Responsive Ad Slot

Peringati Dies-natalis Ke-34, HMS Adakan Lomba Desain Bangunan

Tidak ada komentar

Sabtu, 08 Oktober 2016

Unswagati, Setaranews.com - Dalam memperingati Diesnatalis Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) Universitas Swadaya Gung Jati (Unswagati)  Cirebon yang ke-34, HMS tak henti-hentinya menggelar berbagai acara, kali ini HMS kembali mengadakan acara Lomba Desain Bangunan tingkat SMK/Sederajat se-wilayah tiga Cirebon pada Sabtu (8/10) di Ruang Aula Kampus Utama Unswagati.

Acara tersebut mengusung tema "Let's Play Your Cad!! And Prove Your Skill" yang bertujuan sebagai wadah bagi siswa dan siswi untuk mengembangkan diri sesuai bidangnya, dan dapat dijadikan tolak ukur mereka untuk mengikuti lomba-lomba dengan sekala taraf yang lebih tinggi lagi.

seperti yang di harapkan oleh Rama Bhakti W. selaku ketua pelaksana lomba, yaitu mengharapkan agar siswa-siswi peserta lomba dapat berkembang dalam mendesain bangunan.

"Dengan diselenggarakannya lomba desain bangunan ini, diharapkan siswa-siswi wilayah tiga Cirebon khususnya, dapat terpacu untuk mengembangkan kemampuannya dalam hal mendesain bangunan, sehingga menumbuhkan daya saing positif. dan juga sebagai momentum  kami  untuk memperkenalkan Fakultas Teknik Sipil Unswagati Cirebon kepada siswa-siswa sewilayah tiga Cirebon ini". Harapnya saat ditemui setaranews.com

Adapun juri yang mengawas yaitu dari mahasiswa dan dosen Fakultas Teknik , dengan tuntutan penilaian dari segi keindahan bangunan, Kelengkapan, detail bangunan, tingkat kerumitan desain, serta kecepatan watktu pengerjaan.

hasil penilaian dan pengumuman pemenangnya akan di publikasikan pada Sabtu, 22 Oktober 2016, tepatnya pukul 19:00 WIB, di www.setaranews.com

Puisi: Ayah Dan Ibu

Tidak ada komentar
Ayah, cukup dengan melihatmu
aku bisa belajar untuk menjadi kuat dan tegar
Ayah, cukup dengan senyummu
aku bisa tau bagaimana sayangnya dirimu

Ayah, marahmu adalah kepedulian
dari situ, aku belajar bagaimana bertanggung jawab
Ayah, ku tau apa sisi terlemahmu
yaitu aku
Kau begitu takut kalau aku sampai tak bahagia
apalagi kalau aku kelaparan

Kau lah pahlawanku, selamanya doaku untukmu,
semoga sampai disana, di bagian dalam bumi yang paling jauh

Dan ibu, aku diam-diam melihatmu menangis saat berdoa
di setiap malam, di setiap nafasmu
maka, aku amat tau seberapa sayangmu padaku
bahkan kau kesampingkan segala yang kamu mau demi aku

Ibu, ku mohon tetaplah bertahan dulu
aku masih belum mau merasakan rindu
rasanya masih ingin disuapi
Aku tak mengerti darimana asal sayang itu, untukku
Padahal aku sering membangkang
malah mengecewakan
sering membuatmu menunggu
membuatmu resah dan bingung

Apakah inilah cinta
ya aku tau, aku pernah jatuh cinta pada lelaki seumuranku
yang membuat resah, bingung, menunggu, dan rasa takut melukai
Inikah cinta ayah, cinta ibu. sampai akhir

HMS Gelar Seminar Umum Cirebon Metropolitan

Tidak ada komentar

Jumat, 07 Oktober 2016

Unswagati, SetaraNews.com - Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) adakan Seminar Umum dalam rangka memeringati  Diesnatalis HMS yang ke-34 guna menyikapi perkembangan Kota Cirebon menuju kota metropolitan.

Acara yang mengusung tema “Kesiapan Cirebon Menuju Kota Raya Sebagai Pusat Kegiatan Nasional” ini berlangsung sangat ramai, kurang lebih sekitar 200 mahasiswa dan civitas akademika Unswagati memadati Aula Kampus Utama Unswagati. Acara Seminar Umum ini diisi oleh narasumber-narasumber yang berkompeten dibidangya antara lain dari Sekretaris BAPPEDA, Kepala Bidang Lalulintas Darat DISHUBINKOM Kota Ciebon, Kepala Dinas PU-PESDM dan Kepala Kantor BPN Kota Cirebon.

Tujuan diadakannya seminar ini adalah agar para mahasiswa bisa menyikapi perkembangan Kota Cirebon menuju kota metropolitan, pasalnya mahasiswa menilai Kota Cirebon perlu berbenah sebelum mewujudkan Kota Cirebon menjadi kota metropolitan.

“Kota Cirebon belum siap menjadi metropolitan melihat masih banyak sekali polemik yang terjadi di Kota Cirebon terutama masalah pendidikan dan Ruang Terbuka Hijau (RTH), karena Cirebon baru memiliki luas RTH sekitar 9% yang seharusnya idealnya pada setiap wilayah harus terpenuhinya RTH sekitar 30% dari luas wilayahnya,” tutur Iqbal selaku Koordinator Pelaksana seminar.

Menurut Sekretaris BAPPEDA, M. Arief Kurniawan, ST disela pemaparan materinya, beliau mengatakan bahwa Pemprov Jabar sebenarnya sudah menyiapkan Master Plan Pembangunan Cirebon Metropolitan sejak lama dan ditahun 2016 ini sudah mencapai pembangunan sektoral sehingga ditergetkan pembangunan fisik rampung pada tahun 2021.

Namun demikian disampaikan lebih lanjut bahwa dalam mewujudkan Cirebon menjadi Kota Metropolitan memiliki beban yang cukup berat dikarenakan keterbatasan ruang atau wilayah sehingga perlu adanya penyebaran pusat-pusat kegiatan pemerintah diluar wilayah Kota Cirebon. (Syahru)

Puisi: Kampus Biru Tempatku Menimba Ilmu

Tidak ada komentar

Kamis, 06 Oktober 2016

Gerbang Kampus biru adalah pintu awal untuk mengenal kampus ku
Runag kelas Kampus biru adalah tempat dimana aku banyak belajar ilmu baru
Dosen Kampus biru adalah para pendidik yg mengajarkan ilmu kepada ku
Kampus biru adalah tempat dimana aku mendapat teman dan pengalaman baru

Kampus biru adalah tempat dimana aku di didik oleh dosen-dosen ku
Kampus biru adalah tempat dimana aku di gembleng akan kepribadian ku
Kampus biru adalah tempat dimana aku mencari sebuah jati diri tentang hidup ku
Kampus biru adalah tempat dimana aku banyak belajar tentang arti sebuah kehidupan disekeliling ku

Banyak hal yang ku dapat dari Kampus biru
Banyak pengalaman yang ku dapatkan di Kampus biru
Banyak pelajaran yang ku dapat dari Kampus biru
Banyak kisah yang ku rasakan di kampus biru

Kampus biru adalah tempat ku menimba ilmu
Kampus biru adalah tempat ku menggapai sebuah harapan ku
Kampus biru adalah tempat ku mengejar mimpi dan cita-cita ku
Kampus biru adalah tempat ku meraih sebuah gelar sarjana ku

 

Penulis: M. Ali Sodikin SP

RTH Baru 9 Persen, Masih Jauh Untuk Dijadikan Metropolitan Cirebon Raya

Tidak ada komentar
Unswagati, SetaraNews.com – Berdasarkan kebijakan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Nasional dan Provinsi Jawa Barat, Kota Cirebon menjadi kota raya sebagai pusat Kegiatan Nasional. Namun permasalahan mengenai pembebasan lahan RTH (Ruang Terbuka Hijau) masih belum mencapai 30 persen.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05 Tahun 2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau, setiap pemerintah daerah harus menyediakan jumlah minimal RTH sebesar 30 persen. RTH itu terdiri dari 20 persen RTH publik dan sepuluh persen RTH privat.

Dikutip dari salah satu media, RTH publik Kota Cirebon baru mencapai sekitar 9 persen. Berdasarkan aturan yang masuk kriteria sebagai RTH adalah ruang terbuka yang status lahannya milik pemerintah. Menurut Ir. Budi Rahardjo., MBA selaku Kepala Dinas PU-PESDM, terkait permasalahan RTH yang belum tuntas, ia mengatakan bahwa akan cepat teratasi ketika diserahkan ke pemerintah kota..

“RTH pengembang perumahan serta fasos dan fasum segera diserahkan ke pemerintah kota untuk disertifikatkan sehingga akan menambah RTH publik. Dengan demikian menuju 20 % RTH publik lebih cepat tercapainya.” Ujar Budi saat diwawancarai SetaraNews.com seusai mengisi materi seminar di Unswagati Cirebon.

Beberapa rencana pembangunan dan peningkatan infrastruktur strategis wilayah di kawasan Cirebon Raya meliputi pembangunan dan peningkatan infrastruktur transportasi jalan dan infrastruktur perhubungan serta pembangunan dan peningkatan insfrastruktur pemukiman.

Agenda terdekat dari program PU ialah pembangunan dan perbaikan jalan di Cirebon selatan, dengan alokasi khusus 90 M.

“Besok kami dari PU akan melakukan monitoring. Pembangunan tersebut meliputi perbaikan jalan, drainase, trotoar, dan jembatan.” Katanya.

Kemudian untuk tahun depan, akan dibangun underpass, dengan harapan agar mengurangi kemacetan di beberapa titik yang rawan akan macet.

“Insya Allah tahun depan dibangun underpass. Misalnya di jalan kartini agar nggak macet.” Ujarnya.

Rencana yang telah ditetapkan untuk pembangunan dan peningkatan infrastruktur antara lain meliputi Jalan Tol CIKAPALI, jalan lintas cepat selatan kota Cirebon, jalan lintas cepat Kadipaten di Kabupaten Majalengka, jalan lintas cepat di Kabupaten Kuningan dan pembangunan jalan strategis lainnya.

Kemudian pada pembangunan dan peningkatan infrastruktur perhubungan meliputi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) dan Kertajati Aerocity, Pelabuhan Cirebon, Jalur Kereta Api Bandung-Tanjungsari-Sumedang-Kertajati-Kadipaten-Cirebon, kemudian pembangunan infrastruktur perhubungan lainnya.

Sedangkan pembangunan dan peningkatan infrastruktur pemukiman meliputi TPPAS Regional Metropolitan Cirebon Raya, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional, Instalasi pengolahan/penampungan air limbah komunal, sistem drainase metropolitan, hunian vertical, dan pembangunan insfrastruktur pemukiman lainnya atas dasar kesepakatan Pemerintah Daerah.

Kepala Dinas PU Kota Cirebon Isi Seminar Tentang Metropolitan Cirebon Raya

Tidak ada komentar
Cirebon, SetaraNews.com – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Cirebon menjadi salah satu pemateri dalam acara Seminar Umum yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMS) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon pada 6 Oktober 2016 di Aula Kampus Utama Unswagati.

Seminar yang mengusung tema “Kesiapan Cirebon Menjadi Kota Raya Sebagai Pusat Kegiatan Nasional” dengan pembahasan yang dibawakan oleh Ir. Budi Rahardjo., MBA selaku Kepala Dinas PU-PESDM diantaranya mengenai Kota Cirebon menjadi kota raya sebagai pusat Kegiatan Nasional. Turut pula diisi oleh M. Arief Kurniawan. ST selaku Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Syahroni., ATD., MT selaku Kepala Bidang Lalu Lintas Darat Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi (Dishubinkom), dan Ujang Afdal., S.IP selaku Kepala Kantor BPN Kota Cirebon.

Penetapan Metropolitan Cirebon Raya diantaranya berdasarkan Peraturan Daerah provinsi Jawa Barat No. 12 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Pembangunan dan Pengembangan Metropolitan dan Pusat Pertumbuhan di Jawa Barat. Kemudian dalam konteks Jawa Barat, perkembangan Metropolitan ditandai oleh aglomerasi ekonomi, aglomerasi penduduk serta peningkatan intensitas lahan terbangun dan aktivitas sosial masyarakat pada tiga lokasi.

Pesatnya pertumbuhan yang berlangsung di wilayah metropolitan berpotensi membuka berbagai peluang dan kesempatan peningkatan kondisi ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah metropolitan. Wilayah metropolitan sendiri terdiri dari 31 kecamatan di Kabupaten Cirebon, 1 Kecamatan di kabupaten Indramayu, 5 kecamatan di Kota Cirebon, 5 kecamatan di Kabupaten Kuningan, dan 3 kecamatan di Kabupaten Majalengka.

Kebijakan penetapan Cirebon sebagai pusat Kegiatan Nasional tersebut diarahkan dalam mendorong kemudahan aksesibilitas terhadap kegiatan skala nasional dan mengembangkan sektor perdagangan dan jasa yang siap melayani Kegiatan Nasional. Berdasarkan penetapan RTRW Provinsi Jawa Barat ialah sebagai penetapan kawasan strategis provinsi pesisir Pantura dan koridor Bandung-Cirebon. Hal ini juga dapat dijadikan sebagai simpul pergerakan kota sehingga mampu meningkatkan fungsi kawasan Kota Cirebon sebagai pusat pendidikan, pusat kesehatan, simpul perdagangan, pusat rekreasi budaya, dan kota transit.

Budi berharap bahwa dengan adanya seminar-seminar yang diikuti oleh mahasiswa atau masyarakat, atau dalam kegiatan-kegiatan lainnya dapat menjadi pemicu untuk dapat mengambil peluang dari adanya kebijakan tersebut.

“Dari seminar-seminar, diskusi, loka karya, itu banyak hal yang bisa di petik dan diterapkan.” Ucapnya seusai mengisi seminar.

Suksesnya Cirebon menjadi kota raya sebagai pusat Kegiatan Nasional melibatkan dukungan dari masyarakat khususnya generasi muda.

“Pemuda harus terpacu ikut mensukseskan itu semua. Semua masyarakat itu terlibat, nggak bisa pemerintah sendiri.” Lanjutnya.

Rayakan Diesnatalis ke-34, HMS Gelar Berbagai Acara

Tidak ada komentar

Rabu, 05 Oktober 2016

Unswagati, SetaraNews.com - Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) adakan Serangkaian kegiatan untuk memperingati Diesnatalis HMS yang ke-34. Acara yang bertemakan “ One Spirit And Power For HMS Unswagati” sedikit berbeda dengan Diesnatalis sebelumnya, pasalnya ditahun ini HMS adakan kegiatan Seminar Umum pada  6 Oktober 2016 sebagai acara pembuka Diesnatalis HMS dengan bertemakan “Kesiapan Cirebon Menjadi Kota Raya Sebagai Pusat Kegiatan Nasional”.

“Diesnatalis tahun ini sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya soalnya ditahun ini kami mengadakan kegiatan Seminar Umum dengan menghadirkan Lembaga Pemerintahan diantaranya adalah dari BAPPEDA, PU-PESDM, DISHUBINKOM, dan BPN Kota Cirebon,” tutur Andri selaku Ketua Pelaksana, Rabu (5/10).

Selain itu HMS juga mengadakan kegiatan perlombaan diantaranya adalah Lomba Autocad tingkat SMK Se-wilayah 3 Cirebon pada 10 Oktober 2016, Futsal antar Fakultas 12-13 Oktober 2016, Basket Ball dengan ketegori Putra SMA/SMK/MA Se-wilayah 3 Cirebon 14-15 Oktober 2016, Lomba Fotografi 6-23 Oktober 2016, dan akan ditutup dengan Malam Puncak sebagai puncak acara dari rangkaian acara Diesnatalis HMS Unswagati yang ke-34 pada 23 Oktober 2016.

“Untuk acara puncaknya sendiri kami menampilkan hiburan-hiburan diantaranya Tari tradisional, Musik, Band, penampilan dari perwakilan setiap Fakultas dan tentunya Guest Star yaitu Engineering Percussion,” lanjut Andri.

Lebih lanjut, Andri menuturkan harapan dan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat diantaranya pihak Universitas dan Fakultas Teknik Sipil yang sudah membantu untuk merealisasikan acara Diesnatalis HMS yang ke-34 ini.

“Di ulang tahun HMS yang ke-34 ini saya selaku Ketua Pelaksana Diesnatalis berharap HMS semakin maju, semakin kompak dan semangat dalam berorganisasi. Satu semangat, satu kemajuan untuk HMS” tutup andri.

Rangkaian acara ini akan berlangsung selama 6 (enam) hari bertempat di Auditorium Unswagati dan GOR Bima Kota Cirebon. (Syahru)

Puisi: Warisan Kesenian dan Kebudayaan

Tidak ada komentar

Senin, 03 Oktober 2016

Ada lantunan musik yang di mainkan
Begitu indah lantunan nada-nadanya
Ada pula suara yang di nyanyikan
Begitu merdu nada-nadan iramanya

Ada tarian dengan gaya yang berbudaya
Gerakan tariannya yang begitu bermakna
Ada pesan yang disampaikan lewat karakter tariannya
Pesan yang bermanfaat untuk kita semua

Ada adegan drama dari cerita lama
Kisah yang berisikan pesan bermakna
Iringan musik yang menghiasi jalannya cerita
Menjadikan cerita lebih hidup dengan adegan dramanya

Ada puisi - puisi yang dibacakan
Ada alat musik yang dimainkan
Ada seni tari yang digerakkan
Ada adegan drama yang dipentaskan

Ada suara yang dinyanyikan
Ada seni  lukis yang di gambarkan
Ada banyak warisan nenek moyang tentang kesenian dan kebudayaan
Ada generasi muda yang mesti menjaga dan melestarikan

Oleh: Ali “Tuntet", Anggota UKM Seni dan Budaya Angkatan 12

KKM-FE Bentuk Pribadi Mahasiswa Yang Berkarakter

Tidak ada komentar
Unswagati, SetaraNews.com - Kemah Krida Mahasiswa (KKM) merupakan acara rutin tahunan Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon yang di laksanakan oleh Organisasi Mahasiswa (Ormawa) yang berada di dalam naungan FE Unswagati. Tahun ini KKM-FE mengusung tema kegiatan "Membentuk pribadi mahasiswa yang berkarakter dengan menerapkan nila-nilai tri darma perguruan tinggi".

Seperti yang diungkapkan oleh Salafudin Al Ayubi selaku Ketua Pelaksana (Ketuplak) KKM-FE terkait tujuan dari acara tersebut sebagai pembentukan pribadi mahasiswa yang berkarakter.

"Tujuan dari acara KKM-FE tahun ini yaitu untuk membentuk karakter dan mental mahasiswa agar dapat menerapkan nilai-nilai tri darma perguruan tinggi dalam dirinya, khususnya bagi mahasiswa tingkat satu," Ungkapnya kepada SetaraNews.com saat ditanya melalui Blackberry Messenger pada Sabtu (1/10).

Lebih lanjut Salafudin memaparkan, bahwasanya terdapat program Bakti Sosial (Baksos) di dalamnya, guna sebagai pengajaran bagi mahasiswa agar peka terhadap lingkungan masyarakat.

"Kami juga mengadakan Baksos, seperti kegiatan mengajar di sekolah-sekolah, penanaman pohon, dan membagikan sembako kepada warga sekitar tempat kami melakukan kegiatan, yah intinya sih kita disini sebagai pelaksana kegiatan yah mengajarkan kepada mahasiswa tingkat satu khususnya untuk menanamkan nilai tri darma perguruan tinggi yang ke-3 dalam dirinya, yaitu nilai pengabdian kepada masyarakat," Imbuh mahasiswa semester 5 prodi manajemen tersebut.

KKM-FE berlangsung selama tiga hari (30 September - 2 Oktober) bertempat di Desa Trijaya Kecamatan Mandirancan Kuningan yang dihadiri dengan jumlah peserta mencapai 651 peserta tingkat satu, yang terdiri dari 377 peserta dari Prodi Manajemen, dan 274 peserta dari Prodi Akuntansi.

 
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews