Responsive Ad Slot

Perpustakaan Lesehan Konsep Baru Membaca

Tidak ada komentar

Jumat, 17 Juni 2016

Unswagati, Setaranews.com- Buku adalah jendela dunia, mungkin gagasan tersebut melatarbelakangi kehadiran Perpustakaan Lesehan (Perles) pada Kamis (16/06) yang terlihat dilorong lantai dasar Kampus 1 Universitas Swadaya Gunung Jati. Perles yang digagas oleh Saiful (Fakultas Pertanian), Reza (Fakultas Pertanian) dan Gusak (Fakultas Ekonomi) memang sengaja dihadirkan untuk mengisi waktu luang mahasiswa saat bulan Ramadhan. Perles memiliki konsep cukup unik karena mahasiswa dapat membaca buku dengan duduk lesehan di lorong-lorong lantai dasar Kampus 1, mahasiswa pun dapat meminjam buku layaknya di perpustakaan biasa dengan ketentuan menyimpan buku miliknya untuk ditukar dengan buku yang ingin dipinjam atau bisa disebut dengan sistem barter.
“ Awal terbentuknya Perpustakaan Lesehan karena momentum bulan ramdhan sih, dari pada tidur-tiduran gak jelas mending bikin kegiatan yang positif, selain itu juga biar minat baca teman-teman mahasiswa tumbuh lagi, kan selama ini budaya baca sudah bergeser. Perpustakaan Lesehan juga bikin konsep perpustakaan yang beda. Selama ini kan buku bacaan di perpus tuh tentang mata kuliah aja, terus agak kaku kesannya nah kalo di sini bacaannya beragam, pokoknya anak muda banget lah buku bacaannya.” ujar Saiful.
Perles memiliki jumlah buku yang terbatas sehingga masih membuka donasi buku dari mahasiswa yang ingin meminjamkan bukunya agar lebih bermanfaat. Buku yang dipinjamkan beragam jenisnya dari mulai fiksi, non fiksi sampai buku pengantar kuliah. Saiful berharap agar Perles dapat berlanjut tidak hanya di bulan Ramadhan saja namun juga di bulan setelahnya.
“Semoga Perpustakaan Lesehan bisa terus berlanjut, sejauh ini kita liat respon pengunjung Perpustakaan Lesehan dulu kalo responnya baik dan banyak yang minat, gak menutup kemungkinan Perpustakaan Lesehan hadir lagi setelah Ramadhan” tutup Saiful saat diwawancarai oleh setaranews disela-sela kesibukannya merapihkan buku.

Reporter: Silvia
Editor : Anisa

[gallery ids="11256"]

BEM-U adakan Acara Enterpreneur Festival

Tidak ada komentar

Kamis, 16 Juni 2016

Unswagati-setaranews.com, Enterpreneur Festival menjadi acara pilihan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM-U) mengadakan bazar festival dengan nama “Enterpreneur Festival “di bulan ramadhan saat ini yang bertempat dihalaman parkir kampus utama unswagati Cirebon. Acara ini juga merupakan acara yang pertama kalin dilakukan oleh BEM-U.

Festival ini berlangsung selama satu minggu dimulai dari tanggal 13-18 juni 2016 pukul 15:30-20:30 WIB. Tidak harus menjadi pengusaha untuk bisa mengikuti Enterpreneur Festival, atau bahkan mereka yang baru punya ide pun BEM-U tampung.

"enggak  harus menjadi enterpreneur artinya enggak harus jadi pengusaha dulu terus dia boleh daftar ke kita,  boleh dari yang baru memunculkan ide atau bahkan yang udah punya ide yang tinggal eksekusi  gitu kita bisa tampung” Tutur siti maymunah selaku ketua pelaksana saat ditemui setara (14/6).

Persiapan yang dilakukan hanya satu bulan, acara ini didominasi 60 % dari mahasiswa unswagati,  20 % mahasiswa luar unswagati dan 20 % umum serta ketentun dan syaratnya berlaku.

“syaratnya ada photocopi ktp/ktm kemudian isi formulir dan ada biaya sewa Rp.150.000 untuk mahasiswa luar unswagati dan umum, sedangkan untuk mahasiswa unswagati hanya dikenakan biaya Rp.50.000  sudah meliputi stand meja kursi lampu dan kebersihan” Tambahnya

Bem-u pun berharap dengan diadakan acara ini semoga bisa terus berkembang menjadi lebih baik lagi dan bisa menjadi peluang untuk menjadi pembisnis muda.

 

 

Reporter : Hikmah

 

 

 

 

Mahasiswa Berharap Ada Peningkatan Keamanan di Kampus

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com- Berbicara mengenai keamanan di Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) memang tak ada habisnya, awal bulan juni telah terjadi kehilangan motor di kampus tiga Unswagati serta membuat mahasiswa diresahkan oleh kualitas keamanan di kampus. Kinerja pihak terkait pun perlu dipertanyakan kembali, setelah beberapa sistem keamanan yang di terapkan, terutama soal keamanan parkir yang awal bulan ini telah terjadi kehilangan entah itu helm, barang yang di simpan dimotor, atau bahkan motornya sendiri.

“  Selama ini dari pihak keamanan sendiri udah sering ngingetin ke mahasiswa helm itu di taro di jok supaya ga hilang, ya kalo hilang berarti orangnya juga teledor. Keamanan itu harus semua pihak yang ikut menjaga bukan cuma satpam aja. “ ujar Hadi salah satu petugas keamanan Unswagati saat di temui oleh Setara pada Sabtu (11/6) di parkiran eks Nyi Iteung sebrang kampus utama Unswagati.

Beberapa mahasiswa yang ditemui oleh Setara  mengungkapkan banyak sekali kekecewaan, saat disinggung mengenai kualitas keamanan kampus mereka pun banyak  melontarkan harapan dan saran untuk keamanan kampus.

Bahkan beberapa mahasiswa ada yang menyinggung mengenai kenaikan biaya kuliah calon mahasiswa baru tahun ini yang masih belum relevan dengan kualitas keamanan kampus. Namun mereka menyambut baik kenaikan tersebut dengan harapan kedepannya akan sejalan dengan perubahan sistem keamanan kampus yang semakin baik dan aman .

 “  Keamanan kampus sih masih jauh dari harapan ya, masih banyak mahasiswa yang suka kehilangan helm , motor juga. Ya mudah-mudahan sistemnya segera di benahi lebih lanjut terutama soal parkiran. Lahan parkir harusnya di luasin lagi, cctvnya di banyakin lagi supaya ga usah pake STNK. Ribet  juga tuh suka repot apalagi kalo jam-jam rame pulang kuliah “ ujar Luthfi mahasiswa Prodi Manajemen saat ditemui diparkiran kampus utama Unswagati.


Yoga Mahasiswa Fakultas Teknik pun menambahkan “  Menurut saya parkiran itu kalo bisa di kasih pohon-pohon biar adem atau asbes biar ga panas gitu, harapannya sih sistemnya kaya di mall-mall aja deh yang otomatis, kan cctvnya juga ngerekam setiap pengendaranya  jadi kalo ada yang hilang atau kenapa-kenapa ngelacaknya lebih gampang “ tutupnya.

 

Reporter : Silvia

Masih Banyak Mahasiswa yang Belum Taat Perturan Keamanan

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com – Beberapa waktu lalu telah terjadi pencurian motor di kampus tiga Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon, yang memakan korban hingga tiga motor. Hal tersebut membuat keamanan di kampus tiga patut dipertanyakan.

Upaya telah dilakukan dari pihak keamanan kampus tiga Unswagati untuk meminimilasir hal-hal yang tidak diinginkan seperti memasang CCTV di beberapa titik parkiran, melakukan rolling dan juga memeriksa STNK ketika ingin keluar kampus.

“Dari kita juga kan udah semaksimal mungkin ya jaga, kebetulan yang pagi itu dua orang, satu didepan dan satu dibelakang. Dari kita juga sering keliling parkiran” tutur Jono selaku pihak keamanan kampus tiga Unswagati kepada setaranews.com, Rabu (15/06).

Lebih lanjut, Jono mengungkapkan bahwa pihak kemanan kampus sering mengingatkan kepada mahasiswa untuk parkir motor dengan sangat hati-hati. Namun, masih banyak mahasiswa yang kurang hati-hati dalam memarkir motor seperti lupa tidak mencabut kunci motor.

“Kita sering keliling sehari itu bisa dapat kunci motor tiga sampai empat motor” lanjut Jono.

Pihak keamanan kampus juga kerap melakukan pemeriksaan STNK terhadap mahasiswa yang ingin keluar dari kampus, tetapi masih banyak mahasiswa yang enggan diperiksa STNK oleh pihak keamanan dengan berbagai alasan.

“Kebanyakan dari mahasiswanya juga banyak yang ngeluh gamau diperiksa, kaya cape pak jadi ya banyak yang langsung keluar. Dari kita juga pernah ngasih kaya model tiket tapi kadang kalau diperiksa suka ilang” tutupnya.

 

Reporter : Hasbi

HMJ Akuntansi Adakan Lomba Di Panti Asuhan

Tidak ada komentar
Unswagati, setaranews.com - Himpunan Mahasiswa jurusan (HMJ) Akuntansi Universitas Swadaya Gunung jati (Unswagati) akan mengadakan bakti sosial di Panti Asuhan Beringin Bakti,Talun. Acara tersebut akan dimulai pada sabtu (18/6) pukul 15:00 WIB.

hmj akuntansi
Acara ini memiliki tema " Uluran jiwa untuk solidaritas terhadap sesama." Ragkaian acara baksos kali ini diantaranya buka bersama dengan 40 anak panti, lomba adzan, dan lomba hapalan surat. Kemudian, ada berbagai hadiah bagi para pemenang lomba diantaranya sajadah, sarung dan mukena.

 
Acara baksos ini merupakan kegiatan rutin karena dilakukan setiap tahun pada bulan ramadhan. sumbangan baksos ini berasal dari para Mahasiswa sebagai bentuk kepedulian, bisa menyumbang dalam bentuk uang tunai, pakaian, sembako, peralatan sekolah, dan buku.
"Dengan diadankannya acara baksos ini diharapkan dapat menjalin silaturahmi, dan menjalin solidaritas
terhadap sesama" ucap Nurdiansyah, ketua pelaksana.

Reporter : Riska
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews