Responsive Ad Slot

Puisi: Jiwa Pemberontak Bangunlah

Tidak ada komentar

Jumat, 30 September 2016

Wahai jiwa-jiwa pemberontak
Saat ini banyak ketidak adilan, kenapa kau tak memberontak..
Wahai jiwa-jiwa pemberontak
Apakah kau sudah tunduk dan berubah menjadi budak

Jiwa pemberontak sejatinya kau bergerak
Bergerak menegakka keadilan yang mutlak
Jiwa pemberontak semestinya kau teriak dan bertindak
Bertindak menumpas para penguasa yang tak punya otak

Banyak rakyat yang terintimidasi karena diperbudak
Sering kali rakyat diinjak-injak oleh para penguasa yang tak punya otak
Apakah jiwa pemberontak hanya mendiamkan rakyat diinjak
Ataukah jiwa pemberontak sudah tak peduli lagi dengan rakyat yang terinjak

Kemanakah kau jiwa-jiwa pemberontak
Saat ini Rakyat sedang merintih kesakitan karena ulah para penguasa
Di manakah kau jiwa-jiwa pemberontak
Saat ini Rakyat sedang menangis darah tak berdaya atas tindakan para penguasa

Jangan diamkan rakyat diinjak-injak oleh para penguasa yang tak punya otak..
Bangunlah wahai jiwa-jiwa pemberontak
Berteriaklah wahai jiwa-jiwa pemberontak
Bergegaslah bergerak wahai jiwa-jiwa pemberontak

Cirebon, 30 September 2016

Penulis: Sodikin KBMSi (Kelompok Belajar Mahasiswa Demokrasi Biro Agitasi dan Propaganda)

IMMNI Adakan LDK Untuk Anggota Baru

Tidak ada komentar
Cirebon, SetaraNews.com - IMMNI (Ikatan Mahasiswa Masjid Nurul Ilmi) menyelanggarakan LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan) untuk anggota baru. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat, 30 september  sampai Minggu, 2 Oktober 2016 bertempat di SMP Bina Umah Sumber.

Kegiatan yang bertemakan “Membangun Mahasiswa Muslim Berdasarkan Nilai-Nilai Islam” bertujuan untuk memberikan pembekalan kepada para anggota baru agar bisa memahami dan cepat beradaptasi.

“Materi dasar yang disampaikan LDK ini seperti  syahadatain yaitu pentingnnya syahadat, tentang pentingnya pendidikan dan materi-materi yang sudah di gariskan sesuai program kerja.” Papar Tomi Adi Pratama selaku Ketua Pelaksana pada SetaraNews.com, Jumat (30/09).

Lebih lanjut, LDK tahun ini tidak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang. (Mumu)

FP Unswagati Adakan Agribisnis Challenge 2016

Tidak ada komentar

Kamis, 29 September 2016

Unswagati, SetaraNews.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian (FP) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon mengadakan Seminar Agribisnis Challenge 2016 pada Rabu (28/9). Acara yang bekerja sama dengan Ayo Indonesia ini diikuti oleh Mahasiswa Sewilayah III Ciayumajakuning yang digelar di Aula Kampus I Unswagati.

Ayo Indonesia sendiri merupakan organisasi yang bergerak di Bidang Pertanian dimana wadah ini sebagai pengembangan potensi, inovasi dan teknologi Pertanian untuk menampung aspirasi mahasiswa melalui lomba “Agribiz Challenge” melalui situs www.agribiz.co.id dimana informasi lebih lanjut dapat diakses disitu.

Program ini diadakan bertujuan untuk membuka wawasan mahasiswa untuk memulai ide baru dalam mengembangkan potensi berwirausaha khususnya di Bidang Pertanian. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu Panitia Penyelenggara sekaligus Ketua BEM Pertanian Unswagati.

“Kami merasa senang dan apresiasi sekali dengan adanya acara ini karena baru tahun ini Ayo Indonesia  mengadakan Seminar Agribis Challenge dan membuka kesempatan untuk ikut serta dengan perlombaannya,” Jawab Indra Kusuma pada SetaraNews.com, Rabu (28/9).

Pihak Unswagati sangat antusias sekali dengan diadakannya seminar tersebut terlihat dengan jumlah peserta yang diluar dugaan, semakin banyak bahkan tidak hanya Fakultas Pertanian saja namun mahasiswa lainnya yang ingin lebih tahu mengenai peluang membuka bisnis, seperti yang diungkapkan oleh salah satu Pemateri yakni Bapak Adi Marzuki dari Teknopreuneur Indonesia.

“Maka dengan Agribiz Challenge mari bersama-sama mengambil peran dalam pembangunan ekosistem agribisnisuntuk kedaulatan pangan," tutupnya. (Wido)

FK Unswagati Kirim Bantuan Bencana Garut

Tidak ada komentar
Unswagati, SetaraNews.com - Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon akan mengirim volunteer serta bantuan berupa pakaian dan uang untuk korban bencana di Garut pada Kamis sore (29/9).

Kegiatan sosial tersebut melibatkan pihak internal yang melingkupi mahasiswa setiap angkatan, baik Ikatan Alumni 2008-2012 dan 2013 sampai angkatan terbaru 2016. Dua hari sebelumnya, pihak-pihak terkait telah mengadakan penggalangan dana di sekitar Kota Cirebon.

Kemudian, terdapat 25 volunteer yang bersedia dikirim ke Garut, meliputi perwakilan dari setiap angkatan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FK Unswagati, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FK Unswagati, Tim Bantuan Medis (TBM), dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Gunati.

“Kalo dari relawan sampai saat ini yang bersedia ada 25 orang perwakilan dari setiap angkatan. Lalu ada bantuan dari anak-anak seperti BEM, DPM, TBM dan Mapala,” papar salah satu mahasiswa yang terlibat dalam kepanitiaan, Hagi Wibawa pada SetaraNews.com di Ruang BEM dan DPM FK Unswagati, Kamis (29/9).

FK Unswagati sendiri sudah berkordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Garut. Sementara fokus yang akan dilakukan oleh Tim Volunteer dari FK Unswagati adalah trauma healing pasca bencana untuk 170 anak-anak disana.

“Kita sudah berkordinasi dengan Dinkes dan Puskesmas disana, acaranya akan dilaksanakan di salah satu SD. Kita disana akan fokus ke trauma healing untuk anak-anak sebanyak 170 orang. Rangkaian acaranya akan ada pembagian snack, games, dan lain sebagainya.” tutup salah satu mahasiswa yang juga terlibat dalam kepanitiaan, Pepi Afriyani.

Rencananya, rombongan Tim Volunteer dari FK Unswagati akan berangkat ke Garut sore ini dengan menggunakan mobil fakultas.

Mukarto Angkat Bicara Soal Akreditasi Prodi Ilmu Komunikasi

Tidak ada komentar

Rabu, 28 September 2016

Unswagati, SetaraNews.com – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unswagati Prodi Ilmu Komunikasi pada tahun ini, diberikan peluang kembali oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) untuk melakukan Re Akreditasi non regular yang sempat dilakukan pada tahun 2014.

Sebelumnya, akreditasi FISIP Prodi Ilmu Komunikasi Unswagati masih C, kemudian BAN-PT memberi peluang kembali sampai habis masa berlaku akreditasi.

“Kalau ini Re Akreditasi non regular maksudnya karena kita kemarin sebelum saya jadi dekan sudah diakreditasi masih dapet C, maka diberi peluang oleh BAN-PT itu untuk mengusung kembali sebelum habis masa berlakunya itu minimal satu tahun setelah akreditasi yang kemarin,” ujar Mukarto selaku Dekan FISIP saat ditemui setaranews.com, Selasa (20/9).

Persiapan ilmu komunikasi untuk re akreditasi non reguler memang tak main-main, kekurangan-kekurangan dalam persyaratan pun di lengkapi mulai dari dosen, sarana prasarana dan sebagainya.

“Satu, menambah jumlah dosen sebanyak empat orang. Dua, sudah adanya dosen yang memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Tiga, saat ini ilmu komunikasi sedang membangun laboratorium televisi. Empat, saat ini sudah banyaknya penelitian dosen. Lima, sudah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Selangor Malaysia,” tambahnya.

Dekan berharap dengan mengusulkan kembali Re Akreditasi non regular status Ilmu Komunikasi bisa berubah menjadi B, perisapan yang dilakukan sudah mencapai 50% dalam pengadaain dokumen

Opini: Krisis Kesadaran Asas Transparansi di LPJ PKKMB 2016

Tidak ada komentar

Selasa, 27 September 2016

Opini, SetaraNews.com - Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) adalah kegiatan "sakral" dalam sebuah organisasi, mau itu organisasi mahasiswa, organisasi rakyat lain, maupun pemerintahan di negara ini. LPJ dapat diartikan sebuah dokumen portofolio yang berisi deskripsi tentang kegiatan secara menyeluruh setelah diadakannya sebuah kegiatan yang dilengkapi dengan bukti-bukti.

Dalam tataran organisasi kemahasiswaan, LPJ harus disidangkan dan harus menganut asas transparan agar tidak ada hak individu/mahasiswa yang diabaikan. Laporan Pertanggung Jawaban Kegiatan PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru) tingkat Universitas yang dilaksanakan kemarin (Kamis, 22 September 2016) di Ruang Aula Unswagati terasa begitu ‘sepi’, mungkin kurang masifnya publikasi terkait kegiatan ini, atau mahasiswanya yang apatis.

Dimulai dari Persiapan Berkas LPJ yang akan disidangkan ternyata mendadak di fotokopi beberapa menit menjelang kegiatan dimulai. Sidang pun dimulai dengan audience (peserta) tidak kurang dari 30 orang.

Panitia PKKMB yang hadir tidak lengkap, kira-kira hanya sepertiga dari keseluruhan panitia yang termaktub dalam Surat Keputusan (SK) Rektor terkait kepanitian kegiatan PKKMB 2016. Sungguh miris, manusia sejati adalah manusia yang bisa bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukan, krisis moral mendera para panitia PKKMB 2016. Apakah LPJ adalah momok yang menakutkan bagi mereka? Atau memang malas untuk melaporkan? Biar rumput yang bergoyang saja yang menjawab.

Karena Kegiatan PKKMB ini menganut asas transparan, maka dari itu semua elemen civitas akademika berhak tahu. Oke, kembali lagi ke acara, sidang itu berlanjut ‘apa adanya’ dan sempat di pending karena bentrok dengan acara Kuliah Umum Kewirausahaan.

Ditinjau dari berkas laporannya, di bagian laporan keuangan banyak audience termasuk saya tidak paham betul laporannya, tetapi panitia PKKMB berdalih bahwa itu sudah sesuai penulisan standar akuntansi. Ketua Pelaksana (Ketuplak) PKKMB terus "keukeuh" atas laporan tersebut, sedangakan audience tak mengerti. Seharusnya panitia PKKMB ini mencari solusi alternatif supaya audience bisa mengerti dengan apa yang dibuatnya, tapi sayangnya sampai acara berakhir saya tetap tidak mengerti dengan laporan itu.

Menurut saya, inti daripada laporan bukan pada standarisasi pembuatan laporan, tapi bagaimana audience bisa paham dengan laporannya dan hampir semua audience tidak paham. Hal yang lebih substansial dalam keuangan adalah penggunaannya yang tepat untuk menunjang acara dan ada bukti transaksi berupa kwitansi sesuai dengan penggunaannya. Di Laporan Pertanggung jawaban PKKMB banyak kwitansi yang tak sesuai jumlahnya dengan Bukti Kas Keluar dari Bendahara Kegiatan. Kalau ada kendala terkait kwitansi (hilang atau lupa) harusnya di ungkap di sidang tersebut. Bagaimana mahasiswa bisa mempercayai penggunaan dana tersebut sedangkan bukti transaksi nya saja berantakan.

Sampai tulisan ini dibuat, belum ada publikasi resmi dari DPM-U (Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas) terkait hasil Sidang LPJ tersebut. Kalau hasil laporannya ternyata di terima, DPM-U harus merasionalisasikan hasil keputusan tersebut, karena menurut saya tujuan dari pada transparansi belum tercapai.

Penulis: Reja Fauzi  (Mahasiswa Fakultas Pertanian Unswagati Cirebon)

Penjelasan Alfandi Terkait Target Mahasiswa Baru

Tidak ada komentar

Senin, 26 September 2016

Unswagati, Setaranews.com – Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon telah menerima mahasiswa baru (maba) tahun ajaran 2016-2017 sebanyak 1.781 mahasiswa. Total tersebut tidak mencapai target yang telah direncanakan oleh pihak Universitas sebanyak 2.500 mahasiswa.

(Baca: Unswagati Siap Menerima 2500 Mahasiswa Baru)

“Salah satu akibatnya Perguruan Tinggi Negeri membuka banyak sekali kelas-kelas Ujian Mandiri (UM) dan mereka menurunkan grade nya. Itu salah satu penyebab yang paling besar efeknya, dan ini terjadi di beberapa Perguruan Tinggi Swasta,” jelas Alfandi, Wakil Rektor I Bidang Akademik kepada setaranews.com, Rabu(21/09).

Faktor lain seperti biaya kuliah, lanjut Alfandi, sama sekali tidak terlalu mempengaruhi tidak tercapainya target kuota mahasiswa baru yang mendaftar di Unswagati. Namun, berdampak pada anggaran Unswagati.

“Sebenernya dari aspek anggaran memang agak menurun ya, sehingga ada beberapa hal yang dipending dulu seperti penelitian,” tambah Alfandi.

Upaya untuk mensosialisasikan Unswagati kepada calon mahasiswa, sudah dilakukan Unswagati ke berbagai Sekolah Menengah Atas (SMA), meskipun sosialisasi yang dilakukan mengalami keterlambatan.

“Kita memang melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah agak telat,” terang Alfandi.

Hal yang paling penting menurut Alfandi adalah pelayanan terhadap mahasiswa dan kegiatan-kegiatan mahasiswa harus diutamakan, meskipun anggaran sedikit menurun.
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews