Responsive Ad Slot

Wali Kota Cirebon: Warga Jangan Keluar Rumah Dulu

Tidak ada komentar

Sabtu, 15 Februari 2014

Cirebon, SetaraNews.com - Meletusnya gunung Kelud telah berdampak luas. Peningkatan aktivitas Gunung Kelud yang mulai terjadi di akhir tahun 2013 itu  kembali aktif pada Februari 2014, dan status Gunung Kelud pun dinaikkan  menjadi Siaga.

Belum sempat pengungsian dilakukan, pada pukul 22.50 telah terjadi erupsi disertai ledakan. Suara ledakan dilaporkan terdengar hingga kota Solo, Yogyakarta, bahkan Purbalingga.

Dampak berupa abu vulkanik yang sampai ke Kota Cirebon, pada tanggal 14 Februari 2014 membuat aktivitas warga terganggu. Khawatir dengan masalah dan dampak kesehatan yang bisa ditimbulkan, Walikota angkat bicara. melalui sambungan telepon ke SetaraNews, Walikota menghimbau agar warga Kota Cirebon khususnya untuk menjaga keselamatannya.

"Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat kota Cirebon, untuk tidak keluar rumah sementara ini. Dikarenakan adanya debu vulkanik yang juga sampai ke Cirebon. Kurangi juga perjalanan terutama yang menggunakan kendaraan" ujarnya saat dihubungi  SetaraNews.com via telfon pada pukul 17.44 WIB.

Beliau juga menganjurkan masyarakat kota Cirebon, yang sudah terlanjur melakukan aktivitasnya seperti biasa untuk melindungi diri mereka.

"Mungkin jika ingin keluar rumah, masyarakat di anjurkan untuk  menggunakan masker, agar debu tidak terhisap oleh kita"

"Pada intinya masyarakat harus tetap waspada dan berdoa untuk keselamatan semua. Jaga diri dan jaga kesehatan, untuk diri sendiri saja terlebih dahulu itu yang terpenting" pungkasnya

Abu Vulkanik Landa Wilayah III Cirebon

Tidak ada komentar
Cirebon - SetaraNews.com, Abu vulkanik dari letusan Gunung Kelud yang berada di wilayah Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur pada Jumat dini hari tadi diduga telah sampai ke seluruh tanah Jawa.

Pada sore hari ini sekitar pukul 17:00 WIB, nampak butiran debu yang diduga dari abu vulkanik Gunung Kelud telah jatuh di wilayah kota Cirebon. Nampak di jok motor yang diparkir Kampus Utama Unswagati terlihat ada butiran-butiran debu, yang diduga berasal dari abu vulkanik Gunung Kelud.

Ibrahim karyawan hotel yang berada Cirebon mengatakan kepada SetaraNews (14/2), "Iya mas, waktu masih siang belum ada debu di jok motor saya, namun saat mau pulang ngantor sorenya sudah banyak debu."

Cuaca wilayah kota Cirebon sendiri sejak siang hingga petang hari ini masih mendung dan sama sekali tidak ada angin dan hujan. Hingga berita ini ditulis, BMKG Jatiwangi masih belum memastikan apakah benar abu vulkanik letusan Gunung Kelud telah sampai ke Cirebon.

Djakaria Machmud 'Masih Halal' Jadi Wakil Rektor Unswagati

Tidak ada komentar

Jumat, 14 Februari 2014

Unswagati - SetaraNews.com, Masa jabatan yang telah habis sejak Juli 2013 lalu membuat Djakaria Machmud eks Rektor Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) harus rela menanggalkan jabatannya sebagai seorang rektor Unswagati, karena telah menempuh dua kali periode masa jabatan.

Terhitung sejak 1 Februari 2014 lalu Djakaria telah melayangkan surat pengunduran diri kepada pihak yayasan Swadaya Gunung Jati. Meski begitu, mantan Walikota Tanggerang itu masih memiliki kesempatan menjadi seorang wakil rektor di Unswagati.

Ditemui setara pada awal Januari lalu salah seorang staf Direktorat Kelembagaan dan Kerja Sama Dikti, menuturkan bahwa seorang rektor yang telah memimpin selama dua kali masa periode tidak bisa menjadi rektor untuk periode ketiga, namun untuk menjadi wakil rektor masih dihalalkan.

. “Untuk menjadi rektor lagi Ga boleh ya, Bolehnya kalau jadi wakil rektor ga papa, tapi kalau jadi rektor lagi ga boleh.” ujarnya.

Dikti: Rektor Jangan Melebihi Dua Periode

Tidak ada komentar
Jakarta-Setaranews.com, Pada awal Januari lalu SetaraNews berkesempatan mengunjungi kantor tertinggi yang mengurusi segala hal tentang  Perguruan Tinggi. Tepatnya pada 6 Januari 2014 lalu SetaraNews mendatangi kantor Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi untuk mencari tahu lebih dalam terkait proses penegrian dan SK Rektor yang telah kadaluarsa.

Cukup sulit mendapat informasi mengenai PTN dan SK Rektor dari kantor yang berdiri di kawasan Senayan tersebut. Beberapa kali tim SetaraNews yang bertugas sempat di oper ke beberapa bidang di lantai yang berbeda.

Namun akhirnya mendapat titik terang saat berada di bidang Direktorat Kelembagaan dan Kerja Sama. Puguh seorang staf yang melayani kami saat itu menuturkan tidak dibenarkan seorang rektor menjabat lebih dari dua periode.

“Harus dua kali, setelahnya ganti orang.” ujar puguh.

Meski begitu Puguh menganjurkan untuk menengok statutanya terlebih dahulu karena Unswagati adalah Perguruan Tinggi Swasta.

“Itu kalau sebenarnya kalau PTS bukan di Dikti pak tapi Kopertis di wilayah 4 Bandung. Tapi kita lihat dulu statutanya gimana.”

Selebihnya ia juga menuturkan jika ijazah yang dikeluarkan seorang Rektor yang telah habis masa jabatanya tidak legal.

”Berarti ga legal ya ini kan rektor yang melanggar undang-undang.” tambahnya.

Yayasan Unswagati Terima Pengunduran Rektor

Tidak ada komentar
Unswagati - SetaraNews.com, Yayasan Pendidikan Universitas Sawadaya Gunung JAti secara resmi menerima pengunduran Dr. H. Djakaria Machmud, SH, SE, MSi sebagai rektor Unswagati.

Melalui surat keluar nomor 57/YPSGJ/II/2014, yang ditujukan kepada Rektor Unswagati. Ketua Yayasan H. Asep Djadjuli menerima pengunduran diri rektor yang telah menjabat tiga periode tersebut. Berikut isi surat tersebut;

Memperhatikan surat saudara tertanggal 1 Februari 2014 tentang pengunduran diri saudara dari jabatan Rektor Unswagati, kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Bahwa kami secara kelembagaan dengan memperhatikan kondisi Universitas demi terciptanya kondisifitas masih sangat membutuhkan figur saudara sebagai pimpinan universitas.

  2. Kami sangat menghargai alasan-alasan saudara untuk mengundurkan diri dari jabatan Rektor Unswagati, maka dengan demikian kami secara kelembagaan dengan mempertimbangkan dari segala aspek dan atas saran daro organ-organ Yayasan lain tidak keberatan atas pengunduran diri sebagai rektor.

  3. Selanjutnya atas nama lembaga dan sebagai Pengurus Yayasan kami memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dharma bhakti, dan prestasi yang telah saudara raih sehingga Unswagati jauh lebih baik dan maju seperti saat ini, sebagaimana yang kita rasakan. Semoga amal bhakti saudara mendapatkan imbalan pahala yang setimpal yang akan membawa keberkahan dunia akhirat untuk saudara dan keluarga. Amin.


Demikian agar menjadi maklum, atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

Surat yang diterbitkan di Cirebon pada 10 Februari 2014 ditembuskan pada Ketua Pembina, dan para anggota Pembina Pendidikan Unswagati, Pengawas, Para pejabat rektorat (wakil rektor), Kepala Lembaga, Kepala Badan, para Dekan, dan para Ketua Organisasi di lingkungan Unswagati.

Sementara itu pihak Yayasan menunjuk Dr. H. Saehul MEng sebagai pejabat rektor sementara, dan Prof. Dr. Rojak MPd sebagai ketua panitia pemilihan rektor baru pada Rabu kemarin (12/2).

Kemendikbud: Selama Disetujui Yayasan, Ijazah Sah-sah Saja

Tidak ada komentar
Jakarta - Setaranews.com Saat SetaraNews mengunjungi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) di awal Januari lalu, tim SetaraNews yang betugas sempat dioper kebeberapa bidang. Sempat juga diarahkan ke bagian Guru dan Dosen di gedung Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.

“Oh coba ke lantai 12.” ujar salah seorang staf Kemendikbud saat Setara diarahkan ke gedung yang letaknya bersebelahan dengan Dikti tersebut.

Kami diarahkan ke Mahiring Sitorus salah seorang yang dinilai berkompeten di bagian Guru dan Dosen di Kemendikbud. Menurut Sitorus Kemendikbud tidak mengatur perguruan tinggi Swasta. Semuanya adalah otoritas yayasan.

“Rektor apa itu? Swasta? Kalau swasta kita ga ngatur itu yayasan yang mengatur penuh. Kita hanya ngatur PTN aja,” ujar Sitorus

Lebih lanjut ia juga berucap bahwa ijazah yang ditandatangani rektor yang telah menjabat lebih dari dua kali periode tetap halal.

“Ya itu sah-sah aja selama itu disetujui yayasan tergantung yayasanya yang mengangkat rektor itu.” ungkapnya

Ia juga berkata bahwa di setiap perguruan tinggi punya aturan masing-masing baik PTS maupun PTN dan semua harus mengacu pada statuta tersebut.

“Dari setiap perguruan tinggi itu punya aturan tersendiri ya punya statuta masing-masing. Di situ ada keteranganya. PTN juga sama ada setiap PTN beda-beda juga jadi ga sama.”

Mahiring Sitorus juga beranggapan tidak mungkin Statuta yang dibuat oleh PTN maupun PTS tidak mungkin melanggar undang-undang.

“Ya ga papa lihat statutanya di situ semua ada persyaratan siapa-siapa aja yang bisa diangkat bagaimana prosedurnya berapakali pemilihan ada disitu semua. Ya tentu mereka sudah mengacu ke Undang-undang tidak mungkin mereka seenaknya kan? Maksud saya sudah ada di situ semua  secara rinci dijabarkan disitu.” Tutupnya.

Pagi Tadi, Kabut Tebal Selimuti Cirebon Timur

Tidak ada komentar
Cirebon-Setaranews.com Pagi tadi sebuah fenomena alam langka terjadi di Kabaupaten Cirebon. Tidak seperti pagi hari biasanya, kali ini di sebagian wilayah kabupaten Cirebon  tepatnya bagian timur diselimuti kabut yang cukup tebal.

Kabut yang menjadikan jarak pandang hanya sekitar 5 Meter ini terjadi cukup lama. Terhitung dari sekitar pukul 04.30 hingga sekitar pukul 07.00 WIB.

Kabut ini menyelimuti beberapa kecamatan di Cirebon timur seperti Kecamatan Waled. Kecamatan Ciledug, Kecamatan Pabuaran, Kecamatan Pasaleman, sampai Kecamatan Babakan.

Banyak asumsi yang berkembang di masyarakat terkait fenomena alam ini. beberapa masyarakat meyakini adanya kabut tebal akibat aktif laginya kunung Kelud di Kediri Jawa Timur. Beberapa orang lain beranggapan geliat gunung Cermai yang hendak aktif kembali  sebagai sebab adanya kabut. Namun  belum ada kejelasan yang pasti dari BMKG tentang fenomena alam pagi tadi.

Hari Ini, Ijazah Unswagati Per-Januari 2014 Mulai Ditarik

Tidak ada komentar

Kamis, 13 Februari 2014

Unswagati - SetaraNews.com, Hari ini Kamis (13/2) hingga tanggal 22 Februari 2014 Ijazah berikut lampiran nilai hasil belajar para lulusan yang diwisuda pada 16 dan 17 Januari 2014 lalu mulai ditarik oleh Universitas Swadaya Gunung Jati.

Menurut salah satu karyawan Unswagati yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan kepada SetaraNews (13/2). "Iya Ijazah mulai ditarik hari ini hingga tanggal 22 bulan ini." ujarnya.

Ia menambahkan bahwa ijazah tersebut dapat dikumpulkan di tiap fakultas masing-masing melalui kantor bagian tata-usaha. "Pengumpulan nantinya di tiap masing-masing beserta lampiran nilainya juga. Jangan lupa untuk membawa foto ukuran 4x6 dua lembar." tambahnya.

Terkait legalitas ijazah per-Januari 2014 yang ditandatangani mantan Rektor Unswagati Dr. Djakaria Machmud, pihak Kopertis4 melalui Abdul Hakim Halim mengatakan bahwa, "Kalau memang prosedurnya tidak sesuai, berarti memang perlu diperbaiki. Dengan kata lain, harus ditarik kalau memang tidak sesuai prosedur."

Penarikan ijazah sendiri dapat dilakukan untuk diperbaiki, namun tidak boleh terjadi dobel ijazah. "Kalau penarikan lalu diganti, itu tidak masalah. Tapi kalau sampai dobel ijazah, itu yang tidak diperbolehkan." tambah Abdul.

Sertijab & Pelantikan DPMU Periode 2013-2014

Tidak ada komentar

Rabu, 12 Februari 2014

Unswagati Cirebon – SetaraNews.com, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Swadaya Gunung Jati periode 2012-2013 mengadakan serah terima jabatan sekaligus pelantikan kepada DPMU periode 2013-2014 pada hari ini (12/02).

Bertempat di Aula Grawidya Sabha Unswagati sekitar pukul 09.30 WIB, yang dihadiri oleh para mahasiswa, ormawa, turut andil pula kepala biro kemahasiswaan Drs. H. Komaruddin, M.Pd, kabag Alumni, dan jajaran Staf Unswagati beserta para dosen pembimbing.

Acara berlangsung khidmat, dengan dibacakannya surat keputusan rektor oleh Alip Rahman.SH.,MH selaku kabag kemahasiswaan. Sebelumnya DPMU periode 2012-2013 dipegang oleh Hartono dari Fakultas Hukum (FH), kemudian diserahkan kepada Aji Halim Rahman yang juga Fakultas Hukum dan selaku Ketua DPMU periode 2013-2014 terpilih.

Pelantikan tersebut resmi ditetapkan oleh Drs. H. Komaruddin,M.Pd selaku perwakilan pihak rektorat dan sebagai kepala biro kemahasiswaan. Beliau berharap Semoga dengan terpilihnya DPMU yang baru ini bisa memonitoring kerja presma.

“Yang penting sekarang segera bekerja karena waktu terus bergulir, catatan  PR POK, GBHOK adalah yang sesungguhnya dinantikan dan harus diselesaikan”Ujarnya ketika di temui setaranews di tempatnya.

Beliau juga menanggapi dengan ketidak hadiran pihak rektorat pada acara ini, karena adanya agenda dari pihak rektorat sendiri.

Aji Halim Rahman selaku DPMU terpilih berharap mampu melaksanakan tugasnya.

”Pertama Amandemen aturan undang-undang yang selama ini belum dilaksanakan oleh DPMU sebelumnya, yang kedua pengawasan terhadap kinerja BEMU dari kegiatannya untuk menilai mana yang baik dan buruk, ketiga yaitu budgeting.”ujarnya kepada SetaraNews.

Senada dengan Aji Halim Rahman, Hartono selaku mantan DPMU sebelumnya juga berharap “Semoga unswagati bisa lebih baik lagi kedepannya dan seluruh ormawa bisa melakukan kegiatan lebih baik lagi bekerja sebagai semestinya dengan keadaan yang lebih baik lagi.”ujarnya.

BEM Universitas tanggapi DPMU Terpilih

Tidak ada komentar
Unswagati Cirebon – SetaraNews.com, Pasca terpilih DPMU periode 2013-2014 yang diketuai oleh Aji Halim Rahman dari Fakultas Hukum semester lima, yang sebelumnya dipegang oleh Hartono mahasiswa Fakultas Hukum.

Pengurus DPMU baru dilantik di Aula Grawidya Sabha Unswagati sekitar pukul 09.30 WIB Rabu (12/02) yang disahkan dan di lantik oleh kepala biro kemahasiswaan Drs. H. Komaruddin, M.Pd selaku perwakilan pihak rektorat.

Muhammad Saefudin selaku ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Unswagati berharap agar pengurus dapat lebih pro aktif di dalam dinamika kampus.

“Dapat memberikan kontribusi yang lebih besar sebagai Dewan Perwakilan mahasiswa adalah menjalankan kembali fungsi ormawa yang mengamati, menjaga semua ormawa agar lebih berperan aktif secara akademis, kemudian fungsi intinya adalah mengawasi serta tidak adanya kesenjangan antara DPMU yang lama dengan DPMU yang baru.” Ujarnya kepada SetaraNews, Rabu (12/2).

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa Dewan Perwakilan Mahasiswa tingkat Universitas dapat aktif mengeluarkan produk hukum untuk ke depannya.

“Karena kita adalah institusi lembaga kemudian saling berkaitan tanpa adanya diskriminasi agar lebih perspektif lah, soalnya mengingat tahun lalu yang mengalami kekosongan adanya produk hukum sehingga saya berharap tahun yang sekarang bisa mengeluarkan produk-produk hukum yang baru baik POK, GBHOK kemudian dasar-dasr hukum yang lain harus diperbaiki semuanya dan dapat didistribusikan ke setiap ormawa sehingga bisa menjadi acuan dan dasar ormawa untuk menjalankan organisasinya menjadi lebih baik.” Tutupnya.

Soal Kematian AQJ, KontraS Nilai Polres Kuningan Lamban

Tidak ada komentar
Cirebon, SetaraNews.com - Insiden Abdul Qodir Zaelani, mahasiswa yang meninggal saat mengikuti diklatsar UKM di IAIN Syekh Nurjati Cirebon turut menjadi perhatian masyarakat di tingkat nasional. Tak terkecuali Kontras pun turut mengecam insiden tersebut dan angkat bicara.

Haris Azhar melalui R. Arif Nur Fikri, Staf Divisi Pembela Hak-Hak Sipil Politik KontraS (Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) menyayangkan hal tersebut terjadi.

Lembaganya menyayangkan begitu lambannya proses penyelidikan yang dilakukan oleh aparat kepolisian khususnya Polres Kuningan terkait dengan meninggalnya Abdul Qodir Jaelani. Hal ini dibuktikan dengan baru dilakukannya penyelidikan oleh Polres Kuningan pasca pihak keluarga melaporkan adanya dugaan tindak pidana ke Polres Kuningan.

Menurut KontraS, maraknya praktik-praktik kekerasan dalam lingkup kampus yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, menunjukan bahwa  praktik-praktik kekerasan masih menjadi suatu pola yang secara tak langsung dilegalkan dan berlangsung secara turun temurun.

"Penyimpangan perilaku yang dilakukan oleh para senior maupun alumni bukan semata-mata karena lemahnya control yang dilakukan oleh pihak kampus, melainkan sudah menjadi pola sehingga menjadikannya suatu kebijakan yang berlangsung secara terus menerus." tulisnya.

Lihat berita insiden tewasnya mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon DISINI.

Inilah Hasil Visum Dokter Tentang Penyebab Kematian AQJ

Tidak ada komentar
Cirebon, SetaraNews.com - Karena pihak RS Juanda Kuningan tidak dapat menangani korban lantaran terus-menerus mengeluarkan darah dari hidung, mulut dan anus, korban kemudian dilarikan ke rumah sakit Sumber Waras Ciwaringin Kabupaten Cirebon.

Namun naas, paska menjalani perawatan selang beberapa hari, Abdul Qodir Jaelani pada hari Sabtu (1/2) sekitar pukul 21.00 WIB  menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Merujuk pada informasi yang didapat dari salah satu sumber SetaraNews, berdasarkan hasil visum dokter Polres Kuningan saat melihat rekam medis korban, kematian korban disebabkan adanya pendarahan akut pada usus dua belas jari dan pecahnya lambung.

Dokter berkesimpulan, meskipun ada penyakit sebelumnya mustahil separah ini dengan waktu relatif cepat hanya dalam dua minggu. Hal ini, mengingat tidak ada pengakuan dari orang tua korban, bahwa korban memiliki penyakit. Dan ditambah, sebelum mengikuti Diklatsar tersebut, korban sudah check up kesehatan di PMI ( Palang Merah Indonesia) Cirebon.

Lihat berita insiden tewasnya mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon DISINI.

 

Sebelum Tewas, Mahasiswa IAIN Cirebon Pendarahan di Mulut, Hidung dan Anusnya

Tidak ada komentar
Cirebon, SetaraNews.com - Tepat sehari sebelum Abdul Qodir Jaelani diberangkatkan ke UGD, ternyata pada hari Sabtu (25/01) sekitar pukul 03.00 WIB, sudah ada peserta lain yang dilarikan ke rumah sakit. Namun, sayangnya panitia tetap tak bergeming dan acara masih terus dilanjutkan hingga keesokan harinya.

Menurut salah satu sumber SetaraNews, korban telah mengikuti Diklatsar selama 13 hari terhitung dari tanggal 13 sampai 26 Januari 2014, dengan tempat pelatihan yang berbeda-beda, yakni Kampus IAIN Syekh Nurjati, Bukit Cupang, Arga Lingga Majalengka dan Palutungan Kuningan.

Sehari sebelum acara usai, persisnya tanggal 25 Januari 2014 di pekarangan salah satu rumah alumnus UKM Mahapeka IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Abdul Qodir Jaelani mengalami muntah darah. Seketika itu, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Juanda Kuningan.

Karena pihak rumah sakit Juanda tidak dapat menangani lantaran terus-menerus mengeluarkan darah dari hidung, mulut dan anus, korban kemudian dilarikan ke rumah sakit Sumber Waras Ciwaringin Kabupaten Cirebon. Namun naas, paska menjalani perawatan selang beberapa hari pada hari Sabtu (1/2) sekitar pukul 21.00 WIB korban menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Lihat berita insiden tewasnya mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon DISINI.

Sebelum AQJ, Ternyata Sudah Ada Peserta yang Dilarikan ke RS

Tidak ada komentar
Cirebon, SetaraNews.com - Abdul Qodir Zaelani merupakan satu dari puluhan peserta yang mengikuti Diklatsar (Pendidikan dan Latihan Dasar) yang diadakan oleh UKM Mahapeka IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Ia tewas diduga akibat praktik kekerasan yang dilakukan oleh para seniornya.

Sebelum tewas pada hari Sabtu (1/2), selain disuruh berendam di air dingin yang mengalir disebuah saluran air, ternyata korban disuruh meminum air bekas cuci tangan hingga menggosok giginya menggunakan pasir.

Berdasarkan informasi yang ditulis oleh salah seorang sumber SetaraNews, rupanya tepat sehari sebelum sebelum Abdul Qodir Jaelani diberangkatkan ke UGD, pada hari Sabtu (25/01) sekitar pukul 03.00 WIB sudah ada peserta bernama Hafidz al-haq yang dilarikan ke rumah sakit. Namun, panitia tetap tak bergeming dan acara masih terus dilanjutkan hingga keesokan harinya. Hingga terjadilah insiden naas tersebut.

Lihat berita insiden tewasnya mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon DISINI.

Mahasiswa IAIN Cirebon Sebelum Tewas Disuruh Minum Air Bekas Cuci Tangan

Tidak ada komentar


Cirebon, SetaraNews.com - Insiden tewasnya Abdul Qodir Zaelani, mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang diduga tewas akibat mengikuti kegiatan salah satu UKM di kampusnya menimbulkan banyak pertanyaan banyak pihak. Berikut kami rilis laporan kronologisnya.

Abdul Qodir Zaelani merupakan satu dari puluhan peserta yang mengikuti Diklatsar (Pendidikan dan Latihan Dasar) yang diadakan oleh UKM Mahapeka IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Ia tewas diduga akibat praktik kekerasan yang dilakukan oleh para seniornya.

Berdasarkan penelusuran salah satu sumber SetaraNews, pihak keluarga korban menuturkan banyak ditemukan sejumlah luka memar pada bagian tubuh korban.

Selain itu, ternyata menurut laporan dari sumber yang sama, ditemukan sebaran pesan singkat dari pihak intitusi penyelenggara kegiatan kepada peserta lainnya, agar tutup mulut mengenai pemukulan dan tindakan kekerasan lainnya saat acara tersebut berlangsung.

Tak berhenti disitu, pada saat kegiatan berlangsung di Buper Palutungan Kuningan, salah seorang warga setempat sempat menyaksikan bahwa pada pagi hari peserta disuruh berendam di air dingin yang mengalir disebuah saluran.

Selain berendam, peserta juga rupanya disuruh meminum air bekas cuci tangan dan menggosok giginya menggunakan pasir.

Lihat berita insiden tewasnya mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon DISINI.

Inilah Quovadis Unswagati, E-Magazine Setara News edisi I

Tidak ada komentar
Unswagati - SetaraNews.com, Majalah elektronik dari Lembaga Pers Mahasiswa Semua Tentang Rakyat (Setara) Universitas Swadaya Gunung Jati hari ini Selasa (11/2) diterbitkan.

E-magazine ini merupakan edisi yang pertama, banyak hal yang perlu diketahui oleh khalayak masyarakat - terutama mahasiswa Unswagati. Karena banyak informasi yang menarik, terutama tentang proses penegerian Unswagati yang diupayakan sejak tahun 2009 ini apakah tahun 2014 akan memasuki babak final atau justru sebaliknya.

Reporter Setara secara ekslusif meliput semua tentang Unswagati untuk Civitas Akademika Unswagati. Tagline yang paling disorot dalam e-Magazine edisi I ini mengangkat tentang rekam Diesnatalis Unswagati yang ke-53, Proses penegerian Unswagati, dan mengenai SK Rektor Unswagati yang masuk ke meja pengadilan.

Penasaran seperti apa e-Magazine kita? Silahkan download/simak langsung link berikut ini.


Djakaria Machmud Mengundurkan Diri dari Rektor Unswagati?

Tidak ada komentar

Senin, 10 Februari 2014


Unswagati Cirebon - SetaraNews.com, Kabar tentang Rektor Universitas Swadaya Gunung Jati Dr. H. Djakaria Machmud SH, SE, MSi yang mengundurkan diri per 1 Februari 2014, sudah semakin jelas.


Hal ini disampaikan oleh Djakaria Machmud saat mengisi sambutan pada apel Senin pagi (10/2) di Kampus Utama Unswagati. Menurut salah satu karyawan Unswagati yang tidak mau disebutkan namanya, Rektor mengatakan, "Ini adalah senin terakhir saya mengikuti upacara bendera." ujarnya.

Namun saat SetaraNews mencoba mengkonfirmasi kepada Djakaria (10/2) via seluler beliau mengatakan, "Tanya ke Yayasan saja dik." jawabnya.

Sebelumnya seperti yang kami kutip dari salah satu media cetak di Cirebon yang terbit hari ini, narasumber yang wanti-wanti tidak mau disebutkan namanya tersebut mengatakan bahwa "Surat pengunduran diri sudah ditandatangani pak Rektor tertanggal 1 Februari, tapi Yayasan saat itu belum menentukan sikap." terangnya.
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews