Malam Jumat, BEM Unswagati Gelar Acara Sholawatan

Tidak ada komentar

Jumat, 28 Februari 2014

Unswagati - SetaraNews.com, Badan Eksekutif Mahasiswa tingkat Universitas pada malam Jumat (27/2) bersama jajarannya dari Menteri Agama menyelenggarakan acara sholawatan di Masjid Nurul Ilmi - Kampus Utama Universitas Swadaya Gunung Jati.

Acara perdana tersebut merupakan agenda rutinan yang bakal diagendakan oleh Menteri Agama Bem-U pada bulan-bulan berikutnya. Ketua BEM-U Muhammad Saefudin, kepada SetaraNews (27/2) mengatakan bahwa, "Kalau acara shalawatan itu agenda insya Allah rutin 1 bulan sekali." ujarnya.

Rencananya agenda rutin sholawatan ini bakal diagendakan setiap bulan dan bakal mengajak organisasi mahasiswa di lingkungan Unswagati untuk ke depannya.

"Kebetulan kan tadi perdana, jadi baru bisa dilaksanakan sama pengurus BEM-U saja. Namun insya Allah untuk bulan depan semua Ormawa diundang." tambahnya.

 

Prof. Dr. Rochanda Wiradinata MP, Rektor IX Unswagati

Tidak ada komentar

Kamis, 27 Februari 2014

Unswagati - SetaraNews.com, Prof. Dr. Rochanda Wiradinata, MP merupakan Rektor Universitas Swadaya Gunung Jati ke sembilan dari sekian rektor yang telah menjabat. Setidaknya telah ada delapan rektor yang telah menjabat di kursi Rektor Unswagati, siapa sajakah mereka? Lalu bagaimana perkembangan Unswagati dari masa ke masa dari kepemimpinan mereka?


Berikut SetaraNews paparkan selayang pandang Unswagati berikut pembangunannya dari masa ke masa;

Universitas Swadaya Gunung Jati (UNSWAGATI) didirikan pada tanggal 16 Januari 1961 dengan tujuan membantu pemerintah daerah dalam melaksanakan pembangunan, khususnya pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi. Hal itu dirasakan perlu, karena pada saat itu banyak lulusan Sekolah Menengah Atas Cirebon yang pergi ke kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta untuk dapat mengikuti pendidikan tinggi. Tentu, dalam pelaksanaannya menyedot biaya besar.

Prakarsa masyarakat untuk mendirikan sebuah perguruan tinggi mendapat respons positif dari kalangan institusi resmi pemerintah, baik sipil maupun militer serta masyarakat pendidik yang ada di Cirebon. Maka didirikanlah Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati dengan Akta Notaris Mr. Djoko Mardedjo nomor 29 tanggal 16 Januari 1961.

Universitas Swadaya Gunung Jati (UNSWAGATI) sebagai lembaga pendidikan tinggi pada awal- awal tahun pendiriannya belum mempunyai ruang kuliah yang tetap. Tahun 1967 Unswagati memperoleh kampus tetap, yaitu bekas SMA Garuda (sekarang SMA Negeri 2 Cirebon), sebuah sekolah yang berada di bawah naungan BAPERKI yang diambil alih oleh pemerintah karena terlibat G. 30 S. PKI.

Sejak berdirinya UNSWAGATI telah dipimpin oleh tujuh orang Rektor, yaitu:
1. Amir Husodo, SH. (1961 – 1965)
2. Letkol. Sriadi, SH. (1965 – 1969)
3. Letkol. H. Saleh Sachjana (1969 – 1998)
4. Letkol. Kav. Jusup Mulia, Drs., MBA (1998 – 2002)
5. H. Ili Rohaeli, SH., MM ( 2002 – 2005)
6. H. Soedjono, Drs (Pejabat Rektor Juni 2005 – Agustus 2005)
7. Dr. H. Djakaria Machmud, S.E.,M.Si (2005 –  1 Februari 2014) *masa perpanjangan per 31 Agustus 2013
8. Dr. H. Saehul, M.Eng (12 Februari 2014 - 25 Februari 2014) *Pejabat rektor sementara
9. Prof. Dr. H. Rochanda Wiradinata, MP (26 Februari 2014 - sekarang)

Pada saat baru berdiri Unswagati hanya mempunyai dua fakultas, yaitu Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi, yang jumlah mahasiswanya ketika itu banyaknya lebih kurang 300 mahasiswa. Kemudian pada tahun 1979 IKIP PGRI Ciwaringin Cirebon bergabung dalam lingkungan Unswagati menjadi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Pada tahun 1983 didirikan tiga fakultas baru, yaitu Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Pertanian, dan Fakultas Teknik. Pada tahun 2001 Unswagati membuka dua program pascasarjana (S2), yaitu Magister Ilmu Administrasi, dan Magister Ilmu Pertanian. Pada tahun 2004 Unswagati mendapat izin untuk penyelenggaraan Program Studi Ilmu Komunikasi jenjeng sarjana (S1) dan pada tahun 2005 Unswagati mendapat izin untuk menyelenggarakan program pascasarjana (S2) Program Studi Ilmu Hukum dengan konsentrasi Hukum Bisnis dan Otonomi Daerah dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional. Pada Tahun 2008 Unswagati resmi mendirikan Fakultas Kedokteran.

Di bawah Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati, UNSWAGATI terus mengalami perkembangan yang cukup berarti. Sampai dengan wisuda periode April tahun akademik 2007/2008, UNSWAGATI telah meluluskan 2.794 Program Diploma III/Sarjana Muda, dan 10.400 sarjana dari 12 (dua belas) program studi sarjana (S1) dan 3 (tiga) program Pascasarjana yang ada di lingkungan Unswagati, yaitu Fakultas Hukum: Program Studi Ilmu Hukum. Fakultas Ekonomi: Program Studi Manajemen, Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan dan, Akuntansi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan: Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Ekonomi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik: Program Studi Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Komunikasi. Fakultas Pertanian: Program Studi Agroteknologi dan Agribisnis. Fakultas Teknik: Program Studi Teknik Sipil. Untuk Program Pascasarjana sampai dengan wisuda periode April Tahun Akademik 2007/2008 telah meluluskan 159 Magister yaitu Program Studi Ilmu Tanaman dengan Konsentrasi Teknologi Pascapanen Hasil Pertanian, Program Studi Ilmu Administrasi dengan Konsentrasi Administrasi Publik dan Program Studi Ilmu Hukum dengan Konsentrasi Hukum Bisnis dan Otonomi Daerah. Dengan demikian jumlah lulusan/alumni yang telah dihasilkan Unswagati sampai dengan wisuda periode April tahun akademik 2007/2008 sebanyak 13.325 orang.

Sampai dengan tahun akademik 2007/2008, telah banyak kemajuan yang telah dicapai baik dalam sarana dan prasarana fisik, maupun non-fisik guna menunjang aplikasi tridarma perguruan tinggi. Namun demikian, tidak dipungkiri masih tidak sedikit permasalahan yang belum dituntaskan atau belum disempurnakan pelaksanaannya. Oleh karena UNSWAGATI membuka peluang segenap elemen masyarakat wilayah Cirebon untuk terus dapat berperan aktif memberikan masukan dalam rangka membangun UNSWAGATI menjadi kebanggaan masyarakat dalam menciptakan kader-kader bangsa unggulan di masa depan.

Hingga saat ini (tahun 2014) Unswagati telah memiliki gedung baru yang berada di Kampus Utama Unswagati dengan 10 kelas, dan gedung Tunas Gunung Jati atau Kampus IV Unswagati (di belakang Kampus II Unswagati) yang memiliki tiga lantai untuk 6 kelas untuk Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Keterangan Lambang:
1. Lambang Universitas Swadaya Gunung Jati terdiri atas 6 (enam) bagian yang mempunyai arti yang bertalian :
* Gunung
* Matahari Terbit
* Padi dan Kapas
* Gelombang Laut
* Buku
* Perisai
2. Arti Simbolik Lambang :
* Gunung : Nama tokoh terkenal penyebar agama Islam yaitu Sunan Gunung Jati yang dimakamkan di Astana Gunung Jati Cirebon.
* Matahari Terbit : adalah sumber kehidupan, cahaya kebahagiaan, melambangkan pancaran jiwa manusia yang berilmu karena sifat ilmu itu sendiri sebagai suluh penerangan, kehidupan yang membawa cahaya bahagia menuju kepada kesejahteraan lahiriah dan keluhuran budi (sinar matahari berjumlah delapan).
* Padi dan Kapas : dua jenis hasil pertanian yang melambangkan kebutuhan pokok lahiriah manusia yaitu sandang dan pangan, bermakna “ilmu amaliah”, bahwa setiap ilmu hendaknya dapat diamalkan demi kesejahteraan umat manusia (Kapas berjumlah 17, sedangkan butir padi berjumlah 45).
* Gelombang Laut : laut merupakan bagian dari wilayah Cirebon sebagai pendukung utama berdirinya UNSWAGATI meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka.
* Buku : adalah sumber ilmu pengetahuan tertulis, ciri khas setiap lembaga pendidikan.
* Perisai bersegi lima (pentagon) : ialah melambangkan Pancasila, filsafat bangsa dan azas negara yang menjadi pedoman serta

Pasca Pelantikan Rektor, Ini Harapan Mahasiswa Unswagati

Tidak ada komentar
Unswagati - SetaraNews.com, Terkait dengan pelantikan Rektor baru Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon untuk periode 2014 hingga 2018. Mahasiswa dari Fakultas Ekonomi, Defa Chan menyampaikan harapannya.

Mengenai terpilihnya rektor baru ini ia menuntut adanya perbaikan fasilitas dan pendekatan terhadap mahasiswa, pasalnya ia merasa selama ini jajaran rektorat kurang dekat dengan mahasiswa.

“Harapan saya dengan terpilihnya rektor baru ini dapat lebih dekat dengan masyarakat serta di adakannya Gedung Auditorium.” Defa Chan, kepada SetaraNews (26/2).

Lain halnya dengan Ade Sukron ia berharap agar akses hot spot di Unswagati dapat berjalan dengan baik.

“Kalau menurut saya, harus ada lagi perbaikan dengan Wi-Fi kampus, soalnya mandet-mandet terus.” tambah Ade Sukron, salah satu anggota Ormawa yang tengah mengisi acara pelantikan Rektor baru, hari ini kepada SetaraNews.

Wali Kota Cirebon: Semoga Unswagati Negeri 2015

Tidak ada komentar
Cirebon - SetaraNews.com, Pelantikan Rektor baru Unswagati Prof. Dr. H. Rochanda Wiradinata MP pada Rabu (26/2) yang digelar di Aula Grawidya Sabha di Kampus Utama Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon turut dihadiri oleh Wali Kota Cirebon, Ano Sutrisno.

Wali kota Cirebon sendiri menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas dilantiknya Rektor baru Unswagati untuk periode 2014 hingga 2018. Ia berharap agar di dalam kepemimpinan Rektor yang sekarang dapat mampu dalam targetnya untuk menegerikan Unswagati pada tahun 2015 nanti.

“Ke depan, Unswagati diharapkan mampu membawa ke Perguruan Tinggi Negeri. Terima kasih kepada Djakaria Machmud atas dedikasinya sebagai Rektor hingga membawa perkembangan yang pesat ini, semoga ke depannya lebih serius dan bersinergi untuk menyelesaikan target Unwsagati negeri tahun 2015.” sambutnya.

 

Inilah Seremonial Pelantikan Rektor Baru Unswagati

Tidak ada komentar

Rabu, 26 Februari 2014

Unswagati - SetaraNews.com, Pelantikan Rektor baru Unswagati Prof. Dr. H. Rochanda Wiradinata MP pada Rabu (26/2) yang digelar di Aula Grawidya Sabha di Kampus Utama Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon berlangsung cukup khidmat.

Kegiatan yang dimulai dari pukul 08.30-11.30 WIB ini dihadiri oleh ketua yayasan Asep Djajuli, Civitas Akademis Unswagati, Wali Kota Cirebon beserta  jajarannya, hingga  perwakilan Ormawa (organisasi mahasiswa) di Unswagati.

Dalam sambutannya, Rektor Unswagati menuturkan bahwa penegerian Unswagati harus diimbangi dengan pembenahan fasilitas kampus.

"Melakukan re-evaluasi aset yang terdiri sesuai tuntutan yang disepakati lebih awal, melakukan pendekatan dengan pemerintah, mewujudkan visi dan misi, serta penataan fisik dan non fisik demi mewujudkan Unswagati sebagai PTN yang beregulasi nasional. Misi pendidikan untuk selanjutnya dengan mengadakan penelitian dan pengabdian masyarakat. Tahun 2015 Unswagati beralih status ke negeri.” tuturnya.

Ketua yayasan pun turut menyampaikan pesan terhadap rektor baru Unswagati agar lebih tanggap dalam menjalani tugasnya sebagai rektor yang baru.

“Lebih tegap, lebih cepat, lebih tegar dan lebih tegas, serta memperhatikan rasio dan humanis, agar mahasiswa dapat dimudahkan dalam akses memperoleh informasi, mahasiswa harus senang datang ke kampus. Harapannya, mahasiswa intens berinteraksi dengan dosen, masjid, Perpus, area hot spot akan dijadikan tempat untuk menyalurkan bakatnya." tuturnya saat memberikan sambutan.

Terkait jajaran rektorat di Unswagati, Ketua Yayasan berharap agar jajaran tersebut harus merupakan kalangan yang berkompeten di bidangnya.

"Penyusunan kabinet dilaksanakan dengan memenuhi unsur kompetensi dan keterpilihan keadilan dan kebenaran hanya dapat terwujud dengan memenuhi aturan,oleh karena itu segera menyusun proker jangka pendek dan panjang. Meningkatkan suasana akademis, kampus merupakan kegiatan akademik yang jadi prioritas.” tandasnya.

Rabu, Prof Djohan Akan Dilantik sebagai Rektor Unswagati

Tidak ada komentar

Sabtu, 22 Februari 2014

Unswagati - SetaraNews.com, Setelah dilakukan audiensi antara calon rektor tunggal dengan organisasi mahasiswa yang dilangsung pada jumat (21/2) di English Area Kampus III Unswagati, kini pemilihan calon rektor Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon, diselenggarakan secara aklamasi pada hari ini Sabtu (22/2).

Acara yang dibuka oleh Ketua Senat dan Pjs Rektor Dr. Ir H Saihul, MEng dan dipimpin rapatnya oleh sekretaris senat yakni Dr. H Bachrudin Syachroni, seluruh anggota senat menyetujui dengan aklamasi. Pemilihan secara aklamasi sendiri diatur dalam tata tertib pemilihan, bilamana hanya ada satu calon rektor.

Hal tersebut diungkapkan oleh Harmono, MH biro Humas Unswagati kepada SetaraNews sore ini melalui pesan seluler.

"Karena calon hanya 1 maka sesuai tatib maka rektor dipilih secara aklamasi, pelantikan insya Allah tanggal 26 Februari hari Rabu." tulisnya (22/2).

Aklamasi tersebut dilakukan setelah sebelumnya mendengarkan visi dan misi Prof. Dr. Rochanda Wiradinata, MPd selaku calon rektor tunggal. Pada kesempatan itu Prof Djohan menyampaikan bahwa dirinya ingin memajukan Unswagati sebagai perguruan tinggi yang berkualitas dan sejajar dengan perguruan tinggi nasional.

Ryan Masuk ke Spektakuler Indonesian Idol

Tidak ada komentar
Jakarta - SetaraNews.com, Panggung spektakuler Indonesian Idol 2014 pada babak 12 besar akhirnya lolos juga Ryan yang merupakan mahasiswa dari salah satu perguruan swasta di Cirebon, pada Sabtu dini hari tadi (22/2).

Berikut ini ke-12 peserta yang lolos pada malam tadi, saat host Indonesian Idol Daniel Mananta membacakan siapa saja yang bakal masuk ke panggung spektakuler nanti;
1.    Dewi Puspita asal Madiun (Pelajar)
2.    Miranti Yassovi asal   Jakarta (Wedding singer)
3.    Windy Yunita asal    Jakarta (Mahasiswi)
4.    Ryan De Angga asal   Cirebon (Mahasiswa)
5.    Husein Alatas asal   Jakarta (Vokalis band)
6.    Giofanny Elliandrian  asal  Manado (Vokalis)
7.    Nowela Elizabeth  asal  Purwokerto (Penyanyi kafe)
8.    Yuka Tamada  asal  Makassar (Mahasiswi)
9.    Maesarah Nurzaka asal Bandung (Mahasiswi)
10.    De Virza asal Banda Aceh (Freelance)
11.    Yunita Nursetia  asal Makassar (Staf Marketing)
12.    M Yusuf Nur Ubay (Ubay)  asal Jogja (Pelajar)

Sebelumnya babak 13 besar ternyata Eza seorang guru vocal terleminasi dan harus pulang, maka masih tersisa 12 finalis di atas lah yang pada pekan depan akan bersaing di panggung spektakuler.

Agus Nuril yang merupakan warga Cirebon mengaku senang atas lolosnya Ryan De Angga dalam panggung spektakuler yang akan akan digelar pada Jumat depan (28/2) di salah satu televisi swasta nanti. Ia berharap agar warga Cirebon dapat sama-sama membantu untuk mendukung Ryan untuk maju ke babak selanjutnya.

"Sebagai orang Cirebon, dan sesama Alumni Smanela (SMA Negeri 5 Cirebon), ada rasa bangga tersendiri. Tapi saya belum pernah lihat dia menyanyi disini (Cirebon)." ujarnya kepada SetaraNews, Sabtu (22/2).

Inilah Tuntutan Mahasiswa Kepada Calon Rektor Unswagati

Tidak ada komentar
Unswagati - SetaraNews.com, Audiensi organisasi kemahasiswaan dengan calon rektor baru Universitas Swadaya Gunung Jati yang dilangsungkan di 'English Area' Kampus III pada hari ini (21/1) cukup panas.

Pada pembukaan sesi tanya jawab bersama calon rektor baru Unswagati, mahasiswa sangat antusias dalam forum. Salah satunya adalah dari Khaerudin yang merupakan alumni dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik menuntut agar rektor baru dapat menyelenggarakan wisuda ulang untuk bertanggung jawab secara moral dan intelektual atas kesalahan senat Unswagati yang dinilai telah lalai untuk melaksanakan pemilu rektor pada waktu yang lalu, yang akhirnya berbuah teguran dari Dikti.

Berbeda dengan alumni FISIP; Khaerudin yang menuntut agar diselenggarakan wisuda ulang untuk lulusan pada bulan Januari lalu, Kris Herwandi yang juga dari mahasiswa FISIP menuntut tiga point utama untuk:

  1. Transparansi anggaran, aset, dan birokrasi yang modern.

  2. Memperbaiki dan membangun infrastruktur seperti membangun tempat ibadah yang bukan hanya masjid, namun juga harus ada geraja, vihara, dan tempat ibadah lainnya. Pembangunan ruang publik, untuk civitas akademika. Ia menuntut agar rektor baru untuk berani mengeluarkan semua unit mobil-mobil dinas yang membuat sesak halaman kampus Unswagati. Ia juga menyayangkan keberadaan perpustakaan yang masih jauh dari kata layak, "Perpustakaan kita hanya seperti sebagai gudang skripsi semata." ujarnya.

  3. Membangun suprastruktur, agar rektor baru berani untuk mengeluarkan dosen-dosen yang tidak kompeten dalam mengajar.


Lanjut dengan Anton yang juga mahasiswa dari FISIP, ia berharap agar rektor baru tidak menjadi rektor boneka saat menjabat nanti.

Acara audiensi yang semula tenang tiba-tiba mendadak panas nyaris ricuh, saat ada beberapa mahasiswa yang mencoba melakukan interupsi dengan mengajukan surat pernyataan kepada calon rektor baru. Isi surat pernyataan tersebut yang di dalamnya menyangkut tuntutan untuk menyelenggarakan pemilu ulang Presiden Mahasiswa dan Pemilu Dewan Perwakilan Mahasiswa.

Ada beberapa pihak mahasiswa yang keberatan dengan beberapa poin tersebut. Hingga akhirnya calon rektor Unswagati Djohan tidak menandatangani surat pernyataan (red: surat kontrak politik yang diajukan mahasiswa) tersebut.

 

Ini Dia Visi & Misi Calon Rektor Baru Unswagati

Tidak ada komentar
Unswagati - SetaraNews.com, Audiensi organisasi kemahasiswaan dengan calon rektor baru Universitas Swadaya Gunung Jati yang dilangsungkan di English Area Kampus III pada hari ini (21/1) cukup hangat.

Acara yang dihadiri oleh calon rektor tunggal untuk periode 2014-2018 Prof. Dr. Rochanda Wiradinata MPd, yang dipandu moderator Dudung Hidayat, SH. MH., ini memaparkan visi dan misinya dihadapan civitas akademika. Berikut ulasan visi dan misinya :

Visi dan misi calon rektor Unswagati :

  1. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang berkualitas dalam rangka peningkatan daya saing bangsa.

  2. Menciptakan suasana akademik yang mendukung terselenggaranya kegiatan penelitian yang bermanfaat bagi kesejahteraan umat.

  3. Menyelenggarakan pengabdian pada masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab sosial institusi.

  4. Menyelenggarakan kerjasama dengan institusi  di dalam dan di luar negeri.

  5. Mengembangkan organisasi institusi dalam rangka merespon berbagai perubahan yang terjadi (Spiritual Motivation in the Learning Organization).


Arah dan target Pengembangangan Unswagati ala calon rektor Unswagati periode 2014-2018 :

Target 2014 : Teaching University, Pasca AIPT pra PTN
Target 2015 :  Teaching University, Peringkat AIPT Alih status PTN diraih
Target 2016 :  Teaching University, Pasca AIPT, Transisi PTN
Target 2017 : Universitas Negeri, masa Transisi
Target 2018 : Universitas Negeri menuju reputasi nasional

Mantan wakil rektor I bidang kurikulum dan akademik ini Prof. Dr. Rochanda Wiradinata MPd ini berharap agar civitas akademika Unswagati untuk mendukung berbagai upaya yang akan dilakukannya saat menjadi rektor kelak."Maka dari itulah saya berharap kepada adik-adik agar mendukung semua visi dan misi saya ke depan." ujarnya kepada forum.

Pemilihan umum calon rektor sendiri akan dilangsungkan besok Sabtu (22/2) yang akan dihadiri oleh seluruh anggota senat Unswagati yang berjumlah 45.

Rektor Unswagati: Berprofesi sebagai Guru, itu Mulia

Tidak ada komentar

Jumat, 21 Februari 2014

Unswagati - SetaraNews.com, Berprofesi sebagai guru merupakan pekerjaan yang mulia. Hal tersebut disampaikan oleh pejabat sementara rektor Universitas Swadaya Gunung Jati Dr. H. Saehul MEng, pada sambutannya di acara pembukaan study islam intensif untuk mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan tingkat empat di Masjid Nurul Ilmi Kampus Utama Unswagati, Kamis (20/2).

"Salah satu fungsi dan tujuan utama dari pendidikan adalah menciptakan manusia yang berkualitas, maka dari itulah profesi sebagai seorang guru merupakan pekerjaan yang mulia. Guru sebagai benteng di dalam pendidikan anti korupsi, benteng dari perilaku asusila, dan peradaban bangsa di masa depan." tuturnya.

Acara yang diikuti oleh 1157 mahasiswa dan dihadiri oleh jajaran dekanat FKIP dan Ketua Yayasan ini, Rektor berpesan agar calon-calon guru dari Unswagati untuk terus menanamkan pendidikan agama dan moral kepada anak-didiknya kelak di sekolah.

"Tanamkanlah pendidikan agama dan moral kepada siswa dan siswi kalian saat di sekolah nanti, karena itu yang bakal mempengaruhi karakter generasi Indonesia ke depannya." tutupnya.

 

Prof Djohan Masuk Bursa Calon Rektor Baru Unswagati

Tidak ada komentar
Unswagati - SetaraNews.com, Penutupan pendaftaran bakal calon rektor baru Universitas Swadaya Gunung Jati pada hari ini Kamis (20/2) resmi ditutup.

Pembukaan pendaftaran calon rektor Unswagati ini sendiri sejak tanggal 15 Februari 2014 hingga tanggal 20 Februari 2014. Hingga penutupan pendaftaran bakal calon rektor baru pengganti Dr. H. Djakaria Machmud, SH. SE. MSi, baru satu orang yakni wakil rektor I (bidang kurikulum dan akademik) Prof. Dr. H. Rochanda Wiradinata, M.P.

Melalui pesan singkat Harmono MH, kepada SetaraNews mengatakan bahwa, "Baru prof. Johan saja yang mendaftar." tulisnya (20/2). Rencananya pada Jumat siang akan diadakan audiensi dengan civitas akademika Unswagati untuk menyampaikan visi dan misinya sebagai calon rektor baru Unswagati.

"Tidak ada kampanye, yang ada audiensi dengan Ormawa (Organisasi Mahasiswa) besok di Aula Bahasa Inggris jam 14-16." pungkasnya.

BEM FE Unswagati Bakal Gelar Seminar Cirebon Metropolitan

Tidak ada komentar

Kamis, 20 Februari 2014

Unswagati - SetaraNews.com, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Swadaya Gunung Jati bakal menyelenggarakan seminar yang bertajuk Grand Design Ekonomi 2014, Kabar Megapolitan - Cirebon Metropolitan yang akan diselenggarakan pada Jumat 21 Februari 2014 nanti di Aula Grawidya Sabha Unswagati.

Acara ini merupakan bagian dari agenda Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia wialayah 4 yang terdiri dari provinsi Jawa Barat dan Banten. "Acara ini selama dua hari, jumat siang seminar untuk umum dan sabtunya kita akan study tour bersama anggota panitia dari anggota ISMEI Jabar Banten." ujar Agung ketua BEM FE kepada SetaraNews saat ditemui di ruangannya (20/2).

Acara ini rencananya akan menghadirkan beberapa narasumber diantaranya; Dr. Ida Rosidah selaku Dekan Fakultas Ekonomi, Dr. Yuddi Chrisnandi seorang akademisi yang juga anggota DPR RI, Edidarma Pohan sekalu anggota DPR RI, H. Ano Sutrisno selaku Wali Kota Cirebon, dan Ahmad Heryawan selaku Gubernur Jawa Barat.

 

Warga Ciledug Galang Bantuan untuk Banjir Cisanggarung

Tidak ada komentar
Cirebon - SetaraNews.com, Musibah banjir yang terjadi di sebagian desa di perbatasan Jawa Barat - Jawa Tengah membuat banyak kalangan turut prihatin dan tanggap menggalang bantuan.

Beberapa masyarakat di beberapa tempat terlihat turut serta menggalang dana untuk membantu meringankan musibah yang dialami warga di ujung daerah Jawa Barat tersebut.

“Tadi saya habis bantu evakuasi warga di Ciledug Wetan, sementara diungsikan dulu di Balai Kabuyutan Ciledug Wetan, kasian banyak lansia juga yang jadi korban.” ujar Saleh salah seorang warga yang tengah menggalang dana di Pasar Ciledug.

Saleh menambahkan jikalau dirinya turut prihatin atas musibah yang dialami sebagian warga Ciledug dan Losari tersebut.

“Tadi dini hari jam 02.00 pagi tanggulnya jebol, ya kasian korban banjir jadi kita galang bantuan, tingginya ada yang selutut, sedada tapi katanya ada yang nyampe tiga meter juga.” Pungkasnya.

Tanggul Cisanggarung Jebol, Ribuan Rumah Kebanjiran

Tidak ada komentar
Cirebon - SetaraNews.com, Dini hari tadi Tanggul yang membentengi Sungai Cisanggarung jebol dan mengakibatkan ribuan rumah terendam banjir.

Setidaknya belasan Desa di empat kecamatan di perbatasan Jawa Barat - Jawa Tengah terkena imbasnya. Sebagian wilayah di empat kecamatan itu adalah Kecamatan Pabedilan, Ciledug, Pasaleman (Cirebon - Jawa Barat) dan Kecamatan Losari (Brebes - Jawa Tengah).

Menurut Ijah salah seorang korban banjir. Air datang tiba-tba dan membuat tanggul di daerah Cilengkrang Jebol.

“Awalnya ga tinggi, tapi lama-lama air masuk rumah, perabotan sampe pada ngambang.” Ujar wanita asal Desa Cilengkrang Girang Tersebut.

Terdapat dua titik jebolnya tanggul Sungai Cisanggarung ini. Satu titik di Desa Ciengkrang Kecamatan Ciledug dan satunya lagi di kecamatang Losari atau tepat di perbatasan Jawa Barat dan Jawa tengah.

Ketinggian banjir terparah dialami desa Cihoe kecamatan Ciledug. Menurut kesaksian Warga, ketinggian air mencapai tiga meter.

“Di Cihoe itu tadi udah se-genteng, parah ini mah.” ujar Ade warga sekitar lokasi banjir kepada SetaraNews (19/2).

Selain ribuan rumah, belasan sekolah juga terpaksa diliburkan Tanggul jebol sekitar pukul: 02.00 WIB. Disinyalir Tanggul tak kuasa menahan debit air yang bertambah akibat kiriman dari Kuningan. Menurut laporan, ada satu orang meninggal dunia akibat bencana banjir ini.

 

 

Inilah Daftar Kelompok KKN Tematik 2014 Unswagati

Tidak ada komentar

Senin, 17 Februari 2014

Unswagati - SetaraNews.com, Kegiatan dan tugas inti dari seorang mahasiswa akan segera dimulai kembali. Kali ini mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada bulan Maret 2014 nanti.

Sebanyak lebih dari 1500 mahasiswa Unswagati akan mengikuti KKN gelombang ke-2. Staf Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Deden mengatakan kepada SetaraNews bahwa untuk melihat daftar mahasiswa yang mengikuti KKN, bisa diakses ke laman portal Unswagati. "Untuk datanya bisa diakses saja ke web, Unswagati-Crb.id." ujarnya (17/2).

KKN gelombang dua ini akan disebar ke seluruh kecamatan di kota dan kabupaten Cirebon. Untuk melihat lebih jelas daftar peta tematik KKN gelombang 2, bisa dilihat atau di download pada tautan yang telah diunggah kembali oleh SetaraNews berikut ini. Download word Kelompok Mahasiswa KKN Tematik 2014 Unswagati.

Wali Kota Cirebon: Warga Jangan Keluar Rumah Dulu

Tidak ada komentar

Sabtu, 15 Februari 2014

Cirebon, SetaraNews.com - Meletusnya gunung Kelud telah berdampak luas. Peningkatan aktivitas Gunung Kelud yang mulai terjadi di akhir tahun 2013 itu  kembali aktif pada Februari 2014, dan status Gunung Kelud pun dinaikkan  menjadi Siaga.

Belum sempat pengungsian dilakukan, pada pukul 22.50 telah terjadi erupsi disertai ledakan. Suara ledakan dilaporkan terdengar hingga kota Solo, Yogyakarta, bahkan Purbalingga.

Dampak berupa abu vulkanik yang sampai ke Kota Cirebon, pada tanggal 14 Februari 2014 membuat aktivitas warga terganggu. Khawatir dengan masalah dan dampak kesehatan yang bisa ditimbulkan, Walikota angkat bicara. melalui sambungan telepon ke SetaraNews, Walikota menghimbau agar warga Kota Cirebon khususnya untuk menjaga keselamatannya.

"Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat kota Cirebon, untuk tidak keluar rumah sementara ini. Dikarenakan adanya debu vulkanik yang juga sampai ke Cirebon. Kurangi juga perjalanan terutama yang menggunakan kendaraan" ujarnya saat dihubungi  SetaraNews.com via telfon pada pukul 17.44 WIB.

Beliau juga menganjurkan masyarakat kota Cirebon, yang sudah terlanjur melakukan aktivitasnya seperti biasa untuk melindungi diri mereka.

"Mungkin jika ingin keluar rumah, masyarakat di anjurkan untuk  menggunakan masker, agar debu tidak terhisap oleh kita"

"Pada intinya masyarakat harus tetap waspada dan berdoa untuk keselamatan semua. Jaga diri dan jaga kesehatan, untuk diri sendiri saja terlebih dahulu itu yang terpenting" pungkasnya

Abu Vulkanik Landa Wilayah III Cirebon

Tidak ada komentar
Cirebon - SetaraNews.com, Abu vulkanik dari letusan Gunung Kelud yang berada di wilayah Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur pada Jumat dini hari tadi diduga telah sampai ke seluruh tanah Jawa.

Pada sore hari ini sekitar pukul 17:00 WIB, nampak butiran debu yang diduga dari abu vulkanik Gunung Kelud telah jatuh di wilayah kota Cirebon. Nampak di jok motor yang diparkir Kampus Utama Unswagati terlihat ada butiran-butiran debu, yang diduga berasal dari abu vulkanik Gunung Kelud.

Ibrahim karyawan hotel yang berada Cirebon mengatakan kepada SetaraNews (14/2), "Iya mas, waktu masih siang belum ada debu di jok motor saya, namun saat mau pulang ngantor sorenya sudah banyak debu."

Cuaca wilayah kota Cirebon sendiri sejak siang hingga petang hari ini masih mendung dan sama sekali tidak ada angin dan hujan. Hingga berita ini ditulis, BMKG Jatiwangi masih belum memastikan apakah benar abu vulkanik letusan Gunung Kelud telah sampai ke Cirebon.

Djakaria Machmud 'Masih Halal' Jadi Wakil Rektor Unswagati

Tidak ada komentar

Jumat, 14 Februari 2014

Unswagati - SetaraNews.com, Masa jabatan yang telah habis sejak Juli 2013 lalu membuat Djakaria Machmud eks Rektor Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) harus rela menanggalkan jabatannya sebagai seorang rektor Unswagati, karena telah menempuh dua kali periode masa jabatan.

Terhitung sejak 1 Februari 2014 lalu Djakaria telah melayangkan surat pengunduran diri kepada pihak yayasan Swadaya Gunung Jati. Meski begitu, mantan Walikota Tanggerang itu masih memiliki kesempatan menjadi seorang wakil rektor di Unswagati.

Ditemui setara pada awal Januari lalu salah seorang staf Direktorat Kelembagaan dan Kerja Sama Dikti, menuturkan bahwa seorang rektor yang telah memimpin selama dua kali masa periode tidak bisa menjadi rektor untuk periode ketiga, namun untuk menjadi wakil rektor masih dihalalkan.

. “Untuk menjadi rektor lagi Ga boleh ya, Bolehnya kalau jadi wakil rektor ga papa, tapi kalau jadi rektor lagi ga boleh.” ujarnya.

Dikti: Rektor Jangan Melebihi Dua Periode

Tidak ada komentar
Jakarta-Setaranews.com, Pada awal Januari lalu SetaraNews berkesempatan mengunjungi kantor tertinggi yang mengurusi segala hal tentang  Perguruan Tinggi. Tepatnya pada 6 Januari 2014 lalu SetaraNews mendatangi kantor Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi untuk mencari tahu lebih dalam terkait proses penegrian dan SK Rektor yang telah kadaluarsa.

Cukup sulit mendapat informasi mengenai PTN dan SK Rektor dari kantor yang berdiri di kawasan Senayan tersebut. Beberapa kali tim SetaraNews yang bertugas sempat di oper ke beberapa bidang di lantai yang berbeda.

Namun akhirnya mendapat titik terang saat berada di bidang Direktorat Kelembagaan dan Kerja Sama. Puguh seorang staf yang melayani kami saat itu menuturkan tidak dibenarkan seorang rektor menjabat lebih dari dua periode.

“Harus dua kali, setelahnya ganti orang.” ujar puguh.

Meski begitu Puguh menganjurkan untuk menengok statutanya terlebih dahulu karena Unswagati adalah Perguruan Tinggi Swasta.

“Itu kalau sebenarnya kalau PTS bukan di Dikti pak tapi Kopertis di wilayah 4 Bandung. Tapi kita lihat dulu statutanya gimana.”

Selebihnya ia juga menuturkan jika ijazah yang dikeluarkan seorang Rektor yang telah habis masa jabatanya tidak legal.

”Berarti ga legal ya ini kan rektor yang melanggar undang-undang.” tambahnya.

Yayasan Unswagati Terima Pengunduran Rektor

Tidak ada komentar
Unswagati - SetaraNews.com, Yayasan Pendidikan Universitas Sawadaya Gunung JAti secara resmi menerima pengunduran Dr. H. Djakaria Machmud, SH, SE, MSi sebagai rektor Unswagati.

Melalui surat keluar nomor 57/YPSGJ/II/2014, yang ditujukan kepada Rektor Unswagati. Ketua Yayasan H. Asep Djadjuli menerima pengunduran diri rektor yang telah menjabat tiga periode tersebut. Berikut isi surat tersebut;

Memperhatikan surat saudara tertanggal 1 Februari 2014 tentang pengunduran diri saudara dari jabatan Rektor Unswagati, kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Bahwa kami secara kelembagaan dengan memperhatikan kondisi Universitas demi terciptanya kondisifitas masih sangat membutuhkan figur saudara sebagai pimpinan universitas.

  2. Kami sangat menghargai alasan-alasan saudara untuk mengundurkan diri dari jabatan Rektor Unswagati, maka dengan demikian kami secara kelembagaan dengan mempertimbangkan dari segala aspek dan atas saran daro organ-organ Yayasan lain tidak keberatan atas pengunduran diri sebagai rektor.

  3. Selanjutnya atas nama lembaga dan sebagai Pengurus Yayasan kami memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dharma bhakti, dan prestasi yang telah saudara raih sehingga Unswagati jauh lebih baik dan maju seperti saat ini, sebagaimana yang kita rasakan. Semoga amal bhakti saudara mendapatkan imbalan pahala yang setimpal yang akan membawa keberkahan dunia akhirat untuk saudara dan keluarga. Amin.


Demikian agar menjadi maklum, atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

Surat yang diterbitkan di Cirebon pada 10 Februari 2014 ditembuskan pada Ketua Pembina, dan para anggota Pembina Pendidikan Unswagati, Pengawas, Para pejabat rektorat (wakil rektor), Kepala Lembaga, Kepala Badan, para Dekan, dan para Ketua Organisasi di lingkungan Unswagati.

Sementara itu pihak Yayasan menunjuk Dr. H. Saehul MEng sebagai pejabat rektor sementara, dan Prof. Dr. Rojak MPd sebagai ketua panitia pemilihan rektor baru pada Rabu kemarin (12/2).

Kemendikbud: Selama Disetujui Yayasan, Ijazah Sah-sah Saja

Tidak ada komentar
Jakarta - Setaranews.com Saat SetaraNews mengunjungi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) di awal Januari lalu, tim SetaraNews yang betugas sempat dioper kebeberapa bidang. Sempat juga diarahkan ke bagian Guru dan Dosen di gedung Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.

“Oh coba ke lantai 12.” ujar salah seorang staf Kemendikbud saat Setara diarahkan ke gedung yang letaknya bersebelahan dengan Dikti tersebut.

Kami diarahkan ke Mahiring Sitorus salah seorang yang dinilai berkompeten di bagian Guru dan Dosen di Kemendikbud. Menurut Sitorus Kemendikbud tidak mengatur perguruan tinggi Swasta. Semuanya adalah otoritas yayasan.

“Rektor apa itu? Swasta? Kalau swasta kita ga ngatur itu yayasan yang mengatur penuh. Kita hanya ngatur PTN aja,” ujar Sitorus

Lebih lanjut ia juga berucap bahwa ijazah yang ditandatangani rektor yang telah menjabat lebih dari dua kali periode tetap halal.

“Ya itu sah-sah aja selama itu disetujui yayasan tergantung yayasanya yang mengangkat rektor itu.” ungkapnya

Ia juga berkata bahwa di setiap perguruan tinggi punya aturan masing-masing baik PTS maupun PTN dan semua harus mengacu pada statuta tersebut.

“Dari setiap perguruan tinggi itu punya aturan tersendiri ya punya statuta masing-masing. Di situ ada keteranganya. PTN juga sama ada setiap PTN beda-beda juga jadi ga sama.”

Mahiring Sitorus juga beranggapan tidak mungkin Statuta yang dibuat oleh PTN maupun PTS tidak mungkin melanggar undang-undang.

“Ya ga papa lihat statutanya di situ semua ada persyaratan siapa-siapa aja yang bisa diangkat bagaimana prosedurnya berapakali pemilihan ada disitu semua. Ya tentu mereka sudah mengacu ke Undang-undang tidak mungkin mereka seenaknya kan? Maksud saya sudah ada di situ semua  secara rinci dijabarkan disitu.” Tutupnya.

Pagi Tadi, Kabut Tebal Selimuti Cirebon Timur

Tidak ada komentar
Cirebon-Setaranews.com Pagi tadi sebuah fenomena alam langka terjadi di Kabaupaten Cirebon. Tidak seperti pagi hari biasanya, kali ini di sebagian wilayah kabupaten Cirebon  tepatnya bagian timur diselimuti kabut yang cukup tebal.

Kabut yang menjadikan jarak pandang hanya sekitar 5 Meter ini terjadi cukup lama. Terhitung dari sekitar pukul 04.30 hingga sekitar pukul 07.00 WIB.

Kabut ini menyelimuti beberapa kecamatan di Cirebon timur seperti Kecamatan Waled. Kecamatan Ciledug, Kecamatan Pabuaran, Kecamatan Pasaleman, sampai Kecamatan Babakan.

Banyak asumsi yang berkembang di masyarakat terkait fenomena alam ini. beberapa masyarakat meyakini adanya kabut tebal akibat aktif laginya kunung Kelud di Kediri Jawa Timur. Beberapa orang lain beranggapan geliat gunung Cermai yang hendak aktif kembali  sebagai sebab adanya kabut. Namun  belum ada kejelasan yang pasti dari BMKG tentang fenomena alam pagi tadi.

Hari Ini, Ijazah Unswagati Per-Januari 2014 Mulai Ditarik

Tidak ada komentar

Kamis, 13 Februari 2014

Unswagati - SetaraNews.com, Hari ini Kamis (13/2) hingga tanggal 22 Februari 2014 Ijazah berikut lampiran nilai hasil belajar para lulusan yang diwisuda pada 16 dan 17 Januari 2014 lalu mulai ditarik oleh Universitas Swadaya Gunung Jati.

Menurut salah satu karyawan Unswagati yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan kepada SetaraNews (13/2). "Iya Ijazah mulai ditarik hari ini hingga tanggal 22 bulan ini." ujarnya.

Ia menambahkan bahwa ijazah tersebut dapat dikumpulkan di tiap fakultas masing-masing melalui kantor bagian tata-usaha. "Pengumpulan nantinya di tiap masing-masing beserta lampiran nilainya juga. Jangan lupa untuk membawa foto ukuran 4x6 dua lembar." tambahnya.

Terkait legalitas ijazah per-Januari 2014 yang ditandatangani mantan Rektor Unswagati Dr. Djakaria Machmud, pihak Kopertis4 melalui Abdul Hakim Halim mengatakan bahwa, "Kalau memang prosedurnya tidak sesuai, berarti memang perlu diperbaiki. Dengan kata lain, harus ditarik kalau memang tidak sesuai prosedur."

Penarikan ijazah sendiri dapat dilakukan untuk diperbaiki, namun tidak boleh terjadi dobel ijazah. "Kalau penarikan lalu diganti, itu tidak masalah. Tapi kalau sampai dobel ijazah, itu yang tidak diperbolehkan." tambah Abdul.

Sertijab & Pelantikan DPMU Periode 2013-2014

Tidak ada komentar

Rabu, 12 Februari 2014

Unswagati Cirebon – SetaraNews.com, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Swadaya Gunung Jati periode 2012-2013 mengadakan serah terima jabatan sekaligus pelantikan kepada DPMU periode 2013-2014 pada hari ini (12/02).

Bertempat di Aula Grawidya Sabha Unswagati sekitar pukul 09.30 WIB, yang dihadiri oleh para mahasiswa, ormawa, turut andil pula kepala biro kemahasiswaan Drs. H. Komaruddin, M.Pd, kabag Alumni, dan jajaran Staf Unswagati beserta para dosen pembimbing.

Acara berlangsung khidmat, dengan dibacakannya surat keputusan rektor oleh Alip Rahman.SH.,MH selaku kabag kemahasiswaan. Sebelumnya DPMU periode 2012-2013 dipegang oleh Hartono dari Fakultas Hukum (FH), kemudian diserahkan kepada Aji Halim Rahman yang juga Fakultas Hukum dan selaku Ketua DPMU periode 2013-2014 terpilih.

Pelantikan tersebut resmi ditetapkan oleh Drs. H. Komaruddin,M.Pd selaku perwakilan pihak rektorat dan sebagai kepala biro kemahasiswaan. Beliau berharap Semoga dengan terpilihnya DPMU yang baru ini bisa memonitoring kerja presma.

“Yang penting sekarang segera bekerja karena waktu terus bergulir, catatan  PR POK, GBHOK adalah yang sesungguhnya dinantikan dan harus diselesaikan”Ujarnya ketika di temui setaranews di tempatnya.

Beliau juga menanggapi dengan ketidak hadiran pihak rektorat pada acara ini, karena adanya agenda dari pihak rektorat sendiri.

Aji Halim Rahman selaku DPMU terpilih berharap mampu melaksanakan tugasnya.

”Pertama Amandemen aturan undang-undang yang selama ini belum dilaksanakan oleh DPMU sebelumnya, yang kedua pengawasan terhadap kinerja BEMU dari kegiatannya untuk menilai mana yang baik dan buruk, ketiga yaitu budgeting.”ujarnya kepada SetaraNews.

Senada dengan Aji Halim Rahman, Hartono selaku mantan DPMU sebelumnya juga berharap “Semoga unswagati bisa lebih baik lagi kedepannya dan seluruh ormawa bisa melakukan kegiatan lebih baik lagi bekerja sebagai semestinya dengan keadaan yang lebih baik lagi.”ujarnya.

BEM Universitas tanggapi DPMU Terpilih

Tidak ada komentar
Unswagati Cirebon – SetaraNews.com, Pasca terpilih DPMU periode 2013-2014 yang diketuai oleh Aji Halim Rahman dari Fakultas Hukum semester lima, yang sebelumnya dipegang oleh Hartono mahasiswa Fakultas Hukum.

Pengurus DPMU baru dilantik di Aula Grawidya Sabha Unswagati sekitar pukul 09.30 WIB Rabu (12/02) yang disahkan dan di lantik oleh kepala biro kemahasiswaan Drs. H. Komaruddin, M.Pd selaku perwakilan pihak rektorat.

Muhammad Saefudin selaku ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Unswagati berharap agar pengurus dapat lebih pro aktif di dalam dinamika kampus.

“Dapat memberikan kontribusi yang lebih besar sebagai Dewan Perwakilan mahasiswa adalah menjalankan kembali fungsi ormawa yang mengamati, menjaga semua ormawa agar lebih berperan aktif secara akademis, kemudian fungsi intinya adalah mengawasi serta tidak adanya kesenjangan antara DPMU yang lama dengan DPMU yang baru.” Ujarnya kepada SetaraNews, Rabu (12/2).

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa Dewan Perwakilan Mahasiswa tingkat Universitas dapat aktif mengeluarkan produk hukum untuk ke depannya.

“Karena kita adalah institusi lembaga kemudian saling berkaitan tanpa adanya diskriminasi agar lebih perspektif lah, soalnya mengingat tahun lalu yang mengalami kekosongan adanya produk hukum sehingga saya berharap tahun yang sekarang bisa mengeluarkan produk-produk hukum yang baru baik POK, GBHOK kemudian dasar-dasr hukum yang lain harus diperbaiki semuanya dan dapat didistribusikan ke setiap ormawa sehingga bisa menjadi acuan dan dasar ormawa untuk menjalankan organisasinya menjadi lebih baik.” Tutupnya.

Soal Kematian AQJ, KontraS Nilai Polres Kuningan Lamban

Tidak ada komentar
Cirebon, SetaraNews.com - Insiden Abdul Qodir Zaelani, mahasiswa yang meninggal saat mengikuti diklatsar UKM di IAIN Syekh Nurjati Cirebon turut menjadi perhatian masyarakat di tingkat nasional. Tak terkecuali Kontras pun turut mengecam insiden tersebut dan angkat bicara.

Haris Azhar melalui R. Arif Nur Fikri, Staf Divisi Pembela Hak-Hak Sipil Politik KontraS (Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) menyayangkan hal tersebut terjadi.

Lembaganya menyayangkan begitu lambannya proses penyelidikan yang dilakukan oleh aparat kepolisian khususnya Polres Kuningan terkait dengan meninggalnya Abdul Qodir Jaelani. Hal ini dibuktikan dengan baru dilakukannya penyelidikan oleh Polres Kuningan pasca pihak keluarga melaporkan adanya dugaan tindak pidana ke Polres Kuningan.

Menurut KontraS, maraknya praktik-praktik kekerasan dalam lingkup kampus yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, menunjukan bahwa  praktik-praktik kekerasan masih menjadi suatu pola yang secara tak langsung dilegalkan dan berlangsung secara turun temurun.

"Penyimpangan perilaku yang dilakukan oleh para senior maupun alumni bukan semata-mata karena lemahnya control yang dilakukan oleh pihak kampus, melainkan sudah menjadi pola sehingga menjadikannya suatu kebijakan yang berlangsung secara terus menerus." tulisnya.

Lihat berita insiden tewasnya mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon DISINI.

Inilah Hasil Visum Dokter Tentang Penyebab Kematian AQJ

Tidak ada komentar
Cirebon, SetaraNews.com - Karena pihak RS Juanda Kuningan tidak dapat menangani korban lantaran terus-menerus mengeluarkan darah dari hidung, mulut dan anus, korban kemudian dilarikan ke rumah sakit Sumber Waras Ciwaringin Kabupaten Cirebon.

Namun naas, paska menjalani perawatan selang beberapa hari, Abdul Qodir Jaelani pada hari Sabtu (1/2) sekitar pukul 21.00 WIB  menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Merujuk pada informasi yang didapat dari salah satu sumber SetaraNews, berdasarkan hasil visum dokter Polres Kuningan saat melihat rekam medis korban, kematian korban disebabkan adanya pendarahan akut pada usus dua belas jari dan pecahnya lambung.

Dokter berkesimpulan, meskipun ada penyakit sebelumnya mustahil separah ini dengan waktu relatif cepat hanya dalam dua minggu. Hal ini, mengingat tidak ada pengakuan dari orang tua korban, bahwa korban memiliki penyakit. Dan ditambah, sebelum mengikuti Diklatsar tersebut, korban sudah check up kesehatan di PMI ( Palang Merah Indonesia) Cirebon.

Lihat berita insiden tewasnya mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon DISINI.

 

Sebelum Tewas, Mahasiswa IAIN Cirebon Pendarahan di Mulut, Hidung dan Anusnya

Tidak ada komentar
Cirebon, SetaraNews.com - Tepat sehari sebelum Abdul Qodir Jaelani diberangkatkan ke UGD, ternyata pada hari Sabtu (25/01) sekitar pukul 03.00 WIB, sudah ada peserta lain yang dilarikan ke rumah sakit. Namun, sayangnya panitia tetap tak bergeming dan acara masih terus dilanjutkan hingga keesokan harinya.

Menurut salah satu sumber SetaraNews, korban telah mengikuti Diklatsar selama 13 hari terhitung dari tanggal 13 sampai 26 Januari 2014, dengan tempat pelatihan yang berbeda-beda, yakni Kampus IAIN Syekh Nurjati, Bukit Cupang, Arga Lingga Majalengka dan Palutungan Kuningan.

Sehari sebelum acara usai, persisnya tanggal 25 Januari 2014 di pekarangan salah satu rumah alumnus UKM Mahapeka IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Abdul Qodir Jaelani mengalami muntah darah. Seketika itu, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Juanda Kuningan.

Karena pihak rumah sakit Juanda tidak dapat menangani lantaran terus-menerus mengeluarkan darah dari hidung, mulut dan anus, korban kemudian dilarikan ke rumah sakit Sumber Waras Ciwaringin Kabupaten Cirebon. Namun naas, paska menjalani perawatan selang beberapa hari pada hari Sabtu (1/2) sekitar pukul 21.00 WIB korban menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Lihat berita insiden tewasnya mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon DISINI.

Sebelum AQJ, Ternyata Sudah Ada Peserta yang Dilarikan ke RS

Tidak ada komentar
Cirebon, SetaraNews.com - Abdul Qodir Zaelani merupakan satu dari puluhan peserta yang mengikuti Diklatsar (Pendidikan dan Latihan Dasar) yang diadakan oleh UKM Mahapeka IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Ia tewas diduga akibat praktik kekerasan yang dilakukan oleh para seniornya.

Sebelum tewas pada hari Sabtu (1/2), selain disuruh berendam di air dingin yang mengalir disebuah saluran air, ternyata korban disuruh meminum air bekas cuci tangan hingga menggosok giginya menggunakan pasir.

Berdasarkan informasi yang ditulis oleh salah seorang sumber SetaraNews, rupanya tepat sehari sebelum sebelum Abdul Qodir Jaelani diberangkatkan ke UGD, pada hari Sabtu (25/01) sekitar pukul 03.00 WIB sudah ada peserta bernama Hafidz al-haq yang dilarikan ke rumah sakit. Namun, panitia tetap tak bergeming dan acara masih terus dilanjutkan hingga keesokan harinya. Hingga terjadilah insiden naas tersebut.

Lihat berita insiden tewasnya mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon DISINI.

Mahasiswa IAIN Cirebon Sebelum Tewas Disuruh Minum Air Bekas Cuci Tangan

Tidak ada komentar


Cirebon, SetaraNews.com - Insiden tewasnya Abdul Qodir Zaelani, mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang diduga tewas akibat mengikuti kegiatan salah satu UKM di kampusnya menimbulkan banyak pertanyaan banyak pihak. Berikut kami rilis laporan kronologisnya.

Abdul Qodir Zaelani merupakan satu dari puluhan peserta yang mengikuti Diklatsar (Pendidikan dan Latihan Dasar) yang diadakan oleh UKM Mahapeka IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Ia tewas diduga akibat praktik kekerasan yang dilakukan oleh para seniornya.

Berdasarkan penelusuran salah satu sumber SetaraNews, pihak keluarga korban menuturkan banyak ditemukan sejumlah luka memar pada bagian tubuh korban.

Selain itu, ternyata menurut laporan dari sumber yang sama, ditemukan sebaran pesan singkat dari pihak intitusi penyelenggara kegiatan kepada peserta lainnya, agar tutup mulut mengenai pemukulan dan tindakan kekerasan lainnya saat acara tersebut berlangsung.

Tak berhenti disitu, pada saat kegiatan berlangsung di Buper Palutungan Kuningan, salah seorang warga setempat sempat menyaksikan bahwa pada pagi hari peserta disuruh berendam di air dingin yang mengalir disebuah saluran.

Selain berendam, peserta juga rupanya disuruh meminum air bekas cuci tangan dan menggosok giginya menggunakan pasir.

Lihat berita insiden tewasnya mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon DISINI.

Inilah Quovadis Unswagati, E-Magazine Setara News edisi I

Tidak ada komentar
Unswagati - SetaraNews.com, Majalah elektronik dari Lembaga Pers Mahasiswa Semua Tentang Rakyat (Setara) Universitas Swadaya Gunung Jati hari ini Selasa (11/2) diterbitkan.

E-magazine ini merupakan edisi yang pertama, banyak hal yang perlu diketahui oleh khalayak masyarakat - terutama mahasiswa Unswagati. Karena banyak informasi yang menarik, terutama tentang proses penegerian Unswagati yang diupayakan sejak tahun 2009 ini apakah tahun 2014 akan memasuki babak final atau justru sebaliknya.

Reporter Setara secara ekslusif meliput semua tentang Unswagati untuk Civitas Akademika Unswagati. Tagline yang paling disorot dalam e-Magazine edisi I ini mengangkat tentang rekam Diesnatalis Unswagati yang ke-53, Proses penegerian Unswagati, dan mengenai SK Rektor Unswagati yang masuk ke meja pengadilan.

Penasaran seperti apa e-Magazine kita? Silahkan download/simak langsung link berikut ini.


Djakaria Machmud Mengundurkan Diri dari Rektor Unswagati?

Tidak ada komentar

Senin, 10 Februari 2014


Unswagati Cirebon - SetaraNews.com, Kabar tentang Rektor Universitas Swadaya Gunung Jati Dr. H. Djakaria Machmud SH, SE, MSi yang mengundurkan diri per 1 Februari 2014, sudah semakin jelas.


Hal ini disampaikan oleh Djakaria Machmud saat mengisi sambutan pada apel Senin pagi (10/2) di Kampus Utama Unswagati. Menurut salah satu karyawan Unswagati yang tidak mau disebutkan namanya, Rektor mengatakan, "Ini adalah senin terakhir saya mengikuti upacara bendera." ujarnya.

Namun saat SetaraNews mencoba mengkonfirmasi kepada Djakaria (10/2) via seluler beliau mengatakan, "Tanya ke Yayasan saja dik." jawabnya.

Sebelumnya seperti yang kami kutip dari salah satu media cetak di Cirebon yang terbit hari ini, narasumber yang wanti-wanti tidak mau disebutkan namanya tersebut mengatakan bahwa "Surat pengunduran diri sudah ditandatangani pak Rektor tertanggal 1 Februari, tapi Yayasan saat itu belum menentukan sikap." terangnya.

Miris, Siswa di Cirebon Digiring Gurunya Sambut SBY Lewat Hingga Kehujanan

Tidak ada komentar

Rabu, 05 Februari 2014

Cirebon - SetaraNews.com, Kedatangan presiden republik Indonesia ke kota Cirebon disambut sangat antusias oleh warga kota Cirebon. Terutama para pelajar di kota Cirebon yang berdekatan dengan jalur yang dilewati oleh orang nomor satu di Indonesia ini, digiring oleh guru-gurunya pada Selasa kemarin (4/2) untuk sambut SBY sampai kehujanan.

Udin dari pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Kota Cirebon, kelas sembilan ini mengaku senang dengan kedatangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) walaupun hanya sekedar lewat saja.

"Iya seneng aja, karena bisa ketemu langsung sama pak SBY". ujarnya.

Kedatangan SBY ke kota Cirebon disambut oleh pelajar dari kalangan Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas. Sejak dari kawasan Beber, Kali Tanjung, Kanggraksan, Jalan Cipto Mangunkusumo, Jalan Kartini, hingga Jalan Siliwangi, pelajar dari kota Cirebon tumpah ruah ke jalanan.

Walaupun kondisi cuaca hujan deras saat SBY tiba di kota Cirebon, para pelajar tetap tidak mau pergi dari jalan. "Ya disuruh juga sih sama guru, karena jarang-jarang ada presiden datang ke sini." tambahnya. Ketika ditanya bagaimana dengan akibat hujan-hujanan, pelajar ini berharap agar besok bisa libur.

Kedatangan SBY ke kota Cirebon sendiri hanya lewat saja, tanpa ada kunjungan ke suatu tempat tertentu seperti di kota Kuningan pada Senin (3/2) lalu. SBY ke kota Cirebon sendiri akan ke Stasiun Kejaksan untuk menuju kota Pekalongan dalam rangka kunjungan kerja ke kota batik tersebut.

Gugatan SK Rektor Unswagati Tetap Diproses Di PTUN Bandung

Tidak ada komentar

Selasa, 04 Februari 2014

[caption id="attachment_4144" align="aligncenter" width="620"] Rektor Unswagati Dr. H. Djakaria Machmud, SH, SE, MSi, saat memberikan sambutan wisuda XXXIX di Hotel Zamrud pada (16/1/2014).[/caption]

Bandung - SetaraNews.com, Gugatan SK Rektor Unswagati yang diajukan oleh Bambang Medivit Budiantoso bersama kawan-kawannya tetap diproses lebih lanjut.

Perkara yang tertuang dalam nomor surat: 02/G/2014/PTUN-BDG dengan tergugat pihak Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati Cirebon ini telah melewati babak perbaikan gugatan pada Senin kemarin di Bandung (2/2).

Menurut Sunan Bendung, "Ya masih dalam proses, itu ada rapat senat di kampus." ujarnya melalui pesan selular kepada SetaraNews hari ini.

Lebih lanjut berdasar situs PTUN Bandung, bahwa persidangan  kemarin turut dihadiri oleh majelis; Edi Firmansyah,S.H., Agus Budi Susilo,S.H.,M.H., Indah Mayasari,S.H.,M.H., dan PP.Biban Abdul Hodir.S.H.

 
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews