Responsive Ad Slot

1 Juli Waterland Ade Irma Bakal Dibuka untuk Umum

Tidak ada komentar

Sabtu, 20 Juni 2015

Cirebon-Setaranews.com, Awal Juli mendatang tempat rekreasi Cirebon Waterland Ade Irma Suryani rencananya akan dibuka. Walau belum rampung seluruhnya, pihak pengelola rencanya bakan menggelar soft opening tempat rekreasi yang belakangan menjadi perbincangan warga Kota Cirebon itu.

“Sekarang sudah beres semua, tinggal satu kolam besar dengan kelanjutan pembangunan cottage. Nanti setelah lebaran kita akan lanjutkan lagi. Untuk kolam ada empat, sekarang yang beroprasi tiga kolam dulu” begitu kata Hanjaya Arif Halim, investor taman rekreasi tersebut seperti dikutip dari Fajarnews.com

Rencananya sof opening akan digelar 1 Juli nanti. Sementara itu pengelola belum memastikan kapan taman rekreasi ini akan benar-benar dibuka. Namun, Halim menargetkan Desember nanti Cirebon Waterland dapat sepenuhnya diresmikan.

“Grand Opening kita targetkan awal Desember 2015”

Bangunan Cottage yang belakangan menjadi objek foto warga Cirebon khususnya kaum muda sepertinya bakal menjadi primadona tempat rekreasi yang sudah dibangun sejak setahun lalu. Terbukti walau belum dibuka, foto berlatar belakang cottage Cirebon Waterland itu sudah banyak diunggah warga di akun media sosialnya.

Begini Semangat Belajar Mahasiswa Unswagati Saat Ramadhan

Tidak ada komentar

Kamis, 18 Juni 2015

Setaranews.com- Bulan Ramadhan memiliki warna tersendiri bagi kalangan pelajar terutama mahasiswa yang tetap harus menjalani aktivitas belajar seperti biasanya. Semangat belajar mahasiswa pun berbeda-beda setiap individu satu dengan lainnya. Pada bulan Ramadhan aktivitas belajar mengalami sedikit pengurangan waktu untuk kegiatan belajar mengajar di kampus tapi hal itu pun tergantung pada kebijakan masing-masing fakultas. Hal ini diakui oleh Joko Dwi Anjasmara, mahasiswa tingkat satu jurusan Teknik Sipil sebagai sesuatu yang tidak efisien, “Pengurangan waktu belajar tidak membantu jadi tidak perlu dikurangi karena mengingat banyaknya materi yang harus tersampaikan sama saja dengan hari-hari biasanya”.

Kebanyakan mahasiswa mengaku masih tetap bersemangat walaupun harus menjalani kuliah saat bulan Ramadhan, terlebih lagi tahun ini mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati harus menjalani Ujian Akhir Semester (UAS) saat bulan Ramadhan. Rata-rata presentase semangat mahasiswa masih seperti hari biasanya hanya berkurang beberapa persen dari seharusnya, “Semangat kuliah dihari biasa sekitar 80% namun apabila kuliah mungkin berkurang hanya beberapa persen tidak terlalu signifikan mengingat sudah menjadi kewajiban kita untuk belajar, apalagi saat bulan ramadhan harus lebih banyak melakukan ibadah” ungkap Kiki, mahasiswa tingkat I jurusan Pendidikan Ekonomi. Tingkat kehadiran mahasiswa memang berbeda dari hari biasanya, namun perubahan tingkat kehadiran mahasiswa tidak banyak, “Dibandingkan hari biasanya tingkat kehadiran mahasiswa jelas berbeda, namun tidak banyak perubahannya mungkin hanya berkurang sekitar 5% dari biasanya” ujar Antho, mahasiswa Manajemen tingkat II. Kebanyakan dari mereka mengaku bahwa lebih senang jika mendapat jadwal kuliah pagi dan sore, mereka tidak mengharapkan mendapat jadwal kuliah siang hari, “Saya lebih berharap mendapat jadwal pagi karena masih semangat, atau jika tidak pagi ya sore karena sekalian ngabuburit menunggu waktu berbuka puasa” lanjut Antho.

Mahasiswa berharap tidak kebanjiran tugas selama bulan ramadhan karena menyesuaikan kondisi saat berpuasa dan diharapkan tingkat kehadiran dosen tidak berubah karena kehadiran dosen menjadi salah satu hal yang mempengaruhi semangat mahasiswa untuk belajar, “Yang menjadi motivasi saya untuk meningkatkan semangat belajar itu dari dosen dan dorongan dari teman-teman saya” ujar Iqbal, mahasiswa tingkat dua jurusan Manajemen. (Yul,dev)

Editor :Hari Saptarengga

 

Hilal Tak Nampak, Pemerintah Tetapkan Awal Ramadhan 18 Juni

Tidak ada komentar

Rabu, 17 Juni 2015

Jakarta,Setaranews.com - Malam ini (16/6/15) Kementrian Agama Republik Indonesia mengadakan konferensi pers. Dalam konferensi pers yang digelar setelah pengamatan bulan baru atau yang biasa disebut rukyatul hilal.  Lukman Hakim Syaifuddin selaku mentri agama menyampaikan bahwa hilal belum nampak, sehingga bulan Syaban digenapkan menjadi 30 hari. dan Pemerintah menetapkan bahwa awal Ramadhan jatuh pada Kamis, 18 Juni 2015.

"Karenanya, atas dasar itulah seluruh peserta sidang itsbat menyepakati bahwa karena saat ini hilal tidak bisa dilihat, maka bulan Sya;ban distikmalkan (disempurnakan) menjadi 30 hari. Dengan demikian, maka 1 Ramadlan baru akan jatuh pada esok lusa, tepatnya Kamis 18 juni 2015," ujar Politikus PPP itu.

Tahun ini, umat Islam bisa mengawali puasa Ramadhan secara serentak. Lukman berharap dengan kebersamaan ini bisa mengatasi permasalahan yang ada.

"Dengan hasil ini, mudah-mudahan (puasa) umat Islam bisa dilakukan serentak. Ini juga cerminan kebersamaan umat Islam bisa terus dibangun dari waktu ke waktu sehingga seluruh persoalan bisa disikapi bersama" Ujar Lukman.

Bulan Ramadhan bukan Alasan Untuk Malas

Tidak ada komentar
Setaranews.com- Menjelang bulan ramadhan, kegiatan belajar mengajar di salah satu universitas yang mengaku akan menjadi Perguruan Tinggi Negeri pada waktu dekat ini tidak berpengaruh dengan seiring adanya bulan Ramadhan. Aktivitas mahasiswa didalam ruang kuliah tetap berjalan sesuai dengan jadwal seperti biasanya.
Seperti pada fakultas pertanian yang mengadakan Ujian Akhir Semester 2 pada Senin (29/6) sehingga pihak fakultas pertanian tersebut mengagendakan materi perkuliahan diselesaikan pada minggu ketiga bulan Juni. Pada minggu tersebut, para dosen mengejar target untuk menyelesaikan materi perkuliahan, mahasiswa tetap masuk dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar karena bulan Ramadhan bukanlah alasan para mahasiswa maupun dosen untuk bermalas-malasan.
Dalam keadaan menahan rasa lapar dan dahaga, mahasiswa tetap aktif untuk mengikuti perkuliahan. Kondisi tersebut bukan menjadi hambatan mahasiswa untuk menuntut ilmu ataupun sebagai penghalang dosen untuk menyebar ilmunya karena hal tersebut termasuk dalam ibadah, terutama di bulan suci ini yang pahala dalam berbuat kebaikan akan dilipatgandakan oleh Yang Maha Kuasa.
‘’Bulan Ramadhan atau tidak, perkuliahan tetap berjalan normal, karena memang sudah diagendakan seperti itu. kecuali mungkin jam belajar mengajar di kelas untuk yang mendapatkan jadwal sore akan dipercepat", tukas Wakil Dekan I Fakultas Pertanian.
Sedangkan fakultas Teknik Sipil yang mengagendakan Ujian Akhir Semester 2 pada senin (22/6) menargetkan sebelum tanggal 22 materi perkuliahan sudah disampaikan kepada mahasiswa, karena minggu ke-3 di bulan Juni sudah memasuki minggu tenang dan jika ada materi perkuliahan yang tertinggal akan disampaikan pada hari Jum’at dan Sabtu.
Pihak fakultas teknik sipil mempercepat waktu mengerjakan soal ujian akhir semester 2 untuk yang mendapatkan jadwal masuk ujian sore, dikarenakan berbenturan dengan waktu berbuka puasa. (git, ans, awk)

Editor: lia
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews