Responsive Ad Slot

Dana Kemahasiwaan Disamaratakan

Tidak ada komentar

Sabtu, 07 November 2015

Unswagati, Setaranews.com- Dana kemahasiswaan atau dana bagi Organisasi Mahasiswa (Ormawa) sudah turun. Seperti yang diutarakan oleh Dudung Hidayat, SH, MH, pada Selasa (03/11), “Dana kemahasiswaan sudah turun, tapi sosialisasi mengenai berapa nilainya perunit kegiatan mahasiswa itu nanti akan kita sampaikan, untuk tahun sekarang ada kenaikan walaupun kenaikannya tidak sebagaimana yang diharapkan oleh para mahasiswa juga oleh saya, saya juga minta kenaikannya agak besar karena banyak kegiatan kemahasiswaan yang tidak tercover, tetapi walaupun seperti itu alhamdulillah ada kenaikan dari tahun kemarin” ujarnya.

Dana tersebut sudah lama turun melalui rapat kerja Universitas dan telah ditetapkan sekitar dua bulan yang lalu. Selain itu sudah mendapat Surat Keputusan (SK) oleh yayasan, “usulan saya sih besar tapi pada akhirnya dikabulkannya sekian itu kan sudah berbagai pertimbangan bukan hanya Universitas saja, tetapi juga dari yayasan dengan melihat aspek keuangan lembaga juga” tambahnya.

Pada tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun sekarang dana setiap ormawa disamakan, “setiap ormawa mendapat dana yang sama termasuk UKM olahraga yang terdiri dari beberapa divisi juga disamakan agar tidak menimbulkan kecemburuan adapun karena ada kegiatan-kegiatan lain ada stimulan misalnya seperti penggunaan lapangan karena kita belum punya fasilitas maka kita akan bantu walaupun tidak full seperti tahun kemarin"  tambahnya.

Inilah Sebab Terjadinya Kabut Asap

Tidak ada komentar
Setaranews.com – (05/11) Kabut asap yang melanda sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan sudah menjadi perbincangan serius sejak bulan Agustus lalu. Bencana asap di Kalimantan dan sumatera merupakan bencana alam namun bencana ini terjadi karena beberapa faktor seperti faktor iklim dan faktor manusia yang disebabkan oleh kekeringan yang berkepanjangan serta perusahaan-perusahaan  yang berkepentingan dengan cara membakar hutan agar lebih mudah membasmi gambut.

Lahan yang sudah gundul dijadikan perkebunan seperti perkebunan sawit dan perkebunan karet. Akibat penegakan hukum yang rendah maka pelaku-pelaku (red:pengusaha perkebunan) dengan sendirinya me-legal kan pembakaran hutan guna membasmi gambut karena dengan cara membakar lebih mudah dan lebih menekan biaya operasional. Namun, dampak yang terjadi adalah kabut asap yang tebal hingga mengganggu pernapasan warga sekitar. Banyak yang mengecam aksi pembakaran hutan ini salah satunya adalah Ahmad Faqih selaku dekan Fakultas Pertanian, “untuk perusahaan- perusahaan yang menjadi dalang diberi sanksi dicabut izin usaha dan oknum dipenjarakan karena sudah ada UUD tentang  perusakan lingkungan terlihat kebanyakan dari perusahaan asing dari perkebunan karet dan sawit" ujarnya.

Hal senada pun diungkapkan oleh salah satu mahasiswa pertanian yang mengatakan bahwa pelaku seharusnya mendapat sanksi. Bila pelaku adalah perusahaan maka sanksi yang diberikan adalah mencabut izin usahanya, sementara itu bila pelaku adalah perorangan maka sanksi yang diberikan yaitu mendapat hukuman pidana.

Untuk menanggulangi bencana  ini seharusnya setiap Negara berkontribusi dalam mengurangi dampak kabut asap bahkan mengurangi kebakaran hutan yang terjadi, “seharusnya ada kontribusi dari Negara penyumbang perusakan ozon, menurut hasil konverensi Negara Indonesia berkewajiban mengelola hutan tropis sebagai paru-paru dunia, maka jika sesuatu terjadi pada hutan di Indonesia maka Negara lain harus berkontribusi dalam menangani masalah ini” lanjut Ahmad Faqih selaku dekan Fakultas Pertanian.

Opini : Ironi Tradisi Bagi Mahasiswa Baru

Tidak ada komentar

Jumat, 06 November 2015

Penyambutan bagi mahasiswa baru di setiap Perguruan Tinggi menjadi agenda rutin setiap pergantian tahun ajaran, dengan mahasiswa baru sebagai peserta dan para pendahulu (baca:senior) sebagai panitia pelaksana kegiatannya. Tradisi tahunan seperti ini mengandung unsur kenangan dan pengalaman tersendiri baik bagi pelaksana maupun bagi peserta menurut tahun angkatannya.

Tradisi tahunan yang dilakukan di Perguruan Tinggi tempat penulis menuntut ilmu (Unswagati-Cirebon) ini bertajuk Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di mulai dari tingkatan Universitas hingga tingkatan Fakultas. Tradisi ini sebagai langkah untuk mengenalkan mahasiswa baru kepada kehidupan yang ada di kampusnya.

Kemudian setelah melalui tahapan PKKMB tingkat Fakultas, penulis masih harus melewati tahap tradisi selanjutnya, yakni tradisi yang bertajuk Kemah Bhakti bagi Mahasiswa. Tradisi seperti ini bertujuan untuk mengajarkan mahasiswa baru kepada lingkup kompetensi dan bidang Fakultasnya masing-masing, dengan konsep bakti sosial dalam rangka mewujudkan mahasiswa yang peka terhadap permasalahan yang ada di masyarakat dan dapat mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, pengabdian).

Penulis merupakan salah satu peserta dari Kemah Bakti bagi Mahasiswa salah satu Fakultas di Unswagati yang baru saja terlaksana. Kegiatan yang bertajuk “bakti sosial” tersebut seakan jauh dari maksud dan tujuannya, Seakan peserta turun ke masyarakat hanya formalitas semata. Tidak ada maksud dari penulis untuk mengungkit kekurangan suatu kegiatan yang sudah dilakukan dengan persiapan yang maksimal, karena ketika suatu kegiatan tidak adanya kesempurnaan semata-mata karena keterbatasan yang memang tidak bisa dihindari. Akan tetapi yang penulis sayangkan dalam kegiatan yang memang rutin dilakukan tersebut masih saja ada adegan perpeloncoan yang dilakukan oleh pendahulu (baca:senior) dan tamu yang terdiri dari mahasiswa non semester dan alumni Fakultas Kami serta beberapa tamu yang berasal dari luar Fakultas kami (data menurut panitia pelaksana).

Kegiatan perpeloncoan tersebut dilakukan sebagai syarat untuk mendapatkan jas almamater, padahal jas almamater merupakan hak kami sebagai mahasiswa baru ketika sudah diterima sebagai mahasiswa di Universitas ini. Maka sudah seharusnya untuk mendapatkannya pun tidak harus dengan cara yang sedemikian rupa menyiksa kami. Kegiatan perpeloncoan ini dengan skenario yang sedemikian rupa dikonsepkan, pada malam terakhir kegiatan. Mulai dari tengah malam kami dikumpulkan dan dibentak-bentak kemudian dicari-cari kesalahan kami, hingga keliling hutan sampai pagi. Pada saat keliling hutan, kami diberikan beberapa materi dan sedikit dikerjai oleh oknum. Alasan perpeloncoan tersebut disampaikan untuk membentuk karakter dan mental kami, karakter yang seperti apa dan mental yang bagaimana ?.

Dewasa ini masih banyak cara yang dapat dilakukan kalau ranahnya untuk mendidik, tidak harus dengan cara mengintimidasi psikologi kami, karena penulis yakini cara seperti itu sudah menjadi budaya dan kami hanya pelampiasan dan korban tradisi semata. Ayolah kita lakukan budaya “jangan membenarkan kebiasaan akan tetapi membiasakan kebenaran”.

Pada perpeloncoan tersebut banyak penulis temui pula dari beberapa agen pendidik (baca:pelaku perpeloncoan) yang terdiri dari pendahulu di Fakultas kami dan tamu non Fakultas kami membentak dan mendidik dengan kondisi mulut beraroma minuman khas alkohol. Sekarang apa layak kami dididik oleh orang yang dalam kondisi pengaruh alkohol ? dan apakah pendidik tersebut merupakan orang yang terdidik ?.

Maka dari itu sangat penulis harapkan bagi generasi selanjutnya agar melakukan terobosan baru demi perubahan yang lebih baik, dengan pendidikan tanpa adanya unsur perpeloncoan. Sekarang saatnya hentikan tradisi turun temurun perpeloncoan untuk pembaharuan di lingkungan pendidikan.

(Mahasiswa Unswagati)

Tidak Menyangka Bakal Terpilih Sebagai Ketua Umum

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com – Mahasiswi ini tidak menyangka sebelumnya bahwa dirinya akan terpilih sebagai Ketua Umum UKM Seni dan Budaya, ia adalah Ade Anna Angelena, seorang Mahasiswi tingkat 2 Fakultas Ekonomi Unswagati.

Dalam pelaksanaan serah terima jabatan yang bertempat di Denpom kota Cirebon. Acara ini berlangsung dari pukul 15.00-16.30 WIB dengan dihadiri perwakilan dari berbagai tamu undangan yang terdiri dari beberapa ormawa dan pihak Rektor.

“Saya tidak menyangka, awalnya belum siap tapi sudah terpilih. Kedepannya saya berharap bisa membawa UKM Seni dan Budaya lebih baik lagi,” ujarnya kepada setaranews.com.

Sementara itu, ketua umum sebelumnya yaitu  Moh. Khory. A brharap kepengurusan selanjutnya tetap bisa menjaga nama baik organisasi dan membawanya lebih kreatif dan masih bisa berkarya dan berkesenian.

“Harapan untuk kedepannya bisa menjaga nama baik UKM Seni & Budaya, proses kreatifnya efektif, memenuhi hak anggota menghasilkan karya lebih baik lagi, dan disukai masyarakat khususnya", pungkas mahasiswa akuntansi semester 7 ini.

Adapun ketika ditanya mengenai kendala satu tahun kepengurusannya, Moh. Khory. A menuturkan bahwa SDM yang tidak mempunyai kesadaran merupakan salah satu kendala yang dihadapi pada masa kepengurusannya, alasan lainnya adalah fasilitas yang tidak memadai, juga latihan tidak normal.

“Kendala selanjutnya adalah ketika ada SK Pejabat Sementara Presiden Mahasiswa (PJs Presma) yaitu pada 5 Agustus, setelah dinonaktifkan sebagai ketua umum UKM Seni & Budaya, dua bulan terakhir ini untuk posisi ketua umum saya serahkan kepada PJs ketua umum,” tutupnya.

Presma Unswagati Terpilih Rencanakan Program Kerja Jangka Pendek

Tidak ada komentar

Kamis, 05 November 2015

Unswagati, Setaranews.com- Unswagati kini telah memiliki Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEMU) yang baru atau biasa disebut Presiden Mahasiswa (Presma). Setelah dilantik oleh Universitas secara resmi dalam beberapa pekan yang lalu, tentunya saat ini sudah  menmpunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk melaksanakan amanah dan program kerja yang akan dilaksanakan.

Berikut program kerja yang akan dilaksanakan dalam jangka pendek sekitar tiga bulan kedepan seusai diwawancarai (30/10). Dalam waktu terdekat ini setelah Presma dan Wapresma sudah dilantik secara resmi,akan adakan Open Recruitment Kabinet dari seluruh Fakultas setelah itu akan diadakannya LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan) bagi para anggota kabinet yang sudah terpilih dan bergerak langsung menampung aspirasi Mahasiswa yakni “Goes to BEMF”,untuk menerima aspirasi secara langsung dari Mahasiswa. Selain daripada itu akan adakan kegiatan kebersihan dan seminar.

Seperti yang ditutukan oleh selaku Ketua Presma Ihsan,”Yang terpenting komunikasi selalu ada dan berkelanjutan antar Mahasiswa dan Organisasi Mahasiswa”.Tutupnya ketika diwawancarai.

Ciptakan Kader Baru, KBS Pertanian Dilaksanakan

Tidak ada komentar

Selasa, 03 November 2015

Unswagati, Setaranews.com- Fakultas Pertanian Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon kembali mengadakan Kemah Bakti Sosial (KBS) yang bertempat di Bumi Perkemahan Cisurian Desa Cisantana Kecamatan Cigugur kabupaten Kuningan. Acara ini berlangsung selama tiga hari sejak Sabtu (31/10). Peserta dari kegiatan ini ialah Mahasiswa Pertanian dari tingkat I Agribisnis dan Agroteknologi yang berjumlah 107 mahasiswa.

KBS sudah menjadi agenda rutin bagi Fakultas Pertanian yang bertujuan mewujudkan mahasiswa yang menjunjung tinggi Tiga Pilar Perguruan Tinggi yakni penelitian, pendidikan, dan pengabdian.  Kegiatan berkemah ini diharapkan dapat menjalin solidaritas antar sesama. Selain itu ada pula kegiatan observasi langsung kepada petani setempat guna mengetahui secara langsung keadaan pertanian saat ini dan dapat berinteraksi dengan petani maupun lingkungan sekitar.

Seperti yang dituturkan oleh salah satu peserta KBS, Revy Agustian, ”saya senang dengan kegiatan ini, semoga apa yang telah disampaikan di sini dapat menjadi pelajaran di perkuliahan”, tuturnya. Selain itu Ketua Pelaksana KBS menuturkan,”selain kegiatan sosial, tujuan dari kegiatan ini adalah menciptakan kader-kader baru yang memiliki sikap berani, kritis dan berwawasan luas”, jelas Eka.

Rekam Lensa : Saat Kampus Sepelekan Fasilitas Parkir

Tidak ada komentar

Minggu, 01 November 2015

Fotografi-Setaranews.com Universitas yang disebut sebagai Universitas terbesar di Ciayumajakuning itu nyatanya masih belum bisa penuhi lahan parkir yang memadai untuk seluruh mahasiswa. dampak dari itu, Mahasiswa harus parkir di bahu jalan dengan tingkat keamanan minim

              



 

Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews