Responsive Ad Slot

Mahasiswa Hukum Unswagati Tembus Final Kompetisi M A

Tidak ada komentar

Sabtu, 08 Maret 2014

Unswagati - SetaraNews.com, Mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Djati (Unswagati) Fakultas Hukum berhasil menjadi finalis kompetisi Pencarian dan Anilisis Putusan Pengadilan Mahasiswa Fakultas Hukum dan Fakultas Syariah Se-Indonesia yang diselenggarakan oleh Mahkamah Agung (MA).

Elang Yogi mahasiswa tingkat tiga semester enam itu berhasil menyingkirkan ratusan kompetitor lain dari berbagai Universitas di Indonesia. Elang juga adalah satu-satunya Mahasiswa dari Jawa Barat yang lolos 10 besar dalam kategori perorangan.

Sampai berita ini diturunkan Elang belum dapat kami konfirmasi, tapi dosen fakultas hukum Hj. Djuariah, SH.,MH. Membenarkan jika mahasiswanya berhasil menduduki salah satu jatah di 10 besar.

“Yang saya tahu Elang itu ambil topik tentang corby terpidana narkoba yang dibebaskan. Sekarang dia sedang di bimbing untuk oleh Prof. Dr. Ibnu Artadi, SH., M.Hum (Dekan Fak.Hukum)” ujar Djuariah kepada SetaraNews (8/3).

Babak final sendiri akan diselenggarakan di Bandung. Nantinya peserta dikarantina selama lima hari dari tanggal 16 hingga 20 maret 2014.

Berikut 10 besar finalis Pencarian dan Anilisis Putusan Pengadilan Mahasiswa Fakultas Hukum dan Fakultas Syariah Se-Indonesia kategori perorangan :

 



 

 

 


Sumber data : lombaputusan.mahkamahagung.go.id

 

 

5 Keunikan dan Sisi Lain dari Korea Selatan

Tidak ada komentar
Budaya - SetaraNews.com, Negara Korea Selatan adalah salah satu negara yang berada di kawasan Asia Timur. Bertetangga dengan Negara Korea Utara dan Jepang. Korea Selatan memiliki julukan Negeri Ginseng ini, karena di sana banyak ditanami tanaman tersebut dan menjadi bahan-bahan untuk obat tradisional. Banyak hal menarik yang terdapat di Negara Korea Selatan, ada lima keunikan yang penulis coba paparkan kepada pembaca diantaranya;

  • Peraturan membuang Sampah Sembarangan


Bagi warga negara/wisatawan yang membuang sampah sembarangan akan di kenakan denda sebesar 1 juta won, kalau ditukar ke dalam rupiah sekitar 8 juta rupiah. Jika sudah ada peraturan seperti ini maka siapa yang akan membuang sampah? Ya, mungkin mereka yang ingin membuang uang dengan sengaja.

  • Peraturan Wajib Militer (Wamil)


Wajib Militer yaitu kegiatan yang di laksanakan oleh pemerintah yang kerjasama dengan pihak militer. Wamil hukumnya wajib bagi setiap warga negara/perwakilan yang berjenis kelamin pria di atas umur 20 tahun. Lamanya kegiatan Wajib Militer tersebut yakni selama 2 tahun. Hukuman bagi warga yang tidak mengikuti Wamil adalah mendapat kesulitan layanan pemerintah untuk menjalankan hidup di masyarakat.

  • Peraturan Dalam Merokok


Di negara ini, orang yang merokok di tempat umum tapi ada tulisan di larang merokok maka akan di denda sebesar 5 juta won, kalau ditukar ke dalam rupiah sekitar 40 juta rupiah. Memang di negara ini merokok adalah hal yang tabu. Bahkan jika kita liat drama korea, orang-orangnya jarang sekali melakukan adegan merokok.

  • Peraturan lalu lintas


Di negara ini, jalur bus way tidak membutuhkan batu sebagai pembatas jalur. Pemerintah cukup memberi cat warna biru sebagai garis pembatas jalur bus way. Jika ada yang melanggar maka siap-siap setelah satu minggu denda akan datang ke rumah pelanggar. Denda sebesar 70.000 won, bagi yang tidak mau membayar denda tersebut maka mobilnya tidak bisa dijual di Korea Selatan dan kendaraan bermotor harus di lakukan pergantian dengan yang baru setelah menginjak 5 tahun.

  • Peraturan Pejalan kaki


Di Negeri Ginseng, para pejalan kaki harus setia hingga lampu hijau menyala (lampu khusus pejalan kaki) setelah menyala baru mereka bisa menyeberang, walaupun kendaraan tidak ada yang lewat tapi mereka harus tertib. Itu sama halnya dengan Negeri Sakura atau Jepang.

Sisi Lain dari Negeri Ginseng

Setelah kita mengetahui beberapa peraturan di Korea Selatan. Ternyata Negeri Ginseng ini memiliki tingkat depresi paling tinggi di dunia. Di Negeri ini, terdapat situs khusus orang-orang yang ingin bunuh diri. Di mana pengguna chatting akan bertemu untuk melakukan bunuh diri bersama. Bahkan pemerintah Korea Selatan banyak menutup situs untuk perjanjian bunuh diri. Di Negeri ini, bunuh menjadi penyebab utama kematian pria dari umur 18-23. Ada beberapa penyebab kenapa orang-orang Korea Selatan banyak yang melakukan bunuh diri diantaranya :

  • Rata-rata remaja Korea Selatan bunuh diri karena stress terlalu panjang; jam belajar mereka hingga 15 jam per hari.

  • Banyak juga remaja Korea Selatan yang mengikuti idolanya mereka untuk bunuh diri sebagai jalan keluar.

  • Karena faktor ekonomi.

  • Ada juga mereka para calon idola yang gagal debut.

  • Sekitar 36 orang Korea Selatan melakukan bunuh diri setiap harinya dan kebanyakan penyebabnya adalah depresi.

  • Mungkin di korea selatan hampir 46,5% warganegara nya tidak menganut atau belum memiliki agama. Karena negara korea selatan membebaskan warganegara untuk memilih agama masing-masing. Bahkan orang korea juga diperbolehkan untuk tidak memilih / menganut agama apa pun.


Di Korea Selatan juga terdapat Suneung atau ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri, yang diadakan sekali dalam setahun dan hanya di laksanakan pada 13 November. Suneung sangat di tunggu oleh siswi kelas 3 SMA karean pada hari itu mereka mati-matian untuk mengisi soal dan bisa lolos. Bahkan jika tidak lolos mereka harus mengikuti tahun depan.

Pihak keluarga akan memberikan dukungan terhadap siswi yang mengikuti Suneung dengan cara mengantar dan membuatkan spanduk sebagai penyemangat. Biasanya siswi yang mengikuti Suneung akan mendapat hadiah dari orang-orang terdekat seperti garpu, cermin, dan tisu toilet. Adik kelas juga ikut memberi semangat kepada kakak kelasnya dari luar sekolah dengan yel-yel dan Cheerleader.

Para siswi yang mengikuti Saneung juga mempunyai pantangan untuk tidak memakan sup rumput laut dikarenakan licin. Licin sama artinya dengan jatuh dan gagal. Apabila lokasi tempat ujian Saneung dekat dengan bandara/stasiun makan bandara/stasiun di tutup selama dilakukan Saneung. Sekitar 200 pelajar korea melakukan bunuh diri hanya karena tidak lolos ke Perguruan Tinggi Negeri.

Indonesia Masa Depan

Dari beberapa aturan, penyebab bunuh diri hingga Saneung atau ujian masuk Perguruan Tinggi, Kita (indonesia) bisa mencontoh hal-hal baik. Kita (indonesia) tidak perlu mencontoh orang-orang korea selatan yang sering melakukan bunuh diri, sebagai akhir dari segalanya. Karena mayoritas orang-orang kita (indonesia) memiliki agama.

Tidak ada salahnya jika kita (Indonesia) mencontoh aturan-aturan yang terdapat di Negeri Ginseng tersebut agar kita (Indonesia) menjadi lebih aman dan tertib. Penulis kira pemerintah perlu melakukan perombakan pada saat melakukan kunjungan ke negara sehebat Korea Selatan. Sungguh disayangkan apabila pemerintah melakukan plesir ke negara-negera luar negeri dan hanya menikmati wisata saja dan agenda politik.

 

Sisi Lain dari Munculnya Trend K-POP

Tidak ada komentar
Opini - SetaraNews.com, Apa pendapat kalian saat pertama kali melihat fenomena K-Pop? Kemunculannya bahkan tidak bisa ditebak sejak kapan. Dimulai dengan kemunculan boyband dan girlband yang berasal dari Korea Selatan ini mampu mengubah zaman secara cepat dalam hal music, bahkan bukan lagi dalam kawasan Asia yang merasakan dampak dari kemunculan K-Pop tetapi juga belahan benua lain pun ikut merasakannya.

Pada saat boyband dan girlband Korea digandrungi oleh banyak orang, di saat itu banyak yang mulai tertarik akan kebudayaan Korea lebih lanjut lagi, mulai dari bahasa, kebiasan orang-orang Korea, dan yang pasti segala hal tentang idola mereka. Bicara tentang K-Pop di Indonesia, tidak bisa dipungkiri kalau Indonesia merupakan salah satu negara dengan antusiasmenya yang sangat tinggi terhadap K-Pop, tidak heran jika penyanyi atau artis Korea sendiri mulai memperhitungkan Indonesia sebagai salah satu negara kunjungan mereka untuk melakukan promosi atau hal apa pun itu.

Ketakutan akan Pengaruh Budaya Korea

Kalau ada yang mengatakan jika dengan berkembangnya budaya korea maka akan dapat menggantikan budaya bangsa kita sendiri secara tidak sadar. Maka jawaban saya untuk menolak pendapat itu, karena bukannya dengan kemunculan fenomena ini dapat menumbuhkan sifat keingintahuan seseorang terhadap suatu hal yang baru. Selain itu banyak yang membuka lapangan kerja yang baru yaitu membuka kursus untuk belajar bahasa korea karena banyak yang mempunyai minat untuk belajar bahasa korea. Bukankah itu suatu hal yang sangat menguntungkan bagi mereka?

Kalau ada yang mengatakan dengan mempelajari bahasa korea maka akan meninggalkan kecintaan kita terhadap bahasa Indonesia, maka itu adalah ketakutan atau alasan yang tidak masuk akal. Kenapa kita dianjurkan mempelajari atau bahkan disuruh untuk menguasai bahasa Inggris oleh pemerintah, di saat kalian mempelajari bahasa inggris pernahkah terpikir akan dampak negatif bagi perkembangan bahasa Indonesia sendiri seperti yang ditakutkan ketika mempelajari bahasa Korea?

Bahkan kenyataan yang sering terjadi di setiap ujian, nilai bahasa inggris bahkan kebanyakan lebih besar dibandingkan dengan bahasa Indonesia sendiri, tapi banyak orang yang tidak pernah mempermasalahkan itu. Bahkan dengan pandai ber-bahasa inggris dengan fasih secara tidak langsung mampu mengangkat tingkatan sosial seseorang. Lalu apa bedanya dengan mempelajari bahasa Korea, bukankah itu merupakan bahasa asing yang ketika mulai dipelajari akan menambah wawasan seseorang dalam hal ber-bahasa asal mampu untuk menempatkannya secara tepat. Semakin banyak seseorang menguasai berbagai bahasa maka di saat itu juga dunia ada dalam gengamannya. Bukankah ini salah satu keuntungan dari perkembangan budaya K-Pop itu sendiri?

Dunia Entertainment Korea

Jika ada lagi yang mengatakan artis atau penyanyi Korea hanya mengandalkan rupa wajah yang ganteng atau cantik tanpa melihat kualitas suaranya sebagai seorang penyanyi, maka sekali lagi penulis akan jelaskan bahwa di negara Korea apabila seseorang menjadi artis tidak terjadi dengan begitu saja melainkan harus melalui tahap trainee selama beberapa bulan atau bahkan tahun tergantung dengan kemampuan mereka sendiri baru setelah itu mereka akan mulai debut sebagai seorang artis di dunia entertainment di Korea Selatan.

Sedangkan untuk hal operasi plastik yang terjadi di kalangan artis Korea yang dianggap sesuatu hal yang aneh lagi di Indonesia, bukankah untuk menjadi seorang publik figure maka dibutuhkan beberapa faktor pendukung lainnya yang salah satunya adalah bentuk tubuh atau paras wajah. Jangan pernah mencibir atau bahkan mencemooh seseorang hanya karena melakukan operasi plastik, karena mereka mempunyai hak untuk melakukan operasi plastik.

Jadi, janganlah menilai suatu keadaan yang tidak kita sukai yang hanya dilihat dari sisi negatifnya saja tapi lihatlah juga dari sisi positifnya karena setiap kejadian atau keadaan yang terjadi maka akan ada sisi baik dan buruknya dan setiap individu  pasti berbeda dalam menempatkan antara mana yang baik dan buruk tersebut.

Sistem Pembayaran Mahasiswa Unswagati Perlu Dimajukan

Tidak ada komentar
Opini - SetaraNews.com, Sistem pembayaran di Kampus II Universitas Swadaya Gunung Jati masih belum canggih. Dilihat dari kegiatan transaksi yang masih dilakukan ini terbilang masih klasik. Hal ini diketahui saat mahasiswa tingkat akhir akan melakukan pembayaran pada beberapa minggu terakhir.

Karena pembayaran yang masih belum terkoneksi dengan internet, proses verifikasi pun harus menyertakan bukti pembayaran. Hal ini turut dikritisi oleh salah satu Mahasiswa  tingkat IV Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, “Semestinya gak usah pake bukti transaksi segala.” Katanya (6/3).

Ia menjelaskan bahwa hal tersebut masih terbilang klasik, dan kurang canggih. Semestinya pembayaran untuk segala pembayaran termasuk persoalan skripsi dan lainnya. Seperti pembayaran SKS, dan DPP yang semuanya terintegrasi dengan baik. Mahasiswa pun merasa mudah dalam melakukan pembayarannya.

“Hanya menyebutkan nama dan NPM istilahnya, kita langsung bisa bayar.” tambahnya. Namun berbeda ketika kita akan melakukan hal seperti di atas kita musti menunjukkan bukti pembayaran SKS yang sebelumnya telah kita kontrak.

Kampus yang sedang menapaki akreditasi institusi perguruan tinggi, sudah selayaknya mempersiapkan kampus yang lebih modern. Hal ini menjadi cerminan bahwa kampus memiliki dinamika yang berbasis IT dan lebih maju.

Kita bisa menengok kampus yang lebih maju dan kampus lainnya yang telah memodernisasikan semua unit transasksi kampus. Jika kita mampu melakukan ini dari awal, bukan tidak mungkin jika pada beberapa pekan lagi, bukan tidak mungkin bahwa kampus berbasis Akreditasi Institut Perguruan Tinggi akan disandangkan pada Unswagati.

RUU KUHAP yang Dinilai Dapat Mengurangi Kinerja KPK

Tidak ada komentar

Jumat, 07 Maret 2014

Jakarta - SetaraNews.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nampaknya gerah dengan rumusan undang-undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang - Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang rencananya akan direvisi oleh komisi 3 DPR. Menurut KPK ada beberapa pasal yang dapat menghambat bahkan mengebiri wewenang KPK dalam proses pemberantasan korupsi.

Salah satunya rumusan pasal 67 KUHAP yang membahas tentang penangguhan penahanan dengan jaminan uang atau orang, dengan begitu pasal tersebut akan berdampak buruk  dalam penanganan kasus korupsi karena barang-barang sitaan bisa dikembalikan apabila Hakim pemeriksa pendahulu (HPP) menolak pemberian persetujuan penyitaan barang terdakwa kasus tindak korupsi. Ini tentu sangat mungkin untuk melemahkan kinerja KPK dalam menangani kasus korupsi.

Berikut adalah beberapa RUU KUHAP dikutip dari TribunNews, yang berpotensi melemahkan KPK dalam upaya pemberantasaan korupsi :





















































PasalIntiDampak
Pasal 3 ayat 2Ketentuan dalam UU ini berlaku juga terhadap tindak pidana yang diatur dalam UU di luar KUHP, kecuali undang-undang tersebut menentukan lain.Ketentuan ini bisa meniadakan hukum acara khususdalam penanganan kasus korupsi yang saat ini digunakan KPK.
Pasal 44Penuntut umum dapat mengajukan suatu perkara kepada Hakim Pemeriksa Pendahuluan untuk diputus layak atau tidak layak untuk dilakukan penuntutan ke pengadilan.Penuntutan kasus korupsi yang ditangani KPK dapat dihentikan oleh Hakim Pemeriksa Pendahuluan.
Pasal 58Persetujuan penahanan pada tahap penyidikan yang melebihi 5 x 24 (lima kali dua puluh empat)KPK dapat dianggap tidak memiliki kewenangan.

Di sini, hanya disebutkan kepala kejaksaan negeri dalam hal penahanan

dilakukan oleh kejaksaan negeri; kepala kejaksaan tinggi

dalam hal penahanan dilakukan oleh kejaksaan tinggi;

atau Direktur Penuntutan Kejaksaan Agung dalam hal

penahanan dilakukan oleh Kejaksaan Agung.
Pasal 67Penangguhan Penahanan yang diajukan oleh tersangka atau terdakwaHakim Pemeriksa Pendahuluan dapat menangguhkan penahanan yang dilakukan oleh KPK.
Pasal 75Penyitaan harus mendapat izin Hakim Pemeriksa PendahuluanHakim Pemeriksa Pendahuluan dapat menolak

memberikan persetujuan penyitaan, barang yang disita harus segera dikembalikan kepada pemilik.
Pasal 83Penyadapan pembicaraan harus mendapat izin Hakim Pemeriksa PendahuluanPenyadapan pembicaraan hanya dapat dilakukan apabila mendapat persetujuan dari Hakim.
Pasal 84Dalam keadaan mendesak, penyidik dapat menyadap tanpa surat izin dari Hakim Pemeriksa PendahuluanJika Hakim Pemeriksa Pendahuluan tidak memberi persetujuanpenyadapan, maka penyadapan KPK dihentikan.
Pasal 240Terdakwa atau penuntut umum dapat mengajukan permintaan kasasi kepada Mahkamah Agung, kecuali putusan bebas.Kasus korupsi yang diajukan oleh KPK, jika divonis bebas ditingkat pertama atau banding, maka tidak dapat dikasasi.
Pasal 250Putusan Mahkamah Agung mengenai pemidanaan tidak boleh lebih berat dari putusan pengadilan tinggi.Kasus korupsi yang diajukan oleh KPK jika divonis berat

ditingkat pertama atau banding, maka dapat dipastikan divonis lebih rendah jika dikasasi.

 

Ini Alasan Masyarakat Menolak Geothermal Gunung Ciremai

Tidak ada komentar

Rabu, 05 Maret 2014





Kuningan - SetaraNews.com, Masyarakat desa Palutungan menolak mega proyek geothermal yang akan di bangun di Kuningan. Jika dibandingkan dengan kawah Kamojang, geothermal di Kuningan ini tidaklah baik.

"Di Kawah kamojang geotermal dilakukan di dalam hutan dengan kapasitas listrik 83 MW. Sedangkan di Kuningan, berdekatan dengan pemukiman padat penduduk. Menurut kalian bagaimana bila seperti itu? Siapa yang akan terganggu?" Ujar salah satu warga desa Palutungan kepada SetaraNews (4/3).

Geotermal di Kabupaten Kuningan, yang memanfaatkan uap dari Gunung Ciremai ini diklaim merupakan proyek terbesar di Asia Tenggara, dengan kapasitas listrik sebesar 235 MW dikawatirkan akan menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan di sekitar.

"Lalu pendapatan mega proyek ini, apakah bisa dinikmati oleh masyarakat? Kita lihat saja ke lapindo." tambahnya.

Agenda sosialisi yang buruk juga jadi permasalahan bagi warga. Ketidakjelasan luas wilayah yang akan di gunakan adalah faktor pentinganya.

"Sekitar 2 km persegi itu tandanya bisa lebih dari 2km2, 5km2 juga bisa berarti. Saya orang awam saja bisa mengerti." pungkasnya.







Inilah 3 Prospek Geothermal di Gunung Ciremai

Tidak ada komentar
Kuningan - SetaraNews.com, Ada tiga prospek yang akan d jalankan oleh Chevron di Gunung Ciremai yang berada di Kabupaten Kuningan ini.

Ketiga prospek yang diterangkan dalam Makalah Potensi Panas Bumi di Kabupaten Kuningan, oleh Drs. Kuku Taufiqul Malik, MM selaku Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan Kabupaten Kuningan tersebut diantaranya:





Sangkanhurip Prospek sangkanhurip, dengan luas reservoir ± 2 km2 mempunyai suhu kisaran 140-180 derajat celcius. Dengan ketebalan reservoir setebal ± 1,25 Km, maka cadangan terduga berdasarkan perhitungan metoda volumetric sebesar 25 MW.

Kawasan Ciniru yang luas reservoir ± 8,5 km2 mempunyai kisaran 140 - 180 derajat celcius. Ketebalan reservoir berdasarkan modeling data MT, 2 km. Cadangan terduga berdasarkan perhitungan metoda volumetric sebesar 75 MW.

Pajambon Luas reservoir ±10 km2 mempunyai kisaran suhu 140-180 derajat celcius. Ketebalan reservoir berdasarkan modeling data MT, ±5. Cadangan terduga berdasarkan perhitungan metoda volumetric sebesar 135 MW.

Geotermal di Kabupaten Kuningan ini adalah geotermal paling besar di Asia Tenggara, dengan total 235 MW.

 





 

Inilah Pejabat Unswagati yang Turun Jabatan

Tidak ada komentar
Unswagati Cirebon, SetaraNews.com – Tidak hanya rotasi, pemberhentian pejabat struktural pun tecantum dalam SK Rektor dengan nomor SKEP/030//UNIV/II/2014 tentang pemberhentian Pejabat Struktural dan Tenaga Administratif dalam lingkungan Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon.

Adapun nama – namanya, berikut kami lampirkan :





































































































NONAMAJABATAN LAMAJABATAN BARUKET.
1H.Robandi Syamsuri, SH., MH.Kepala LPMUniversitaDosenFakultas HukumPemberhentian
2.Prof. Dr. H Tjahjo Sutisnawidjaja, M.SiKetua Prodi Magister Ilmu AdministrasiPascasarjanaDosenPascasjanaPemberhentian
3.Jaufillaili, S.Pd., M.Hum.Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris FKIPDosenFKIPPemberhentian
4.Haris Budiana, S.Pd., M.HumSekretaris Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris FKIPDosenFkipPemberhentian
5Usep Syaripudin, S.Pd., M.Ed.Kepala Laboratorium MicroteachingFKIPDosenFKIPPemberhentian
6Frista Martha Rahayu, dr.Kepala UPT Klinik Laboratorium  Fakultas KedokteranDosen Fakultas KedokteranPemberhentian
7Iskandar Zulkarnaen, S.sos., M.SiSekjur Ilmu Adm. Negara FISIPDosenFISIPPemberitahuan
8Indah Kurniawati, S.Sos., M.Si.Sekjur Ilmu KomunikasiFISIPDosenFISIPPemberhentian
9Dede Tri Kurniawan, S.Si., M.Pd.Sekjur. Pend. MatematikaFKIPDosenFKIPPemberhentian
10Moh. Dedi Budiyanto, SE., M.Si.Kabag. KemahasiswaanUniversitasDosen111 FEPemberhentian
11Yumanhadi, SE., M.Si.Kepala TUDosenFEPemberhentian
14Siti Nur Hadiyanti, SE., M.Si.Kaur KemahasiswaanFEDosenFePemberhentian
15Rusihana, SH., MHKepala UPT AbdimasDosenFHPemberhentian

Pemerintah Putuskan Sepihak Proyek Geotermal Gunung Ciremai

Tidak ada komentar
Kuningan - SetaraNews.com, Pemerintah putuskan proyek geotermal di Gunung Ciremai - Kabupaten Kuningan secara sepihak. Semua terbukti dengan adanya kegiatan hasil lelang terlebih dahulu lalu di susul dengan sosialisasi.

Pada tanggal 1 april 2011 lalu hasil lelang sudah ditetapkan. Tanggal 19 Desember 2012 baru sosialisasi kepada masyarakat.

"Ini sudah masuk ke tahap perencanaan pembangunan. Kenapa warga baru dikasih tau? Berarti judulnya bukan sosialisasi." ujar salah satu warga Palutungan saat ditemui di kediamannya (4/3/2014) pukul 17.00 WIB.

Hampir 20 bulan semuanya molor. Masyarakat kaget karena mereka tidak tahu menau soal adanya lelang gunung ciremai.

"SK mentri sudah ada, hasil lelang juga sudah jelas. Itu adalah suatu program. dengan melihat prospek yang ada, kami sangat menolak itu semua." tegasnya.

Inilah Pejabat Baru Jajaran Wakil Rektor Unswagati

Tidak ada komentar
Unswagati Cirebon, SetaraNews.com – Kemarin lusa, tepatnya hari Senin tanggal 3 Februari 2014 Rektor Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Prof. Dr. H. Rochanda Wiradinata., Drs., MP. mengeluarkan SK dengan Nomor SKEP/029/UNIV/II/2014 tentang pengangkatan Wakil Rektor dalam lingkungan Unswagati.

Di dalam Surat Keputusan tersebut menerangkan pejabat baru di jajaran rektorat Universitas Swadaya Gunung Jati, diantaranya adalah Dr. Alfandi, Ir. MS yang menjabat Wakil Rektor I bidang Akademik dan Kurikulum, H. Acep Komara, Drs. SE, MSi sebagai Wakil Rektor II bidang Keuangan, Dudung Hidayat, MH sebagai Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan, H. Bachrudin Sj, SE, MM sebagai Wakil Rektor IV bidang Hubungan Masyarakat dan Kerjasama.

Adapun pejabat Wakil Rektor II yang sebelumnya dijabat oleh Hj. Aoliyah Firasati, SE, MM tidak lagi menjabat dan saat ini menjadi dosen Fakultas Ekonomi. Sementara itu Wakil Rektor IV yang sebelumnya dijabat oleh Amanan, Drs. MSi, beliau sekarang menjabat sebagai Kepala Badan Pengembangan Usaha (BPU) Universitas.






















































No



NAMA



JABATAN LAMA



JABATAN BARU



KET.



1



Dr. Alfandi, Ir., MS



Kepala Lembaga Pengabdian  Masyarakat Universitas (LPMU)



Wakil Rektir I


Universitas



Rotasi



2



H. Acep Komara. Drs., SE., M.,Si.



Dosen


FISIP



Wakil Rektor II


Universitas



Promosi



3



Dudung Hidayat, SH., MH.



Kepala Biro HKUP


Universitas



Wakil Rektor III


Universitas



Promosi



4



H. Bachrudin Sj., SE., MM



Dosen


Fakultas Ekonomi



Wakil Rektor IV


Universitas



Promosi



5



Hj. Aoliyah Firasati, SE., MM.



Wakil Rektor II


Universitas



Dosen


Fakultas Ekonomi



Pemberhentian



6



H. Supriyadi, Ir., MM



Wakil Rektor IV


Universitas



-



Pemberhentian



Aher: Proyek Geothermal Ciremai Dimulai Tahun 2013

Tidak ada komentar
Bandung - SetaraNews.com, Isu mengenai kabar dijualnya gunung Ciremai senilai Rp60 triliun yang berada di kabupaten Kuningan - Jawa Barat, ternyata hanyalah sebuah pelelangan tender agar beberapa titik lokasi di gunung Ciremai dapat dieksplorasi untuk geothermal atau Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi.

Pemenang tender untuk pelaksanaan geothermal itu sendiri PT. Jasa Daya Chevron yang merupakan anak perusahaan dari PT Chevron Pasific Indonesia, perusahaan yang bergerak dalam minyak dan gas terbesar di Indonesia asal Amerika Serikat.

Melalui akun twitter resminya @Aheryawan ia membantah jika pemenang tender sudah ditetapkan. “18. Saat ini belum ada pemenang penetapan pemenang tender #HebohCiremai.” ujar Gubernur Jabar (3/3).

Berbeda dalam pernyataan sebelumnya, pada laman pribadinya Aheryawan.com Proyek geothermal di kaki Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan dipastikan berjalan tahun ini (red: 2013). Gubernur Jabar Ahmad Heryawan memastikan jika proses tender telah selesai dan segera memasuki tahap administrasi.

Ia mengatakan bahwa, "Kami pastikan proyek geothermal di kaki Gunung Ciremai mulai berjalan tahun ini diawali dengan tahapan kelengkapan administrasinya."

Ia menambahkan bahwa prosesnya akan membutuhkan waktu hingga lima tahun ke depan. "Biasanya dari tahapan administrasi dan langkah-langkah hingga power plan geothermal berjalan akan memakan waktu hingga lima tahun," kata Heryawan saat rehat usai menghadiri beberapa kegiatan di Kabupaten Kuningan, kemarin (Harian Seputar Indonesia - Jum'at, 18 Januari 2013).

 

Inilah Pejabat Baru: Kepala Bagian dan Staf Unswagati

Tidak ada komentar
Unswagati Cirebon , SetaraNews.com - Kemarin, tanggal 03 Maret 2014 Rektor baru Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Prof. Dr. H. Rochanda Wiradinata., Drs., MP.  mengeluarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Swadaya Gunung Jati, SKEP/030/UNIV/II/2014 tentang; pengangkatan, rotasi dan pemberhentian pejabat struktural dan tenaga administratif dalam lingkungan Unswagati Cirebon.

Dalam poin satu  surat tersebut disebutkan Jabatan Wakil Rektor III yang lama masih di isi oleh Amanan,Drs., M.Si.  yang dirotasi menjadi Kepala Badan Pengembangan Usaha (BPU) Unswagati.

Hal ini menunjukan bahwa pasca heabisnya masa jabatan Rektor yang Lama yaitu Dzakaria Mahmud semua produk hukum yang dikeluarkan tidak sah atau batal demi hukum.

Selain nama Wakil Rektor III yang dirotasi, berikut   nama - nama yang lainnya;






























































































































































No



NAMA



JABATAN LAMA



JABATAN BARU



KET.



1



Harmono, S.H., M.H



Kepala Biro Kerjasama Universitas



Kepala Biro HKUP Universitas



Rotasi



2.



Moh. Sutarjo, DRS., M.Si.



Wakil Dekan II FISIP



Sekretaris Satuan Pengwas Internal (SPI) Universitas



Rotasi



3



Moh. Taufik Hidayat, Drs., M.Si.



Sekretaris Prodi Magister Ilmu Administrasi Pascasarja



Wakil Dekan I


FISIP



Rotasi



4



Sri Wulandari, S.sos., M.Si



Wakil Dekan III


FISIP



Wakil Dekan II


FISIP



Rotasi



5



Darkani,  S.Kom



Kepala Pusat Komputer Universitas



Kepala Bagian Akademik Universitas



Rotasi



6



Cepi Ismail, A.Ks.,M.si



Kepala Bagian Akademik Universitas



Kepala Bagian Perencanaan dan Evaluasi Universitas



Rotasi



7



Yanto Heryanto, S.Sos.,M.Si.



Kepala Bagian Perencanaan dan Evaluasi



Kepala Bagian Kepegawaian



Rotasi



8



Yuna Mumpuni Rahayu, S.Pd. MM.Pd.



Kepala Bagian Kepegawaian Universitas



Kepala Bagian Kerjasama Universitas



Rotasi



9



Alip Rahman, SH., Mh.



Sekbag Ekstrakulikuler FH



Kepala Bagian Auditor SPI Universitas



Rotasi



10



Jimat Susilo, S.pd., M.pd.



Kepala Bagian Auditor Akademik SPI



Kepala Bidang Pengabdian Masyarakat Universitas



Rotasi



11



H. I. Machmud, Drs., M.Si.



Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu Universitas



Sekretaris Prodi Magister Ilmu Administrasi Pascasarjana



Rotasi



12



Triayns Welistia



Staf Sekretaris Universitas



Staf Wakil Rektor I Universitas



Rotasi



13



Ida Faridah



Staf Wakil Rektor I



Staf Sekretaris Universitas



Rotasi



14



Cep Eri Budiman



Kabag Sekretariat Universitas



Staf Bagian Umum Universitas



Rotasi



15



Angga Gumilar Nopiyatna , SE



Staf Kemahasiswaan FE



Staf Kemahasiswaan Wakil Rektor III



Rotasi



16



Ishlahul Athar, A.Md



Staf LPMU Universitas



Staf HKUP Universitas



Rotasi



17



Lela Sholihah. S.Psi.



SPMI Universitas



Staf Kepegawaian



Rotasi



18



Ali Sadikin



Staf Perpustakaan FE



Staf SPI Universitas



Rotasi



19



Nur Afwan, SE



Staf SPI Universitas



Staf BPU Universitas



Rotasi



20



Dessie Inditasary, SE.



Staf Wakil Rektor IV



SPMI Universitas



Rotasi



21



Moh. Sutarjo, DRS., M.Si.



Wakil Dekan II


FISIP



Sekretaris Satuan Pengawa Internal (SPI) Universitas



Rotasi



 

Heboh Ciremai, Aher vs Chevron Siapa yang Benar?

Tidak ada komentar
Jakarta - SetaraNews.com, Isu mengenai proyek geothermal di Gunung Ciremai yang diberitakan sampai di jual 60 triliun rupiah buru-buru ditampik Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan pada Senin malam (3/3) melalui akun twitternya @Aheryawan.

Sebelumnya berhembus kabar proyek geothermal di Gunung Ciremai ini akan digarap oleh perusahaan minyak dan gas oleh anak perusahaan Chevron.

Aher biasa ia disapa berkicau dalam akun twitter resminya malam tadi. Menurut Aher belum ada penetapan pemenang tender proyek Geothermal yang rencananya dilangsungkan di gunung tertinggi Jawa Barat itu.

18. Saat ini belum ada pemenang penetapan pemenang tender #HebohCiremai.” ujar Gubernur yang telah memimpin Jawa Barat selama enam tahun tersebut.

Lebih lanjut Aher juga menyerukan untuk siapa saja yang memenangkan tender mesti bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Barat.

Untuk Ciremai Siapapun Pemenangnya Harus Bekerja sama dengan Bumd Jabar #HebohCiremai” tambahnya.

Berbeda dengan peryataan dari Aher, General Manager Policy, Goverment and Public Affair Chevron Geothermal Indonesi; Paul Mustakim mengatakan pihaknya memang telah ditetapkan sebagai pemenang tender WKP Gunung Ciremai oleh Pemerintah Daerah Jawa Barat pada Januari 2013 lalu, sementara tendernya dilakukan pada tahun 2011/2012 yang lalu.

"Investor yang memiliki kemampuan finansial dan pengalaman akan menjadi pemenang tender," ujarnya, Senin (3/3/2014) via Kontan.

Terlepas dari isu jual beli gunung Ciremai yang senilai Rp 60 triliun, Gunung Ciremai yang masih berstatus gunung aktif ini. Masyarakat lebih mementingkan agar Gunung Ciremai tetap bisa dikelola oleh penduduk sekitar, tanpa ada geothermal di kawasan mereka.

Dewo dalam komentarnya di SetaraNews mengatakan, "Yapp kita harus berjuang untuk save ciremai dan gunung” lainnya. Tolak Perusahaan asing kuasai bumi pertiwi. Saya bersedia gabung bila sdr”ku akan buat sesuatu utk save ciremai."

Sama dengan Dewo, Iman pun mengatakan hal yang sama,"Saya pun (warga Cirebon) pasti akan merasakan dampaknya. Ayo tolak!" serunya.

Heboh Ciremai, Ahmad Heryawan Angkat Bicara

Tidak ada komentar
Bandung - SetaraNews.com, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan akhirnya mengklarifikasi isu hebohnya Gunung Ciremai yang diberitakan dibandrol seharga 60 Triliun Rupiah.

Malam tadi lewat akun twitter resminya @aheryawan menampik isu penjualan gunung Ciremai.

“Ada berita di FB, BBM, dll. Tentang penjualan gunung Ciremai 60T. Saya sudah baca, dan isinya HOAX semua #HebohCiremai.” kicaunya (3/3).

Lebih lanjut Gubernur yang kerap disapa Kang Aher itu menjelaskan tentang pemanfaatan kawasan hutan Taman Nasional Gunung Ciremai.

“Tidak boleh ada pemanfaatan kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai selain untuk sektor kehutanan apalagi dijual #HebohCiremai.”

“Hal itu sesuai dengan SK menhut 424/2004, tentang penetapan kawasan hutan Gunung Ciremai sebagai Taman Nasional #HebohCiremai” tambahnya.

Kicauan yang diberi hashtag Heboh Ciremai itu juga memaparkan tentang kekayaan Geothermal yang bisa berfungsi sebagai sumber energi listrik.” yang mungkin dimanfaatkan adalah kekayaan geothermal yang ada di luar Taman Nasional, Dan seluruh potensi Geothermal itu ada diluar kawasan taman Nasional Gunung Ciremai #HebohCiremai”

“Mengoptimalkan Geothermal akan mengurangi ketergantungan kita pada energi fosil yang tidak terbarukan dan tidak ramah lingkugan #HebohCiremai”  kicau Aher.

Aher juga menampik jika efek dari geothermal sama sekali tidak mengeuarkan gas beracun seperti yang diisukan. Pemenang Pemilukada Jawa Barat itu juga mengaku bahwa geothermal bukan sesuatu yang baru di Jawa Barat dan Jawa Barat adalah penghasil geothermal terbesar di Indonesia.

“Geothermal yang selama ini sudah berjalan adalah di Gunung Salak, Wayang Windu, Kawah Drajat, Kawah Kamojang, Karaha Bodas Patuha, Dan yang sedang proses di Tangkuban Parahu, Tampomas Sumedang dan Cisolok Sukabumi #HebohCiremai” ujar Aher.

Pasangan Deddy Mizwar itu pun mengungkap kalau tidak ada pengusiran penduduk karena Proyek Geothermal tersebut,

“Tidak ada pengusiran penduduk, geothermal jauh dari kawasan penduduk , justru memberi manfaat besar bagi masyarakat, seperti pengembangan ekonomi pariwisata, pembangunan infrastruktur, dan lapangan kerja di sekitar kawasan geothermal #HebohCiremai.” Kata Ahmad Heryawan.

Inilah Dampak Lingkungan Jika Ada Geothermal

Tidak ada komentar

Selasa, 04 Maret 2014

Bandung - SetaraNews.com, Isu mengenai Gunung Ciremai yang dijual oleh pemerintah ke pihak Chevron di media sosial dan membuat Dede Yusuf mantan pejabat wakil Gubernur Barat, Menteri Perhutanan Zulkifli Hasan, Manager Policy Government Public Affairs PT Jasa Daya Chevron, Ida Bagus Wibatsya, dan Guberbur Jawa Barat Aher pun angkat bicara pada hari ini (3/3).

Ada sebuah film dokumentar yang menggambarkan tentang dampak lingkungan, jika perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi itu akan dijalankan di sebuah gunung, yang masih mengandung magma aktif. Laskar Bangun Kertasari aktivis lingkungan dari daerah Kertasari, kabupaten Bandung mencoba menggambarkan kepada kita tentang dampak lingkungan yang mereka rasakan.


Pada hari ini, @Aheryawan Gubernur Jawa Barat berpendapat bahwa geothermal adalah sumber Energi Listrik yang paling ramah lingkungan, dan merupakan energi terbarukan.

"Geothermal menuntut kondisi hutan yang terpelihara dengan baik, karena sangat tergantung pada suplai air. Geothermal jauh dari kawasan penduduk, justru akan memberi manfaat besar bagi masyarakat." ujarnya (3/3).

Foto: Jaga Ciremai

Chevron & Kemenhut RI Buka Mulut Soal Ciremai

Tidak ada komentar
Jakarta - SetaraNews.com, Isu santernya Gunung Ceremai yang dijual Pemerintah kepada Chevron dengan nilai Rp60 triliun di jejaring sosial dan broadchast, membuat Dede Yusuf mantan pejabat Wakil Gubernur Jawa Barat angkat bicara melalui twitter pada kemarin malam.

Tidak hanya Dede Yusuf, kali ini Chevron dan Kementerian Kehutanan Repbulik Indonesia ikut angkat bicara. Menteri Perhutanan Zulkifli Hasan justru mempertanyakan kabar tersebut. Dia meragukan kebenaran Gunung Ciremai yang dijual ke Chevron dengan harga 60 triliun tersebut.

"Yang jual siapa? Memang gunung bisa dijual?" kata Zulkifli melalui pesan singkat, Senin (3/3) via Merdeka.

Ia mengaku heran atas kabar tersebut. Dia juga mempertanyakan pemerintah mana yang menjual Ceremai. "Pemerintah mana? Saya baru dengar," ungkapnya.

Sementara itu berbicara mengenai proses tender, Manager Policy Government Public Affairs PT Jasa Daya Chevron, Ida Bagus Wibatsya mengatakan, "Semua investor bisa mengikuti tender terbuka ini dan Chevron memenangkan prospek ini melalui proses tender yang dilaksanakan oleh panitia tender Pemda Jabar, dan penetapan pemenang oleh Pemda Jabar tahun 2012," ujarnya.

"Sampai saat ini Chevron belum memasuki wilayah Ceremai dan belum melaksanakan kegiatan fisik, maupun komunikasi di lapangan karena belum terbitnya IUP ini." tegasnya.

Foto: Hentikan Chevron

Kronologi Rencana Pembangunan Proyek Chevron ke Kuningan I

Tidak ada komentar

Senin, 03 Maret 2014

Kuningan - SetaraNews.com, Rencana pembangunan proyek Chevron yakni membangun sebuah PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) sudah direncanakan dari beberapa tahun yang lalu, menuai pro dan kontra dari masyarakat.

Berawal dari penetapan Taman Nasional Gunung Ciremai secara sepihak dari status Hutan Lindung menjadi kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) melalui SK Menhut RI No. 424/Menhut-II/2004 bertanggal 19 Oktober 2004 silam. Koordinator Gerakan Massa dan Pemuda Untuk Rakyat (Gempur) Kuningan, Okki Satrio Djati, mengomentari tentang hal ini.

“Periode 2008-2013, di saat Ahmad Heryawan menjadi Gubernur Jawa Barat adalah periode yang terbanyak meloloskan Chevron untuk mengeruk dan memonopoli sumber daya panas bumi di Jawa Barat. Sebut saja di wilayah Awi Bengkok, Gunung Salak Gunung Patuha, Darajad Garut. Dan yang terakhir adalah wilayah Gunung Ciremai,” kata Okki pada (8/2/2013) lalu [via lensa Indonesia].

Ia juga menyayangkan bahwa pemerintah lebih mementingkan pemodal asing dibandingkan dengan cita-cita bangsa Indonesia.

“Ketika Aher berkuasa, ia malah menyejahterakan kepentingan pemodal asing. Cita-cita bangsa Indonesia yang termuat dalam pembukaan UUD 45 (preambule), tidak dinomorsatukan. Aher malah lebih mendahulukan pemodal asing,” sambung Okki.

Sementara itu, Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda,  mengaku daerahnya siap jika diminta menyertakan saham dalam proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) Ciremai.

“Siap, memang daerah harus dilibatkan. Kalau tidak ada sharing untuk Kuningan, tentu sudah saya tolak proyek panas bumi ini,” katanya pada (16/4/2012) via Bisnis Jabar .

Menurut Aang, Kuningan butuh terobosan seperti kepemilikan saham dalam proyek-proyek besar. “Kuningan sangat membutuhkan. Karena daerahnya kecil, jadi sumber-sumber pendapatan asli daerahnya ditargetkan ke depan salah satunya dari panas bumi,” paparnya.

“Minimal kami memiliki sharing 10%, wong Kuningan yang punya lahan,” katanya saat ditanya besaran saham yang akan disertakan. Pihaknya kini menunggu pemenang PLTP segera diumumkan.

Menurutnya persoalan di lapangan seperti pembebasan lahan sudah selesai. “Kita harus mengikuti proses birokrasi yang kadang-kadang tidak tepat [waktu]. Di Kuningan sendiri sudah tidak ada masalah,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mendorong kepemilikan saham daerah di proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ciremai. Daerah diharapkan ikut berpartisipasi mengelola dengan membentuk badan usaha milik daerah (BUMD) khusus.

Berdasarkan prediksi hasil survey akhir melalui penyelidikan geofisika, analisis geokimia dan magneto teluric (MT) menunjukkan Gunung Ciremai memiliki potensi panas bumi sebesar 235 megawatt electric

Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ciremai tinggal menunggu rekomendasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Adapun perusahaan pemenang tender untuk proyek pengelolaan PLTP Ciremai ini adalah PT Jasa Daya Chevron. PT Jasa Daya Chevron sendiri adalah anak perusahaan dari PT Chevron Pacific Indonesia.

Foto: #SaveCiremai

Dede Yusuf: Soal Gunung Ciremai, Tanya Gubernur & Menhut

Tidak ada komentar
Bandung - SetaraNews.com, Minggu (2/3) Heboh pemberitaan soal isu jual beli Gunung Ciremai yang mencapai 60 triliun rupiah, ternyata membuat Dede Yusuf mantan pejabat Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat angkat bicara.

Melalui akun twitternya @DedeYusuf_1 ia mempertanyakan apakah bisa jika gunung itu dijual, "Memangnya gunung bisa dijual? Kalau boleh, nanti ada org/perusahaan beli Gunung Kelud, Gn Krakatau atau Gn Tangkubanperahu." ujarnya pada Minggu (2/3).

Lebih lanjut ia mengatakan, "Panas bumi di Gunung Papandayan, Garut, dikelola Pertamina-Chevron sbg PLTP. Apakah bisa dikatakan pemerintah #JualGunung Papandayan?" tulisnya.

"Geothermal di Gn Tangkubanperahu di KBB/Subang sedang ditawarkan ke investor dalam & luar negeri. Apakah pemerintah disebut #JualGunung? Panas bumi di Gunung Salak, Bogor, dikelola Pertamina-Chevron sbg PLTP. Apakah pemerintah disebut #JualGunung? hampir 70 % panas bumi/geothermal ada di gunung2 yg berlokasi di Jabar. Yg ditawarkan ke investor pasti panas buminya, bukan #JualGunung." tambah Dede Yusuf.

Akhirnya Dede Yusuf mengembalikan persoalan Gunung Ciremai tersebut ke Gubernur Jawa Barat dan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, agar lebih jelas mengenai persoalan Gunung Ciremai yang kabarnya bakal dibangun perusahaan Chevron asal Amerika Serikat tersebut.

"Di Taman Nasional Gunung Ceremai, Kuningan-Majalengka; apakah panas buminya ditawarkan ke asing? Tanya Gubernur & Menhut."

Foto : akun twitter @DedeYusuf_1

Di Wikipedia, Djakaria Machmud Masih Rektor

Tidak ada komentar
Unswagati - SetaraNews.com, Minggu (2/3) Universitas Swadaya Gunung Jati telah nyaris satu minggu ini memiliki rektor yang baru. Adalah Prof. Dr. H. Rochanda Wiradinata MP yang kini memimpin Universitas yang berumur 53 tahun itu.

Beliau akan menjabat selama empat tahun ke depan menggantikan Dr. H. Djakaria Machmud, S.E., S.H., M.Si. yang masa jabatanya telah kadaluarsa sejak Agustus 2013 lalu.

Meski begitu jika kita tulis kata kunci Unsawgati pada laman Wikipedia maka nama yang muncul dalam kolom rektor Unswagati adalah rektor yang menjabat sebelumnya. Nampaknya situs yang terkenal dengan ensiklopedianya itu belum memperbaharui artikel tentang Unswagati dan masih menuliskan  Djakaria Machmud sebagai Rektor Universitas yang memiliki tiga kampus tersebut.

Padahal situs yang memilki 17 Juta artikel ini adalah salah satu situs yang paling banyak dikunjungi di dunia dan terkenal cepat memperbarui berita. Akan tetapi artikel tentang Unswagati terakhir diperbaharui pada 30 Desember 2013 lalu.

Sementara itu di web resmi Unswagati. Nama Prof. Dr. H. Rochanda Wiradinata, MP telah disebut sebagai pemimpin baru kampus dan diberikan selamat oleh sivitas Akademika. Walau begitu, pada web resmi tim ‘Setara News’ mengalami kendala saat hendak mengakses susunan senat baru yang kini dipimpin oleh Prof. Djohan tersebut.

Gunung Ciremai Dihargai Rp60 Triliun?

Tidak ada komentar
Kuningan - SetaraNews.com, Minggu (2/3) Kabar mengenai rencana perusahaan Chevron yang akan menguras sumber daya alam gunung Ciremai yang berada di kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat ini mulai menjadi buah bibir di masyarakat.

Hal itu dibuktikan dengan maraknya tulisan mengenai rencana Chevron di beberapa media sosial seperti Facebook dan Twitter. Bahkan di aplikasi yang kini tengah menjadi trend di masyarakat Blackberry Messenger juga bertebaran pesan broadchast untuk menyelamatkan gunung tertinggi di Jawa Barat itu.

Dalam broadchast tersebut ditengarai gunung Ciremai telah di jual pada Chevron dengan harga fantastis 60 Triliun Rupiah. Belum diketahui siapa yang awalnya menyebarkan info tersebut. Pihak pemerintah setempat juga belum buka suara mengenai isu penjualan Ciremai.

Perusahaan asal Amerika tersebut memang tengah berencana menguasai minyak dan gas di provinsi Jawa Barat. Kini sudah lima gunung yang sudah dikuasai Chevron ke limanya yaitu; Gunung Patuha, Gunung Gede, Gunung Salak, Gunung Pangrango, dan Gunung Halimun. Kelima gunung tersebut ternyata diambil alih oleh Chevron dalam kurun waktu lima tahun sejak 2009 lalu. Kini target selanjutnya adalah Gunung Ciremai dan Gunung Papandayan.

Masyarakat setempat menduga Perpindahan pengelolaan hutan yang tadinya dikelola oleh pihak Perhutani, menjadi Taman Nasional Gunung Ciremai, disinyalir adalah bagian dari rencana masuknya proyek gheotermal oleh Chevron corporation di Palutungan.
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews