Responsive Ad Slot

Ini Tanggapan Gubernur Fisip Mengenai Kekosongan Absensi Maba Fisip

Tidak ada komentar

Sabtu, 05 September 2015

Unswagati, Setaranews.com– Pada pelakasanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tingkat universitas yang dilaksanakan pada 31 Agustus s.d 01 September 2015. Banyak mahasiswa baru (maba) dari fisip yang tidak hadir dalam kegiatan tingkat universitas PKKMB.

Pihak Bem Fisip tidak melarang mabanya untuk ikut PKKMB Universitas, “Mereka pun kita beri obrolan silahkan kalian ikut pkkmb universitas, kita tidak melarang, sok silahkan tapi kalian harus aktif harus bisa bersosialilasi dengan temen-temen lain” ungkap Ilham selaku Gubernur Bem Fisip.

Ilham pun tidak mengetahui kondisi diluar yang menyebabkan ketidakhadiran maba Fisip. Saat ditanya mengenai kekosongan absen maba Fisip pun, dia mengaku tidak mengetahui hal itu dan mengatakan jika dari BEM tidak tahu. Bahkan Ilham sempat kaget saat ditegur oleh Dekan Fisip mengenai ketidakhadiran maba Fisip dalam kegiatan PKKMB universitas, “Kemarin pun saya sempat kaget saat Dekan Fisip menegur saya bahwa maba Fisip banyak yang tidak ikut PKKMB universitas” tutupnya.

Tanamkan Jiwa Kewirausahaan Melalui PKKMB

Tidak ada komentar

Jumat, 04 September 2015

Unswagati, Setaramews.com- Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Ekonomi yang digelar selama dua hari di gedung Bagas Raya sejak Rabu (2/9) sampai Kamis (3/9) diikuti oleh 921 mahasiswa baru dengan laki-laki sebanyak 421 mahasiswa dan perempuan sebanyak 500 mahasiswa. Menurut laporan di Pusat Data (Pusdat) Universitas Swadaya Gunung Jati menyatakan bahwa mahasiswa fakultas Ekonomi yang melakukan herregistrasi berjumlah 940 orang, itu artinya ada 19 orang yang tidak mengikuti PKKMB, “Ya kalau di Pusdat  itu ada 940 orang tapi yang melakukan pendaftaran PKKMB hanya ada 921 orang. Mungkin dikarenakan waktu pendaftaran PKKMB Fakultas dengan herregistrasi gelombang tiga itu sangat mepet sehingga banyak yang tidak terburu untuk mendaftar PKKMB” jelas ketua pelaksana PKKMB Fakultas Ekonomi, Diki.

Acara yang bertema ‘Membangun Karakter Diri Untuk Menciptakan Jiwa Kepemimpinan dan SDM yang Ekonom’ ini mengusung konsep untuk menanamkan jiwa kewirausahaan sedini mungkin sejak awal masuk kuliah, “Biasanya mahasiswa itu hanya kuliah-pulang kuliah-pulang, saya ingin menanamkan sejak sekarang ini bahwa mahasiswa harus punya jiwa entrepreneur . Di Indonesia sendiri masih kekurangan jumlah wirausahawan yang memiliki usaha sendiri” tutur Diki kembali.

Acara pada hari kedua meliputi perkenalan ormawa yang dilanjut dengan hiburan untuk mahasiswa baru serta ada pula pemilik dari Batik Trusmi yang hadir untuk memberikan motivasi berwirausaha bagi mahasiswa baru. Selama dua hari acara PKKMB berlangsung kendala yang dihadapi oleh panitia adalah masalah waktu, “Paling kendalanya di waktu sih ya ngaret, jadi ketika ada waktu tertentu yang ngaret, maka kita harus madetin di waktu lain agar acara bisa berjalan secara kondusif”  tutup mahasiswa  jurusan akuntansi tersebut.

 

P2F Hari Kedua FKIP Berjalan Lancar

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com – Acara P2F (Program Pengenalan Kampus) yang dilaksanakan di aula kampus dua gedung FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) sejak tanggal 02-03 September 2015 berjalan lancar. Pada hari kedua ini (3/9) acara berlangsung mulai pukul 05.30 s.d 17.00 WIB, “Acara dihari kedua P2F FKIP dari pagi masih ada materi-materi tentang pembuatan karya ilmiah misalnya, kemudian ada renungan qolbu yang tadi sudah dipaparkan, lalu ada panel HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan), dan untuk siangnya kita alokasikan untuk kegiatan hiburan. Hiburan dari setiap ormawa yang ada di FKIP. Dari BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) dan HMJ pun akan ada kreasi” ujar Ivan Rahadiansyah selaku ketua pelaksana P2F.

Perlengkapan yang harus dibawa oleh mahasiswa baru (maba) pada hari kedua ini tidak terlalu memberatkan, “Karena persyaratan yang dibawa itu untuk mereka juga misalnya makanan, kan makanan untuk mereka, kemudian ada makanan yang dikumpulkan oleh panitia akan tetapi tidak kita makan, tapi akan kita alokasikan pada kegiatan selanjutnya yaitu ada KBS (Kemah Bakti Sosial)” jelas Ivan. Hal serupa juga diakui oleh maba yang kami temui saat mengikuti P2F, “Persyaratannya emang tidak memberatkan akan tetapi ada salah satu persyaratan yang susah dicari, contohnya minyak goreng cup. Di Indomart atau Alfamart jarang ada, kebanyakan di pasar” ungkap Novi maba dari Pendidikan Ekonomi.

Pembiayaan untuk acara P2F tergolong lebih murah dibanding fakultas lain yaitu hanya Rp.15.000,00. Dana tersebut pada akhirnya juga dialokasikan untuk slayer yang dipakai maba selama mengikuti P2F. Berbeda dari tahun sebelumnya, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia lebih banyak diminati oleh mahasiswa baru dibandingkan Pendidikan Bahasa Inggris yang unggul pada tahun lalu. Untuk jumlah mahasiswa baru FKIP secara keseluruhan yang mengikuti P2F sebanyak 516 mahasiswa. Untuk Pendidikan Bahasa Inggris 141 mahasiswa, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 159 mahasiswa, untuk Pendidikan Matematika dan Pendidikan Ekonomi seimbang yaitu 108 mahasiswa” tambahnya.

Pada Hari kedua ini terdapat maba yang tidak bisa mengikuti kegiatan hingga akhir dikarenakan sakit. Jumlah maba yang sakit pada hari kedua berkurang dibandingkan hari pertama. Pada hari pertama ada 22 maba dan hari kedua ada 9 maba. Kebanyakan dari mereka mengalami berbagai macam sakit seperti, flu, batuk, panas, haid, sakit gigi, pasca operasi tulang. “Alhamdulilah tidak ada yang sampai masuk ke rumah sakit, obat-obatan di sini juga alhamdulilah memadai dan apabila dia memiliki penyakit khusus biasanya membawa obat-obatan pribadinya” ujar Dede selaku Koordinator P2 (Pertolongan Pertama).

 

Mengangkat Tema Budaya, P2F Dilaksanakan

Tidak ada komentar
Setaranews.com- (02/09) Mabim fkip yang biasa dikenal dengan P2F dihadiri sejumlah peserta dari masing-masing prodi di antaranya prodi pendidikan bahasa inggris: 141 peserta, prodi pendidikan bahasa indonesia: 159 peserta, prodi pendidikan matematika dan ekonomi dengan jumlah yang sama masing-masing: 108 peserta.

P2F tahun ini diadakan di ruangan kelas lorong kampus 2 FKIP jalan perjuangan, Ivan Rahadiansyah ketua pelaksana berujar bahwa meskipun AC dan kipas angin terpasang, namun maba tetap kepanasan, hingga menimbulkan sesak nafas dan akhirnya banyak yang dipulangkan, "AC dan kipas angin ga kerasa, banyak yang sesak nafas, karena kepanasan"

Panitia P2F tidak memungut biaya apapun selain untuk pembelian slayer sebesar Rp. 15.000,- Mahasiswa prodi pendidikan bahasa indonesia semester tiga ini juga menambahkan bahwa ada sponsorship yang mendukung terlaksanakanya acara di antaranya Mizone dan Sariroti, "kami tidak memungut biaya tambahan selain untuk pembelian slayer itu, karena untuk masalah pembelian kaos ada sponsorship"

Ivan berharap P2F tahun ini mahasiswa mampu cakap dalam iptek, berbudaya, memiliki jiwa kepemimpinan, dan berguna bagi masyarakat, ketika di kampus bisa mengembangkan potensi yang dimiliki sehingga bisa menjadi mahasiswa seutuhnya. Dengan tema memperkaya intelektual mahasiswa, memperkenalkan kearifan dan membangun mahasiswa yang komunikatif melalui p2f, maba juga dikenalkan pada tiga unsur yang merupakan tujuan dari p2f tahun ini yaitu: pendidikan, sosial, dan budaya.

"Karena itu untuk nama gugusnya sendiri kita mengambil dari budaya Jabar seperti Jaipong, Sisingaan, Sintren, dan Celempung. Selebihnya mahasiswa ditugaskan untuk membuat laporan mengenai kesenian itu lebih lanjut", pungkas Ivan.

Mengais Rezeki Ditengah Padatnya Acara PKKMB Fakultas Pertanian

Tidak ada komentar
Kamis (03/09) PKKMB (Pengenlan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru) fakultas pertanian yang diselenggarakan pada hari rabu- kamis (03-04 september 2015) yang diikuti oleh sekitar 120 calon mahasiswa dari jurusan agribisnis dan agroteknologi.

Disamping acara PKKMB, terselip kisah seorang anak yang mengais rejeki dari gelas- gelas dan botol- botol bekas. Ahmad (12) mengaku sangat senang karena acara ini dapat memberikan rejeki lebih terlebih lagi dari botol dan gelas bekas. “senang soalnya sekarang bisa dapat lebih dari hasil mulung yang biasanya Cuma satu karung sekarang bisa lebih”

Meskipun satu karung hanya dihargai lima ribu rupiah dia cukup senang. Botol dan gelas yang telah terkumpul langsung dikasih ke penjual es lalu didaur ulang. Uang yang dikumpulkanpun tidak serta merta hanya untuk jajan, tapi dia sisihkan “Uangnya ngga semua dipakai buat jajan ka, uangnya mau ditabung buat beli sepedah baru” ungkapnya saat ditanya sembari mengumpulkan botol dan gelas sisa.

Walaupun dia bekerja(memulung) namun tidak membuat dia putus untuk sekolah, dia tetap sekolah di SDN Karang Jalak,setelah pulang baru kesini (red : kampus unswagati)  “pas pulang, langsung kesini. Langsung cari botol sama gelas bekas “ tutur Ahmad yang merupakan cucu dari mbah Sugiman yang sama-sama memulung sampah dilingkungan kampus utama Unswagati.

Tidak Semua Maba Ikut PKKMB

Tidak ada komentar

Kamis, 03 September 2015

Unswagati, Setaranews.com- Pelaksanaan PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru) pada Selasa (1/9) diikuti oleh 2174 calon mahasiswa dari berbagai fakultas di Unversitas Swadaya Gunung Jati yang berlangsung di The Radiant Convention Hall. Tidak semua calon mahasiswa dapat mengikuti kegiatan sampai akhir  dikarenakan sakit dan juga sebagian mahasiswa berhalangan hadir karena tidak memiliki izin orang tua.

Terpantau pada acara PKKMB pada hari pertama terdapat 47 mahasiswa baru dan pada hari kedua terdapat 35 mahasiswa baru yang jatuh sakit, kebanyakan dari mereka mengalami sakit asma, kram, pusing, lemas dan mual. Salah satu calon mahasiswa yang jatuh sakit adalah Lutvia yang merupakan mahasiswa baru yang berasal dari daerah Celancang, “Awalnya pingsan lalu sesak nafas karena Lutvia memiliki riwayat penyakit asma kronis dan dikarenakan shock oleh kehadiran para Sekdis (Seksi Disiplin)” tutur Tria yang merupakan anggota KSR (Korps Suka Rela) Unswagati.

Meskipun obat-obatan memadai namun tidak banyak membantu Lutvia, “ Kita, PMI dan tim kesehatan menunggu Lutvia sampai sadar namun tetap kurang membantu sampai harus dilarikan ke Rumah Sakit Ciremai setelah Maghrib oleh ambulan PMI” tutur Ahmad Fauzi selaku anggota KSR.

Inilah Alasan Ketidakhadiran Panitia Mabim Fisip dalam Penyerahan Mahasiswa Baru

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com- Panitia Mabim (Masa Bimbingan) dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) tidak menghadiri proses penyerahan mahasiswa baru dari pihak universitas kepada pihak fakultas, "Kita membutuhkan prosedur, kita hanya ingin untuk tertib dalam administratif, seperti adanya surat pemberitahuan untuk panitia mabim fakultas untuk menjemput  walaupun itu sudah menjadi kebiasaan tetapi kita minta ada proseduralnya, dan prosedur itu yang harus ditaati dan dijalankan" ujar Ilham selaku ketua BEM Fisip.

Ini adalah pertama kalinya panitia mabim  Fisip tidak hadir dalam proses penyerahan mahasiwa baru. Kegiatan mabim tahun ini diubah menjadi PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru) yang dilaksanakan selama dua hari bertempat di gedung Radiant. Hari kedua (1/9) merupakan hari terakhir dan selanjutnya akan diserahkan kepada masing-masing fakultas, "Kita tidak ingin mericuh di mabim universitas, kita tidak ada pemikiran ke arah sana, kita cuma ingin panitia lain paham tentang prosedural antara ormawa atau organisasi itu harus tetap jalan dan kita tidak punya dendam sama sekali" tambahnya.  Untuk kegiatan mabim Fisip akan dilakukan selama dua hari di gedung KNPI.

PJS Sarankan Fisip Harus Memperbaiki Kekompakannya

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com– Pada Senin (1/9) adalah hari terakhir Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) dilaksanakan.
Menjelang penutupan acara, panitia PKKMB universitas melakukan penyerahan mahasiswa baru (maba) kepada panitia PKKMB fakultasnya masing-masing. Akan tetapi berbeda halnya dengan panitia PKKMB Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) yang tidak mau memasuki gedung Radiant untuk penjemputan mabanya, melainkan lebih memilih menunggu di luar gedung.

Tindakan tersebut menuai tanda tanya, pasalnya hanya dari panitia PKKMB Fisip yang tidak memasuki gedung. Dan beginilah tanggapan Penanggung Jawab Sementara (PJS ) mengenai kejadian tersebut “Kalau tanggapan saya ini kan mahasiswa baru yang tidak tahu apa-apa, seharusnya diarahkan bahwa mahasiswa itu beda sistem pembelajaran di sekolah, harapan saya lebih kepada ayolah kita bareng-bareng untuk membuat mahasiswa khususnya di Unswagati ini lebih punya pemikiran yang baik tentang  peran dan fungsi mahasiswa” ujar Moh. Khory Al Farizi selaku PJS.

Khory pun menambahkan jika informasi pada hari pertama itu sudah terjadi dan setelah didata ternyata banyak mahasiswa Fisip yang tidak hadir. Diakhir wawancara Khory memberi kan saran untuk pihak-pihak yang terkait, “Sarannya mungkin tolonglah diperbaiki kekompakan dari Fisip itu sendiri, saya berharap kalau pun ada permasalahannya diselesaikan dengan baik-baik, kita selesaikan secara musyawarah, diskusi seperti apa baiknya cari jalan keluarnya yang sekiranya tidak merugikan pihak manapun” tuturnya. Walaupun begitu acara PKKMB tingkat Universitas berjalan dengan lancar.

Sempat Menemui Kendala, PKKMB Fakultas Siap Dilaksanakan

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com- Menjelang diadakannya Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru atau biasa disebut PKKMB dari setiap fakultas sudah siap dilaksanakan. Beberapa fakultas sempat mengalami kendala dalam proses persiapan namun langsung ditangani dengan sigap sehingga tidak terlalu mengganggu proses selanjutnya.

Kendala yang dihadapi Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan (FKIP) berupa ketidakseimbangan antara jumlah peserta mabim dengan jumlah pemesanan slayer untuk pesertanya sehingga panitia mengalami kerugian. Berdasarkan perhitungan awal, panitia memesan slayer sebanyak 700 buah namun mahasiswa yang mendaftar mabim hanya berjumlah 419 mahasiswa sehingga masih banyak sisa slayer yang tidak dipakai. Untuk menutupi kerugian tersebut rencananya slayer akan dijual kembali kepada masyarakat umum.

Sementara itu untuk Fakultas Ekonomi (FE) dalam melakukan persiapan mabim sendiri tidak menemui kendala yang berarti meski ada perubahan konsep dari tahun-tahun sebelumnya. Pada kegiatan mabim tahun ini FE  lebih menekankan pada konsep kewirausahaannya dengan mengundang salah satu pemilik Batik Trusmi. Untuk hari kedua mabim fakultas rencananya akan ada materi mengenai cara memulai usaha baru, “Saya sendiri menyadari bahwa mahasiswa itu bukan hanya untuk akademik saja namun juga harus pintar dalam membaca peluang usaha, jadi kita berusaha untuk mengenalkannya dari awal masuk kuliah” tutur Diki, ketua pelaksana PKKMB Fakultas Ekonomi.

Panitia PKKMB Fakultas Hukum juga sudah siap untuk melaksanakan PKKMB meskipun selama persiapan sempat mengalami berbagai kendala dikarenakan BEM Fakultas Hukum dan DPM Fakultas Hukum yang sempat vakum sehingga panitia PKKMB langsung ditangani oleh wakil Dekan Fakultas Hukum. Kendala paling berat yang dihadapi panitia adalah tempat pelaksanaan PKKMB yang berdasarkan edaran dikti harus bertempat di lingkungan kampus sehingga panitia merubah rencana awalnya, “Niatnya mau di gedung Korpri tapi karena edaran dikti yang mengharuskan untuk di lingkungan kampus sehingga kita mengganti di gedung FKIP Bahasa Inggris” ujar Nicko selaku ketua pelaksana Fakultas Hukum ketika ditemui SetaraNews.

Konsep yang diusung panitia PKKMB fakultas hukum tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan PKKMB Universitas. Tema yang dipilih adalah membina insan akademis hukum yang bertanggung jawab dan humanis, “Harapan dari tema yang diusung adalah anak-anak fakultas hukum sekarang bisa bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar baik lingkungan kampus maupun rumah. Serta humanis adalah mempunyai sikap perikemanusiaan sehingga dapat memanusiakan manusia” tutupnya.

Terjadi Kesalahpahaman Antara Sekdis dengan Maba

Tidak ada komentar

Rabu, 02 September 2015

Unswagati, Setaranews.com – Pada Selasa (01/09) yang merupakan hari terakhir PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru) terjadi percekcokan antara Sekdis (Sie.Kedisiplinan) dengan maba (mahasiswa baru) yang ternyata hanya kesalahpahaman belaka, “Saya wajarin karena pososi maba masih labil, kita dari teman-teman sekdis mencoba membangkitkan, menaikan daya pemikiran mereka untuk mengubah sikap mereka. Dan disini mungkin ada kesalahpahaman kecil ketika ending terakhir” ujar Cecep Sunanda selaku Koordinator sekdis.

Kesalahpahaman tersebut terjadi karena sikap maba masih labil, “Karena kita tidak ada kata-kata SARA, kekerasan fisik sampai push-up, lari atau apa pun tidak ada yang  berkaitan dengan fisik. Sebenarnya percekcokan tadi hanya kesalahpahaman dan mungkin ada yang memanasi maba atau maba ini memang masih labil, tapi saya lihat kejelasan tadi dilapangan hanya mungkin unek-unek maba saja” tambahnya.

Sekdis selalu melakukan brifing sebelum turun ke lapangan, “Salah besar jika ada yang berargumen bahwa sekdis ngomong kasar, dan memakai kekerasan fisik, sekdis sama sekali tidak menggunakan itu, karena sebelum turun ke lapangan sekdis selalu brifing. Dalam brifing tersebut kita bicara teknis, gagasan, dan apa yang akan kita masukan ke mainset maba itu. Bagaimana maba bisa merubah pola pikirnya, kita bicara tentang kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, solidaritas dan demokratis” jelasnya.

Di Hari Terakhir, Maba Cekcok dengan Sie.Kedisipinan

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com – PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru) yang dilaksanakan di Radiant Hall berlangsung sejak tanggal 31-01 September. Pada hari terakhir PKKMB (01/09) terjadi sedikit percekcokan antara maba (mahasiswa baru) dengan sekdis (Sie. Kedisiplinan). Percekcokan ini terjadi karena salah satu sekdis melontarkan kata-kata kasar, dan maba terpancing emosinya, “Tadi ada temen saya juga yang pengen ngelawan karena sekdisnya marah-marah aja, dan ada salah satu sekdis ngomongnya kasar” ujar Panji Setiyo, maba fakultas Hukum.

Maba mengungkapkan kekesalannya atas sikap sekdis tersebut, “Saya juga tadi kesal karena sekdis kan seksi kedisiplinan masa ngomongnya kasar, sekdis itu seharusnya tegas akan tetapi tidak keras, ngomongnya santai aja” tambahnya.

UKM Seni dan Budaya Mengharapkan Sisi Positif Atas Naiknya Biaya Masuk Mahasiswa Baru

Tidak ada komentar

Senin, 31 Agustus 2015

Unswagati, Setaranews.com- Naiknya  biaya pendaftaran bagi calon mahasiswa Unswagati membuat banyak tanggapan dari berbagai pihak diantaranya datang dari UKM Seni dan Budaya Unswagati yang menyimpan harapan besar  terhadap naiknya biaya masuk mahasiswa baru saat ini, terlebih anggaran dan fasilitas untuk ormawa dan UKM di Unswagati.

Mereka menginginkan agar kenaikan tersebut harus memiliki timbal balik terhadap kenyamanan dan kelancaran para mahasiswanya untuk dapat mengeksplorasi kreatifitas mahasiswa Unswagati, “Sebaiknya pihak Universitas lebih memperhatikan kebutuhan dari para Ormawa dan UKM untuk mengembangkan kreatifitasnya dibanding mengutamakan pembangunan yang dilakukan” tutur ketua umum UKM Seni dan Budaya, Khorry.

UKM Seni pun mengeluhkan atas kenyamanan dan kelancaran selama latihan, "Kami karena sering mendapat teguran dari para dosen karena berisik dan peralatan yang sudah diajukan pun banyak yang belum kunjung datang, hanya satu yang sudah datang dari beberapa peralatan yang kami ajukan” tambahnya.

Kenaikan biaya pendaftaran mahasiswa baru diharapkan banyak pihak dapat menunjang kapabilitas setiap kreatifitas mahasiswanya. (Faqih)

Hikayat Karsa

Tidak ada komentar
Setelah mata melebam

Kutarik  tanganmu menuju semak kata

Banyak kalimat-kalimat yang terjebak disana

Ada duka derai derita

Pun sebab ini bukan milikku saja

Dari tanah Jawa menuju tanah Sumatera

Ini milik perasa sang para kecewa

Bicara dari kabarnya yang tak kunjung jumpa hingga tak disangka

Aku masih disini sibuk dengan mengalihkan suara yang ku lempar menggelepar

Kabur memandang di depanku yang entah kan menjadi apa dan dengan siapa

Setiap ku tatap ketinggian

Amarah yang sekian lama memeram

Tetap membuncah

Melelahkan dan melegakan

 

Namun kita tetap menatap awan yang sama

Meski pada tempat yang tak sama

Mereka bergerak lambat untuk menyerupai bentuk tak berwarna

Setelah itu pecah tanpa kita tahu

Dan terlihat lagi

Jutaan pohon dan rumah hanya terlihat sebesar jari kuku

Bahkan sebatang biji korek

Yang tak pernah kita tahu banyaknya

Dan isi dari setiap kepala yang berbeda

 

Aku percaya takdir Tuhan

Bersama dengan yang ingin mau beranjak

Semoga kau pun begitu

Ormawa Keluhkan Fasilitas dan Dana Kemahasiswaan

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com- Fasilitas penunjang kegiatan untuk Organisasi Mahasiswa di Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon dinilai cukup oleh beberapa ormawa seperti Mahasiswa Pencinta Alam Gunati dan Resimen Mahasiswa, namun mereka mengeluhkan soal ruangan kesekretariatan yang dirasa kurang memadai untuk menjalankan kegiatan bahkan di beberapa ormawa lainnya memiliki ruangan yang kurang besar.
‘’Khusus untuk mapala fasilitasnya cukup, namun ruangan maupun bangunan kurang mendukung untuk meningkatkan minat dan bakat. Bahkan di beberapa ormawa sendiri seperti Himakom dan Himagara memiliki ruangan yang kecil sehingga tidak dapat menampung semua anggotanya.’’ Ujar Warsono, Ketua Umum UKM Mapala Gunati.
Terkait kelengkapan fasilitas masih banyak fasilitas Ormawa yang belum terpenuhi sehingga menghambat kegiatan dari ormawa itu sendiri bahkan untuk melengkapi kebutuhannya Menwa sampai harus melakukan patungan dari anggotanya, "Ketika kami membutuhkan baju kebesaran pengibar bendera, seragam PDUB untuk upacara-upacara besar dan beberapa perlengkapan lainnya namun uang dari universitas belum cair sehingga kami patungan sendiri.’’ Tutur Bram, Ketua umum UKM Menwa.
Selain kelengkapan fasilitas, beberapa ormawa juga mengeluhkan dana kemahasiswaan yang diberikan oleh Universitas secara sama rata karena menurut mereka hal itu merupakan tindakan tidak adil. Warsono mengharapkan bahwa Kabag keuangan dan Warek III seharusnya meninjau terlebih dulu program kerja tiap ormawa atau melakukan observasi sebelumnya terkait kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan ormawa karena setiap ormawa memiliki kebutuhan dana yang berbeda-beda tergantung dengan kegiatannya.
Tidak hanya menuntut keadilan pada pemberian dana kemahasiswaan, namun beberapa ormawa juga menyesalkan tindakan dari pihak Warek II atau Kabag keuangan yang selama ini tidak melakukan Laporan Pertanggung Jawaban ke Ormawa terkait dana pemasukan, pengeluaran dan dana sisa yang dimiliki Ormawa.

Naiknya Biaya Masuk Mahasiswa Baru Dinilai Wajar

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com (28/08) – Biaya masuk mahasiswa baru (maba) Universitas Swadaya Gunung Jati (unswagati) mengalami kenaikan dari tahun 2014 sekitar 4 juta , dan tahun 2015 mencapai 6-7 juta .
Akan tetapi menurut dekan ekonomi , kenaikan tersebut dirasa wajar karena untuk menunjang fasilitas-fasilitas yang ada di kampus.
“Yaa wajar, kenaikan untuk biaya kuliah mahasiswa baru memang pantas untuk naik, satu untuk memenuhi apa yang tadi saya bilang kekurangan-kekurangan dari fasilitas, yang memang kita butuhkan. Harus ada kenaikan, karena memang digunakan untuk fasilitas, fasilitas yang menikmati siapa? yang menikamati mahasiswa” ujar Ida Rosnidah, selaku dekan fakultas ekonomi saat ditemui tim diruangannya.
Hal senada pun diutarakan oleh orang tua maba bahwa biaya masuk unswagati dirasa tidak begitu mahal, “ Tidak, biasa masuk SMA aja segitu. Boleh dicicil sih tapi kalau ada uang diawal mah yaa langsung aja bayar” ujar orang tua maba.
Meski begitu dekan ekonomi berharap jika dengan adanya kenaikan, tidak ada lagi kendala fasilitas.

Mahasiswa Baru Menilai PKKMB Kali Ini Tidak Menyulitkan

Tidak ada komentar

Minggu, 30 Agustus 2015

Cirebon Setaranews.com- , Hari pertama bagi Calon Mahasiswa Baru Unswagati Cirebon untuk melakukan persiapan Masa Bimbingan PPKMB (Pelaksana Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru) telah dilakukan di Kampus I Unswagati pada hari Sabtu (29/08). Pada hari pertama ini Mahasiswa Baru diberikan selayang pandang pembukaan ,perkenalan panitia,pembekalan dan pembagian gugus atau kelompok.

Tahun ini peserta mencapai kurang lebih 2100 peserta dan dibagi menjadi 43 kelompok. Setiap kelompok beranggotakan 48 orang peserta juga diberikan Pendamping untuk mendampingi selama Masa Bimbingan Universitas. Ada banyak hal yang berbeda dari konsep Masa Bimbingan kali ini dengan tahun yang lalu. Diantaranya ialah yang awal mulanya hanya pengenalan Lembaga Internal Kampus kini diubah menjadi pengenalan secara universal Perguruan Tinggi, Keorganisasiandan budaya.

Seperti yang dikatakan oleh Ketua Pelaksana Masa Bimbingan Universitas Ade Rahmat yang mengutarakan “Dengan diberikannya inovasi baru,kita ingin tahun ini Mahasiswa Baru benar-benar mendapatkan esensi antusias dari konsep Masa Bimbingan Universitas”. Hal ini pula mendapatkan respon baik dari salah satu Calon Mahasiswa Baru Fadhilah,  yang mengatakan masa bimbingan tidak merepotkan “Sejauh ini yang telah dijelaskan untuk persyaratan Masa Bimbingan dirasa mudah dan tidak merasa kesulitan”. Tutup calon mahasiswa fakultas FISIP .(wdo)
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews