Responsive Ad Slot

Tidak Dianggap Sebagai UKM, Tutorial Keislaman Kecewa!

Tidak ada komentar

Sabtu, 27 Agustus 2016

Unswagati, SetaraNews.com - Terkait pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) di Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon yang menuai banyak polemik karena dianggap tidak demokratis oleh sebagian Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Sebelumnya, Kepanitiaan PKKMB 2016 sendiri harus berpatok pada 4 Sumber Daya Manusia (SDM) yaitu delegasi dekanat, delegasi fakultas, delegasi UKM dan Ormawa Universitas, dan open recruitment. Akan tetapi, tidak sedikit UKM atau Ormawa yang tidak dilibatkan dalam Kepanitian PKKMB, salah satunya UKM Tutorial Keislaman.

Seperti yang dikatakan oleh Ketua UKM Tutorial Keislaman, Ade Farhan, pihaknya telah mengirimkan 2 mahasiswa delegasi dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang dipimpinnya. Namun, tiba-tiba delegasi yang dikirimkan ditolak oleh kepanitiaan PKKMB dengan alasan yang tidak masuk akal.

"Kita mengirimkan dua delegasi, tapi tiba-tiba mereka dibatalkan dari pendamping gugus, alasannya kuota sudah melampaui dan delegasi kami tidak pernah menghadiri rapat. Sementara pemberitahuan untuk rapat saja tidak pernah dapat, sebagai ormawa kami kecewa sekaligus tersinggung karena merasa tidak dianggap," paparnya saat dihubungi melalui BlackBerry Messenger oleh SetaraNews.com pada Rabu (24/8).

Berdasarkan mekanisme yang benar, bahwa sebagai organisasi yang menjadi representatif mahasiswa dan bagian dari civitas akademik yang wajib dilibatkan dalam pelaksanaan PKKMB sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Dikti. Justru UKM Tutorial tidak dilibatkan, bahkan tidak ada satu pun delegasinya yang diterima oleh pihak panitia.

Sementara itu, Ketua Pelaksana PKKMB 2016 Surya Oktaviandy Zebua mengklaim pihaknya sudah mengirimkan pemberitahuan dan pendaftaran online untuk kepanitiaan, serta sudah mengkonfirmasi kepada yang bersangkutan.

"Harusnya mereka (delegasi dari UKM tersebut) ada tapi karena tidak pernah membalas konfirmasi dari kesekretariatan," ucap Okta saat dihubungi melalui BlackBerry Messenger oleh SetaraNews.com pada Rabu (24/8).

Sedangkan di Tutorial Keislaman sendiri terjadi pergantian Ketua Umum, lantas merasa memiliki hak untuk terlibat ke dalam Kepanitiaan PKKMB, Ade dan salah seorang delegasi dari UKM tersebut pun mencoba menghubungi pihak-pihak terkait untuk memastikan keterlibatan delegasi mereka. Namun, pihak-pihak terkait  tetap pada pendiriannya, sehingga untuk PKKMB 2016 ini tidak ada delegasi dari UKM Tutorial Keislaman.

Editor: Epri Fahmi Aziz

Maba Mengeluh, Pembekalan PKKMB Duduk Diemperan Lorong-Lorong Depan Kelas!

Tidak ada komentar
Unswagati Cirebon, Setaranews.com - Terdapat peristiwa menarik dalam pelaksanaan pembekalan  program Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB). Tidak didalam kelas, Mahasiswa Baru (maba) duduk diemperan lorong-lorong Kampus Utama Unswagati dengan kondisi lantai yang becek dan kotor akibat hujan. Hal tersebut, membuat tidak sedikit maba yang mengeluh dan merasa kecewa.

Seperti yang dikatakan salah seorang maba dari Fakultas Ekonomi yang enggan disebutkan namanya, sudah mempersiapkan segala perlengkapan untuk PKKMB dengan mengenakan pakaian yang rapih. Namun Ia merasa aneh dan kebingungan mengapa pembekalan dilakukan didepan kelas, dan duduk diemperannya.

"Saya lihat banyak kelas yang masih kosong. Iya maba pada nanyain dan ribut, kenapa tidak didalam kelas melakukan pembekalannya agar lebih kondusif. Tidak seperti ini, ada yang duduk, ada yang jongkok, lantainya kotor pula mas," ujarnya kepada Setaranews, Sabtu (27/08) disela-sela pembekalan PKKMB 2016.

Melihat kondisi tersebut kritikan datang dari mahasiswa baru lainnya, yang juga enggan disebutkan namanya,  Kata dia, kejadian tersebut sangat miris dan memprihatinkan. Dengan adanya kejadian semacam itu, terlihat bagaimana panitia tidak menkondisikan kelas sebelumnya untuk tempat pembekalan.

"Aula ada, kelas juga ada. Dari hal yang kecil seperti ini, terlihat bagaimana panitia tidak mempersiapakan semuanya dengan baik. Kalo saya sih mikirnya kasian aja sama maba yang lain, udah rapih-rapih, susah payah, eh malah mendapatkan fasilitasnya kaya gini," pungkasnya.

Editor: Epri Fahmi Aziz

Merasa Kecewa atas Mekanisme PKKMB-U yang Tidak Sesuai, Ormawa Menarik Mundur Delegasinya!

Tidak ada komentar
Unswagati Cirebon, SetaraNews.com- Setiap tahunnya, pelaksanaan Program Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) selalu menuai polemik didalamnya. Kali ini, mekanisme penentuan kepanitiaan tidak dijalankan dengan benar sepenuhnya oleh panitia. Alhasil, terdapat beberapa organisasi mahasiswa (ormawa) yang menarik mundur anggotanya dari kepanitiaan PKKMB 2016.

Dijelaskan oleh Ketua Umum Unit Kegitan Mahasiswa Seni dan Budaya (USB), Ade Anna Angelia, ketika Ia mendelegasikan anggotanya untuk menjadi panitia dengan harapan anggotanya bisa dilibatkan dalam setiap proses kepanitiaan dan sebagai pengalaman.

"Anggota dari kami menjadi kordinator pendamping gugus. Namun, Ia tidak dilibatkan sejak awal. Tahu-tahu sudah ada nama-nama untuk pendamping gugus. Dan yang lebih tidak masuk akalnya, pendaftaran panitia dilakukan diawal, dan tidak semua ormawa mengetahuinya. Idealnya kepanitiaan disi terlebih dahulu dari delegasi-delegasi ormawa, baru ketika memang kurang membuka pendaftaran untuk mahasiswa umum," ujarnya kepada setaranews, Sabtu, (27/08).

Kata Anna, pada awalnya Ia masih ingin mempertahankan anggotanya. Namun, melihat dinamika yang ada sudah tidak sehat. Daripada anggota yang akan ditumbalkan, berdasarkan kesepakatan organisasi akhirnya Ia menarik mundur semua anggotanya yang didelegasikan dari kepanitiaan.

" Seperti halnya hanya mendapat tugas untuk melaksanakan program. Tapi, kepanitiaan untuk pendamping gugusnya sudah ditentukan oleh divisi lain. Dan anggota saya selaku kordinator tidak mengetahuinya. Selain itu, Kita juga masih banyak acara seperti diesnatalis dan inagurasi. Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, lebih baik saya menariknya. Saya tidak terima kalau akhirnya nanti anggota saya yang jadi korban," tukasnya.

Sikap yang sama dilakukan oleh ormawa dilingkungan Fakultas Pertanian (Faperta). Dikatakan oleh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Indra Kusuma, melihat kondisi dinamika dikepanitiaan sudah tidak sehat. Dan banyak mekanisme yang tidak dijalanakn dengan benar sebagai mana mestinya.

"Memperjuangkan agar dikembalikan kepada mahasiswa, agar pelaksanaan bisa demokratis dan transparan. Kalau ini kebalikannya, terdapat mekanisme yang tidak sesuai. Banyak yang tidak dilibatkan, demokrasi dari mananya. Menghindari kemungkinan buruk dikemudian hari, Faperta mengambil sikap untuk menarik mundur delegasinya dari kepanitiaan," pungkasnya.

Editor: Epri Fahmi Aziz

Opini: PKKMB, Mendekati Esensi atau Tidak?

Tidak ada komentar

Jumat, 26 Agustus 2016

Opini, SetaraNews.com - Saya sempat bertanya kepada teman saya mengenai kepanjangan dari PKKMB dan dia menjawab dengan terbata-bata sambil mengingat-ingat dan berkata ‘Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru’. Ternyata, nama itu adalah nama baru  yang dulunya MABIM (Masa Awal Bimbingan Mahasiswa). Ya, apapun namanya yang terpenting adalah esensinya bukan?

PKKMB menurut keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) No 25 Tahun 2014 bertujuan untuk memberikan  pembekalan kepada  mahasiswa  baru  agar  dapat  lebih  cepat beradaptasi  dengan  lingkungan  kampus,  khususnya  kegiatan  pembelajaran dan kemahasiswaan. Ya, (lagi) secara tujuan tidak ada masalah, tapi tatkala diaplikasikan di kegiatannya, menurut saya terkadang ada yang ‘aneh’. Pakaian, atribut, warna dan model harus sama sesuai keinginan panitia. Kalau dibaca lagi tujuan PKKMB adalah cepat beradaptasi bukan? Padahal saat proses belajar mengajar di perkuliahan, mahasiswa tidak dituntut untuk memakai seragam seperti itu.

Apabila memang tujuannya agar mahasiswa baru memakai seragam yang sama, kenapa harus ditentukan sampai ke warna atribut pakaian? Nihil esensinya. Cost yang harus dikeluarkan mahasiswa baru untuk acara PKKMB menurut saya lumayan menguras kantong. Sebagai contoh, mahasiswa baru punya jam tangan berwarna biru, tapi panitia mintanya harus hitam, terus gimana dong? Beli lagi? Minjem? Belum lagi biaya masuk Unswagati tahun ini naik sampai 9 juta lebih.

Peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta mengembangkan berbagai keterampilan bagi pembangunan Masyarakat dan Bangsa adalah keharusan dan konten materi PKKMB sesuai keputusan Dirjen Dikti sudah menunjang universitas ke arah pembangunan masyarakat. Penyelenggara harusnya mendiskusikan lebih dalam konten materi yang akan disajikan dengan metode yang tepat kepada mahasiswa baru serta pemateri yang kompeten bahkan expert di bidang tersebut, itu yang penting, bukan atributnya.

Mahasiswa baru perlu dikenalkan bahwa mereka punya peran dan fungsi yang harus diemban ketika mereka telah menjadi mahasiswa, mahasiswa baru harus mengedepankan akalnya untuk berpikir secara ideal dan tidak mengkhayal, supaya nantinya ketika menghadapi masalah, mahasiswa tidak membuat ‘spanduk berdoa’ seperti yang saya lihat di Kampus Utama Unswagati. Mahasiswa harus bisa menghadapi masalah secara sistematis dengan analisis dahulu baru mencari metode yang solusional serta menggunakan akal sebagai pisau analisisnya.

PKKMB tahun ini tentu kita harap menuai hasil yang maksimal, penyelenggara harus mendahulukan esensi ketimbang eksistensi. Penyelenggara harus melawan ‘budaya ospek’ di Indonesia yang cenderung cari tenar, ajang ‘ngerjain’ mahasiswa baru dan perpeloncoan. Terakhir yang paling penting penyelenggara harus transparan.

Saat ini mahasiswa yang sadar akan peran dan fungsinya makin menipis terkikis oleh budaya kampusnya sendiri, dengan momentum PKKMB ini semoga bisa melahirkan generasi yang humanis, kritis terhadap permasalahan bangsa serta menjadi agen perlawanan budaya kampus yang telah menyimpang dari tujuan sebenarnya. Dan diharapkan Kampus menjadi laboratorium mahasiswa untuk bekal masa depan ketika mereka terjun di masyarakat sebagai agen perubahan.

Penulis: Reja Fauzi (Mahasiswa Fakultas Pertanian)

Ingin Traveling Tapi Budget Terbatas? Berikut Tipsnya!

Tidak ada komentar

Kamis, 25 Agustus 2016

SetaraNews.com - Memiliki hobi jalan-jalan atau traveling memang menyenangkan. Apa lagi bagi anda yang sibuk dengan rutinitas keseharian dan sesekali membutuhkan refreshing, meski terkadang anda harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk bepergian jauh. Lantas bagaimana jika keuangan anda terbatas, namun tetap bisa melakukan traveling? Berikut adalah beberapa cara melakukan traveling meski budget terbatas:

  1. Makan yang Murah


Terkadang ketika kita berpegian jauh seringkali tidak memperhatikan pengeluaran dalam hal makan. Carilah makanan yang murah dan terjangkau, terkecuali anda ingin mencicipi makanan khas daerah setempat, tidak masalah.

  1. Numpang


Jangan gengsi untuk numpang pada pengendara lain, entah itu mobil pribadi, motor, atau mobil pick-up. Cara ini bisa membantu pengeluaran anda dalam hal transportasi. Tapi ingat anda pun harus berpenampilan rapih dan bersih, agar tidak dicurigai oleh pengendara ketika ingin menumpang.

  1. Jangan Cari Hari Libur


Hal ini perlu sekali diperhatikan untuk anda, karena jika berpergian pada hari libur otomatis semua tarif menjadi mahal, dari mulai tiket masuk wisata, kendaraan, makan, sampai parkir pun meningkat harganya. Sebisa mungkin carilah pada hari biasa.

  1. Hubungi Teman


Cara ini sangat jitu sekali jika memang kebetulan anda memiliki teman yang bertempat di kota yang akan anda kunjungi. Anda bisa menghubunginya untuk berkunjung dan meminta informasi tentang daerah setempat. Siapa tahu anda bisa ditemani berkeliling olehnya. Maka perbanyaklah link.

  1. Ramah


Cobalah anda untuk berkomunikasi pada penduduk setempat, meski dengan sopir, penjual, ataupun orang-orang di masjid. Bisa dibilang mencoba untuk mengakrabkan diri dengan mereka, ini salah satu yang membuat perjalanan anda lebih menyenangkan karena pengalaman yang di dapat, entah sebuah informasi tentang daerah setempat atau malah mendapatkan bantuan dari orang-orang tersebut.

  1. Pintar Memilih


Dalam hal memilih apa saja anda harus pintar memperhatikan, seperti makanan murah, tiket murah, dan penginapan murah. Jangan langsung ambil keputusan ketika memilih sesuatu, pertimbangkanlah terlebih dahulu mana yang lebih terjangkau.

  1. Bikin Planning


Ini yang sangat penting diperhatikan, buatlah plan A, B, C ketika anda traveling, seperti ke kota mana anda akan pergi, berapa biaya transportasi yang dibutuhkan, dimana anda akan berkunjung, siapa teman yang bisa dihubungi di tempat tersebut.

Nah silahkan mencoba, namun tetap ingat untuk waspada ketika anda berpergian jauh apalagi jika traveling sendirian. Tetap memberi kabar pada orang terdekat anda agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan. (Wido)

Wah, 6 Bahan Alami Ini Dapat Putihkan Gigi

Tidak ada komentar
SetaraNews.com - Memiliki gigi yang putih dan bersih memang menjadi keinginan banyak orang, namun apabila gigi anda berkerak atau menguning sebaiknya perlu memperhatikan pola makan. Selain karena sisa makanan yang masih menempel di gigi sehingga menyebabkan gigi berkerak dan menguning, kebiasaan mengkonsumsi es dan makanan panas secara bersamaan adalah salah satu penyebabnya.

Berikut adalah cara memutihkan gigi dengan bahan-bahan alami yang mudah ditemui:

  1. Stroberi


Buah yang satu ini selain enak untuk dikonsumsi, kandungan vitamin C nya dapat membantu memutihkan gigi secara alami. Caranya yakni dengan menumbuk daging stroberi dan dijadikan sebagai pasta gigi. Lakukanlah hal tersebut secara rutin dua kali dalam sehari.

  1. Kulit Jeruk


Caranya mudah sekali, kulit jeruk ini digunakan dengan cara menggosokkannya secara langsung pada gigi anda. Perlu diingat bagian yang digunakan adalah bagian dalam yang lembut.

  1. Air Lemon dan Garam


Campur perasan air lemon dan satu sendok garam, lalu gunakanlah dengan cara dikumur, kemudian sikat gigi anda. Cara ini pun bisa dilakukan secara rutin dua kali sehari.

  1. Sitrun


Campur sitrun ke dalam pasta gigi, lalu kumurlah dengan air hangat. Tapi yang perlu diingat, cara ini hanya dilakukan dua kali dalam seminggu saja.

  1. Kulit Pisang


Gunakanlah bagian dalam kulit pisang yang lembut, lalu gosokkan langsung pada gigi anda. Lakukan hal tersebut secara rutin, terutama sebelum tidur.

  1. Arang Kayu


Sedikit terdengar aneh memang, namun cara tradisional ini ampuh untuk mengurangi kerak pada gigi. Caranya gosokkan arang kayu secara langsung pada gigi, lalu bilas dengan air hangat. Cara ini hanya digunakan seminggu satu kali.

Selamat mencoba, namun harus diingat bahwa tips di atas digunankan secara rutin dan tetap jaga pola makan serta kesehatan gigi anda. (Wido)

5 Negara Ini Punya Pendidikan Terbaik di Dunia!

1 komentar
Pendidikan merupakan kunci sukses suatu Negara, dan sepatutnya Negara memperhatikan sistem pendidikan untuk warganya. Semua Negara di dunia ini berlomba-lomba untuk meraih penghargaan pendidikan terbaik di dunia.

Banyak cara ditempuh untuk mendapatkan pendidikan terbaik, tak terkecuali Negara kita sendiri yaitu Indonesia, pemerintah setiap tahun selalu melakukan terobosan terbaru untuk pendidikan Indonesia. Hal ini dilakukan agar pendidikan Indonesia mengalami kemajuan serta bisa jadi Negara dengan predikat pendidikan terbaik.

Banyak faktor untuk mendapatkan pendidikan terbaik, diantaranya pendanaan sistem pendidikan, kualitas pengajar, sarana dan prasarana pendidikan itu sendiri.

Lantas Negara mana saja yang mendapat predikat pendidikan terbaik didunia? Dibawah ini ada daftar Negara yang mendapat predikat pendidikan terbaik di dunia:

1. Finlandia

Negara yang terletak di Eropa Utara ini menjadi Negara pertama yang mendapatkan predikat pendidikan terbaik didunia. Dari tahun ke tahun Finlandia selalu mendapatkan peringkat pertama. Ada peran penting pemerintah dalam hal ini, pemerintah sendiri terjun langsung dalam mengawasi pendidikannya. Finlandia sendiri mempunyai kelebihan dalam melakukan sistem pendidikannya.

Ada beberapa faktor yang membuat Finlandia sebagai Negara dengan pendidikan terbaik di dunia. Diantaranya guru yang berkualitas baik, serta kurikulum yang fleksibel, pilihan sekolahnya pun sedikit semuanya dikelola oleh pemerintah, tidak ada ujian nasional dan tidak ada tugas rumah. Kunci dari Finlandia yang memiliki pendidikan terbaik ialah sekolah yang sedikit serta guru dengan kualitas terbaik.

2. Korea Selatan

Negara Ginseng juga menerapkan pendidikan dalam beberapa tahap, yaitu pendidikan primer, sekunder, dan pendidikan tinggi. Pendidikan di Korea Selatan sama seperti di Indonesia dan negara-negara lainnya ialah 6-3-3-4, yang terdiri dari 6 tahun Sekolah Dasar, 3 tahun Sekolah Menengah Pertama, 3 tahun Sekolah Menengah Atas dan 4 tahun Perguruan Tinggi.

Pemerintah Korea Selatan memberikan andil besar dalam dunia pendidikan diantaranya, jenjang pendidikan dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Pertama semua biaya ditanggung oleh pemerintah, sedangkan untuk jenjang pendidikan tingkat Sekolah Menengah Atas dikenakan biaya, akan tetapi hanya setengahnya karena setengahnya lagi pemerintah yang menanggung.

Masa liburan sekolah di Korea Selatan terbilang lama, sekolah akan libur pada musim panas, musim dingin dan musim semi. Para siswa di Negara Ginseng dididik dengan begitu cermat dan keras. Mulai dari usia 3 tahun saja anak-anak diperbolehkan masuk sekolah.

3. Hongkong

Pemerintah Hongkong menerapkan pendidikan kompetitif dan mengedepankan kualitas pengajar. Pendidikan di Hongkong juga mengutamakan pengetahuan, keahlian praktik, dan kemampuan interpersonal. Penerapan praktik kerja nyata ini bertujuan melatih para siswa di Hongkong agar terbiasa hingga ke jenjang pekerjaan nanti.

Sama halnya seperti Korea Selatan, Hongkong memperbolehkan anak-anak masuk sekolah pada usia 3 tahun. Sama seperti di Indonesia, pendidikan di Hongkong menerapkan ujian akhir periode sekolah, terdiri dari dua ujian yang harus dilewati oleh masing-masing siswa, yaitu Ujian Pendidikan Hongkong (HKCEE) dan Pemeriksaan Tingkat Lanjutan Hongkong (HKALE)

4. Jepang

Keberhasilan Jepang dalam membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) memang tak perlu diragukan lagi, karena salah satu peran untuk membentuk SDM yang super hebat adalah pendidikan. Ini bisa dibuktikan dengan masuknya Jepang kedalam daftar pendidikan terbaik didunia. Tak hanya di indonesia yang mengalami perubahan kurikulum, di Negara Sakura pun sering melakukan perubahan kurikulum, akan tetapi perubahan tersebut berdampak pada permintaan kualifikasi dan komepetensi yang semakin tinggi.

Tingkat Pendidikan di Jepang pun hampir sama dengan Indonesia. Pendidikan Sekolah Dasar 6 tahun, Sekolah Menengah Pertama 3 tahun, Sekolah Menengah Atas 3 tahun. Di Jepang tak mengenal ujian kenaikan kelas, sistemnya setiap siswa yang telah menyelesaikan proses belajar di kelas satu maka otomatis akan naik ke kelas dua demikan seterusnya. Ujian akhir sekolah pun ditiadakan, jadi para siswa yang menyelesaikan SD bisa langsung mendaftar ke SMP, nah untuk para siswa SMP akan melanjutkan ke SMA harus mengikuti ujian masuk, namun ujiannya bersifat standar.

Jepang memang kerap melakukan perubahan kurikulum akan tetapi loyalitas pengajar serta tingginya sikap disiplin membuat Jepang mendapat predikat pendidikan terbaik didunia.

5. Singapura

Luas singapura memang tak seluas Pulau Jawa, akan tetapi dunia pendidikan di Singapura menjadi sasaran empuk warga Indonesia untuk menempuh pendidikan di Negara yang terkenal dengan patung merlionnya tersebut.

Pendidikan di Singapura mempunyai kualitas pengajar dan infrastruktur yang memadai, hal ini membuat Singapura mendapatkan predikat pendidikan terbaik didunia. Ada sebuah kebiasaan di Singapura yang telah mendarah daging, yaitu para siswa diharuskan mengajukan pertanyaan dan mencari jawabannya dengan acara memecahkannya bersama-sama. Hal ini yang membuat Singapura mendapatkan predikat pendidikan terbaik di dunia.

Rapat PKKMB Universitas Menuai Kekecewaan

Tidak ada komentar

Rabu, 24 Agustus 2016

Unswagati, SetaraNews.com – Rapat Panitia Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas kembali menuai keluhan dari beberapa mahasiswa yang tergabung dalam kepanitiaan PKKMB. Hal tersebut dipicu karena rencananya rapat dilaksanakan pada Selasa (23/08) pukul 09.00 WIB di Aula Kampus Utama Unswagati Cirebon diundur menjadi pukul 14.30 WIB di Ruang 218 Gedung Fakultas Ekonomi Unswagati.

“Rapatnya ngaret dan tempatnya gak jelas, pindah-pindah gitu sampai tiga kali pindah ruangan rapat, dari ruang aula, 219, 204 dan akhirnya jadi rapat di ruang 218 Gedung Fakultas Ekonomi pukul 14.00 WIB. Perasaan Rapat Panitia PKKMB tahun ini selalu begini deh kurang kejelasan, saya dan teman-teman saya capek harus naik turun tangga karna tempat rapatnya pindah-pindah gak jelas, dan saya ngerasa panitia PKKMB tahun ini tidak konsisten dalam waktu dan tempat pelaksanaan rapatnya, dan saya kecewa akan hal ini,” keluh Gita Istiani mahasiswa Fakultas Ekonomi saat ditanya SetaraNews.com.

Kekecewaan yang serupa diungkapkan oleh Bunga Anggun mahasiswa Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

“Saya buru-buru dari Subang datang ke kampus pagi-pagi untuk hadir rapat panitia PKKMB, eh rapatnya ngaret panjang banget saya kesel kirain mau bahas masalah yang spesifik dan urgent, tapi cuma pemberitahuan mekanisme buat pembekalan dan pelaksanaan PKKMB doang yang sebelumnya sudah pernah dijelaskan dalam rapat pendamping gugus. Saya jelas kecewa akan mekanisme rapat panitia PKKMB Universitas yang selalu ngaret dan kurang kejelasan seperti ini,” pungkasnya saat diwawancarai SetaraNews.com.

Surya Oktaviandi sebagai Ketua Pelaksana PKKMB menjelaskan terkait ngaretnya rapat PKKMB tingkat Universitas.

“Sebenarnya kami sudah siap-siap untuk rapat seluruh panitia PKKMB, tapi ada kendala dibagian acara terkait koordinator  menyusun susunan acara tanpa melibatkan anggotanya, dan beberapa keputusan yang diambilnya melebihi wewenangnya sebagai koor acara. Jadi sebelum rapat seluruh panitia saya rapat dulu bersama bagian acara PKKMB untuk menyusun ulang susunan acara, maka dari itu rapat seluruh panitia ngaret" Jelasnya, saat ditemui SetaraNews.com.

Rapat seluruh Panitia PKKMB pun akhirnya dilaksanakan di Ruang 218 pukul 14.30 WIB dan di hadiri oleh Kaur Kemahasiswaan Unswagati. (Awank)

Panitia Tidak Sediakan Konsumsi Peserta PKKMB-U Tahun Ini

Tidak ada komentar
Unswagati, SetaraNews.com - Program Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tingkat Universitas yang bertema “Mengembangkan Sikap Ilmiah, Religius, dan Cinta Tanah Air Guna Mewujudkan Insan Akademis yang Berkarakter Kebangsaan” akan dilaksanakan pada tanggal 29-30 Agustus bertempat di Gedung Olahraga (GOR) Ranggajati Sumber. Sebelum pelaksanaan PKKMB akan diadakan pembekalan terkait PKKMB pada 27 Agustus di halaman parkir Kampus Utama Unswagati Cirebon.

Saat Rapat Panitia Umum PKKMB 2016 pada Selasa (23/08) di Ruang 218 Fakultas Ekonomi terungkap bahwa untuk tahun ini panitia PKKMB tidak mengkoordinir pengadaan makanan (konsumsi) bagi peserta PKKMB dengan alasan tidak ingin mengambil resiko dan tidak ingin mengecewakan para peserta PKKMB.

“Kami sengaja tidak menyediakan konsumsi bagi peserta PKKMB karena kami tidak mau menanggung resiko takut makanan yang kami sediakan basi atau kurang berkenan bagi selera mahasiswa baru. Daripada mereka makan gak enak mending mereka bawa makanan masing-masing aja buatan ibunya, mungkin lebih enak,” ungkap Selajatri selaku Divisi Konsumsi PKKMB saat ditanya oleh SetaraNews.com.

Lebih lanjut Selajatri memaparkan bahwasanya PKKMB tahun ini tidak mau mengecewakan mahasiswa terkait dengan pengadaan makanan (Konsumsi).

“Kami gak mau mengecewakan mahasiswa baru nantinya, nanti kalo kita yang ngadain makanan buat mahasiswa baru, eman duitnya mereka bayar konsumsi tapi nantinya mereka malah nggak puas dengan makanan yang kami sediakan,” tambahnya kepada SetaraNews.com.

PKKMB tahun ini panitia hanya mengkoordinir konsumsi bagi panitia PKKMB saja. (Awank)

Ketua Terpilih Ingin Wujudkan BEM FK yang "PROMOTOR"

Tidak ada komentar

Selasa, 23 Agustus 2016

Unswagati, Setaranews.com - Kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran (BEM FK) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon periode 2016/2017 resmi dilantik pada Kamis, 18 Agustus 2016 di Kampus III Gedung Fakultas Kedokteran.

Kampanye telah dilaksanakan sejak 14-24 Juli 2016, lalu dilanjut dengan Pemilihan Umum (Pemilu) pada 28 Juli 2016 dan Ketua BEM FK yang terpilih adalah Sandy Caesario Widyatama, beserta wakilnya, Ully Tangziyah Fatmala.

Berikut adalah Visi dan Misi yang diusung oleh Sandy:

Visi

Terwujudnya BEM FK Unswagati yang PROMOTOR (Profesional, Modern, Objektif, dan Rasional)

Misi

  1. Mengembangkan potensi akademik dan non-akademik mahasiswa Fakultas Kedokteran Unswagati.

  2. Mengembangkan kemampuan mahasiswa Fakultas Kedokteran Unswagati dalam menyikapi berbagai isu yang ada.

  3. Meningkatkan profesionalitas, integritas, dan kapabilitas kinerja BEM FK Unswagati.

  4. Meningkatkan eksistensi BEM FK Unswagati di tingkat lokal, regional, nasional maupun internasional.


Sementara untuk Program Kerja (Proker) dari BEM FK sendiri masih belum tersusun, dikarenakan sedang terfokus pada Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB).

"Kami sedang fokus pada PKKMB FK, maka kami belum mengadakan Rapat Kerja, jadi belum membahas mengenai RAB dan tentunya Proker," papar Sandy saat dihubungi Setaranews.com lewat pesan singkat pada Sabtu (20/08).

BEM FK diharapkan menjadi sebuah wadah yang strategis terkhusus bagi mahasiswanya agar bisa berkontribusi banyak.

"Harapannya agar BEM FK menjadi sebuah wadah strategis khususnya untuk mahasiswa mewujudkan kontribusi itu sendiri baik bagi almamater, maupun untuk bangsa ini." tutupnya.

Puisi: Mendidik Adalah Cara

Tidak ada komentar
Mendidik adalah cara
Cara apa saja,
adalah merubah Siklus hidup mulai dari kecil hingga dewasa
Ada masa seorang manusia harus di omeli,
bahkan boleh di pukul ketika tak patuh.
Hidup memang butuh aturan, butuh hukum.
Agar tak salah jalan.

Aaaah, mental pemuda sekarang.
Menindas kalau padahal bersalah.
Merengek kalau "di pecut" karena kesalahannya.
Lihatlah generasi kita.
Guru di penjara karena mencubit
Guru di keroyok karena menegur dan menasehati .

Aku tak mengerti,
Bahkan orang dulu dididik begitu "keras"
"Tidak bisa" maka bisa saja kepala dicelupkan di air,
dipukul penggaris besar, dijewer dll.
Apakah itu disebut penyiksaan?
Bukan, melainkan salah satu cara mendidik.

Tapi sekarang salah tafsir.
memanglah perubahan peraturan bertujuan untuk kebaikan
dan berusaha demi kesempurnaan.
Aaah aku bosan dengar "peraturan"
Karna hanya sedikit yang mengerti.
Salah siapa jika pemuda/pelajar masa kini tak mengerti?

Puisi: Kabarku Yang Usang

Tidak ada komentar

Senin, 22 Agustus 2016

Diwaktu yang ringkih menuju terang
Lama sudah rasanya menelan kenang
Tatapan kemarin berlalu berhias lugu
Sembari kecut senyum palsu jadi benalu

Pagi memang terang tapi masih petang
Kelopak indra merayap mencari tenang
Sapaku tak menawan hiasan gejolak alam
Muka pasih lusuh berdoa dalam geram

Aduh sayang masihkah engkau sabar terdiam
Menunggu lelahku hilang sampai fajar tenggelam
Maafku tak serenyah makanan siang atau malam
Kecewamu bentuk kewajaran karena menunggu salam

Santai, aku masih berdoa untuk indahnya pertemuan
Bukan sekarang, lusa atau hari lain yang tertelan
Sudahlah, aku manusia begitu juga sebaliknya
Jika ragu perangaimu, urungkan saja untuk bertemu

Aku yakin kau wanita dengan segala hormat senyumnya
Sedangkan aku lelaki dengan segala acuh lusuh gairahnya

Penulis: Kalangkabut (Mahasiswa Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi)

Mubes Fakultas Teknik Hasilkan 3 Keputusan!

1 komentar
Unswagati, Setaranews.com – Lembaga Organisasi Kemahasiswaan (LOK) yang terdiri dari Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Teknik (DPM FT), Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik (BEM FT), dan Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil (HMS) mengadakan Musyawarah Besar (Mubes) terkait terhambatnya pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) di Fakultas Teknik Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon pada Jumat (19/08).

Hal diatas dipicu karena Dekan Fakultas Teknik masih belum memberikan kewenangan pelaksanaan PKKMB kepada kemahasiswaan, padahal pihak Universitas sendiri pun sudah memberikan kewenangan tersebut.

“Mubes ini dilaksanakan untuk menyatukan suara dari teman-teman yang lain, dan selama mubes tidak ada kendala, beda pendapat ya wajar. Tapi dari banyak pendapat dan akhirnya menghasilkan tiga kesepakatan bersama.” papar Alif Hamdilah selaku Ketua BEM Fakultas Teknik.

Adapun, mubes tersebut menghasilkan tiga keputusan:

  1. Kegiatan PKKMB harus dilaksanakan

  2. Apabila pihak fakultas tidak bisa melaksanakan PKKMB, maka PKKMB diserahkan kembali kepada mahasiswa sebagaimana mestinya

  3. Kami menginginkan musyawarah sehat dengan pihak fakultas untuk tujuan terlaksananya kegiatan PKKMB 2016


(Hikmah)

PON XIX Jabar, Pedagang Merugi

Tidak ada komentar
Cirebon, Setaranews.com – Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat, yang akan berlangsung September mendatang. Cirebon menjadi salah satu tuan rumah dalam pesta olahraga nasional yang diadakan setiap empat tahun sekali dan diikuti seluruh provinsi di Indonesia. Untuk mempersiapkan hal tersebut pemerintah kota Cirebon mulai memperbaiki infrastruktur kawasan Stadion Bima guna kenyamanan dan kesuksesan PON XIX Jabar.

Infrastruktur tersebut sudah dimulai diperbaiki sejak awal tahun 2016 dan perubahan-perubahan tersebut sudah mulai terlihat, seperti  jalan menuju stadion bima yang sudah tidak  berlubang lagi, juga para pedagang kaki lima (PKL) yang sudah merubuhkan bangunan-bangunan semi permanennya.

“Sebenarnya saya juga bingung mba mau jualan dimana lagi, apalagi istri saya kan jualan minuman sama makanan juga nah, kalau PON juga banyak yang nyari minuman mba kan lumayan dapet rezeki,“ ujar Iman tukang tambal ban kepada setaranews.com, Sabtu (20/08).

Hal senada pun diungkapkan Sukesih, penjual makanan dan minuman ringan yang menyesalkan keputusan pemerintah menggusur pedagang di sekitar kawasan Stadion Bima.

“PON tuh sebenernya peluang mba, peluang kita mengais rezeki tapi pemerintah malah melarang kita jualan disekitar GOR Bima, ya saya mah mau gimana lagi ngikutin aja kan saya cuma pedagang kecil-kecilan mba,” ujarnya.

 

(Silvia)

Berawal dari Kabut Asap, Dua Siswa SMA Berhasil Membuat Alat Detektor

Tidak ada komentar
Jakarta, Setaranews.com - Dua siswa asal SMA Negeri 1 Tarakan, Kalimantan Utara, berhasil memukau juri dan mengharumkan nama Indonesia dalam ajang Internasional Exhibition for Young Inventors (IEYI) di Cina, pada Juli lalu.

Dua siswa ini adalah Feriawan Tan (17) dan Aan Arian Nanda (17)  berhasil membuat alat detektor yang diberi nama D'Box CC (Detector Box for CO and CO2).

“Alat kami berawal dari bencana kabut asap di Tarakan pada Desember 2015. Kami membuat alat yang mendeteksi konsentrasi gas CO dan CO2," ujar Aan kepada media di Jakarta, seperti yang dikutip dari antaranews.com, Senin (22/08).

Pembuatan alat tersebut membutuhkan waktu selama enam bulan, dan komponen yang dibutuhkan untuk membuat alat ini terdiri dari kipas, baterai, LCD, lampu LED, kabel USB, dan speaker kecil.

Alat ini pun dilengkapi dengan aplikasi yang berfungsi menampilkan kelayakan udara secara realtime dalam bentuk grafik. Bila ada kadar CO dan CO2 yang melebihi batas maka akan ada suara peringatan melalui speaker.

"Kami nantinya ingin alat ini lebih mudah dibawa, wireless dan bisa di akses melalui aplikasi mobile," tutup Feri. (Tuti)

FISIP Unswagati Adakan Program TV Kampus

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com - Dalam rangka meningkatkan akreditasi yang semula C menjadi B pihak Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon terkhusus untuk program studi Ilmu Komunikasi akan mengadakan program TV Kampus.

TV Kampus tersebut merupakan sebuah program untuk lebih menunjang pembelajaran mahasiswa agar tidak hanya sebatas teori, dan sebagai bahan evaluasi, karena dari tahun lalu sarana dan pra-sarana masih kurang.

Nantinya, TV Kampus pun akan melibatkan mahasiswa dari fakultas lain yang memiliki bakat dan minat dalam Bidang Penyiaran dan Jurnalisme.

“Dan tidak hanya dari program Komunikasi yang memproyeksi tapi juga dari fakultas lain yang memiliki bakat dan minat dalam bidang penyiaran yang nantinya ada kepenyiaran, kewartawanan, jurnalisme tv,  editor, dan media sosial sebagai sarana untuk pesan komunikasi di online. Ide ini pun di respon oleh pihak universitas dan universitas juga siap untuk mewujudkan berdirinya TV Kampus," papar Khaerudin Imawan selaku Wakil Dekan III FISIP saat ditemui oleh Setaranews.com di ruangannya pada Sabtu (20/08).

Namun karena ini hanya TV Komunitas Pendidikan, maka jangkauannya pun tidak terlalu luas sekitar 2,5 KM sampai 5 KM  sesuai dengan UU  Penyiaran  TV Kampus  yang diorganisir atau didukung oleh 250 anggotanya.

"Dengan segala persiapan melalui survei lokasi, semoga bisa didirikan di Kampus III. Survei chanel frekuensinya sudah koordinasi  dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID)  dan Balai Monitor (Balmon). Hanya tinggal pelaksanaannya saja yaitu bulan depan, akhir september, perangkat-perangkat dan pemasangannya. Target launchingnya Oktober," lanjutnya.

Keunggulan adanya TV Kampus ini yaitu untuk ajang promosi kegiatan-kegiatan kampus, bisa disalurkan pula kreatifitas-kreatifitas mahasiswa, dan yang terpenting yaitu sebagai pembelajaran dan menghasilkan lulusan yang profesionalisme.

"Untuk SDM sendiri itu dari mahasiswa, dan sedang kami persiapkan pengelolaannya dengan melakukan rekruitmen, yang kemudian pelatihan," sambung Khaerudin. (Hikmah)

Istimewa, Ada Kopi Rasa Wine

Tidak ada komentar

Minggu, 21 Agustus 2016

Jakarta, Setaranews.com - Kopi Gayo adalah kopi yang berbeda dari kopi pada umumnya, sebab memiliki rasa dan aroma seperti wine, yaitu minuman yang dibuat dari fermentasi anggur. Keistimewaan lainnya adalah walaupun memiliki rasa wine, tetapi kopi ini tidak mengandung alkohol sedikitpun, sehingga halal untuk dikonsumsi.

Kopi yang berasal dari dataran tinggi Gayo di Nanggroe Aceh Darussalam ini membutuhkan waktu 30 sampai 45 hari untuk menghasilkan kopi rasa wine.

"Proses fermentasi yang lama akan menghasilkan sensasi rasa wine." ujar Boy Wahab salah satu pemilik Super Gayo Coffee yang ada di daerah Jakarta Selatan, dikutip dari Tempo.co, Minggu (21/08).

Kopi ini terbuat dari biji kopi merah dari jenis arabika yang tumbuh pada ketinggian 1.500 mdpl dengan tekstur lahan berpasir. Sedangkan untuk menghasilkan aroma wine didapat dari fermentasi kulit kopi yang diserap oleh biji selama diperam.

"Tidak ada pencampuran bahan apapun untuk menghasilkan rasa wine," tambahnya. (Tuti)
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews