Responsive Ad Slot

Tolak Relokasi Pasar Sumber, Warga akan Mendirikan Tenda.

Tidak ada komentar

Sabtu, 09 April 2016

Sumber, Cirebon, setaranews.com - Sebagai bentuk keseriusan dalam menolak relokasi pasar, pemuda, pedagang dan masyarakat menginisiasi untuk menduduki bekas pasar lama yang terbakar dengan mendirikan tenda. Tidak hanya itu aksi penyebar famplet akan digelar di area Car Free Day (CFD) Kabupaten Cirebon. Aksi ini dilakukan bahwa wacana penolakan relokasi tidak sekedar wacana.

Dikatakan oleh Ketua Gerakan Pemuda Sumber ((GPS), Jalil menegaskkan bahwa pihaknya akan terus melakukan serangkaian aksi agar tuntutan masyarakat pedagang bisa diakomodir dan direalisasikan oleh pemangku kebijakan (Baca:Bupati).

"Kami tidak main-main. Serangkaian aksi tidak akan berhenti sampai benar - benarr tuntutan masyarakat direalisasikan. Kami meminta dukungan semua elemen dengan like fans page: Save Pasar Sumber, Twitter: @pasarsave , IG: @tolakrelokasi, " Pungkasnya.

Sementara itu salah satu pemuda Sumber, Imam, semua pihak yang berada disekitar lokasi bekas pasar lama sepakat untuk mendirikan tenda. Kata dia, hal ini merupakan aksi sebagai bentuk penolakan mereka terhadap relokasi.

"Bahkan diluarr pasar sumber, mulai sore kami akan mendirikan tenda di bekas pasar lama. Jam 10 malam kita bikin acara camp. Kegiatan ini untuk membakar semangat semua elemen. Sekaligus buktii bahwa kami tidak main-main menolak relokasi,"katanya kepada setaranews, Sabtu (09/04).

Imam menambhakan kegiatan tidak berhenti sampai disitu. Minggu pagi warga yang tergabung dalam penolakan relokasi akan menggelar sosialisasi sekaligus penyebaran famplet di sekitaran area CFD Sumber. Kiata Imam, ini dilakukan agar semua warga mengetahui persoalan relokasi yang merampas hak warga dan pedagang.

"Agar semua kalangan mengetahui keluh kesah dan persoalan terkait relokasi. Kami butuh dukungan dari semua elemen, untuk itu sosialisasi terus dilakukan," ungkapnya.

 

Ini Tuntutan Aksi Mahasiswa Terhadap Presma

Tidak ada komentar

Jumat, 08 April 2016

Unswagati, Setaranews.com- Aksi yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa di kampus utama Universitas Swadaya Guning Jati Cirebon terkait masalah Presma yang lebih memilih menghadiri Rakernas di Lombok daripada menghadiri serta memfasilitasi audiensi bersama mahasiswa pada Kamis (07/04) diwarnai dengan gumpalan kabut hitam dan tuntutan-tuntutan  yang dilayangkan kepada Presiden Mahasiswa (Presma) dan Lembaga Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon.

Tuntutan yang diajukan oleh masa aksi adalah sebagai berikut:

  1. Presiden Mahasiswa harus mempertanggung jawabkan atas komitmen yang disepakati dengan DPM dan mahasiswa tentang audiensi kinerja BEM-U yang sedang menjabat.

  2. Apabila Presiden Mahasiswa sudah tidak sanggup untuk melaksanakan tanggung jawabnya dan tidak dirasakan kinerjanya oleh mahasiswa, mundur secara terhormat dari jabatannya.

  3. Bidang Kemahasiswaan Unswagati sebagai Pembina Kemahasiswaan harus bertanggung jawab dengan kinerja BEM-U.

  4. Lembaga Universitas Swadaya Gunung Jati harus memberikan sanksi terhadap Presiden Mahasiswa terkait komitmen yang dilaksanakan dengan alasan yang tidak rasional dan bukan alasan untuk kepentingan mahasiswa.


“Kami tidak akan berhenti menyuarakan tuntutan kami atas permasalahan ini, apabila Lembaga Unswagati tidak dipenuhi,” tegas Hanif Koordinator aksi kepada setaranews.com untuk mempertegas tuntutan yang dituangkan dalam aksi.

Reporter: Haerul Anwar

Mahasiswa Ancam Segel Sekretariat BEM-U

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com- Suasana aksi yang terjadi di kampus utama Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon (Unswagati)  pada Kamis (07/04) semakin memanas akibat kekecewaan mahasiswa terhadap Presma yang tidak menghadiri dan memfasilitasi audiensi bersama dan lebih memilih menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Lombok Bersama wakilnya.

“Kami mengatas namakan mahasiswa akan menyegel sekretariat BEM-U sebagai rasa kekecewaan kami atas kelakuan Presma yang lebih mementingkan menghadiri Rakernas ketimbang menghadiri serta memfasilitasi audiensi bersama mahasiswa, padahal surat audiensi yang kami layangkan sudah ditanda tangani olehnya,” Tegas Hanif, Koordinator Aksi.

Terjadi sedikit keributan antara BEM-U terkait penyegelan paksa Sekretariat BEM-U, namun suasana sedikit mereda ketika Wakil Rektor III mendatangi mahasiswa di sekretariat BEM-U.

Dudung Hidayat selaku Wakil Rektor III menentang akan penyegelan sekretariat BEM-U, “Saya menentang penyegelan paksa yang dilakukan beberapa mehasiswa ini, karena sekretariat BEM itu milik Lembaga dan saya akan bertanggung jawab sepenuhnya atas sekretariat ini, kalo memang mereka merasa kecewa sama kerja Presma yang lebih memilih menghadiri Rakernas di Lombok, ya tidak usah menyegel sekretariat karna penyegelan sekretariat akan menghambat kinerja kabinet lainnya yang menduduki BEM-U,” ujarnya.

“Kalau memang kalian menginginkan audiensi bersama Presma dan seluruh jajaran BEM-U, nanti kita lakukan audiensi pada Senin (11/04) karena kami rekomendasikan Presma dan Wapresma menghadiri Rakernas di Lombok sampai 10 April mendatang, tidak harus menyegel sekretariat BEM-U” Pungkasnya.

Akhirnya mahasiswa menyetujui audiensi dilakukan pada Senin (11/04) dan Sekretariat BEM-U batal disegel mahasiswa.

Reporter: Haerul Anwar (Awank)

Aneh, SK BEM FISIP Habis tapi Bisa Melaksanakan Kegiatan

Tidak ada komentar
Unswagati Cirebon, Setaranews.com - Surat Keputusan (SK) organisasi di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) telah usai masa kepengurusannya Maret silam. Namun, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) masih diperbolehkan mengadakan acara, hal tersebut mendapatkan pertanyaan dari berbagai pihak.

Seperti yang disampaikan oleh mantan ketua BEM Ilham, Ia mengakui bahwasannya SK kepengurursannya sudah habis. Namun, dikarenakan ada beberapa proker yang belum terlaksana maka pengurus sepakat untuk mengadakan acara seminar tersebut.

”SK sudah habis maret kemarin tapi seluruh pengurus sepakat untuk menyelesaikan semua proker, baru setelah itu LPJ” Ujar Ilham kepada setaranews, Kamis (7/4).

Lanjut Ilham, BEM FISIP mengadakan serangkaian acara seperti Seminar dan Festival Band. Acara tersebut, kata Dia,  memang sudah ditarget akan terlaksana April walaupun sempat menimbulkan perdebatan yang terjadi di internal pengurus BEM.

“Tujuannya adalah melakukan kegiatan mahasiswa dan melakukan pengabdian melalui budaya jadi diputuskan untuk tetap dilaksanakan, tidak ada beban, tidak ada berbicara masalah SK dan lain-lain” tambahnya disela - sela seminar.

Dikatakan Ilham, apabila pihak Fakultas tidak memberikan ijin dan tiba - tiba membatalkan acara maka Fakultas telah melakukan kesalahan, karena telah membatasi kegiatan mahasiswa.

“Fakultas telah mengijinkannya. Persiapan sudah dimulai desember, jika ditengah-tengah proses tiba-tiba dipotong maka bidang kemahasiswaan telah melakukan kesalahan” imbuhnya.

Acara seminar tersebut mengangkat tema “Membangun Kembali Budaya Cirebon yang Tertidur” dilaksanakan di gedung pemuda KNPI, yang berlangsung dari pukul 08.00 sampai 13.00 WIB.

Jurnalis: Tuti Andriyani

Editor: Epri Fahmi Aziz

DPRD Diminta Tegas Apabila Rekomendasinya Tidak Dihiraukan oleh Pemkab

Tidak ada komentar

Rabu, 06 April 2016

Sumber Cirebon, setaranews.com - Pemuda dan masyarakat mempertanyakan apabila surat rekomendasi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon tidak diindahkan oleh Pemkab (Pemerintah Kabupaten). DPRD harus memiliki sikap tegas apabila rekomendasinya tidak dihiraukan oleh Pemkab. Bisa dengan menggunakan hak angket atau interpelasi.

Seperti yang diungkapkan oleh salah satu perwakilan pemuda, Jalil, tidak lantas tugas pokok dan fungsi serta tanggung jawab DPRD selesai begitu saja ketika telah mengeluarkan surat rekomendasi tersebut.

"Jangan kemudian gugur semua tugasnya ketika mengeluarkan rekomendasi tersebut. Batas waktunya sampai kapan, dan apabila tidak dihiraukan oleh pemkab bagaimana sikap DPRD? Harus tegas," ungkapnya kepada setaranews, rabu (06/04).

Jalil menambahkan, apabila Pemkab tidak menghiraukan rekomendasi dari DPRD maka secara tidak langsung telah menghina lembaga perwakilan rakyat tersebut. Bagaimanapun DPRD adalah lembaga yang memiliki otoritas untuk mengontrol Pemkab.

"Walaupun sifatnya hanya saran, apabila tidak didengar oleh Pemkab, berati sudah menghina. Keberadaan DPRD tidak dianggap. Seharusnya DPRD melakukan langkah selanjutnya, sebagai bentuk kontrol terhadap Pemkab." Pungkasnya.

 

Menolak Relokasi, Ini Isi Poin Rekomendasi DPRD Kepada Bupati

Tidak ada komentar
Sumber Cirebon, setaranews.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon mengeluarkan surat rekomendasi kepada Bupati Cirebon. Dalam surat rekomendasinya tersebut,  DPRD menegaskan bahwa Pemkab harus membangun pasar dibekas pasar lama (Revitalisasi).

Berikut ini isi poin - poin  rekomendasi dari DPRD kepada Pemkab Cirebon:

  1. Bahwa kebakaran pasar sumber adalah kejadian bencana yang perlu penangan serius dengan menetapkan langkah - langkah kongkrit dalam rangka menjamin pemulihan siklus eknomi masyarakat setempat berupa pembangunan kembali melalui revitalisasi Pasar Sumber di temapt semula.

  2. Bahwa kegiatan Fisibility Study (F.S) sebagai upaya prasarat kegiatan relokasi Pasar Sumber agar dihentikan. Mengingat pembangunan kembali pasar sumber diarahkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya para pedagang Pasar Sumber dengan memperhatikan dan menjamin hak - hak pedagang untuk mencari penghidupan yang layak, adil dan berkelanjutan yang bersinergi dengan arus sosial ekonomi masyarakat sekitar.

  3. Bahwa pengalokasian pembangunan Pasar Sumber apabila bersumber dari dana APBD Kabupaten Cirebon, agar Pemerintah Daerah segera menyusun rencana anggaran yang ditetapkan dalam RKPD tahun 2017.

  4. Agar memperhatikan aspirasi yang terkait dengan konpensasi atau kebijakan lain dan mengupayakan pemenuhan perhatian para pedagang yang mengalami kerugian baik materil maupun formil sesuai dengan mekanisme dan peraturan perundang - undangan yang berlaku.

Terkait Relokasi, DPRD Harus Berani Menyatakan Sikap Secara Tertulis

Tidak ada komentar

Selasa, 05 April 2016

Sumber Cirebon, setaranews.com - Pedagang pasar sumber bersama berbagai elemen masyarakat, pemuda dan mahasiswa menantang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk berani menyatakan sikap secara tertulis memberikan dukungan penolakan relokasi terhadap pasar sumber. Namun, DPRD tidak berani dan hanya bisa melakukan rekomendasi kepada Pemkab.

Seperti yang diungkapkan juru bicara Gerakan Pemuda Pasar Sumber (GPPS) pada saat Audiensi bersama DPRD,  Jalil menekankan kepada DPRD untuk tidak hanya dalam ucapan apabila benar - benar mendukung dengan revitalisasi. Kata dia, DPRD harus berani menandatangani keepakatan dengan pedagang untuk menolak relokasi. Apabila Pemkab ngotot, seharusnya DPRD bisa menggunakan hak, peran dan fungsinya, bisa dengan hak angket atau interpelasi.

"Jangan cuman dari mulut saja, harus berani menyatakan sikap secara tertulis. Itu bukti bahwa DPRD berpihak kepada masyarakat. Kalau masyarakat melakukan gugatan clas action, lalu untuk apa punya lembaga DPRD, untuk apa peran, fungsi dan haknya selaku DPRD," pungkasnya pada saat Audiensi dengan DPRD Kabupaten Cirebon, Senin (4/4).

Jalil menegaskan bahwa Ia bersama para pedagang akan tetap memperjuangkan revitalisasi untuk pasar lama. Kata dia, apabila Pemkab tetap ngotot dengan relokasi yang jelas - jelas tidak sesuai dengan perundangan yakni Permendagi no 61 tahun 2015 maka para pedagang akan menggugatnya.

“Kita menggugat Relokasi ini karena di dalam bantuan seharusnya bukan relokasi tapi seharusnya revitalilasasi,” tegas Jalil.

Dilain pihak DPRD Kabupaten Cirebon pada dasarnya sepakat dengan para pedagang untuk tidak adanya relokasi pasar sumber ke daerah Kenanga. Berdasarkan peraturan perundang - undangan yang berlaku, DPRD menilai seharusnya Pemkab melakukan revitalisasi bukan relokasi.

Ketua DPRD H. Mustopa mengatakan, dikarenakan pasar sumber lama mengalami bencana dalam hal ini yaitu kebakaran, menurutnya tidak perlu adanya kajian - kajian. Ia mengaskan, bagaimanapun pasar harus tetap dibangun di pasar lama. Kata dia, apabila bantuan dari pusat tidak cukup bisa menggunakan dana cadangan yang sudah diperuntukan apabila terjadi bencana yang dianggarkan dalam APBD.

“ Kalau tidak cukup bisa menggunakan dana cadangan, anggarannya ada dalam APBD. Bahwa revitalisasi pasar  tidak perlu adanya kajian  lagi, karena pasar dalam hal ini terkena bencana(kebakaran) seperti mana yang telah  di tuliskan oleh Undang-undang. pasar harus di bangun di pasar lama. Kita akan merekomendasikan kepada Pemkab,” Ujarnya pada saat Audiensi bersama perwakilan pedagang, pemuda dan mahasiswa, Senin (4/4).

Jurnalis: Adrian Nurwansyah

Editor: Epri Fahmi Aziz

 

BEM-U akan Mengkordinir Petisi Penolakan Biaya Heregistrasi

Tidak ada komentar

Senin, 04 April 2016

Unswagati,Setaranews.com- Badan Eksekutf Mahasiswa Universitas (BEM-U) melakukan konsolidasi yang tergabung dalam Focus Group Discussion (FGD) terkait pernyataan sikap penarikan dana heregristrasi mahasiswa angkatan 2015, konsolidasi BEM-U dihadiri oleh kisaran 30 mahasiswa yang bertempat di aula lantai dasar kampus satu universitas swadaya gunung jati (UNSWAGATI) Cirebon pada senin (04/03).

Konsolidasi yang dilakukan oleh BEM-U bertujuan untuk mempertegas serta melanjutkan pernyataan sikap penolakan melalui petisi  terkait masalah penarikan heregristrasi yang diberlakukan bagi  mahasiswa angkatan 2015

“kami menoak adanya penarikan dana heregristrasi terhadap mahasiswa tingkat satu, maka dari itu kami adakan konsolidasi dengan mahasiswa tingkat satu dan kami undan juga seluruh ormawa yang ada di universitas, guna untuk membangun pernyataan sikap bersama seluruh mahasiswa terkait penolakan dana heregristrasi terhadap mahasiswa tingkat satu dengan cara menyerahakan petisi dan data penolakan mahasiswa tentang biaya heregristrasi itu kepda pihak unuversitas” tegas Ikhsan Amala Presma Unswagati.

“Kami akan terus memperkuat pernyataan sikap penolakan heregristrasi terhadap mahasiswa angkatan 2015 apabila pihak Universitas tidak menghapus penarikan dana heregristrasi” lanjutnya mempertegas pernyataan penolakanya.

Reporter: Haerul Anwar (Awank)
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews