Responsive Ad Slot

Dana Terlambat, LDK dan Pelantikan BEM-U di Undur

Tidak ada komentar

Sabtu, 05 Desember 2015

Unswagati, Setaranews.com- Rencana dilaksanakannya Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) dan pelantikan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati pada minggu ini terpaksa diundur sampai 19 Desember 2015. Hal ini dikarenakan keterlambatan pencairan dana dan juga izin dari Wakil Rektor III, “Rencananya kita akan melaksanakan LDK di Telaga Nilem, LDK akan dilaksanakan pada hari Sabtu, Minggu dan diakhiri dengan pelantikannya pada hari senin” ujar Ihsan saat ditemui pada Kamis (03/12).
Dengan diundurnya LDK dan pelantikan, pihak BEM-U tidak menginginkan adanya kekosongan, “Jadi untuk minggu ini kemungkinan kita ada kegiatan pembaharuan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga perlu ada revisi terkait dengan kementerian-kementerian dan aturan-aturan yang akan kita pakai pada kabinet sekarang, kita ingin tidak ada kekosongan kegiatan, ketika ada program yang diundurkan berarti otomatis minggu ini terjadi kekosongan, dan kita tidak mau itu terjadi” tuturnya.
Bahkan BEM-U sudah merencanakan acara yang akan dilaksanakan untuk memperingati hari Anti Korupsi yang jatuh pada 09 Desember, “Dan kami rencanakan ketika nanti tanggal 09 Desember hari anti korupsi kami akan melakukan creative campaign, akan kita dokumentasikan dan akan kita masukan juga ke youtube, semoga itu bisa menjadi inspirasi banyak orang dan kita berharap banyak orang yang melihat Unswagati ini mahasiswanya mau berkomitmen anti korupsi dan bisa menginspirasi orang banyak, itu yang kita harapkan” tambahnya. “Mungkin untuk bulan Desember ini, ibarat kita mau balapan kita lagi fokus nyiapin mobilnya dulu, bulan Januari InsyaAllah kita mulai bertugas, kita juga minta doa dan dukungannya kepada seluruh mahasiwa supaya nanti ketika tahun depan kita mulai bertugas banyak program kerja yang akan dilakukan, program kerja tersebut bisa terlaksana dengan sukses apabila dukungan dari mahasiswanya juga maksimal” tutupnya.

Monatorium Hentikan Sementara Penegerian Unswagati

Tidak ada komentar

Kamis, 03 Desember 2015

Cirebon, Setaranews.com– Hingga saat ini Universitas Swadaya Gunung Jati belum juga beralih status dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) menjadi  Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Adanya monatorium dari pemerintah membuat Unswagati harus menunda peralihan status tersebut. Hal ini diakui oleh Asep Djajuli selaku ketua yayasan saat ditemui Setaranews, “Kita mah sudah siap negeri, hanya sekarang kebijakan pemerintah seluruhnya penegerian ditunda karena ada monatorium, tidak dibatalkan tapi ditunda.” ujarnya. Akan tetapi saat ditanya mengenai sampai kapan monatorium tersebut, ketua yayasan tidak mengetahui serta memaparkan jika rektor yang lebih tahu.

Kabar Unswagati akan menjadi negeri telah lama terdengar, kurang lebih 6 tahun lamanya. Masalah yang dihadapi Unswagati pun tak hanya monatorium melainkan pembebasan tanah yang hingga saat ini masih terkendala. Tanah yang dimiliki Unswagati baru sekitar 21 hektar, masih kurang 9 hektar, karena syarat menjadi PTN harus memiliki luas tanah 30 hektar.

Wajah Setupatok Saat Kemarau

Tidak ada komentar
Cirebon, Setaranews.com - Kemarau berkepanjangan mengakibatkan setu atau semacam bendungan air menjadi kering, namun kekeringan tersebut rupanya dimanfaatkan oleh anak-anak untuk mengambil rumput sekitaran setu yang kering untuk pakan ternak, "Ini buat pakan ternak, lumayan banyak” kata seorang anak yang ditemui di sekitar setu.

Jangka Waktu Pendek, Informasi Beasiswa Terbatas

Tidak ada komentar

Selasa, 01 Desember 2015

Unswagati, Setaranews.com- Informasi mengenai beasiswa, khususnya beasiswa Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Disdik Jabar) terbatas karena melalui anggaran perubahan di tingkat Provinsi dan jangka waktu untuk menyelesaikan berkas hanya empat hari sejak diinformasikan. Pada Senin (23/11) pihak Universitas baru menerima informasi mengenai beasiswa Disdik Jabar, sementara untuk penyerahan berkas diminta pada Kamis (26/11), namun karena waktu yang dirasa terlalu singkat maka pihak Universitas mengajukan keterlambatan berkas kepada Dikmenti sampai dengan Sabtu kemarin.

Pendaftaran beasiswa Disdik Jabar dilakukan melalui seleksi fakultas, selanjutnya seleksi universitas, lalu pihak universitas mengajukan ke Provinsi Jawa Barat untuk diseleksi dan ditetapkan Daftar Nominator Tetap (DNT).  Pada tahun 2015 kriteria penerima beasiswa Disdik Jabar diutamakan bagi yang tidak mampu, hafal Al-Quran minimal lima juz dan memiliki prestasi. Sementara itu untuk jumlah penerima beasiswa dibagi menurut struktur yang ada di fakultas, selanjutnya pihak fakultas menyaring pendaftar beasiswa, setelah itu mengajukan ke pihak provinsi untuk disaring dan dibuat SK (Surat Keputusan)  melalui penetapan DNT.

Informasi beasiswa disosialisasikan oleh pihak fakultas, “Cara menginformasikan diserahkan pada pihak fakultas, tapi dari kami menyarankan untuk dipasang di mading, diinformasikan lewat web seperti halnya Fakultas Pertanian”, ujar Sangaji, staf Wakil Rektor III. Menurut Sangaji, mahasiswa dituntut aktif untuk mencari link beasiswa tidak hanya mengandalkan sosialisasi dari fakultas maupun universitas, “Mahasiswa harus aktif mencari link beasiswa karena beasiswa sendiri kan bukan hanya Disdik Jabar, masih banyak beasiswa yang lain seperti beasiswa Djarum, beasiswa Indocement” tutupnya.
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews