Responsive Ad Slot

Mempererat Silaturahmi Antar Ormawa, DPM-U Adakan Buka Bersama

Tidak ada komentar

Sabtu, 25 Juni 2016

Unswagati, setaranews.com- Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon adakan acara buka bersama dengan tema 'Menjalin Tali Silaturahmi antar Ormawa Unswagati, Mapala, dan Sismapala Ciayumajakuning' pada Sabtu (25/06) di parkiran Kampus satu Unswagati. Dimana pesertanya terdiri dari Ormawa (Organisasi Mahasiswa) Unswagati, Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam), dan Sispala (Siswa Pecinta Alam) se-Ciayumajakuning.


Menurut Jarot selaku Ketua Pelaksana yang ditemui oleh Setaranews.com disela-sela acara berlangsung, memaparkan bahwa yang melatar belakangi terwujudnya acara tersebut adalah melihat Ormawa di Unswagati yang kurang peduli terhadap kondisi di Kampus yang kurang sehat.


"Dilihat dari Ormawa Unswagati, satu kurang peduli, dua apatis. Sekarang Ormawa bukan lagi wadah, sudah ajang eksistensi, segala keluh kesah daripada mahasiswa tidak bisa ditangani. Menandakan bahwa Ormawa Unswagati belum mampu, makanya kita mengadakan buka puasa bersama untuk mempererat silaturrahmi. Kenapa mempererat? Jika benar-benar Ormawa ini bersatu, apapun yang kita mau bisa, disayangkannya dari Ormawa ini tidak bersatu." Ungkapnya.


Lebih lanjut, Jarot menambahkan "sebelum acara selesai DPM-U sudah mengagendakan sebuah sesi obrolan santai terkait tentang Kampus, dan lingkungan". Tambahnya.


Hal tersebut juga dibenarkan oleh Ferry Ramadhan selaku Ketua Umum DPM-U. "Kenapa kita mengundang kawan-kawan Mapala dan Sispala juga, karena kita akan membahas isu-isu tentang lingkungan, karena sebagai mahasiswa kita tidak hanya cenderung aktif di internal, kita coba ingin eksplor diluar juga. Sekalian sosialisasi apasih isu-isu strategis terkait lingkungan yang apabila diabaikan, kedepannya akan berbahaya." Tutupnya.


Baik Jarot maupun Ferry sama-sama berharap, "untuk kedepannya mahasiswa khususnya yang berada di Ormawa dapat sadar tentang kedudukannya, mereka berorganisasi untuk mencerdaskan dirinya pribadi, begitu juga mahasiswa yang tidak ikut serta didalamnya. Semakin erat Ormawa bersatu, maka semakin dekat pula mewujudkan sebuah kehidupan Kampus yang sehat". Tutur keduanya berharap kepada mahasiswa unswagati.



Reporter: Silvia & Fiqih

Unswagati Siap Menerima 2500 Mahasiswa Baru

Tidak ada komentar
Unswagati, setaranews.com – Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon mulai memasuki tahun ajaran baru 2016-2017. Seperti pada umumnya Unswagati membuka pendaftaran untuk para calon mahasiswa baru.

Pendaftaran yang sudah memasuki tahap gelombang kedua ini sudah berjalan sekitar 650 pendaftar dan pada gelombang pertama 700 pendaftar. Pendaftaran calon mahasiswa baru di Unswagati melalui jalur regular dan PMDK.

“Jadi kuota untuk S1 sendiri lebih kurangnya 2500 mahasiswa dan untuk kuota S2 sekitar 250 untuk empat prodi yaitu agronomi, magister ilmu administrasi, magister hukum dan yang terakhir magister pendidikan. Kita juga masih menunggu SK dari dikti tentang MM (magister manajemen) yang sudah kita usulkan dan kalau masih bisa tahun akademik ini buka kita buka” tutur Alfandi Wakil Rektor I Unswagati kepada setaranews.com, Kamis (23/06)

Lebih lanjut, Alfandi menuturkan apabila pendaftaran melebihi kuota, pihak Unswagati akan mengambil kebijakan melihat dari ketersediaan sarana dan prasarana serta rasio dosen. Ia juga menjelaskan apabila masih bisa untuk beberapa kelas maka Unswagati akan merekrut dosen baru.

“Tapi kalo diperhitungkan masih bisa tiga empat kelas prodi ini, prodi ini sekian kelas, tapi tetep kita harus memperhitungkan rasio dosen, mau gak mau harus rekrut dosen lagi. Kita tetep yang nomer satu adalah kualitas yang kita berikan kepada masyarakat” tutupnya.

 

Reporter : Hashbi

Suku Dayak Losarang Jalani Ritual Berendam Tengah Malam

Tidak ada komentar

Jumat, 24 Juni 2016

Indramayu, setaranews.com – Sebanyak 10 pria warga suku dayak Hindu-Budha Bumi Segandu melakukan tradisi berendam di kali (sungai) pada kamis tengah malam, 23 Juni 2016  di Desa Krimun, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu.

[caption id="attachment_11287" align="alignright" width="300"]Foto : Ilmi Yanfau'nnas/Radar Cirebon Foto : Ilmi Yanfau'nnas/RC[/caption]

Dilansir dari radarcirebon.com, suku dayak tersebut diwajibkan berendam selama empat bulan berturut-turut dalam satu tahun. Tujuannya agar menyatu dengan alam, mereka juga memegang prinsip belajar dari alam dan bersinergi dengan bumi.

Selain berendam, warga juga harus berjemur di siang hari.

“Jadi rendeman ini empat bulan berturut-turut. Setiap pukul 12.00 malam hingga jam 06.00 pagi mereka harus berendam di kali sekitar, dan siang hari sekitar pukul 11.00 hingga 14.00 siang mereka harus berjemur,” tutur Gembol, warga Suku Dayak Losarang.

Tujuan berendam juga melatih kesabaran, menurut Gembol, manusia sering mengeluh ketika cuaca panas bahkan dingin. Maka mereka coba jauhi sifat-sifat tersebut, karena alam sudah punya waktunya masing-masing.

Kepercayaan warga dalam pelaksanaan ritual berendam tidak ada waktu khusus , kalaupun selama ritual tidak sanggup dilaksanakan selama empat bulan, maka tidak ada sanksi.

Namun bagi warga yang sudah terbiasa justru menjadi hal yang menyenangkan bahkan seringkali tertidur saat berendam.

Warga disana merupakan warga yang ramah dan anti kekerasan, bahkan termasuk kaum vegetarian, berprinsip untuk tidak menyakiti atau membunuh binatang.

Kembali Terjadi Pencurian Motor di Kampus Unswagati

Tidak ada komentar

Kamis, 23 Juni 2016

IMG_20160623_164442[1]

Unswagati, setaranews.com – Pencurian motor kembali terjadi di Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon. Kali ini terjadi di sekitar kawasan kampus dua Unswagati yang memakan korban satu motor yang  dicuri hari ini, Kamis 23 Juni 2016.

Sepeda motor yang hilang adalah New Vixion warna hitam dengan nomor polisi E 5258 NP. Adapun ciri-ciri dari motor tersebut adalah lampu headlamp kuning dengan lampu senja warna biru dan spakbor belakang yang dimodifikasi.

“Itu pas pergantian shift jadi kurang lebihnya saya gak tahu, yang tahu itu pak Tohir. Cuma yang saya tahu garis besarnya motor itu ilang di depan kampus.” ujar Dede selaku pihak keamanan kampus dua Unswagati ketika ditemui Setaranews.com di pos kampus dua Unswagati.

Himbauan dari pihak keamanan pun sudah berulang kali dilakukan kepada mahasiswa secara lisan maupun tertulis agar tidak memarkir motor di depan kampus karena tidak aman. Namun tetap saja mahasiswa masih banyak yang tidak menggubris himbauan tersebut dengan berbagai alasan.

“Kita juga udah kasih himbauan sebenernya, tapi ya gimana ya namanya mahasiswa ngomongnya jauh kesana kan gitu, biasa alesannya sangat mudah untuk diomongin jauh dan sebentar. Kita sering ngomongin ini bukan kawasan kita (depan kampus-red) jadi maaf kalau tidak terawasi oleh kita.” pungkas Dede.

Kejadian ini sudah seharusnya menjadi pelajaran bagi para mahasiswa untuk taat dalam mengikuti peraturan keamanan yang telah dibuat oleh pihak kampus agar tidak terulang kembali kejadian seperti ini.

Reporter: Hashbi

Adakan Bersih-bersih Situs Pejambon, Bentuk Kepedulian pada Sejarah

Tidak ada komentar
Cirebon, Setaranews.com – Pemuda-pemudi Cirebon akan melaksanakan kegiatan bersih-bersih Situs Pejambon pada  Minggu 26 Juni 2016. Kegiatan yang dilangsungkan di Kelurahan Pajambon Kabupaten Cirebon (depan Perumahan Taman Intan) ini dimulai pukul 09.00 WIB sampai dengan waktu berbuka puasa.

Acara ini diselenggarakan oleh Pemuda-Pemudi Cirebon Peduli Situs Pejambon dengan berlatar belakang daerah dan komunitas  berbeda, bahkan akan ada juga komunitas dari Yogyakarta dan Bandung. Bersih-bersih Situs Pajambon  mengundang beberapa tokoh Cirebon dan warga sekitar dengan tujuan utama pembuatan museum kecil seperti yang dikutip dari Press Release terbitan 22 Juni 2016.

“Tujuan utama kegiatan bebersih situs pajambon ini selain membersihkan, memperbaiki bagian bangunan yang rusak, juga menata ulang yang rencananya akan dibuat seperti museum kecil yang menarik dan nyaman,” kata salah satu sumber.

Di samping itu kegiatan juga akan diisi dengan pembacaan puisi, performa pantonim, permainan musik tradisional, orasi budaya, serta diskusi sejarah oleh Zaenuddien dari komunitas Purwa Daksina. Kegiatan ini ditujukan untuk masyarakat umum sebagai bentuk kepedulian terhadap sejarah yang mulai terlupakan. (Mumu)

 

Editor: Anisa

Kuliah Umum Hary Tanoe dibatalkan, Mahasiswa Kecewa

Tidak ada komentar
Screenshot_2016-06-23-09-51-40-1

 

Unswagati, Setaranews.com - Rabu (22/06), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) mengagendakan kuliah umum bersama CEO MNC Group, Hary Tanoesudibjo. Kuliah umum yang rencananya dihelat di Aula Kampus 1 Unswagati ini semula akan diadakan pukul 13.00 namun oleh panitia dimajukan menjadi pukul 10.30 pada hari pelaksanaan acara. Setelah ditunggu hingga menjelang pukul 15.00 ternyata sang CEO MNC Group tak kunjung datang. Hal tersebut membuat mahasiswa peserta kuliah umum resah juga kecewa, dari pihak panitia pun belum ada keterangan resmi mengenai kelanjutan acara.
"PHP, udah lama-lama nunggu tapi malah gak jelas gini." ujar Dian, mahasiswa Fakultas Ekonomi.
Ungkapan senada pun dilontarkan Adi, mahasiswa Fakultas Pertanian.
"Zonk lah, padahal saya antusias banget sama acara ini. Ya mungkin beliau sibuk tapi kan acara ini gak bisa gitu aja dibatalin karena pasti sebelumnya sudah ada perjanjian. Kalo gini kan merugikan waktu kita." Tuturnya.
Hary Tanosudibjo dijadwalkan akan memberikan kuliah umum di Aula Kampus 1 Unswagati dengan tema "To Be Enterpreneur". Dilansir dari official instagram BEM-Unswagati yang memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh civitas akademika Unswagati dan menyatakan bahwa pihaknya belum dapat memberikan keterangan mengenai penyebab pembatalan acara tersebut, dalam postingan tersebut mereka juga melampirkan jadwal Safari Ramadhan Hary Tanosudibjo.

Reporter: Silvia

Editor : Anisa

Workshop Jurnalistik, Rangkaian Dies Natalis 16 LPM Fatsoen

Tidak ada komentar

Selasa, 21 Juni 2016

Cirebon, www.setaranews.com - Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Fatsoen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon mengadakan sebuah Workshop Jurnalistik yang diberi tema 'Lincah Menulis, Pandai Berbicara' dalam rangka Dies Natalis yang ke-16.

Workshop Jurnalistik tersebut terbuka untuk umum dan merupakan acara puncak pada tanggal 20 Juni 2016, dimana sebelumnya selama tiga hari sejak tanggal 16-18 Juni 2016, LPM Fatsoen mengadakan Perpustakaan Keliling yang diberi tema 'Membudayakan Minat Baca' di Masjid Raya At-Taqwa Cirebon.

Ditemui pada Senin (20/06) oleh Setaranews.com di Gedung IAIN Center Cirebon (ICC), Iis Istiqomah selaku Ketua Pelaksana memparkan bahwa tujuan diadakannya Workshop Jurnalistik, yakni agar masyarakat terbiasa melatih kemampuan menulis dan berbicara yang dimilikinya.
"Menulis itu penting, menulis itu menjadi sesuatu yang sering didengar tapi sulit dilakukan. Makanya kita mengadakan Workshop Jurnalistik dengan tema Lincah Menulis Pandai Berbicara, tujuannya pertama memotivasi diri kita untuk terbiasa melatih kemampuan menulis, yang kedua selain menulis, kita perlu berbicara dengan baik di muka umum."


Sementara Workshop Jurnalistik terbagi menjadi dua sesi, sesi pertama peserta mendapatkan materi Skill Writing yang dibawakan oleh Syamsudin Kadir (Penulis) dan Budi Manfaat (Penulis sekaligus Dosen IAIN) lalu sesi kedua peserta mendapatkan materi Public Speaking yang dibawakan oleh Herny Gusbrava (Hypnotherapist sekaligus Dosen UPI).


"Harapannya, semoga tahun depan LPM Fatsoen bisa mengadakan acara seperti ini lagi. Kebetulan ini baru ngadain workshop, tahun kemarin, dies natalis hanya seremonial biasa, gak ada workshop." Tutup Iis.


Reporter: Silvia & Fiqih



Editor: Anisa

Workshop Jurnalistik, Rangkaian Dies Natalis 16 LPM Fatsoen

Tidak ada komentar

Senin, 20 Juni 2016

Cirebon, www.setaranews.com - Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Fatsoen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon mengadakan sebuah Workshop Jurnalistik yang diberi tema 'Lincah Menulis, Pandai Berbicara' dalam rangka Dies Natalis yang ke-16.

Workshop Jurnalistik tersebut terbuka untuk umum dan merupakan acara puncak pada tanggal 20 Juni 2016, dimana sebelumnya selama tiga hari sejak tanggal 16-18 Juni 2016, LPM Fatsoen mengadakan Perpustakaan Keliling yang diberi tema 'Membudayakan Minat Baca' di Masjid Raya At-Taqwa Cirebon.

Ditemui pada Senin (20/06) oleh Setaranews.com di Gedung IAIN Center Cirebon (ICC), Iis Istiqomah selaku Ketua Pelaksana memparkan bahwa tujuan diadakannya Workshop Jurnalistik, yakni agar masyarakat terbiasa melatih kemampuan menulis dan berbicara yang dimilikinya.
"Menulis itu penting, menulis itu menjadi sesuatu yang sering didengar tapi sulit dilakukan. Makanya kita mengadakan Workshop Jurnalistik dengan tema Lincah Menulis Pandai Berbicara, tujuannya pertama memotivasi diri kita untuk terbiasa melatih kemampuan menulis, yang kedua selain menulis, kita perlu berbicara dengan baik di muka umum."


Sementara Workshop Jurnalistik terbagi menjadi dua sesi, sesi pertama peserta mendapatkan materi Skill Writing yang dibawakan oleh Syamsudin Kadir (Penulis) dan Budi Manfaat (Penulis sekaligus Dosen IAIN) lalu sesi kedua peserta mendapatkan materi Public Speaking yang dibawakan oleh Herny Gusbrava (Hypnotherapist sekaligus Dosen UPI).


"Harapannya, semoga tahun depan LPM Fatsoen bisa mengadakan acara seperti ini lagi. Kebetulan ini baru ngadain workshop, tahun kemarin, dies natalis hanya seremonial biasa, gak ada workshop." Tutup Iis.


Reporter: Silvia & Fiqih

Editor: Anisa

[caption id="attachment_11261" align="alignnone" width="3264"]Workshop jurnalistik pada rangkaian dies natalis ke-16 LPM Fatsoen IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Workshop jurnalistik pada rangkaian dies natalis ke-16 LPM Fatsoen IAIN Syekh Nurjati Cirebon.[/caption]

Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews