Responsive Ad Slot

Save Pasar Sumber, GPPS Tolak Relokasi

Tidak ada komentar

Sabtu, 02 April 2016

Sumber Cirebon, Setaranews.com- Mengenai wacana relokasi pasar sumber  mendapatkan penolakan dari berbagai elemen masyarakat dan pedagang. Masa yang tergabung dalam  Gerakan Pemuda Pasar Sumber (GPPS) dengan tegas menyatakan sikap menolak relokasi adalah harga mati dan menuntut untuk segera dilakukan revitalisasi pasar.

Seperti yang diungkapkan juru bicara aksi, Jalil, bahwa argumentasi Bupati Cirebon yang mengatakan untuk mendapatkan bantuan penuh dari pemerintah pusat untuk pembangunan pasar harus sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan oleh pusat. Menurut Jalil, argumentasi bupati tersebut tidak berlandaskan aturan apapun.

"Argumentasi Bupati hanya asal bicara saja, tanpa dilandasi aturan yang baku. Ada apa, ko ngotot relokasi? yang pedagang jelas - jelas menolaknya. Relokasi bukan solusi, harusnya revitalisasi," ujarnya kepada setaranews disela - sela aksi, Sabtu (02/04).

Lebih lanjut Jalil menjelaskan, berdasarkan Permendagri No 61 tahun 2015, dalam pasal 3 ayat 2 menyebutkan bahwa kriteria pasar rakyat (tradisional) adalah pasar yang memenuhi luas lahan minimal 5000m, jumlah pedagang minimal 750, operasional pasar harian dan terletak di Kabupaten/kota.

"Dengan aturan tersebut argumentasi bupati bisa dibantah. Pasar sumber sudah masuk kriteria yang sesuai dengan peraturan perundang - undangan. Pasar sumber memiliki luas 5000m, dengan jumlah pedagang lebih dari seribu. Sudah masuk dalam kriteria pasar dengan tipe A," jelasnya.

Tak hanya itu, Jalil pun menuturkan, Kementrian Perdagangan (Kemendag), memberikan sejumlah syarat khusus untuk revitalisasi pasar. Sarat itu, kata Dia, yakni mendahulukan pasar yang terkena bencana, seperti kebakaran. Dalam meminta bantuan dana, pasal 7 aturan yang sama menjelaskan bahwa pasar yang termasuk kriteria tipe A untuk anggaran revitalisasi menggunakan dana tugas bantuan yang bersumber dari APBN.

"Pasca terjadi kebakaran, seharusnya Pemda langsung mengumpulkan sarat dan kemudian mengajukan ke pusat. Pemda sebagai pemohon cukup melampirkan bukti dari instansi yang berwenang bahwa kebakaran bukan karena faktor kesengajaan. Ini sudah 9 bulan tapi belum juga ada kepastian, ada apa? Kenapa ngotot untuk relokasi," tukasnya.

Jalil justru mencurigai dibalik ngototnya Pemkab ada kepentingan tertentu. Ia menghawatirkan jangan - jangan pasar sumber yang lama akan dijadikan atau disulap menjadi pasar modern, seperti beberapa kasus didaerah - daerah lain.

"Ada kepentingan apa, jangan - jangan mau disulap menjadi pasar modern seperti mall, departement store dll,  seperti yang terjadi dibeberapa daerah. Itu jangan sampai terjadi, kita akan tetap memperjuangkan pasar lama, aksi akan terus dilakukan dengan jumlah masa yang akan terus meningkat," pungkasnya.

Reporter: Khairul Anwar

Editor: Epri Fahmi Aziz

Fotografer: AdrianN

 

ORMAWA Dilingkungan FISIP Terancam Tidak Melaksanakan LPJ

Tidak ada komentar

Jumat, 01 April 2016

Unswagati Cirebon, setaranews.com – Ormawa dilingkungan FISIP Unswagati terancam tidak melaksanakan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), sebagai bentuk pertanggung jawaban atas kegiatan yang telah dilakukan selama satu periode kepengurusan. Hal tersebut dibuktikan dengan surat pengunduran diri dari ketua DPM sekaligus pernyataan tidak bisa menjalankan tugas yang salah satunya menggelar LPJ bagi ormawa dilingkungan FISIP, dalam hal ini BEMF.

Menindak lanjuti surat pengunduran diri dari ketua DPMF Ahmad Saehu, pihak fakultas melalui WD III menggelar rapat ormawa yang dihadiri oleh perwakilan ormawa di lingungan FISIP. Dikatakan oleh Wakil Dekan III Fisip Khaerudin Imawan, pertemuan tersebut membahas langkah yang akan diambil.

“Pengunduran diri dari Ahmad Saehu yang diterima fakultas tanggal 15 Maret lalu. Pengunduran ini dikarenakan Ketua DPMF sibuk kerja dan tidak adanya anggota yang lain,” ujarnya kepada setaranews, Jumat (01/04), ketika ditemui di ruang rapat serbaguna FISIP.

Lebih lanjut, Khaerudin menuturkan DPMF merupakan lembaga yang memfasilitasi terlaksananya LPJ bagi ormawa dilingkungan FISIP. Dalam rapat tersebut ormawa akan melaksana musyawarah untuk menentukan siapa yang akan menjadi presidium. Presidium itu sendiri,

“Perwakilan ormawa-ormawa yang bertanggung jawab seperti DPMF untuk menghasilkan proses LPJ. Perwakilan tadi akan melakukan musyawarah untuk menentukan siapa yang akan dijadikan pimpinanannya, istilahnya presidium,” katanta.

Dalam surat yang diajukan, ketua DPMF pun meminta maaf  mengenai tidak adanya LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban) yang dibuat dan tidak adanya kegiatan apapun yang dibuat oleh DPMF. Selama proses permusyawarahan berlangsung, fakultas akan memfasilitasi semuanya “fakultas tidak punya hak suara, silahkan mereka urus sendiri, kita hanya memfasilitasi. Penentuan ketua ya terserah mereka”. Lanjutnya.

Dilain pihak, kritik pun datang dari mahasiswa FISIP itu sendiri, Hasbi, Ia mengatakan apabila DPMF mengundurkan diri kemudian tidak melaksanakan LPJ, lantas bagaimana proses LPJ bagi ormawa yang lain. Kata dia, jangan sampai ormawa lainnya pun tidak melaksanakan LPJ.

“Tidak lantas dengan adanya surat tersebut kemudian selesai perkara, LPJ ormawa lainnya bagaimana? Kalau mau dibentuk presidium pun hal pertama yang harus dilakukan yaitu menggelar LPJ untuk BEM dan ormawa yang lain, baru kemudian mengantarkan terbentuknya BEM dan DPM yang baru,” pungkasnya.

Jurnalis: Tuti Andriyani

Editor: Epri Fahmi Aziz

Bahayanya Mengkonsumi Narkotika, Moralitas Bisa Sirna

Tidak ada komentar

Kamis, 31 Maret 2016

Unswagat Cirebon, Setaranews.com - Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HIMAJEMEN) mengadakan diskusi bulanan yang bertemakan “We Care, Becaose We Know” yang dibawakan oleh pihak BNN (Badan Narkotika Nasional) Kota Cirebon. Diskusi ini difokuskan pada rendahnya moralitas akibat mengkonsumsi narkotika.

Seperti yang diungkapkan oleh Ketua Pelaksana acara diskusi, Sella Inggriani, diskusi ini bertujuan untuk menjadikan mahasiswa lebih peduli mengingat rapuhnya nilai moral dilingkungan kota Cirebon itu sendiri, yang salah satu penyebabnya yaitu narkotika yang menjamur dikalangan pemuda, atau mahasiswa.

“kita sebagai mahasiswa harus mengetahui dan harus peduli betapa rapuhnya nilai moral di kota Cirebon ini, khususnya narkotika yang perlahan merusak nilai moral kita,” ungkapnya kepada setaranews, Kamis (31/03)

Lanjut Shella, bahwa diskusi ini merupakan kegiatan rutin bulanan dari HIMAJEMEN itu sendiri. Namun, dikarenakan proses sosialisasi kami kurang maka jumlah peserta yang menghadiri acara diskusi ini belum optimal.

"Kuota peserta yang disediakan panitia sebanyak 40 peserta yang difokuskan pada mahasiswa jurusan manajemen, tapi diskusi hanya dihadiri oleh 27 mahasiswa jurusan manajemen saja, yang terdiri dari 15 peserta non-HIMAJEMEN, dan 12 peserta lainya berasal dari anggota HIMAJEMEN sendri," katanya. (Awank)

 

Editor: Epri Fahmi Aziz

1 April Harga BBM Turun, Tarif Transportasi Disesuaikan

Tidak ada komentar
Jakarta, Setaranews.com- Pemerintah Republik Indonesia kembali menurunkan harga bahan bakar minyak(BBM). Hl ini disampaikan langusng oleh menteri Enegri dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Sudirman Said Rabu (30/3)

"Hari ini, kami putuskan harga BBM untuk premium menjadi Rp 6.450 dan solar Rp 5.150," ujar Sudairman Said dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan.

Sudirman juga menyampaikan bahwa Harga baru BBM ini mulai berlaku pada Jum’at 1 April mendatang. Patut diketahui harga Premium yang sebelumnya Rp 6.950 turun Rp 500 menjadi Rp 6.450. begitupun dengan solar, harga yang semula Rp. 5.650 turun Rp 500 menjadi Rp 5.150.

Selain menteri ESDM, menteri Perhubungan Ignasius Jonan juga mengungkapkan akan menyesuaikan tarif transportasi melihat turunya harga bahan bakar minyak tersebut.

“Kira-kira transportasi umum akan kita kirim surat ke kepala daerah, penurunannya 3 persen. Tergantung mau pakai premium atau solar” kata mantan Dirut PT KAI tersebut,

Transportasi umum disini mliputi angkutan darat antar kota, angkutan antar kota antar provinsi, angkutan dalam kota. Selain itu penurunan tarif juga bakal diberlakukan untuk moda transportasi Kereta api, kapal laut dan pesawat terbang.

 

 

Masih Ada Mahasiswa Tak Tahu Petisi Online

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com- Akhir-akhir ini petisi online sedang sering terdengar di Univeritas Swadaya Gunung Jati, meski begitu ternyata masih ada mahasiswa yang tidak paham tentang apa itu petisi online.

Beberapa mahasiswa yang kami temui mengaku tidak tahu menahu soal apa faktor yang diangkat dari petisi online tersebut. Beberapa malah tidak paham apa itu petisi online?

Salah satunya mahasiswa yang kami jumpai fakultas keguruan ilmu pendidikan program studi bahasa inggris yang enggan disebutkan namanya. Salah seorang mahasiswa menyebutkan dirinya tidak mengerti perihal petisi online. Namun ketika ditanya keluhan. Mahasiswa tadi menyebut sinyal wifi dikampus mesti segera di perkuat agar dapat mudah mengerjakan tugas.

"Petisi online? ga tau apa-apa baru denger juga mungkin karena kurang update juga dan kalo ngisi mungkin lebih ke fasilitas wifi yang harus di perbaiki agar lebih cepat soalnya wifinya lama jadi gimana mau ngerjain tugas atau browsing bahan-bahan kuliah ini penting banget." Tuturnya.

Petisi online sendiri saat ini tengah marak di Unswagati. Makna dari Petisi online sendiri meminta agar kampus dapat mendengarkan aspirasi mahasiswa untuk membenahi segala persoalan yang terjadi di Universitas yang memiliki tujuh Fakultas ini.

 

BEM-U Ancam Boikot Penerimaan Mahasiswa Baru

Tidak ada komentar

Selasa, 29 Maret 2016

Unswagati, Setaranews.com- Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas telah melontarkan pernyataan sikap kepada Universitas untuk menghapus dengan segera biaya Heregistrasi. BEM U bahkan mematok tanggal 4 April untuk pihak universitas menghapus biaya yang beberapa hari belakangan jadi perbincangan mahasiswa.

Bukan hanya mematok tanggal penghapusan. BEM U juga mengancam akan memboikot penerimaan mahasiswa baru periode 2016-2017. Lewat orasinya Ihsan Amala Presiden Mahasiswa Unswagati dengan tegas membenarkan hal itu.

“serta tidak akan mendukung atau memboikot penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2016-2017 yang diselenggarakan pihak universitas. Karena telah terjadi pembohongan publik kektika biaya calon mahasiswa baru diiming-imingi biaya kuliah murah, kualitas terbaik dan menyongsong PTN” Tegas Ihsann.

BEM U mengeluarkan empat poin pernyataan sikap yang intinya meminta pihak universitas dan yayasan swadaya gunung jati untuk mendengarkan aspirasi mahasiswa dan menghapus biaya heregistrasi.

Minta Biaya Heregistrasi dihapus, Ini Isi Empat Pernyataan Sikap BEM U

1 komentar
Unswagati, Setaranews.com- Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM U) siang tadi memberikan pernyataan sikap. Penryataan yang di sampaikan langsung oleh Presiden Mahasiswa di depan Kampus utama Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) itu berdasar atas kemuakan BEM terhadap kemunduran kualitas Universitas.

Ahmad Ihsan Amala dalam orasinya menyampaikan empat poin penting dalam pernyataan sikap BEM kali ini. berikut empat poin pernyataan Sikap BEM Universitas:

  1. Menolak berbagai macam kebijakan yang merugikan mahasiswa serta meminta Rektor menghapus biaya Heregistrasi

  2. Meminta ketua yayasan pendidikas Swadaya Gunung Jati untuk hadir menemui mahasiswa

  3. Meminta Rektor Universitas Swadaya Gunung Jati untuk hadir menemui mahasiswa dan menjelaskan tentang kondisi yang terjadi

  4. Meminta keputusan tentang penghapusan biaya heregistrasi selambat-lambatnya pada 4 April 2016.


Jika tuntutan BEM U tidak di gubris oleh pihak Universitas, maka mahasiswa lewat BEM Universitas akan membuat gerakan masif dan membuat pernyataan publik bahwa Unswagati adalah kampus yang mahal.

Usai Nonton, Ini Celoteh Penonton Teater Dugal “Lima Pintu”

Tidak ada komentar

Senin, 28 Maret 2016

Unswagati, Setaranews.com- Sabtu (26/03) pementasan teater dugal yang di sutradarai oleh Nono “Bisut” Suryono berlangsung tanggal 26-27 Maret di Aula Kampus Universitas Swadaya Gunung Jati berhasil mendapatkan apresiasi dari para penontonnya.

Menurut mahasiswa pendidikan Bahasa Inggris Deasy Kusuma mengemukakan bahwa teater dugal mampu menyuguhkan skenario teater yang buat penonontonya tidak bosan

“Teaternya rame, engga ngebetein, engga bikin jenuh juga. Harapan saya buat teater dugal buat kedepannya semoga lebih baik lagi, lebih rame lagi buat ditonton biar orang engga bosen, terus kalo bisa latarnya jangan gitu-gitu aja, monoton gitu” ujar Deasy.

Komentar lain datang dari Diah Agustin, mahasiswi yang mengaku sudah dua kali ini menonton pementasan teater dugal mengungkapkan celotehnya tentang isi teater. Menurutnya walaupun pementasan teater tahun lalu lebih menghibur bagi dirinya, namun mahasiswi tingkat dua itu tetap puas atas penampilan teater dugal semalam

“Masih menaarik yang pementasan kemarin yang berjudul “Bunga Rumah Makan” mungkin karena judul juga mempengaruhi. Kalo yang sekarang kayaknya ada yang kurang, ada yang ngeganjel. Yang sekarang juga bagus sih, tapi ya pasti ada kurangnya juga. Harapan saya buat teater dugal semoga bisa ngembangin lagi kreatifitasnya terus juga ceritanya harus dikembangin lagi. Semoga lebih sukses lagi, sampai selamanya bisa memproduksi karya-karya” ujar mahasiswi Pendidikan Ekonomi tersebut.

Tidak hanya dari mahasiswa Unswagati, akan tetapi mahasiswa IAIN Cirebon pun ikut menonton acara tersebut. Menurutnya, harmoni yang diciptkana para crew dan pemainlah yang buat pementasan teater dengan judul “5 Pintu” ini begitu istimewa

“Udah pas persiapannya bagus banget, hasilnya juga bagus, para pemainnya juga kompak, crew-crew nya juga hebat-hebat. Jadi yang luar biasalah. Engga kalah hebat sama pementasan teater lainnya. Pokoknya terbaik” ujar mahasiswa IAIN Cirebon itu.

Teater dengan Judul 5 Pintu ini pun rencananya akan mentas dua kali di kampus utama Unswagati. selain pada Sabtu malam (26/3) 5 Pintu juga hadir pada minggu malam (27/3). selain itu rencananya Teater dugal juga akan mementaskan judul 5 Pintu pada perhelatan Cirebon Teater Festival yang dihelat pada 2 hingga 12 April mendatang di Gedung kesenian Rarasantang.
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews