (23/12).

Namun, Endang pun memperkirakan jika untuk sementara waktu kegiatan belajar mengajar untuk prodi Manajemen tersebut akan dilakukan di Rusunawa Unswagati. “Sarana dan prasarana memang harus ada, dan untuk sementara tidak ada mungkin kita akan ke rusunawa terlebih dahulu, disana ada beberapa ruang yang bisa dimaksimalkan, itu untuk sementara waktu,” lanjutnya.

Keputusan pihak Dikti untuk memberikan izin operasioanal terkait pengadaan prodi Manajemen paling lambat dua minggu akhir Desember tahun ini.

Tidak Terkena Moratorium, Prodi Baru Pascasarjana Siap Dibuka

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com – Proses pembukaan Program Studi (Prodi) Manajemen Pascasarjana Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) masih menanti keputusan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti). Sebelumnya, Pihak Dikti telah mengkonfirmasi keputusan mengenai izin operasional pada Desember ini.

Direktur Pascasarjana Unswagati, Endang Sutrisno, mengatakan jika kemungkinan mendapatkan izin operasional dari pihak Dikti terbuka lebar sebab selama proses tidak terkena moratorium. “Masih dalam proses, tapi kita tidak kena moratorium yang per 30 Agustus itu. Jadi masih ada kemungkinan akan ada prodi baru manajemen sebab tidak kena aturan moratorium,” ujarnya saat ditemui setaranews.com di ruangannya, Jumat (23/12).

Lebih lanjut, Endang pun mengungkapkan jika keputusan dari pihak Dikti paling lambat sekitar dua minggu akhir Desember tahun ini. “Dari pihak Dikti sudah ada omongan kalau Desember ada keputusan, justru bilangnya minggu-minggu ini. Tapi, Sampai saat ini saya belum dapet sms, kemarin sudah dicek-cek terus. Kalau tidak minggu ini berarti minggu depan, yang jelas bulan Desember,” tambahnya.

Selama proses pengajuan pengadaan Prodi baru, ternyata terkendala beberapa syarat seperti  Sumber Daya Manusia (SDM) dalam hal ini adalah tenaga pengajar. Namun, saat ini telah ada enam dosen bergelar Doktor linier yang akan ditempatkan di Prodi Manajemen.

Pengajuan pengadaan Prodi baru Manajemen ini sudah dilakukan sejak Januari 2016. Dibukanya prodi Manajemen Pascasarjana nanti diharapkan dapat menampung lulusan S1 Fakultas Ekonomi yang setiap tahunnya mengalami peningkatan.

 

Opini: Pemerintahan Mahasiswa Bukan 'Dagelan'

Tidak ada komentar
Opini, Setaranews.com - Mengamati perkembangan pemerintahan mahasiswa di kampus tempat penulis menimba ilmu amatlah menarik. Penulis melihatnya sebagai perebutan kekuasaan yang penuh ambisi. Hal ini tidak berlebihan, sebab beberapa peristiwa menggambarkan betapa posisi tersebut penuh kebanggaan sehingga diperjuangkan dengan berbagai cara. Namun anggapan bahwa posisi tersebut “hebat” tidak berlaku universal. Banyak mahasiswa yang acuh dan merasa tidak terkena dampak dari adanya pemerintahan mahasiswa. Dikotomi tersebut menggelitik pikiran penulis sehingga menimbulkan beberapa asumsi. Mungkin mereka tidak paham tujuan pemerintahan atau mungkin mereka paham namun tidak perduli.

Ketika berbicara mengenai pemerintahan artinya kita bicara soal cara dan tujuan. Penulis tertarik dengan pemikiran salah satu bapak pendiri bangsa yaitu Moh. Hatta, bahwa kedaulatan rakyat adalah sebuah cita-cita kemerdekaan Indonesia. Kemudian diterangkan lagi bahwa tugas kita ialah menerangkan perihal kedaulatan rakyat yang hakiki kepada rakyat itu sendiri (Moh. Hatta, 1957). Hubungan dari ide tersebut dengan kondisi pemerintahan mahasiswa kita (di kampus penulis) adalah semestinya mahasiswa dapat merumuskan tujuan dan cara mencapai tujuan dari pemerintahannya. Kedaulatan rakyat jelas bertujuan membuat suatu tatanan masyarakat adil-makmur dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat dan menggunakan cara permusyawaratan yang adil pula.

Penulis berfikir bahwa pemerintahan mahasiswa merupakan miniatur dari sebuah negara. Di situ menjadi wahana mahasiswa untuk melakukan terobosan-terobosan dalam membuat suatu sistem yang ideal dan kemakmuran, kesejahteraan sebagai tujuannya. Tentu saja yang dimaksud kemakmuran dan kesejahteraan ialah bagi para mahasiswa dan bisa saja diterapkan dalam sistem negara kita. Namun pada prakteknya, para mahasiwa yang aktif dalam pemerintahan itu tidak memahami tujuan sebenarnya dari membentuk suatu pemerintahan. Dilihat dari awal mereka berkampanye yang hanya obral janji dan pencitraan, kemudian setelah mereka bertahta tidak memberikan output konkrit bagi kemakmuran dan kesejahteraan mahasiswa di kampus tersebut juga kemajuan bagi kampus secara umum.

Fenomena di atas menghasilkan pembagian kelas di dalam mahasiswa. Ada elit politik yang aktif dalam pemerintahan dan ada mahasiswa jelata yang mudah tergiur tampang dan janji manis. Hal tersebut terjadi sebab tidak ada pendidikan politik (hak dan kewajiban) dalam peri kehidupan pemerintahan mahasiswa di kampus atau dengan kata lain tidak melakukan tugas generasi sebagai penerus bangsa. Seperti yang disampaikan Bung Hatta bahwa setelah Indonesia merdeka, tugas kita adalah memberi penerangan kepada rakyat tentang cita-cita dan bentuk kedaulatan rakyat. Ketika para mahasiswa yang merupakan kaum intelektual tidak memahami betul soal pemerintahan, bisa dibayangkan pemahaman rakyat kita yang notabene masih sibuk dengan urusan perut (kurang berpendidikan).

Tulisan ini merupakan kritik sekaligus solusi dari fenomena dagelan yang sedang terjadi di dalam kampus tempat penulis menimba ilmu. Sudah sepatutnya kita menjadi cotoh bagi rakyat yang masih belum mengerti mengenai kehidupan bernegara, sudah sepatutnya kita melakukan upaya-upaya merumuskan sistem ideal bagi negara kita dan sudah sepatutnya kita bisa mengusahakan kesejahteraan bagi kita (mahasiswa) secara menyeluruh dan konkrit. Penulis sangat menanti opini balasan dari kawan-kawan yang sedang aktif dalam pemerintahan mahasiswa hari ini, agar terjadi dialektika yang konstruktif dan kita bisa mencapai kemajuan dalam kehidupan keilmuan di kampus kita tercinta.

 

Penulis: Gusak Tilas Wangi
Mahasiwa Fakultas Ekonomi
Prodi Manajemen

6 Tips Keringkan Baju di Musim Hujan

Tidak ada komentar

Minggu, 25 Desember 2016

Tips, Setaranews.com - Cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini, tidak hanya dapat mengganggu kesehatan namun juga menyulitkan kita dalam beraktivitas. Hujan bisa turun sejak pagi namun tiba-tiba siangnya matahari sudah menampakkan keganasannya.

Kondisi seperti itu kerap membuat bingung dalam menentukan waktu yang tepat untuk mencuci baju. Baju yang sedang dijemur kadang tidak sampai kering dan menyebabkan bau tidak sedap. Apalagi untuk anak kost yang mencuci baju tanpa mesin cuci. Namun, tak perlu khawatir lagi karena ternyata ada beberapa tips yang dapat dicoba agar baju tetap kering sempurna tanpa bau yang tidak sedap walau cuaca sedang hujan, yaitu:

1. Peras Air
Baju yang habis dicuci masih menyisakan tetesan air jika belum diperas secara kuat. Namun hati-hati dalam memeras agar tidak sampai merusak kainnya.

2. Gantung Pakaian
Agar baju kering menyeluruh walau tidak terkena sinar matahari, gantung baju menggunakan hanger. Dengan menggantungnya, baju akan terkena angin secara menyeluruh dari depan hingga belakang.

3. Bungkus dengan Plastik Hitam
Gunakan plastik hitam yang besar dan bersih. Baju yang sudah diperas dapat dibungkus plastic hitam sebelum dijemur agar cepat kering. Warna hitam pada plastik bisa menyerap energi panas yang besar, selain itu dipercaya juga dapat membunuh bakteri agar baju terhindar dari bau apek.

4. Jemur Baju di belakang Kulkas
Untuk keadaan mendesak yang memerlukan baju agar cepat kering karena akan dipakai, solusi menjemur baju di belakang kulkas menjadi pilihan terbaik. Tapi, metode ini hanya bisa dipakai untuk beberapa helai baju saja. Jangan biarkan baju terlalu lama di belakang kulkas karena akan mudah kusut dan lapuk akibat terlalu kering. Penempatan di belakang kulkas juga bisa digunakan untuk menjemur sepatu.

5. Jemur di Atas Televisi atau Komputer
Untuk barang-barang kecil seperti sapu tangan atau kaos kaki, bisa dijemur di atas televisi dan komputer. Suhu panas dari televisi dan komputer dapat mengeringkan jemuran kecil tersebut hanya dalam waktu beberapa jam saja.

6. Berikan Jeda dalam Menjemur
Jangan terlalu rapat dalam menjemur antara baju satu dengan baju yang lain. Berikan jeda yang sedikit renggang agar ada sirkulasi udara yang masuk.

Sri Lanka Pecahkan Rekor Pohon Natal Raksasa Dunia

Tidak ada komentar
Sri Lanka-Kolombo, Setaranews.com - Pada perayaan natal, salah seorang atlet kriket terkenal yang berasal dari Sri Lanka, Arjuna Ranatunga terlibat dalam pemecahan rekor dunia dengan membuat pohon natal tertinggi di dunia. Pohon yang tingginya mencapai 57 meter tersebut telah dikonfirmasi oleh Guinness World Records (GWR) dan didirikan tepat di pinggir pantai ibu kota Sri Lanka - Kolombo, pada Sabtu 24 Desember.

Pohon natal tersebut dihiasi 600.000 lampu warna-warni yang akan dinyalakan tepat pada perayaan natal, hal tersebut diungkapkan oleh Gunasekera, pihak dari GWR "pohon buatan ini akan dihiasi sekitar 600.000 lampu warna-warni dan Persis saat malam natal tiba, kita akan hidupkan lampu-lampunya,"ungkapnya seperti dikutip melalui kompas.com, Minggu (25/12).

Tapi ternyata, pohon natal tertinggi tersebut melenceng dari awal pembuatan yang semula akan dibuat setinggi 100 meter, akhirnya harus dipangkas menjadi 57 meter saja, karena mendapat penolakan dari pejabat kepemerintahan Sri Lanka dan juga mendapat kritikan dari Gereja Katolik Sri Lanka.

"Pembuatan proyek tersebut sangat Boros dan memakan biaya yang sangat besar,  lebih baik uangnya disumbangkan ke orang miskin untuk ber-amal," tegas Uskup Agung Gereja Kolomba, Malcolm Ranjith seperti di kutip melalui http://www.indopos.co.id.

Pohon natal tersebut berukuran 2 meter lebih tinggi dibanding pohon natal yang didirikan di provinsi Guangzhou, China, satu tahun yang lalu.

 

 

FE Ingin Wujudkan Pemimpin Yang Toleran dan Demokrasi

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com - Pemilihan Umum Mahasiswa (PUM) Fakultas Ekonomi (FE) saat ini sudah hampir mencapai penghujung acara. Baru saja dilakukan sesi Debat Kandidat calon Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi (BEM FE) bersamaan dengan calon Ketua Himpunan Mahasiswa Manajemen (Himajemen) dan calon Ketua Himpunan Mahasiswa Akuntansi (Himatansi).

Tema yang diusung dalam Debat Kandidat tersebut yaitu "Mewujudkan Pemimpin yang Toleran dan Demokrasi" dengan tujuan untuk mencetak Pemimpin FE yang bertoleransi dan benar-benar demokrasi. Hal tersebut diungkapkan oleh M. Rahmat Dz, Ketua Panitia Pemilihan Umum Mahasiswa (PPUM) Fakultas Ekonomi .

"Sistem birokrasi di Fakultas Ekonomi itu bagaikan sebuah miniatur negara yang mengusung sistem demokrasi, maka dari itu kami bawakan tema pemimpin yang toleran dan demokrasi, untuk benar-benar terwujudnya pemimpin yang seperti itu (Red. toleran dan demokrasi)," ungkapnya saat ditemui Setaranews.com disela-sela acara berlangsung, Sabtu (24/12).

Acara Debat Kandidat FE sendiri berisikan pemaparan visi dan misi masing masing calon dan berbagai pertanyaan yang diajukan oleh para mahasiswa.

"Debat kandidat sekarang ini untuk pemaparan lebih lanjut terkait visi dan misi masing masing calon kepada mahasiswa Fakultas Ekonomi agar mahasiswa Ekonomi tertarik untuk memilih para calon pada tanggal 27 Desember nanti, dan pada Debat Kandidat Fakultas Ekonomi dihadiri oleh 78 audience yang merupakan mahasiswa Ekonomi sendiri baik dari prodi manajemen maupun akuntansi," tutur mahasiswa semester 3 Prodi Manajemen tersebut.

Tak sampai disitu Rahmat juga memberikan harapannya kepada mahasiswa FE dan calon Pemimpin FE. "Saya berharap kepada mahasiswa khususnya mahasiswa FE untuk ikut memilih nanti, dan kepada kandidat yang terpilih nanti untuk amanah dan menepati janji serta melaksanakan visi dan misi yang sudah disampaikan pada acara debat ini," tutupnya.

 

Baca juga:

Para calon Pemimpin Ormawa Fakultas Ekonomi Unswagati Cirebon dalam Debat Kandidat, Sabtu (24/12). Foto: Awank/LPM Setara

Dua Calon Ketua BEM FE Nyatakan Siap Turun Aksi

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com - Terkait acara Debat Kandidat para calon pemimpin di Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon yang dilaksanakan pada Sabtu (24/12) di Aula Kampus Utama Unswagati.

Acara Debat Kandidat tersebut merupakan salah satu rangkaian acara dari Pesta Demokrasi yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi

Beberapa pertanyaan keluar dari calon kepada calon yang lainnya, maupun pertanyaan audience kepada para calon pemimpin Organisasi Mahasiswa FE, yaitu Ketua BEM FE dan Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Manajemen maupun Akuntansi. Dari beberapa penanya, terdapat satu pertanyaan yang ditujukan kepada calon Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi (BEM FE).

Pertanyaan tersebut muncul dari salah satu mahasiswa FE, Ihsan Amala yang menanyakan terkait kesiapan kedua calon Ketua dan Wakil Ketua BEM FE untuk melakukan aksi demonstrasi ketika ada permasalahan di ruang lingkup fakultas yang jalan penyelesaiannya dengan aksi demonstrasi.

"Apakah dari kedua calon siap untuk turun dan memimpin aksi ketika ada permasalahan di fakultas yang jalan permasalahannya harus dengan aksi demonstrasi?" ungkapnya saat dipersilahkan moderator memberikan sesi pertanyaan.

Bermula dari pertanyaan tersebut akhirnya dapat merubah kondisi Debat Kandidat menjadi pembahasan aksi demontrasi, dan pertanyaan tersebut dijawab oleh calon Ketua BEM nomor satu, Iis Istianah, menegaskan kesiapannya untuk melakukan aksi demonstrasi.

"Kandidat nomor satu siap untuk melakukan aksi, mungkin yang harus kita kawal lebih ke  permasalahan fasilitas di FE seperti fasilitas AC di kelas yang mati dan WC di Fakultas Ekonomi yang kotor tidak terurus dan langkah yang kita ambil untuk itu dengan melakukan pengkajian isu dan melakukan pendekatan emosional kepada mahasiswa FE melalui Program Kerja kami nanti yaitu forum angkatan mahasiswa FE. Kemudian pengoptimalan Media Sosial (Medsos) serta memberikan motivasi-motivasi kepada mahasiswa agar bersemangat untuk bergerak bareng-bareng dalam menyikapi permasalahan fakultas,” tuturnya.

Di sisi lain, M. Azis Shaleh, calon Ketua BEM nomor dua, memberikan jawaban yang sedikit berbeda dengan jawaban kandidat nomor satu. "Kalo ditanya siap demo, kandiat nomor 2 siap untuk turun dan siap memimpin aksi, caranya dengan melakukan negosiasi dengan pihak fakultas terlebih dahulu guna untuk mememukan titik temu permasalahan fakultas. Setelah itu kita langsung mengkaji permasalahan di fakultas dan melakukan pendekatan kepada mahasiswa melalui quesioner yang akan kita bagikan apabila terpilih menjadi ketua nanti, dan yang akan kita kawal nanti permasalahan fakultas dan memperjuangkan mahasiswa yang kesusahan mengikuti UTS atau UAS terkendala biaya," tandasnya.

Kedua kandidat Gubernur BEM FE menyatakan kesiapanya untuk melakukan aksi demonstrasi terkait permasalahan Fakultas Ekonomi nantinya.
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews