Responsive Ad Slot

HMS Bantu Program Desa Lewat P2M

Tidak ada komentar

Sabtu, 24 Desember 2016

Cirebon, Setaranews.com –Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) Fakultas Teknik Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) bekerjasama dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Cirebon pada Program Pengabdian Pada Masyarakat (P2M) di desa Jemaras Kidul telah selesai dilaksanakan, pada Sabtu (24/12).

Kegiatan itu bertujuan untuk membangun penyadaran masyarakat lewat penyuluhan akan pentinggnya memelihara lingkungan serta membangun bak sampah. Acara yang sebelumnya diagendakan selama 21-28 Desember 2016 ini lebih cepat selesai dari yang telah direncanakan.

Chandra selaku Ketua Pelaksana menekankan, kegiatan tersebut bukan ajang eksistensi semata. Namun kegiatan ini adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat yang juga merupakan tugas mahasiswa dalam mengimplementasikan tridharma perguruan tinggi.

"Tahun ini kita memang tidak bisa memberikan sesuai dengan yang diharapkan masyarakat, namun sejauh ini kita sudah berusaha dan seoptimal mungkin. Awalnya kita akan membangun bak sampah permanen sekitar sepuluh bak, namun karena masalah teknis yaitu tidak tersedianya lahan sehingga yang terealisasi hanya tujuh bak," ungkapnya kepada Setaranews.com saat ditemui di ruangannya.

Pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Jemaras merasa terbantu atas kedatangan mahasiswa ke desanya, membangun penyadaran akan sampah selaras dengan program Pemdes pada tahun yang akan datang.

“Minggu lalu pemerintah desa mengadakan musyawarah rencana pembangunan (musrembang), yang salah satu programnya adalah terkait sampah, dan untuk tahun depan sudah dianggarkan untuk bagaimana pengolahannya. Kami merasa terbantu akan partisipasi mahasiswa baik dalam bentuk pemikiran dan materialnya yang berupa tujuh bak sampah permanen, lima tong sampah dan satu buah gerobak sampah,” ujar Sukrama selaku Sekretaris desa Jemaras Kidul saat ditemui di ruanganya.

Program yang merupakan agenda tahunan ini telah memberikan kesempatan mahasiswa Teknik Sipil khusunya untuk berintraksi dengan masyarakat dan tujuannya mengingatkan mahasiswa akan perannya dalam mendedikasikan diri untuk mengabdi pada masyarakat.

 

 

Baca juga:

Logo Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS)

 

 

IAI BBC Sukses Gelar Seminar Nasional

Tidak ada komentar
Cirebon, Setaranews.com – IAI BBC (Institut Agama Islam Bunga Bangsa Cirebon) telah berhasil menyelenggarakan acara Seminar Nasional Entrepreneurship yang bertajuk “Moslem Entrepreneur is My Way of Life” (Menuju Berkah Berlimpah) yang berlangsung pada Jumat (23/12) kemarin sejak pukul 13.00 WIB hingga selesai di Gedung Islamic Centre At-Taqwa Cirebon.

Sambutan yang berisi harapan disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Cirebon. “Harapannya, dengan adanya seminar ini semoga para peserta lebih termotivasi dan menumbuh kembangkan wirausahanya, hingga tidak melulu menjadi pegawai-pegawai, tapi mampu membuka lapangan kerja.” ungkapnya.

Kemudian, materi yang disampaikan pada Seminar Nasional Entrepreneurship ini diantaranya diisi oleh Sally Giovanny (Owner Batik Trusmi Cirebon) dan Ipho “Right” Santosa (Motivator dan Penulis). Sally berkisah tentang awal mula dirinya menginjakkan kaki ke dalam dunia wirausaha, sementara Ipho memberikan motivasi tentang wasilah kekayaan yang terdiri dari belajar, berhemat, berbisnis, berinvestasi, dan berbagi.

"Saya berharap semua peserta baik mahasiswa umum, atau golongan masyarakat, dan para tamu undangan yang hadir diantaranya para Manajer, Direktur, Jendral, dan lain-lain, mereka mampu mengaplikasikan sendiri apa yang telah disampaikan dalam materi dari Pak Ipho yaitu merubah mindset otak kiri menjadi otak kanan, mereka mau berusaha bukan hanya bekerja karena orang yang paling kaya adalah orang yang berwirausaha.” Tutur Linda selaku Ketua Pelaksana pada Setaranews.com, Jumat (23/12).

“Saya sangat senang dengan adanya Seminar Nasional ini, saya jadi mendapatkan ilmu dan pengalaman baru tentang berwirausaha, dan jadi tambah semangat ingin berwirausaha.” Pungkas salah satu peserta seminar, Vina, pada Setaranews.com.

Rupanya peserta yang hadir dalam seminar  pun diluar dugaan para panitia. Pasalnya, tiket yang disediakan kurang lebih sebanyak 500, tapi jumlah peserta yang hadir hingga lebih dari 500. Bahkan, ada peserta yang hadir dari luar kota seperti Tanggerang. (Riska)

Presidium FISIP Segera Sahkan Aturan Pembentukan PPUM

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com – Pada pembentukan Presidium Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon pada Jumat (16/12), telah menghasilkan keputusan bersama bahwasanya Muhammad Faqih Istiqlal telah terpilih menjadi Ketua Presidium.

Setelah berjalan satu minggu selang pembentukan Presidium, kini Presidium pun telah merancang aturan pembentukan PPUM (Panitia Pemilihan Umum Mahasiswa). Maka besok Sabtu (24/12) akan diadakan tindak lanjut pengesahan peraturan pembentukan PPUM pukul 08.00 WIB di Gedung Serbaguna FISIP, Kampus III Unswagati.

“Setelah hampir satu minggu kita sudah membuat aturan PPUM dan besok akan diadakan musyawarah, seperti sidang pleno lah untuk pengesahan peraturan PPUM,” ujar Faqih pada Setaranews.com di Kampus III Unswagati, Jumat (23/12).

Lebih lanjut, menurutnya, untuk waktu pemilihan panitia inti PPUM akan menjadi kesepakatan forum di rapat pengesahan peraturan PPUM besok, tapi tidak menutup kemungkinan langsung dilakukan setelah aturan PPUM sudah disepakati. “Kesepakatan forum besok, tapi agendanya mah langsung setelah peraturan kepanitiaan sudah disepakati,” lanjutnya.

Kemudian, setelah PPUM telah terbentuk secara clear, maka SK Presidium pun habis dan digantikan dengan SK PPUM.

UKM Seni dan Budaya Adakan Temab 2016

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni dan Budaya Unswagati Cirebon kembali mengadakan Tes Mental dan Bakat (Temab) yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya dalam rangka proses rekrutmen anggota baru, pada Sabtu (24/12) sampai dengan Senin (26/12) di Sidomba, Kuningan.

Konsep Temab kali ini sama dengan tahun sebelumnya, tapi dengan tema yang berbeda yaitu Nyatunang Gerak lan Tari sareng UKM Seni dan Budaya, “Acara hampir sama, bedanya game interaktif dan materi lebih ditambah lagi,” ujar Ian Faturrohman selaku Ketua Pelaksana pada Setaranews.com.

Jumlah peserta Temab yang terdaftar hingga hari Jumat kemarin sebanyak 30 mahasiswa, tapi hingga Sabtu, tidak menutup kemungkinan jumlah peserta akan bertambah sekitar 40 mahasiswa. “Jumlah peserta sampai saat ini ada 30 orang, kemungkinan masih akan bertambah sampai Sabtu, kemungkinan sekitar 40 orang,” tambahnya.

Sementara itu, karena terkendala ijin orang tua, tidak semua calon anggota baru bisa mengikuti Temab. “Ada beberapa orang yang tidak ikut karena tempat jauh sehingga tidak mendapat ijin dari orang tua,” jelasnya.

Bagi calon anggota baru yang mengikuti Temab dikenakan iuran sebesar Rp. 90.000 per orang untuk keperluan baju, makan dan tiket masuk wisata. Terakhir, Ian pun berharap Temab dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan acara.

Dekan FISIP Bantah Isu Penghapusan KKN

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com – Isu penghapusan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon yang berhembus di kalangan mahasiswa dibantah oleh Mukarto Siswoyo selaku Dekan FISIP.

Menurutnya, KKN merupakan program dari Universitas yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa semester enam.

“Ini hal yang harus diikuti oleh mahasiswa, mungkin bahasanya bukan penghapusan tetapi boleh jadi pada periode tertentu tidak ada mahasiswa yang ikut KKN, bukan berarti dihapus,” ujar Mukarto pada Setaranews.com di ruangannya, Kamis (22/12).

Kembali, Mukarto menegaskan bahwa isu penghapusan KKN tersebut tidak benar dan pihak Fakultas tidak memiliki kewenangan untuk menghapusnya. Sementara, selama Rektor belum mencabut SK kewajiban mahasiswa mengikut KKN, artinya itu masih wajib diikuti oleh mahasiswa.

Meriahkan Diesnatalis, Unswagati Adakan Lomba Futsal

Tidak ada komentar

Jumat, 23 Desember 2016

Unswagati, Setaranews.com - Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) meriahkan Diesnatalis ke-55 nya dengan serangkaian acara, salah satunya adalah dengan mengadakan lomba futsal yang bertempat di Gedung Olahraga Bima Kota Cirebon pada Rabu (22/12).

Adanya kegiatan seperti ini, diharapkan mampu meningkatkan rasa persaudaraan di lingkungan Unswagati. Seperti yang dilontarkan oleh Rektor Unswagati Rochanda Wiradinata dalam pidatonya. “Harapan kegiatan turnamen futsal ini untuk memperkokoh hubungan kita semua dan memunculkan jiwa yang sehat dan cermat serta jujung tinggi sportifitas dan persaudaraan," ujarnya.

Peserta lomba futsal ini berasal dari kalangan mahasiswa dan staf karyawan Unswagati. Kegiatan ini mendapat antusias yang baik oleh seluruh kalangan di Unswagati, baik dari peserta maupun para penonton yang notabenenya pendukung dari masing-masing tim setiap Fakultas.

Seperti yang diungkapkan salah satu peserta futsal putri dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Uun Sundusiah, yang mengungkapkan bahwa dirinya sangat senang dengan adanya lomba ini. “Seneng banget bisa berpartisipasi, harapannya sih kedepan adain terus turnamen begini biar ada futsal cewek,” katanya.

Adapun hadiah pemenang lomba, seperti yang disampaikan oleh Wakil Rektor III Unswagati Dudung Hidayat selaku Ketua Pelaksana, berupa piala beserta uang.  “Untuk futsal hadiahnya sendiri berbentuk hiburan yaitu ada bentuk uang dan piala,dengan adanya kegiatan seperti ini tujuannya itu untuk mempererat tali silahturahmi antar fakultas dan harapannya ke depan dapat semakin berbaur kembali," tuturnya.

Perlombaan futsal ini akan berlangsung sejak 22 sampai dengan 24 Desember 2016 mendatang.

 

Editor: Hashbi Isma Rabbani

"Om Telolet Om" Jadi Trend Dunia, Ini Asal Muasalnya

Tidak ada komentar
Nasional, Setaranews.com – Saat ini kata “Om Telolet Om” mendadak menjadi Tranding Topic di Indonesia. Bagaimana tidak, kata-kata “Om Telolet Om” saat ini sedang viral di Sosial Media dan sudah menjadi buah bibir warga Negara Indonesia, bahkan trend tersebut menembus jadi trend dunia.

Mungkin kata “Om Telolet Om” terdengar biasa-biasa saja, tapi di balik kata itu dapat membuahkan kebahagiaan tersendiri bagi yang menikmatinya dan untuk menuai kebahagiaan itu tidak lah sulit seperti apa yang kita pikirkan, melainkan melalui kata yang terdengar unik saja (Om Telolet Om) dapat membahagiakan.

Hal tersebut di ungkapkan oleh Kombes Martinus Sitompul, Kepala Bagian Penerangan Umum Polri. "Bahagia itu sederhana, dan tidak ada larangan untuk Telolet," ungkapnya seperti yang dikutip melalui Liputan6.com, Kamis (22/12).

Lantas bagaimana asal muasal kata unik yang saat ini sedang viral terdengar ditelinga masyarakat tersebut? Awal bunyi “Telolet” tersebut berasal dari bunyi kelakson bus di timur tengah untuk mengusir unta yang kerap melintas di tengah-tengah jalan raya, Hal tersebut di jelaskan oleh Arif Setawan, Ketua Bismania Community.

“Awalnya berasal dari bunyi kelakson bus di Timur Tengah untuk mengusir Unta yang melintas ditengah jalanan waktu itu, kemudian ada seorang pengusaha dari Indonesia yang mendengar bunyi khas Telolet tersebut dan membawa pulang ke Indonesia untuk di aplikasikan sebagai klakson bus,” jelasnya seperti yang dikutip melalui detik.com, Kamis (22/12).

Lebih lanjut Arif menjelaskan akan ketenanaran kata "Om Telolet Om" saat ini, bermula dari anak-anak yang hendak berangkat kesekolah.

"Yang meminta telolet itu anak-anak yang mau berangkat sekolah, Dulu sih malahan mereka bilangnya 'Om Klakson Om' yang jadi ketenaran sekarang ini yah bunyi klakson dari buas-bus yang melintas hampir semua bunyi klaksonya berbunyi "Telolet"," tambahnya dikutip melalui detik.com, Kamis (22/12).

Dekan FISIP: Borang Reakreditasi Ilmu Komunikasi Sudah Rampung

Tidak ada komentar

Kamis, 22 Desember 2016

Unswagati, Setaranews.com – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon sedang dalam proses menuju reakreditasi.

Menurut Mukarto Siswoyo selaku Dekan FISIP, ini bukan akreditasi reguler, melainkan reakreditasi atas perolehan akreditasi Prodi Ilmu Komunikasi satu setengah tahun yang lalu yang mendapatkan akreditasi C.

“Sekarang kita sudah rampung menyusun borang (red: instrumen akreditasi, berupa formulir) untuk reakreditasi Prodi Ilmu Komunikasi, dan Insha Allah akan kita kirim nanti tanggal 28 Desember,” ujarnya pada Setaranews.com di Ruang Dekan FISIP, Gedung Fakultas Hukum, Kampus III Unswagati, Kamis (22/12).

Berbagai upaya untuk menunjang reakreditasi Prodi Ilmu Komunikasi menjadi B pun telah dilakukan oleh pihak Fakultas, seperti dari segi Sumber Daya Manusia (SDM) dan fasilitas penunjang pembelajaran.

“Kita berusaha keras melengkapi berbagai hal dari SDM seperti penambahan lima sampai enam dosen, dari fasilitas dengan adanya TV Kampus, lalu membenahi radio, dan tulisan-tulisan dosen di jurnal sudah kita lengkapi,” tambah Mukarto.

Hasil akreditasi untuk Prodi Ilmu Komunikasi pun sudah bisa didapatkan tahun depan. Setelah dikirim, paling cepat satu bulan divisitasi. Lebih lanjut, Mukarto berharap awal 2017, Prodi Ilmu Komunikasi sudah mendapatkan akreditasi baru.

Unswagati TV Mengudara Hingga Kanci

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com – Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon kini telah memiliki laboratorium televisi, yang diberi nama UTV (Unswagati TV) yang berlokasi di Kampus III lebih tepatnya di Gedung Ramadhani.

UTV disiarkan menggunakan frekuensi sama seperti TV pada umumnya yakni 53 727,25 Mhz. UTV ini hanya dapat dinikmati dengan jarak 2,5 km, dalam hal ini berarti tidak semua Wilayah Cirebon bisa menjangkaunya.

“2,5 km hasil survei frekuensi kita ke daerah Plered, ke arah Tegalwangi masih bisa, ke daerah Talun sampai Sumber masih bisa dilihat, terus Mundu arah Kanci bisa dilihat, terus yang kotanya Balaikota, Pesisir bisa. Paling tidak kampus 1, 2, 3 bisa terjangkau,” Ujar Khaerudin Imawan selaku Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), pada Setaranews.com di ruangannya, Selasa (13/12).

UTV tidak on-air secara penuh, melainkan hanya pada jam tertentu seperti pukul 16.00 WIB. Kontennya pun masih sekitar dokumentasi milik Fakultas dan Universitas serta dari Youtube.

Laboratorium ini di khususkan untuk mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, tetapi tidak menutup kemungkinan jika mahasiswa di luar Prodi Ilmu Komunikasi bisa bergabung didalamnya. “Punya kampus tetapi memang sasaran utamanya adalah mahasiswa ilmu komunikasi, karena ilmu komunikasi ada mata kuliahnya, ada bagian prakteknya tetapi tidak menutup kemungkinan yang lain,” tambahnya.

Lebih lanjut, Khaerudin pun menjelaskan jika UTV ini berada di naungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), serta pengelolaan di bawah Unit Pelaksana Teknis (UPT), tetapi tetap saja mengudara dengan menggunakan nama Universitas.

Fakultas Ekonomi Unswagati Akan Gelar Pesta Demokrasi

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com – Pesta Demokrasi Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon akan segera digelar. Tepatnya pada tanggal 27 Desember 2016 mendatang, FE akan melangsungkan proses pemilihan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi (HMJ AK) dan Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJ-M).

Rencananya apabila tidak ada kendala, pemilihan akan dilangsungkan di Halaman Parkir FE, tapi plan B nya bisa dilaksanakan di depan Bank BJB Kampus. Kemudian, pada Sabtu (24/12) mendatang, FE akan mengadakan debat kandidat di Aula Kampus Utama Unswagati dimulai sejak pukul 10.00 WIB sampai selesai.

Pesta Demokrasi yang rutin ada setiap tahun, untuk kali ini mengusung tema “Mewujudkan Pengembangan Organisasi yang Lebih Aktif Melalui Pemilu Demokratis” dan pemilihan ini bertujuan untuk memilih pemimpin yang terbaik di antara yang terbaik dan tentunya merupakan pembelajaran demokrasi untuk para mahasiswa.

Sementara berikut adalah nama-nama calon terpilih, Iis/Gerry dan Azis/Didin (BEM), Paris dan Rifat (HMJ AK), serta Gunawan dan Fahmi (HMJ M).

Rahmat selaku Ketua Panitia Pemilihan Umum Mahasiswa (PPUM) berharap para calon yang terpilih kedepannya bisa amanah dan selalu mendengar aspirasi mahasiswa.

“Harapan saya semoga bisa menjalin visi misi dengan baik dan program kerja yang telah di buat dengan baik oleh para calon, dan harusnya yang telah terpilih harus menjabat dengan baik. Karena kepercayaan mahasiswa ada di tangan pemimpin yang baru dan yang gak kalah penting pemimpin yang terpilih harus amanah dan selalu mendengar aspirasi mahasiswa.” Pungkasnya pada Setaranews.com, Rabu (21/12).

Seluruh mahasiswa FE pun dihimbau untuk turut berpartisipasi pada saat pemilihan, sekaligus sebagai bentuk kepekaan sosial mahasiswa, sebab suatu suara mahasiswa akan memberi pengaruh sangat besar bagi organisasi di Kampus. (Riska)

Meski Jarang Terjadi, Waspadai Overdosis Kafein!

Tidak ada komentar
Kesehatan, Setaranews.com – Bagi Anda yang senang mengkonsumsi kopi setiap hari, tampaknya hal tersebut mulai perlu diperhatikan. Pasalnya, gejala overdosis bisa juga datang dari mengkonsumsi kafein secara berlebih.

Dikutip dari Kompas.com, Rabu (21/12) menurut seorang ahli gizi, Samantha Heller, R.D., dari NYU Langone Medical Centre mengatakan bahwa biasanya tambahan secangkir atau dua cangkir kopi setiap hari tidak akan menimbulkan masalah kesehatan apapun. Tetapi, orang yang mengalami gejala overdosis kafein akan merasakan jantung berdebar-debar tak karuan dan tangan bergetar. Tentunya hal tersebut sangat tidak nyaman dirasakan.

“Butuh waktu empat sampai enam jam untuk efek kafein menghilang dari sistem tubuh Anda, dan sayangnya tidak ada cara untuk mempercepat proses tersebut,” ujar Heller.

Lalu, Heller pun menyarankan, jika Anda mulai merasa panik setelah meminum kopi, maka Anda hanya perlu menarik nafas dalam-dalam dan mengingatkan diri sendiri bahwa situasi tersebut hanya reaksi kimiawi sementara. Sebenarnya alangkah baiknya, Anda membatasi asupan kafein dengan 400 miligram perhari, tetapi meminum kopi hingga lebih dari empat cangkir sehari tidak akan menjadi masalah, kecuali apabila tubuh Anda memiliki tingkat toleransi kafein yang sangat tinggi.

Seorang ahli jantung dari South Florida, Adam Splaver, M.D., menyarankan agar meminum banyak air putih untuk mendorong kafein keluar bersama air seni, dan melakukan olahraga untuk membakar kelebihan energi dan mempercepat metabolisme tubuh.

Perhatikan jika Anda mulai merasa mual, pusing dan seperti ingin pingsan, itu bisa menjadi tanda Anda overdosis kafein. Meskipun jarang terjadi, overdosis kafein bisa menyebabkan masalah serius, terutama jika Anda memiliki kondisi gangguan jantung atau tekanan darah tinggi.

“Overdosis dapat menyebabkan gangguan irama jantung, vasokonstriksi, serangan jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi pada populasi tertentu,” kata Splaver.

UN dan USBN Akan Tetap Dilaksanakan

Tidak ada komentar
Nasional, Setaranews.com – Pemerintah telah memutuskan untuk tetap mengadakan Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN). Hal ini ditetapkan setelah Presiden Joko Widodo memutuskan tidak melakuakan moratorium yang diajukan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sebelumnya, memang sudah tersebar isu tentang UN akan dihilangkan, dengan diterimanya kajian dari Muhadjir Effendy selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan oleh Presiden.

Wakil Presiden Jusuf Kalla, mengatakan, bahwa UN dan USBN akan tetap dilaksanakan bersamaan. “Dua-duanya akan dilaksanakan,” ujarnya di Istana Wakil Presiden, Selasa (20/12).

Untuk UN, Jusuf Kalla mengatakan, akan dilaksanakan dengan mengujikan empat mata pelajaran yang selama ini telah diujikan.

Sedangkan untuk USBN, akan dibuat batasan-batasannya yang berdasarkan standar yang ditetapkan secara nasional. “Harus ada kisi-kisi nasionalnya,” katanya.

*Artikel ini dibuat dari berbagai sumber

Puisi: Perempuan dalam Perlawanan

Tidak ada komentar

Rabu, 21 Desember 2016

Perempuan itu tersudut ketidakadilan
Keringatnya dijual murah
Terlebih tubuhnya dijamah
Lalu cintanya disepelekan
Harga dirinya dirampas

Ia tak bisa berbuat banyak
Sebab ia hanya perempuan miskin
Ia terombang-ambing di perahu nasib
Membawanya ke belantara lautan yang mencekamkan

Perempuan itu ingin melawan
Hidupnya bukan taruhan
Jika bukan dirinya sendiri yang bertahan, siapa yang akan memperjuangkan?
Ia pun menantang dunia dengan modal tatapan
Mencoba tegar dengan segala keadaan
Meski seluruh waktunya cacat, luka tertancap dimana-mana

Ia tak butuh belas kasihan
Hanya ingin dunia menatapnya
Membalikkan segala ketidakadilan yang menimpanya
Bergeraklah ia menuju dimensi perlawanan
Sebab ia dan kaumnya sudah lama dibawah tekanan
Inilah saatnya menyeruakan!

Cerpen: Perempuan yang Sedang Belajar

Tidak ada komentar

Karena pahit akan selalu ada, selagi masih berlakunya ejaan yang diakui dengan tulisan m-a-n-i-s. Tak perlu takut mengejanya, meskipun terpatah – patah. Tak perlu ragu untuk bangkit, meskipun tertatih. Larut dalam pusaran keintiman yang telah menjadi sebuah kalaidoskop yang terbingkai permanen memang akan terus membuntuti, kemanapun raga berlari. Namun, pemaksaan itu penting. Terlalu sulit untuk menemukan titik terang, ketika tidak memaksakan diri untuk beranjak dari kegelapan. Dengan mengenalmu, keberanian itu muncul mendadak. Bak nyanyian jiwa yang berujar dalam dada; inilah saatnya!


Sudah terlalu lama harum mawar tak lagi semerbak. Wewangian apapun bentuknya, tak tercium aromanya. Organ tubuh serasa tak berfungsi sempurna, tiba – tiba macet begitu saja. Hanya satu yang masih berjalan alami, kesedihan yang mengalir bermuara pada satu tujuan; tetesan kekecewaan! Kesekian kalinya, Aku kembali menjadi sosok yang menyeamkan! Menjadi seorang predator, meneguk bermacam minuman, menghisap, memangsa. Semua itu menjadi cirri khas yang terpatri, seolah seperti kepribadian.

Lama Aku menjalani detik sampai ke menit, berlanjut sampai hari, terbangun telah berganti bulan, hingga terlalu larut tak sadar telah berganti kalender. Seperti sebuah keajaiban, bagiku. Seseorang yang Aku anggap sebagai saudara seperjuangan. Membuatku sontak terperenjat terbangun, dengan langkah tergesa – gesa meraup segayung untuk membasuh muka agar  terlihat segar. Lebih dari itu, seperti kesurupan jin dari timur tengah seraya berkata, “Jikalau Semesta memberikan kesempatan, niscaya Aku akan melindunginya”

Dalam urusan kasih, Aku biasa terbuka, dan tak canggung untuk menceritakan. Mulai dari yang mandeg, lancar jaya seperti bus malam, sampai diselip dari kiri ditikungan. Tidak untuk yang satu ini, bukan menjadi konsumsi publik bak figuran papan triplek, bukan juga seperti santapan berjamaah ajang curhat mulai dari layar lebar sampai layar mini. Ini murni Aku privatisasi, menjadi kepentingan pribadi. Menjadi sebuah rahasia perusahaan. Kalau negara, tak perlu ada rahasia – rahasiaan, semuanya harus akuntabel dan transparan.

***


Bukan tanpa sebab, terlalu beresiko rasanya ketika seseorang yang menjadi pujaan dalam lingkungan dan keadan yang serba sama, tak jauh berbeda, tekadang juga berlebih menjadi seorang kerabat keluarga. Ditambah lagi bukan cuman Aku satu – satunya manusia yang tertarik dengan sumber daya dan potensi yang ada. Tak sedikit yang kemuidan beropini, “Sangat disayangkan jika jatuh ke tangan yang salah dan tak bertanggung jawab,” .  Citra yang Ada terhadapku, menjadi tantangan. Terlanjur nyemplung, naïf rasanya jika tidak sampai becek sekujur badan. Karena Aku selalu memiliki keyakinan; semua lelaki itu sama dalam urusan jamaah biologiskiyah al cintakiyah.

Jangan salah fikir, Aku bukan terjebak oleh kisah – kisah murahan yang sering kita dengar  dan saksikan bersama bahwa lokasi tak jarang menimbulkan sebuah benih kasih. Sama sekali bukan itu! Aku sengaja menjerusmuskan diri. Mengikuti naluri, berjalan alami, tanpa tambahan pestisida ataupun bumbu kimia. Namun memang, aksi nyata sama sekali belum pernah dilewati. Masih sebatas basa – basi ala sales yang menawarkan dan menonjolkan kelebihan, dan Aku yakin itu membosankan, tak sedikitpun membuatnya luluh lantah dengan seseorang yang tak berkarisma. Setidaknya tidak seperti praktik lain, Aku tidak menjatuhkan lawan saing, itu saja bedanya!

 

Berbagai pergulatan batin dan fikiran tak dipungkiri menghampiri. Entah tekanan dari luar maupun dalam diri sendiri bak meriam dalam perang.  Mendengar banyak yang sudah melakukan ekspansi, serta berbagai gerakan intelejen yang dilakukan oleh pasukan sekutu dan koalisinya.  Sementara Aku, jangankan dukungan materil, moril pun tak ada. Jelas jika dianalisis menggunakan teori ekononomi S-W-O-T itu, entah kekuatan, peluang, kelebihan, Aku tak punya modal itu. Mungkin hanya satu yang menjadi modal utama; suara hati yang mendorong untuk melakukan jihad memperjuangkan sesuatu yang dicintai sepenuh hati.

Tekad yang lebih dekat dengan kata nekat akhirnya Aku menceritakan apa yang Aku yakini kepada beberapa teman. “ Aku putuskan untuk berani bertarung, apapun risikonya. Jika ia terjadi, jagat raya berate masih memberi kesempatan dan amanah kepadaku untuk berubah,”  Keluarlah kata – kata itu dari mulutku yang bau, baru bangun tidur. Sebut saja temanku yang juga pernah mengalami nasib sama itu dengan inisial Uya. “ Serius? Jangan, lingkungan ini memiliki fatwa dilarang menjalin hubungan lawan jenis. Eh maksudku, dalam satu lingkaran,” ujarnya dengan muka sok serius yang membuatnya semakin memprihatinkan.

Memang itu sudah menjadi salah satu perhitunganku. Namun apalah daya, Aku cuma manusia biasa yang sama sekali tidak berusaha untuk menjadi seseorang yang sempurna, apalagi menjadi ekspektasi semua kaum hawa. Tugasku hanya satu, memperjuangkan. “ Aku udah mengingatkan, jangan nekat. Dia udah tertarik sama yang lain dan tinggal satu langkah lagi menuju jenjang ikatan,”  kembali temanku mengingatkan dengan mulutnya yang sedikit mengeluarkan busa disela – sela bibirnya.

Informasi mengenai Aku mengincar target menyebar keseluruh jagat dunia persilatan, bak sayambara, masuknya Aku turut campur  langsung diumumkan.  Mendengar cerita dari para tim suksesnya berbagai gerakanpun semakin masih. Manuver – manuver dilakukan, termasuk gerakan mempengaruhi jangan sampai Aku yang memperoleh permata itu. “ Kamu yakin? Bukan bermaksud melarang, itu hakmu.” Kali ini temanku terdengar lemas mengingatkan.

***


Suatu malam ditengah guyuran hujan yang menambah kesenyuian, dipojok ruangan biru dengan tembok tripleknya yang terlihat kusam namun tetap menggairahkan dengan kata – kata semboyan perjuangan. Sedikit demi sedikit Aku kembali mengurai kebelakang, Apa benar atau tidak yang akan Aku perbuat kedepan. Aku kembali berfikir, merenung, berdamai dengan hati. Sampai kemudian bisikan itu datang, tidak ada salah atau kalah dalam urusan berjuang. Aksi nyata walaupun hanya secuil akan berkesan ketimbang ribuan kata – kata yang hilang terbawa angin dan termakan zaman.

Sontak kemudian Aku ingat dengan salah satu Idolanya yang kebetulan sedang mampir di sebuah restoran. Bergegas Aku mengambil kamera, tarik nafas dalam – dalam untuk mengumpulkan keberanian. Kuda besi Aku tunggangi menerobos celah – celah hujan sampai lampu merah. Si Idola itu sedang dikerumuni oleh penggemarnya yang lain. Aku duduk memegang kamera, badan terasa bergetar, bisa karena grogi juga karena kedingininan. Satu persatu mulai meninggalkan meja Aku langsung berlari menghampirinya menahan agar tidak dulu menampilkan karya ajaibnya. “Minta waktu sebentar, tolong. Ada seseorang yang Aku nyaah banget dan dia mengidolakan akang. Namanya Juwita, Ia pengen ketemu cuman mungkin waktu belum berkehendak. Tolong sapa dia, dan bantu Aku mengatakan keluh kasih kang,” ucapku dengan terbata –bata. Grogi ya, gugup alagi. Dengan perhatian puluhan pasang mata tertuju kepadaku dan idolanya.

Mengerti dengan raut wajah dan pesan yang Aku sampaikan melalui gerak tubuh Ia langsung menyambut dengan senyum, “Hai Juwita, dia pantas untukmu, karena mau memperjuangkanmu, pokoknya dia” ujarnya. Kemudian sang Idolanya mengajak Aku bernyanyi dengan berujar, “Jika kau lelaki Ayo bernyanyi bersama disini, soal asmara”.

Bukan bermaksud mencari dukungan, apalagi memelas dikasihani.  Berbuat  terbaik yang Aku bisa seoptimal mungki, walaupun beda, out of the box, sedikit nakal. Berbekal durasi rekaman itu Aku kembali, begadang semaleman untuk merangkainya menjadi sebuah video pendek yang utuh. Tak lupa dengan sebatang bunga disampingku yang sudah tak wangi karena terguyur air dan juga kepulan asap. Selesai sudah, saat nya tidur. Mengumpulkan nyawa untuk gencatan senjata.

Suasana malam tersebut membuatku bangkit, ditambahlagi dengan momentum hari besar bangsa. Aku fikir sebagai momentum pas untuk merubah keadaan. Dimana Aku yang ingin merdeka, menyampaikan pendapatku akan suatu hal yang harus diperjuangkan. “Diantara mereka yang menghuni atau sekedar mampir bermain semuanya Aku anggap sama; teman dan keluarga, yang juga harus Aku perjuangkan. Aku pun cinta pada mereka.  Kecuali dengan kamu, lebih dari itu. Apa Aku Salah?,”  ungkapku sambil bertekuk dengan sedikit berkaca menahan kenyataan yang Aku perjuangkan.

Unjuk ‘rasa’ Ini yang bisa Aku buat, tidak lebih, jauh dari kata banyak.  Berjuang. Hidup yang tak pernah diperjuangkan tak akan pernah dimenangkan. Begitulah pepatah bijak mengajarkan. Cinta memang harus diperjuangkan, begitupun sebaliknya. Manis-pahit teralu biasa dalam urusan berjuang dan diperjuangkan. Kata sia – sia, kecewa, itu tak ada dalam teori atau rumus berjuang.  Hanya saja perlu kesabaran revolusioner untuk mencapainya. Itu saja.  Sejarah pasti berulang dan membuktikan kebenarannya.

 

Untukmu, Perempuan yang sedang Belajar

 

Penulis: Al – Aziz

LPM Setara Gelar Campdik Ke-5 untuk Anggota Magang

Tidak ada komentar

Selasa, 20 Desember 2016


Unswagati, Setaranews.com – Lembaga Pers Mahasiswa Semua Tentang Rakyat (LPM Setara) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon adakan Camping Dialektika (Campdik) ke-5 di Situ Pejaten, Ds. Cikalahang, Kec. Dukupuntang, Kab. Cirebon pada Sabtu-Minggu, 17-18 Desember 2016 kemarin.

Acara yang mengusung tema “Peran Pers Ada Dimana?” ini lebih dikhususkan untuk anggota magang, sebutan bagi anggota baru LPM Setara yang akan menjadi anggota tetap.

Campdik sendiri merupakan agenda tahunan LPM Setara, seperti yang diungkapkan oleh Riska Aulia selaku Ketua Pelaksana. “Ini merupakan acara rutin LPM Setara setiap tahun, bertujuan untuk mengenalkan dasar-dasar Jurnalistik kepada anggota magang, memperluas pengetahuan tentang LPM Setara, dan antar anggota magang dengan pengurus bisa saling mengenal lebih dekat,” ungkapnya saat ditemui di sela-sela acara.

Acara yang diselenggarakan sejak hari Sabtu hingga Minggu tersebut diikuti oleh empat peserta, dan diisi dengan berbagai kegiatan seperti, pemaparan mengenai dunia Jurnalistik maupun keorganisasian, diskusi film, games, praktek serta presentasi liputan untuk anggota magang.

Kemudian, harapan disampaikan oleh Haerul Anwar atau kerap disapa Awank selaku Ketua Umum LPM Setara. “Saya sih berharap semua anggota tetap, berikut anggota magang untuk lebih aktif lagi dalam organisasi, lebih kritis, dan khusus buat anggota magang semua yang sudah diberikan berikut materi-materi itu dapat diaplikasikan dengan baik untuk menunjang lancarnya kinerja organisasi sendiri,” ujarnya saat ditemui seusai acara, Senin (19/12).

Selain itu, komentar datang dari salah satu anggota magang yakni Felis Dwi, mahasiswi Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. "Secara keseluruhan acaranya biasa saja, tapi ada satu moment yang menarik ketika masa pengenalan, karena bisa mengenal satu sama lain, dan merasa bahwa LPM Setara itu keluarga," tutupnya. (Trusmiyanto)

IAI BBC Hadirkan Ippho Santosa dan Sally Giovanny dalam Seminar Nasional Entrepreneurship

Tidak ada komentar

Senin, 19 Desember 2016

Cirebon, Setaranews.com – Institut Agama Islam Bunga Bangsa Cirebon (IAI BBC) akan menggelar seminar nasional entrepreneurship bertajuk “Moslem Entrepreneur is My Way of Life (Menuju Berkah Berlimpah)” yang akan dilaksanakan pada 23 Desember 2016 di Gedung Islamic Centre Cirebon.

Acara yang diselenggarakan oleh mahasiswa dan yayasan tersebut bertujuan untuk menawarkan solusi di dunia perekonomian masyarakat. “Sekarang kan kita sedang menghadapi ASEAN ya. Tujuannya adalah kenapa entrepreneur muslim itu adalah solusi dunia, mengingat pada jaman rasulullah itu semua perkeonomian tertangani, dari segi manajemen dari segi perekonomian itu bisa dihandel,” ujar Linda selaku Ketua Pelaksana, Kamis (15/12).

Melalui seminar ini, lanjut Linda, akan mencoba memunculkan kembali entrepreneur muslim, dan sebagai entrepreneur outputnya bukan hanya materi tetapi juga dapat berbagi. “Kita itu menjadikan orang kaya dan mampu mengayakan, tujuannya seperti itu,” tambahnya.

Linda menargetkan peserta seminar ini sebanyak 500 orang dan dalam seminar ini pun akan menghadirkan pembicara Ippho Santosa dan Sally Giovanny.

“Peserta seminar dari umum dan mahasiswa. Untuk pematerinya Ippho Santosa, pakar otak kanan yang terakhir bukunya 7 Keajaiban Rezeki dan Sally Giovanni, Owner Batik Trusmi terbesar di Indonesia,” kata Linda.

Untuk HTM sendiri terdapat kategori VIP yang berkisar 500 ribu rupiah dengan fasilitas seperti mendapatkan buku dan tanda tangan dari Ippho. HTM lainnya yaitu presale 100 ribu rupiah dan on the spot 150 ribu rupiah.

HRW: Pemerintah Turki Bungkam Media Massa Independen

Tidak ada komentar
Internasional, Setaranews.com - Direktur HRW untuk kawasan Eropa dan Asia Tengah, Hugh Williamson, mengatakan bahwa upaya-upaya sistematis presiden dan pemerintah Turki untuk membungkam media di negara ini bertujuan untuk mencegah sorotan masyarakat.

Human Rights Watch (HRW) menyatakan Turki telah membungkam media independen, dalam penindakan keras terhadap para wartawan yang ditahan atas tuduhan palsu, termasuk terorisme.

Organisasi HAM Internasional itu menyatakan dalam laporan baru yang dilansir hari Kamis (15/12). Pembungkaman ini dilakukan demi mencegah munculnya kritik terhadap pembersihan besar-besaran yang dilakukan pasca-kudeta gagal Juli lalu.

Direktur HRW untuk kawasan Eropa dan Asia Tengah, Hugh Williamson, mengatakan bahwa upaya-upaya sistematis presiden dan pemerintah Turki untuk membungkam media di negara ini bertujuan untuk mencegah sorotan masyarakat. Ia mengatakan 148 wartawan dan pegawai media yang telah ditahan berdasarkan undang-undang situasi darurat. Dampak dari aturan baru ini  sebanyak 2.500 orang jurnalis kehilangan pekerjaan.

Para pejabat Turki tidak segera berkomentar mengenai laporan tersebut. Ruang gerak jurnalis untuk memberitakan isu-isu pemerintahan semakin dibatasi.

Sebelumnya pemerintah Turki membantah telah membatasi kebebasan pers dan berulang kali mengatakan tak memiliki masalah dengan kebebasan pers. Pemerintah menyatakan sedang melancarkan perang dari berbagai arah terhadap “teroris”, istilah yang mengacu pada para pendukung kudeta, militan Kurdi dan kelompok ISIS.(Silvia)

 

*Tulisan ini dikutip dari berbagai sumber

Tidak Ada Kenaikan, Dana Ormawa Masih Seperti Tahun Kemarin

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com – Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon tahun ini tidak memberikan kenaikan dana bagi Organisasi Mahasiswa (Ormawa). Hal tersebut berarti setiap Ormawa tetap mendapatkan porsi dana yang sama seperti tahun kemarin, sesuai dengan prioritas jenis organisasinya.

"Untuk tahun ini dana Ormawa tetap sama dengan tahun kemarin. Dan itu juga tidak ada akumulasi dana kemahasiswaan, saat ada sisa akan di kembalikan ke Yayasan," ujar Dudung Hidayat selaku Wakil Rektor III saat ditemui setaranews.com di ruangannya, Jumat (16/12).

Untuk Ormawa tingkat Universitas, seperti BEM-U (Badan Eksekutif Mahasiswa Unswagati) mendapatkan dana sebesar Rp 40.000.000, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sebesar Rp 20.000.0000, untuk Ormawa tingkat Fakultas, seperti BEM-F dan DPM-F sebesar Rp 8.000.000 dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) sebesar Rp 4.000.000. Sedangkan, dana mahasiswa untuk minat dan bakat sebesar Rp 35.000.000.

Lebih lanjut, Dudung memaparkan jika dirinya sudah mengajukan kenaikan dana untuk Ormawa saat Rapat Kerja, tapi hal tersebut tidak dapat terealisasi dikarenakan masih banyaknya kebutuhan.

“Saya sudah mengajukan kenaikan dana Ormawa ke pihak Yayasan, tapi tidak bisa, dikarenakan masih banyaknya kebutuhan, seperti sekarang sedang fokus ke pembangunan. Untuk tahun ini kira-kira dua miliar dana yang di kembalikan ke Yayasan, itu dari semua unit," pungkasnya.

HATHI Adakan Seminar Ketahanan Air di Unswagati

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com – Himpunan Ahli Teknik Hidrolika Indonesia (HATHI) cabang Cirebon mengadakan seminar umum “Ketahanan Air untuk Mendukung Kedaulatan Pangan” di Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon pada Sabtu, 17 Desember 2016 pukul 09.30-16.30 WIB.

Seminar tersebut merupakan seminar pertama yang dilaksanakan, adapun pembahasannya terkait kebutuhan air dan ketahanan atau kedaulatan pangan. Menurut Dwi Agus Kuncoro selaku ketua pelaksana, kedaulatan pangan adalah bagaimana kita memperbaiki dan mengelola daerah irigasi yang menerima manfaat dari ketahanan air. Karena air merupakan sumber kehidupan, maka diperlukannya pembangunan untuk meningkatkan taraf hidup lebih baik.

“Kebutuhan air di Cirebon sendiri banyak, sedangkan persediaan air sedikit. Maka ketahanan air itu bagaimana kita membuat tampungan-tampungan air, sehingga pada waktu musim kemarau kita punya cadangan air, pada musim hujan juga dapat meredam banjir,” ujarnya yang tergabung dalam HATHI Cabang Cirebon.

Seminar ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, dan dinas terkait di wilayah 3 Cirebon.  Sesuai dengan tema yang diambil, seminar ini membahas beberapa makalah tentang bagaimana mengolah irigasi secara modern. Adapun pembicara pada seminar ini mendatangkan konsultan dan pemerintah yang mempunyai peran fungsional di bidang sumber daya air.

“ini merupakan wadah pertemuan ilmiah yang memang konsen kepada sumber daya air. Rencannya akan diadakan setiap tahun,” ucapnya.

HATHI merupakan perhimpunan yang diikuti oleh orang-orang professional yang memiliki kompetensi di bidang sumber daya air.

 

Reporter : Mumu Sobar Mukhlis
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews