Responsive Ad Slot

Resensi Film: 'Dilarang Masuk!' Film Horror dengan Balutan Komedi yang Tangkas

Tidak ada komentar

Kamis, 18 Februari 2016

Setaranews.com - Lisa seorang murid baru yang memiliki tipikal pendiam baru saja menjadi siswa sekolah baru di sekolah Adit (pemeran utama di film tersebut) Akan tetapi pada suatu ketika Lisa hilang entah kemana. Kejadian ini membuat semua orang panik. Termasuk orang tua, guru dan siswa lain yang akhirnya kebingungan. Nah, yang terakhir kali melihat Lisa adalah Adit. Ia melihat Lisa di lantai atas sekolahnya.

Adit yang penasaran dengan hilangnya Lisa berinisiatif untuk mencari si anak baru tersebut bersama ke lima teman lain. Mereka ke tempat dimana Lisa terakhir di lihat. Pada suatu malam mereka nekat mencari Lisa di sekolah. Tujuanya sudah tentu lantai atas sekolah mereka. Dilantai atas itu mereka menemukan rambu Dilarang Masuk! Karena penasaran, Adit dan lima kawanya justru melanggar rambu yang sudah dipatri disana. Namun, yang didapat adalah sosok hantu menyeramkan.

Nah, setelah pencarian itulah Adit dan teman-teman justru menemukan kejadian-kejadian aneh. Adit dan lima temanya dihantui di kehidupan mereka. Merekapun merasa dihantui setelah mencari Lisa di lantai atas gedung sekolah. Akhirnya Adit dan lima temanya berinisiatif kembali ke lantai atas sekolah untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi.  Tapi kemanakah Lisa? Benarkah Lisa disana? Berhasilkah Adit dan teman temanya bertemu dengan Lisa?

Film Dilarang Masuk adalah film yang di produksi oleh Digital Film Media. Film ini akan membawa penonton menjerit tetapi juga akan membuat penonton terbahak. Ya, penempatan komedi dan horror sangat tangkas dipadukan padu di film ini. Akan tetapi, film ini jauh dari kesan sensual yang kadung di cap oleh masyarakat Indonesia.

Dibintangi oleh Sahila Hisyam, Maxime Bouttier, Jordy Onsu dan banyak bintang muda lainya film ini rencananya akan rilis di seluruh bioskop Indonesia pada 24 Maret 2016 mendatang, akan tetapi pada Rabu 17 Februari ini. Film Dilarang Masuk menyambangi Kota Cirebon, untuk menggelar roadshow. bertempat di bioskop 21 grage film ini berhasil menyedot banyak animo masyarakat kota udang tersebut.

Bagaimana penasaran dengan film Dilarang Masuk? Nantikan di bioskop 24 Maret Mendatang!

 

Cami Berkomentar Soal Unswagati

Tidak ada komentar

Minggu, 14 Februari 2016

Unswagati, Setaranews.com- Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon telah membuka penerimaan mahasiswa baru yang dilakukan pada awal Februari. Ini tanggapan dari salah satu calon mahasiswi (Cami) terhadap Unswagati.

"Unswagati merupakan universitas terbaik sewilayah ciayumajakuning, selain itu letak Unswagati sangat strategis dan dari segi bangunan sudah banyak perubahan sehingga membuat Unswagati terlihat rapih," ujar Della Sovia saat ditemui Setaranews pada (11/02).

"Saya memilih Unswagati karena saya ingin melanjutkan pendidikan dengan memilih jurusan Agribisnis," tutupnya.

Ini Kata Wakil Rektor I Soal Dibukanya PMB 2016/2017

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com- Pada 1 Februari 2016, Universitas Swadaya Gunung Jati telah membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2016/2017. Dikutip dari situs resmi Unswagati untuk PMB, rencananya PMB tahun ini akan terbagi menjadi II Gelombang.

Ditemui di ruangannya pada Kamis (11/02), Wakil Rektor I Unswagati, Dr. Alfandi, M.Si memaparkan sejumlah hal mengenai dibukanya PMB tahun ini, "Sistemnya tidak jauh berbeda dengan tahun kemarin, hanya perbedaannya yang pertama ada batasan kuota, lalu yang kedua dengan bertambahnya dosen, akhirnya biaya operasional sangat meningkat, sehingga mau tidak mau akan ada kenaikan biaya bagi mahasiswa."

Lalu, ia menambahkan, kenaikan biaya tersebut berlaku hanya untuk mahasiswa baru, tapi untuk mahasiswa lama kedepannya dibebani registrasi atas persyaratan dari Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti), karena mahasiswa harus diregistrasi secara online. Sementara hal tersebut sifatnya masih uji coba, dan telah diterapkan pada mahasiswa tingkat satu kemarin.

Terakhir, Wakil Rektor I Unswagati juga memberikan harapan untuk PMB tahun ini, "Kita kan sekarang berupaya meningkatkan semua kualitas ya, tetap kita berharap agar masyarakat memberikan kepercayaan kepada lembaga kita karena kita kan benar-benar yang diutamakan adalah kualitas." ujarnya.

Tangkal Radikalisme dengan Pramuka

Tidak ada komentar
Jakarta, Setaranews.com- Ikut dalam gerakan Pramuka menjadi salah satu cara untuk melatih dan mendidik anak-anak dan remaja agar dijauhkan dari radikalisme atau ekstremisme. Melalui Pramuka, generasi muda dilatih menjadi pemimpin dan mengamalkan Dasa Dharma Pramuka.

Hal itu yang disampaikan oleh Adhyaksa Dault selaku Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka di Kantor Presiden, Jakarta (5/2). Menurutnya, gerakan pramuka memberikan solusi di tengah paham radikalisme yang menjadi sorotan saat ini di masyarakat. Gerakan Pramuka mengagendakan jambore nasioal di Cibubur pada Agustus mendatang.

“Ini gelaran besar di tengah kegaulan banyak orang terhadap banyak aliran sesat. Saya kira pramuka ini yang paling penting untuk garda terdepan bagi bangsa ini kalau kita mau baik,” ujarnya.

Dalam kegiatan jambore nasional, para anggota Pramuka akan diberikan penjelasan tentang deradikalisme dan teknologi informasi dan dunia siber, “Anak-anak kelak akan jadi pemimpin, pramuka akan berperan dalam proses menjadikan anak-anak sebagai pemimpin yang tidak terpengaruh aliran ekstrem, untuk menangkal radikalisme dan paham ekstrem kiri dan kanan itu penting sekali dimasukkan pramuka,” tambahnya.

Kegiataan tersebut bertepatan dengan 55 tahun usia gerakan Pramuka. Pramuka ingin para anggotanya menyesuaikan diri dengan perkembangan informasi zaman sekarang, mengingat banyaknya paham radikal yang tersebar di media teknologi.

Selesai Dicetak, KTM Sudah Bisa Diambil

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com- Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) Universitas Swadaya Gunung Jati Gelombang 1 dan 2 sudah selesai dicetak. Mahasiswa dapat mengambil KTM di ruang Teknologi Informasi dan Kominikasi yang berada di kampus utama.

Pengambilan KTM sendiri bisa dilakukan secara individu maupun kelompok. Untuk pengambilan secara kelompok dapat dilakukan oleh ketua kelas dan menandatangani surat serah terima sebagai bukti pengambilan, namun bagi mahasiswa pendaftar gelombang 3, KTM belum selesai dicetak. Pihaknya pun belum mengetahui pasti keputusan dari pihak percetakan

"Untuk gelombang 3 belum selesai dicetak, pihak percetakan belum kesini lagi," ujar seorang staf.

 

 

 

Kartu Perpus Mahasiswa Tingkat Satu Siap Diambil

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com- Bagi mahasiswa tingkat satu yang belum memperoleh kartu anggota perpustakaan Universitas Swadaya Gunung Jati dapat mengambilnya di fakultas masing-masing.

Pihak perpustakaan universitas telah membenarkan hal tersebut dengan dikeluarkannya informasi berbentuk selembaran yang ditempel didepan pintu perpustakaan universitas, "Untuk mahasiswa tingkat satu kartu anggota perpustakaan universitas bisa diambil di fakultas masing-masing. Terimakasih!".

Setelah dibagikannya kartu keanggotaan perpustakaan universitas tersebut, diharapkan bisa meningkatkan budaya membaca dikalangan mahasiswa tingkat satu.
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews