Responsive Ad Slot

Bocoran Jadwal Kemah Kepemimpinan Tempo Institute

Tidak ada komentar

Jumat, 27 September 2013

Cirebon, SetaraNews.com - Berikut jadwal kemah menjadi Indonesia KEM Tempo 2013 yang menurut laman resmi Tempo Istitute akan diselenggarakan selama dua minggu dan  akan diikuti oleh para pemenang.

Setelah sebelumnya, SetaraNews mendapatkan bocoran soal daftar pemenang lomba Esai yang ternyata sudah diketahui sebelum jadwal resmi pengumuman pemenang di tanggal satu Oktober nanti. Namun, rupanya berdasarkan list daftar yang kami terima dari narasumber, jumlah pemenang bukanlah berjumlah 30 orang, melainkan bertambah menjadi 32 orang. (lihat beritanya disini)


Hari - Selasa, 15 oktober 2013

06.00 – 15.00 Kedatangan Peserta, pengarahan dan penjemputan

15.00 – 16.00 Registrasi ulang, pengumpulan berkas administrasi, sambutan singkat dan persiapan keberangkatan

16.00 – 19.00 Perjalanan Menuju Wisma Tempo Sinargalih (WTS), Bogor.

19.00 – 20.00 Koordinasi masuk penginapan

20.00 – 21.00 Pembukaan dan Perkenalan Awal

21.00 - ... Masuk Kamar – Istirahat

Hari - Rabu, 16 oktober 2013

07.00 – 09.00 Makan Pagi dan cek kesehatan

09.00 – 09.30 Kontrak Belajar

09.30 – 10.15 Perkenalan

10.15 – 10.30 Kudapan

10.30 – 11.30 Tes Pengenalan

11.30-12.00 Sesi 1: “Pembelajaran Orang Dewasa”

12.00 – 13.00 IshoMa

13.00 – 13.10 Penjelasan kelas pertunjukan

13.10-15.40 Sesi 2.1 : Pengenalan Diri I

15.40-16.00 IsShoMa

16.00-17.30 Sesi 2.1 : Pengenalan Diri II

19.00 – 19.30 Pertunjukan 1

19.30-20.30 Sesi 3: Mengenal Sharing & refleksi

20.30-21.30 Refleksi

21.30-22.00 Review & tugas esok hari.

22.00-..... Istirahat Malam

Hari - Kamis, 17 Oktober 2013

06.30-08.00 Waktu Pribadi (mandi, makan, dll)

08.00-10.00 Sesi 2.3: Pengenalan Diri III

10.00-10.30 Kudapan

10.30-12.00 Sesi 2.4: Pengenalan Diri IV

12.00-13.00 IsShoMa

13.00-13.10 Pertunjukan 2

13.10-15.30 Sesi 4: “ Babakan Sejarah Politik Indonesia”

15.30-16.00 IsShoMa

16.00-17.30 Sesi 5: “Menjadi Indonesia: dasar-dasar filosofis”

17.30-19.00 IsShoMa Waktu Pribadi

19.00 – 19.10 Pertunjukan 3

19.10-20.30 Sesi 6: “ Analisis Sosial ”

20.30-21.30 Sharing Harian

21.30-22.00 Refleksi Harian

22.00-22.30 Review & tugas esok hari.

22.30 - .... Istirahat Malam

Hari - Jumat, 18 Oktober 2013

05.30-06.30 Dinamika kelompok

06.30-08.00 Waktu Pribadi (mandi, makan, dll)

08.00-10.00 Sesi 7: Hak Asasi Manusia di Indonesia

10.00-11.30 Sesi 8: Pluralisme

11.00-13.00 IsShoMa

13.00-13.10 Pertunjukan 4

13.10-15.30 Sesi 9: Indonesia yang Anti-Korupsi

15.30-16.00 IsShoMa

16.00 – 17.30 Sesi 10: Gender dan gerakan perempuan

17.30-19.00 IsShoMa Waktu Pribadi

19.00-19.10 Pertunjukan 5

19.00-20.00 Sesi 11: “Analisa sosial sebuah rangkuman”

20.00-21.00 Sharing Harian

21.00-22.00 Refleksi Harian

22.00-22.30 Riview & tugas esok hari

22.30 Istirahat Malam

Hari Sabtu, 19 Oktober 2013

05.30-06.30 Dinamika kelompok

06.30-08.00 Waktu Pribadi (mandi, makan, dll)

08.00-10.00 Sesi 12: Kepemimpinan & Komunitas

10.00-10.30 Kudapan

10.30-12.00 Sesi 13: “ Lingkungan Hidup”

12.00-13.00 IsShoMa

13.00-13.10 Pertunjukan 6

13.10-15.30 Sesi 13: “ Komunikasi Dasar & presentasi”

15.30-16.00 IsShoMa

16.00-17.30 Sesi 14: “ Retorika:Asertive, debate, ”

17.30-19.00 IsShoMa Waktu Pribadi

19.00-19.10 Pertunjukan 7

19.10-20.30 Sesi 15: “ Presentasi “

20.30-21.30 Sharing Harian

21.30-22.00 Refleksi Harian

22.00-22.30 Review & tugas esok hari.

22.30 - ..... Istirahat Malam

Hari - Minggu, 20 Oktober 2013

06.30-08.00 Waktu Pribadi (mandi, makan, dll)

08.00-10.00 Sesi 16: Menetapkan Angle, Membuat Outline

10.00-10.30 Kudapan

10.30-12.00 Sesi 17: Penggalian Bahan

12.00-13.30 IsShoMa

13.30-15.30 Sesi 18.1: Praktek Jurnalistik

15.30-16.00 IsShoMa

16.00 – 17.30 Kopi indonesia

16.00-17.30 Sesi 18.2: Praktek Jurnalistik dan Penulisan

17.30-19.00 IsShoMa Waktu Pribadi

19.00-20.00 Sesi 19: Evaluasi Praktek Jurnalistik

20.00-21.00 Sharing Harian

21.00-21.30 Refleksi Harian

21.30-22.00 Review & tugas esok hari

22.00- ..... Istirahat Malam

Hari - Senin, 21 Oktober 2013

07.00 - .. Praktek Jurnalis Tempo

19.00 – 21.00 Mistery Guest

Hari - Selasa, 22 Oktober 2013

06.30-08.00 Waktu Pribadi(mandi, makan, dll)

08.00-10.00 Sesi 20: “How to Manage”

10.00-10.30 IsShoMa

10.30- 12.00 Sesi 21.1: Dinamika Tim I

12.00-13.30 IsShoMa

13.30-15.30 Sesi 21.2: Dinamika Tim II

15.30-16.00 IsShoMa

16.00-17.30 Sesi 21.3: Dinamika Tim III

17.30-19.00 IsShoMa Waktu Pribadi

19.00-19.10 Pertunjukan 8

19.00-20.30 Sesi 22: Team/TEAM

20.30-21.30 Sharing Harian

21.30-22.30 Refleksi Harian

22.30-23.00 Review & tugas esok hari.

23.00 - ...... Istirahat Malam

Hari - Rabu, 23 Oktober 2013

......... Pencarian data

10.30-12.00 Kajian tulisan 1

12.00-13.00 IsShoMa

13.00-15.30 Kajian tulisan 2

15.30-16.00 IsShoMa

16.00-17.30 Kajian tulisan 3

17.30-18.30 IsShoMa Waktu Pribadi

18.30-21.00 Kajian tulisan 4

21.00-22.00 Evaluasi

Hari - Kamis, 24 Oktober

06.30-08.00 Waktu Pribadi (mandi, makan, dll)

08.00-09.00 Dinamika Kelompok I

Hari - Jumat, 25 Oktober 2013

07.00 – 21.00 Dinamika Kelompok II

Hari - Sabtu, 26 Oktober 2013

07.00 – 21.00 Dinamika Kelompok III

Hari - Minggu, 27 Oktober

08.00 – 09.00 Persiapan Perjalanan ke Jakarta

09.00 - 16.00 Kunjungan I

16.00 - .... IsShoMa

Hari - Senin 28 Oktober 2013

08.00 – 21.00

Kunjungan II

Hari - Selasa, 29 Oktober 2013

08.00 – 21.00

Kunjungan III

Hari Rabu, 30 Oktober 2013

08.00 – 21.00

Malam Penganugerahan

Ini Bocoran Daftar Nama Pemenang Lomba Esai KEM Tempo 2013

Tidak ada komentar
SetaraNews.com – Jadwal pengumuman resmi belum tiba, namun ternyata secara diam-diam pemenang lomba essai KEM Tempo tahun 2013 diduga sudah diumumkan sebelum jadwal yng telah ditentukan.

Seperti yang dilihat dari laman resminya, pengumuman pemenang baru akan dilakukan pada tanggal 01 Oktober nanti. Namun, sejak satu minggu terakhir di bulan September rupanya dari pihak panitia telah rampung melakukan penjurian sehingga diperoleh nama -nama pemenang lomba esai KEM Tempo 2013.

Data ini kami peroleh dari salah satu narasumber SetaraNews. Namun berdasarkan data yang kami peroleh, rupanya bukan 30 orang seperti yang sebelumnya diumumkan di laman resmi Tempo Institute, tetapi bertambah menjadi 32 orang nama pemenang. Berikut nama-nama pemenang Lomba Esai 'Menjadi Indonesia' Tempo Institute 2013  yang nanti akan berhak mengikuti Kemah Kepemimpinan selama dua minggu :

Resensi Film 'Dead Poet’s Society'

Tidak ada komentar
Resensi Film - SetaraNews.com, Film ini menceritakan tentang seorang pengajar bahasa Inggris di sebuah sekolah  yang membuat perubahan dalam sistem atau metode pengajaran dan memberi inspirasi muridnya untuk selalu membuat perubahan dalam hidup mereka dan mengajak mereka tertarik puisi.

Film yang dirilis pada 2 Juni tahun 1989 di Amerika Serikat yaitu di Akademi Welton, merupakan sekolah yang terkenal dengan kedisiplinan yang tinggi dan menganut prinsip: tradisi, kehormatan, disiplin dan prestasi.

Film yang disutradarai oleh Peter Weir dan diproduksi oleh Steven Haft, Paul Junger Witt, Tony Thomas ini, menceritakan awal mula dari kisah kehidupan tujuh orang siswa yaitu : Neil, Todd, Knox, Charlie, Richard, Steven  dan Gerard yang dengan tidak nyaman dengan peraturan di sekolahnya tersebut. Tibalah seorang guru yang bernama John Keating, dia mengajar tentang sastra inggris.  Neil dan kawan-kawannya pun mendapatkan pengajaran yang berbeda dan unik dari sebelumnya. Di sini Neil dan kawan-kawan sangat tertarik dan nyaman karena jauh beda dengan apa yang seharusnya peraturan sekolah yang mengekang mereka untuk berkreatif.

Di dalam film yang berdurasi selama 123 menit ini Tom Schulman sebagai penulis menceritakan tentang persahabatan tujuh pemuda dalam menuntut ilmu, yang dibintangi Robin Williams, Robert Sean Leonard, Ethan Hawke, Josh Charles, Gale Hansen dan lainnya.

Mereka dibayang-bayangi paksaan orang tua mereka untuk menjadi sesuatu yang diinginkan orang tua mereka. Yang membuat mereka tidak bebas dalam menentukan masa depan mereka dan bebas untuk berkreasi untuk meluangkan bakat yang mereka miliki.

Setelah bertemu dengan John Keating dan mendapatkan pengajaran dari dia perlahan-lahan mereka menemukan dikit demi sedikit jati diri mereka yang seharusnya mereka dapatkan yang sebelumnya terbelenggu oleh perintah dari orang tua dan peraturan sekolah yang mereka anggep membebani para siswa. Salah satunya adalah Neil yang dipaksa oleh orang tuanya untuk menjadi dokter yang sebenarnya ingin menggeluti di dunia akting.

Suatu ketika Neil dan kawan-kawanya sedang mencari tau siapa sebenarnya guru baru mereka yang tidak sengaja menemukan sebuah buku atau catatan tua sekolah yang dimana berisi tentang sebuah klub yang dulu berada di sekolah mereka yang bernama Dead Poest Society dan salah satu yang punyanya adalah guru mereka John Keating. Klub yang di mana berisikan sekumpulan orang yang menggemari puisi, makanya saat mengajar pun Keating selalu memasukan kata-kata puitis dalam sistem pengajaran dan menyampaikanya kepada muridnya.

Seiring jalanya waktu sistem pengajaran yang dilakukan oleh Keating ini di ketahui oleh pihak sekolah dan menganggap sistem pengajaran yang dilakukannya tersebut tidak sama atau jauh dengan prinsip dan tujuan sekolah. Akhirnya Keating di pecat oleh pihak sekolah, apalagi setelah seorang muridnya Neil melakukan bunuh diri karena frustasi, keinginan atau cita-cita dia tidak direstui oleh ayahnya. Ini jugalah salah satu faktor John keating di pecat oleh pihak sekolah.

 

Ruang Sekretariat BEM Universitas Beralih Fungsi

Tidak ada komentar

Kamis, 26 September 2013

Unswagati Cirebon, SetaraNews.com –   Ruang Sekretariat Badan Eksekutif Mahasiswa Univesrsitas Swadaya Gunung Jati (BEM Unswagati) kini beralih fungsi menjadi ‘gudang’, hal  ini disebabkan karena kekosongan kekuasaan sehingga Ruang Sekretariat 'BEM Univ' Unswagati  tidak terurus.

Pemilihan Umum Presiden Mahasiswa (Pemilu Presma) yang terus diundur dan molor sejak bulan April 2013, sampai saat ini pun belum terdengar kabar kapan akan diselenggarakan Pemilihan Umum Presiden Mahasiswa.

“Saya kembali serahkan kepada DPMU, saya tidak bisa melangkahi wewenang DPMU, mereka yang harus giat. Untuk peraturan saya monitor terus.” ujar Drs. Amanan M.Si., sebagai Wakil Rektor III Unswagati ketika diwawancarai oleh SetaraNews di ruangannya (25/9).

Saat ini Kinerja presidium  Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas (DPMU) dipertanyakan, DPMU dinilai lamban oleh berbagai kalangan, sejak dilantiknya Prsidium DPMU bulan april lalu sampai sekarang belum mengeluarkan produk hukum dan menyelenggarakan Pemilihan Presiden Mahasiswa.

“Kinerja DPMU Presidum mengecewakan, buktinya sampai sekarang produk hukumnya gak ada, belum ada sosialisasinya,  pemilu raya juga belum diselenggarain.” Ujar WS, Mahasiswa Unswagati kepada SetaraNews ketika diwawancarai di halaman parkiran Kampus 1 Unswagati.

Kekosongan kekuasaan ini mengakibatkan dinamika organisasi di Unswagati menjadi tidak stabil, timbulnya  permasalahan – permasalahan  yang menimpa Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) terutama Lembaga Eksekutif baik itu di tingkat Fakultas maupun Universitas, hal ini terindikasi diakibatkan kekosongan kekuasaan di BEM Unswagati sebagai Lembaga Eksekutif tertinggi di tingkat Universitas.

Sebagai contoh, kejadian - kejadian yang terdapat pada saat  Masa Bimbingan Universitas Swadaya Gunung Jati (Mabim Unswagati), baik itu mabim Universitas maupun Mabim Fakultas seperti insiden nasi berulat, pungutan dadakan, pemukulan terhadap panitia dan insiden lainnya.

“Saya harap DPMU bisa cepat-cepat mengeluarkan produk hukum agar pemilu bisa cepat-cepat diselenggarakan.”  ujar Aji kepada SetaraNews ketika diwawancarai di kantin Kampus 2 Unswagati.

 

Pameran KLISE, dari Open Recruitment Hingga Workshop Fotografi

Tidak ada komentar
Unswagati Cirebon - Setaranews.com, Rabu(25/9) Kelompok Study Mahasiswa fotografi atau yang akrab disebut KLISE kembali mengadakan pameran foto. Berbeda dengan pameran dua hari lalu yang berlokasi di pelataran kampus satu Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati), kali ini KLISE memilih tempat di depan Fakultas Hukum Kampus tiga Unswagati sebagai lahan untuk memamerkan hasil jepretan foto para anggotanya.

Acara yang menampilkan 30 foto dari 25 fotografer ini bertujuan untuk mengenalkan komunitas fotografi yang bermarkas di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unswagati, sekaligus pula membuka pendaftaran bagi para mahasiswa Unswagati untuk bergabung menjadi anggota baru komunitas fotografer ini.

“Tujuanya buat ngenalin komunitas fotografi yang ada di fisip, juga untuk mengenalkan karya dari anak-anak klise.” Ujar Elsa Corentania selaku ketua pelaksana pameran tersebut.

Pameran yang di helat mulai pukul 09.00 WIB  ini juga bertujuan mengenalkan kamera lubang jarum sebagai sarana murah untuk menyalurkan minat pada fotografi. “sasaranya ke mahasiswa yang hobi fotografi, juga untuk mengenalkan kamera murah yaitu kamera lubang jarum.” Tambah Elsa

Selain pameran dan pembukaan anggota baru, komunitas yang berdiri tahun 2008 ini juga mengadakan workshop fotografi dengan pemateri Irfan Fazryansyah yang memaparkan seluk beluk tentang kamera lubang jarum.” Selain pameran, nanti siang juga ada workshop fotografi”. Ucap Aisyah salah satu anggota Klise sekaligus panitia pameran.

Rencananya Januari nanti Klise akan kembali mengadakan pameran pendidikan dasar dari angkatan enam, “Insya Allah Januari kita adakan lagi pameran diksar dari angkatan enam.” tutup Aisyah.       

 

BEM Faperta Adakan Bersih-bersih Sekretariat

Tidak ada komentar

Rabu, 25 September 2013

Unswagati Cirebon, Setara News.com - Pasca Pemilihan Umum (Pemilu) Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian (BEM Faperta) pada  (23/9) yang lalu, kandidat yang tepilih pagi ini langsung membersihkan Ruang Sekretariat  BEM Faperta (25/9).

“Untuk pengaktifan kembali kegiatan mahasiswa Fakutas Pertanian yang hampir satu tahun vacum dan jarang ada kegiatan untuk meramaikan kembali sekretariat ini dan memberikan dampak positif bagi mahasiswa pertanian.” ujar Ali Shidiq Fatha selaku ketua BEM Faperta terpilih ketika ditemui SetaraNews.

Tidak hanya  sekedar bersih-bersih ruang sekretariat, BEM Faperta juga membuka pendaftaran bagi mahasiswa pertanian yang ingin bergabung menjadi anggota .

“Pembersihan Sekretariat ini berpengaruh pada open recruitmentuntuk Mahasiswa baru faperta agar mereka tahu bahwa Ruang Sekretariatnya berada disini.” lanjut Ali shidiq Fatha kepada SetaraNews.

Bank Central Asia (BCA) Buka Beasiswa Hingga 1 Miliar

Tidak ada komentar
Jakarta - SetaraNews.com, Bank Central Asia baru-baru ini merilis pembukaan beasiswa untuk 60 mahasiswa berprestasi dalam situs resminya www.bcafinance.co.id/beasiswa yang dikutip hari ini (25/9). Program pemberian beasiswa tersebut merupakan bentuk kepedulian BCA Finance dalam proses mencerdaskan kehidupan bangsa.

Lebih lanjut beasiswa yang akan diberikan oleh pihak BCA pada tahun 2013 tersebut senilai Rp1.080.000.000,-. Mengenai pendaftarannya sendiri sudah mulai dibuka sejak tanggal 2 Setember 2013 yang lalu dan akan ditutup pada 30 September 2013. Pendaftaran hanya dapat dilakukan di situs resmi BCA, silahkan akses di http://www.bcafinance.co.id/beasiswa.

Rencananya dari sekian banyak pendaftar, akan diseleksi hingga 150 calon penerima beasiswa BCA yang akan diumumkan di situs resmi. Kemudian akan dilakukan proses tahapan verifikasi yang akhirnya akan dipilih 60 mahasiswa penerima beasiswa.

Tertarik dengan beasiswa yang ditawarkan oleh BCA Finance? Segera daftarkan diri Anda.

Aksi Refleksi Mahasiswa Pertanian

Tidak ada komentar
Cirebon, SetaraNews.com – Pagi (24/9) tadi Mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Pertanian Unswagati, menggelar Aksi Refleksi  Hari Tani Nasional di sekitaran Jalan Pemuda dan Bypass Kota Cirebon.

Mengacu pada Amanat Konstitusi sebagai landasan kebijakan politik agraria di Indonesia yang ada dalam  Undang-undang Dasar 1945 (UUD 45) Pasal 33 ayat 3  menegaskan Bumi, Air dan Kekayaan alam yang tergabung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar – besarnya kemakmuran Rakyat. UU Pokok Agraria tahun 1960 (UUPA 1960) dalam rangka melaksanakan amanat konsititusi UUD 1945 Pasal 3 ayat 3 merupakan dasar kebijakan mengatur penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan sumber daya alam. Namun pada realita yang ada dokumen berharga tersebut tidak bisa berbuat banyak demi kesejahteraan Rakyat.

Dalam konteks tersebut mahasiswa pertanian Unswagati bermaksud membangkitkan lagi gairah pertanian di Indonesia yang dulunya sangat mumpuni, selain itu mahasiswa pertanian juga ingin agar masyarakat juga ikut bergerak untuk membangkitkan lagi pertanian di Indonesia.

“Harapannya agar masyarakat sadar bahwa pertanian kita saat ini sangat memperhatikan, jika masyarakat tau akan kondisi pertanian kita saat ini masyarakat juga akan ikut bergerak mengembalikan kekuatan pertanian.” Ujar SP yang menjadi juru bicara aksi.

Aksi yang diikuti hampir seluruh mahasiswa pertanian ini juga menyambangi bulog sebagai badan yang terkait akan pertanian di Indonesia “ tadi kita juga ke Bulog dan ditanggapi dengan baik oleh pihak Bulog.” tambah SP.

Salah seorang peserta aksi menyebutkan bahwa mahasiswa harus lebih peka terhadap pertanian oleh karena itu mahasiswa juga harus  mengenal berapa  banyak tanah Indonesia yang dikuasai asing pada saat ini.

“Refleksi pertanian harus lebih peka, kita harus lebih mengenal lagi berapa persen tanah yang dimiliki oleh rakyat dan berapa persen tanah yang dikuasai oleh pihak asing.” ujar G S.

G S juga berharap agar UU Agraria dapat berfungsi sebagai mana mestinya. ”Kasus-kasus agraria yang sampai saat ini belum ada penyelesaiannya walaupun undang-undang agraria sudah menjadi payung hukum.” tambah G S

Selain menggelar aksi mahasiswa pertanian juga membagi-bagikan selebaran kepada masyarakat  agar dapat merefleksikan 'Hari Tani Nasional'.

Akhirnya Terpilih Pemimpin Baru di Faperta

Tidak ada komentar

Selasa, 24 September 2013

Unswagati Cirebon, SetaraNews.com - Sore tadi (23/9) Panitia Pemilhan Umum Fakultas Pertanian (PPUM Faperta) melakukan perhitungan suara di Ruang 22 Fakultas Pertanian. Dari hasil perhitungan tersebut, akhirnya terpilihlah pemimpin baru di jajaran organisasi kemahasiswaan di Fakultas Pertanian Universitas Swadaya Gunung Jati.


Perhitungan yang dilaksanakan sekitar pukul 16:30 WIB sampai dengan 18:00 WIB  ini berlangsung dengan baik dan mendapatkan tanggapan yang positif  dari pihak Fakultas. Dalam sesi perhitungan suara tersebut turut dihadiri oleh para kandidat, saksi, Kepala Urusan Kemahasiswaan (Kaur Kemahasiswaan) dan Wakil Dekan III (Wadek III).


“Saya lihat dari kandidat yang terpilih memenuhi syarat dilihat dari segi pengalaman organisasinya, harapannya bisa menjalankan program dengan baik, bisa jadi control social, mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dan bisa lebih interaktif lagi dengan masyarakat.” Ujar Dodi selaku Wakil Dekan III ketika diwawancarai oleh SetaraNews di tempat perhitungan suara.


Perhitungan selesai diselenggarakan, akhirnya terpilihlah Ali Sidqi dan Wakilnya Hesti sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian (BEM Faperta), Saeful sebagai Ketua Himpunan Profesi Mahasiswa Agroteknologi (Hipmagro), dan Ririn Rinanti sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Agribisnis (Hipmagri). Para Ketua yang terpilih ini ternyata mempunyai harapan tersendiri ketika mereka berhasil terpilih menjadi ketua.


“Harapan saya ketika terpilih gak muluk-muluk, cuman satu, yaitu bisa membawa  BEM Faperta Menjadi lebih baik lagi, dan bisa memberikan dampak yang positif baik itu untuk Fakultas maupun Mahasiswa.” tegas Ali Sidqi Selaku Ketua BEM Terpilih periode 2013-2014 kepada SetaraNews.


“Semoga saya dan teman-teman bisa mendapatkan pengalaman baru,, pelajaran baru, dan saya harap ilmu yang didapatkan bisa berguna untuk masyarakat.” Ujar Saeful Ketua Hipmagro yang baru kepada SetaraNews.


“Semoga ke depannya mahasiswa Hipmagro bisa lebih kompak, lebih solid lagi, dan semoga ke depannya Hipmagro bisa lebih baik lagi.” Ujarnya kepada SetaraNews.


Rencananya Panitia Pemilihan Umum Fakultas Pertanian (PPUM Faperta) akan menfasilitasi untuk  pelantikan para ketua yang terpilih pada hari Kamis tanggal 26 September 2013 di Aula Grahawidyasabha Kampus 1 Unswagati.

BBM Naik, Pemasukan Penjual Bensin Berkurang

Tidak ada komentar

Cirebon, SetaraNews.com - Pasca Pemerintah memberlakukan kebijakan menaikan harga Bahan Bakar Minyak  (BBM) beberapa bulan terahir. Kebijakan ini  berpengaruh hampir ke seluruh sektor, salah satunya berpengaruh  terhadap penjual bensin eceran.


Penjual bensin eceran yang merasa dirugikan akibat kebijakan tersebut, kebijakan yang diberlakukan pemerintah ini lagi-lagi dinilai tidak berpihak kepada masyarakat kecil  (masyarakat kelas menengah ke bawah).


“Bensin eceran yang saya jual jadi sepi mas, gak kaya biasanya, padahal pas BBM belum naik bensin bisa laku sampai 25 botol/hari, kalo sekarang mah ya paling 10 sampe 15 botol/hari, ditambah lagi bayar iuran Rp1.000,-  setiap belanja bensin, saya juga gak tau buat apa uangnya, seribu juga lumayan kan, saya cuman ngambil untung Rp500/botol.”  Keluh Faisal ketika diwanacarai oleh SetaraNews di lapaknya di daerah Babakan (23/9).


Salah satu alasan pemerintah memberlakukan kebijakan tersebut yaitu untuk menekan jumlah pemakaian terhadap BBM, pemerintah memprediksikan dengan menaikan harga BBM akan menekan jumlah pemakaian tehadap BBM. Ternyata perkiraan  tersebut meleset jauh dengan apa yang diperkirakan oleh Pemerintah, dikarenakan tidak ada alternatif lainnya.


“Walaupun BBM naik, mau gak mau saya tetap memakainya mas, mau gimana lagi, kalo gak ngisi Bensin ya saya gak bisa kemana-mana mas, soalnya gak ada kendaraan umum yang lewat ke daerah saya.” Ujar Wasnan  kepada SetaraNews Pasca Mengis BBM di SPBU Kudukeras (23/9).

Komunitas Rumah Kita Ajak Mahasiswa Unswagati Peduli Sesama

Tidak ada komentar
 Unswagati Cirebon - SetaraNews.com, Komunitas Rumah Kita (RK) ajak Mahasiswa Unswagati untuk peduli terhadap sesama.


Komunitas Rumah Kita merupakan komunitas yang bergerak pada bidang sosial, peduli terhadap orang-orang yang kurang beruntung seperti yatim-piatu, orang-orang jompo, orang-orang jalanan dan orang-orang yang membutuhkan lainnya.


Rumah Kita (RK) berdiri sejak tahun 2012 lalu. Sekretariatnya sendiri berada di Komplek Jembar Agung, blok 35 B Majasem, Kota Cirebon. Namun posko Rumah Kita berada di warung depan masjid Kampus 1 Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati). Anggota Rumah Kita (RK) sendiri mayoritas terdiri dari  Mahasiswa Unswagati.


"Ada pikiran daripada nongkrong ga jelas, mending kita lakuin hal yang lebih bermanfaat. Dan gak ada batasan, Rumah Kita (RK) buka pintu lebar-lebar bagi yang mau ikut gabung. Jumlah anggotanya sekarang ada sekitar 20 orang." Ujar Ares salah satu anggota Rumah Kita (RK) yang merupakan mahasiswa Unswagati saat  dihubungi  via telefon seluler oleh SetaraNews (23/9).


Kegiatan yang sudah dijalankan Rumah Kita (RK)  tidak hanya  di sekitar Kota Cirebon, ke daerah Kabupaten Bandung pun sudah pernah melaksanakan serangkaian kegiatan. Dana yang digunakan selain dari pihak anggota dan masyarakat sekitar, Rumah Kita (RK) juga memberikan pengajuan dana kepada orang-orang yang peduli terhadap sesama. Besar harapan Komunitas Rumah Kita untuk ke depannya masyarakat bisa lebih peduli terhadap lingkungan dan sesama.


"Untuk ke depannya saya berharap, semoga makin banyak orang yang peduli terhadap sesama, khususnya anak muda. Mudah-mudahan anak-anak muda Unswagati, atau anak muda lainnya punya jiwa sosial yang tinggi. Terus Rumah Kita (RK) ke depannya makin bisa eksis dalam membantu sesama, makin langgeng." pungkas Ares.

KLISE Adakan Pameran & Open Recruitment

Tidak ada komentar

Senin, 23 September 2013

Unswagati Cirebon – SetaraNews.com,  Senin (23/09) Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) KLISE mengadakan pameran dan open recruitment yang di mulai dari Senin 23 & 25 september, sekitar jam 09.00-16.00 WIB  tepatnya di Kampus 1 Unswagati.

Dalam acara tersebut terlihat begitu menarik dengan dipamerkannya hasil kreatifitas anak KLISE yang menyuguhkan berbagai foto-foto dalam bentuk bingkai.

"Untuk hari ini kita adakan di Kampus 1 dan hari rabu nanti rencananya di Kampus 3." tutur Elsa Corentania Putri mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Politik (FISIP) selaku ketua pelaksana kepada SetaraNews.

Selain di Unswagati, sebelumnya KLISE sudah pernah promosi hasil karyanya di berbagai tempat salah satunya di Kopi Tiam yang berada di Jalan Tujuh Pahlawan Revolusi (Tuparev) dalam rangka pameran sekaten.

Sampai saat ini KLISE sendiri  baru tergabung dari Fakultas Ekonomi, FISIP, dan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan(FKIP). "UKM ini berdiri pada tahun 2008." ujar Ayang Igio Fani salah satu panitia acara tersebut kepada SetaraNews.

Pihak KLISE masih membuka pendaftaran untuk mahasiswa yang ingin bergabung "Untuk open recruitment tidak dibatasi jumlahnya." ujar Ayang Igio Fani.

Dengan adanya acara ini panitia berharap bisa tetap eksis dalam bidang fotografi juga memunculkan generasi baru yang kreatif, "Semoga saja kami bisa menciptakan suatu gebrakan yang bisa mengangkat nama KLISE." tutur Elsa Corentania Putri.

Besok, Maperta Bakal Menggelar Aksi Memperingati Hari Tani Nasional

Tidak ada komentar
Unswagati Cirebon, SetaraNews.com – Siang ini Mahasiswa Pertanian yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa  Pertanian Unswagati Cirebon meminta  bantuan berupa sumbangan kepada Mahasiswa yang berada di Kampus 1 Unswagati.

Dana sumbangan yang terkumpul nantinya   akan dipergunakan untuk memprsiapkan perangkat  Aksi yang akan digunakan untuk menggelar serangkaian Aksi memperingati Hari Tani Nasional 24 September 2013.  Aksi ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas mahasiswa terhadap para Petani Indonesia khususnya daerah Cirebon, karena  lahan yang  mereka gunakan untuk mencari nafkah kian berkurang seiring dengan berkembangnya zaman dan teknologi seperti dewasa ini.

“Kita-kita akan melaksanakan aksi besok dari jam sepuluh pagi, sampai menjelang sore. Uang yang didapat dari hasil sumbangan Mahasiswa Unswagati yang berada di Kampus 1 sebagian digunakan untuk peralatan aksi kita, maklum kita-kita bukan dari Organisasi jadi gak punya dana hehe. Aksi akan di mulai dari kampus satu, lalu longmarch ke BULOG (Badan Urusan Logistik) untuk memberikan sedikit refleksi kepada pejabat yang ada di dalamnya, kemudian dilanjutkan ke RRI untuk melangsungkan on air, habis itu baru kembali ke kampus untuk mempertunjukan sedikit festival mengenai Hari Tani,  aksi ini sebagai bentuk solidaritas kami kepada petani yang ada di Indonesia, khususnya daerah kabupaten dan kota Cirebon yang lahannya semakin terkikis, dan beralih fungsi menjadi gedung-gedung yang menjulang tinggi.

Ujar Tri U Rubianto Ketua Solidaritas Mahasiswa Pertanian Unswagati kepada SetaraNews pasca meminta sumbangan kepada Mahasiswa yang berada di Kampus 1 Unswagati (23/9).

Aksi yang akan digelar besok pagi,  ternyata mendapat banyak dukungan dari Mahasiswa Unswagati, khusunya Mahasiswa Fakutas Pertanian (Faperta) itu sendiri yang terlihat semangat dan antusias untuk mengikuti serangkaian aksi tersebut.

“Ya semoga masyarakat bisa sadar, bisa mengetahui kondisi pertanian kita saat ini. Dimana banyak lahan-lahan petani kita yang diambil, dan beralih fungsi. Intinya aksi yang akan digelar besok ini bisa membuka pemikiran masyarakat dan membuka hati para pejabat yang ada di atas sana, agar mereka bisa berpihak kepada para petani.”

Ujar Supri, mahasiswa Fakultas Pertanian ketika diwawancarai oleh SetaraNews di kelas nya (23/9).

Mahasiswa Pertanian Tentukan Pemimpin, Ini Harapannya

Tidak ada komentar

Unswagati Cirebon, SetaraNews.com - Pagi ini (23/9) Mahasiswa Fakultas Pertanian (Faperta) menyelenggarakan Pemilihan Umum (Pemilu) ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM Faperta), Ketua Himpunan Mahasiswa Agroteknologi (Hipmagro)  dan Ketua Himpunan Mahasiswa Agribisnis (Hipmagri).


Pemilu yang diselenggarakan di depan kantor  BJB (Bank Jabar Banten) Kampus 1 Unswagati ini mendapatkan aspirasi dari mahasiswa Faperta yang terlihat cukup  antusias mengikuti proses berlangsungnya pemilu ini. Mahasiswa Faperta menaruh secercah harapan kepada siapa saja kandidat yang bakal terpilih nantinya.


”Mudah-mudahan  dengan terpilihnya pemimpin yang  baru ini bisa membawa Ormawa Faperta bisa menjadi lebih baik lagi ke depannya.” Ujar Ali Sodiqin, Mahasiswa Faperta ketika diwawancarai Oleh SetaraNews paska melakukan pencontrengan (23/9).


Pemilu yang difasilitasi oleh Panitia Pemilihan Umum Fakultas Pertanian (PPUM Faperta) sejauh ini masih terlihat  berjalan dengan baik. Tidak hanya mahasiswa yang menaruh harapan kepada calon pemimpin yang baru,  panitia pun menaruh harapan  kepada kandidat yang bakal terpilih.


”Semoga pemilu ini tetap berjalan dengan jujur, walaupun semuanya calon tunggal tapi  proses demokrasi harus tetap dijalankan, dan besar harapan saya kepada yang terpilih semoga bisa menjalankan tugas-tugasnya dengan optimal.” Ujar Reza Fauzi selaku Ketua PPUM Faperta kepada SetaraNews.

Mahfud Siddiq: Perlunya Peran Masyarakat Dalam Control Media

Tidak ada komentar
Cirebon - SetaraNews.com, Minggu (22/9) anggota Komunitas Blogger Cirebon; Agus Saefudin dan Santosa (Pimpinan Umum terpilih SetaraNews) menemui Mahfud Siddiq di Hotel Grage untuk membicarakan mengenai kondisi terkini objektivitas peran dan fungsi media elektronik terutama media penyiaran dalam memberikan tayangan yang sehat. Tayangan yang proporsional dan sesuai dengan kode etik jurnalistik beserta penerapan prosedur Komisi Penyiaran Indonesia yang merupakan lembaga pengawas penyiaran publik.

Menurutnya, kondisi saat ini Lembaga Penyiaran Swasta sudah bergeser dari perannya sebagai media milik publik. Sehingga diperlukan edukasi kepada masyarakat untuk mengawasi media baik skala nasional maupun lokal dalam penyiarannya terhadap masyarakat agar tetap netral dan objektif.

"Menghadapi pemilu 2014, media nasional dan lokal untuk saat sekarang sudah cukup bergeser dari peran yang semestinya. Maka dari itu diperlukan edukasi kepada masyarakat agar (objektivitas) media dapat dikembalikan sebagai mana mestinya (media yang sehat). Dan saya berharap masyarakat dapat berperan aktif, terutama warga Cirebon dalam melakukan control media. Contohnya dengan ikut memberi masukan dan laporan ke KPI." ujar Mahfud Siddiq.

Dari hasil diskusi antara rekan Blogger Cirebon dengan Drs. Mahfudz Siddiq, M.Si., yang saat ini masih menjabat sebagai Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang membidangi Komunikasi dan Informasi ini berharap Komunitas Blogger Cirebon dapat berperan aktif dalam kepedulian terhadap masyarakat, terutama masyarakat sewilayah III Cirebon dalam mengawasi kinerja dari media lokal dan nasional.

Harga Daging Ayam Melambung, Warga Babakan Resah

Tidak ada komentar

Minggu, 22 September 2013

Cirebon - SetaraNews.com, Dalam sepekan terakhir di minggu ketiga bulan September 2013, harga daging ayam di pasar tradisional Babakan Gebang terus merangkak naik.

Sepantauan SetaraNews, harga daging ayam naik mulai dari  harga Rp25.000, sampai sekitaran harga Rp35.000,- hingga Rp40.000,- / Kg.

Kenaikan ini terindikasi diakibatkan karena merosotnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS pada beberapa pekan terahir, yang mengakibatkan harga pakan ayam naik, sehingga berpengaruh terhadap harga daging ayam ketika dijual ke konsumen.

“Harga daging ayam di minggu-minggu ini naik sekitar Rp10.000,- samapai Rp15.000,- /kg. Saya jadi bingung mau menjual harga berapa, masalahnya konsumen suka pada rewel mas.” Ujar Warsito  seorang pedagang ayam ketika ditemui oleh SetaraNews di  lapaknya (22/9).

Tak cuma dikeluhkan oleh pedagang, kenaikan harga daging ayam ini juga membuat para konsumen mengeluh dan beralih mengkonsumsi ikan. Terutama warga Desa Babakan Gebang yang sangat  berharap harga daging ayam bisa kembali normal seperti semula.

”Harga daging ayam naiknya enggak kira-kira mas, jadi terpaksa saya membeli ikan, walaupun keluarga saya gak terlalu doyan ikan mas, saya berharap harga daging ayam segera turun.” Keluh ibu Ratih pada saat diwawancarai oleh SetaraNews di  pasar Babakan Gebang.
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews