Responsive Ad Slot

FKIP Ekonomi Unswagati Jalin Kerjasama dengan IAI

Tidak ada komentar

Sabtu, 07 Juni 2014

Unswagati - SetaraNews.com, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Swadaya Gunung Djati; Program Study Ekonomi - Akuntansi bekerjasama dengan Ikatan Akuntansi Indonesia - wilayah Jawa Barat mengadakan pelatihan akuntansi berikut dengan uji kompetensinya selama 7-16 Juni 2014.

Pelatihan ini dalam rangka Unswagati untuk menyiapkan calon lulusan FKIP-Ekonomi agar siap menghadapi tantangan global Komunitas Ekonomi ASEAN + Cina pada tahun 2015 nanti.

"Era globalisasi benar benar telah berada di depan mata. Tidak hanya produk makanan dan fashion yang akan membanjiri Indonesia, tetapi juga para tenaga pengajar dari guru hingga dosen pun bisa dari luar negeri." sambut Dekan FKIP Unswagati Prof. Dr. Abdu Rozak, M.Pd (7/6).

Lebih lanjut Dekan FKIP menjelaskan bahwa FKIP sudah mengupayakan calon lulusan untuk siap di era global, beberapa langkah tersebut seperti membangun kerjasama dengan berbagai instansi lain. Yakni; akan dibangunnya kelas bahasa inggris, kelas teknologi dan informasi, kelas multimatik, uji toefl, dan kerjasama pusat kajian bersama UKBI.

Senada dengan Dekan FKIP Unswagati, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama (Wakil Rektor IV); Hj. Darliana Ayu, SE. MM. MH dalam sambutannya turut mengapresiasi langkah-langkah program kerja FKIP Unswagati.

"Diantara perguruan tinggi di Indonesia, (khususnya-red) Unswagati terus mengalami kemajuan yang cukup berarti terutama FKIP." ujar Darliana Ayu (7/6).

Lanjut Darliana, berharap agar kerjasama antara IAI Jawa Barat dengan Prodi Ekonomi Unswagati ini akan mendapatkan barokah dari Tuhan Yang Maha Esa.

Inilah Pemenang Lomba Festival Sutan Setara IV

Tidak ada komentar

Kamis, 05 Juni 2014

Unswagati - SetaraNews.com, Inilah daftar pemenang lomba Sutan Setara IV, yang diadakan sejak tanggal 1 Mei hingga 3 Juni 2014. Semua peserta yang masuk telah dinilai oleh tim panitia internal Lembaga Pers Mahasiswa Setara Universitas Sawadaya Gunung Jati - Cirebon.

Lomba Essai :

Juara I : Zulyani Evi, Essai berjudul; "Mengingat Sejarah, Memupuk Spirit" asal Universitas Negeri Solo..

Juara II : Akhmat Fauzi, Essai berjudul; "Tulisan untuk Membangun Negeri Tercinta" Mahasiswa Teknik Kimia dari Institut Teknologi Sepuluh November

Juara III : Kahardiman, Essai berjudul; "Golput, Suara di Balik Bilik Suara" alumni Universitas Swadaya Gunung Jati.

Lomba Resensi Buku:

Juara I : Teguh Priyanto, dengan judul; "Kesempurnaan Nabi Muhammad SAW" asal SMK Teknik Bhakti Persada

Juara II : Fauziyah, dengan judul; "Lulus Kuliah Umur 11 Tahun dengan IPK 4" asal Mahasiswa Pendidikan Sastra dan Bahasa Indonesia Unswagati

Lomba Fotografi :

Juara I : Maulana Fikri Dwi Lakasana dari Majalengka, dengan judul; "Dengar Lihat dan Tulis"

Juara II : Fauziyah dari mahasiswa Pendidikan Sastra dan Bahasa Indonesia Unswagati, dengan judul; "Saat-saat Menghadapi Ujian Akhir Nasional"

Lomba Reporter LPM Setara, untuk kategori Berita Terbaik dan Terheboh:

  1. Chevron Ingin Kuasasi Ciremai, Warga Menolak

  2. Dikti: Rektor Jangan Melebihi 2 Periode

  3. Aliansi Mahasiswa Ciremai Tolak Eksploitasi Gunung Ciremai

  4. Menolak Eksploitasi Ciremai, Ribuan Warga Kuningan Duduki Gedung DPRD

  5. Caleg Bicara Soal Alat Peraga Kampanye yang Nyebar di Kampus

  6. Ayo Daftar, Beasiswa Djarum Kembali Dibuka


Berikut adalah daftar peserta lomba Sutan Setara IV;

  • Nina Nuraeni,

  • Kahardiman

  • Puput S. R. J.

  • Unggul Yudha P.

  • Zulyani Evi

  • Trie Adhie Pangestu

  • Ahmad Fauzi

  • Bahrul Amal

  • Maulana Dwi Laksana

  • Fauziyah

  • Teguh Priyanto


Catatan: Keputusan ini tidak dapat diganggu gugat.

Pembagian hadiah dan sertifikat dilakukan hari ini di Aula Grawidyasabha Kampus 1 Unswagati, Jalan Pemuda No. 32 pukul 10:00 hingga 12:00 WIB.

Informasi lebih lanjut hubungi/SMS: 085224731010

Fotografi: Dengar Lihat dan Tulis

Tidak ada komentar

Rabu, 04 Juni 2014

Fotografi - SetaraNews.com, Berikut adalah foto dari Maulana Fikri Dwi Laksana dari Majalengka. Foto ini dikirim untuk mengikuti lomba Festival Semarak Ulang Tahun Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati.

Dua foto ini menerangkan tentang; Jawaban Tulis Di papan Tulis, dan Dengar Lihat Tulis.

 

***


Kepada pembaca setia SetaraNews.com yang budiman, Redaksi LPM Setara menerima tulisan seperti naskah; opini, essai, puisi, pertanyaan umum, cerita pendek, dan surat pembaca dari alumni, mahasiswa, dan dosen Unswagati.

Kirimkan ke: lpm.setara@gmail.com dan sertakan identitas diri berikut nomor kontak handphone.

Bagi yang naskahnya naik ke www.setaranews.com, kami sediakan bingkisan menarik*.

Fotografi: Saat-saat Menghadapi Ujian Nasional

Tidak ada komentar

Selasa, 03 Juni 2014

Cirebon - SetaraNews.com, Inilah suasana siswa-siswa SMA di Kota Cirebon saat mengikuti ujian nasional beberapa waktu yang lalu.

Foto ini diikutsertakan dalam lomba Festival Semarak Ulang Tahun Lembaga Pers Mahasiswa Semua Tentang Rakyat (Setara) Universitas Swadaya Gunung Jati - Cirebon yang ke-IV.
Foto ini diambil oleh Fauziyah dari mahasiswa Pendidikan Sastra dan Bahasa Indonesia Unswagati.

***


Kepada pembaca setia SetaraNews.com yang budiman, Redaksi LPM Setara menerima tulisan seperti naskah; opini, essai, puisi, pertanyaan umum, cerita pendek, dan surat pembaca dari alumni, mahasiswa, dan dosen Unswagati. Kirimkan ke: lpm.setara@gmail.com dan sertakan identitas diri berikut nomor kontak handphone.

Bagi yang naskahnya naik ke www.setaranews.com, kami sediakan bingkisan menarik*.

 

 

Resensi Buku: Kesempurnaan Nabi Muhammad SAW

Tidak ada komentar

Kesempurnaan Nabi Muhammad SAW


Oleh: Teguh Priyanto


Judul buku   :  Think Muhammad

Penulis          :  Achmad Rifki

Penerbit        :  Plotpoint

Tebal buku    : 141 halaman

Seberapa jauh anda mengenal sosok Nabi Muhammad S.A.W, tahukah anda bagaimana bentuk fisik dan rupa wajah rasulullah  apakah kita tahu bagaimana cara beliau menyebarkan dakwah pada seluruh umat muslim. Tahukah anda rahasia rasulullah dalam menjaga kesehatan tubuhnya. Apakah kita tahu kecerdasan rasulullah.

Apakah kita pernah tahu bahwa Nabi Muhammad  S.A.W adalah seorang pedagang, Apakah kita tahu mukjizat-mukjizat apa saja yang telah di turunkan oleh allah S.W.T. untuk  Nabi Muhammad S.A.W dan seberapa dalam kah kita mendalami sifat-sifat  dan kepribadian beliau.

Tahukah anda siapa  Nabi Muhammad  S.A.W ? ya , iya adalah Nabi terakhir yang di utus oleh Allah S.W.T untuk menuntun umat-umatnya yang menyimpang dari  ajaran allah S.W.T dan beliau juga pemimpin umat islam pertama, beliau menyebarkan dakwah kepada umat islam secara sembunyi-sembunyi di karnakan ada satu kaum yang menentang ajaran beliau. Beliau juga mendapat  mukjizat dari Allah S.W.T yang begitu istimewa  ialah Al-Qur’an dan hanya dimiliki oleh Nabi Muhammad  S.A.W.

Lalu bagaimana cara kita  mempelajari kepribadian yang dimiliki oleh rasulullah sehingga rasullah begitu dikagumi semua umatnya ! di buku ini akan di jelaskan semua tentang  Nabi Muhammad secara detail dan jelas bagaimana kepribadian beliau. Buku ini menjelaskan secara detail poin-poin yang penting dengan sangat jelas dan lugas disertai dengan sumber-sumber  yang  jelas juga, selain itu juga buku ini sangat menarik dengan berbagai macam gambar dan animasi, tetapi dibalik itu gambar yang disajikan tidak berwarna. Buku ini juga bisa kita jadikan motivasi untuk kita semua untuk menjadi orang yang lebih baik di mata Allah S.W.T. siapkah kalian untuk menjadi penerus sifat teladan rasulluh kita sebagai umat islam.
Penulis adalah siswa dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Teknik Bhakti Persada.

Essai: Tulisan Untuk Membangun Negeri Tercinta

Tidak ada komentar

Tulisan Untuk Membangun Negeri Tercinta


Oleh Akhmat Fauzi


            Mungkin kita sering melamun dan membayangkan berbagai permasalahan di negeri ini. Setiap hari kita dipaksa untuk menonton berita buruk tentang kondisi negeri ini. Negara ini dicap gagal untuk memanfaatkan kekayaan sumberdaya yang dimilikinya. Banyak permasalahan di negeri  yang belum diatasi. Misalnya kondisi pendidikan di Indonesia.

Kualitas pendidikan Indonesia masih tergolong rendah. Berdasarkan data yang dikeluarkan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) pada tahun 2012, Indonesia hanya memiliki indeks pembangunan pendidikan sebesar 0,98. Nilai itu menempatkan kualitas pendidikan Indonesia di posisi ke-64 dari 120 negara di dunia pada tahun 2013. Bahkan di tingkat Asia Tenggara, Indonesia masih tertinggal dari Brunei Darussalam yang berada di peringkat ke-34. Contoh lainya adalah kondisi pertanian negeri ini.

Meskipun negara Indonesia disebut negara agraris, negara ini masih harus mengimpor produk pertanian dari negara lain.1 Pada bulan Agustus 2013 saja, Indonesia telah mengimpor 9.000 ton cabai dari Vietnam dan Thailand karena kekurangan pasokan cabai di pasar lokal. Masih banyak kebutuhan produk pertanian lain, seperti beras, bawang, dan kentang, yang masih harus diimpor dari luar negeri. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa terdapat 28 komoditas pangan yang biasa dikonsumsi sehari-hari yang masih diimpor dari negara lain, seperti jagung, kedelai, bawang putih, bawang merah hingga lada.2 Masih banyak lagi permasalahan bangsa yang mungkin masuk dalam benak kita.

Permasalahan yang terjadi negara ini tidak akan pernah selesai tanpa partisipasi kita dalam membantu pemerintah. Ibarat komandan, peranan pemerintah hanya sebatas memberi komando pada rakyatnya. Jika rakyat tidak mau mendengarkan dan membantu pemerintah maka bisa dipastikan negara yang ini akan mengalami kehancuran.

Namun, seandainya kita melaksanakan komando pemerintah dan membantu pemerintah, maka negara ini akan menjadi negara maju. Bisa dikatakan, kita memiliki peranan penting dalam memajukan dan membangun bangsa Indonesia. Menimbang begitu banyaknya permasalahan bangsa, dukungan kita selaku masyarakat Indonesia sangat penting. Kita selaku masyarakat Indonesia harus berperan aktif membangun negara Indonesia. Kita bisa memulai dengan melakukan hal-hal kecil untuk membantu pemerintah dalam menyelesaikan berbagai permasalahan negara. Salah satunya melalui tulisan. Jika kita menulis dengan sungguh maka tulisan yang kita buat akan sangat bermanfaat bagi kemajuan bangsa Indonesia.

Ada banyak manfaat yang diperoleh dari sebuah tulisan. Pertama, tulisan adalah cara yang tepat dalam menyampaikan informasi mendidik. Tulisan sebagai bahasa komunikasi tertulis dapat menyampaikan ilmu pengetahuan pada orang lain. Di era globalisasi, kebutuhan ilmu pengetahuan sangat tinggi. Pengetahuan telah dianggap sebagai kunci keberhasilan suatu negara. Sayangnya kuantitas dan kualitas artikel pendidikan berbahasa Indonesia masih terbatas. Hal ini yang membuat banyak siswa-siswi kesulitan memperoleh informasi yang diperlukan untuk belajar. Apalagi jumlah perpustakaan berkualitas di Indonesia sangat minim. Oleh sebab itu, kita perlu membantu negara ini dalam memajukan pendidikan negeri ini memalui tulisan milik kita. Kita bisa memulai membaca berbagai materi pendidikan, kemudian mengetiknya. Ketikan yang telah kita buat kemudian disebarkan lewat blog atau wordpress.

Kedua, tulisan milik kita dapat menjadi inspirasi bagi orang lain. Tidak sedikit orang Indonesia yang mengalami kejenuhan dalam hidupnya. Mereka merasa kesulitan dalam menemukan ide hidup. Berselancar di dunia maya tanpa tujuan sering kali orang semacam ini lakukan. Tujuannya hanya untuk menemukan sesuatu yang membuat mereka bergairah kembali. Berangkat dari hal ini, kita bisa menulis kisah inspiratif atau opini-opini yang menyejukkan hati para pembacanya.

Tulisan semacam itu akan memotivasi masyarakat Indonesia. Masyarakat suatu negara yang bergairah tentu akan lebih produktif dalam beraktifitas. Mereka akan termotivasi untuk lebih mengembangkan kemampuan mereka baik secara softskill dan hardskill. Dengan demikian, kualitas penduduk Indonesia akan naik.

Sebuah tulisan juga memiliki kekuatan untuk menggerakkan dan memberdayakan masyarakat. Menggerakan dan memberdayaan masyarakat berarti memfasilitasi secara persuasif untuk meningkatkan pengetahun, sikap, perilaku, dan kemampuan masyarakat dalam memecahkan masalah menggunakan sumber daya/potensi yang mereka miliki.

Masyarakat perlu diajak untuk menjaga dan membangun negeri ini. Apalagi sebenarnya banyak persoalan negara ini yang sebenarnya disebabkan perilaku warganya sendiri. Salah satu contohnya adalah masalah banjir di Jakarta. Seandainya warga lebih peduli pada kondisi lingkungannya, permasalahan banjir mungkin tidak akan terjadi.  Tulisan yang kita buat dapat menjadi media sosialisasi bagi warga. Melalui dakwah tulisan, kita bisa mengajak warga untuk peduli. Dengan begitu akan terbentuk kerja sama antara masyarakat dengan pemerintah.

Sebuah tulisan yang kita buat dapat pula menjadi masukan dan kritikan membangun untuk pemerintah. Tidak bisa dipungkiri maka bahwa pemerintah mempunyai kekuasaan yang besar. Setiap kebijakan yang pemerintah buat selalu berdampak besar bagi kehidupan kita. Oleh karena itu, kita selaku masyarakat umum perlu mengawasi dan mengkritiki tindakan dan kebijakan pemerintah, agar setiap keputusan yang diambil tidak merugikan rakyat Indonesia. Namun, tulisan milik kita jangan hanya dipenuhi kritikan. Kita juga perlu memberikan nasihat pada pemerintah. Nasihat kita tentu bisa menjadi bahan pertimbangan pemerintah seandainya kita menulis dengan sungguh-sungguh. Kita juga seyogyanya memberikan ide pada pemerintah mengatasi berbagai permasalahan di negeri ini.

Itulah manfaat sebuah tulisan bagi negeri ini. Kita bisa memulai menulis sekarang. Kita bisa awali menulis di blog. Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar untuk menjaga bahasa nasional miliki kita. Kita juga bisa mengisi di kolom-kolom koran atau majalah. Kita bisa mengirimkan tulisan kita pada kantor surat kabar. Jadikan menulis sebagai kebiasaan yang baik. Kita ubah dan bangun bangsa ini dengan tulisan milik kita.

***


Referensi:

  1. UNESCO. 2013. Education For All Global Monitoring Report 2013: The Hidden Crisis, Armed Conflict and Education. http://www.unesco.org/ new/en/education/themes/leading-the-international-agenda/efareport/. Diakses 30 Mei 2014.

  2. Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia. Statistik Tahunan. Berbagai Tahun Penerbitan.


Penulis adalah mahasiswa jurusan Teknik Kimia dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Dua Kubu Mahasiswa Unswagati Persoalkan Sistem Politik BEM FH

Tidak ada komentar
Unswagati - SetaraNews.com,  Beberapa mahasiswa Fakultas Hukum siang tadi (2/6) menyampaikan aspirasinya dengan menggelar aksi.

Aksi tersebut terkait wacana penggunaan partai sebagai kendaraan politik mahasiswa Fakultas hukum yang akan mencalonkan diri sebagai ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum. Hal tersebut membuat beberapa mahasiswa fakultas hukum berbeda pendapat dan menimbulkan dua kubu yang berseteru.

Golongan pertama menolak adanya partai sebagai sarat mencalonkan ketua BEM. Golongan pertama ini berpendapat jika partai akan mengkebiri kepentingan independen dalam hal mencalonkan diri sebagai ketua BEM.

“Kami menolak sistam partai dalam pemilihan ketua BEM. Sistem yang sudah ada dalam pemilihan ketua BEM Fakultas sudah baik. Dalam peraturan Universitas juga tidak ada yang mengharuskan calon ketua BEM fakultas menggunakan partai.” Ujar Arief Pranoto dalam orasinya di depan Fakultas Hukum.

Selang 30 Menit setelah Aksi pertama. Golongan lain yang mendukung adanya sistem partai dalam pencalonan ketua BEM ganti melakukan aksi. Dalam aksi yang juga diselingi dengan bakar ban ini menginginkan agar Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (DPMF) selaku pihak yang punya wewenang dalam menentukan sikap pemilihan ketua fakultas.

Dalam kesempatan itu ketua BEM fakultas Hukum Mufti. Sempat memberi pernyataan terkait sistem partai. Mufti menyatakan jika sikap BEM menanggapi hal ini netral. Selama itu untuk kebaikan Fakultas Hukum.

“Saya dukung sistem partai jika itu untuk kebaikan fakultas hukum. Selama itu ada dasar hukum yang jelas dan bisa dipertanggung jawabkan.” Sebut Mufti.

Pada akhirnya pihak dekanat meminta kedua pihak yang mendukung dan menolak sistem partai maupun BEM dan DPMF Fakultas Hukum untuk berembuk melakukan audiensi besok pukul 09.00 WIB.

Job Fair 2014, Wabup Indramayu Targetkan Penyerapan 15000 Pencaker

Tidak ada komentar

Senin, 02 Juni 2014

Indramayu - SetaraNews.com, Wakil Bupati Indramayu H. Supendi, MSi  dalam sambutanya di acara Job Fair Indramayu 2014 di Gedung Olah Raga Singalodra menargetkan akan menarik 15.000 pencari kerja di Indramayu akan terserap.

"Kita menargetkan 15.000 pencari kerja dapat terserap oleh perusahaan, dari jumlah 61.ooo pencari kerja yang tersebar di Indramayu." harap Wakil Bupati Indramayu (2/6) di sela-sela pembukaan acara Job Fair 2014.

Job fair yang diadakan oleh Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Indramayu bersama Tempo Impresario (Tempo Media group) ini akan berlangsung selama tiga hari, 2-4 Juni 2014 di Gedung Olah Raga Singalodra, Sindang, Indramayu.

Berbeda dengan event job fair yang lain, kali ini pengunjung job fair tidak dibebankan biaya masuk untuk dapat mengunjungi stand yang telah tersedia.

Indramayu Gelar Jobfair 2 Hingga 4 Juni 2014

Tidak ada komentar
Indramayu - SetaraNews.com, Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Indramayu bersama Tempo Impressario mengadakan job fair 2014 di Gedung Olah Raga Singalodra Senin hingga Rabu 2-4 Juni 2014.

Wakil Bupati Indramayu H. Supendi, Msi dalam kesempatannya membuka acara ini mengatakan bahwa, "Jumlah pencari kerja di Kabupaten Indramayu saat ini telah mencapai 61.000 lebih, dan kami selalu mengupayakan untuk menguranginya." sambutnya (2/6).

Jobfair di Indrmayu ini setidaknya terdapat 40 perusahaan yang membuka 18.000 lowongan kerja yang penempatannya 14.000 di Indonesia dan 4.000 di luar negeri.

"Semoga jobfair 2014  ini dapat menyalurkan pencari kerja di Indramayu ke perusahaan yang diminati." tutupnya.

 

Heboh, Warga Klayan Temukan Mayat Dalam Rumah Kosong

Tidak ada komentar
Cirebon - SetaraNews.com, Pagi hari (1/6) sekitar pukul: 11.00 WIB warga desa Klayan, kecamatan Gunung Jati, kabupaten Cirebon dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat tidak dikenal di dalam sebuah rumah kosong, yang berada di Jalan Raya Sunan Gunung Jati.

Menurut pengakuan warga yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, "Ada mayat di dalam rumah kosong." katanya.

Warga yang ingin menyaksikan pengangkutan mayat oleh tim Forensik Polisi Reserse Cirebon Kota ini berjibun di sekitar depan rumah kosong yang telah lama tidak dihuni tersebut. Belum diketahui penyebab pasti mayat yang diduga sudah beberapa hari tersebut.

Saat SetaraNews berada di lokasi, tercium bau tidak sedap yang sangat menyengat di kejadian perkara. Hingga berita ini diturunkan, masih terlihat batas garis polisi di depan rumah kosong pinggir jalan raya tersebut.

Merawat Pancasila dengan 3M

Tidak ada komentar

Minggu, 01 Juni 2014

(Oleh Efri Fahmi Aziz)

Cahaya Matahari,

Dimana cahaya matahari

Gelap, semuanya gelap

Tanpa bintang - bintang yang bekerlap

Garuda ku tidak bisa terbang dalam kegelapan yang membelenggu

Kegelapan ini, bisa merubah wujud garuda ku,

Berubah menjadi sosok yang sangat berbahaya,

Mencabik - cabik manusia yang membawa secercah cahaya

Garuda ku, apakah memang engkau sekejam itu?

Garudaku, apakah engkau tidak mau kembali menjadi sosokmu yang dahulu?

Garudaku kemana hilangnya Pancasila yang kau cengkram?

Apakah sudah lelah mencengkramnya?

Tidakah ada keinginan untuk mencengkramnya kembali?

Kegagahanmu kini hilang terbawa angin.

Angin yang terus menggempur dari berbagai penjuru dunia,

Dari eropa, asia, hingga Amerika..

Garudaku terjanglah angin itu

Kepakan sayapmu, cengkramlah dengat erat pancasila yang kau emban?

 

(Garuda Lelah Pancasila Entah  – catatan ketika menunggu senyuman datang)

 

Prolog

Selarik kalimat diatas penulis bingung mau menyebutnya dengan apa. Apakah puisi, sair , atau apalah. Yang jelas selarik kalimat diatas merupakan  - bisa dikatakan – keluh kesah atau unek – unek penulis tentang Garuda dan Pancasila yang konon merupakan Lambang Negara dan Falsafah bangsa Indonesia. Apabila sedikit menilik kebelakang (sejarah) lahirnya dualisme tersebut (Garuda dan Pancasila) penuh dengan argumentasi, ide dan gagasan yang dikeluarkan oleh Faunding Father kita yang tidak “asal comot”.

Penulis tidak akan panjang lebar membahas sejarah lahirnya kedua dokumen negara yang begitu dikramatkan (hanya ornamen yang dipajang di dingding). Bukannya penulis enggan untuk menceritakanya. Penulis yakin publik sudah mengetahui, kenapa tidak ? Karna dari Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi sudah diajarkan . Buang – buang “karakter tulisan” apabila penulis membahas history yang pada dasarnya, minimal, sudah diketahui oleh warga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang mengenyam bangku pendidikan.

Berhubung sekarang ini merupakan Hari Pancasila, penulis ingin membahas makna mengenai Garuda (umum) dan Pancasila (Khusus) di masyarakat  cirebon. Penulis memang bukan ahli dalam hal ini, penulis hanyalah seorang mahasiswa tingkat 3 yang menunggu “senyuman”.

Dalam penulisan kali ini juga penulis tidak begitu banyak melampirkan referensi. Karna penulis yakin dalam pembahasan kali ini tidak cukup hanya dengan referensi yang bejibun. Tetapi, hati nurani yang memicu tumbuhnya kepekaan terhadap kondisi masyarakat yang paling utama.

 

Sedikit tentang Pemuda Cirebon

Baiklah, cirebon konon merupakan kota yang pertama kali memproklamasikan kemeredekaan sebelum Soekarno membacakan text proklamasi. Itu ditandai dengan adanya tugu proklamasi di depan mesjid Agung Cirebon (At – Taqwa). Dari bacaan yang pernah penulis baca (penulis lupa judul artikelnya) ketika Nagasaki dan Hirosima di Bom Atom oleh Sekutu.  Sutan Syahrir mengetahui informasi tersebut dan segera menginformasikan melalui radio “bawah tanah” kepada kader (para pemuda) Partai Sosialis Indonesia (PSI)  .

Dalam hal ini, berati Cirebon pada waktu itu (tidak memandang kelompok tertentu) memiliki pemuda – pemuda yang mempunyai tekad yang kuat, berani dan kritis. Padahal waktu itu Pancasila masih dalam tahapan – tahapan, belum menjadi satu falsafah yang utuh. Sekarang sudah berapa puluh tahun kita merdeka? Ditambah dengan pengetahaun yang “tidak ada batas” serta Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang diajarkan di sekolah – sekolah.  Apakah  berpengaruh terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara?

Mungkin jawaban pembaca tidak jauh berbeda dengan apa yang penulis pikirkan. Menurut pendapat pribadi penulis hal ini diakibatkan oleh degradasi (pergeseran) mental, moral yang melanda masyarakat Indonesia dan makna terhadap Pancasila itu sendiri. Penulis yakin  masyarakat cirebon (Umumnya Indonesia) ketika  ditanya: “Apakah Bapak  - bapak, ibu – ibu, ade – ade, teman – teman sekalian tahu Pancasila?” pasti jawabannya “ ia Tahu”.

Ya, semua pasti mengetahui. Tetapi, hanya sekeder mengetahui tanpa ada kemauan dan upaya ingin tahu lebih mengenai makna Pancasila. Pncasila konon di katakan sebagai Idiologi atau Falsafah Negara. Berbagai perdebat terkait masalah itu, bukan hal yang harus didebatkan.

Yang jelas Pancasila merupakan pandangan hidup masyarakat Indoensia – terlepas  dari hal yang berbau teologis (ke-Agamaan) merupakan  Pandangan Hidup berbangsa dan bernegara. Tentunya dalam ha menjalankan kehidupan terhadap sesama, memanusiakan manusia, dan menganduung cita – cita kesejahteraan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Yang bagai mimpi disiang bolong. Untuk kali ini.

 

Memahami,Memiliki dan Mencintai (3M) Pancasila

Sebelum mencapai titik cita – cita yang sedari dulu terus diidam – idamkan, perlu tahapan untuk mencapai hal itu. Yaitu pasal 1 – 4 dalam Pancasila. Tentunya yang menjadi eksekutor adalah kita sebagai warga negara Indosnesia sekaligus masyarakat Cirebon, yang penulis analogikan dalam catatan diatas sebagai Garuda. Pergeseran makna ini perlu dilawan.

Garuda – garuda muda Indonesia perlu Melawan dengan perasaan dan perbuatan “Memhami, Mencintai, dan Memiliki Pancasila”. itu merupakan modal dasar, apabila sifat itu dimiliki oleh seluruh masyarakat cirebon (dari atas sampai bawah) setidaknya predikat “Kota Terkorup” (dalam hal pelayanan publik) yang pernah diemban, sedikit demi sedikit akan hilang dengan sendirinya.

Itu harapan untuk kota tempat penulis dibesarkan.  Untuk Indonesia, penulis sering menuliskan kata “konon” karna yang penulis dengar dan baca tentang Gagahnya Garuda dan begitu sakralnya Pancasila tidak terjadi (belum masif) dimasa sekarang. Akan tetapi,  sampai kapanpun , harapan penulis tidak akan pernah luntur walau secuil.

Karna penulis yakin cita – cita yang kita semua idamkan akan menjadi suatau kenyataan. Bukankah waktu dulu, ketika zaman penjajahan (kolonialisme) harapan akan kemerdekaan Indonesia hanya mimpi, tetapi dengan kemauaan, tekad, seemangat  yang kuat kita bisa mewujudkan hal yang dulunya hanya menjadi mimpi? Sekarang, kenapa tidak?

 

Daftar Referensi

http://id.wikipedia.org/wiki/Pancasila

Suwarno, P.J. Pancasila Budaya Bangsa Indonesia..

Ketetapan MPR no XVIII/MPR/1998 dan termasuk dalam kelompok Ketetapan MPR yang sudah bersifat final atau selesai dilaksanakan menurut Ketetapan MPR no. I/MPR/2003

 

 

 

 

 

 

31 Komunitas Cirebon Siap Ramaikan CCE2014

Tidak ada komentar
Cirebon - SetaraNews.com, Ada sekitar 31 Komunitas yang siap untuk meramaikan Cirebon Creative Expo pada Jumat-Minggu (13-15/5) nanti. Ke-31 Komunitas tersebut diantaranya:

  1. Unic Media

  2. D.O.G Cirebon

  3. W.P.A.P Cirebon

  4. Trips-C

  5. Forkoci - Forum Komunikasi Cirebon

  6. Komunitas Rajut Cirebon

  7. Kaskus Cirebon

  8. Forum Masyarakat Cinta Sungai

  9. CHC - Cirebon Hedgehog Cirebon

  10. Grafic

  11. PNPM Perkotaan

  12. PLC - Pet Lovers Cirebon

  13. Sugar Glider Lovers Cirebon

  14. Cirebon Smart Business Club

  15. Bisnis Dari Rumah

  16. Keluarga Pelaku Seni dan Desain Cirebon

  17. REBON.ORG Komunitas Blogger Cirebon

  18. Cirebon Rabbit Comunity

  19. Komunitas Reptil Cirebon

  20. Casper

  21. Musang Lovers Indonesia

  22. Cirebon Owl Comunity

  23. JunkStore4Charity

  24. CS8

  25. Unic-29

  26. Tanya Cirebon

  27. Keluarga Besar OI Cirebon

  28. KESANT - Kelompok Sepeda Antik Cirebont

  29. Juragan Duren

  30. StandUp Comedy Cirebon

  31. Bookmarks


Ke-31 Komunitas tersebut tidak termasuk dengan komunitas-komunitas yang bakal hadir dari kalangan kepemerintahan dan perusahaan komersial lainnya.

Cirebon Creative Expo 2014 Bakal Digelar Kembali

Tidak ada komentar
Cirebon - SetaraNews.com, Setelah sukses dengan Cirebon Creative Expo pada tahun 2013 lalu. Kali ini panitia CCE kembali menggelar Cirebon Creative Expo pada 13-15 Juni 2014 di depan Balai Kota Cirebon.


Setidaknya sudah ada 31 komunitas dari warga yang siap meramaikan event bergengsi ini, dan disusul dengan komunitas dari kalangan kepemerintahan berikut perbankan dan komersial lainnya.

Kali ini tema yang diambil oleh panitia CCE 2014 adalah Cirebon Urban Movement. Acara ini sendiri bakal dihadiri dari komunitas unik dan kreatif, wirausahawan kreatif, pebisnis kreatif, para pegiat teknologi, dan akan menampilkan tradisi Tionghoa berikut dengan budaya dari Arab.

Stand Cirebon Creative Expo 2014 sendiri akan dibuka pada pukul 10:00 pagi hingga pukul: 22:00 malam selama tiga hari, dan gratis untuk umum.


 
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews