Sulit Ditemui, Rektor Dianggap Tidak Egaliter

Tidak ada komentar

Selasa, 29 Desember 2015

Unswagati, Setaranews.com-Rektor Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Prof. DR. H. Rochanda Wiradinata, MP begitu sulit ditemui oleh tim setaranews.com untuk kebutuhan pemberitaan.   Dalam beberapa kesempatan wawancara tim setara berusaha melakukan wawancara eksklusif mengenai beberapa hal yang patut dikonfirmasi oleh pucuk pimpinan  Unswagati tersebut. Beberapa liputan yang membutuhkan komentar dari Rektor diantaranya soal pencapaian di tahun 2015 dan resolusi Unswagati, sekaligus soal status penegrian Unswagati yang terancam batal , untuk kebutuhan buletin setara bulan Desember. Namun, Rektor sangan sulit ditemui dengan berbagai alasan.

Tim setara tidak berhasil menemui Rektor yang disebutkan tengah pergi ke luar kota.

“Sepekan ini pak Rektor belum bisa ditemui karena sedang banyak keperluan di luar kota.” begitu ujar salah seorang staf sekretariat Rektor Unswagati.

“Untuk sekarang jika ingin minta data atau wawancara Rektor bisa menghubungi WR IV (bidang kerjasama)” ujarnya kembali.

Sebelumnya pada Jumat (11/12) setara juga tak dapat bertemu Rektor Unswagati yang disebutkan Wakil Rektor III tengah menghadiri undangan Dikti di Surakarta.

Jauh sebelum itu tim setara juga selalu gagal dapat eksklusif mewawancarai Rektor, terhitung sejak Prof. Rochanda dilantik pada Februari 2014. Kendala yang paling sering adalah perginya Rektor ke luar kota atau negeri. Selama kepemipinan Rektor baru tim setara belum pernah mendapatkan wawancara secara eksklusif.

Menurut salah satu Mahasiwa Jurusan Ilmu Komunikasi, Muhamad Wildan, sebagai seorang pimpinan tentunya rektor menghargai kebebasan pers dan bisa egaliter terhadap kebutuhan media. Ia berharap, sebagai Rektor seharusnya bisa memberikan contoh kepada seluruh civitas akademik, dengan begitu nuansa akadademis akan lebih terasa.

"Seharusnya ya memang harus terbuka, apalagi terkait kebutuhan pers. Saya rasa sifat egaliter harus dicontohkan oleh seorang rektor," tukasnya.

 

Editor: Epri Fahmi Aziz

 

 

Berharap Menghasilkan Calon Entepreneur

Tidak ada komentar
Unswagati, setaranews.com – Fakultas Ekonomi (FE) melalui Program Studi (Prodi) Akuntansi dengan mata kuliah Kewirausahaannya mengajarkan kepada mahasiswa agar tidak berfokus untuk menjadi pekerja ketika telah usai menempuh studi. Tapi, mata kuliah Kewirausahaan mengajarkan bagaimana menciptakan peluang usaha yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan.

Dikatakan oleh salah seorang peserta praktik kewirausahaan, Dewi Utami,  sebelum mempraktikan kegiatan kewirausahaan ini mahasiswa ditugaskan untuk membuat proposal bisnis plan terlebih dahulu. Setelah itu, kata dia, dari proposal tersebut dipraktikan langsung dengan diberi waktu selama 2 hari.

“Sebelum mempraktikan kewirausahaan ini kita ditugaskan membuat proposal bisnis plan terlebih dahulu. Isinya terkait rencana detail usaha, deskripsi produk dan lain sebagainya,” ujarnya kepada setaranews, Senin 28 Desember 2015.

Lebih lanjut Dewi menuturkan, maksud dan tujuan dari praktik kewirausahaan ini agar mahasiswa bisa melihat peluang bisnis. Kata dia, dengan harapan mahasiswa ketika lulus tidak hanya mencari lapangan kerja. Akan tetapi, bisa menjadi seorang wirausaha (entepreneur) yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan.

“Dengan praktik ini kita diajarkan membuat rencana bisnis, melihat peluang bisnis. Tentunya agar bisa menjadi seorang entrepreneur yang bisa menciptakan lapangan kerja,” tambahnya.

Dijelaskan, bahwa kegiatan praktik kewirausahaan ini merupakan tugas ahir dari mata kuliah kewirausahaan, mahasiswa diberi waktu selama dua hari untuk mempraktikan wirausahanya yang sudah di rencanakan.

“Diberi waktu sehari, tapi besok ada lagi untuk kelompok lainnya. Jadi dua hari kalo ditambah sama kelompok lainnya. Sedangkan untuk modal kita patungan, dan keuntungannya pun akan dibagi rata dengan anggota kelompok,” tutupnya.

Bagi mahasiswa yang ingin menikmati berbagai produk dari mulai makanan olahan sampai minuman bisa langsung datang ke kampus satu Unswagati. Tepatnya yaitu di depan gedung utama FE Unswagati, Cirebon.

Editor: Epri Fahmi Aziz

Unswagati Batal Menjadi Negri

Tidak ada komentar
Cirebon, setaranews.com – Wacana akan penegrian Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) akhirnya batal. Hal itu, dikarenakan ada evaluasi dari pemerintah pusat. Melihat hal itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) akhirnya menginisiasi akan membangun kampus ITB di Cirebon, karena tidak ingin lahan 19 hektar milik Pemprov menjadi sia – sia (Mubazir).

Seperti yang diungkapkan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam acara Diesnatalis Unswagati, lahan 19 hektar milik Pemprov yang semula diperuntukan untuk penegrian Unswagati akhirnya dialihkan untuk pembangunan ITB di Cirebon.

Dikatakan oleh Aher (sapaan akrab Gubernur Jabar) Ia memberikan bocoran bahwa tahun 2016 mendatang pihaknya akan membangun ITB di Cirebon, dengan menggunakan lahan 19 hektar milik Pemprov Jabar.

“Tidak ingin ada kemubaziran lahan, tadinya untuk Unswagati, tapi karena ada evaluasi, jadi Pemprov memutuskan untuk membangun kampus ITB di Cirebon,” ujar Aher kepada setaranews, Minggu (27/12).

Lanjut Aher, ketika disinggung soal proses penegrian, sejatinya Unswagati masih dalam tahap proses penegrian. Kata dia, saat ini ada evaluasi dari pemerintah terkait kampus – kampus yang akan dinegrikan. Pihaknya masih menunggu hasil evaluasi. Sambil menunggu, kata Aher, agar lahan yang dimiliki tidak sia – sia maka pihaknya akan membangun kampus negri (ITB) di Cirebon.

“Sejatinya Unswgati akan tetap menjadi kampus besar di wilayah Ciayumajakuning. Karena ada evaluai dari pemerintah terkait kampus yang akan dinegrikan, maka kami masih menunggu hasil evaluasi tersebut,” tukasnya.

 

Editor: Epri Fahmi Aziz

Idental Selenggarakan Pelatihan Keradioan

Tidak ada komentar
Cirebon,Setaranews.com-Idental Radio salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa ditingkat Fakultas mengadakan pelatihan yang diperuntukan untuk calon anggota baru. Pelatihan tersebut memberikan gambaran kepada calon anggota mengenai Program Director (PD), Music Director, penyiaran , pemberitaan, produksi serta teknik promo event.

Dikatakan oleh Virli, selaku Ketua Pelaksana kegiatan dalam pelatihan kali ini pemateri yang diharikan merupakan pemateri yang profesian dan ahli dibidangnya. Lanjut Vilri, pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada calon anggota mengenai materi keradioan guna mengasah bakat dibidang penyiaran.

"Selain maksud dan tujuan tersebut, acara ini pun bertujuan memberikan wadah bagi mahasiswa yang memiliki minat dan bakat di bidang Broadcasting," katanya kepada setaranews.

Sementara itu dikatakan oleh Wina  salah seorang peserta yang juga calon anggota Idental Radio, mengungkapkan kesenangannya mengikuti elatihan tersebut. Kata dia, dalam pelatihan tersebut banyak memberikan ilmu, pengalaman, serta wawasan tentang dunia penyiaran.

“Pelatihan yang di adakan Idental Radio memberikan gambaran tentang seorang Penyiar.Menjadikan wawasan lebih luas tentang dunia Broadcasting.Masih ada kekurangan masalah anggota baru Idental Radio,mungkin ada yang kurang berminat dalam dunia penyiaran.” Ungkap Wina.

 

Editor: Epri Fahmi Aziz

Menteri PAN-RB Minta Walikota Cirebon Evaluasi Pejabat Pemkot

Tidak ada komentar

Senin, 28 Desember 2015

Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, Yuddy Chrisnandi meminta kepada Aparatur sipil negara di kota Cirebon yang dipimpin Walikota untuk memperbaiki akuntabilitas kinerja, sistem dan tata kelolanya, bahkan Menteri PAN RB menyarankan kepada Nasrudin Azis, Walikota Kota Cirebon agar tidak ragu untuk melakukan pergantian pejabat-pejabat kepala satuan kerja apabila dinilai tidak mampu melakukan tugas-tugasnya dan melaksanakan kegiatan-kegiatan pemerintahan yang melayani masyarakat dengan baik. Untuk pejabat-pejabat yang sudah menduduki posisinya selama dua tahun, perlu dilakukan evaluasi pergantian.
“Tidak ada peningkatan dalam pengelolaan pemerintahan dari tahun sebelumnya, padahal tahun sebelumnya sudah mencapai prestasi yang cukup. Walikota harus memiliki komitmen yang kuat untuk melakukan perbaikan-perbaikan dengan menata ulang personalia dalam satuan kerjanya.” Ujar Yudi Chrisnandi saat ditemui SetaraNews setelah memberikan keynote speech pada Seminar Nasional yang diadakan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon di hotel Apita, Senin (28/12).
Yudi melanjutkan bahwa pada awal tahun akan ada rapat pimpinan daerah yang memberikan target kerja dan kemudian akan dikoordinasikan antar rencana-rencana pembangunan daerah, tahapan-tahapan pelaksanaannya, dan implementasi anggaran, serta yang terakhir akan dilakukan evaluasi oleh masyarakat lewat survey kepuasan kinerja pemerintah. Dalam waktu tiga bulan kedepan walikota dihimbau untuk mengevaluasi semua kepala dinas dan kepala badan yang hasilnya akan menjadi acuan untuk pergantian jabatan.
“Cari yang sudah memiliki jenjang kepangkatan memadai dan adakan kontestasi atau seleksi terbuka. Jabatan-jabatan tersebut harus diisi oleh orang-orang terbaik agar akuntabilitas kinerja pemerintah maksimal.”
Pemerintah sendiri sudah menyiapkan dana minimal 100 miliar untuk setiap kabupaten/kota yang memiliki prestasi bagus dalam sektor pembangunan masyarakat yang salah satu pertimbangannya adalah laporan akuntabilitas kinerja pemerintah daerah. Karena hal tersebutlah, menteri menekankan untuk melakukan evaluasi agar kinerja pemerintah semakin lebih baik lagi.

Maksimalkan, Pemprov Alihkan Lahan untuk Pembangunan Kampus ITB

Tidak ada komentar
Cirebon, setaranews.com - Pemerintah Provinsi Jabar memiliki lahan 19 hektar di Cirebon untuk pembangungan kampus ITB di Cirebon. Sebelumnya, lahan tersebet akan diperuntukan untuk penegrian Unswagati. Namun, tidak ingin lahan menjadi mubazir akhirnya Pemkot mengalihkan lahan tersebut untuk membangus kampus ITB.

Dikatakan oleh Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, lahan 19 hektar yang semula diperuntukan untuk prasarat penegrian Unswagati, namun dikarenakan da evaluasi dari pemerintah pusat, pihak Pemprov tidak ingin lahannya menjadi sia - sia (mubazir). Aher pun sedikit memberikan bocoran bahwa tahun 2016 mendatakan akan dibangun kampus ITB di Cirebon.

Gubernur Jawa Barat memiliki lahan 19 ha di Cirebon yang akan di alokasikan untuk ITB DD (Institut Teknologi Bandung Diluar Domisili). Menurutnya saat sambutan acara Diesnatalis Unswagati ke 53, di Bima kota Cirebon pada Minggu (27/12), tanah tersebut untuk memenuhi syarat penegerian Unswagati Cirebon tetapi tidak jadi.

" Kita masih menunggu evaluasi dari pemerintah pusat, yang jelas saya tidak ingin lahan Pemprov mubazir. Tahun depann akan dibangun ITB di Cirebon." Ujarnya dalam sambutan Diesnatalis Unswagati sekaligus sosialisasi penyelenggaran PON, Minggu (27/12).

Aher mengatakan,  alasan dibangunnya ITB bahwa pihak Pemprov tidak ingin mensia-siakan lahan yang dimiliki Pemprov.

"Akibat ada evaluasi, tidak ingin ada kemubajiran, tadinya buat Unswagati. Jangan berkecil hati, Sejatinya Unswagati akan terus menjadi kampus yang besar." Tukasnya.

Menurut Gubernur Jabar yang sekaligus menjabat sebagai ketua PON XIX, mensosialisasikan bahwa Jabar terpilih menjadi tuan rumah untuk acara PON XIX, "PON Jabar 2016 tidak terpusat di Bandung Raya saja, tapi di 15 kota termasuk Cirebon." Ucapnya. Beliau berharap agar sukses dalam penyelenggaraan, sukses prestasi, Jabar harus juara umum, sukses ekonomi kreatif dan sukses administrasi.

Pada September 2016 mendatang, PON akan diselenggarakan termasuk di Cirebon, hal ini diharapkan dapat menjadi momentum kemajuan kota Cirebon. "Ke depan Cirebon akan semakin meningkat, saat tol cipali diresmikan, orang langsung memandang Cirebon menjadi perkotaan Masa depan. Di kota dan kabupaten Cirebon sedang dibangun untuk menyambut masa depan pariwisata, masa depan keramaian kota, akan ada 200 hotel di Cirebon." Katanya.

Selain itu, pembangunan bandara terbesar di Jabar luasnya sama dengan bandara Soekarno Hatta, "majalengka akan dibangun bandara terbesar di Jabar, kawasan Cirebon akan menjadi metropolitan baru." Ucapnya.

2015, FKIP Luluskan 509 Mahasiswa

Tidak ada komentar
Unswagati-SETARANEWS.COM Unswagati kembali meluluskan mahasiswa dalam acara Pelepasan Lulusan Sarjana Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Tahun Akademik 2015/2016. Acara yang bertempat di Hotel Zamrud ini berlangsung sejak pukul 09.00 WIB. Sejumlah sivitas akademik Unswagati dan mahasiswa lulusan FKIP menghadiri acara ini. Tahun ini FKIP meluluskan mahasiswa bergelar sarjana pendidikan sejumlah 509. Pendidikan ekonomi berjumlah 112, Pendidikan Matematika sejumlah 169, Pendidikan Bahasa Inggris sejumlah 176, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia sejumlah 51.

Adapun empat lulusan terbaik dalam acara yudisium kali ini diraih oleh Dian Febri Wulandari mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dengan IPK 3.58 yudisium Dengan Pujian, Pendidikan Bahasa Inggris diraih oleh Asep Sunandar dengan IPK 3.79 yudisium Dengan Pujian, Pendidikan Matematika diraih oleh Indra Andriyani dengan IPK 3.72 yudisium Dengan Pujian, terakhir dari Pendidikan Ekonomi diraih oleh Lulu Rahayu dengan IPK 3.64 yudisium Dengan Pujian.

Asep Sunandar, mahasiswa lulusan terbaik FKIP tahun ini menyampaikan pidato-nya dalam bahasa inggris. Dalam pidato-nya tersebut ia menekankan pada peningkatan fasilitas dan sarana kampus untuk menunjang proses pembelajaran.

Dekan FKIP, Abdul Rozak dalam pidatonya mengajak mahasiswa untuk membuat program dan menuliskan mimpinya tentang Unswagati, berkontribusi agar mahasiswa dapat lulus empat tahun, serta mengontrol dosen yang kurang baik, “mahasiswa dituntut agar dapat berkontribusi selama empat tahun sehingga tidak menjadi beban rasio dosen dan mahasiswa. Beberapa lulusan pun sedang berjuang untuk program SM-3T. Kami juga akan mengontrol dosen yang kurang baik”, pungkasnya.

Sempat Ditunda, LDK BEM-U Akhirnya Dilaksanakan

Tidak ada komentar

Rabu, 23 Desember 2015

Unswagati, Setaranews.com- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unswagati mengadakan LDK pertamanya dengan tema membangun etos kepemimpinan yang berintegritas dan bersinergi.. LDK yang diberi nama lain Leadership Camp (LC) ini diadakan selama tiga hari dari 19 s.d 21 Desember 2015 yang bertempat di Telaga Nilem kabupaten Kuningan. Acara ini diikuti oleh seluruh staf kementerian sebanyak 41 peserta. BEM-U menghadirkan pemateri dari Kapolres Kota Cirebon, Kabiro Kemahasiswaan Unswagati, Demisioner BEM-U periode 2014/2015 Tumpas Febriyanta serta jajarannya dan EO ini ditutup dengan pelantikan untuk seluruh staf kementerian.

"Tujuan LDK ini adalah agar peserta yang notabene-nya akan menjadi bagian dari BEM-U memiliki jiwa kepemimpinan dan dapat bekerja sama dengan semua anggota BEM sesuai dengan visi-misi BEM-U 2015/2016", ujar Hasan Basri, Ketua Pelaksana LDK

"Sempat terjadi masalah keuangan, jadi LDK kita tunda selama dua minggu, tapi alhamdulillah semuanya lancar sesuai yang direncanakan", pungkasnya.

Penulisan Naskah Adakan Pameran Foto Jurnalistik

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com- Salah satu mata kuliah pilihan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sasta Indonesia yaitu Penulisan Naskah  mengadakan pameran foto jurnalistik pada Selasa (22/12) yang bertempat di kampus 2 Universitas Swadaya Gunung Jati. Acara ini diadakan oleh mahasiswa tingkat 3 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dalam rangka Ujian Akhir Semester (UAS).

Acara tersebut mengambil tema "Potret Kampus" dengan judulnya yaitu All About Campus, “Mahasiwa yang mengambil mata kuliah pilihan Penulisan Naskah 3 wajib mengikuti acara ini” ujar Fuad Hasan selaku ketua Pelaksana.

“Intinya sih kita kan ngambil tema potret kampus, kita itu pengen ngasih tau bahwa ini loh keindahan kampus, ini loh kebagusan kampus, dan ini loh kekurangan kampus yang harus dibenahi lebih lanjut” tambahnya. Isi dari acara ini yaitu memamerkan foto, feature, artikel yang pernah dimuat di koran, dan berbagai penampilan seperti Beat Box, Bass, dan Sastra (Puisi). “Kita juga mengadakan lomba juga yaitu lomba foto selfie yang menang dapat hadiah,  lomba ini bebas untuk siapa saja dan tidak di pungut biaya” tutupnya.

Ulang Tahun Lagi, Umur Unswagati Justru Berkurang

Tidak ada komentar

Sabtu, 19 Desember 2015

Unswagati, Setaranews.com- Ada yang menarik dari perayaan dies natalis yang akan Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon selenggarakan di akhir bulan nanti. Bukan hanya soal ulang tahun yang kedua kalinya dalam setahun. Tetapi, juga karena umur Unswagati yang justru berkurang pada dies natalisnya kali ini.

Ya. Pada awal 2015 lalu kita semua tahu jika Unswagati sudah melaksanakan dies natalisnya yang ke 54 pada 16 Januari lalu. Namun, pada penghujung tahun ini Unswagati kembali melangsungkan dies natalisnya yang justru berumur ke 53. Hal ini disebabkan koreksi Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) yang menilai dies natalis Unswagati seharusnya diambil dari tanggal peresmian Universitas, bukan pendirian yayasan seperti yang 16 Januari lalu di selenggarakan.

Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP pernah mengkonfirmasi hal ini. Iya membenarkan adanya koreksi yang dilakukan oleh Dikti ini ketika memberikan sambutan pada Januri lalu, “Menurut analisa awal Unswagati lahir 16 Januari 1961, tapi ada revisi setelah dapat petuah dari dikti, Unswagati itu lahir pada 29 Desember 1962, jadi tahun ini kita dua kali mengadakan dies natalis ” kata Rektor. Pada dies natalisnya kali ini Unswagati kembali mengadakan serangkaian acara. Puncaknya adalah prosesi wisuda yang akan dilangsungkan pada 29 Desember nanti.

Wadek III FISIP Klarifikasi Isu Pembekuan BEM-F

Tidak ada komentar

Rabu, 16 Desember 2015

UNSWAGATI, SETARANEWS.COM – Beberapa waktu lalu sempat beredar isu mengenai pembekuan kinerja BEM FISIP yang diputuskan oleh pihak Dekanat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik terkait kasus pemukulan yang dilakukan oleh oknum aktivis BEM-F tersebut. Rumornya Dekan FISIP telah melayangkan surat atas pembekuan BEM-F, selain itu juga melarang salah satu alumni FISIP untuk memasuki lingkungan fakultas karena dianggap meresahkan.

Namun pada Senin (14/12) lalu Wakil Dekan III FISIP mengklarifikasi isu tersebut mewakili Dekan yang tidak bisa ditemui saat itu, beliau menyampaikan bahwa kabar tersebut hanyalah desas-desus. Pasalnya pihak Dekan tidak mempunyai hak untuk membekukan organisasi mahasiswa FISIP. Mengenai surat pembekuan Wadek III Fisip pun mengaku tidak tahu-menahu.

“Sepengetahuan saya belum ada surat keputusan apapun terkait pembahasan tadi, kalau pun ada kebijakan-kebijakan pasti ada keputusan resminya, ini kan rumor, sejauh ini belum liat suratnya belum liat keputusannya”, ujar Wadek III.

Selain itu Wadek III juga menjelaskan bahwa apabila ada aktivis kampus melalukan suatu kesalahan fatal kemudian tak lantas langsung membekukan organisasinya, namun sanksi hanya pada seseorang tersebut, “Kalau aktivis berbuat salah, dalam kategori berbuat pelanggaran misalnya bukan kemudian lantas organisasinya yang dibekukan tetapi orangnya selayaknya mendapatkan sanksi”, tambah beliau saat ditemui di ruangannya.

Sampai saat ini permasalahan tersebut masih menunggu keputusan Senat Fakultas dan belum ada surat apa pun.

BEM-U Gelar Festival Musik dan Pekan Kewirausahaan

Tidak ada komentar

Selasa, 15 Desember 2015

Unswagati, Setaranews.com- Ada yang berbeda di halaman parkir kampus satu Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon pada Senin malam (14/12). Halaman yang biasanya hanya diisi oleh beberapa kendaraan dan beberapa orang mendadak ramai oleh kerumunan orang yang sedang menikmati acara Festival Musik dan Pekan Kewirausahaan yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa bekerja sama dengan Famouz Cafe. Acara yang diagendakan menjadi program rutin oleh Kementrian Olahraga, Seni dan Budaya dua minggu sekali atau paling tidak sebulan sekali ini dimulai dari pukul 15.00 s.d. 23.00 WIB.

Selain acara hiburan berupa penampilan musik dari beberapa band eksternal serta UKM Seni dan Budaya, di depan stage juga sudah disediakan stand untuk mahasiswa menyalurkan produk kewirausahaannya. Namun karena sosialisasi yang kurang, stand tersebut belum diisi secara maksimal oleh mahasiswa. Sosialisasi sendiri hanya dilakukan melalui sosial media berupa Facebook, Twitter dan Instagram BEM Universitas. Hal ini diakui oleh Ihsan Amala, Presiden Mahasiswa Unswagati ketika ditemui Setaranews, “Sosialisasinya memang kurang karena waktu yang sempit, acara ini sendiri baru disepakati dua hari yang lalu dan izin Rektorat pun baru sampai, mungkin jadi evaluasi kita aja kedepannya," tutur Mahasiswa Fakultas Ekonomi tersebut.

Dengan adanya acara seperti ini mahasiswa mempunyai wadah untuk menyalurkan minat dan bakat serta kewirausahaannya, selain itu juga agar mahasiswa dapat meningkatkan happiness index, “Mengingat keadaan kampus yang makin hari makin semrawut dengan parkiran atau lainnya, kami ingin menghadirkan sesuatu yang membuat mahasiswa menjadi bahagia karena salah satu tujuannya meningkatkan happiness index mahasiswa,” lanjutnya.

Harapan Ihsan dengan diadakannya acara ini yaitu dapat merangkul mahasiswa dari berbagai fakultas agar tidak ada sekat antara fakultas yang satu dengan lainnya karena salah satu misi BEM-U sendiri yaitu menyatukan mahasiswa Unswagati. Untuk mencapai misi tersebut banyak upaya yang dilakukan BEM-U salah satunya mengadakan aksi hari anti korupsi yang diadakan pada Rabu (9/12).

Ketua PPUM: Anggota Sibuk, LPJ Belum Juga Rampung

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com – Kendala yang dihadapi oleh PPUM (Panitia Pemilihan Umum Mahasiswa) dalam menyelesaikan LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban) ternyata ada pada kesiapan anggotanya sendiri. Kesibukan anggota dalam organisasinya masing-masing menjadi penyebab  LPJ PPUM sampai saat ini belum juga rampung.

“Ketika sudah kelar acara anggota pada malas, inilah penyakit organisasi,  yang lain juga pada sibuk masing-masing” tutur Ahmad Fauzan Azis selaku ketua PPUM saat ditemui Setaranews Kamis (10/12). Tugas PPUM sendiri sebenarnya sudah berakhir saat terpilihnya DPM-U (Dewan Perwakilan Mahasiswa-Universitas) beberapa waktu yang lalu.

Ketua PPUM yang juga mahasiswa pertanian ini sebenarnya sudah menargetkan bahwa LPJ akan rampung dua minggu setelah acara, “Targetnya dua minggu setelah acara, satu minggu saya kasih waktu untuk istirahat tapi setelah dua minggu disuruh pada kumpul hanya orang itu saja yang hadir, sedangkan yang harus LPJ adalah sekretaris dan bendahara,” ujarnya. Azis juga menambahkan bahwa dari pihak Presidium sendiri sampai saat ini belum pernah menagih atau bertanya mengenai LPJ PPUM. PPUM akan terus berusaha menyelesaikan LPJ ini dengan target baru yang telah ditetapkan bahwa LPJ ini akan selesai dalam waktu 1-2 minggu kedepan.

Terjerat Hukum di Malaysia, 759 WNI Dipulangkan

Tidak ada komentar
Kuala Lumpur, Setaranews.com- Pada Kamis (10/12) sebanyak 759 Warga Negara Indonesia (WNI) dipulangkan ke Tanah Air akibat terjerat hukum di Malaysia. WNI yang dipulangkan adalah WNI “Overstayer”(WNIO)/TKI “Undocumented” (TKIU) yang berasal dari tahanan imigrasi di wilayah kerja KBRI Kuala Lumpur, yaitu Tahanan Imigrasi Bukit Jalil, KLIA, Semenyih, Tanah Merah, Ajil dan Langkap. Mereka diterbangkan dari bandara KLI2 Kuala Lumpur menuju Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten dengan menggunakan pesawat komersial carteran yang dibiayai oleh negara.

Awalnya WNI dikumpulkan di Jakarta kemudian diantar menuju kampung halaman masing-masing. Pemulangan dilakukan dalam 2 Kelompok Terbang (Kloter) yaitu Kloter 1 sebanyak 373 orang, diantaranya 359 dewasa, 6 anak dan 8 bayi. Sementara itu Kloter 2 sebanyak 386 orang yang terdiri dari 343 dewasa, 21 anak dan 22 bayi.

Pemulangan WNI merupakan Program Repatriasi WNIO/TKIU yang dicanangkan Kabinet Kerja dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi, “Program tersebut sebagai salah satu bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan bagi WNI/TKI yang berada di luar negeri,” ujar Duta Besar RI untuk Malaysia, Herman Prayitno seperti yang dikutip dari Antaranews.

Terhitung sejak awal September 2015, KBRI Kuala Lumpur telah memulangkan WNIO/TKIU kelompok rentan sebanyak 519 orang, dengan kembali dipulangkannya 759 repatrian, maka jumlah seluruh WNIO/TKIU yang telah dipulangkan menjadi sebanyak 1.278 orang.

 

UKM Seni dan Budaya Gelar Temab Angkatan 16

Tidak ada komentar

Rabu, 09 Desember 2015

MAJALENGKA, SetaraNews.com- Unit Kegiatan Mahasiswa Seni dan Budaya menggelar kegiatan tahunan Tes Mental dan Bakat (Temab) angkatan 16 di Obyek Wisata Patilasan Prabu Siliwangi, Majalengka guna membentuk calon anggota yang profesional dalam menjalankan roda-roda organisasi.

Puluhan Mahasiswa Unswagati yang tergabung dalam UKM Seni dan Budaya mengikuti Tes Mental dan Bakat (Temab) sebagai tahapan untuk menjadi anggota di UKM Seni dan Budaya. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini terhitung sejak  5 s.d 7 Desember 2015 mengusung tema “Berkarya Dan Mengabdi” guna mewujudkan semangat para calon anggota dalam berorganisasi. Meskipun kegiatan ini merupakan agenda tahunan, namun kali ini banyak perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya, seperti yang diutarakan oleh wanita yang biasa disapa Nonok selaku ketua pelaksana, “Pada tahun ini banyak sekali perbedaan, salah satunya jumlah peserta yang lebih banyak dari tahun kemarin hingga mencapai 65 orang, hal ini disebebkan karena jarak open recruitment dan Temab yang berdekatan”. Kegiatan ini diisi berbagai kegiatan diantaranya adalah pemaparan materi, tes mental dan bakat, games, pentas seni dan api unggun. Selain itu juga peserta masih akan menjalani kegiatan lanjutan lagi sesampainya mereka dikampus, “Setelah peserta tiba dikampus, mereka akan didandani layaknya orang gila oleh panitia dan akan disebar, tujuannya agar lebih percaya diri dan memantapkan kembali mental para peserta” lanjutnya.

Kegiatan ini memberikan banyak manfaat positif yang bisa didapatkan peserta, “Banyak pelajaran yang bisa kami dapat disini diantaranya bisa menambah teman, belajar mengenal alam dan tentunya lebih mengenal dunia seni” ujar Eva Nurazizah salah satu peserta. Namun ada beberapa hal yang disayangkan oleh panitia, yaitu kurangnya dukungan dari pihak universitas terbukti dengan tidak adanya dukungan penuh dalam hal pendanaan untuk kelancaran kegiatan ini, “Dari anggaran yang kami ajukan pihak universitas hanya memberikan kurang dari separuh anggaran pengajuan,  sampai panitia harus menanggung tunggakan  pembayaran tempat” tutur ketua pelaksana. Harapan panitia setelah diadakannya kegiatan ini peserta bisa berproses dengan baik di UKM Seni dan Budaya, sehingga bisa meneruskan kepengurusan berikutnya. Selain itu juga pihak universitas harus mendukung penuh kegiatan-kegiatan ormawa baik secara moril, maupun materil, tidak pilih kasih. (Syahru)

Dana Terlambat, LDK dan Pelantikan BEM-U di Undur

Tidak ada komentar

Sabtu, 05 Desember 2015

Unswagati, Setaranews.com- Rencana dilaksanakannya Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) dan pelantikan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati pada minggu ini terpaksa diundur sampai 19 Desember 2015. Hal ini dikarenakan keterlambatan pencairan dana dan juga izin dari Wakil Rektor III, “Rencananya kita akan melaksanakan LDK di Telaga Nilem, LDK akan dilaksanakan pada hari Sabtu, Minggu dan diakhiri dengan pelantikannya pada hari senin” ujar Ihsan saat ditemui pada Kamis (03/12).
Dengan diundurnya LDK dan pelantikan, pihak BEM-U tidak menginginkan adanya kekosongan, “Jadi untuk minggu ini kemungkinan kita ada kegiatan pembaharuan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga perlu ada revisi terkait dengan kementerian-kementerian dan aturan-aturan yang akan kita pakai pada kabinet sekarang, kita ingin tidak ada kekosongan kegiatan, ketika ada program yang diundurkan berarti otomatis minggu ini terjadi kekosongan, dan kita tidak mau itu terjadi” tuturnya.
Bahkan BEM-U sudah merencanakan acara yang akan dilaksanakan untuk memperingati hari Anti Korupsi yang jatuh pada 09 Desember, “Dan kami rencanakan ketika nanti tanggal 09 Desember hari anti korupsi kami akan melakukan creative campaign, akan kita dokumentasikan dan akan kita masukan juga ke youtube, semoga itu bisa menjadi inspirasi banyak orang dan kita berharap banyak orang yang melihat Unswagati ini mahasiswanya mau berkomitmen anti korupsi dan bisa menginspirasi orang banyak, itu yang kita harapkan” tambahnya. “Mungkin untuk bulan Desember ini, ibarat kita mau balapan kita lagi fokus nyiapin mobilnya dulu, bulan Januari InsyaAllah kita mulai bertugas, kita juga minta doa dan dukungannya kepada seluruh mahasiwa supaya nanti ketika tahun depan kita mulai bertugas banyak program kerja yang akan dilakukan, program kerja tersebut bisa terlaksana dengan sukses apabila dukungan dari mahasiswanya juga maksimal” tutupnya.

Monatorium Hentikan Sementara Penegerian Unswagati

Tidak ada komentar

Kamis, 03 Desember 2015

Cirebon, Setaranews.com– Hingga saat ini Universitas Swadaya Gunung Jati belum juga beralih status dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) menjadi  Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Adanya monatorium dari pemerintah membuat Unswagati harus menunda peralihan status tersebut. Hal ini diakui oleh Asep Djajuli selaku ketua yayasan saat ditemui Setaranews, “Kita mah sudah siap negeri, hanya sekarang kebijakan pemerintah seluruhnya penegerian ditunda karena ada monatorium, tidak dibatalkan tapi ditunda.” ujarnya. Akan tetapi saat ditanya mengenai sampai kapan monatorium tersebut, ketua yayasan tidak mengetahui serta memaparkan jika rektor yang lebih tahu.

Kabar Unswagati akan menjadi negeri telah lama terdengar, kurang lebih 6 tahun lamanya. Masalah yang dihadapi Unswagati pun tak hanya monatorium melainkan pembebasan tanah yang hingga saat ini masih terkendala. Tanah yang dimiliki Unswagati baru sekitar 21 hektar, masih kurang 9 hektar, karena syarat menjadi PTN harus memiliki luas tanah 30 hektar.

Wajah Setupatok Saat Kemarau

Tidak ada komentar
Cirebon, Setaranews.com - Kemarau berkepanjangan mengakibatkan setu atau semacam bendungan air menjadi kering, namun kekeringan tersebut rupanya dimanfaatkan oleh anak-anak untuk mengambil rumput sekitaran setu yang kering untuk pakan ternak, "Ini buat pakan ternak, lumayan banyak” kata seorang anak yang ditemui di sekitar setu.

Jangka Waktu Pendek, Informasi Beasiswa Terbatas

Tidak ada komentar

Selasa, 01 Desember 2015

Unswagati, Setaranews.com- Informasi mengenai beasiswa, khususnya beasiswa Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Disdik Jabar) terbatas karena melalui anggaran perubahan di tingkat Provinsi dan jangka waktu untuk menyelesaikan berkas hanya empat hari sejak diinformasikan. Pada Senin (23/11) pihak Universitas baru menerima informasi mengenai beasiswa Disdik Jabar, sementara untuk penyerahan berkas diminta pada Kamis (26/11), namun karena waktu yang dirasa terlalu singkat maka pihak Universitas mengajukan keterlambatan berkas kepada Dikmenti sampai dengan Sabtu kemarin.

Pendaftaran beasiswa Disdik Jabar dilakukan melalui seleksi fakultas, selanjutnya seleksi universitas, lalu pihak universitas mengajukan ke Provinsi Jawa Barat untuk diseleksi dan ditetapkan Daftar Nominator Tetap (DNT).  Pada tahun 2015 kriteria penerima beasiswa Disdik Jabar diutamakan bagi yang tidak mampu, hafal Al-Quran minimal lima juz dan memiliki prestasi. Sementara itu untuk jumlah penerima beasiswa dibagi menurut struktur yang ada di fakultas, selanjutnya pihak fakultas menyaring pendaftar beasiswa, setelah itu mengajukan ke pihak provinsi untuk disaring dan dibuat SK (Surat Keputusan)  melalui penetapan DNT.

Informasi beasiswa disosialisasikan oleh pihak fakultas, “Cara menginformasikan diserahkan pada pihak fakultas, tapi dari kami menyarankan untuk dipasang di mading, diinformasikan lewat web seperti halnya Fakultas Pertanian”, ujar Sangaji, staf Wakil Rektor III. Menurut Sangaji, mahasiswa dituntut aktif untuk mencari link beasiswa tidak hanya mengandalkan sosialisasi dari fakultas maupun universitas, “Mahasiswa harus aktif mencari link beasiswa karena beasiswa sendiri kan bukan hanya Disdik Jabar, masih banyak beasiswa yang lain seperti beasiswa Djarum, beasiswa Indocement” tutupnya.
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews