Responsive Ad Slot

Detik-detik Kedatangan Aher ke Unswagati Disambut Aksi Demonstrasi

Tidak ada komentar

Sabtu, 22 Maret 2014

Cirebon - SetaraNews.com, Kedatangan Ahmad Heryawan Gubernur Jawa Barat ke Universitas Swadaya Gunung Jati untuk memberikan kuliah umum, disambut dengan aksi demonstrasi Aliansi Mahasiswa Cirebon pada Rabu (19/3) lalu.

Aksi ini merupakan sikap Aliansi Mahasiswa Cirebon dari persoalan rencana proyek geothermal di Gunung Ciremai yang dinilai merupakan bentuk eksploitasi alam.

Terjadi dorong-dorongan antara polisi, aparat keamanan kampus dengan mahasiswa saat detik-detik kedatangan Aher masuk ke kampus. Setelah beberapa menit akhirnya rombongan Aher dapat masuk ke dalam kampus.

Menurut salah satu koordinator lapangan, Efri aksi ini ingin menanyakan sikap Aher mengenai rencana pembangunan proyek Chevron di Gunung Ciremai, karena masyarakat lereng Gunung Ciremai sendiri telah menolak rencana pembangunan proyek tersebut dan telah menyampaikannya ke pihak DPRD Kabupaten Kuningan.

Unswagati dan CEP Berikan Bantuan Dana Bergulir kepada Masyarakat

Tidak ada komentar
Cirebon - SetaraNews.com, Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Swadaya Gunung Jati bekerjasama dengan Cirebon Electric Power (CEP) memberikan bantuan  pinjaman dana bergulir kepada 40 orang untuk masyarakat ekonomi lemah wilayah kota dan kabupaten Cirebon pada Kamis (20/3) lalu.

Pemberian bantuan ini merupakan wujud kepedulian sosial Unswagati dan Cirebon Electric Power dalam meningkatkan usaha warga di sekitar wilayah kota dan kabupaten Cirebon. Dana yang dikucurkan untuk masyarakat pada hari Kamis lalu ini sebanyak Rp35.200.000,- untuk 40 orang.

Ketua LPMU Drs. Jimmy Hasoloan, MM menjelaskan bahwa pemberian bantuan pinjaman ini tidak membebankan bunga, dan agunan kepada penerimanya. "Pemberian bantuan ini tidak ada bunga dan agunan, yang terpenting mereka melaksanakan usahanya dengan baik. Bantuan ini bersifat sosial dan tidak cari untung." ujarnya kepada SetaraNews (20/3).

Program bantuan ini sendiri mengarah ke ekonomi mikro yang kecil, sehingga jika usaha para penerima bantuan ini sudah dapat berkembang dapat diarahkan ke lembaga keuangan yang lebih besar lagi seperti koperasi dan perbankan."Arah dari program ini ke ekonomi mikro yang kecil, kalau sudah menengah kita arahkan ke koperasi, kalau ekonomi menengah ke atas sudah bisa berhubungan dengan bank." tambahnya.

Pemberian bantuan pinjaman dana bergulir ini sudah berjalan sejak 2012 lalu, dan jumlah penerimanya sendiri telah mencapai 1118 orang. Total uang yang telah disalurkan mencapai Rp685.500.000,-.

"Kita publikasi sejak tahun 2012 lalu, dengan jumlah penerima bantuan 1118 orang dan uang yang disalurkan mencapai Rp685.500.000,- untuk 81 termin." tandasnya.

BEM U Kembali Menggelar Acara Marhabanan

Tidak ada komentar

Jumat, 21 Maret 2014

Unswagati - SetaraNews.com, Badan Eksekutif Mahasiswa tingkat Universitas kembali menyelenggarakan acara marhabanan malam jumat rutinan tadi pukul: 20.30 di Masjid Kampus Utama Universitas Swadaya Gunung Jati (20/3).

Acara yang merupakan agenda rutinan Menteri agama BEM U tersebut, kali ini BEM U mendatangkan Ustad Najib al GP Ansor sebagai tamu dalam acara tersebut.

"Kali ini ada 25 orang." ujarnya kepada SetaraNews (20/3) ketika ditanya berapa yang ikut dalam acara tersebut.

Ia menambahkan bahwa yang datang untuk mengikuti kegiatan tersebut dari kalangan mahasiswa, IMMNI dan pengurus BEM. "Mahasiswa, IMMNI dan pengurus BEM." tandasnya.

Acara rutinan marhabanan ini merupakan agenda dari Kementerian Agama BEM U yang baru satu bulan berjalan.

 

Percepat Bebas Buta Aksara, Kelompok 68 Ngajar di SD

Tidak ada komentar
Cirebon - SetaraNews.com, Demi mempercepat pemberantasan buta aksara di desa Cisaat, kecamatan Duku Puntang, kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik Posdaya 68 'Mekar Satu' (Membangun Kemandirian, Pendidikan, Rakyat Cisaat yang Maju dan Bersatu) pada hari ini (20/3) mengajar di Sekolah Dasar Negeri 1 dan 2 Cisaat.

Menurut koordinator bidang program Pendidikan, Wiantoro Sutrisno dari jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia mengatakan kepada SetaraNews.

"Percepatan pemberantasan buta aksara di SDN 1 Cisaat perlu. Karena saat di survey, ternyata masih banyak siswa yang masih belum bisa baca dan tulis." ujarnya.

Wiantoro yang juga sebagai Humas kelompok 68 Kegiatan KKN menjelaskan bahwa kali ini tidak terfokus dalam bidang pendidikan saja, karena mereka juga mengadakan program di bidang ekonomi, keberagamaan, kesehatan dan lingkungan.

Aliansi Mahasiswa Cirebon Tolak Eksploitasi Gunung Ciremai

Tidak ada komentar
Cirebon - SetaraNews.com, Aliansi Mahasiswa Cirebon mengadakan aksi penolakan eksploitasi Gunung Ciremai sambil menghadang kedatangan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di depan Kampus Utama Universitas Swadaya Gunung Jati pada Rabu kemarin (19/3).

Aksi yang merupakan bentuk dari sikap mahasiswa ini merupakan respon dari rencana proyek Chevron yang akan membangun geothermal di Gunung Ciremai. Sambil membentangkan spanduk "Aliansi Mahasiswa Cirebon Tolak segala bentuk eksploitasi alam di Jawa Barat".

Salah satu koordinator lapangan Efri kepada SetaraNews mengatakan bahwa, aksi tersebut merupakan wujud dari sikap mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Cirebon untuk melindungi alam Gunung Ciremai dari eksploitasi.

"Kami ingin menanyakan sikap Aher sebagai Gubernur Jabar terkait tender geothermal, yang saat ini dimenangkan oleh Chevron. Padahal sudah jelas bahwa warga lereng Gunung Ciremai menolak hal tersebut." ujarnya.

Sempat terjadi dorong-dorongan antara mahasiswa dan polisi saat Aher memasuki Kampus Utama Unswagati. Namun setelah beberapa lama akhirnya Aher yang baru saja melantik Bupati Cirebon baru itu dapat masuk ke Aula Grahawidyasabha  untuk memberikan kuliah umum tentang Indonesia Super di hadapan ratusan mahasiswa.

 

 

Prihal PTN, Rektor & Gubernur Kompak Singgung Walikota

Tidak ada komentar

Kamis, 20 Maret 2014

Cirebon - SetaraNews.com, Rektor Universitas Swadaya Gunung Jati; Profesor Djohan dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, kompak melemparkan singgungan terhadap Walikota Cirebon Ano Sutrisno terkait proses penegrian Unswagati siang tadi (19/3).

Rektor Unswagati menyatakan kalau Unswagati tinggal membutuhkan 9 Hektar lahan untuk mencapai target menjadi universitas negeri. Akan tetapi rektor yang baru saja dilantik itu menyebut agar Walikota Cirebon juga turut serta memuluskan jalan Unswagati.

“Kalau Walikota sulit, Coba dekati Bupati Cirebon, Bupati Indramayu, atau juga Bupati Kabupaten Sekitar. Tapi akan lebih bagus jika lahan itu dipenuhi oleh Walikota Cirebon. Itu akan merubah peradaban kota Cirebon.” Ujar Djohan.

Senada dengan Rektor, Ahmad Heryawan juga menyampaikan bahwa nanti yang melunasi pembebasan lahan adalah pemerintah provinsi.

“Saya bercita-cita menjadikan Unswagati menjadi PTN (Perguruan Tinggi Negeri) tahun 2010, tapi gagal, 2011 juga gagal, sampai 2013 juga masih gagal. Ini juga tugas wali kota, tinggal dicari tanahnya nanti yang bayar bukan walikota tapi gubernur.” Ujar pria yang akrab disapa Aher tersebut.

Lebih lagi Aher juga menyebutkan kalau mulusnya penegerian Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya juga karena dipimpin walikota yang baru.

“Insya Allah ada 5 PTN  baru, Unsil berhasil jadi Negeri saat walikotanya baru. Semoga Unswagati berhasil juga karena Wali Kotanya baru.” Tandasnya.

Aher Akui Chevron Pemenang Tender Proyek Geothermal

Tidak ada komentar
Cirebon - SetaraNews.com, Gembar-gembor terkait penjualan gunung Ciremai seharga 60 Triliun kepada pihak asing berhembus kencang belakangan ini.

Hal tersebut membuat Ahmad Heryawan; Gubernur Jawa Barat ikut angkat bicara. Sebelumnya lewat akun twitter pribadi miliknya @Aheryawan, Aher-sapaan akrab Ahmad Heryawan, telah menampik isu tersebut. Menurutnya itu semua adalah hoax (berita palsu).

Saat mengisi Kuliah umum di Universitas Swadaya Gunung Jati siang tadi, Aher kembali menampik berita terkait penjualan gunung tertinggi se Jawa Barat itu.

“Isu penjualan Ciremai hoax, bohong. Tidak ada peraturan yang memperbolehkan siapapun menjual gunung.” Ujar Aher (19/3)

Aher juga menuturkan kalau proyek Geothermal ramah lingkungan dan tidak seperti penambangan emas maupun tembaga.

“Geothermal itu paling ramah lingkungan tidak seperti penambangan Emas atau tembaga yang tanahnya juga ikut dibawa.” kata Gubernur Jawa barat tersebut.

Proyek Geothermal di Gunnung Ciremai menurut Aher jauh dari Taman Nasional Gunung Ciremai dan menguras banyak biaya dalam pemngeboranya.

“Sekali bor itu 100 Miliar, dan itu biasanya 3 sampai 4 kali bor baru baru ketemu. Dan itu di hutan yang jauh dari Taman Nasional Gunung Ciremai.” Tambah Aher

Namun Aher tidak menampik kalau Perusahan Minyak dan gas milik asing yang memenangkan proyek Gheotermal di Gunung yang terletak di Kuningan dan Majalengka tersebut.

“Yang memenangkan Gheothermal tangkuban parahu itu Indonesia Power. perusahaan dalam negeri, di Tampomas itu Wijaya Karya, Cisolok PT. Rekayasa Industri perusahaan milik orang Indonesia  juga. Hanya Ciremai perusahaan dalam negeri kalah sama asing yang menang PT Chevron.” tandasnya.

Dalam kuliah umum kali ini sempat terjadi perseteruan antara Mahasiswa yang tidak menginginkan gubernur Jawa Barat itu masuk ke lingkungan kampus, karena kebijakanya terkait eksplorasi di Gunung Ciremai.

Gubernur Jawa Barat Isi Kuliah Umum di Unswagati

Tidak ada komentar

Unswagati - SetaraNews.com, Gubernur Jawa barat, Ahmad Heryawan memenuhi undangan Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) untuk mengisi kuliah umum. Gubernur yang biasa dipanggil Aher ini mengangkat Judul ‘Indonesia super’ dalam kesempatanya itu (19/3).


Dalam kesempatan tersebut rektor baru Prof. DR. H. Djohan Rochanda Wiradinata, MP mendapat kesempatan untuk menyampaikan sambutan. Setelah Rektor tibalah giliran Aher untuk memaparkan bahan materi kuliahnya. Gubernur Jawa barat yang menjabat dua kali periode itu menjelaskan maksud dari kata ‘Super’ dalam Tajuk materi kuliahnya ‘Indonesia Super’ adalah singkatan dari ‘Security, Prosperous, dan Religius.


“Negara Hadir untuk menjamin kebebasan beragama warga negaranya.” ujarnya di depan ratusan mahasiswa.


Lebih lagi pasangan Dedy Mizwar dalam pemilihan kepala daerah Jawa barat ini menuturkan bahwa pendidikan adalah sebab dari banyaknya warga yang masih berada dalam kelas menengah.


“Pendidikanlah pendorong bagi hadirnya kelas menengah.” tambahnya.


Kuliah yang berlangsung sekitar 50 menit ini juga menyinggung keberadaan Indonesia sebagaii Negara maritim dan Negara kepulauan terbesar di dunia yang masih belum dapat dimaksimalkan.


“Indonesia adalah Negara maritime terbesar di dunia. Ada 17000 pulau. Indonesia menjadi pasar strategis perdagangan internasional, tapi sayang Indonesia masih belum punya  pelabuhan pengumpul (hub port) seperti di Singapura. Jadi hanya dapat dari iuran restribusi. Padahal 40% perdagangan dunia lewat Indonesia.” kata aher.


Aher juga menyebut tidak banyaknya pengusaha di Indonesia sehingga dalam presentasi wirausahawan Indonesia masih kalah dengan Thailand bahkan Malaysia sekali pun.


“Manakala pencipta lapangan kerja sedikit, maka orang yang bekerja juga sedikit.” imbuhnya.


Aher mengisi kuliah umum setelah melantik Bupati dan Wakil Bupati Cirebon terpilih Sunjaya Purwadi dan Tasiya Soemadi untuk periode 2014-2019 yang memenangi pemilihan umum kepala daerah kabupaten Cirebon Desember tahun lalu.


 

Rektor : Unswagati Kampus yang Tidak Bermasalah

Tidak ada komentar
Unswagati - SetaraNews.com, Rektor Universitas Swadaya Gunung Jati  Prof. DR. H. Djohan Rochanda Wiradinata, MP mengisi sambutan dalam kuliah umum yang mengundang Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, sebagai pembicara hari ini (19/3).

Dalam sambutanya prof. Johan menyampaikan kalau Unswagati adalah satu dari sedikit Perguruan tinggi yang tidak ada masalah.

“Unswagati  termasuk ke dalam perguruan yang tidak ada masalah, seperti nisbah dosen dan mahasiswa. Yang tidak ada masalah ada 20% dan kita salah satunya.” Ujar Rektor yang baru saja dilantik bulan lalu ini.

Lebih lanjut prof. Djohan juga menuturkan  bahwa dirinya berharap Unswagati akan menjadi PTN di Oktober tahun ini.

“Saya dipanggil Dikti untuk permasalahan alih status dari PTS menjadi PTN, Insya Allah selambat-lambatnya bulan Oktober Unswagati menjadi PTN.” tandasnya.

Sepi Pembeli, PKL Kembali Ramaikan Kampus Tiga

Tidak ada komentar
Cirebon - SetaraNews.com Opsi relokasi pedagang kaki lima di depan kampus tiga Universitas swadaya gunung jati kedalam kawasan Pusat Perbelanjaan Lotte Mart nampaknya membuat para Pedagang Kaki Lima (PKL) kehilangan pelanggan.

Sudah empat bulan para PKL direlokasi namun kini mereka kembali kedepan kampus tiga. Terhitung sudah lebih dari seminggu ini para PKL yang juga terdaftar di Badan Komunikasi Ikatan Pedagang Kaki Lima (BKIPKL) kota Cirebon itu menjajakan daganganya  di depan pagar kampus tiga sebelah barat.

Salah seorang pedagang, Pakde biasa ia dipanggil mengatakan bahwa daganganya tidak begitu laku saat berada di kawasan lotte mart. Dirinya juga sempat tidak berjualan lantaran sepi pelangan.

“Disana sepi, mending disini” ujar pria yang tidak ingin menyebutkan nama aslinya pada SetaraNews (18/3) itu.

Terlebih ia mengatakan bahwa ada beberapa pedagang yang dulu berjualan kini sudang tidak berjualan lagi. Pria pedagang ketoprak ini juga mengatakan yang tersisa di kawasan lotte mart saat ini hanya penjual ayam goreng tepung.

“Disana udah ga ada yang jualan lagi, paling tukang chiken aja.” tambahnya.

Awalnya saat lotte mart selesai dibangun, PKL di depan kampus tiga direlokasi kedalam kawasan lotte mart dan dijanjikan diberi fasilitas tempat yang baik. Namun begitu, tidak semua mendapat fasilitas yang dijanjikan. Kini baik yang mendapat fasilitas tempat maupun tidak kembali berjualan di depan kampus tiga.
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews