Responsive Ad Slot

PMB Gelombang III Dibuka Awal Agustus 2016

Tidak ada komentar

Sabtu, 30 Juli 2016

Unswagati, Setaranews.com - Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon telah memasuki Gelombang II yang akan ditutup pada 5 Agustus 2016, lalu sehari setelahnya dilanjut pembukaan Gelombang III.

"Rencana tiga gelombang, sekarang masuk gelombang kedua, tanggal 5 agustus ditutup, langsung dibuka gelombang ketiga, lalu selasa depan akan diadakan tes wawancara untuk gelombang dua tapi bagi jalur PMDK" Ujar Alfandi selaku Wakil Rektor I yang ditemui oleh Setaranews.com pada Jumat (29/07) diruangannya.

Lebih lanjut Gelombang III hanya berlangsung singkat yakni selama dua minggu atau lebih, sebab pihak Universitas mengharapkan semua rangkaian PMB bisa selesai sebelum Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB), sehingga seluruh mahasiswa baru bisa mengikutinya.

Secara keseluruhan, Unswagati menargetkan kuota maksimal 2.500 mahasiswa baru, diluar pascasarjana dan Fakultas Kedokteran.

Akan tetapi ketika masih ada calon mahasiswa yang mendaftar setelah Gelombang III ditutup dan kuota sudah terpenuhi, pihak Universitas akan melakukan evaluasi terlebih dahulu dengan melihat ketersediaan ruangan dan dosen, tapi tetap memprioritaskan kuota awal.

"Kita akan evaluasi dulu, tapi sementara kita tetap dengan ditetapkannya 2.500 dulu, itu dulu yang kita prioritaskan, perkara seandainya itu ya kita tidak langsung terima, kita evaluasi dulu, menghitung ketersediaan ruangan dan dosen, siap engga ruangannya." Tutup Alfandi. (Fiqih)

Cara Mudah Menghilangkan Bau Mulut

Tidak ada komentar
Setaranews.com – Seberapa seringkah kamu mengalami bau mulut ? Bau mulut dapat mengganggu aktivitas kita terutama saat berkomunikasi karena dapat menimbulkan kondisi yang kurang nyaman, apalagi saat berkomunikasi dengan seseorang secara berdekatan.

Tapi, kamu nggak perlu khawatir, karena banyak cara mudah untuk mengurangi bahkan dapat menghilangkan bau mulut secara instan dan aman.

Sebelumnya, kenali dulu penyebab bau mulut, diantaranya karena sariawan, merokok, gigi berlubang, dan mengkonsumsi makanan yang memiliki bau menyengat.

Berikut hal-hal yang dilakukan agar terhindar dari bau mulut, diantaranya :

  1. Rutin melakukan gosok gigi dan sering berkumur


Gosok gigi merupakan sesuatu  yang wajib dan rutin dilakukan, tetapi jangan menggosok terlalu keras karena dapat membuat gusi berdarah. Menggosok gigi merupakan ritual untuk membersihkan sisa-sisa makanan dalam mulut.  Selain itu, kamu juga bisa menggunakan obat kumur.

  1. Mengunyah permen karet


Dengan mengunyah permen karet, produksi air liur akan lebih terangsang sehingga dapat member pertahanan alami terhadap asam plak penyebab bau mulut dan kerusakan gigi.

  1. Rutin minum air putih


Pemicu munculnya bau mulut ialah karena mulut yang kering (dehidrasi), maka kamu cukup perbanyak minum air putih.

  1. Konsumsi buah-buahan


Sebaiknya kamu perbanyak konsumsi buah-buahan seperti lemon, stroberi, buah pir dan jambu biji. Selain itu, perbanyak konsumsi buah yang mengandung vitamin C.

Selain buah, kamu juga bisa meminum green tea, karena teh ini memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi.

  1. Lakukan cara alami


Kamu dapat menggunakan bumbu yang ada di dapur untuk menghilangkan bau mulut. Seperti ketumbar, caranya dengan merebus kemudian minum air rebusannya secara rutin. Jeruk nipis dan madu juga membantu menghilangkan bau mulut, dengan mengkonsumsinya langsung secara bersamaan. Adapun bahan lainnya dengan merebus daun sirih dan lengkuas secara bersamaan, lalu gunakan air rebusan tersebut sebagai obat kumur. Kamu juga dapat menggunakan kayu manis dengan cara menyeduhnya dengan air panas seperti membuat teh.

 

*tulisan dikutip dari berbagai sumber

 

 

Audiensi Kembali Ditunda, Mahasiswa Ancam akan Menghimpun Masa Lebih Besar!

Tidak ada komentar

Kamis, 28 Juli 2016

Unswagati, Setaranews.com - Audiensi Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2016 tingkat Universitas yang rencananya kembali dilakukan pada Kamis, 28 Juli 2016 mengalami penundaan. Hal ini dikarenakan Rektor yang masih dalam perjalanan dari Bandung, sehingga tidak memungkinkan untuk mengadakan audiensi hari ini. Kondisi Rektor yang kelelahan setelah mengadakan perjalanan menjadi pertimbangan untuk penundaan audiensi karena akan berdampak pada psikologisnya sehingga menyebabkan goals yang ingin dicapai dalam audiensi tidak akan tercapai.

"Rektornya masih di jalan dari Bandung karena beliau merupakan salah satu tim penyusun suatu peraturan yang bertempat di Bandung." Ujar Ahmad Ihsan Amala selaku ketua Badan Eksekutif Mahasiswa tingkat Universitas (BEM-U) ketika ditemui SetaraNews.com.

Terkait penundaan tersebut, pihak BEM-U masih mengupayakan untuk mengadakan audiensi dengan cara melakukan lobi ke rektorat. Jika cara tersebut mengalami kegagalan maka akan diadakan gerakan dengan masa yang lebih besar.

Sebelumnya goals yang dirancang mahasiswa sudah disetujui pihak Wakil Rektor III namun mengalami kendala ketika dibawa pada rapat pimpinan. Mahasiswa sendiri menuntut untuk dilibatkan dalam pembuatan konsep PKKMB dan penentuan waktu. (Anisa/Fiqih)

Resmi Dilantik Ketua DPM dan BEM FKIP Periode 2016/2017

Tidak ada komentar

Rabu, 27 Juli 2016

Unswagati, Setaranews.com – Pada Rabu (27/07) telah resmi dilantik ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unswagati Cirebon. Pelantikan tersebut berlangsung di Kampus 3 sejak pukul 09.00 s/d 10.00 WIB.

Ketua DPM yang terpilih adalah Muhammad Rizki dari program studi Pendidikan Matematika sedangkan ketua BEM yang terpilih adalah Muhammad Zaim Muhtadi dari program studi Pendidikan Bahasa Inggris serta wakilnya, Ivan Rahadiansyah dari program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Proses pemilihan ketua DPM dan BEM untuk periode 2016/2017 telah berlangsung dari tanggal 6 Juli sampai 26 Juli 2016. Persyaratan untuk menjadi ketua DPM dan BEM sendiri adalah nilai IPK harus diatas 3,00.

Adapun penggabungan pelantikan antara ketua DPM dan BEM dikarenakan masa SK habis tanggal 27 Juli 2016, dan tujuan di selenggarakannya pelantikan tersebut untuk serah terima jabatan kepemimpinan diperiode sekarang.

“Untuk ketua DPM dan ketua BEM yang baru, harapan saya agar mereka bisa melanjutkan program yang sebelumnya sudah baik, bisa menjadi program yang lebih baik lagi dan bisa berjalan dengan baik serta bisa membawa organisasi DPM, BEM, dan himpunan agar bersatu.” Ujar M. Syaebul Huda selaku Ketua Pelaksana dari kegiatan pelantikan tersebut. (Nanda)

Kembali Terjadi, Mahasiswa Unswagati Kehilangan Motor

Tidak ada komentar
Unswagati, setaranews.com - Keamanan adalah hal yang cukup penting untuk diperhatikan oleh siapapun, terutama bagi para petugas keamanan yang ada di sekitar kampus Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati). Pasalnya, peristiwa hilangnya motor kembali terjadi menimpa salah satu mahasiswi Unswagati Fakultas Ekonomi di parkiran tempat makan yang ada di depan Kampus I Unswagati. Kejadian itu terjadi pada Selasa (26/7) sekitar pukul 08.30 WIB disebabkan karena kurang efektifnya pengamanan dari petugas parkir di sana.

"Saat peristiwa itu terjadi, saya kelabakan ketika akan mengejar pelaku pengambilan motor tersebut. Dia pas keluar langsung ngebut, tapi pas di dalam dia lambat sepertinya agak kesusahan saat membobol motor vario tekhno menggunakan kunci astag," Papar Hadi selaku petugas parkir di TKP.

Lebih lanjut, Hadi juga mengungkapkan ciri-ciri pelaku itu diantaranya memiliki badan yang kurus, wajahnya tidak terlalu jelas karena memakai helm dan mengendarai motor. Pelaku juga menggunakan baju bebas dan gayanya seperti preman.

Dilihat dari banyaknya kejadian kehilangan motor, dalam hal ini diharapkan kepada seluruh pengendara motor agar lebih berhati-hati menjaga motornya dengan menggunakan kunci ganda. Agar lebih aman motornya. (Riska)

PKKMB FE Menjadi Perbandingan PKKMB Tingkat Universitas

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranew.com- Terkait masalah Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2016 Tingkat Universitas, yang sampai saat ini pihak lembaga Universitas enggan melibatkan mahasiswa, khususnya Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) dalam penyusunan konsep program PKKMB.

Berbeda dengan program PKKMB  tingkat Fakultas Ekonomi (FE), mereka telah mengadakan konsolidasi bersama Wakil Dekan III di bawah kendali Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi (BEM-FE), terkait kejelasan program PKKMB tingkat Fakultas Ekonomi pada Rabu (27/07) di ruang Wakil Dekan III FE.

Pada konsolidasi tersebut,  Misbak selaku Wakil Dekan III menyatakan bahwa mahasiswa dilibatkan dalam kepanitiaan dan diikut sertakan dalam rapat penyusunan konsep PKKMB Fakultas Ekonomi.

“Mahasiswa memang harus dilibatkan dalam kepanitiaan PKKMB Fakultas Ekonomi dan fakultas juga sudah ada gambaran terkait konsepnya seperti apa nantinya. Tapi, dalam hal ini mahasiswa juga harus tetap terlibat didalamnya, dan sejujurnya saya kurang tahu persis bagaimana konsep dalam program PKKMB karena  program PKKMB ini merupakan hal yang baru bagi saya” Ungkapnya.

PKKMB Fakultas Ekonomi tahun ini tetap melibatkan mahasiswa dalam penyusunan konsep, jika dilihat, hal ini dapat dijadikan perbandingan dengan PKKMB tingkat Universitas yang kurang adanya asas Demokrasi karena hanya melibatkan mahasiswa sebagai panitia yang sudah ditetapkan posisi kepanitiaanya oleh pihak Lembaga Universitas tanpa dilibatkan dalam penyusunan konsep program PKKMB Tingkat Universitas.

Ada Apakah Dibalik PKKMB Universitas? (Awank)

Khas Cirebon : Terasi Udang, Makanan Melegenda

Tidak ada komentar
Setaranews.com – Terasi merupakan hasil olahan  dari ikan kecil-kecil atau disebut rebon. Makanan khas Cirebon ini memiliki Bau khas yang  dapat menambah selera makan, selain baunya yang unik, terasi memiliki cita rasa yang khas seperti baunya. Akan nikmat jika disantap dan disajikan sebagai pelengkap menu makanan.

Tidak hanya di Indonesia, terasi sudah dikenal ke ranah dunia, di kenal Malaysia, Thailand atau Hongkong, sebagai bumbu masak, mereka menyebutnya belacan.

 

Asal mula nama terasi

Terasi berasala dari kata “terasih” yang artinya suka , nama tersebut berasal dari cerita Prabu Siliwangi yang menyukai hasil nelayan pada abad ke 14. Saat itu, ia bersama istrinya mengunjungi Pedukuhan Lemah Wungkuk, Cirebon. Hasil nelayan itu berupa rebon atau udang kecil, karena wilayah tersebut masih kekuasaannya, Prabu Siliwangi atau pangeran Walangsungsang meminta upeti setiap tahun, pedukuhan tersebut harus membayar upeti dengan sepikul bubukan rebon yang sudah halus dan dibentuk menjadi gelondongan.

 

Manfaat Terasi

Bahan baku pembuatan terasi diantaranya udang kecil-kecil atau disebut rebon, mengandung protein, kalsium dan yodim yang cukup tinggi. Selain itu, protein pada terasi baik untuk pertumbuhan tulang. Konsumsi makanan ini dapat membantu mengatur kadar kolesterol di dalam darah karena menagndung banyak kalsium. Agar pemanfaatan lebih optimal, konsumsi terasi sebaiknya diimbangi dengan makanan yang kaya akan fosfor, seperti sayuran dan buah-buaan.

Cara membuat terasi di rumah

Terasi merupakan hasil fermentasi dari rebon, untuk itu dibutuhkan ketekunan dan kesabaran. Namun sebenarnya anda dapat membuatnya sendiri di rumah dengan bahan-bahan pilihan dan tanpa bahan tambahan bahan apapun. Dengan bahan 1 kg udang rebon, 200 gram garam dan pewarna makanan secukupnya. Anda cukup mencucinya terlebih dahulu, kemudan rebus bersama 150 gram garam kemudian jemur dibawah sinar matahari selama satu hari.

Setelah dijemur, barulah ditumbuk hingga halus dan jemur kembali sampai kering. Lalu, tumbuk lagi dengan 50 gram garam hingga benar-benar halus menggumpal. Lalu cetak sesuai selera dan simpan hingga proses fermentasi selesai dengan ciri aroma khas keluar.

 

Aneka olahan terasi

Terasi biasanya dibuat sambal, ada banyak macam sambal yang berbahan terasi. Sebelum diolah, terasi sebaiknya di goring, dibakar atau di kukus. Olahan sambal berbahan terasi bisa ditumis, dan mentahan. Selain sambal, terasi juga bisa digunakan untuk bumbu-bumbu masakan tertentu. Diantaranya untuk olahan ikan, ayam sayuran, nasi goring dan lainnya.

Reshuffle Kabinet, Jokowi Berharap Agar Bekerja Lebih Cepat, Progresif, Dan Solid

Tidak ada komentar
Jakarta, Setaranews.com – Presiden Joko Widodo mengumumkan adanya perubahan kabinet atau reshuffle  jilid II di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Pelantikan menteri baru juga akan dilaksanakan pada Rabu (27/7) pukul 14.00 WIB.

Diungkapkan pula sebelum pengumuman terkait reshuffle, Presiden RI menjelaskan kondisi Indonesia saat ini serta permasalahan yang dialami dan bagaimana tindakan untuk masa depan baik dalam jangka pendek maupun  jangka panjang.

"Kita harus memperkuat ekonomi nasional untuk menghadapi tantangan ekonomi global dan sekaligus dalam persaingan dan kompetisi global," kata Jokowi dalam konferensi pers di Istana Negara

Tantangan selau berubah, maka Jokowi mengatakan diperlukan kecepatan dalam bertindak. Beliau berusaha dengan maksimal agar kabinet bekerja lebih cepat, progresif, dan solid.

"Agar kabinet kerja bisa lebih cepat, progresif, bekerja dalam tim yang solid, dan saling mendukung dalam waktu yang secepat-cepatnya. Atas pertimbangan ini Presiden dan Wapres memutuskan perombakan kabinet yang kedua," katanya.

Jumpa pers dihadiri Wakil Presiden, jajaran menteri dan para calon menteri. Berikut nama-nama menteri yang disebutkan Jokowi diantaranya :

  1. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto

  2. Menteri Keuangan Sri Mulyani

  3. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sanjoyo

  4. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

  5. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy

  6. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita

  7. Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto

  8. Menteri ESDM Archandra Tahar

  9. Menteri PAN dan RB Asman Abnur

  10. Menteri Kemaritiman dan Sumber Daya Luhut Binsar Pandjaitan

  11. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil

  12. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong

  13. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro


 

*Berita di ambil dari berbagai sumber

 

 

Terkait PKKMB, Mahasiswa Ancam Duduki Gedung Rektorat!

Tidak ada komentar
Unswagati, setaranews.com – Hari ini Rabu (27/07) mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Demokrasi (AMD) mengadakan orasi di depan Gedung Rektorat Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) perihal pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2016 yang dilaksanakan oleh pihak kampus.

Aksi ini dipicu karena pihak rektorat tidak menanggapi permintaan audiensi tentang pelaksanaan PKKMB 2016. Mahasiswa menyatakan “Kami tidak setuju dan menolak  PKKMB 2016 yang tidak demokratis karena tidak melibatkan mahasiswa dalam prosesnya”

“Kami akan menduduki gedung rektorat jika permintaan kami masih tidak ditanggapi dan akan membawa massa yang lebih banyak lagi” kata Ferry. salah satu mahasiswa.

Dikatakan oleh Ferry, pelaksanaan PKKMB oleh pihak kampus tidak memenuhi asas demokrasi, mahasiswa tidak dilibatkan dalam proses pelaksanaan PKKMB dari awal sampai akhir, mulai dari konsep hingga teknisnya. Kata dia, pihak rektorat yang justru salah menfasirkan peraturan DIKTI mengenai PKKMB.

"Kampus tidak objektif dalam menafsirkan peraturan tersebut. Kemudian kalau di laksanakan pihak kampus, tidak jelas transparansinya, PKKMB menggunakan uang mahasiswa tentunya harus dipertanggung jawabkan secara terbuka (LPJ)," pungkasnya.

Setelah melakukan orasi dengan damai mereka membubarkan diri dengan kecewa. (hashbi/acil)

Diduga Terkait Gulen, Seorang Jurnalis Perempuan Senior Turki Ditahan

Tidak ada komentar

Selasa, 26 Juli 2016

Internasional, Setaranews.com- Pemerintah Turki, Selasa (26/7/2016), menahan seorang jurnalis perempuan ternama negeri itu sebagai bagian dari investigasi kudeta militer yang gagal.

Nazli Ilicak merupakan satu dari 42 nama jurnalis yang masuk daftar nama-nama yang akan ditahan terkait kudeta militer itu. Ilicak ditahan pada Selasa dini hari dalam proses penyelidikan keterkaitan ulama Fethullah Gulen dalam kudeta militer yang gagal. Ilicak dipecat dari harian Daily Sabah yang pro-pemerintah pada 2013 setelah mengkritik sejumlah menteri yang terkait dalam skandal korupsi.

Fethullah Gulen adalah seorang ulama berusia 75 tahun yang kini menetap di AS, belakangan  ini Ia kembali menjadi buah bibir di Turki. Sebab, Gulen disebut-sebut sebagai dalang kudeta militer yang gagal menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Bukan kali ini saja Gulen dituding hendak menggulingkan Erdogan. Beberapa tahun lalu saat skandal korupsi dan suap menjerat orang-orang dekat Erdogan, nama Gulen kembali dituduh sebagai penggerak penyidikan polisi dan kejaksaan saat itu.

Pemerintah menyalahkan Gulen atas kabar skandal korupsi pada 2013 itu dengan beberapa pejabat menyebut pemberitaan itu sebagai upaya kudeta untuk melengserkan presiden.

Perempuan kelahiran 1944 itu juga pernah menjadi anggota parlemen Turki pada 1999-2001.
Selain Ilicak, sebanyak enam orang jurnalis juga ditahan meski 11 tersangka lainnya diyakini sudah berada di luar negeri. Demikian kantor berita Dogan.

Beberapa jurnalis kenamaan Turki yang namanya masuk ke dalam daftar yang harus ditahan antara lain penulis Bulent Mumay dan editor pemberitaan Fo TV Turki, Ercan Gun.

Sumber: Kompas.com

 

Sirnas Bulu Tangkis 2016 Digelar di Cirebon

Tidak ada komentar
Cirebon, Setaranews.com – Kota Cirebon dipercaya menjadi tuan rumah Seri kelima Sirkuit Nasional (Sirnas) Bulu Tangkis tahun 2016. Hal itu seperti yang disampaikan oleh Sekretaris Umum (Sekum) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jawa Barat, Herman Subarjah, Kamis (21/7).

Seperti dilansir dari radarcirebon.com, Herman menjelaskan bahwa seri kelima dari turnamen itu akan dilaksanakan di GOR Bima Kota Cirebon pada tanggal 8-13 Agustus 2016 mendatang.

“Sudah pasti digelar di Cirebon. Kita sudah lakukan koordinasi dengan PBSI Kota Cirebon. Pelaksanaannya dimulai 8 Agustus,” kata Herman.

Jawa Barat ditunjuk sebagai host seri kelima dari delapan seri Sirnas 2016 yang akan digelar. Awalnya, PBSI Jabar berencana menggelar turnamen ini di Kota Bandung. Karena GOR KONI Kota Bandung belum selesai renovasi, maka venue Seri V Sirnas 2016 dipindahkan ke Kota Cirebon. Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 juga akan digelar di Kota Cirebon untuk cabang bulu tangkis.

“Pelaksanaan seri kelima dari Sirnas 2016 sekaligus untuk uji venue sebelum PON,” kata Herman.

Untuk menyambut pagelaran akbar olahraga nasional tersebut, GOR Bima terus dibenahi oleh pemerintah Kota Cirebon. Ketua Umum PBSI Kota Cirebon Drs Asep Dedi MSi berjanji, GOR Bima akan siap dipakai untuk turnamen-turnamen yang akan digelar mendatang.

“Persiapan kita tidak hanya untuk Sirnas. Tapi juga PON. Insya Allah tidak akan ada masalah,” katanya.

Kota Cirebon bukan untuk pertama kalinya ditunjuk sebagai tuan rumah event bulu tangkis. Sepanjang tahun ini sudah ada dua event yang dilaksanakan di GOR Bima. Sirkuit Swasta Nasional dan Audisi Umum PB Djarum pernah digelar di Kota Cirebon..

“Ini soal kepercayaan. Kami kembali dipercaya menjadi tuan rumah karena pihak lain tidak siap,” terang Asep.

Lebih lanjut, Asep mengungkapkan dengan adanya event-event nasional semacam itu, Kota Cirebon memiliki keuntungan sebagai tuan rumahnya.

“Keuntungan paling besar tentu saja bagi para pebulu tangkis yang ada di Wilayah III Cirebon. Karena mereka tidak harus jauh-jauh bertandang ke luar daerah untuk mengikuti event ini,” ungkapnya.

GMP Lakukan Demonstrasi Terkait SKS dan DPP yang Semakin Mahal

Tidak ada komentar

Senin, 25 Juli 2016

Unswagati, Setaranews.com – Gerakan Mahasiswa Peduli (GMP) melakukan aksi-demonstrasi pada Senin, (25/07) di halaman parkir Kampus I Unswagati terkait SKS dan DPP yang dirasa semakin memberatkan, tapi masih belum memiliki fasilitas yang memadai.

“Kami sudah melaksanakan kewajiban kami dengan membayar SKS dan DPP, tetapi disatu sisi kampus sendiri tidak memberikan fasilitas maupun infrastruktur sarana dan prasarana yang memadai.” Papar salah satu anggota GMP, Fiqri Taufik dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unswagati yang ditemui oleh Setaranews.com seusai aksi-demonstrasi.

Lebih lanjut, menurut Fiqri, aksi-demonstrasi yang dilakukan GMP memiliki dua tuntutan yakni, menurunkan harga SKS dan DPP lalu pihak Universitas diminta untuk segera memenuhi sarana dan prasarana yang memadai, serta memberi toleransi pada mahasiswa yang tidak mampu untuk mengikuti ujian.

Saat ditanya, adakah hasil yang diperoleh, Fiqri menjawab bahwasannya GMP sendiri tidak langsung mengharapkan sebuah hasil, tapi aksi-demonstrasi tersebut hanya sebagai pemancing untuk mahasiswa-mahasiswa lainnya agar sadar akan hak yang seharusnya didapatkan.

“Kami gak langsung mengharapkan sebuah hasil ya, karena kami yakin dengan beberapa kami mahasiswa yang peduli dari GMP, tujuannya adalah sebagai awal, sebagai pemantiklah, bahwasannya kami ini hanya mengingatkan gitu kepada mahasiswa-mahasiswa lainnya, inilah Unswagati, ketika kami mahasiswa sudah melaksanakan kewajiban kami, kami semua belum mendapatkan haknya sebagai mahasiswa.” Tutupnya.

Aksi-demonstrasi tersebut pun hanya dihadiri oleh enam orang yang keseluruhannya berasal dari anggota GMP sendiri, padahal sebelumnya, lewat media sosial GMP telah mengundang seluruh mahasiswa Unswagati untuk turut berpartisipasi didalamnya. (Hikmah/Fiqih)

42 Jurnalis Terancam Ditangkap oleh Pemerintah Turki

Tidak ada komentar
Istanbul, SetaraNews.com – Upaya kudeta pada 15 Juli 2016 berdampak pula terhadap 42 jurnalis yang meliput kegiatan tersebut.
Dikarenakan pemerintah Turki mengeluarkan surat perintah penangkapan 42 jurnalis. Perintah penangkapan 42 jurnalis tersebut seperti dikutip dari Al arabiya net berdasarkan investigasi.
Nazli Ilicak adalah satu diantara 42 jurnalis yang diperintahkan untuk ditangkap oleh pemerintah Turki, Nazli pernah dipecat dari media pro-pemerintah Turki, Sabah Daily pada 2013 karena mengkritik mentri-mentri yang terlibat skandal korupsi.
Dengan adanya upaya kudeta tersebut Lebih dari 6.000 orang ditangkap dan ditahan, diantaranya berprofesi sebagai militer, polisi, jaksa hakim, guru, dosen dan pegawai negri.
Upaya kudeta tersebut ingin menjatuhkan pemerintahan Presiden Recep Tayyib Erdogan. Kudeta ini dituding dilakukan oleh para pendukung Fethullah Gulen, ulama, dan pengusaha anti-Erdogan.

Aneh, WR III Enggan Menandatangani Berita Acara

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com - Pertemuan yang dilaksanakan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM-U) bersama Wakil Rektor III Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon terkait Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) pada sabtu lalu (23/07) di ruang pertemuan Wakil Rektor III Unswagati Cirebon, tentunya mendapatkan hasil berupa berita acara terkait pertemuan tersebut.

Tapi, anehnya di akhir pertemuan Wakil Rektor III Unswagati enggan menandatangani berita acara yang dibuat oleh BEM-U dengan alasan  dalam pertemuan tersebut tidak perlu membuat suatu berita acara.

"Pertemuan kali ini sifatnya hanya sekedar sharing antar mahasiswa dengan Wakil Rektor III, jadi tidak ada berita acara dan saya tidak mau menandatanganinya" ungkap Dudung Hidayat selaku Wakil Rektor III saat diminta untuk menanandatangani berita acara.

Mendengar pernyataan tersebut Ihsan Amala selaku Presiden Mahasiswa (Presma) merasa aneh akan sikap Wakil Rektor III.

"Loh kenapa WR III tidak mau menandatangani berita acara yang kami buat, padahalkan berita acara tersebut buat kami jadikan bukti kalau BEM-U mewakili seluruh mahasiswa Unswagati telah melakukan pertemuan bersama WR III terkait pembahasan PKKMB" Pungkasnya saat ditemui setaranews.com di akhir pertemuan.

Sikap Wakil Rektor III membuat mahasiswa bertanya-tanya ada apa dibalik sikap Wakil Rektor III yang enggan menandatangani berita acara. (Awank)

Mahasiswa: PKKMB Dinilai Tidak Demokrasi

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM-U) mengadakan pertemuan bersama Wakil Rektor III terkait masalah Pengnalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) yang sepenuhnya dikendalikan oleh pihak Universitas, pada Sabtu (23/07) di ruang pertemuan Wakil Rektor III Unswagati.

Pertemuan dihadiri oleh jajaran BEM-U dan perwakilan dari masing-masing Organisasi Mahasiswa (ORMAWA).

Pernyataan muncul dari Ade Anna salah satu mahasiswa yang berada ditengah-tengah pertemuan tersebut, dia mengungkapkan bahwasannya proses pelaksanaan PKKMB di Unswagati tidak adanya asas demokrasi.

"PKKMB pada tahun ini memang sudah menjadi program institusi bukan lagi program mahasiswa, tetapi menurut surat keputusan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) itu kan melibatkan mahasiswa sebagai panitia PKKMB, tapi kenyataannya kami hanya dilibatkan sebagai panitia saja tanpa mengetahui proses-prosesnya, karena kami tidak dilibatkan dalam rapat kepanitiaan PKKMB, dan saya rasa hal seperti itu sih tidak demokrasi banget" Ungkap Pimpiman Umum UKM Seni dan Budaya tersebut disela-sela pertemuan berlangsung.

Pernyataan serupa juga diungkapkan oleh Neno mahasiswa jurusan Akuntansi. "Ya kalo mahasiswanya dilibatkan menjadi panitia tapi tanpa tahu proses seperti apa konsepnya sih namanya demokrasinya setengah-setengah dong, apalagi kebanyakan panitia dari mahasiswa sebagai pendamping gugus tidak ada di kepanitiaan inti". Ungkap wakil Gubernur Fakultas Ekonomi tersebut.

Mendengar pernyataan-pernyataan tersebut, Dudung Hidayat selaku Wakil Rektor III Unswagati membantah dengan pernyataan, bahwasannya mahasiswa yang menjadi panitia PKKMB juga akan dilibatkan dalam rapat kepanitiaan nantinya.

"Mahasiswa juga akan ikut serta dalam rapat kepanitiaan, tapi nanti di akhir acara PKKMB yang tersisa kisaran tiga sampai empat jam dan kami dari pihak Universitas hanya mengedepankan materi-materi inti dari Dikti saja yang harus tersampaikan kepada mahasiswa baru nantinya, dan sisanya itu terserah mahasiswa mau dibikin konsep seperti apa acaranya" Pungkasnya.

Mahasiswa menilai PKKMB tahun ini tidak adanya asas demokrasi yang dijalankan, karena mahasiswa hanya dilibatkan dalam kepanitiaan dengan susunan kepanitiaan yang sudah terbentuk oleh pihak Universitas tanpa dilibatkan dalam rapat awal pembentukan kepanitiaan PKKMB. (Awank)

Lelaki

Tidak ada komentar

Minggu, 24 Juli 2016

Sastra, Setaranews.com-Terakhir kali dia memimpikan sosok lelaki, dua hari setelah terakhir kali dia masih memimpikan sosok yang sama seperti tiga kali berturut-turut dalam mimpinya. Rupanya seseorang tengah berupaya menguasai alam bawah sadarnya. Latar tempat di satu gubuk, terbayang bukan? Ya, seperti di film, ftv, sinetron. Latar waktu malam Jumat kliwon. Latar suasana horor, ada gonggongan anjing, bersahutan, suara burung hantu, dan riak daun yang dimainkan angin.

"Jadi, gimana mbah?", tanya Udin

"Sudah. Mbah sudah kirimkan jin paling hebat. Raja dari jin-jin yang mbah punya."

"Sesuai kesepakatan, ini untuk uang beli kopi" (amplop tebal, Udin selipkan ke tangan si mbah, uang hasil dari bujuk sang majikan agar memberikan kasbon di awal)

 

Udin sedang tergila-gila pada wanita yang bernama Ira. Teman satu kantor. Ira yang cantik, sexy, kulit putih mulus, bulu mata ala jembatan suramadu, bibir bak selena gomez, rambut sepinggang dengan cat ombre, anting pompom, heels 17cm, pakaian ketat, pantas ia dipilih jadi personalia di sebuah universitas ternama. Biasa bukan? Janda dua anak ini sering jadi buruan usilan Udin cs. ketika waktu istirahat.

"Kalo ente bisa ngajak jalan Ira dalam waktu seminggu, nanti ane kasih ente tiket buat check in," ujar Wisnu, dosen senior yang juga pebisnis hotel berbintang paling terkenal di kota Jokoarta

"Kalau Anda bisa nikahin Ira, nanti saya kasih istri muda saya untuk jalan dengan Anda di hari berikutnya", ujar Bambang, staff administrasi yang juga memiliki 7 istri, 7 anak, dan 7 cucu.

Udin nampak terdiam dengan dua tawaran ini, menggiurkan kata alam bawah sadarnya.

 

"Halo, Ira. Bisa ketemu?"

"Maaf saya sedang sibuk!"

 

"Ira, apa kabar cantik. Lagi di mana? Keluar yuk cari makan"

"Maaf Udin, saya sudah makan"

 

"Ira, sayang. Selamat ulang tahun ya"

"Terima kasih Udin"

"Aku boleh main?"

"Silahkan"

 

(akhirnya, mantra si mbah sudah bekerja, pikir Udin)

 

45 menit lamanya Udin menuju rumah Ira. Melewati komplek perumahan, belok ke arah perkampungan, melewati jalanan setapak, dan tiba di alamat yang Ira berikan, sebuah rumah sederhana, tak terlalu bagus, jauh menggambarkan penampilan Ira sehari-hari di kantor. Ada plang di depan rumah bertuliskan,

"Panti Asuh Bunda Ira"

 

Oleh Lia
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews