Responsive Ad Slot

Mahasiswa KKN Sampaikan Loka Karya Mini ke Camat Dukupuntang

Tidak ada komentar

Kamis, 17 April 2014

Cirebon - SetaraNews.com, Mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati yang mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) gelombang II tahun 204 sampaikan laporan kegiatan selama KKN dari tiap desa di kantor kecamatan Dukupuntang, kabupaten Cirebon pada Rabu lalu (16/4).

Laporan tersebut disampaikan oleh masing-masing koordinator dari setiap desa, yakni; Wiantoro dari desa Cisaat, Arif dari desa Cangkoak, Rudianto dari desa Cipanas, Ridwan dari desa Girinata, Nita dan Rizal dari desa Kepunduan, Agus Susanto desa Kedondong Kidul dan Hendriwanto dosen pengawas lapangan dari desa Kedondong Kidul.

Isu lingkungan di wilayah kecamatan Dukupuntang sangat kompleks, ada beberapa masalah lingkungan yang masih belum bisa diatasi oleh mahasiswa KKN.

Wiantoro mengatakan, "Ada beberapa masalah yang saat ini belum terpecahkan, seperti lingkungan. Kaitannya dengan tempat pembuangan sampah akhir yang belum tersedia." ungkapnya.

Sementara itu, Camat Dukupuntang yang mewakilinya Sukanan turut berterimakasih kepada mahasiswa yang telah mengikuti kegiatan kuliah kerja nyata di wilayahnya.

"Saya ucapakan terimakasih kepada adik-adik mahasiswa (Unswagati), semoga kegiatan KKN bermanfaat bagi masyarakat, dan juga bagi mahasiswa." ungkapnya

Ia mengungkapkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia di kabupaten Cirebon cukup rendah pada tingkatan Provinsi, dan berharap dengan kegiatan KKN ini dapat sedikit membantu masalah pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat di kecamatan Dukupuntang.

Hak Mabim Belum Terpenuhi, Mahasiswa FISIP Gelar Aksi

Tidak ada komentar
Unswagati - SetaraNews.com, Segelintir mahasiswa tingkat satu Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) siang tadi (16/4) menggelar aksi tepat d idepan gedung Fakultas Hukum dan Fisip Kampus III Universitas Swadaya Gunung Jati.

Mereka menuntut haknya dalam masa bimbingan mahasiswa (Mabim) periode 2013 kepada Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sebelumnya serta panitia Mabim.

Koordinator lapangan saat itu Ilham Rianto menyerukan kepada mahasiswa tingkat satu yang lain yang juga mengeluhkan prosesi mabim 2013 lalu untuk ikut turun bersama dalam aksi. Ilham juga sempat memanggil Pengurus BEM tahun lalu untuk konfirmasi tekait perkara yang diaksikanya.

“Untuk panitia Mabim saya minta keluar, kami minta hak kami.” teriak Ilham dengan Pengeras suaranya.

Beberapa perkara yang dituntut sebagaimana ditulis dalam selebaran yang dibagkan ialah sebagai berikut :

  1. Tuntaskan kewajiban pengurus BEM sebelumnya selaku panitia Mabim FISIP 2013

  2. Menuntut ketua BEM rezim sebelumnya dan seluruh panitia Mabim 2013 untuk segera mengembalikan sisa dana mabim yang dibayar oleh mahasiswa baru.

  3. Tuntaskan permasalahan kaos mabim sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat pada tanggal 6 Januari 2014.


Aksi yang digelar sekitar pukul 12.00 itu berakhir saat wakil dekan tiga Khaerudin meminta mahasiswa berhenti melakukan aksi dan dilanjut dengan audiensi dengan pihak Dekanat.

Bupati Cirebon Wajibkan Berbahasa Cirebon Setiap Kamis

Tidak ada komentar

Rabu, 16 April 2014

Cirebon - SetaraNews.com, Bupati Cirebon yang baru saja dilantik 19 Maret lalu. Sunjaya Purwadi mengeluarkan sebuah peraturan wajib berbahasa Cirebon setiap Kamis di minggu pertama dan ketiga setiap bulanya. Hal itu diyakinkan dengan beredarnya surat edaran pada 10 April lalu bernomor 434/849/Huk yang berisi tentang peraturan Berbahasa Cirebon Kromo inggil (Bahasa Halus).

Peraturan baru ini untuk sementara waktu berlaku untuk segenap jajaran pemerintahan di seluruh kabupaten Cirebon. Dari Bupati, Anggota Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon hingga Kuwu dan perangkat Desa.

Selain yang disebut diatas, Guru dan Siswa juga diwajibkan menggunakan bahasa Cirebon setiap Kamis pertama dan ketiga. Hal ini bertujuan agar masyarakat Cirebon memiliki rasa bangga terhadap daerahnya sendiri.

“Bahasa  Cirebon diberlakukan dalam kegiatan belajar mengajar pendidikan bahasa, sastra, dan budaya Cirebon. Baik peserta didik disetiap jenjang, baik formal maupun informal. Sesuai kurikulum muatan lokal (Mulok).” ujar Sunjaya pada Wartawan Senin (14/4) kemarin.

Meski begitu, Sunjaya tidak mewajibkan peraturan tersebut pada warga kabupaten Cirebon yang berlatar belakang suku Sunda. Warga sunda dalam hal ini diberi keluwesan.

“Orang Beber misalnya, silahkan saja pakai bahasa Sunda. Mereka itu bagian dari keragaman di tanah Cirebon.” Pungkas Bupati ke 32 Cirebon itu.

Penarikan KKN Unswagati 17 April 2014

Tidak ada komentar

Minggu, 13 April 2014

Cirebon - SetaraNews.com, Penarikan mahasiswa yang sedang mengikuti Kuliah Kerja Nyata Tematik Posdaya tahun 2014, akan dilaksanakan pada hari Kamis 17 April 2014.

Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Swadaya Gunung Jati Jimmy Hasoloan, kepada SetaraNews menyampaikan mengenai penarikan mahasiswa KKN Unswagati, "Tanggal 17 April." katanya (12/2).

Adapun mengenai mekanisme penarikan di setiap desa akan disesuaikan oleh Dosen Pengawas Lapangan masing-masing.

"Tanggal 17 April oleh DPL masing-masing." tambahnya.

Kegiatan KKN Tematik Posdaya tahun 2014 ini sendiri diikuti oleh 75 kelompok, dengan rata-rata perkelompok sebanyak 20 mahasiswa yang merupakan wujud nyata aplikasi tri dharma perguruan tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat.
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews