Responsive Ad Slot

Seminar Perpajakan dan Peresmian Tax Center Unswagati

Tidak ada komentar

Sabtu, 14 Desember 2013

Unswagati Cirebon, SetaraNews.com - Kemarin (12/12) Fakultas Ekonomi mengadakan seminar perpajakan yang bertemakan "Pajak Untuk Siapa" sekaligus peresmian dan launching  Tax center  bekerjasama dengan kementrian keuangan Republik Indonesia dan Direktorat Jendral Pajak Kanwil  DJP Jawa Barat II.

" Tujuan kerjasama dengan adanya Tax center ini karena Fakultas Ekonomi sangat membutuhkan wadah untuk mendorong dalam menyelenggarakan kegiatan pengkajian, penelitian, pelatihan, dan sosialisasi di perguruan tinggi dan juga menciptakan keharmonisasian antara perguruan tinggi dengan dirjen pajak dan selanjutnya mewujudkan kepedulian masyarakat khususnya di lingkungan perguruan tinggi dalam memenuhi hak dan kewajiban di bidang perpajakan." Ujar Moh. Yudi Mahadianto, SE.,MM selaku Wakil Dekan II Fakultas Ekonomi kepada SetaraNews.com setelah selesainya acara.

"Jangan sampai seorang mahasiswa tidak memahami masalah perpajakan apa lagi kuliahnya di Fakultas Ekonomi. Intinya ketika mahasiswa ekonomi khususnya Unswagati ketika mereka lulus sudah bisa dalam bidang pajak " Tambahnya

Acara yang dilangsungkan di Aula Grawidyasabha Kampus Utama Unswagati ini turut menghadirkan pemateri dari guru besar perpajakan Universitas Indonesia Prof. Dr. Rusdiana, M.Si dan Dr. Hj .Ida Rosnidah, SE., MM., Ak selaku Dekan Fakultas Ekonomi Unswagati.

Peserta pun menanggapi baik Peresmian Tax Center ini, "Sangat bagus karena membuka peluang untuk mahasiswa agar lebih mengenal tentang pajak dengan terjun langsung dan ikut serta dalam menyosialisasikan pajak." ungkap Rahmat salah satu peserta yang  juga mahasiswa Fakultas Ekonomi Unswagati

Unswagati merupakan salah satu dari 100 Perguruan Tinggi di Indonesia dan Empat Perguruan Tinggi di Jawa barat yang memiliki Tax Center.

 

SOFI Institut Deklarasikan HAM Ciayumajakuning

Tidak ada komentar

Rabu, 11 Desember 2013

Cirebon, SetaraNews.com - SOFI Institute yang merupakan kepanjangan dari Social Movement for Indonesia bersama mahasiswa Intitut Agama Islam Negeri Cirebon menggelar Orasi Luka dan mendeklarasikan HAM Ciayumajakuning dalam rangka memperingati hari hak asasi manusia pada Selasa malam (10/12).

Acara yang turut menghadirkan korban dari kejahatan tindak kekerasan hak asasi manusia ini diantaranya dari Ikatan Waria Cirebon, perwakilan dari Ahmadiyah, dan HDH.

Menurut Pingka dari perwakilan Ikatan Waria Cirebon, selama ini pemerintah kota Cirebon kurang memperhatikan nasib para waria yang selama ini hidup dan mencari nafkah di kota Cirebon. "Pemerintah tak pernah mempedulikan kami, mengasih pekerjaan kek, apa kek!" ujarnya dalam forum.

Dalam sesi penutupan, Royyan selaku anggota panitia Orasi Luka mendeklarasikan HAM Ciayumajakuning yang diikuti oleh berbagai komunitas di Cirebon. Deklarasi tersebut dilakukan dengan melakukan orasi bersama dan menandatangani spanduk peringatan hari hak asasi manusia, yang rencananya spanduk tersebut akan dikirimkan ke pemerintah daerah yang dinilai sudah tidak lagi menperhatikan nasib dari kaum minorotas.

 

 

 

Setelah 2 Tahun, Pendaftaran Presma Dibuka Kembali

Tidak ada komentar

Selasa, 10 Desember 2013

Unswagati Cirebon, SetaraNews.com - Hari ini Panitia Pemilihan Umum Mahasiswa (PPUM) Universitas Swadaya Gunung Jati mulai membuka pendaftaran partai yang akan mengusung calon presiden mahasiswa Unswagati dan wakilnya.

PPUM membuka stan pendaftaran hanya di Kampus Utama Unswagati, tepatnya di depan Koperasi Karyawan yang sekarang dijadikan tempat perkuliahan mahasiswa Fakultas Ekonomi. Stan ini dibuka hari ini(10/12) yang merupakan pertama kalinya dibuka dan akan ditutup pada hari Sabtu nanti (14/12), dibuka dari pagi hari pukul 08:00 hingga pukul 15:00 setiap harinya.

Sejauh ini masih belum ada partai yang mendaftar ke PPUM, "Sampai detik ini masih belum ada partai yang mendaftar, mungkin karena baru pertama dibuka. Sejauh ini sosialisasinya untuk tiap kampus dipasang Pamplet, setiap mading di; Kampus Satu, Kampus Dua, Kampus Tiga. Stan pendaftaran hanya dibuka di Kampus Satu." ujar Walidin (sekretaris PPUM).

Lebih lanjut dia menjelaskan untuk persyaratan dapat di lihat di pamflet yang tersedia, "Untuk lebih lengkapnya bisa di lihat di Pamplet yang dipasang di mading-mading kampus, yang jelas dalam struktural partai ini terdapat ketua,sekretaris, dan bendahara, dan jabatan stuktural ini tidak terlibat dalam jabatan strategis di organisasi internal kampus" tambahnya.

Setelah pendaftaran partai ini, agenda selanjutnya akan ada verivikasi yang akan di agendakan hari Senin (16/12) yang sekaligus akan ditetapkan pula calon presiden mahasiswa (presma) dan wakilnya yang sudah memenuhi syarat yang ditentukan. Namun jika ada partai yang lolos tetapi salah satu calon presma dan wakilnya tidak memenuhi kriteria maka akan dilakukan pendaftaran ulang pada hari Selasa (17/12).

Wakil Rektor III sendiri ketika dihubungi oleh SetaraNews menyatakan bahwa kegiatan ini diserahkan sepenuhnya kepada mahasiswa. Padahal, jika menilik dari proses pembentukan  PPUM, beberapa pihak menyayangkan adanya campur tangan pihak kampus dalam mendelegasikan mahasiswa yang menjadi PPUM.

"Saya disini sebagi fasilitator, untuk teknis dan lainnya diserahkan kembali ke mahasiswa (panitia), karena sistemnya dari mahasiswa, oleh mahasiswa dan untuk mahasiswa" tukasnya ketika di temui oleh setaranews.com di ruang Rektor ketika jam makan siang.

Menguak Zona Merah Pelanggaran HAM Ciayumajakuning

Tidak ada komentar
Cirebon, SetaraNews.com - Pada hari ini (10/12) bertepatan dengan HAM  10 Desember 2013 ini, SOFI Institute, Fatsoen, CSPC, DEMA ADDIN menyelenggarakan malam refleksi HAM  yang disebut "Orasi Luka" dengan tema 'Menguak Zona Merah HAM CIAYUMAJAKUNING' .

Kegiatan ini akan diselenggarakan malam nanti pukul 19.00-22.00 WIB bertempat di halaman Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon.

Bertepatan dengan peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) , wacana ini yang terus digulirkan dengan seiringnya terjadi kasus pelanggaran HAM yang kian berdesak dalam ingatan. Catatan HAM CIAYUMAJAKUNING (Cirebon, Indramayu), Majalengka, Kuningan) perlu direflesikan agar tak menguap dari kesadaran dan ingatan.

Acara ini disosialisasikan melalui pemanfaatan media sosial seperti Facebook, Twitter, serta mengundang secara langsung ke komunitas-komunitas yang ada di CIAYUMAJAKUNING.

"Bukan hanya orasi, tapi ada juga survey melalui pengisian pengalaman pelanggaran HAM yang pernah dialami para pengunjung yang datang ke acara ini, serta ada beberapa penampilan dari komunitas-komunitas seperti medan puisi dan lainnya, acara ini terbuka untuk umum jadi siapa saja boleh datang" ujarnya saat dikonfirmasi oleh Setaranews via seluler.
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews