Responsive Ad Slot

Jelang Pemira, FKIP Gelar Debat Kandidat Calon Ketum HMJ

Tidak ada komentar

Sabtu, 06 Juni 2015

Unswagati-Setaranews.com Hari ini (5/6) fakultas keguruan dan ilmu pendidikan (FKIP) menggelar debat kandidat calon ketua umum himpunan mahasiswa jurusan (HMJ).

Acara ini merupakan puncak acara kampanye agar mahasiswa lebih mengenal calon masing-masing. Karena bukan merupakan acara resmi, dari panitia pemilihan umum mahasiswa jurusan (PPUMJ) tidak mengirimkan undangan resmi pada pihak kaprodi. Sementara jumlah peserta dalam debat kandidat yang hadir sejumlah 32 orang.

“Meskipun sempat terjadi kesalahpahaman tentang POK dengan ormawa juga dari pengurus DPM, namun hari ini debat kandidat diadakan serentak untuk semua calon dari masing-masing prodi, pada pukul 07.30-09.30 untuk prodi ekonomi, pada 09.30-11.30 prodi matematika, sementara untuk hmj diksatrasia dan dikbaris diadakan serentak karena berada di tempat berbeda. Sebelumnya memang untuk pendidikan bahasa inggris dijadwalkan pada pukul 15.00-17.00 wib”, ujar Iis Nur Aisiyah, salah seorang panitia pemilihan umum mahasiswa jurusan.

Adapun peserta pemilu ketua umum HMJ ini merupakan mahasiswa aktif. Puncak pemilu raya sendiri akan dihelat pada hari Senin, 8 Juni 2015 mendatang, pada pukul 08.00 WIB.

Dekan FE : "Tingkat Kesejahteraan Wilayah Cirebon Masih Rendah"

Tidak ada komentar

Selasa, 02 Juni 2015

UNSWAGATI, SETARANEWS.COM - Masih dalam rangkaian acara seminar dan diskusi publik yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unswagati Cirebon yang mengangkat tema "Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi Dalam Membangun Perekonomian Daerah" pada (01/06) lalu, salah satu pembicara yakni Dr. Hj. Ida Rosnidah SE., MA., Ak., Ac. selaku Dekan Fakultas Ekonomi membahas bagaimana tri dharma perguruan tinggi dalam membangun pereknonomian daerah dari segi akademisi. Menurut UU NO.20 tahun 2003 menyebutkan bahwa sistem pendidikan nasional diwajibkan mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

Untuk meningkatkan suatu perekonomian daerah terdapat beberapa yang menjadi acuan, seperti potensi daerah masing-masing, pertumbuhan perekonomian suatu daerah dilihat indikator PDRB, kontribusi sekitar lapangan usaha terhadap PDRB wilayah Cirebon.

"Dari segi perekonomian daerah apa sih yang menjadi potensi dari daerah masing-masing, bercermin dari indikator PDRB", jelas beliau saat menjasi pembicara acara seminar lalu.

Dekan Fakultas Ekonomi ini menilai PDRB wilayah Cirebon didominasi segi pertanian, serta kontribusi PDRB wilayah Cirebon sekitar 12,22%. Selain itu PDRB per-kapita dihitung membagi angka PDRB dengan jumlah penduduk.

"Jadi dalam hal ini kesimpulannya tingkat kesejahteraan wilayah Cirebon masih rendah", tutup beliau ada semianr dan disuksi publik senin lalu.

Acara seminar dan diskusi publik ini menarik kesimpulan bahwa perlu adanya sinergitas antara pemerintah dengan pihak lembaga pendidikan dalam membangun perekonomian daerah, perlu adanya program-program yang mendukung mahasiswa.

BEM-U Gelar Seminar dan Diskusi Publik

Tidak ada komentar
UNSWAGATI, SETARANEWS.COM – Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam Membangun Perekonomian Daerah merupakan tema yang diusung dalam seminar sekaligus diskusi publik yang digelar pihak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon pagi tadi (01/06) di Gedung Aula Grawidysabha Kampus Satu. Acara ini mulai pukul 10.00 WIB sampai 13.00 WIB. Dalam kegiatan tersebut menghadirkan pembicara Dedi Mulyadi, SH yakni Bupati Purwakarta, Drs. Jaja Sulaiman selaku asisten pembangunan ekonomi di Cirebon, dan Dr. Hj. Ida Rosnidah SE., MA., Ak., Ac. yaitu Dekan Fakultas Ekonomi. Serta dipandu oleh Wakil Presma Unswagati Sigit S sebagai moderator.

Acara seminar dan diskusi publik ini merupakan salah satu agenda dalam Gebyar BEM-U Festival 2015 sampai pertengahan Juni mendatang.

“Kegiatan ini adalah rangkaian gebyar BEM-U Festival 2015, sebagai mahasiswa kita harus bisa mengontrol, mengawasi juga memperbaiki perekonomian apalagi ditahun 2015 ini kita menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN. Jangan sampai industri rumahan tergerus oleh investor asing saatnya mahasiswa juga masyarakat daerah bangkit memperbaiki perekonomian daerah” tutur Tumpas Febriyanta sebagai Presiden Mahasiswa Unswagati, dalam pidato sambutannya.

Dalam seminar dan diskusi publik tersebut membahas mengenai konsep serta implementasi dalam membangun perekonomian daerah terutama di wilayah Cirebon. Membuka seminar ini Bupati Purwakarta yakni Dedi Mulyadi, SH menilai bahwa masih banyak mahasiswa ekonomi yang hanya mengejar angka namun bukan menerapkan nilai yang didapat.

“Identitas kebudayaan adalah identitas ekonomi, identitas ekonomi adalah identitas kita. Pendidikan seharusnya disesuaikan sengan kebutuhan berbasis lingkungan” ujar beliau saat membuka seminar dan diskusi publik tersebut.

Berlanjut ke segmen selanjutnya Drs. Jaja Sulaiman selaku pemerintahan Kota Cirebon atau asisten pembangunan ekonomi menjabarkan konsep pembangunan perekonomian Kota Cirebon, yaitu visi dari mantan Wali Kota Cirebon Alm. Ano S.

“Perlu diketahui bahwa dibawah kepemimpinan Pak Ano telah melahirkan visi RAMAH-nya, pertama Religius artinya konsep pembangunan kota Cirebon dikaitkan dengan religius, yang kedua Aman situasinya harus aman agar bisa melakukan kegiatan ekonomi, kota Cirebon ini banyak kedatangan orang pembisnis. Kemudian Maju bagaimana memajukan berbagai aspek memajukan pembangunan, berikutnya Aspiratif untuk menyalurkan pendapatnya dalam pembangunan kota Cirebon” ungkap Drs. Jaja Sulaiman.

 
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews