Responsive Ad Slot

Tolak Tindakan Represif, Puluhan mahasiswa Berdemo di kantor Polisi

Tidak ada komentar

Sabtu, 01 November 2014

Cirebon - SetaraNews.com Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Mahasiswa Cirebon (AGMC), terdiri dari BEM Universitas Swadaya Gunung Jati, BEM Universitas Muhamadiyah Cirebon ,Gerakan Mahasiswa Sosialis (Gemsos) ,Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) ,Front Mahasiswa Demokrasi(FMD), dan Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) siang tadi (31/10) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Mapolresta Cirebon Kota (Ciko) .

Aksi ini disulut oleh tindakan represif yang di lakukan oleh aparat, ketika mahasiswa yang tergabung dalam AGMC melakukan aksi pada hari kamis (30/10) di depan Balai Kota, terkait kasus indikasi penyalahgunaan wewenang dan gratifikasi oleh pemkot karena melakukan pengadaan Mobil Dinas (Mobdin) untuk Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida).

Tumpas selaku korban dan masa aksi mengatakan " Kami menuntut agar Kapolres dan Wakapolres bertindak tegas untuk menindaklajuti kasus tindakan represif ini ,agar tidak terulang kembali dan kami juga minta rincian terkait pemberian mobil dinas yang diberikan kepada kapolres oleh Pemkot, apakah itu hadiah atau graifikasi? " Tuturnya.

Aksi sempat memanas saat salah satu pos polisi di Jl.Siliwangi dirusak, namun untuk menghindari keributan para mahasiswa memilih membubarkan diri setelah melakukan orasinya di depan kantor Malporesta Kota Cirebon.

GemSos Sayangkan Statemen Loyalis Ano - Azis

Tidak ada komentar
Cirebon - Setaranews.com  Kasus permasalahan mobil dinas Muspida masih menjadi pembicaraan hangat di masyarakat, bahkan Kamis (30/10) sejumlah mahasiswa yang terdiri dari GemSos, FPPI, dan FMD yang mempertanyakan kasus mobil dinas ini ke pemerintah kota (pemkot), dan aksi tersebut sempat terjadi adu jotos antara mahasiswa dengan aparat kepolisisan.

Para mahasiswa menganggap pengadaan mobil dinas karena ada penyalahgunaan anggaran pengadaan bus pemkot yang dialihkan untuk mobdin muspida.

Setelah aksi kemarin Loyalis Ano azis, Umar Stanis Clau mengeluarkan statement yang dimuat di koran Radar Cirebon Jum’at 31 Oktober 2014 (hal- 1, 15). Beliau mempertanyakan kepada para mahasiswa yang turun aksi kemarin dimana unsur korupsi dalam pengadaan mobil dinas, dan ia menilai hal ini tidak menyalahi aturan.

Menanggapai Statement tersebut, Erlangga selaku Jubir  Gerakan Mahasiswa Cirebon (GemSos) menyayangkan sikap dari loyalis Ano Azis tersebut dan tetap menilai tindakan pengadaan mobil dinas muspida itu sudah menyalahi aturan, Kebijakan Umum Anggaran (KUA) menjadi dasar dalam pembentukan APBD , bila dilihat di KUA, disitu tertera bahwa hanya ada rencana penganggaran untuk pembelian mobil bus pemkot dengan nominal satu milyar, tidak ada penganggaran untuk pembelian mobdin muspida  begitupun di dalam APBD perubahan.

“Penganggaran dan  pembelanjaan dalam APBD harus sesuai peraturan, hal ini berkaitan dengan  Undang-undang nomor 17 tahun 2003 Pasal 34 ayat 1 tentang Keuangan Negara. Dijelaskan pelaksanaan APBD baik murni maupun perubahan, tidak bisa dialokasikan sesuai keinginan eksekutif. Bila pembelian mobdin tersebut tidak terdapat dalam APBD perubahan kota Cirebon, dan terjadi pengalihan pos mata anggaran dalam APBD perubahan kota Cirebon, menurut kami itu sudah menyalahi aturan ,karena bagaimanapun juga bila tidak terdapat pos mata anggaran dalam APBD ya tidak usah di belanjakan, apalagi untuk pembelian mobil dinas yang diberikan kepada jajaran instansi vertikal ,yang sudah dianggarakan dalam APBN” Ujar Erlangga saat pers release.

“Selain itu juga kami menyayangkan tindakan represif yang dilakukan oleh aparat, mengingat ada beberapa kawan kawan kami yang terluka memar terkena bogem mentah”. Tambahnya.

Ulang Tahun Pertama Blogger Mangga: "Indramayu Ayo Ngeblog"

Tidak ada komentar

Jumat, 31 Oktober 2014

Indramayu - SetaraNews.com, Dalam rangka merayakan hari jadinya yang pertama, Komunitas Blogger asal Indramayu (Blogger Mangga) pada Kamis (30/10) kemarin mengadakan acara seminar Indramayu Ayo Ngeblog bersama 130 pelajar asal Indramayu di SMPN 1 Gabus Wetan.

Acara yang turut dihadiri para anggota Komunitas Blogger asal Cirebon (Rebon), dan Komunitas Sanggar Hanacaraka Indramayu penggiat budayawan yang berkonsentrasi dalam penelusuran naskah-naskah Jawa kuno ini menghadirkan master pembuat template dari AsistenTokodotcom Sofiyudin S. Kom yang berprofesi sebagai penyedia jasa pembuat template website.

Momen pertemuan antar Blogger Cirebon bersama Blogger Indramayu ini digunakan dengan baik oleh Didno guru SMPN 1 Gabus Wetan yang juga sebagai aktivis Blogger dengan turut menghadirkan para master, dengan saling berbagi cerita tentang pengalamannya dalam dunia blogger.

Beberapa dari mereka seperti Prasetio seorang pelajar yang sudah menghasilkan $100 dari blognya, Aditia Novit yang menjalankan bisnis ternak blog atau sering membuat blog kemudian dijual, Agustian yang dari awalnya nge-blogger hingga kemudian bisa menjadi penulis buku, dan Dedi Suparman yang penghasilannya sampai puluhan juta dari Google Adsense dan toko online miliknya.

Dalam kesempatannya tersebut Dido berharap agar generasi muda dapat menggunakan internet secara sehat dan kreatif. "Saya berharap mereka bisa menggunakan internet secara sehat. Sebagai generasi muda bisa berkarya dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk diri, keluarga dan negara." katanya.

Lebih lanjut ia menerangkan untuk saat ini terus mengajak para generasi muda untuk terus maju dan mendorong prestasi mereka, terutama di dunia blog.

"Memotivasi mereka biasa kita berikan contoh blogger-blogger yang sudah sukses." tutupnya.


Aliansi Mahasiswa Cirebon Minta Kejelasan Mengenai Mobil Dinas

Tidak ada komentar
Cirebon,Setaranews.com-Aliansi Gerakan Mahasiswa Cirebon melakukan aksi lanjutan mengenai masalah mobil dinas didepan Balai Kota Cirebon pada Kamis siang tepatnya tanggal 30 Oktober 2014.

“ Sebelumnya kami pernah melaporkan masalah mobil dinas ini kepada pihak Kepolisian dan Kejaksaan, namun tidak ada tanggapan dari pihak tersebut,” Ujar Erlangga selaku salah satu mahasiswa yang mengikuti aksi.

Aksi tersebut diikuti berbagai organisasi seperti Gemsos, FPPI, FMD dan lainnya. Mahasiswa yang mengikuti aksi Sebelumnya berkumpul di Kampus Utama Unswagati, kemudian mereka berjalan bersama menuju Balai Kota Cirebon.

Adapun tuntutan dari Aksi tersebut yaitu wali kota harus memberikan keterangan secara rinci mengenai pengadaan mobil dinas kepada unsur muspida dan menunjukkan bukti serta payung hukum atas pengadaan mobil dinas kepada unsur muspida.

Usai bentrokan antara mahasiswa dengan aparat kepolisian, akhirnya Pihak pemerintah kota meminta lima mahasiswa masuk kedalam Balai kota untuk melakukan audiensi, namun mahasiswa menolak dan meminta semua mahasiswa masuk kedalam Balai Kota tanpa adanya perwakilan.

Akhirnya  Walikota Cirebon yang saat itu diwakili oleh wakilnya keluar dan menemui mahasiswa untuk melakukan audiensi dipinggir jalan Raya depan Balai Kota Cirebon.

 

Saat Alex 'X Factors' Bicara Soal Pemuda

Tidak ada komentar

Kamis, 30 Oktober 2014

Cirebon, Setaranews.com Pada perayaan sumpah pemuda kemarin, Setara berhasil mewawancarai secara ekslusif Alex ‘X-Factor’ Rudiant sesaat setelah dirinya mengisi acara yang digawangi oleh badan eksekutif mahasiswa (BEM) pada (28/10) lalu. Jebolan X-factor ini bercerita banyak soal pemuda dan pengalaman pertamanya berkunjung ke Cirebon

Ketika ditanya soal pemuda saat ini, lelaki asal Medan Sumatera Utara itu berujar soal perbedaan pemuda dulu dan sekarang. Ia menilai pemuda sekarang lebih bergantung pada teknologi

“Dinamika pemuda masa dulu dan sekarang tentu berbeda, barangkali dulu belum begitu banyak menggunakan teknologi, beda dengan pemuda sekarang yang mengikuti perkembangan teknologi. Tapi, ya suka tidak suka itu adalah perkembangan zaman” kata Alex.

Selain itu Alex juga juga berharap pemuda saat ini bisa tetap kritis namun kreatif dan tetap dapat berkarya.

“Ya aku suka dengan acara seperti ini. artinya ya pemuda itu harus kritis. Dan pemuda aku rasa harus kratif dan berkarya” urainya.

Kunjungan ke Cirebon ini pertama kali dilakukan oleh Alex Rudiant. Ia terkesan dengan banyaknya pilihan makanan khas Cirebon

“Ini pertama kali aku kesini, kesannya ya Cirebon itu seru. Aku juga coba nasi jamblang, dan pengen rasain kuliner cirebon yang katanya masih banyak lagi ya” kata Alex.

LBKH, Wadah Mahasiswa Konsultasi Masalah Hukum

Tidak ada komentar

Rabu, 29 Oktober 2014

Unswagati -Setaranews.com (29/10) Lembaga Bantuan dan Konsultasi  Hukum (LBKH)  yang bertempat di lantai dua Fakultas Hukum kampus III Unswagati kerap belum banyak mahasiswa yang tahu. Pasalnya mahasiswa kurang peduli dan perhatian terhadap lembaga tersebut. LBKH menjadi wadah mahasiswa untuk berkonsultasi apapun khususnya permasalahan terkait hukum, ini yang seharusnya banyak dimanfaatkan oleh mahasiswa Unswagati.

LBKH menyediakan pakar-pakar hukum yang telah siap memberikan jasa-jasa pelayanan hukum dan bantuan hukum bagi yang memerlukan. Lembaga bantuan dan Konsultasi Hukum bertujuan untuk menyelenggarakan pemberian bantuan hukum dan atau pembelaan umum yang meliputi segala pekerjaan atau jasa advokat  terhadap kliennya di dalam maupun di luar pengadilan, mengadakan ceramah, diskusi, penyuluhan, mengadakan kerjasama dengan lembaga-lembaga pemerintahan, menyediakan diri selaku wadah yang berguna untuk latihan praktek hukum bagi para mahasiswa Fakultas Hukum.

LBKH diperuntukan bagi mahasiswa dan masyarakat luas, mahasiswa yang berkonsultasi sebagian besar dari Fakultas Hukum tetapi ada juga yang dari fakultas lainnya. Untuk mahasiswa yang ingin konsultasi tidak dikenakan biaya, tetapi untuk masyarakat luas yang ingin konsultasi dikenakan biaya konsultasi Rp. 350.000. Masyarakat luas yang ingin lanjut penanganan perkara dikenakan biaya penambahan untuk pendaftaran perkara sebesar Rp. 350.000. Untuk masyarakat luas yang tidak mampu cukup melampirkan Surat Keterangan Tidak Mampu untuk bisa konsultasi tetapi untuk penanganan perkara dan biaya pengadilan di tanggung sendiri.

Adapun prosedur Untuk mahasiswa atau masyarakat luas yang ingin konsultasi di LBKH yaitu membuat janji terlebih dahulu kepada pengurus LBKH bisa melalui telpon seluler atau mendatangi kantor LBKH, pada prinsipnya Jam kerja kantor LBKH mengikuti jam kerja kuliah.

Lembaga Bantuan dan Konsultasi Hukum hanya memberikan jasa lawyer fee artinya biaya dibebaskan atau digratiskan. Karenanya belum banyak yang mengetahui mengenai Lembaga Bantuan dan Konsultasi Hukum diharapkan mahasiswa untuk mengetahuinya.

“Harapan saya terutama untuk Fakultas Hukum mengetahui, mengerti, memahami, tentang keberadaan dan manfaat dari LBKH ini, baik untuk sarana pembelajaran, praktek maupun untuk disosialisasikan kepada masyarakat luas” ujar Harmono selaku divisi litigasi penanganan perkara LBKH.

BEM Unswagati Peringati Hari Sumpah Pemuda

Tidak ada komentar
Unswagati, Cirebon SetaraNews.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM-U) Unswagati  mengadakan acara dalam rangka memperingati sumpah pemuda yang ke 86 pada hari Selasa (28/10) ,yang ditutup dengan acara seribu lilin di kampus utama Unswagati.

Acara ini bertemakan “Dengan sumpah pemuda kita mewujudkan mahasiswa yang beretika, berkarya dan berkreatifitas” dengan melibatkan kepanitiaan bersama yang terdiri dari pihak BEM-U. mereka merekrut mahasiswa dari berbagai fakultas  di Unswagati yang berkredibel, BEM-U bekerja sama juga dengan campus society karena mereka ingin mengadakan event bersama-sama agar acara yang berlangsung megah dan sukses “Disini kita juga bekerja sama dengan pihak shelter953.FM dan dari pihak shelter sendiri menyediakan program shelter dan post indonesia , menyediakan program kirim artis, jadi ini dimanfaatkan juga untuk membuat acara lebih menarik” ujar Iqbal selaku ketua pelaksana kegiatan.

Acara inipun dimeriahkan pula oleh bintang tamu Alex X-factor serta turut mengundang perwakilan empat universitas di Cirebon yaitu IAIN, STIKOM, CIC, UMC. Acara yang di mulai dari pukul 15.oo WIB ini mendapat antusisme dari mahasiswa khususnya mahasiswa baru “Acara di mulai dari pukul 15.00 wib sambutan ketua pelaksana , presma , rektor unswagati, puisi, alex, break magrib sampai isya,dilanjutkan lagi band-band dari tiap fakultas, bekerja sama pula dengan UKM Seni menampilkan teatrikal, setelah itu acara 1000 lilin, ada mimbar bebas memberi kesempatan kepada mahasiswa yang ingin berorasi dengan tema sumpah pemuda itu sendiri “ tambah iqbal ketika di temui setaranews di sela-sela waktu istirahat.

Iqbal mengharapkan acara dapat berjalan sukses dan bukan hanya menjadi seremonial “Semoga acara ini berjalan dengan sukses dengan meriah tanpa masalah berarti, dan mengangkat kembali nilai-nilai kepemudaan yang dahulu sudah ada lalu kita juga menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan kesatuan khususnya untuk mahasiswa selaku pemuda-pemudi Indonesia” tutupnya.

Ketika Pemuda Menulis Sejarah

Tidak ada komentar

Opini-“Pemuda kita umumnya hanya mempunyai kecakapan untuk menjadi serdadu, yaitu berbaris, menerima perintah menyerang, menyerbu dan berjibaku dan tidak pernah diajarkan memimpin” (Sutan Sjahrir 1909-1966)


Barangkali rangkaian kata dari seorang Sjahrir diatas ada benarnya. Mau bukti? Coba lihat mereka  para pelajar yang sudah menjadwalkan satu hari dalam seminggu untuk tawuran. Entah apa yang dicari oleh mereka. Pengakuan lebih hebat, agar sekolahnya ditakuti atau sekedar mengikuti gaya dari para seniornya agar terlihat gaul? Yang jelas diantara jawaban diatas tak ada satupun yang bisa kita benarkan. Karena perang melawan penjajah sudah usai sejak 69 tahun lalu. Lantas mengapa mereka yang memiliki jiwa muda justru melampiaskan raga primanya untuk menciderai saudara sebangsa? Ini jelas kemunduran mental pemuda kita.


Coba kita buka sejarah hari ini di 86 tahun lalu. Saat mereka para pemuda pemudi dari nyaris seluruh pulau di nusantara berkumpul disebuah gedung dibilangan Kramat Raya Jakarta Pusat, mereka sama-sama berkomitmen menyatukan seluruh wilayah tanah air dan menyakralkanya dalam sebuah sumpah. Mereka para pemuda menegaskan cita-cita bahwa tanah air,bangsa dan bahasa Indonesia kelak lahir dan berdikari. Bahkan dalam momen sakral ini pula seorang wartawan muda berusia 25 tahun bernama Wage Rudolf Soepratman untuk pertama kalinya mendendangkan lagu Indonesia Raya dalam gesekan merdu biolanya yang akhirnya menjadi lagu kebangsaan Republik Indonesia.


Tidak hanya para pemuda dari kalangan pribumi saja. Mereka pemuda yang berasal dari keturunan arab pun melakukan ‘Sumpah Pemuda Keturunan Arab’ pada kongres Pemuda Arab Indonesia 4-5 Oktober 1934. Kongres berasal dari inisiatif seorang  AR. Baswedan yang mempertanyakan kewarganegaraan orang Indonesia keturunan Arab. Dari situ tercetuslah kongres Pemuda Arab Indonesia sampai berujung pada Sumpah Pemuda Arab Indonesia. Isinyapun  tak main-main. Mereka para keturunan arab yang kala itu dikastakan oleh Belanda lebih tinggi dari pribumi nyata-nyata bersumpah bahwa Indonesialah tanah airnya. Bahkan dalam butir ketiga sumpah pemuda arab indonesia disebutkan bahwa “Peranakan Arab memenuhi kewajibanya terhadap tanah air dan bangsa Indonesia’.


Belum sampai disitu, kemerdekaan Republik Indonesia pun berkat campur tangan para pemuda. Ingat ketika Soekarno tengah dirundung kegalauan akibat penentuan tanggal kemerdekaan? Ketika itu Soekarno bersama Hatta dan golongaan tua lainya bersikukuh melaksanakan proklamasi setelah dapat persetujuan dari Jepang. Sedangkan mereka para golongan Muda yang dimotori Sjahrir juga para pemuka kemerdekaan lain seperti Sayuti Melik dan Adam Malik jelas-jelas menentang opsi gologan tua. Penolakan bukan tanpa alasan,ketika itu Indonesia tengah dalam kekosongan Pemerintahan. Ketika Jepang tengah babak belur dihajar bom oleh sekutu dan Belanda belum datang kembali untuk menerima penyerahan pemerintahan. Alhasil, mereka pemuda menculik dan mendesak Soekarno-Hatta untuk segera memproklamirkan kemerdekaan. Dan, 17 Agustus 1945 Indonesia Resmi merdeka. Entah, bagaimana jadinya kalau pemuda tak menculik Soekarno-Hatta? Barangkali penjajahan bisa jadi berjlanjut.


Terakhir, pemuda pula lewat para mahasiswanya yang berhasil menggolkan cita-cita demokrasi sekaligus menggulingkan rezim orde baru (Orba) pimpinan Presiden Soeharto. Entah berapa jumlah pasti mereka yang harus meregang nyawa demi untuk kebebasan berpendapat kita hari ini. bahkan, beberapa diantara mereka hingga detik ini masih belum diketahui keberadaanya.


Kejadian-kejadian prestisius diatas jelas besar campur tangan para pemuda, bayangkan bagaimana perasaan W.R Soeprartman, A.R Baswedan, Sutan Sjahrir dan seluruh pemuda yang merelakan jiwa raganya untuk kebebasan demokrasi melihat pemuda kini justru saling hantam, saling serang dan saling bunuh juga terkesan apatis terhadap persoalan bangsa hari ini. Sejarah bangsa yang digawangi pemuda dulu seakan tak pernah diresapi oleh pemuda saat ini.


Suka tidak suka, itulah kejadianya. Barangkali pemuda kini lebih suka menyaksikan siaran langsung pernikahan artis ketimbang siaran langsung pelantikan Presiden. Lebih terlihat gagah ketika ikut tawuran ketimbang menghentakan hormat dalam upacara bendera. Dan lebih terlihat gaul jika berlama lama di super market ketimbang berlama-lama disanggar tari tradisional.


Sadarkah kita para pemuda jika saat ini kita tengah menulis sejarah. Bukankah Soepratman, A.R Baswedan dan Sutan Sjahrir hidup dimassanya, melakukan sesuatu trobosan dan dikenang hingga saat ini. Kita pun sama, apa yang kita lakukan saat ini bisa jadi dikenang 100 tahun lagi oleh cicit-cicit kita. bahwa dalam buku sejarah 100 tahun lagi barangkali akan ada bab yang membahas bahwa 100 tahun lalu telah hidup sebuah generasi yang banyak menghilangkan warisan kebudayaan akibat terlalu seing berlama-lama di super market. Bahwa 100 tahun lalu telah hidup sebuah generasi yang menjadikan upacara bendera sebagai kegiatan yang menyebalkan. Dan masih di bab yang sama tertulis bahwa 100 tahun lalu telah hidup generasi apatis yang tak pernah peduli terhadap kondisi bangsanya dan membiarkanya tercerai berai.


Untungnya massa itu belum datang. Kita masih hidup di zaman sekarang. Jadi, saat ini kita masih memiliki waktu banyak untuk mencegah buku sejarah 100 tahun lagi menuliskan betapa bobroknya pemuda saat ini. Namun, itu semua kembali kepada pribadi kita, ingin dicap sebagai generasi apatis atau generasi penggerak bangsa dimasa mendatang?



Oleh: Muhamad Wildan (Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unswagati)

Kota Cirebon Adakan Pameran Produk Unggulan

Tidak ada komentar

Selasa, 28 Oktober 2014

Cirebon - SetaraNews (27/10) Dalam rangka hari jadi yang 625, Kota Cirebon adakan Pameran Produk Unggulan, dengan tema Kembangkan Inovasi Melalui Kreativitas Produk IKM dalam Menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Event ini diselenggarakan dari tanggal 25 Oktober hingga 29 Oktober 2014 yang bertempatkan di CSB Mall Kota Cirebon.

Acara ini bekerjasama dengan Badan Kerjasama Antar Daerah (BKAD) Kunci Bersama. Kota Cirebon adalah kota ke empat yang meyelenggarakan event ini, setelah di tahun sebelumnya Kabupaten Majalengka, Ciamis dan Cilacap sudah menyelenggarakannya.

"Bertepatan juga dengan hari jadi Kota Cirebon dan merekapun menyanggupi, maka kami tetapkan Kota Cirebon sebegai penyelenggara" Ujar Hafid selaku Supporting Staff saat ditemui SetaraNews di CSB Mall.

"Sedangkan dari BKAD sendiri, dengan adanya acara seperti ini, kami bertujuan agar setiap daerah mampu mengenalkan produk unggulannya masing-masing. Misalnya ekonomi dengan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) serta wisata. Dan semoga acara ini mampu terjalin hubungan antar daerah dalam infrastruktur, pemerintahan umum dan lain-lain" tambah Hafid

Ada sembilan daerah yang ikut serta dalam pameran ini, diantaranya Kabupaten Kuningan, Ciamis, Cirebon, Kota Cirebon, Cilacap, Brebes, Banjar, Majalengka dan Pangandaran.

"Ya kami berharap acara seperti ini harus ada setiap tahunnya. Dan setiap tahunnya harus lebih baik lagi" Pungkas Hafid

Soal Proses Penegerian, Presma Unswagati Angkat Bicara

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com Presiden Mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) ikut angkat bicara mengenai terkendalanya kembali proses penegerian Unswagati. Tumpas yang tengah berkunjung ke sekretariat LPM Setara menyatakan bahwa ada ketidakseriusan dari pihak pemerintah dalam proses penegerian.

“Kemarin pas audiensi itu jadi pihak kabupaten awalnya mau untuk menghibahkan tanahnya, tapi pas ditengah jalan, liat kasus yang rektornya IAIN jadi ketakutan sendiri” Kata Tumpas

Lebih lanjut mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum tersebut juga memiliki rencana untuk mengadakan pertemuan mahasiswa dalam diskusi yang membahas soal proses penegerian Unswagati

“Jadi rencananya kita mau kumpulin kawan-kawan, kita mau diskusi bareng nih ataukah kita tekan Pemkabnya atau Pemkotnya. Minta kejelasan kalau negeri ya negeri kalau tidak ya tidak gitu” tambah Tumpas

Sebelumnya Unswagati dipastikan gagal merubah status dari swasta menjadi negeri pada bulan Oktober tahun ini. Padahal, ketika bulan Maret lalu Rektor Unswagati Prof.Dr. Rochanda Wiradinata. MP dalam sambutannya di kuliah umum Gubernur Jawa Barat menyatakan proses penegerian bisa rampung Oktober tahun ini.

“Saya dipanggil Dikti untuk permasalahan alih status dari PTS menjadi PTN, Insyaallah selambat-lambatnya bulan Oktober Unswagati menjadi PTN.” Ujar Rektor Maret lalu.
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews