Puisi: Jiwa Pemberontak Bangunlah

Tidak ada komentar

Jumat, 30 September 2016

Wahai jiwa-jiwa pemberontak
Saat ini banyak ketidak adilan, kenapa kau tak memberontak..
Wahai jiwa-jiwa pemberontak
Apakah kau sudah tunduk dan berubah menjadi budak

Jiwa pemberontak sejatinya kau bergerak
Bergerak menegakka keadilan yang mutlak
Jiwa pemberontak semestinya kau teriak dan bertindak
Bertindak menumpas para penguasa yang tak punya otak

Banyak rakyat yang terintimidasi karena diperbudak
Sering kali rakyat diinjak-injak oleh para penguasa yang tak punya otak
Apakah jiwa pemberontak hanya mendiamkan rakyat diinjak
Ataukah jiwa pemberontak sudah tak peduli lagi dengan rakyat yang terinjak

Kemanakah kau jiwa-jiwa pemberontak
Saat ini Rakyat sedang merintih kesakitan karena ulah para penguasa
Di manakah kau jiwa-jiwa pemberontak
Saat ini Rakyat sedang menangis darah tak berdaya atas tindakan para penguasa

Jangan diamkan rakyat diinjak-injak oleh para penguasa yang tak punya otak..
Bangunlah wahai jiwa-jiwa pemberontak
Berteriaklah wahai jiwa-jiwa pemberontak
Bergegaslah bergerak wahai jiwa-jiwa pemberontak

Cirebon, 30 September 2016

Penulis: Sodikin KBMSi (Kelompok Belajar Mahasiswa Demokrasi Biro Agitasi dan Propaganda)

IMMNI Adakan LDK Untuk Anggota Baru

Tidak ada komentar
Cirebon, SetaraNews.com - IMMNI (Ikatan Mahasiswa Masjid Nurul Ilmi) menyelanggarakan LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan) untuk anggota baru. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat, 30 september  sampai Minggu, 2 Oktober 2016 bertempat di SMP Bina Umah Sumber.

Kegiatan yang bertemakan “Membangun Mahasiswa Muslim Berdasarkan Nilai-Nilai Islam” bertujuan untuk memberikan pembekalan kepada para anggota baru agar bisa memahami dan cepat beradaptasi.

“Materi dasar yang disampaikan LDK ini seperti  syahadatain yaitu pentingnnya syahadat, tentang pentingnya pendidikan dan materi-materi yang sudah di gariskan sesuai program kerja.” Papar Tomi Adi Pratama selaku Ketua Pelaksana pada SetaraNews.com, Jumat (30/09).

Lebih lanjut, LDK tahun ini tidak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang. (Mumu)

FP Unswagati Adakan Agribisnis Challenge 2016

Tidak ada komentar

Kamis, 29 September 2016

Unswagati, SetaraNews.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian (FP) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon mengadakan Seminar Agribisnis Challenge 2016 pada Rabu (28/9). Acara yang bekerja sama dengan Ayo Indonesia ini diikuti oleh Mahasiswa Sewilayah III Ciayumajakuning yang digelar di Aula Kampus I Unswagati.

Ayo Indonesia sendiri merupakan organisasi yang bergerak di Bidang Pertanian dimana wadah ini sebagai pengembangan potensi, inovasi dan teknologi Pertanian untuk menampung aspirasi mahasiswa melalui lomba “Agribiz Challenge” melalui situs www.agribiz.co.id dimana informasi lebih lanjut dapat diakses disitu.

Program ini diadakan bertujuan untuk membuka wawasan mahasiswa untuk memulai ide baru dalam mengembangkan potensi berwirausaha khususnya di Bidang Pertanian. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu Panitia Penyelenggara sekaligus Ketua BEM Pertanian Unswagati.

“Kami merasa senang dan apresiasi sekali dengan adanya acara ini karena baru tahun ini Ayo Indonesia  mengadakan Seminar Agribis Challenge dan membuka kesempatan untuk ikut serta dengan perlombaannya,” Jawab Indra Kusuma pada SetaraNews.com, Rabu (28/9).

Pihak Unswagati sangat antusias sekali dengan diadakannya seminar tersebut terlihat dengan jumlah peserta yang diluar dugaan, semakin banyak bahkan tidak hanya Fakultas Pertanian saja namun mahasiswa lainnya yang ingin lebih tahu mengenai peluang membuka bisnis, seperti yang diungkapkan oleh salah satu Pemateri yakni Bapak Adi Marzuki dari Teknopreuneur Indonesia.

“Maka dengan Agribiz Challenge mari bersama-sama mengambil peran dalam pembangunan ekosistem agribisnisuntuk kedaulatan pangan," tutupnya. (Wido)

FK Unswagati Kirim Bantuan Bencana Garut

Tidak ada komentar
Unswagati, SetaraNews.com - Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon akan mengirim volunteer serta bantuan berupa pakaian dan uang untuk korban bencana di Garut pada Kamis sore (29/9).

Kegiatan sosial tersebut melibatkan pihak internal yang melingkupi mahasiswa setiap angkatan, baik Ikatan Alumni 2008-2012 dan 2013 sampai angkatan terbaru 2016. Dua hari sebelumnya, pihak-pihak terkait telah mengadakan penggalangan dana di sekitar Kota Cirebon.

Kemudian, terdapat 25 volunteer yang bersedia dikirim ke Garut, meliputi perwakilan dari setiap angkatan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FK Unswagati, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FK Unswagati, Tim Bantuan Medis (TBM), dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Gunati.

“Kalo dari relawan sampai saat ini yang bersedia ada 25 orang perwakilan dari setiap angkatan. Lalu ada bantuan dari anak-anak seperti BEM, DPM, TBM dan Mapala,” papar salah satu mahasiswa yang terlibat dalam kepanitiaan, Hagi Wibawa pada SetaraNews.com di Ruang BEM dan DPM FK Unswagati, Kamis (29/9).

FK Unswagati sendiri sudah berkordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Garut. Sementara fokus yang akan dilakukan oleh Tim Volunteer dari FK Unswagati adalah trauma healing pasca bencana untuk 170 anak-anak disana.

“Kita sudah berkordinasi dengan Dinkes dan Puskesmas disana, acaranya akan dilaksanakan di salah satu SD. Kita disana akan fokus ke trauma healing untuk anak-anak sebanyak 170 orang. Rangkaian acaranya akan ada pembagian snack, games, dan lain sebagainya.” tutup salah satu mahasiswa yang juga terlibat dalam kepanitiaan, Pepi Afriyani.

Rencananya, rombongan Tim Volunteer dari FK Unswagati akan berangkat ke Garut sore ini dengan menggunakan mobil fakultas.

Mukarto Angkat Bicara Soal Akreditasi Prodi Ilmu Komunikasi

Tidak ada komentar

Rabu, 28 September 2016

Unswagati, SetaraNews.com – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unswagati Prodi Ilmu Komunikasi pada tahun ini, diberikan peluang kembali oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) untuk melakukan Re Akreditasi non regular yang sempat dilakukan pada tahun 2014.

Sebelumnya, akreditasi FISIP Prodi Ilmu Komunikasi Unswagati masih C, kemudian BAN-PT memberi peluang kembali sampai habis masa berlaku akreditasi.

“Kalau ini Re Akreditasi non regular maksudnya karena kita kemarin sebelum saya jadi dekan sudah diakreditasi masih dapet C, maka diberi peluang oleh BAN-PT itu untuk mengusung kembali sebelum habis masa berlakunya itu minimal satu tahun setelah akreditasi yang kemarin,” ujar Mukarto selaku Dekan FISIP saat ditemui setaranews.com, Selasa (20/9).

Persiapan ilmu komunikasi untuk re akreditasi non reguler memang tak main-main, kekurangan-kekurangan dalam persyaratan pun di lengkapi mulai dari dosen, sarana prasarana dan sebagainya.

“Satu, menambah jumlah dosen sebanyak empat orang. Dua, sudah adanya dosen yang memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Tiga, saat ini ilmu komunikasi sedang membangun laboratorium televisi. Empat, saat ini sudah banyaknya penelitian dosen. Lima, sudah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Selangor Malaysia,” tambahnya.

Dekan berharap dengan mengusulkan kembali Re Akreditasi non regular status Ilmu Komunikasi bisa berubah menjadi B, perisapan yang dilakukan sudah mencapai 50% dalam pengadaain dokumen

Opini: Krisis Kesadaran Asas Transparansi di LPJ PKKMB 2016

Tidak ada komentar

Selasa, 27 September 2016

Opini, SetaraNews.com - Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) adalah kegiatan "sakral" dalam sebuah organisasi, mau itu organisasi mahasiswa, organisasi rakyat lain, maupun pemerintahan di negara ini. LPJ dapat diartikan sebuah dokumen portofolio yang berisi deskripsi tentang kegiatan secara menyeluruh setelah diadakannya sebuah kegiatan yang dilengkapi dengan bukti-bukti.

Dalam tataran organisasi kemahasiswaan, LPJ harus disidangkan dan harus menganut asas transparan agar tidak ada hak individu/mahasiswa yang diabaikan. Laporan Pertanggung Jawaban Kegiatan PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru) tingkat Universitas yang dilaksanakan kemarin (Kamis, 22 September 2016) di Ruang Aula Unswagati terasa begitu ‘sepi’, mungkin kurang masifnya publikasi terkait kegiatan ini, atau mahasiswanya yang apatis.

Dimulai dari Persiapan Berkas LPJ yang akan disidangkan ternyata mendadak di fotokopi beberapa menit menjelang kegiatan dimulai. Sidang pun dimulai dengan audience (peserta) tidak kurang dari 30 orang.

Panitia PKKMB yang hadir tidak lengkap, kira-kira hanya sepertiga dari keseluruhan panitia yang termaktub dalam Surat Keputusan (SK) Rektor terkait kepanitian kegiatan PKKMB 2016. Sungguh miris, manusia sejati adalah manusia yang bisa bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukan, krisis moral mendera para panitia PKKMB 2016. Apakah LPJ adalah momok yang menakutkan bagi mereka? Atau memang malas untuk melaporkan? Biar rumput yang bergoyang saja yang menjawab.

Karena Kegiatan PKKMB ini menganut asas transparan, maka dari itu semua elemen civitas akademika berhak tahu. Oke, kembali lagi ke acara, sidang itu berlanjut ‘apa adanya’ dan sempat di pending karena bentrok dengan acara Kuliah Umum Kewirausahaan.

Ditinjau dari berkas laporannya, di bagian laporan keuangan banyak audience termasuk saya tidak paham betul laporannya, tetapi panitia PKKMB berdalih bahwa itu sudah sesuai penulisan standar akuntansi. Ketua Pelaksana (Ketuplak) PKKMB terus "keukeuh" atas laporan tersebut, sedangakan audience tak mengerti. Seharusnya panitia PKKMB ini mencari solusi alternatif supaya audience bisa mengerti dengan apa yang dibuatnya, tapi sayangnya sampai acara berakhir saya tetap tidak mengerti dengan laporan itu.

Menurut saya, inti daripada laporan bukan pada standarisasi pembuatan laporan, tapi bagaimana audience bisa paham dengan laporannya dan hampir semua audience tidak paham. Hal yang lebih substansial dalam keuangan adalah penggunaannya yang tepat untuk menunjang acara dan ada bukti transaksi berupa kwitansi sesuai dengan penggunaannya. Di Laporan Pertanggung jawaban PKKMB banyak kwitansi yang tak sesuai jumlahnya dengan Bukti Kas Keluar dari Bendahara Kegiatan. Kalau ada kendala terkait kwitansi (hilang atau lupa) harusnya di ungkap di sidang tersebut. Bagaimana mahasiswa bisa mempercayai penggunaan dana tersebut sedangkan bukti transaksi nya saja berantakan.

Sampai tulisan ini dibuat, belum ada publikasi resmi dari DPM-U (Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas) terkait hasil Sidang LPJ tersebut. Kalau hasil laporannya ternyata di terima, DPM-U harus merasionalisasikan hasil keputusan tersebut, karena menurut saya tujuan dari pada transparansi belum tercapai.

Penulis: Reja Fauzi  (Mahasiswa Fakultas Pertanian Unswagati Cirebon)

Penjelasan Alfandi Terkait Target Mahasiswa Baru

Tidak ada komentar

Senin, 26 September 2016

Unswagati, Setaranews.com – Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon telah menerima mahasiswa baru (maba) tahun ajaran 2016-2017 sebanyak 1.781 mahasiswa. Total tersebut tidak mencapai target yang telah direncanakan oleh pihak Universitas sebanyak 2.500 mahasiswa.

(Baca: Unswagati Siap Menerima 2500 Mahasiswa Baru)

“Salah satu akibatnya Perguruan Tinggi Negeri membuka banyak sekali kelas-kelas Ujian Mandiri (UM) dan mereka menurunkan grade nya. Itu salah satu penyebab yang paling besar efeknya, dan ini terjadi di beberapa Perguruan Tinggi Swasta,” jelas Alfandi, Wakil Rektor I Bidang Akademik kepada setaranews.com, Rabu(21/09).

Faktor lain seperti biaya kuliah, lanjut Alfandi, sama sekali tidak terlalu mempengaruhi tidak tercapainya target kuota mahasiswa baru yang mendaftar di Unswagati. Namun, berdampak pada anggaran Unswagati.

“Sebenernya dari aspek anggaran memang agak menurun ya, sehingga ada beberapa hal yang dipending dulu seperti penelitian,” tambah Alfandi.

Upaya untuk mensosialisasikan Unswagati kepada calon mahasiswa, sudah dilakukan Unswagati ke berbagai Sekolah Menengah Atas (SMA), meskipun sosialisasi yang dilakukan mengalami keterlambatan.

“Kita memang melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah agak telat,” terang Alfandi.

Hal yang paling penting menurut Alfandi adalah pelayanan terhadap mahasiswa dan kegiatan-kegiatan mahasiswa harus diutamakan, meskipun anggaran sedikit menurun.

Opini: Bahaya Oportunisme

Tidak ada komentar

Sabtu, 24 September 2016

Oportunis itu bukan sikap, melainkan penyakit. Hal ini perlu kita sepakati terlebih dahulu sebelum melanjutkan pembahasan yang lainnya.

Oportunisme dalam definisi merriam-webster adalah sebuah praktek mengambil keuntungan dengan mengesampingkan prinsip. Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan oportunisme sebagai paham yang semata-mata hendak mengambil keuntungan untuk diri sendiri, dari kesempatan yang ada, tanpa berpegang pada prinsip tertentu.

Dari definisi di atas, baik merriam-webster ataupun KBBI, keduanya merujuk pada satu kesimpulan, oportunisme adalah tindakan yang dilakukan tanpa prinsip. Belum selesai sampai disitu, tindakan tanpa prinsip a la oportunisme tersebut memiliki tujuan memupuk keuntungan pribadi.

SKEPTISISME dan OPORTUNISME

Oportunisme berbeda dengan skeptisisme. Skeptisisme tidak berada di wilayah manapun karena dasar ketidakadaanya pilihan yang cocok. Skeptisisme tidak berpihak karena mereka merasa bahwa segala hal itu tidak menjadi kepeduliannya lagi. Yang paling mencolok, skeptisisme adalah tindakan yang diambil karena prinsip, tanpa keraguan, dan tidak berorientasi pada keuntungan pribadi.

OPORTUNISME dan PERKEMBANGAN ZAMAN

Sebagai sebuah paham, oportunisme tentu bertransformasi mengikuti perkembangan zaman.

Di masa lalu sikap oportunisme itu dipergunakan agar terbebas dari ancaman hukuman penguasa. Penganut oportunisme selalu berbicara di depan rakyat sebagai pihak yang membenci penguasa. Pada keadaan yang lain, di depan penguasa, oportunis mengolok-olok tindakan rakyat yang tidak mau patuh pada penguasa.

Ambilah contoh tentang kisah Abdullah bin Saba’ yang berpura-pura masuk Islam di era khalifah Utsman bin Affan. Abdullah bin Saba’, dengan pengetahuannya akan kelemahan Utsman, kemudian melakukan pemberontakan terhadap Utsman. Perang besar pun tidak dapat terelakan, dan menurut riwayat itulah awal berdirinya Syiah.

Zaman kemudian bertumbuh. Manusia tidak lagi menjadikan kuasa sebagai simbol yang perlu diperhitungkan.

Semenjak munculnya era kapitalisme global dengan hiper-semiotikanya (dimana simbol dan definisi tidak lagi bisa dibedakan), manusia memiliki simbol kejayaan yang baru. Simbol kejayaan itu adalah apa yang disebutkan oleh Marx dengan nilai tukar.

Manusia oportunis kemudian memulai pola menyesuaikan tujuan yang berbeda dengan apa yang terjadi di masa lalu. Manusia oportunis melakukan segala cara agar memperoleh uang dari berbagai tempat meskipun hal tersebut berlawanan dengan prinsipnya.

OPORTUNISME MODERN

Manusia oportunis modern terbagi menjadi dua. Pertama kutu loncat. Kedua penunggang konflik.

Pertama, manusia oportunis modern cenderung berpindah-pindah tempat (kutu loncat). Hari ini dia bernaung untuk A karena A sedang memiliki posisi tawar yang tinggi. Hari selanjutnya, manusia oportunis modern, menghantam A karena A dinilai tidak lagi memberikannya keuntungan kapital atau jabatan. Tidak hanya itu, manusia oportunis modern bahkan rela memuji B yang dulu menjadi musuhnya ketika dia bersama A.

Kedua, manusia oportunis modern rajin membaca situasi. Manusia oportunis memanfaatkan konflik untuk melejitkan posisinya diantara pihak yang sedang bertikai. Manusia oportunis modern ini membaca kemungkinan diantara A dan B mana yang lebih menguntungkannya. Ketika analisa itu sudah dilakukan, manusia oportunis modern kemudian memilih salah satunya meskipun sebenarnya tidak sesuai dengan prinsip hidupnya. Manusia oportunis hanya memikirkan kesempatan dimana dia bisa memperoleh tenar atau pun juga keberlanjutan perutnya.

Contoh manusia oportunis modern dapat kita lihat dalam dinamika politik. Politisi partai A yang berpindah ke partai B. Atau pun juga, dalam kehidupan sehari-hari dimana ada individu yang berkata pada kelompok A “B itu begini begitu” namun diwaktu yang lain bertutur pada kelompka B “A ini bagaimana sih tidak ini tidak itu”.

Disesuaikan dengan analisa Stone dan Turkle menyoal Multiple Personality Disorder (MPD) yang melanggar ‘norma moral hukum standar’ –yang disebut pula oleh Zizek “tidak ada satu orang menjamin kesatuan subjek”– jadi  bisalah kita kategorikan oportunisme ini semacam penyakit kepribadian ganda. Hal itu dikarenekan dalam oportunisme tidak ada subjek tunggal, tidak ada prinsip, yang ada hanya dia dan dirinya yang lain ditubuhnya, yang bergerak untuk kepentingan pribadinya.

PENUTUP

 Sikap oportunisme ini perlu dibaca dengan cermat oleh kalangan profesional. Tidak ada gunanya memilihara seorang oportunis. Oportunis hanya akan melontarkan kita pada titik tertinggi di waktu yang mereka kehendaki, dan kemudian menjungkalkan kita ketika tidak mampu lagi diharapkan olehnya. Tidak ada loyalitas terhadap pemikiran atau ideologi dalam oprtunisme. Oportunisme loyal hanya pada keuntungan pribadinya.

 

Oleh Bakhrul Amal, Penulis adalah Peneliti pada Satjipto Rahardjo Institute

LBU Sediakan Pelatihan Sebelum TEP

Tidak ada komentar

Jumat, 23 September 2016

Unswagati, Setaranews.com – Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Rektor tahun 2015 yang menghimbau kepada mahasiswa tingkat akhir Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) untuk mengikuti TEP (Test of English Proficiency) yang dijadikan sebagai syarat wajib mengikuti skripsi. Ketentuan ini diberlakukan pada 2017 mendatang.

(Baca juga: TEP Menjadi Syarat Wajib Mahasiswa Ikuti Skripsi)

Lembaga Bahasa Unswagati (LBU) sebagai penyelenggara tes ini juga menyediakan pelatihan bahasa inggris bagi mahasiswa yang berminat. Pelatihan ini dikenakan biaya sebesar 500 ribu rupiah untuk tiga bulan masa belajar, dan bisa dicicil sebanyak tiga kali.

“Saat pelatihan maka mahasiswa dapat modul dan CD,” ujar Iin selaku staf Lembaga Bahasa Unswagati saat ditemui di ruangannya oleh SetaraNews.com, Jumat (23/9).

Pelatihan ini melibatkan tiga staf pengajar, diantaranya Dosen Unswagati dan satu pengajar dari luar. Penentuan jadwal untuk pelatihan bisa disesuaikan dengan jadwal mahasiswa, dengan ketentuan yaitu dalam satu rombel atau kelas minimal 10 orang.

“Minimal 10 orang bisa dari berbagai fakultas disatukan atau bisa juga teman satu kelas semua,” tambahnya.

Dalam satu minggu ada dua kali pertemuan, dengan waktu belajar 120 menit untuk sekali pertemuannya.

“Sejauh ini  sudah ada 2 rombel, ada 1 rombel yang off dulu karena ada mahasiswa yang PPL,” ujar Iin yang juga merupakan dosen Universitas lain.

Pihak universitas yang bekerjasama dengan pihak dekanat juga terus melakukan sosialisasi mengenai kebijakan ini agar mahasiswa tidak kaget seperti yang dikatakan Alfandi selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik Unswagati.

TEP Menjadi Syarat Wajib Mahasiswa Ikuti Skripsi

Tidak ada komentar
Unswagati, SetaraNews.com – Test of English Proficiency  (TEP) atau setara dengan tes TOEFL merupakan salah satu syarat wajib bagi mahasiswa yang ingin mengikuti ujian skripsi yang diselenggarakan oleh Lembaga Bahasa Unswagati (LBU).

Ketentuan ini mulai diberlakukan tahun 2017 mendatang, sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Rektor tahun 2015 yang menghimbau kepada seluruh mahasiswa baik reguler, karyawan, dan yang menempuh jalur S2 untuk wajib mengikuti TEP.

Untuk mahasiswa S1 dikenakan biaya sebesar 75 ribu rupiah, sedangkan untuk yang menempuh S2  sebesar 100 ribu rupiah untuk sekali tes. Skor minimal untuk TEP yaitu 400 bagi mahasiswa S1 dan 450 bagi mahasiswa S2 .

“Jika tidak mencapai skor maka diharuskan untuk mengulang lagi tesnya. Jika mencapai skor maka akan diberikan sertifikat. Sertifikat bisa dipakai selama satu tahun,” ujar Alfandi selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik Unswagati saat ditemui di ruangannya oleh SetaraNews.com, Kamis (22/9).

Alasan yang melatarbelakangi adanya TEP untuk tahun 2017 mendatang ini dikarenakan adanya himbauan dari pihak Dikti dan Kopertis. Alfandi juga menambahkan jika  pada dunia kerja kemampuan bahasa inggris itu penting untuk bersaing dalam MEA (Masyarakat Ekonomi Asia).

“Agar lulusan kita ini bukan menjadi mahasiswa abal-abal tetapi sebagai mahasiswa yang tidak hanya pandai dalam kompetensi pengetahuan saja tetapi juga pandai berbahasa apalagi sekarang sudah masuk era MEA," tambahnya.

BEM FE Adakan Kegiatan Bersih-Bersih

Tidak ada komentar
Unswagati, SetaraNews.com - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon mengadakan agenda kegiatan dengan tema "One Step Of Change" yang berlangsung dari pukul 07.00 WIB-10.00 WIB.

Kegiatan tersebut diawali dengan senam pagi yang diikuti oleh staf-staf Universitas, siswa-siswa SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) yang memang sedang PKL (Praktek Kerja Lapangan) di Unswagati, dan beberapa mahasiswa. Kemudian, acara dilanjut dengan bersih-bersih  di lingkungan Kampus Fakultas Ekonomi.

"Biar lingkungan ekonomi jadi bersih, jadi sehat dan rencananya kegiatan ini akan dilaksanakan sebulan dua kali," tutur Adam Hermawan selaku Divisi Pelayanan Mahasiswa (Pelma) saat ditemui oleh SetaraNews.com, Jumat (23/9).

Selain itu, kegiatan ini sempat ada di tahun sebelumnya, dan kembali diaktifkan di tahun ini. BEM FE sendiri mengajak semua mahasiswa, dosen, maupun Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) yang berada di Fakultas Ekonomi untuk mengikuti kegiatan tersebut agar lingkungan Kampus Fakultas Ekonomi menjadi bersih dan sehat. (Hikmah)

Bentrok Karena Ada Hary Tanoe, LPJ PKKMB-U Kembali di Pending

Tidak ada komentar

Kamis, 22 September 2016

Unswagati, SetaraNews.com- Pelaksanaan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) panitia program Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Tingkat Universitas (PKKMB-U) di laksanakan pada Kamis (22/9) di Ruang Aula Kampus Utama Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon pukul 11.00 WIB. LPJ tersebut diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas (DPM-U).

Sebelumnya, LPJ PKKMB-U sempat diundur dikarenakan panitia belum menyelesaikan LPJ nya, kemudian LPJ hari ini diundur lagi karena bentrok dengan Kuliah Umum Kewirausahaan yang dibawakan Oleh Hary Tanoesoedibjo. Alasannya,  sama-sama bertempat di Ruang Aula Kampus Utama Unswagati Cirebon. Akhirnya Sidang LPJ Panitia PKKMB Tingkat Universitas baru setengah jalan kembali di pending selama beberapa jam kedepan.

Kejadian tersebut membuat mahasiswa yang hadir dalam sidang LPJ Panitia PKKMB Tingkat Universitas merasa kecewa terhadap hal tersebut.

"Dari awal LPJ di pending saya sudah merasa kecewa terhadap kepanitiaan PKKMB Universitas tahun ini, eh sekarang di pending lagi gara-gara ada Kuliah Umum seperti ini, padahal sudah disepakati berita acara oleh ke tiga pihak waktu itu, tapi kok bisa berbenturan seperti ini," Keluh Reja Fauzi, salah satu mahasiswa yang hadir saat ditemui SetaraNews.com.

Kekecewaan juga muncul dari Ahmad Jalaludin salah satu anggota DPM-U Terkait dipendingya LPJ Panitia PKKMB Tingkat Universitas.

"Kalau ditanya kecewa, yah saya kecawa terhadap kejadian ini, soalnya sudah ke dua kalinya LPJ di pending, saya sebagai salah satu elemen dari pelaksanaan LPJ Merasa heran bisa bisanya acara Kuliah Umum Kewirausahaan di lakukan hari ini juga, saya juga dari pihak DPM-U merasa lalai karena terlambat mengirimkan surat peminjaman Ruang Aula, kami hanya menyampaikan secara lisan terkait peminjaman Aula." Ucap Jalal.

Sidang LPJ Panitia PKKMB Tingkat Universitas akan dilanjutkan sekitar pukul 15.00 WIB, di ruang serbaguna Fakultas Ekonomi (FE).

Unswagati Ditunjuk Ikuti Program Pertukaran Mahasiswa Nusantara

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com - Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon ditetapkan sebagai salah satu Universitas Swasta Sewilayah Kopertis IV Jawa Barat dan Banten  yang mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Nusantara (Permata). Selain Unswagati masih ada tiga universitas lain, yakni Universitas Pakuan, Universitas Pasundan dan Universitas Islam Bandung (Unisba). Pelaksanaan program Permata dilakukan selama satu semester pada semester ganjil tahun ini.

Penunjukan Unswagati untuk mengikuti Program Permata merupakan salah satu prestasi yang membanggakan karena telah terpilih dari ribuan perguruan tinggi dan ratusan universitas sewilayah Kopertis IV Jabar dan Banten. Bukan tanpa alasan menunjuk Unswagati melainkan sudah ada kepercayaan dari pihak koordinator penyelenggara bahwa Unswagati merupakan universitas yang berkualitas.

"Kopertis saja percaya dengan kita (Unswagati), itu menandakan kalau Unswagati dinilai sebagai universitas yang memiliki kualitas tinggi," ujar Dudung Hidayat selaku Wakil Rektor III.

Peserta program Permata berjumlah lima mahasiswa masing-masing dari Fakultas Ekonomi, Fakultas Pertanian, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dan Fakultas Hukum. Mahasiswa akan disebar ke wilayah barat sebanyak tiga mahasiswa dan wilayah timur sejumlah dua mahasiswa. Universitas akan menanggung biaya transportasi bagi mahasiswa sedangkan dari Dikti akan memberikan biaya hidup sebanyak Rp 600.000 per bulan.

"Transportasi pulang-pergi itu akan ditanggung universitas sedangkan Dikti hanya ngasih biaya hidup Rp 600.000 per bulan. Untuk mahasiswa yang berminat mengikuti harus ada izin dan koordinasi dulu dengan orang tuanya karena menyangkut biaya hidup yang diberikan kan jumlahnya terbatas," lanjutnya.

Sampai berita ini diterbitkan, belum ada laporan pembaruan mengenai mahasiswa yang diikutsertakan dalam program Permata. Bagi mahasiswa semester lima yang memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00 dapat mendaftarkan dirinya ke Dekan Fakultas masing-masing atau menghubungi Staff Warek III. (Anisa)

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Angkat Bicara Terkait Isu Senioritas

Tidak ada komentar
Unswagati, SetaraNews.com - Terkait aksi senioritas yang diduga dilakukan oleh panitia PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon yang menuai banyak tanda tanya.

(Baca juga: Panitia PKKMB FK Diduga Lakukan Aksi Senioritas)

Kegiatan tahunan tersebut berlangsung selama dua hari di Kampus III Unswagati, dimulai sejak pukul 04.00 WIB-18.30 WIB di hari pertama dan pukul 06.30 WIB-19.00 di hari kedua. Para mahasiswa baru selalu dituntut untuk tepat waktu.

"Kedisiplinan itu penting, apalagi bagi kami para calon dokter. Kami harus sigap ketika sedang memeriksa pasien. Jadi jika ada sentak menyentak artinya itu bukan berarti benci atau senioritas, melainkan itu adalah pendidikan karakter agar kami terbiasa, kan nanti bakal ketemu dengan banyak orang. Sama sekali tidak ada senioritas dalam kegiatan ini, sasarannya sendiri kan supaya visi dan misi para panitia dapat tercapai salah satunya pembentukan karakter dan penanaman kedisiplinan," ujar Diana, salah satu mahasiswa tingkat 3 yang terlibat dalam kepanitiaan PKKMB Fakultas Kedokteran 2016 pada SetaraNews.com, Kamis (15/9).

Kemudian, selama satu tahun, mahasiswa baru Fakultas Kedokteran masih dalam bimbingan kakak tingkat tentang etika dan tingkah laku, termasuk didalmnya memberikan beberapa tugas.

“Intinya diajarkan etika yang baik, selama satu tahun kami masih dalam masa bimbingan kakak tingkat, disini kami dipantau. Pantauan disini berarti pantauan secara etika dan tingkah laku dari mahasiswa baru ke kakak tingkat, diantaranya ada proses 3S (senyum, sapa, salam), dan salah satu tugasnya sih disuruh bawa buku seputar macam-macam penyakit, dan tugas perseorangannya tuh di suruh bawa buku dan isinya itu minta tanda tangan ke kaka tingkat.  Tapi intinya pendidikan karakter agar dispilin merupakan sasaran dalam hal ini,” ucap salah satu mahasiswa tingkat akhir Fakultas Kedokteran.

Pendapat lain pun datang dari salah satu mahasiswa baru yang menganggap bahwa kerasnya para panitia di sini masih dalam tahap wajar.

"Saya sih asik saja dengan adanya acara ini, ambil positifnya saja, karena disini juga saya niat belajar. Kegiatan ini memang tidak selesai hanya PKKMB saja, melainkan ada lagi tugas yang mengikuti para mahasiswa baru, hingga saat ini saya juga masih mendapatkannya. Ya tugasnya sih kaya membuat makalah gitu. Tapi buat saya itu sih wajar saja," tuturnya.

Sebelumnya, Dikti sendiri telah menghimbau pihak Universitas agar pelaksanaan kegiatan PKKMB 2016 bersih dari aksi kekerasan dan perpeloncoan. (Riska)

Editor: Fiqih Dwi H.

 

BEM Fakultas Pertanian Unswagati Isi Makrab Dengan Diskusi

Tidak ada komentar
Unswagati, SetaraNews.com - Dalam pelaksanaan Malam Keakraban (Makrab) yang di selenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian (BEM FP) terdapat diskusi terkait permasalahan pertanian di Indonesia.

Diskusi Makrab tersebut bertujuan untuk membuat mahasiswa Fakultas Pertanian bersikap tegas dalam menyikapi kemunduran negara Indonesia, terkhusus di sektor pertanian. Selain diskusi, terdapat pembahasan persiapan Hari Tani pada 24 Oktober 2016 mendatang yang merupakan agenda tahunan Fakultas Pertanian.

Seperti yang di sampaikan oleh salah satu mahasiswa Fakultas Pertanian, Trie Utomo dalam diskusi, bahwasanya sudah terjadi ketimpangan pada masyarakat dan salah satu faktornya adalah kemunduran dalam sektor pertanian di Indonesia.

“Sudah terjadi ketimpangan di masyarat dimana yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin sengsara, akan ada dampak yang serius dimana timubulnya kekacauan di masyarakat, hal itu terjadi karena salah satu faktornya adalah kemunduran di sektor pertanian. Jika Indonesia sudah tidak mempunyai lahan lagi untuk bertani, dikarenakan lahan untuk bertani sudah dikuasai oleh negara asing. Lalu, kita mau praktek dimana? Dan bagaimana kita mengaplikasikan apa yang telah kita pelajari di di perkuliyahan,” ungkapnya dalam Diskusi Makrab, Rabu (21/9) di Bawah Aula Kampus I Unwagati Cirebon.

Lebih lanjut, Tri memberikan harapan kepada mahasiswa Fakultas Pertanian khususnya pada tingkat satu dan tingkat dua agar memahami terkait peringatan Hari Tani.

“Saya mengharapkan seluruh mahasiswa Fakultas Pertanian betul-betul memahami kenapa kita peringati Hari Tani setiap tahunnya, khususnya bagi tingkat satu dan dua, karena mayoritas yang ikut dalam diskusi makrab malam hari ini adalah mahasiswa Fakultas Pertanian tingkat satu dan dua,” lanjutnya. (Mumu)

GMPK Kembali Adakan Aksi Keempat Kalinya

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com - Beberapa mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Kampus (GMPK) kembali mengadakan aksi lanjutan pada Rabu (21/9). Aksi yang dimulai di depan gedung Rektorat ini dilanjut dengan long march mengelilingi kampus dan berhenti di depan Fakultas Ekonomi. Aksi berlangsung dengan damai dan menarik perhatian dari mahasiswa Fakultas Ekonomi.

Sebelumnya telah dilakukan aksi di lapangan parkir mobil pada Jumat (16/9), namun tidak mendapat tanggapan dari pihak Universitas, sehingga GMPK melakukan aksi lanjutan secara berturut-turut tercatat sejak Senin (19/9) hingga Rabu yang merupakan aksi keempatnya. Tujuan pelaksanaan aksi yang dilakukan secara berkelanjutan setiap harinya adalah mengajak mahasiswa khususnya mahasiswa baru agar dapat bergabung membuat aksi yang lebih besar lagi.

(Baca juga: Mahasiswa Menuntut Turunkan Biaya SKS dan DPP)

Tuntutan dari GMPK pun tetap sama, yakni penjelasan atas naiknya biaya DPP dan SKS yang dirasakan setiap tahun kepada mahasiswa baru, dan menurunkan biaya SKS dan DPP dari mahasiswa angkatan 2014 dan 2015.

"Kami meminta rasionalisasi kepada rektor terhadap kenaikan biaya DPP dan SKS, dan meminta SKS dan DPP itu diturunkan," ujar salah satu peserta aksi, Khotman kepada setaranews.com, Rabu (21/9).

Terkait aksi yang dilakukan oleh GMPK di depan pintu masuk Gedung Rektorat, Rabu (21/9), Dudung Hidayat selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, melayangkan tanggapan soal aksi tersebut.

"Ini kan tuntutannya tentang terkait dengan biaya kuliah, Unswagati itu tidak pernah menaikan biaya kuliah kepada mahasiswa ditengah-tengah perkuliahan. Kalau sekarang misalkan biaya tinggi, sebenernya kita ingin komunikasi dengan orangtua. Tapi kita pengen menampung dulu aspirasi dari temen-temen yang aksi, bukan mendiamkan karena beberapa kali kita juga hadapi. Kita ingin tau dari aspek apa pembiayaan tinggi, karena tidak ada kenaikan," jelas Dudung ketika ditemui setaranews.com di ruangannya.

Aksi tersebut akan terus dilakukan oleh GMPK sampai Rektor menanggapi aksi tersebut dan menjelaskan mengenai biaya DPP dan SKS kepada mahasiswa. (Anisa/Hashbi)

P&K Open Recruitment Usai Sosialisasi

Tidak ada komentar

Senin, 19 September 2016

Unswagati, Setaranews.com - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penalaran dan Keilmuan (P&K) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) tengah mengadakan sosialisasi dalam rangka Open Recruitment (Oprec). Oprec ini diperuntukkan bagi mahasiswa tingkat satu dan dua yang berminat bergabung dalam UKM P&K. Sementara Oprec akan dibuka pada 30 September sampai dengan 2 Oktober 2016.


Saat ini UKM P&K sudah membuka stand pendaftaran di kampus 1 tepatnya di depan Bank BJB yang dimulai pada Senin (12/9) sebagai ajang sosialisasi UKM P&K kepada mahasiswa.


"Dari Senin kemarin sampai sekarang sudah buka stand di depan Bank BJB, selanjutnya akan dibuka stand di kampus 3 menyusul kampus 2, jadi sistemnya rolling," ujar Isna Silvia kepada Setaranews.com, selaku Ketua Umum UKM P&K.


Persyaratan bagi mahasiswa yang berminat bergabung dalam UKM P&K diantaranya mahasiswa Unswagati maksimal tingkat dua, fotocopy KTM atau KTP, dan foto ukuran 3x4 sebanyak 2 lembar. Kemudian apabila ingin mendaftar diharuskan mengkonfirmasi melalui SMS kepada contact person yang terdapat pada brosur.


"Jadi pertama kirim sms pada contact person yang tertera pada brosur sesuai format, lalu mengisi formulir, formulir bisa diambil di stand pendaftaran atau datang ke sekretariat kami di kampus 3," tutupnya. (Devi)

Puisi: Kata Rindu

Tidak ada komentar

Minggu, 18 September 2016

Alasanku bertahan itu kamu
Biar tertutup rapat seluruh bayangan
Yang tersisa hanya titik kejenuhan

Di ujung jalan harapan
Kelopak rindu membakar seluruh luka
Atas nama rindu yang tak tersampaikan

Kalau saja bekas luka menunggu terlupakan
air mataku menghanyutkan
Ranting-ranting pilu
Terhembus angin yang terkubur mati
Bersama kelopak rindu yang berkata:
"Hidup adalah perjuangan"

 

Penulis: Wawas Wasniah (Mahasiswi Jurusan Pendidikan Sastra dan Bahasa Indonesia)

KSR Unswagati Buka Perekrutan Anggota Baru Hingga Awal Oktober

Tidak ada komentar
Unswagati, SetaraNews.com - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Suka Rela (KSR) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon adakan open recruitment (oprec) anggota baru untuk mahasiswa tingkat I dan II sejak tanggal 1 September-1 Oktober 2016.

KSR sendiri mendirikan stand oprec di tiap-tiap Kampus Unswagati, seperti di Kampus I KSR mendirikan stand tepat di depan sekretariatnya. Untuk di Kampus II stand nya berada di public area, sementara di Kampus III, KSR masih dalam tahap perizinan untuk membuka stand.

Untuk menjadi anggota baru UKM KSR ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi anataralain, seperti mahasiswa Unswagati maksimal tingkat II, sehat jasmani dan rohani, mengisi formulir pendaftaran, pas foto 3x4  sebanyak 2 lembar.

Seperti biasanya, setelah oprec, KSR akan mengadakan pendidikan dasar untuk bekal anggota baru.

“Setelah oprek nanti diadain orientasi kayak pengenalan pendidikan dasar tentang KSR buat bekal nanti untuk pelantikanya,” tutur Atika Rima Maulidyah selaku Ketua Umum KSR pada SetaraNews.com, Rabu (14/9).

Bagi yang berminat dan ingin bergabung bersama KSR, silahkan bisa datang langsung ke Sekretariat KSR di Gedung Rektorat lama, Kampus I Unswagati untuk mengetahui informasi lebih lengkapnya. (Hikmah)

Editor: Fiqih Dwi H.

Mahasiswa Menuntut Turunkan Biaya SKS dan DPP

Tidak ada komentar

Sabtu, 17 September 2016

Unswagati, SetaraNews.com - Mahasiswa yang tergabung dalam “Mahasiswa Peduli Kampus” gelar aksi didepan Gedung Rektorat Unswagati terkait tingginya biaya SKS dan DPP. Unswagati dinilai sangat tidak relevan dalam memutuskan kenaikan biaya SKS dan DPP tahun ini dibandingkan tahun-tahun kemarin.

“Mahalnya biaya SKS dan DPP menurut kami sangat memberatkan apalagi dengan naiknya biaya perkuliahan tidak dibarengi dengan peningkatan fasilitas untuk mahasiswa salah satunya lahan parkir,” ujar Oman Koordinator Aksi saat ditemui oleh SetaraNews.com, Jumat (16/9).

Aksi yang diwarnai dengan memanjat bangunan gardu ini berlangsung dengan damai, namun masa aksi sangat menyayangkan tidak adanya pihak Rektorat yang menemui mereka. Masa aksi akan menggelar aksi berikutnya dengan tuntutan yang sama yakni menuntut agar biaya pendidikan di Unswagati menurun dan menuntut Rektorat untuk merealisasikan penurunan biaya kuliah yang setiap tahun mengalami kenaikan.

“Minggu depan kami akan melakukan aksi kembali dengan membawa masa aksi lebih banyak lagi,” sambung Oman. (Syahru)

Mahasiswa Desak Rektorat Negerikan Unswagati

Tidak ada komentar
Unswagati, SetaraNews.com - Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Unswagati Negeri (AMPUN) melakukan aksi terkait penegerian Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon di depan Gedung Rektorat pada Jumat (16/9).

Diikuti oleh perwakilan mahasiswa dari masing-masing fakultas, aksi tersebut menuntut permasalahan penegerian Unswagati yang berlarut-larut untuk segera diselesaikan.

"Sejauh ini kita tekankan tuntutannya ke penegerian Unswagati, sebab ini memang sudah terlalu berlarut-larut permasalahannya. Setidaknya kita butuh pendapat, bagaimana kejelasannya," ujar salah satu mahasiswa yang mengikuti aksi, S. Pilly Faturrohman, pada SetaraNews.com setelah aksi usai di depan Gedung Rektorat, Jumat (16/9).

AMPUN meminta perwakilan dari pihak Rektorat untuk datang menemui masa di luar guna memberikan pemaparan yang sejelas-jelasnya tentang penegerian Unswagati. Dudung Hidayat selaku Wakil Rektor III pun memenuhi permintaan tersebut, dan menjelaskan beberapa hal termasuk akan diadakannya audiensi untuk membahas penegerian Unswagati.

"Sejauh ini bisa dikatakan mereka masih tertutup dengan kita, belum ada transparansi yang jelas, makanya nanti akan diadakan audiensi. Misalkan nanti audiensi masih tetep kaya gini aja, tidak ada keterbukaan, yaudah kita akan bawa masa lebih banyak, kita gak sendiri," tambah Pilly.

Tanggapan pun datang dari pihak Universitas melalui Wakil Rektor III Dudung Hidayat, yang langsung menemui para mahasiswa yang melakukan aksi di depan Gedung Rektorat. Ia menjelaskan bahwa proses penegrian Unswagati sendiri untuk saat ini mandeg dikarenakan Dikti mengeluarkan Moratorium hingga tahun 2019.

"Pemerintah Provinsi melalui pak Sekda, tetep menyampaikan tidak usah patah semangat untuk melakukan penegrian. Pemerintah Provinsi tetep mendukung walaupun akan diganti pemerintahan. Apabila Unswagati masih konsisten dan komitmen untuk melakukan penegrian, provinsi tetep mendukung. Tinggal bagaimana membangun komunikasi dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah yang ada di Cirebon," terang Dudung kepada para mahasiswa. (Hashbi/Fiqih)

Ini Tahapan Menjadi Anggota Mapala Gunati

Tidak ada komentar
Unswagati, SetaraNews.com - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Swadaya Gunung Jati atau Mapala Gunati akan mengadakan open recruitment (oprec) anggota baru. Pendaftaran dibuka mulai 19-29 September untuk mahasiswa tingkat I dan II di stand Mapala Gunati dekat sekretariatnya di Kampus I Unswagati.

Berikut tahapan yang harus diikuti jika ingin menjadi anggota Mapala Gunati:

  1. Datang ke stand pendaftaran dan akan mendapatkan 1bucket berisi blngko mengenai mapala gunati serta form pendaftaran yang harus di isi serta surat izin orangtua.

  2. Mengikuti rangkaian tes:



  • Tes fisik (lebih mengarah ke olahraga dan ketahanan diri serta kebugaran jasmani)

  • Tes tulis (mengenai pengalaman dalam berorganisasi dan tes IQ)

  • Tes wawancara



  1. Selanjutrnya masuk ke dalam tahap pematerian dimana pengurus Mapala Gunati akan memberikan materi mengenai buana-buana yang ada di dalam organisasinya.

  2. Pra-pendidikan dasar

  3. Pendidikan dasar merupakan tahapan akhir dari rangkaian open recruitment


 

Proses pendidikan dasar sendiri mengarah bagaimana para calon anggota dapat menerapkan materi-materi yang telah disampaikan saat mereka terjun langsung di lapangan nanti.

“Proses open recruitment ini merupakan suatu rangkaian yang memang harus diikuti oleh calon anggota, dan wajib diikuti dari mulai tahap pengisian formulir hingga pendidikan dasar. Kami mencari orang-orang yang memiliki tekad yang kuat serta kemauan. Kami pun tidak mepermasalahkan jika nantinya ada calon anggota yang memang baru masuk ke dalam kegiatan pecinta alam,” ujar Ibeat selaku Ketua Umum Mapala Gunati pada SetaraNews.com, Rabu (14/9).

Setelah selesai pendidikan dasar maka di angkatlah calon anggota tersebut menjadi anggota muda, setelah satu tahun masa pengabdian barulah melakukan pengembaraan untuk menjadi anggota penuh Mapala Gunati atau pengurus. Setelah satu tahun menjadi pengurus, lalu menjadi senior, yang masa kepengurusannya telah usai, tapi masih membantu jalannya organisasi dan terakhir jika sudah lulus disebut dengan anggota luar biasa yaitu nama keanggotaan pengurus Mapala Gunati yang sudah menjadi alumni.

“Kalo di Mapala Gunati keanggotaan kami berjenjang dan masa keanggotaan kami seumur hidup, tidak hanya saat menjabat menjadi anggota dan pengurus saat kuliah saja,” tutup Ibeat.

Bagi yang berminat menjadi bagian dari Mapala Gunati dan ingin tahu informasi lebih lanjut dapat menghubungi Koordinator Open Recruitment Mapala Gunati 089695763869 (Laceng).

 

Editor: Fiqih Dwi H.

 

LPM Setara Dirikan Stand Oprec di Tiap-Tiap Kampus

Tidak ada komentar

Kamis, 15 September 2016

Unswagati, SetaraNews.com – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa Semua Tentang Rakyat (LPM Setara) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon adakan open recruitment (oprec) anggota baru untuk mahasiswa tingkat I dan II per tanggal 9-22 September 2016.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini LPM Setara mendirikan stand oprec di Kampus I (Jumat-Sabtu), Kampus II (Rabu-Kamis) dan Kampus III Unswagati (Senin-Selasa).

“Yang berbeda, tahun ini kita adakan stand di tiap-tiap kampus,” ujar Dinda Ayu Lestari selaku Pimpinan Umum LPM Setara ketika dimintai keterangan lewat Blackberry Messenger (BBM), Kamis (15/9).

Menurut Dinda, tidak ada kriteria khusus untuk bergabung bersama LPM Setara.

“Kalau kriteria khusus enggak ada, hanya saja bagi mahasiswa yang ingin mendaftar di LPM Setara, maksimal harus tingkat dua,” tambahnya.

Dengan dibukanya oprec tersebut, dirinya berharap akan hadir generasi untuk kedepannya.

“Agar LPM Setara ini memiliki generasi untuk kedepannya,” tutup Dinda.

LPM Setara sendiri merupakan UKM yang konsen di bidang Jurnalistik. Bagi teman-teman yang berminat dan ingin mendaftar, silahkan kunjungi situs berita LPM Setara www.setaranews.com untuk mengisi formulir pendaftaran secara online atau silahkan datang ke Sekretariat LPM Setara di Lantai Dasar Gedung Manajemen, Kampus I Unswagati untuk mengetahui informasi lebih lengkapnya.

Kuningan Gelar Ajang “Tour de Linggarjati”

Tidak ada komentar

Rabu, 14 September 2016

Jakarta, Setaranews.com – Ajang balap sepeda “Tour de Linggarjati” dipersiapkan sebagai agenda rutin tahunan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, dalam sambutannya di acara launching “Tour de Linggarjati 2016” di Gedung Sapta Pesona, Kementrian Pariwisata, Jakarta.

“Siap-siap mulai sekarang, Tour de Linggarjati kita akan jadikan sebagai annual international event. Tahun depan,” papar Arief, seperti dikutip dari kompas.com, Selasa (13/92016).

Tanggapan positif pun datang dari Bupati Kuningan Acep Purnama. Ia menyatakan siap untuk menyelenggarakan ajang balap sepeda “Tour de Linggarjati” sebagai agenda rutin tahunan.

“Prinsipnya kami siap,” kata Acep.

Ajang Tour de Linggarjati pada tahun ini memasuki gelaran untuk kedua kalinya, dan untuk ahun ini akan diselenggarakan pada 28-30 Oktober 2016 mendatang, di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Rute Tour de Linggarjati 2016 dimulai dari Gedung Naskah Perundingan Linggarjati, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat dan berakhir di Waduk Darma, di Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kuningan.

 

 

Sumber: Kompas.com

Indonesia Hanya Punya 10 Dokter Ortopedi Anak

Tidak ada komentar
Kesehatan, SetaraNews.com - Setiap anak pasti memiliki cita-cita yang berbeda, ada yang ingin menjadi guru, polisi atau dokter. Tapi, setelah beranjak dewasa cita-cita tersebut menjadi banyak macamnya seperti Guru Bahasa Indonesia, Guru Matematika, Dokter THT, Dokter Mata, atau yang jarang terdengar Dokter Bedah Ortopedi dan Traumatologi Anak. Langkanya profesi tersebut membuat Indonesia hanya memiliki 10 Dokter Bedah Ortopedi.

"Saya itu dibilang langka, bahkan perlu masuk museum kata teman saya. Karena hanya ada 10 dokter bedah tulang anak di Indonesia," canda DR.dr.Aryadi Kurniawan, Sp.OT (K), Dokter Bedah Ortopedi dan Traumatologi Anak dari Rumah Sakit Premier Jatinegara, dikutip dari viva.co id. (10/09)

"Zaman dahulu ortopedi itu dokter patah tulang, jadi dahulu belum ada kebutuhan. Begitu masyarakat itu tumbuh, kita kan developingworld ya, sebagian 10 persen dari kita itu developing world, 10 persen masyarakat Indonesia itu tidak kalah dengan Singapura, Australia. Tapi 10 persen dari 255 juta itu banyak lho. Sehingga dirasa perlu orang untuk belajar ortopedi anak. Maka dikirimlah orang-orang sekolah di luar, di sini belum ada sekolahnya." sambungnya

Ternyata sedikitnya jumlah Dokter Bedah Ortopedi dan Traumatologi Anak bukan hanya di Indonesia

"Jadi memang selalu negara-negara itu merasa butuh ortopedi anak setelah dia lepas makan, kebutuhan primer sudah lepas, baru dia berpikir 'apa ya biar kualitas hidupnya meningkat.' Jumlah ortopedi anak memang tidak banyak."

Menurut dokter yang praktik di Rumah Sakit Premier Jatinegara ini, kesempatan berkarier dibidang ini sangat besar, karena jumlah kasus CTEV cukup besar. CTEV atau Congenitaltalipesequino-varus atau clubfoot adalah kelainan bawaan kaki pada anak yang paling sering ditemui.

"Kita punya 4,8 juta bayi sehat setahun, dengan angka itu kasus CTEV yang kaki bengkok ada 4000 kasus, kasus DDH (Development Dysplasia of the Hip, kelainan bawaan yang biasanya akibat dibedong yang bisa menyebabkan tulang geser dan tak tumbuh)."

Ia juga menjelaskan ada 4.000 sampai 8.000 kasus, CP (Cerebral Palsy atau lumpuh otak) dari 8.000 sampai 12 ribu kasus, banyak sekali sebenarnya, yang tidak terdeteksi. Dokter Aryadi pun mengatakan, profesi yang dijalani dengan bidang yang digelutinya kemungkinan ini kurang diminati, karena sekolahnya sendiri belum ada di Indonesia. (Hikmah)

Puisi: Ibu (Merindu)

Tidak ada komentar
Ibu...
Raga ini hancur di tanah udang
Aku memanas rindu
Bersama kerikil yang berbagi

Ibu...
Apa yang harus kau tanyakan?
Kesedihanpun tak kan pernah dibagi
Haruskah menghadirkan senja
Biar ia bercerita, tentang jarak tak melabu

Penulis: Wawas Wasniah (Mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)

12 Pekerja Pabrik Tewas Dimakan Si Jago Merah

Tidak ada komentar

Sabtu, 10 September 2016

Dhaka, setaranews.com – Kebakaran terjadi di pabrik garmen yang terletak di pinggiran ibu kota Bangladesh ini memakan 12 korban jiwa, yang semuanya merupakan karyawan pabrik. Kebakaran yang terjadi sejak pagi dan sampai siang masih berusaha dipadamkan oleh petugas. Korban luka segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.

"Api mulai membakar pada pagi hari saat jam kerja baru dimulai," ujar Mohammad Akhturuzzaman salah satu petugas, seperti dilaporkan Reuters, Sabtu (10/9)

Penyebab kebakaran sampai saat ini masih belum diketahui. Diperkiran pada saat kebakaran terjadi terdapat 100 orang yang berada di dalam pabrik.

Kasus kecelakaan pabrik ini sering terjadi di negara tersebut, seperti kebakaran atau gedung pabrik yang runtuh. Pada 2013 ada lebih dari 1.100 orang yang meninggal dunia akibat kecelakaan pabrik.

Syafruddin Resmi Menjadi Wakapolri

Tidak ada komentar
Jakarta, SetaraNews.com - Hari ini telah resmi dilantik Komisaris Jenderal (Komjen) Syafruddin sebagai Wakil Kepala Polisi Republik Indonesia (Wakapolri) menggantikan Budi Gunawan.

Syafruddin siap membantu Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) Komisaris Jendral Polisi Tito Karnivan dalam Korps Bhayangkara.

“Program Kapolri yang sedang berjalan yang 100 hari itu. Itu tahapan pertama (yang akan disukseskan),” kata Syafruddin di Mabes Polri, Sabtu (10/9/2016). Kutip dari kompas.com

Ada tiga hal yang menjadi fokus kapolri saat ini, diantaranya profesional, modern dan terpercaya. Menurut syafruddin, untuk bisa menunjang hal tersebut maka dibutuhkan peningkatan dari berbagai lini.

“Baik itu pengembangan SDM Polri, modern, peningkatan teknologi, penyempurnaan memodernisasi seluruh peralatan,” kata dia.

Tito mengungkapka jika alasan memilih syafruddin karena memiliki kedekatan personal saat semasa masih mengenyam pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional 2011 silam.

“Beliau juga memiliki pengalaman sebagai Kapolda, Wakapolda, juga pernah di Kabid Propam, pendidikan cukup lama,” kata Tito di Mabes Polri, Sabtu pagi.

Oprec Menwa Dibuka Serentak se-Jawa Barat

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com - Demi terciptanya regenerasi di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon (Unswagati), maka dibukalah open recruitment (Oprec) yang ditutup sampai November 2016. Open recruitment Menwa dibuka serentak se-Jawa Barat, sehingga untuk tanggal tetap penutupan open recruitment masih belum pasti karena menunggu informasi dari Bandung.

Untuk menjadi anggota Menwa harus mengikuti beberapa tahapan, yaitu mendaftar ke sekretariat Menwa yang berada di belakang gedung Koperasi Mahasiswa (KOPMA) dan menjalani serangkaian tes yang telah ditentukan. Terdapat tiga tes yang harus dilewati, yaitu tes kesehatan, tes fisik dan tes psikologi. Untuk tes kesehatan, Menwa bekerjasama dengan Rumah Sakit Ciremai dengan mengadakan tes yang serupa dengan tes kesehatan untuk kepolisian dan tentara. Sedangkan tes fisik akan bekerjasama dengan Komando Distrik Militer (Kodim) dengan menjalani lari, push up dan sebagainya, selain itu ada tes psikologi dengan menjalani tes tertulis.

Setelah dinyatakan lolos seleksi maka anggota akan diikutsertakan dalam pelatihan yang dikhususkan bagi anggota baru. Pelatihan tersebut diikuti oleh Menwa se-Jawa Barat dan diadakan oleh Satuan Komando Resimen Mahasiswa (Skomenwa) Mahawarman. Tujuan dari adanya pelatihan tersebut adalah memberikan pemahaman mengenai adanya proxy war yang sekarang ini sedang dihadapi bangsa Indonesia.

Dengan adanya open recruitment Menwa ini, diharapkan agar mahasiswa dapat mengikuti organisasi dengan Menwa sebagai pilihannya, karena diungkapkan oleh Deri, salah satu anggota Menwa bahwa mahasiswa sekarang sudah enggan untuk berorganisasi dengan dalih urusan perkuliahan. Menwa Unswagati pun diharapkan dapat maju dengan anggota yang lebih banyak.

“Harapannya sih banyak mahasiswa yang ikut organisasi karena sekarang ini banyak yang takut berorganisasi. Alasannya yaitu jadwal kuliah padat padahal dengan berorganisasi kita akan belajar apa yang tidak ditemukan di perkuliahan. Selain itu juga harapannya agar Menwa Unswagati dapat terus maju dengan regenerasi yang banyak agar Menwa lebih meriah,” tutupnya.

Gemsos: Kasus Korupsi Pengadaan RTH, Kejari Jangan Masuk Angin

Tidak ada komentar

Jumat, 09 September 2016

Cirebon, SetaraNews.com - Beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Sosialis (Gemsos) Cirebon melakukan aksi unjuk rasa di depan Kejaksaan Tinggi Negeri (Kejari) Kota Cirebon, Kamis (8/9). Aksi yang dimulai dengan long march dari Kampus Utama Unswagati sampai Kejari dimulai pukul 10.00 WIB.

Dalam aksinya, Gemsos menuntut Kejari Kota Cirebon agar menindak para koruptor dan menegakan hukum di Kota Cirebon agar sinergis dengan visinya yaitu Religius, Aman, Maju, Aspiratif dan Hijau (RAMAH), dan melakukan pengembangan lebih lanjut atas praktik korupsi yang ada.

Seperti yang dikatakan Jimat Ali Santoso selaku juru bicara dari Gemsos bahwa pihaknya tidak ingin kasus korupsi atas pengadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Cirebon mandeg tanpa ada tindak lanjut lagi sehingga dari Gemsos akan mengawal proses hukum kasus tersebut dan memastikan bahwa penegakan hukum tetap berjalan.

“Kami tidak ingin Kejari sampai masuk angin, dalam artian bahwa kasus ini hanya sebatas angin lalu. Kami tidak ingin kasus ini sampai lolos hanya karena aparatnya main uang,” tegasnya.

Sedangkan menurut Gusti Hamdani selaku Kepala Saksi Intelejen (Kasi) yang menanggapi aksi dari Gemsos, pihaknya masih terus mengupayakan untuk segera melimpahkan kasus dugaan korupsi yang dilakukan  pejabat di Kota Cirebon atas pengadaan RTH ke tahap penuntutan dalam waktu dekat karena sekarang masih dalam proses penyidikan  dan sudah ada beberapa orang yang dijadikan sebagai penanggungjawab atas kasus tersebut.

“Proses penyidikan terkait pengadaan Ruang Terbuka Hijau sedang berjalan dan beberapa orang sudah dijadikan sebagai orang yang bertanggung jawab atas kasus yang terjadi, kami juga berharap kasus ini akan segera dilimpahkan ke tahap penuntutan,” ujarnya.

Dirinya pun menegaskan untuk tetap bersikap kosisten dalam menangani kasus korupsi agar jangan sampai kasus ini hanya menjadi angin lalu tanpa akhir yang jelas.

“Kami, para aparat penegak hukum siapapun baik dari kejaksaan maupun kepolisian akan tetap konsisten sesuai dengan jalur prosedur yang sudah ditentukan dalam aturan undang-undang,” tutup Gusti.

7 Tips Agar Gigi Anak Tetap Sehat

Tidak ada komentar

Kamis, 08 September 2016

SetaraNews.com - Menurut Dr. Eva Fauziah, drg., Sp.KGA, Ketua Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia cabang Jakarta, sehat atau tidaknya pertumbuhan gigi anak dipengaruhi  sejak masa kehamilan ibu.

Menurut Dr.Eva, “Bagaimana kondisi ibu di masa kehamilan, berpengaruh pada kesehatan gigi anak. Kalau saat hamil, ibu kurang asupan kalsium dan protein, bisa menyebabkan hipoplasia email pada gigi anak, yaitu pembentukan email gigi yang tidak sempurna,” katanya seperti dikutip dari Kompas.com saat ditemui dalam acara Bulan Kesehataan Gigi Nasional 2016, Menekankan Pentingnya Peran Orangtua untuk Mengenal & Mencegah Kebiasaan Buruk Si Kecil, di Pelataran Dharmawangsa, Jakarta (6/9).

Ada beberapa kebiasaan si anak yang dianggap sepele, sehingga tak disadari dapat merusak gigi. Sebelum muncul plak, karies, dan berbagai masalah gigi lainnya pada anak, orangtua bisa melakukan hal berikut sebagai pencegahan:

  1. Basuh dengan Air Putih


Ketika si anak setelah meminum susu dengan dot, maka basuh mulutnya dengan air agar tak ada sisa susu yang menempel. Saat memasuki usia 2 tahun, mulailah dengan membiasakan si anak minum susu dengan gelas .

  1. Batasi Minuman dan Makanan Manis


Mengkonsumsi makanan manis memang menyenangkan, akan tetapi jika terlalu banyak dikonsumsi maka akan memicu terbentuknya plak dan memproduksi asam oleh bakteri. Sehingga, rongga mulut menjadi lebih asam dan menyebabkan terjadinya demineralisasi email atau karies.

  1. Makan makanan padat sesuai usia


Si anak perlu dilatih untuk mengonsumsi makanan padat sesuai usia dan tahap perkembangan, agar anak mengenal berbagai tekstur makanan. Dengan melatih anak mengunyah juga dapat merangsang proses pertumbuhan dan perkembangan rahang serta gigi.

  1. Cegah kebiasaan mengemut jari


Jangan membiarkan si anak untuk mengemut ibu jari atau jari lainnya ke mulut. Kebiasaan ini dapat mengganggu rahang dan gigi

  1. Biasakan anak tidak memasukan benda asing ke dalam mulut


Beritahu si anak untuk tidak memasukkan benda apapun ke dalam rongga mulut, selain makanan dan minuman bergizi. Alihkan juga perhatian si anak untuk mengajaknya bermain, agar si anak tidak sembarangan menggigit benda lain disekitarnya. Pasalnya, menggigit sembarangan dapat mengakibatkan malaklusi (susunan gigi yang berantakan) dan dapat juga menganggu pencernaan.

  1. Sikat gigi selama 2 menit


Karena pentingnya menggosok gigi maka ajarkan si anak menggosok gigi yang benar, menyikat gigi yang benar dari gusi ke gigi. Lakukan ini selama dua menit dan dua kali sehari, pagi setelah sarapan dan sebelum tidur. Penelitian menunjukan, bahwa resiko gigi berlubang dapat berkurang secara signifikan pada anak yang mendapat pendampingan menyikat gigi dari orang tua mereka.

  1. Rutin periksa ke dokter gigi


Biasakan si anak ajak ke dokter gigi sejak usia satu tahun, lakukan kunjungan rutin ini empat kali selama setahun. Lakukan kebiasaan baik ini sedari kecil, agar setelah besar menjadi terbiasa. Karena begitu pentingnya menjaga gigi. (Dinda)

Berbeda dari Prodi Lain, ESA Unswagati Persembahkan X-West

Tidak ada komentar

Selasa, 06 September 2016

Unswagati, SetaraNews.com – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris yakni English Student Association (ESA) pada Senin (5/9) sejak pukul 08.00 WIB-12.00 WIB mengadakan acara tahunan yang sudah dua kali diselenggarakan, Exhibition and Welcoming English Student (X-West) semacam acara penyambutan untuk mahasiswa baru.

Menerapkan konsep welcoming party, X-West dihadiri oleh 90 mahasiswa baru (maba) Prodi Pendidikan Bahasa Inggris. Acara tersebut pun diisi dengan pameran setiap departemen yang ada di ESA, caranya mahasiswa baru dibagi menjadi 9 kelompok, setiap kelompok berisi 10 orang, dan dipandu oleh seorang pendamping dari ESA untuk datang ke stand setiap departemen lantas mengenalkan fungsi dan prokernya. Adapun lainnya, pengenalan dosen, live music, dan pembagian kelas untuk mahasiswa baru.

Tujuan utama diadakannya X-West sendiri adalah untuk mengenalkan ESA secara mendetail kepada mahasiswa baru.

"Sebelum perekrutan kita mengenalkan dulu ESA secara detail agar pada saat plant test mahasiswa baru bisa memilih departemen yang sesuai dengan minatnya," ujar Dea Fiqih Aprilianti selaku Ketua Pelaksana saat ditemui oleh SetaraNews.com seusai acara, Senin (5/9).

ESA sebagai organisasi di ruang lingkup Bahasa Inggris pun mencoba menghadirkan beberapa Warga Negara Asing (WNA) yang terlibat dari sebuah komunitas untuk mengisi acara tersebut. Selain itu, agar hari pertama masuk kuliah berkesan dan berbeda dari prodi lain, terbentuklah project yang dinamakan X-West.

"Kita mengundang 3 warga negara asing untuk mengisi acara X-West. Kita ingin hari pertama itu tidak hanya dihabiskan untuk sekedar melihat pengumuman kelas, jadi ESA membuat project untuk mengadakan welcoming party bagi maba," tutupnya.

Editor: Fiqih Dwi H.

Ingin Ciptakan Kader Yang Lebih Baik HMS Unswagati Adakan Oprec

Tidak ada komentar
Unswagati, SetaraNews.com - Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon akan mengadakan open recruitment (oprec) anggota baru yang akan dimulai pada 20-21 September setelah acara Kemah Bakti Sosial (KBS). Acara tersebut diselenggarakan karena ingin membuka generasi penerus yang lebih baik di masa depan.

"Salah satu syarat apabila ingin menjadi angggota HMS yang penting niat, dan saya pribadi tidak membutuhkan anggota yang berkualitas namun yang terpenting memiliki kemauan untuk melaksanakan tugas dan kemauan dalam berorganisasi," ungkap Dany selaku Ketua HMS saat ditemui oleh SetaraNews.com, Selasa (6/9).

Persiapan khusus yang dilakukan oleh panitia selaku pihak penyelenggara, diantaranya formulir, dan sebagainya. Open recruitment ini pun tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis. Dengan diadakannya open recruitment anggota baru HMS, Dany berharap bisa menciptakan kader-kader yang lebih baik lagi.

"Harapan bagi calon anggota baru dari saya, HMS (Himpunan Mahasiswa Sipil) lebih maju, dengan kader-kader yang baru junjung terus pendidikan Nasional, mencerdaskan kehidupan bangsa, jangan sampai generasi ke generasi terus-terusan seperti ini," tambahnya.
Jika ingin mendaftar untuk menjadi anggota HMS info lebih lanjut dapat diakses di hmsunswagati.co.id. Namun, untuk lebih jelasnya silahkan datang ke Sekretariat HMS (Himpunan Mahasiswa Sipil) di dekat Laboratorium Pertanian. (Riska)

Expo Pasar Modal Hadirkan Stand Perusahaan Sekuritas

Tidak ada komentar

Senin, 05 September 2016

Cirebon, SetaraNews.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia dan KPP Pratama Kota Cirebon menggelar Expo Pasar Modal yang diselenggarkan Sabtu (3/9) lalu, bertempat di Atrium Cirebon Super Block (CSB) dengan tema “Edukasi Literasi Keuangan dan Tax Amnesty".

Expo Pasar Modal sengaja digelar di mall bertujuan untuk mengedukasi Masyarakat Cirebon mengenai Edukasi Literasi Keuangan dan Tax Amnesty dan mengenai Saham dan Pasar Modal. Expo Pasar Modal juga menghadirkan Galeri Edukasi dan Investasi yang menghadirkan perusahaan-perusahaan sekuritas seperti Trimegah, Sinarmas, dll.

“Expo disini selain ada talkshow ada stand perusahaan sekuritas juga, dimana kalo ada yang nabung saham hari ini, melakukan pembukaan tabungan hari ini juga akan mendapatkan souvenir dari BEI (Bursa Efek Indonesia),” ungkap salah seorang penjaga stand sekuritas saat ditemui oleh SetaraNews.com, Sabtu (3/9).

Expo Pasar Modal pun menghadirkan talkshow, performance band, doorprize, serta berbagai keseruan lainnya.

"Acaranya mengedukasi banget sih, jadi nambah pengetahuan juga, cuma kalo mau nabung saham  masih mikir-mikir dulu, ada kemungkinan bakalan ikut nabung saham sih. Kan kalo saham itu kita ngerasain hasilnya gak sekarang tapi di beberapa tahun kedepan," papar Erika salah satu pengunjung.

Inaugurasi Ajang Kreatifitas Mahasiswa Baru

Tidak ada komentar
Unswagati Cirebon, setaranews.com – Acara Inaugurasi yang diperuntukkan bagi mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) yang dilaksanakan pada Sabtu, 3 September 2016 bertempat di GOR Ranggajati, Sumber telah usai.

Acara yang bertemakan ‘Be Cheerful, Creative And Brighter’ ini menjadi wadah bagi para mahasiswa baru (maba) untuk menunjukkan kreativitas mereka, sebagai tujuan dari tema yang diusung oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni dan Budaya selaku panitia pelaksana.

“Jadi per fakultas itu mereka berkreasi ya, jadi tadi ada yang dance, ada yang band dan ada juga yang puisi,” ujar Diah Intan selaku Ketua Pelaksana kepada setaranews.com disela-sela acara, Sabtu (3/9).

Konsep acara Inaugurasi tahun ini diantaranya menampilkan tarian tradisional dan modern, color party hiburan dari UKM Seni dan Budaya serta menghadirkan beberapa Guest Star, seperti Hailey, DJ Fix dan juga Band Reggae ternama asal Cirebon Another Project.

Acara yang meriah ini mendapat tanggapan yang positif dari mahasiswa baru Amel, salah satu mahasiswa baru dari Fakultas Pertanian Program Studi Agribisnis.

“Acaranya seru banget, apalagi color party nya suka banget, GOR Ranggajati nya sampai pecah. Gak peduli tempatnya panas, ketutup sama keseruan acaranya,” ucap Amel disela-sela acara Inaugurasi. (Hashbi/Fiqih)

Sunjaya: Penegerian Unswagati Tinggal Tunggu Perintah

Tidak ada komentar

Minggu, 04 September 2016

Cirebon, SetaraNews.com – Terkait penegerian Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon yang sudah digadang-gadangkan sejak beberapa tahun silam, nyatanya belum ada perkembangan signifikan, kini mulai menemukan harapan.

Seperti yang diungkap oleh Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadi Sastra saat ditemui oleh SetaraNews.com setelah memberikan sambutan pada acara Inaugurasi Unswagati 2016, Sabtu (3/9) di GOR Ranggajati, Sumber, Kabupaten Cirebon.

Menurutnya, mudah saja untuk menegerikan Unswagati, bahkan tahun ini pun Unswagati bisa menjadi negeri.

“Tahun ini saja sebenarnya Unswagati bisa menjadi negeri,” paparnya.

Seperti yang diketahui bahwa polemik penegerian Unswagati hanya tinggal pembebasan lahan. Persyaratan untuk menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) adalah memiliki lahan minimal 30 hektar.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan telah memerintahkan Walikota Cirebon untuk menyiapkan lahan tersebut. Namun karena beberapa hal, perintah yang sebelumnya disanggupi nyatanya batal dilanjutkan.

Menurut Sunjaya, pihaknya akan siap untuk menyiapkan lahan kalau sudah mendapat perintah baik dari Kementerian Pendidikan maupun Gubernur Jawa Barat. Seperti yang pihaknya lakukan ketika mendapat perintah dari Gubernur Jawa Barat untuk pembangunan ITB (Institut Teknologi Bandung) di Cirebon.

“Kalau nanti kedepan ada perintah kepada Bupati Cirebon untuk menyiapkan lahan bagi Unswagati sebagai syarat negeri, pasti akan didukung. Karena saya mendukung program pemerintah di dunia pendidikan. Saya pun bangga kalau di Cirebon ada kampus negeri,” tutupnya.

Puisi: Suara Yang Hilang

Tidak ada komentar
Suara yang biasa menggelorakan permukaan publik
Kini suara itu menghilang ‘ntah kemana
Apakah suara-suara itu telah diculik?
Ataukah suara-suara itu hilang begitu saja?

Suara yang biasa diserukan dijalan-jalan perlahan tenggelam
Seakan-akan mulut yang biasa bersuara lantang
Kini telah terkunci rapat terbungkam diam

Suara yang seperti obor yang berkobar-kobar
Kini perlahan telah redup di terpa angin
Suara yang lantang itu tak lagi terdengar
Di jalan yang biasanya ramai oleh suara-suara kencang dan lantang
Kini suara-suara itu perlahan telah hilang

Kemanakah suara-suara lantang itu berada?
Kemanakah suara-suara lantang itu pergi?
Kemanakah suara-suara lantang itu menghilang?
Kemanakan suara-suara lantang itu bersembunyi?
Kemanakah suara-suara lantang yang biasa di kumandangkan d jalan-jalan?
Kemanakah suara-suara yang ramai lantang d kumandangkan?

Kini dijalan telah sepi tanpa ada suara lantang lagi.
Kini dijalan telah sunyi tanpa ada suara lantang yang ramai
Kini suara lantang dan kobaran api itu telah padam dan hilang

Kapan kah suara yang telah hilang datang lagi?
Kapan kah suara lantang itu datang?
Kapan kah kobaran api menyala dan bekobar lagi?
Kapan kah suara itu dikumandangkan di jalan dengan suara yang kencang dan lantang!!!

Penulis: M. Sodikin
KBMSi (Kelompok Belajar Mahasiswa Demokrasi)
Biro Agitasi dan Propaganda)

UKM Tutorial Keislaman Tidak Pernah Masalahkan Tidak Terlibat Dalam Kepanitiaan PKKMB

Tidak ada komentar

Sabtu, 03 September 2016

Unswagati, SetaraNews.com - Terkait Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Tingkat Universitas (PKKMB-U) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon 2016 yang menuai banyak polemik. Termasuk didalamnya tidak sedikit Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) atau Ormawa (Organisasi Mahasiswa) yang tidak dilibatkan dalam Kepanitian PKKMB, salah satunya UKM Tutorial Keislaman.

Pihak-pihak UKM Tutorial Keislaman, termasuk didalamnya Ade Farhan selaku Ketua Umum memakai hak jawabnya sebagai narasumber. Mereka meminta agar pemberitaan tempo lalu dilengkapi bahwasanya meski mengaku kecewa, UKM Tutorial tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut. (Baca: Tidak Dianggap Sebagai UKM, Tutorial Keislaman Kecewa!).

"Kita memang kecewa, tapi balik lagi kita sudah bilang dari awal tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut, karena bahwasanya semakin kita mempermasalahkan, semakin panjang masalahnya. Yang sudah ya sudahlah," paparnya saat datang ke Sekretariat Lembaga Pers Mahasiswa Semua Tentang Rakyat (LPM SETARA), Jumat (2/9).

Indonesia Waspada Virus Zika!

Tidak ada komentar
Nasional, SetaraNews.com - Baru-baru ini telah ditemukan Virus Zika yang berasal dari Singapura. Hasil tes terhadap seorang perempuan yang telah mengunjungi Singapura pada 19 Agustus 2016 dinyatakan positif terinfeksi. Perempuan tersebut dinyatakan positif terkena Virus Zika setelah melakukan tes urine selama sepekan sejak kembali ke Singapura. Virus ini berdampak fatal pada perempuan hamil karena berkemungkinan bayi lahir dengan kepala kecil serta kelainan otak.

Virus Zika yang mulai merambah Asia Tenggara membuat Pemerintah Indonesia pun telah memberlakukan pengawasan terhadap WNI yang hendak pergi ke Singapura. Pemerintah Indonesia pun bergegas untuk mengantisipasi mewabahnya virus ini.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Mohamad Subuh menuturkan pihaknya memperketat pengawasan orang yang masuk dari Singapura ke Indonesia.

”Kami sudah hidupkan thermo scanner (pendeteksi suhu tubuh) di pelabuhan feri yang ada di Batam,” Katanya.

KKN Unswagati Adakan Program Penanaman Pohon di Desa Kalimeang

Tidak ada komentar
Cirebon, SetaraNews.com - Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon 2016 adakan program penghijauan di Desa Kalimeang, Kecamatan Karangsembung, Kamis (01/09). Kegiatan ini salah satu Program Kerja (Proker) dari Divisi Lingkungan yang menjadi harapan agar dapat menyadarkan masyarakat tentang pentingnya penghijauan.

Selain itu dengan kondisi cuaca di desa tersebut yang cukup panas dan gersang semoga dengan adanya penanaman pohon Mahoni di beberapa titik desa dapat bermanfaat bagi warga sekitar.

Arif Darmaraharja selaku Ketua Kelompok KKN menuturkan bahwa prokernya disambut dengan baik oleh warga setempat dan perangkat desa.

"Alhamdulilah kita disambut dengan baik oleh warga setempat dan perangkat desa dalam menjalankan program KKN kami ini di Desa Kalimeang," paparnya saat ditemui oleh SetaraNews.com, Kamis (1/9).

Kegiatan ini pun didukung dan bekerjasama dengan Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Gunati Unswagati dalam perolehan bibit pohon serta penanamannya secara langsung di lokasi. Ternyata, sudah ketiga kalinya KKN Unswagati mengadakan Kegiatan KKN di desa tersebut. Pihak Perangkat Desa, Casyono menyambut dengan baik.

"Kita sangat menerimanya dengan baik jika ada KKN Unswagati disini karena memang membantu kita juga dalam menjalankan program Desa," tutupnya.

Ormawa Kosong, Kepanitiaan PKKMB FISIP Berdasarkan Rapat Koordinasi

Tidak ada komentar

Jumat, 02 September 2016

Unswagati, SetaraNews.com - Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon yang dilaksanakan selama dua hari pada 31 Agustus-1 September berjalan sukses dan lancar tanpa kendala berarti.

Seperti yang telah diketahui bahwa Organisasi Mahasiswa (Ormawa) tingkat FISIP sedang mengalami kekosongan dikarenakan SK penetapan yang habis namun belum juga dilaksanakan pemilihan ulang.

Kekosongan pada Ormawa FISIP menjadi alasan dilaksanakannya Rapat Koordinasi yang dilakukan antara perwakilan mahasiswa program studi Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Komunikasi pada awal Agustus. Rapat Koordinasi tersebut membahas mengenai kepanitiaan PKKMB FISIP dan menetapkan Miftah, mahasiswa Ilmu Administrasi Negara sebagai Ketua Pelaksana.

“Iya karena Ormawanya kosong dan belum ada pemilihan lagi jadi dilaksanakan rapat koordinasi antara perwakilan mahasiswa Ilmu Administrasi Negara sama Ilmu Komunikasi,” Papar Miftah saat ditemui oleh SetaraNews.com, Kamis (1/9).

Pada struktur Kepanitiaan PKKMB FISIP sendiri melibatkan mahasiswa dari kedua program studi yang terdapat di FISIP.

Hadirkan Sekdis, PKKMB FP Tetap Lancar

Tidak ada komentar
Unswagati, SetaraNews.com - Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Pertanian yang diadakan di Denpom Polisi Militer pada 31 Agustus-1 September berjalan dengan baik. Hal ini diakui oleh Ketua Pelaksana, Iqbal Nurrojab, bahwa acara berjalan dengan lancar tanpa ada kendala dari pihak manapun,

"Alhamdulillah acaranya lancar berkat kerja keras dan solidaritas kita (panitia) sehingga bisa melaksanakan PKKMB Fakultas Pertanian dengan baik," ujarnya saat ditemui oleh SetaraNews.com disela-sela acara, Kamis (1/9).

Tahun ini PKKMB Fakultas Pertanian mengusung tema "Membentuk Karakter Pemimpin Muda yang Cerdas, Inovatif dan Berbudaya" dan dirasa tujuan yang ingin dicapai pun sudah hampir tercapai seluruhnya.

"Tujuan PKKMB sudah tercapai hingga 90%, maba mau berubah untuk memajukan Fakultas Pertanian dengan antusias mereka mengikuti kegiatan PKKMB, pencapaian dan perbaikan jauh lebih baik antara hari pertama dan kedua," tambahnya.

Acara diisi dengan pemberian materi selayang pandang Fakultas Pertanian yang dipaparkan oleh Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Pertanian, serta pengenalan setiap Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) yang ada di Fakultas Pertanian.

Berbeda dengan Fakultas lainnya, Pertanian tetap menghadirkan Seksie Kedisiplinan (Sekdis) dalam kegiatan PKKMB dengan alasan agar dapat membantu mahasiswa baru untuk lebih disiplin, menjadikan individu yang lebih tegas dan berani dalam menyikapi masalah, terlebih untuk kebaikan mereka sendiri bukan untuk  tujuan yang tidak jelas.

Beredar Komentar Negatif, Ketuplak Inaugurasi Beri Penjelasan

Tidak ada komentar

Kamis, 01 September 2016

Unswagati, setaranews.com - Kontroversi mengenai pembayaran tiket masuk acara Inaugurasi yang bertema ‘Be Cheerful, Creative And Brighter’ yang dilaksanakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Seni dan Budaya akhirnya diklarifikasi mengenai kejelasan dananya oleh ketua pelaksana, Diah Intan. Sebelumnya dipaparkan bahwa acara inaugurasi dipungut biaya sebesar lima ribu rupiah untuk mahasiswa Unswagati tingkat dua sampai tingkat empat namun tidak berlaku untuk mahasiswa baru (maba) (baca: Lepas PKKMB, Unswagati Adakan Inaugurasi) yang dibenarkan olehnya.

Menurutnya, hal tersebut dirasa adil karena mahasiswa baru sendiri dikenakan dana sebesar Rp 17.500 untuk inaugurasi yang pembayarannya dilakukan bersamaan dengan uang masuk Unswagati. Lagi pula, inaugurasi  memang dikhususkan sebagai penyambutan mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar Unswagati, sehingga mahasiswa lama yang ingin menikmati pula acara tersebut dirasa wajar jika diharuskan membayar. Alasan lainnya, untuk menambah pemasukan dana karena dana dari pihak universitas sendiri belum sepenuhnya cair, terlebih dana untuk inaugurasi tahun ini pun menurun seiring bekurangnya jumlah mahasiswa baru.

Berdasarkan data awal sudah tercatat terdapat 1749 mahasiswa baru belum termasuk mahasiswa Fakultas Kedokteran berjumlah 75 mahasiswa, pada saat itu masih proses pendaftaran sehingga ada kemungkinan bertambah, namun yang baru dicairkan dari universitas hanya 1721 mahasiswa.

“Tahun-tahun kemarin itu acaranya outdoor jadi mahasiswa lain bisa lihat padahal inaugurasi ini acaranya maba. Sedangkan tahun ini acaranya indoor jadi ngga sembarang orang bisa masuk dan wajar kalau mahasiswa lama bayar karena maba pun bayar Rp 17.500 di awal masuk. Ini juga sebenernya buat nambah dana juga karena pihak Universitas belum mencairkan total dananya,” ujar Diah Intan ketika ditemui tim SetaraNews.com pada Kamis (1/9) di depan Sekretariat UKM Seni dan Budaya.

Terkait komentar negatif mengenai pemberlakuan biaya masuk pada acara inaugurasi bagi mahasiswa tingkat dua sampai empat, Diah Intan menghimbau untuk tetap berpikir jernih dan positif. Pihaknya mengaku geram atas tuduhan negatif yang mengarah kepada panitia inaugurasi.

"Tolong mahasiswa Unswagati itu berpikir positif jangan melulu negatif. Jangan mudah terprovokasi dengan hal-hal lain yang beredar sebelum mengetahui sendiri kejelasannya agar tidak mudah terpancing dan diadudomba," Tutupnya. (Anisa)

Lepas PKKMB, Unswagati Adakan Inagurasi

1 komentar
Unswagati, Setaranews.com – Acara tahunan Inagurasi bagi mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon akan kembali dilaksanakan pada sabtu, 3 September 2016, kali ini bertempat di GOR Ranggajati, Sumber.

Acara ini sebagai hiburan bagi mahasiswa baru Unswagati, setelah kemarin dilaksanakannya PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru) tingkat Universitas dan PKKMB Fakultas yang berlangsung selama empat hari dari tanggal 29 Agustus – 1 September 2016.

Konsep acara Inagurasi diantaranya : color party, berbagai tarian tradisional dan modern, Balai kampus, PSM Unswagati Cirebon (Wirayuana choir), DJ Fix, Hailey, dan Secret Guest Star.

Adapun tiket masuk sebesar Rp 5.000 rupiah dengan membeli di sekretariat UKM Seni dan Budaya atau membeli secara langsung di tempat. Tiket tersebut hanya berlaku untuk mahasiswa Unswagati tingkat dua sampai empat, dan tidak diberlakukan untuk mahasiswa baru. Syarat pembelian tiket ialah membawa Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) Unswagati.

 

Catatan Koreksi: Pada Publikasi pertama terdapat kesalahan bahwa; tiket masuk sebesar Rp 5.000 dikenakan untuk mahasiswa baru dan mahasiswa Unswagati tingkat satu sampai empat. Sudah dikoreksi menjadi; Tiket tersebut hanya berlaku untuk mahasiswa Unswagati tingkat dua sampai empat, dan tidak diberlakukan untuk mahasiswa baru.

PKKMB Fakultas Teknik Tahun Ini Berbeda Jauh dari Tahun Sebelumnya

Tidak ada komentar
Unswagati, SetaraNews.com - Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Tingkat Universitas (PKKMB-U) 2016 Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon yang dilaksanakan di GOR Ranggajati, Sumber, Kabupaten Cirebon telah usai pada Selasa (30/8). Setelahnya, para peserta akan melanjutkan PKKMB Fakultas yang serentak dilaksanakan pada 31 Agustus-1 September.

Panitia PKKMB Fakultas Teknik sendiri melaksanakan acara PKKMB di Kampus Utama Unswagati dengan total peserta sebanyak 157 orang, dengan total peserta perempuan lebih sedikit yakni sebanyak 37 orang. Tujuan diadakannya acara ini ialah agar mempererat ikatan silaturahmi antara Mahasiswa Baru (MABA) dengan para senior (Kakak Tingkat).

Suharto selaku Ketua Pelaksana PKKMB Fakultas Teknik memaparkan bahwa total peserta yang mengikuti PKKMB tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu, tapi tidak menyurutkan semangat panitia dalam proses penyelenggaraan PKKMB.

"Adanya penurunan jumlah mahasiswa yang mengikuti kegiatan PKKMB pada tahun ini jika dibandingkan dengan tahun kemarin dikarenakan kurangnya koordinasi dari pihak panitia penyelenggara yang mengakibatkan terlambatnya pembukaan stand pada waktu itu, tapi hal ini enggak menyurutkan semangat kami untuk menyelesaikan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya," paparnya saat ditemui oleh SetaraNews.com disela-sela acara, Rabu (31/8).

Kegiatan PKKMB Fakultas Teknik tahun ini pun berbeda jauh dengan tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya dari segi waktu, jika tahun lalu acara dimulai pada pukul 07.00 WIB. Tapi pada tahun ini acara baru dimulai pada pukul 09.00 WIB. Perbedaan lainnya terdapat pada rangkaian acara, tahun ini sasaran utama dari kegiatan mengacu pada penyampaian dasar atau gambaran materi perkuliahan yang akan diajarkan, dan lebih intens pada dunia Teknik Sipil. Sedangkan tahun lalu materinya masih umum.

Terakhir, Suharto berharap PKKMB dapat memberikan gambaran tentang perkuliahan di Fakultas Teknik dan dapat mempererat tali silaturrahmi.

“Harapan dari adanya acara ini bagi saya, agar para Mahasiswa Baru dapat memiliki bekal walau hanya sediit, supaya ada gambaran juga tentang materi perkuliahan di Teknik Sipil ini , dan lebih mempererat tali silaturahmi sesama Mahasiswa Teknik Sipil.” tutupnya. (Riska)

Panitia PKKMB FK Diduga Lakukan Aksi Senioritas

Tidak ada komentar
Unswagati, SetaraNews.com – Pada sesi Penjemputan PKKMB Fakultas seusai Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tingkat Universitas. Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon diduga melakukan aksi senioritas di halaman GOR Ranggajati, Sumber, Kabupaten Cirebon pada Selasa (30/8).

Disaksikan puluhan pasang mata mahasiswa yang lain, panitia PKKMB FK berteriak-teriak pada para pesertanya yang hanya bisa menunduk dalam. Tidak terlihat fakultas lain melakukan hal yang serupa, hal tersebut pun menimbulkan tanda tanya, dan mengacu pada Surat Edaran Dikti tentang PKKMB 2016 yang harus bersih dari aksi kekerasan dan perpeloncoan.

Farras Arlinda Rachmawati selaku Ketua Pelaksana PKKMB FK memberikan pembelaan bahwasanya hal tersebut dilakukan semata-mata sebagai bentuk ketegasan agar para peserta PKKMB FK bisa membentuk kepribadian mereka. Mengingat perkuliahan di Kedokteran yang memakan waktu lama, dan dituntut harus tepat waktu.

“Sebenarnya balik lagi, kita disini bukan marah-marah, kita disini membentuk attitude mereka, supaya mereka lebih baik lagi attitude nya. Karena disini kita pun enggak akan berani melakukan kekerasan, kita sudah dapat notice dari pihak kampus untuk tidak melakukannya. Kita disini hanya berusaha bertindak tegas, untuk membentuk kepribadian mereka agar disiplin. Karena kalo kuliah di kedokteran kan memakan waktu lama, dan harus tepat waktu, bahaya kalo sampai mereka mengulur-ngulur waktu,” paparnya saat ditemui oleh SetaraNews.com disela-sela acara, Selasa (30/8).

Fakultas Kedokteran sendiri melaksanakan PKKMB yang diikuti oleh 75 peserta selama dua hari yakni sejak tanggal 31 Agustus-1 September dengan tema “GENETICS (Generating The Next Trustworthy, Inspirational, and Capable Medical Students)” di Kampus III Unswagati, Gedung Fakultas Kedokteran. (Fiqih/Acil)

PKKMB FKIP Jadi Ajang Sosialisasi Empat Pilar MPR RI

Tidak ada komentar
Unswagati, SetaraNews.com – Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tingkat Universitas telah selesai dilaksanakan. Setelah PKKMB tingkat Universitas selesai, dilanjut dengan PKKMB tingkat Fakultas. Seperti di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sedang melaksanakan PKKMB yang berlangsung dari 31 Agustus sampai dengan 1 September bertempat di Kampus II Unswagati.

Kegiatan PKKMB di FKIP mengundang Wakil Ketua MPR RI H. Mahyudin, S.T., M.M. Namun dalam kegiatan PKKMB ini ada hal yang aneh. Pasalnya, spanduk yang tertera di tempat berlangsungnya PKKMB FKIP adalah spanduk yang bertuliskan “Sosialisasi Empat Pilar MPR RI” bukan spanduk yang bernuansa PKKMB itu sendiri.

“Kalau spanduk tidak diganti itu kan ada dua. Spanduk disamping juga tidak ada kata PKKMB, saya nanya ke dekorasinya iya lupa katanya. Terus kita minta kesepakatan supaya spanduknya dua, toh buat Unswagati sendiri,” jelas Akmal selaku Ketua Pelaksana ketika dimintai keterangan terkait spanduk, Rabu (31/08).

Lebih lanjut, Akmal menjelaskan dengan menghadirkan Wakil MPR RI ini dengan materi kebangsaan untuk para mahasiswa baru dalam Kegiatan PKKMB sudah mengacu pada Surat Edaran Dikti. Akmal juga menambahkan bahwa sosialisasi ini tidak ada salahnya jika diberikan ketika PKKMB.

"Kalau saya sendiri selagi baik, selagi ini ilmu baru toh bukan buat saya sendiri. Kapan lagi MPR yang mau datang kesini kenapa ditolak," tambahnya.

Ketika ditanya mengenai adakah kompensasi yang diterima panitia penyelenggara dari MPR RI, Akmal memaparkan bahwa dirinya tidak tahu soal adanya kompensasi yang diberikan.

“Kalau kompensasi saya tak tahu-menahu, saya gak pegang sepeser pun. Yang tahu staf-staf semua gitu dari MPR ini nyalurnya ke BEM. Mal ini mau diambil gak katanya. Nanti dulu saya juga punya hak sebagai ketua pelaksana. Saya ngobrol dengan Pak Feri dan Pak Rusdi. Gitu,” tutur Akmal.
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews