Responsive Ad Slot

Akhir Tahun, Mahasiswa Ekonomi Adakan Bazzar

Tidak ada komentar

Jumat, 01 Januari 2016

Unswagati-Setaranews.com Dalam rangka memenuhi nilai akhir mata kuliah kewriausahaan (KWU) yang di gagas salah seorang dosen mata kuliah tersebut. Para mahasiswa fakultas ekonomi menggelar bazzar di sekitaran Fakultas Ekonomi kampus utama Universitas swadaya gunung jati (Unswagati). Al hasil kampus utamapun riuh oleh para pedagang yang tiba-tiba hadir di sekitaran fakultas ekonomi.

Bazzar yang diikuti oleh mahasiswa akuntansi itu berlangsung tiga hari dari tanggal 28 Desember hingga 30 Desember 2015 itupun berlangsung mulai pukul 08.00 hingga pukul 15.00 WIB. Para peserta bazzar dalam satu kelas masing-masing tiga kelompok. Uniknya, masing-masing kelompok boleh menentukan tema dan modalnya sendiri.

Salah saatunya adalah stand kelompok FB (Food & Beverage) yang berhasil tim setara temui. FB memilih tema “makanan enak bergizi dan terjangkau”. Menariknya semua makanan di stand ini di patok dengan harga Rp. 5000 saja untuk semua hidangan yang mereka sajikan. hidangan yang mereka jajakanpun beragam dengan nama dan cita rasa yang berbeda. Tak ayal, sebelum pukul 15.00 hidangan mereka habis terjual.

“Bazarnya udah mulai dari hari senin, sama responya rame terus  sekarang aja stand kita udah habis yang harusnya sampe jam 3 sore”  tutur melly salah seorang dari tim FB yang kami wawancarai.

Hadirnya bazzar ini pun menyedot perhatian banyak pihak dari mulai mahasiswa hingga dosen yang kemudian menjadi konsumen bazzar tersebut. Akan tetapi beberapa mahasiswa memberi saran agar hal yang seperti ini jangan sebentar diadakan.

“makanan sama minuman nya lumayan enak tapi mungkin kedepanya lebih di kreatifin  sama mungkin waktunya  sedikit lebih lama jadi ga cuma 3 hari” sebut Cici Purwanagalih salah seorang mahasiswa yang tengah membeli.

Sulit Ditemui, Rektor Dianggap Tidak Egaliter

Tidak ada komentar

Selasa, 29 Desember 2015

Unswagati, Setaranews.com-Rektor Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Prof. DR. H. Rochanda Wiradinata, MP begitu sulit ditemui oleh tim setaranews.com untuk kebutuhan pemberitaan.   Dalam beberapa kesempatan wawancara tim setara berusaha melakukan wawancara eksklusif mengenai beberapa hal yang patut dikonfirmasi oleh pucuk pimpinan  Unswagati tersebut. Beberapa liputan yang membutuhkan komentar dari Rektor diantaranya soal pencapaian di tahun 2015 dan resolusi Unswagati, sekaligus soal status penegrian Unswagati yang terancam batal , untuk kebutuhan buletin setara bulan Desember. Namun, Rektor sangan sulit ditemui dengan berbagai alasan.

Tim setara tidak berhasil menemui Rektor yang disebutkan tengah pergi ke luar kota.

“Sepekan ini pak Rektor belum bisa ditemui karena sedang banyak keperluan di luar kota.” begitu ujar salah seorang staf sekretariat Rektor Unswagati.

“Untuk sekarang jika ingin minta data atau wawancara Rektor bisa menghubungi WR IV (bidang kerjasama)” ujarnya kembali.

Sebelumnya pada Jumat (11/12) setara juga tak dapat bertemu Rektor Unswagati yang disebutkan Wakil Rektor III tengah menghadiri undangan Dikti di Surakarta.

Jauh sebelum itu tim setara juga selalu gagal dapat eksklusif mewawancarai Rektor, terhitung sejak Prof. Rochanda dilantik pada Februari 2014. Kendala yang paling sering adalah perginya Rektor ke luar kota atau negeri. Selama kepemipinan Rektor baru tim setara belum pernah mendapatkan wawancara secara eksklusif.

Menurut salah satu Mahasiwa Jurusan Ilmu Komunikasi, Muhamad Wildan, sebagai seorang pimpinan tentunya rektor menghargai kebebasan pers dan bisa egaliter terhadap kebutuhan media. Ia berharap, sebagai Rektor seharusnya bisa memberikan contoh kepada seluruh civitas akademik, dengan begitu nuansa akadademis akan lebih terasa.

"Seharusnya ya memang harus terbuka, apalagi terkait kebutuhan pers. Saya rasa sifat egaliter harus dicontohkan oleh seorang rektor," tukasnya.

 

Editor: Epri Fahmi Aziz

 

 

Berharap Menghasilkan Calon Entepreneur

Tidak ada komentar
Unswagati, setaranews.com – Fakultas Ekonomi (FE) melalui Program Studi (Prodi) Akuntansi dengan mata kuliah Kewirausahaannya mengajarkan kepada mahasiswa agar tidak berfokus untuk menjadi pekerja ketika telah usai menempuh studi. Tapi, mata kuliah Kewirausahaan mengajarkan bagaimana menciptakan peluang usaha yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan.

Dikatakan oleh salah seorang peserta praktik kewirausahaan, Dewi Utami,  sebelum mempraktikan kegiatan kewirausahaan ini mahasiswa ditugaskan untuk membuat proposal bisnis plan terlebih dahulu. Setelah itu, kata dia, dari proposal tersebut dipraktikan langsung dengan diberi waktu selama 2 hari.

“Sebelum mempraktikan kewirausahaan ini kita ditugaskan membuat proposal bisnis plan terlebih dahulu. Isinya terkait rencana detail usaha, deskripsi produk dan lain sebagainya,” ujarnya kepada setaranews, Senin 28 Desember 2015.

Lebih lanjut Dewi menuturkan, maksud dan tujuan dari praktik kewirausahaan ini agar mahasiswa bisa melihat peluang bisnis. Kata dia, dengan harapan mahasiswa ketika lulus tidak hanya mencari lapangan kerja. Akan tetapi, bisa menjadi seorang wirausaha (entepreneur) yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan.

“Dengan praktik ini kita diajarkan membuat rencana bisnis, melihat peluang bisnis. Tentunya agar bisa menjadi seorang entrepreneur yang bisa menciptakan lapangan kerja,” tambahnya.

Dijelaskan, bahwa kegiatan praktik kewirausahaan ini merupakan tugas ahir dari mata kuliah kewirausahaan, mahasiswa diberi waktu selama dua hari untuk mempraktikan wirausahanya yang sudah di rencanakan.

“Diberi waktu sehari, tapi besok ada lagi untuk kelompok lainnya. Jadi dua hari kalo ditambah sama kelompok lainnya. Sedangkan untuk modal kita patungan, dan keuntungannya pun akan dibagi rata dengan anggota kelompok,” tutupnya.

Bagi mahasiswa yang ingin menikmati berbagai produk dari mulai makanan olahan sampai minuman bisa langsung datang ke kampus satu Unswagati. Tepatnya yaitu di depan gedung utama FE Unswagati, Cirebon.

Editor: Epri Fahmi Aziz

Unswagati Batal Menjadi Negri

Tidak ada komentar
Cirebon, setaranews.com – Wacana akan penegrian Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) akhirnya batal. Hal itu, dikarenakan ada evaluasi dari pemerintah pusat. Melihat hal itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) akhirnya menginisiasi akan membangun kampus ITB di Cirebon, karena tidak ingin lahan 19 hektar milik Pemprov menjadi sia – sia (Mubazir).

Seperti yang diungkapkan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam acara Diesnatalis Unswagati, lahan 19 hektar milik Pemprov yang semula diperuntukan untuk penegrian Unswagati akhirnya dialihkan untuk pembangunan ITB di Cirebon.

Dikatakan oleh Aher (sapaan akrab Gubernur Jabar) Ia memberikan bocoran bahwa tahun 2016 mendatang pihaknya akan membangun ITB di Cirebon, dengan menggunakan lahan 19 hektar milik Pemprov Jabar.

“Tidak ingin ada kemubaziran lahan, tadinya untuk Unswagati, tapi karena ada evaluasi, jadi Pemprov memutuskan untuk membangun kampus ITB di Cirebon,” ujar Aher kepada setaranews, Minggu (27/12).

Lanjut Aher, ketika disinggung soal proses penegrian, sejatinya Unswagati masih dalam tahap proses penegrian. Kata dia, saat ini ada evaluasi dari pemerintah terkait kampus – kampus yang akan dinegrikan. Pihaknya masih menunggu hasil evaluasi. Sambil menunggu, kata Aher, agar lahan yang dimiliki tidak sia – sia maka pihaknya akan membangun kampus negri (ITB) di Cirebon.

“Sejatinya Unswgati akan tetap menjadi kampus besar di wilayah Ciayumajakuning. Karena ada evaluai dari pemerintah terkait kampus yang akan dinegrikan, maka kami masih menunggu hasil evaluasi tersebut,” tukasnya.

 

Editor: Epri Fahmi Aziz

Idental Selenggarakan Pelatihan Keradioan

Tidak ada komentar
Cirebon,Setaranews.com-Idental Radio salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa ditingkat Fakultas mengadakan pelatihan yang diperuntukan untuk calon anggota baru. Pelatihan tersebut memberikan gambaran kepada calon anggota mengenai Program Director (PD), Music Director, penyiaran , pemberitaan, produksi serta teknik promo event.

Dikatakan oleh Virli, selaku Ketua Pelaksana kegiatan dalam pelatihan kali ini pemateri yang diharikan merupakan pemateri yang profesian dan ahli dibidangnya. Lanjut Vilri, pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada calon anggota mengenai materi keradioan guna mengasah bakat dibidang penyiaran.

"Selain maksud dan tujuan tersebut, acara ini pun bertujuan memberikan wadah bagi mahasiswa yang memiliki minat dan bakat di bidang Broadcasting," katanya kepada setaranews.

Sementara itu dikatakan oleh Wina  salah seorang peserta yang juga calon anggota Idental Radio, mengungkapkan kesenangannya mengikuti elatihan tersebut. Kata dia, dalam pelatihan tersebut banyak memberikan ilmu, pengalaman, serta wawasan tentang dunia penyiaran.

“Pelatihan yang di adakan Idental Radio memberikan gambaran tentang seorang Penyiar.Menjadikan wawasan lebih luas tentang dunia Broadcasting.Masih ada kekurangan masalah anggota baru Idental Radio,mungkin ada yang kurang berminat dalam dunia penyiaran.” Ungkap Wina.

 

Editor: Epri Fahmi Aziz

Menteri PAN-RB Minta Walikota Cirebon Evaluasi Pejabat Pemkot

Tidak ada komentar

Senin, 28 Desember 2015

Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, Yuddy Chrisnandi meminta kepada Aparatur sipil negara di kota Cirebon yang dipimpin Walikota untuk memperbaiki akuntabilitas kinerja, sistem dan tata kelolanya, bahkan Menteri PAN RB menyarankan kepada Nasrudin Azis, Walikota Kota Cirebon agar tidak ragu untuk melakukan pergantian pejabat-pejabat kepala satuan kerja apabila dinilai tidak mampu melakukan tugas-tugasnya dan melaksanakan kegiatan-kegiatan pemerintahan yang melayani masyarakat dengan baik. Untuk pejabat-pejabat yang sudah menduduki posisinya selama dua tahun, perlu dilakukan evaluasi pergantian.
“Tidak ada peningkatan dalam pengelolaan pemerintahan dari tahun sebelumnya, padahal tahun sebelumnya sudah mencapai prestasi yang cukup. Walikota harus memiliki komitmen yang kuat untuk melakukan perbaikan-perbaikan dengan menata ulang personalia dalam satuan kerjanya.” Ujar Yudi Chrisnandi saat ditemui SetaraNews setelah memberikan keynote speech pada Seminar Nasional yang diadakan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon di hotel Apita, Senin (28/12).
Yudi melanjutkan bahwa pada awal tahun akan ada rapat pimpinan daerah yang memberikan target kerja dan kemudian akan dikoordinasikan antar rencana-rencana pembangunan daerah, tahapan-tahapan pelaksanaannya, dan implementasi anggaran, serta yang terakhir akan dilakukan evaluasi oleh masyarakat lewat survey kepuasan kinerja pemerintah. Dalam waktu tiga bulan kedepan walikota dihimbau untuk mengevaluasi semua kepala dinas dan kepala badan yang hasilnya akan menjadi acuan untuk pergantian jabatan.
“Cari yang sudah memiliki jenjang kepangkatan memadai dan adakan kontestasi atau seleksi terbuka. Jabatan-jabatan tersebut harus diisi oleh orang-orang terbaik agar akuntabilitas kinerja pemerintah maksimal.”
Pemerintah sendiri sudah menyiapkan dana minimal 100 miliar untuk setiap kabupaten/kota yang memiliki prestasi bagus dalam sektor pembangunan masyarakat yang salah satu pertimbangannya adalah laporan akuntabilitas kinerja pemerintah daerah. Karena hal tersebutlah, menteri menekankan untuk melakukan evaluasi agar kinerja pemerintah semakin lebih baik lagi.

Maksimalkan, Pemprov Alihkan Lahan untuk Pembangunan Kampus ITB

Tidak ada komentar
Cirebon, setaranews.com - Pemerintah Provinsi Jabar memiliki lahan 19 hektar di Cirebon untuk pembangungan kampus ITB di Cirebon. Sebelumnya, lahan tersebet akan diperuntukan untuk penegrian Unswagati. Namun, tidak ingin lahan menjadi mubazir akhirnya Pemkot mengalihkan lahan tersebut untuk membangus kampus ITB.

Dikatakan oleh Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, lahan 19 hektar yang semula diperuntukan untuk prasarat penegrian Unswagati, namun dikarenakan da evaluasi dari pemerintah pusat, pihak Pemprov tidak ingin lahannya menjadi sia - sia (mubazir). Aher pun sedikit memberikan bocoran bahwa tahun 2016 mendatakan akan dibangun kampus ITB di Cirebon.

Gubernur Jawa Barat memiliki lahan 19 ha di Cirebon yang akan di alokasikan untuk ITB DD (Institut Teknologi Bandung Diluar Domisili). Menurutnya saat sambutan acara Diesnatalis Unswagati ke 53, di Bima kota Cirebon pada Minggu (27/12), tanah tersebut untuk memenuhi syarat penegerian Unswagati Cirebon tetapi tidak jadi.

" Kita masih menunggu evaluasi dari pemerintah pusat, yang jelas saya tidak ingin lahan Pemprov mubazir. Tahun depann akan dibangun ITB di Cirebon." Ujarnya dalam sambutan Diesnatalis Unswagati sekaligus sosialisasi penyelenggaran PON, Minggu (27/12).

Aher mengatakan,  alasan dibangunnya ITB bahwa pihak Pemprov tidak ingin mensia-siakan lahan yang dimiliki Pemprov.

"Akibat ada evaluasi, tidak ingin ada kemubajiran, tadinya buat Unswagati. Jangan berkecil hati, Sejatinya Unswagati akan terus menjadi kampus yang besar." Tukasnya.

Menurut Gubernur Jabar yang sekaligus menjabat sebagai ketua PON XIX, mensosialisasikan bahwa Jabar terpilih menjadi tuan rumah untuk acara PON XIX, "PON Jabar 2016 tidak terpusat di Bandung Raya saja, tapi di 15 kota termasuk Cirebon." Ucapnya. Beliau berharap agar sukses dalam penyelenggaraan, sukses prestasi, Jabar harus juara umum, sukses ekonomi kreatif dan sukses administrasi.

Pada September 2016 mendatang, PON akan diselenggarakan termasuk di Cirebon, hal ini diharapkan dapat menjadi momentum kemajuan kota Cirebon. "Ke depan Cirebon akan semakin meningkat, saat tol cipali diresmikan, orang langsung memandang Cirebon menjadi perkotaan Masa depan. Di kota dan kabupaten Cirebon sedang dibangun untuk menyambut masa depan pariwisata, masa depan keramaian kota, akan ada 200 hotel di Cirebon." Katanya.

Selain itu, pembangunan bandara terbesar di Jabar luasnya sama dengan bandara Soekarno Hatta, "majalengka akan dibangun bandara terbesar di Jabar, kawasan Cirebon akan menjadi metropolitan baru." Ucapnya.

2015, FKIP Luluskan 509 Mahasiswa

Tidak ada komentar
Unswagati-SETARANEWS.COM Unswagati kembali meluluskan mahasiswa dalam acara Pelepasan Lulusan Sarjana Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Tahun Akademik 2015/2016. Acara yang bertempat di Hotel Zamrud ini berlangsung sejak pukul 09.00 WIB. Sejumlah sivitas akademik Unswagati dan mahasiswa lulusan FKIP menghadiri acara ini. Tahun ini FKIP meluluskan mahasiswa bergelar sarjana pendidikan sejumlah 509. Pendidikan ekonomi berjumlah 112, Pendidikan Matematika sejumlah 169, Pendidikan Bahasa Inggris sejumlah 176, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia sejumlah 51.

Adapun empat lulusan terbaik dalam acara yudisium kali ini diraih oleh Dian Febri Wulandari mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dengan IPK 3.58 yudisium Dengan Pujian, Pendidikan Bahasa Inggris diraih oleh Asep Sunandar dengan IPK 3.79 yudisium Dengan Pujian, Pendidikan Matematika diraih oleh Indra Andriyani dengan IPK 3.72 yudisium Dengan Pujian, terakhir dari Pendidikan Ekonomi diraih oleh Lulu Rahayu dengan IPK 3.64 yudisium Dengan Pujian.

Asep Sunandar, mahasiswa lulusan terbaik FKIP tahun ini menyampaikan pidato-nya dalam bahasa inggris. Dalam pidato-nya tersebut ia menekankan pada peningkatan fasilitas dan sarana kampus untuk menunjang proses pembelajaran.

Dekan FKIP, Abdul Rozak dalam pidatonya mengajak mahasiswa untuk membuat program dan menuliskan mimpinya tentang Unswagati, berkontribusi agar mahasiswa dapat lulus empat tahun, serta mengontrol dosen yang kurang baik, “mahasiswa dituntut agar dapat berkontribusi selama empat tahun sehingga tidak menjadi beban rasio dosen dan mahasiswa. Beberapa lulusan pun sedang berjuang untuk program SM-3T. Kami juga akan mengontrol dosen yang kurang baik”, pungkasnya.
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews