Responsive Ad Slot

Muhammad Syaefudin & Ria Apriani Unggul Se-Unswagati

Tidak ada komentar

Rabu, 25 Desember 2013



Unswagati - SetaraNews.com, Pemilihan raya untuk menentukan presiden mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati yang digelar pada hari ini akhirnya telah selesai, hasil rekapitulasi yang dilakukan di Aula Grawidyasabha akhirnya Nomor urut 3 dari Partai Semangat Revolusi (SEMAR) memperoleh peringkat suara terbanyak.

Dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 11329, hanya 2565 mahasiswa yang menggunakan hak pilihnya dalam acara pemilu atau hanya sekitar 22,64%  tingkat partisipatif mahasiswa. Partai Semar unggul dengan suara perolehan sebanyak 640, disusul dengan Paud 574 suara, diperingkat tiga ada Kita memperoleh 451 suara, peringkat empat ada Mawar dengan perolehan 441 suara, dan terakhir dengan perolehan 300 suara ada Paham.

Rencananya pada hari Jumat tanggal 27 Desember 2013 presiden mahasiswa Unswagati yang baru akan dilantik oleh Rektor, Dr. H. Djakaria Machmud, S.E., S.H., M.Si di Kampus Utama.

Mahasiswa: Semoga yang Terpilih Dapat Membenahi Unswagati

Tidak ada komentar
Unswagati - SetaraNews.com, Pagi tadi ada suasana yang berbeda di Kampus III Universitas Swadaya Gunung Jati. Beberapa orang yang menggunakan kemeja kotak-kotak terlihat sibuk menata kursi dan meja di depan lahan parkir Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) program studi bahasa inggris.

Hari ini adalah pemilu raya mahasiswa Unswagati. Panitia Pemilihan Umum Mahasiswa (PPUM) sebelumnya menetapkan tiga tempat pemungutan suara (TPS) di tiga kampus Unswagati. Kampus III menjadi salah satu TPS  di mana akan menampung 300 lebih suara dari empat fakultas yang terdiri dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Hukum (FH), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Bahasa Inggris dan Fakultas Kedokteran (FK).

Ade Rifana salah seorang mahasiswa yang menggunakan hak suaranya menuturkan bahwa pemilu raya kali ini terkesan hanya sekedar formalitas untuk akreditasi. “Pilpresma tuh kayanya Cuma formalitas akreditasi aja. Kaya nggak dari hati adanya presma tahun ini. Tapi bagus juga diadakannya lagi pilpresma.” ujar mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi tersebut.

Selain itu Ade berharap untuk presma yang nantinya resmi terpilih dapat membenahi Unswagati. “Semoga siapa saja yang terpilih (Presiden Mahasiswa yang baru) dapat membenahi Unswagati lebih baik lagi dan presma bukan hanya sekedar akreditasi saja tapi menjalankan tugas sebagaimana mestinya walaupun saya juga tidak tahu visi, misi, dan prokernya.” tambahnya.

Sementara itu ketua TPS Kampus III Unswagati, Faldi. Menuturkan sejak pagi hingga siang tadi cukup banyak mahasiswa yang menggunakan hak pilihnya terutama dari FKIP Bahasa Inggris. “Sejauh ini cukup baik, dari FKIP yang cukup banyak.” ujar mahasiswa fakultas Hukum tersebut.

Dalam Pemilu Raya kali ini ada lima pasang calon presiden dan wakil presiden mahasiswa dari lima partai yang berbeda, yang akan bersaing untuk mendapat suara terbanyak.

Saat perhitungan sementara suara sore tadi partai nomor urut 1 partai PAUD bersaing ketat dengan nomor urut 3 Partai Semar.

Pemilihan Raya Capresma & Cawapresma Unswagati Digelar

Tidak ada komentar
 Unswagati Cirebon – SetaraNews.com,  Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon menggelar Pemilihan Raya (pemira) untuk presiden mahasiswa (Presma) dan wakil presiden mahasiswa (Wapresma). Tempat pemungutan suara (TPS) sendiri terdapat di Kampus Utama, kampus II, dan Kampus III Unswagati.

Jumlah total kotak suara di tiga kampus ini terdapat tiga kotak suara dan terdapat Sembilan bilik suara. Di kampus utama ada sedikit kendala pas di awal pembukaan yakni tidak tempat waktunya saksi yang datang pada saat pembukaan, “Tadi pagi kendala saat pembukaan itu saksi yang hadir baru dua orang, jadi kita pending dulu acara supaya bisa memenuhi saksi 50% + 1, dan  kita pun ngasih toleransi waktu .tapi setelah saksi memenuhi 50% +1 acara baru bisa di mulai” tutur Rahmawati selaku ketua Panitia Pemilihan Suara (PPS) kepada SetaraNews Selasa (24/12).

“Antusiasme mahasiswa cukup bagus, serta acara sejauh ini berjalan sesuai harapan, walaupun ada sedikit masalah teknis seperti yang terjadi di kampus III, sempat tertunda karena kotak suara yang gemboknya sulit terbuka.” ungkap Dony, Ketua Panitia pengawas pemilihan umum (panwaslu).

Ada juga sebagian mahasiswa yang masih belum menggunakan hak pilihnya dikarenakan belum terlalu mengetahui betul visi dan misi dari pasangan Capresma dan Cawapresma, “Saya belum memilih karena saya tak terlalu tau dengan visi misi mereka (red: Capresma dan Cawapresma), jadi nanti sajalah.” ujar mahasiswa yang tak mau disebutkan namanya itu di ikuti dengan gelak tawa teman-teman di sekitarnya.

“Tanggapan tentang pemilu ya kebanyakan dari temen-temen tuh nyuruh milih ke sini saja ke sini aja, kita kan belum pasti janji mereka, belum tau kita mau di bawa ke mana,  kita hanya tahu cuma visi misi mereka yang terpampang di famplet  doang, tapi saya sih berharap membawa mahasiswa lebih maju lagi, khususnya untuk UKM (unit kegiatan mahasiswa).” ungkap Gaper, salah satu mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Total surat suara yang terbanyak di Kampus Utama yang totalnya 4320 surat suara, Kampus II 3100 surat suara, dan Kampus III 3000 surat suara.  Sejauh ini di Kampus Utama sendiri surat suara yang rusak 70 surat suara.

Dari pantauan SetaraNews sampai saat ini antrian di TPS di tiap Kampus Unswagati masih cukup ramai, hingga nanti pukul 15:00 WIB akan ditutup. Setelah itu ada acara penutupan sekitar 10 menit, setelah itu dilanjut dengan penghitungan suaranya di tiap TPS yang ada di setiap Kampus di Unswagati.

Setelah itu semua suara yang sah yang terkumpul di tiap TPS akan ada verifikasi lagi yang bertempat di gedung Aula Grawidya Sabha Unswagati.

Partai Semar, Unggul di Kampus II Unswagati

Tidak ada komentar
Unswagati - SetaraNews.com, Penghitungan surat suara di Kampus II Universitas Swadaya Gunung Jati berlangsung cukup lancar, dari hasil perhitungan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 2 ternyata Partai Semar unggul dengan perolehan 389 suara.

Perolehan hasil perhitungan suara di TPS 2 untuk nomor urut 1 (PAUD) sebanyak 67 suara, nomor 2 (PAHAM) sebanyak 33 suara, nomor urut 3 (SEMAR) sebanyak 389 suara, nomor 4 (KITA) sebanyak 57 suara, nomor urut 5 (MAWAR) sebanyak 148 suara, dengan surat suara yang tidak sah sebanyak 51 suara. Jumlah surat suara yang dicetak berdasarkan jumlah mahasiswa aktif  atau daftar pemilih tetap sendiri sebanyak 3299, namun hanya 745 mahasiswa yang masuk ke TPS untuk mengambil hak pilihnya dalam memilih calon Presiden Mahasiswa Unswagati yang baru.

Kurangnya partisipatif mahasiswa (hanya 22,58%) dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan turut disayangkan oleh Sugeng dari Dewan Perwakilan Mahasiswa DPM FKIP, "Mungkin mahasiswa yang tidak ikut nyontreng karena sudah masuk dalam hari tenang. Ya mau UAS (Ujian Akhir Semester)." ujarnya kepada SetaraNews (24/12).

 

 

Mahasiswa Fakultas Ekonomi Adakan Praktek Kewirausahaan

Tidak ada komentar

Senin, 23 Desember 2013

Unswagati - SetaraNews.com, Mahasiswa dari Fakultas Ekonomi semester tiga mengadakan pelatihan praktek kewirausahaan yang diselenggarakan di dalam Aula Grawidyasabha Kampus Utama Unswagati yang dilaksanakan dari pukul 09.00 – 15.00 WIB, hari ini (23/12).

Praktek kewirausahaan tersebut terkait mata kuliah yang mereka ambil, yaitu kewirausahaan dalam rangka melatih para mahasiswa ekonomi tersebut terbiasa dalam hal bisnis, dan dalam acara tersebut mereka melatih bisnis di bidang kuliner.

Acara yang berlangsung selama seminggu ini, peserta praktik tersebut sibuk melayani pembeli yang ingin membeli masakan mereka. Jenis makanan & minuman yang mereka jual juga tidak asing mulai nasi goreng, ayam bakar, dan aneka minuman. Namun menyiasati hal tersebut, mereka memberikan nama – nama yang unik pada produk mereka seperti es jeger, teh penurun panas, dan lainnya.

Harga yang mereka pasang pun cukup terjangkau untuk kantong mahasiswa, mulai dari Rp2.000,00 hingga Rp8.000,00. Hal tersebut membuat mahasiswa yang lewat tertarik untuk membeli, dan tiap stand rata – rata melayani 30 orang dalam sehari.

Fahmi Saeful dari salah satu stand menilai praktek ini cukup bagus, namun ia berharap ada lahan lebih luas untuk praktek ini, “Menurut saya Unswagati kurang lahan untuk kami.” ujarnya kepada SetaraNews.

Dalam acara ini para peserta praktik juga mendapatkan pengalaman dan berharap bisa mereka aplikasikan nanti setelah lulus nanti. “Kami berharap bisa melanjutkan bisnis ini kelak.“ tambahnya.

Mahasiswa: Mengapa Petani & Nelayan Indonesia Miskin?

Tidak ada komentar

Minggu, 22 Desember 2013

Unswagati - SetaraNews.com, Problematika pengentasan masalah kemiskinan, pengangguran, dan kurangnya sumber daya manusia yang kompeten semakin memperlambat upaya dalam memajukan bangsa tidak kunjung selesai. Masalah yang paling mendasar dalam mengangkat pendapatan warga miskin, terutama masyarakat nelayan dan petani yang dinilai sebagai penyumbang terbanyak dalam indeks kemiskinan di Indonesia.

Melalui forum kuliah umum perekonomian Indonesia yang diselenggarakan oleh Himapemi pada Sabtu (21/12) lalu, mahasiswa tingkat IV (Santosa) dari program studi Pendidikan Ekonomi - Universitas Swadaya Gunung Jati menanyakan perihal ketimpangan perekonomian di Indonesia. Salah satunya mengenai perbedaan pendapatan yang mencolok pada petani dan nelayan di Indonesia dengan di negara-negara maju di dunia.

"Mengapa petani dan nelayan di Indonesia miskin, sedangkan petani dan nelayan di negara Jepang kaya?" tanya Santosa pada pemateri utama dari Dekan Fakultas Ekonomi Unswagati; Dr. Ida Rosnidah, SE, MM, Ak.

Dekan menjawab, "Keadaan petani dan nelayan di Indonesia sangat jauh berbeda dengan di Jepang, kalau di Jepang nelayan mampu untuk membeli mobil mewah. Namun berbeda ketika di Indonesia, nelayan kita untuk makan saja pun susah. Ini dikarenakan kualitas SDMnya yang berbeda, jika di Jepang nelayannya lulusan sarjana semua rata-rata. Sedangkan di Indonesia, petani dan nelayannya masih banyak yang belum lulus SD (sekolag dasar). Ini yang menjadi faktor, SDM yang unggul akan menciptakan banyak inovasi dalam teknologi yang mereka gunakan saat bekerja." jelasnya.

Lebih lanjut dia mengajak kepada calon lulusan sarjana dari Unswagati untuk ikut membangun desanya, ketika lulus kelak. Karena dengan peran serta putra daerah akan turut membantu dalam pembangunan di daerah-daerah.

Tes Mental dan Bakat (TEMAB) ala UKM Seni & Budaya

Tidak ada komentar
[caption id="attachment_3838" align="aligncenter" width="600"]
Brifing panitia temab setelah pelepasan

 

 

 

[/caption]

Unswagati, SetaraNews.com - Sabtu (21/12/2013) Unit Kegiatan Mahasiswa Seni dan Budaya Unswagati mengadakan Tes Mental dan Bakat (Temab) kepada calon anggota angkatan 14 selama tiga hari di Bumi Perkemahan (Buper) Prabu Siliwangi, Desa Cipadung Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Majalengka dan dilanjut satu hari di pantai Kejawanan kemudian diakhiri di Kampus Utama Unswagati.

Calon anggota yang mengikuti Temab sebanyak 34 mahasiswa dari empat bidang yang ada yakni bidang tari 8 orang, bidang musik 6 orang, bidang Paduan Suara Mahasiswa (PSM) 12 orang, dan bidang Teater 8 orang. “Temab diadakan tiga hari, dua hari di Cipadung dan hari terakhir di kota.” ujar Opik selaku ketua pelaksana.

Kegiatan yang diadakan di Buper Prabu Siliwangi tersebut merupakan  salah satu proses rekrutmen anggota UKM Seni dan Budaya Unswagati. Dedeh Farihah selaku Seksi acara menyampaikan kepada SetaraNews bahwa ada yang berbeda dari pemberian materi nantinya, “Iya, bidang tari nanti materinya disampaikan langsung sama cucunya maestro tari topeng Mimi Rasinah.” ujar mahasiswi yang akrab di panggil Defa.

Temab ini diadakan dengan harapan tumbuhnya loyalitas serta kreatifitas agar mampu berkontribusi ke dalam dan ke luar organisasi, baik untuk mahasiswa Unswagati juga kepada masyarakat dalam bidang seni dan budaya. “Ya  harapan kita, calon anggota tumbuh loyalitas dan kreatifitas, yang akan berkontribusi ke UKM seni dan budaya dan masyarakat dalam bidang kesenian dan kebudayaan.” tambah Opik.Temab

Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews