Responsive Ad Slot

Ulang Tahun Lagi, Umur Unswagati Justru Berkurang

Tidak ada komentar

Sabtu, 19 Desember 2015

Unswagati, Setaranews.com- Ada yang menarik dari perayaan dies natalis yang akan Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon selenggarakan di akhir bulan nanti. Bukan hanya soal ulang tahun yang kedua kalinya dalam setahun. Tetapi, juga karena umur Unswagati yang justru berkurang pada dies natalisnya kali ini.

Ya. Pada awal 2015 lalu kita semua tahu jika Unswagati sudah melaksanakan dies natalisnya yang ke 54 pada 16 Januari lalu. Namun, pada penghujung tahun ini Unswagati kembali melangsungkan dies natalisnya yang justru berumur ke 53. Hal ini disebabkan koreksi Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) yang menilai dies natalis Unswagati seharusnya diambil dari tanggal peresmian Universitas, bukan pendirian yayasan seperti yang 16 Januari lalu di selenggarakan.

Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP pernah mengkonfirmasi hal ini. Iya membenarkan adanya koreksi yang dilakukan oleh Dikti ini ketika memberikan sambutan pada Januri lalu, “Menurut analisa awal Unswagati lahir 16 Januari 1961, tapi ada revisi setelah dapat petuah dari dikti, Unswagati itu lahir pada 29 Desember 1962, jadi tahun ini kita dua kali mengadakan dies natalis ” kata Rektor. Pada dies natalisnya kali ini Unswagati kembali mengadakan serangkaian acara. Puncaknya adalah prosesi wisuda yang akan dilangsungkan pada 29 Desember nanti.

Wadek III FISIP Klarifikasi Isu Pembekuan BEM-F

Tidak ada komentar

Rabu, 16 Desember 2015

UNSWAGATI, SETARANEWS.COM – Beberapa waktu lalu sempat beredar isu mengenai pembekuan kinerja BEM FISIP yang diputuskan oleh pihak Dekanat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik terkait kasus pemukulan yang dilakukan oleh oknum aktivis BEM-F tersebut. Rumornya Dekan FISIP telah melayangkan surat atas pembekuan BEM-F, selain itu juga melarang salah satu alumni FISIP untuk memasuki lingkungan fakultas karena dianggap meresahkan.

Namun pada Senin (14/12) lalu Wakil Dekan III FISIP mengklarifikasi isu tersebut mewakili Dekan yang tidak bisa ditemui saat itu, beliau menyampaikan bahwa kabar tersebut hanyalah desas-desus. Pasalnya pihak Dekan tidak mempunyai hak untuk membekukan organisasi mahasiswa FISIP. Mengenai surat pembekuan Wadek III Fisip pun mengaku tidak tahu-menahu.

“Sepengetahuan saya belum ada surat keputusan apapun terkait pembahasan tadi, kalau pun ada kebijakan-kebijakan pasti ada keputusan resminya, ini kan rumor, sejauh ini belum liat suratnya belum liat keputusannya”, ujar Wadek III.

Selain itu Wadek III juga menjelaskan bahwa apabila ada aktivis kampus melalukan suatu kesalahan fatal kemudian tak lantas langsung membekukan organisasinya, namun sanksi hanya pada seseorang tersebut, “Kalau aktivis berbuat salah, dalam kategori berbuat pelanggaran misalnya bukan kemudian lantas organisasinya yang dibekukan tetapi orangnya selayaknya mendapatkan sanksi”, tambah beliau saat ditemui di ruangannya.

Sampai saat ini permasalahan tersebut masih menunggu keputusan Senat Fakultas dan belum ada surat apa pun.

BEM-U Gelar Festival Musik dan Pekan Kewirausahaan

Tidak ada komentar

Selasa, 15 Desember 2015

Unswagati, Setaranews.com- Ada yang berbeda di halaman parkir kampus satu Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon pada Senin malam (14/12). Halaman yang biasanya hanya diisi oleh beberapa kendaraan dan beberapa orang mendadak ramai oleh kerumunan orang yang sedang menikmati acara Festival Musik dan Pekan Kewirausahaan yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa bekerja sama dengan Famouz Cafe. Acara yang diagendakan menjadi program rutin oleh Kementrian Olahraga, Seni dan Budaya dua minggu sekali atau paling tidak sebulan sekali ini dimulai dari pukul 15.00 s.d. 23.00 WIB.

Selain acara hiburan berupa penampilan musik dari beberapa band eksternal serta UKM Seni dan Budaya, di depan stage juga sudah disediakan stand untuk mahasiswa menyalurkan produk kewirausahaannya. Namun karena sosialisasi yang kurang, stand tersebut belum diisi secara maksimal oleh mahasiswa. Sosialisasi sendiri hanya dilakukan melalui sosial media berupa Facebook, Twitter dan Instagram BEM Universitas. Hal ini diakui oleh Ihsan Amala, Presiden Mahasiswa Unswagati ketika ditemui Setaranews, “Sosialisasinya memang kurang karena waktu yang sempit, acara ini sendiri baru disepakati dua hari yang lalu dan izin Rektorat pun baru sampai, mungkin jadi evaluasi kita aja kedepannya," tutur Mahasiswa Fakultas Ekonomi tersebut.

Dengan adanya acara seperti ini mahasiswa mempunyai wadah untuk menyalurkan minat dan bakat serta kewirausahaannya, selain itu juga agar mahasiswa dapat meningkatkan happiness index, “Mengingat keadaan kampus yang makin hari makin semrawut dengan parkiran atau lainnya, kami ingin menghadirkan sesuatu yang membuat mahasiswa menjadi bahagia karena salah satu tujuannya meningkatkan happiness index mahasiswa,” lanjutnya.

Harapan Ihsan dengan diadakannya acara ini yaitu dapat merangkul mahasiswa dari berbagai fakultas agar tidak ada sekat antara fakultas yang satu dengan lainnya karena salah satu misi BEM-U sendiri yaitu menyatukan mahasiswa Unswagati. Untuk mencapai misi tersebut banyak upaya yang dilakukan BEM-U salah satunya mengadakan aksi hari anti korupsi yang diadakan pada Rabu (9/12).

Ketua PPUM: Anggota Sibuk, LPJ Belum Juga Rampung

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com – Kendala yang dihadapi oleh PPUM (Panitia Pemilihan Umum Mahasiswa) dalam menyelesaikan LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban) ternyata ada pada kesiapan anggotanya sendiri. Kesibukan anggota dalam organisasinya masing-masing menjadi penyebab  LPJ PPUM sampai saat ini belum juga rampung.

“Ketika sudah kelar acara anggota pada malas, inilah penyakit organisasi,  yang lain juga pada sibuk masing-masing” tutur Ahmad Fauzan Azis selaku ketua PPUM saat ditemui Setaranews Kamis (10/12). Tugas PPUM sendiri sebenarnya sudah berakhir saat terpilihnya DPM-U (Dewan Perwakilan Mahasiswa-Universitas) beberapa waktu yang lalu.

Ketua PPUM yang juga mahasiswa pertanian ini sebenarnya sudah menargetkan bahwa LPJ akan rampung dua minggu setelah acara, “Targetnya dua minggu setelah acara, satu minggu saya kasih waktu untuk istirahat tapi setelah dua minggu disuruh pada kumpul hanya orang itu saja yang hadir, sedangkan yang harus LPJ adalah sekretaris dan bendahara,” ujarnya. Azis juga menambahkan bahwa dari pihak Presidium sendiri sampai saat ini belum pernah menagih atau bertanya mengenai LPJ PPUM. PPUM akan terus berusaha menyelesaikan LPJ ini dengan target baru yang telah ditetapkan bahwa LPJ ini akan selesai dalam waktu 1-2 minggu kedepan.

Terjerat Hukum di Malaysia, 759 WNI Dipulangkan

Tidak ada komentar
Kuala Lumpur, Setaranews.com- Pada Kamis (10/12) sebanyak 759 Warga Negara Indonesia (WNI) dipulangkan ke Tanah Air akibat terjerat hukum di Malaysia. WNI yang dipulangkan adalah WNI “Overstayer”(WNIO)/TKI “Undocumented” (TKIU) yang berasal dari tahanan imigrasi di wilayah kerja KBRI Kuala Lumpur, yaitu Tahanan Imigrasi Bukit Jalil, KLIA, Semenyih, Tanah Merah, Ajil dan Langkap. Mereka diterbangkan dari bandara KLI2 Kuala Lumpur menuju Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten dengan menggunakan pesawat komersial carteran yang dibiayai oleh negara.

Awalnya WNI dikumpulkan di Jakarta kemudian diantar menuju kampung halaman masing-masing. Pemulangan dilakukan dalam 2 Kelompok Terbang (Kloter) yaitu Kloter 1 sebanyak 373 orang, diantaranya 359 dewasa, 6 anak dan 8 bayi. Sementara itu Kloter 2 sebanyak 386 orang yang terdiri dari 343 dewasa, 21 anak dan 22 bayi.

Pemulangan WNI merupakan Program Repatriasi WNIO/TKIU yang dicanangkan Kabinet Kerja dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi, “Program tersebut sebagai salah satu bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan bagi WNI/TKI yang berada di luar negeri,” ujar Duta Besar RI untuk Malaysia, Herman Prayitno seperti yang dikutip dari Antaranews.

Terhitung sejak awal September 2015, KBRI Kuala Lumpur telah memulangkan WNIO/TKIU kelompok rentan sebanyak 519 orang, dengan kembali dipulangkannya 759 repatrian, maka jumlah seluruh WNIO/TKIU yang telah dipulangkan menjadi sebanyak 1.278 orang.

 
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews