Responsive Ad Slot

Lepas Mabim, Mahasiswa Baru Akan Ikuti Inagurasi

Tidak ada komentar

Sabtu, 31 Agustus 2013

Unswagati - SetaraNews.com, Setelah mengikuti masa bimbingan tingkat Universitas dan tingkat fakultas, sebanyak 2612  calon mahasiswa baru Universitas Swadaya Gunung Jati akan ikuti inagurasi sabtu (31/8) di kampus satu.

Acara ini merupakan penutup dari masa bimbingan mahasiswa baru (Mabim) tingkat universitas dan tingkat fakultas yang telah dilalui oleh calon mahasiswa dan calon mahasiswi.

"Kegiatan inagurasi merupakan rangkaian penutup kegiatan masa bimbingan calon mahasiswa atau boleh dibilang penyambutan mahasiswa baru, yang selanjutnya secara simbolis melalui pak Rektor (besok) akan memberikan penyematan jas Almamater dan Kartu Tanda Mahasiswa kepada perwakilan mahasiswa baru." ujar koordinator panitia acara, Aries kepada SetaraNews jumat (30/8).

Rencananya acara ini akan dimulai pukul 08:00 WIB hingga pukul 16:10, dalam acara ini juga turut dihadirkan bintang tamu dari Stand Up Comedy Cirebon dan CloseHead, beserta pentas seni dari lokal daerah seperti Tari Topeng dari Sekar Pandan dan diikuti dengan penampilan apresiasi unjuk gigi dari masing-masing mahasiswa baru dari berbagai fakultas.

 

Kini, Petani Indonesia Bisa Pantau Waktu Tanam Lewat SMS

Tidak ada komentar
Jakarta, SetaraNews.com - Kini, para petani dari seluruh Indonesia sudah bisa langsung menerima informasi waktu tanam, rekomendasi varietas, dan pemupukan sesuai dengan lokasi yang ingin mereka ketahui.

Langsung dari Genggaman

Sistem Informasi Kalender Tanam (Katam), Balitbang Pertanian Kementan RI telah mengeluarkan fasilitas teknologi informasi yang bukan hanya melalui web, melainkan melalui SMS (Short Message Service). bahkan, tak cuma lewat fasilitas SMS, ada aplikasi android yang dapat langsung diakses dalam rangka membantu pendistribusian informasi ke petani.

Melalui SMS, ntuk mengetahuinya petani cukup mengetik: <Waktu Tanam>spasi<(kecamatan,Kabupaten,Propinsi)>.

Sedangkan untuk mengetahui varietas, petani cukup mengetik salah satu komoditas yang diinginkan. Misalnya <(padi, jagung, kedelai)>spasi<(kecamatan,Kabupaten,Propinsi)>.

Contoh, misalkan untuk petani yang ingin mengetahui informasi waktu tanam rekomendasi varietas dan pemupukan di wilayah Kec. Gebang - Kab.Cirebon maka cukup mengetik : Waktu Tanam Gebang Cirebon. Setelah itu, SMS tersebut dikirimkan ke nomor 081235-65-1111. Dalam hitungan detik, kotak masuk telepon genggam petani akan langsung terisi informasi tanam yang tepat. Untuk biayanya, setiap kali mengirim SMS akan dikenakan Rp.150,-.

Selain SMS, petani yang sudah memiliki perangkat smartphone berbasis android Informasi Katam dapat diakses gratis melalui alamat: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.litbang.katamterpadu

Setelah di install, pengguna dapat langsung menggunakannya dengan memilih administrasi kecamatan, kemudian memilih komoditas (padi,jagung,kedelai), ketik pupuk (tunggal atau majemuk), dan klik varietas.

Informasi ini, didapatkan ketika menghadiri puncak acara kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) 2013 yang dibuka langsung oleh Presiden RI berikut Menteri Kabinet, Panglima TNI, Kapolri dan mantan Presiden RI ke 3, Prof Dr BJ Habibie di Sasana Langan Budaya, TMII Jakarta, Kamis (29/8)

Berharap  dari Unswagati

Teknologi berbasis mobile-phone ini hanya salah satu dari sekian banyak teknologi riset anak bangsa. Tak hanya lembaga riset, individu dan Perguruan Tinggi pun banyak yang berpartisipasi dalam acara ini. Mulai dari Mobil listrik, helm penyimpan tenaga surya, kompor berbahan bakar jelly, pesawat tanpa awak, roket, pompa air tanpa listrik, benih unggul hasil teknologi nuklir, pemurni air gambut menjadi layak minum, bibit kopi super, kopi rasa durian, software edukasi, games edukasi, metal ringan anti peluru, dsb.

Namun, sayang penulis tidak melihat booth yang memamerkan prakarya inovasi dari mahasiswa atau lembaga Unswagati di acara tersebut, mungkin nanti. Semoga.

 

Arti Warna di Lambang LPM Setara

Tidak ada komentar

Rabu, 28 Agustus 2013

Unswagati Cirebon, SetaraNews.com – Sejak kali pertama didirikan, pada tanggal 20 Mei 2010 lalu organisasi ini telah resmi memilih lambang organisasi yang terdiri dari tiga unsur warna ; hitam, merah dan putih.

Warna hitam adalah warna yang mampu menyerap semua cahaya dalam spektrum warna, independen. Mewakili orang yang menggeluti hal-hal menyenangkan dan menantang. Senang bekerja membantu orang lain karena dianggap suatu petualangan dan kebahagiaan bagi dirinya sendiri. Selain itu, juga jiwa yang sangat tahu apa kelebihan diri sehingga cenderung memiliki kepercayaan diri.

Sedangkan warna putih, melambangkan penciptaan kesederhanaan, organisasi dan efisiensi dari kekacauan, membersihkan jalan ke depan. Fitur dasar dari warna putih ini adalah kesetaraan, keadilan dan menyiratkan keberberpihakan (pada kejujuran) dan kesucian.

Terakhir, warna merah diartikan sebagai energi, gairah, action, kekuatan dan kegembiraan. Merah adalah warna yang kuat sekaligus hangat. Biasanya di gunakan untuk memberikan efek psikologi panas, berani, memimpin dan berkarakter kuat. Beberapa studi juga mengindentifikasi merah sebagai warna yang sexy. Didalam desain, warna merah sering digunakan sebagai aksen karena sifatnya yang kuat.

Tips Mencari Tempat Kost Yang Baik

Tidak ada komentar
Unswagati Cirebon, SetaraNews.com - Seperti menjadi ritual, tahun ajaran baru perkuliahan diwarnai “kerusuhan” para mahasiswa mencari kos-kosan. Apalagi untuk mahasiswa baru yang baru aja mendapat kebebasan dan tanggung jawab mengurus diri sendiri.

Mahasiswa baru biasanya bakal kebingungan mencari kosan yang kiranya murah dan nyaman. Kalau hal ini terjadi sama kamu, jangan lantas bingung dan pulang kampung karena gak jadi kuliah. Beberapa trik ini dapat membantu kamu untuk berburu kosan.

Cari Kosan Minimal 1 bulan Sebelum Perkuliahan di Mulai

Harus kamu ketahui setiap tahunnya akan banyak sekali mahasiswa baru dan lama yang mencari kos-kosan baru. Supaya bisa mendapatkan kosan berkualitas, bersiaplah mencari kos-kosan jauh-jauh hari. Minimal satu bulan sebelum perkuliahan dimulai. Jika sudah mendapatkan yang sesuai, kamu bisa kasih DP dulu ke ibu kosan sebesar 10% agar tidak diambil orang lain. Dengan begini, kamu bisa aman untuk mencari kosan yang lebih baik atau pulang ke kampung halaman terlebih dahulu.

Hunting Informasi Kosan

Cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai kos-kosan yang nyaman dan murah. Bisa dari saudara atau kakak kelas yang kuliah di tempat yang sama. Biasanya kos-kosan yang bagus dan murah berada di sekitar kampus. Untuk irit ongkos, kamu bisa mencari kos-kosanan di sekitar kampusmu. Di sini kamu harus pintar bersosialisasi dengan para pedagang sekitar. Tanya-tanya mengenai info kosan tersebut, seperti harganya, bagaimana lingkungannya, serta seperti apa ibu kosnya. Biasanya banyak pedagang sekitar yang jadi langganan anak kos-kosan sekitar sekaligus tempat curhatan. Di sini kamu bisa tahu kelas terbaik dari kosan-kosan yang menjadi incaranmu.

Perhatikan Situasi dan Lingkungan di Sekitar Kosan

Lingkungan dan kemanan menjadi faktor penting yang harus kamu perhatikan. Baik akses angkutan umum, warung makan hingga kemanan di lingkungan sekitar kos-kosan. Terkadang sebagai mahasiswa kamu akan berhadapan dengan situasi harus pulang malam. Bukan buat dugem lho, tapi mengerjakan tugas atau adanya aktivitas kampus lainnya. Di sinilah pentingnya lingkungan yang aman dari adanya ancaman kejahatan.

Hati-hati dengan Bapak Kosan Centil

Untuk para mahasiswi, kamu harus hati-hati. Ada baiknya kamu perhatikan juga gelagat dari bapak kosmu. Selain menghindari kemungkinan pemerkosaan atau pelecehan, kamu harus hindari omongan anak kosan lain serta kemarahan dari ibu kos.

Bandingkan Fasilitas dan Pengeluaran Tiap Kosan Dalam Satu Bulan

Akan lebih baik jika kamu mendatangi banyak kosan. Bandingkanlah harga dan fasilitas yang bisa kamu dapatkan dari beberapa kosan yang sudah kamu sambangin. Jangan terkecoh dengan harga yang diberikan. Kamu harus menghitung antara harga kamar dengan pengeluaran lain yang berhubungan dengan kosan kamu, seperti pembelian kasur, lemari, meja, dan berbagai barang lainnya. Akan lebih baik memilih kosan yang harganya lebih mahal, tapi kamu sudah tidak perlu membeli perlengkapan lain dibandingkan kosan yang murah tapi kasur dan lemari harus kamu persiapkan sendiri. Lihat juga apakah harga kosan itu sudah termasuk pembayaran air, listrik, uang sampah dan keamanan atau hanya pembayaran uang kamar saja. Lihat hitung-hitungan pengeluaranmu, dan pilih yang paling efektif.

Jadi dari sekarang kamu harus pintar-pintar mencari kos-kosan yang selain lingkungannya nyaman juga tidak membuat kamu mengeluarkan uang yang banyak. Nah, selamat hunting kos-kosan.

Mabim Fakultas Dimulai, Insiden Nasi Berulat Jangan Terulang Lagi

Tidak ada komentar

Unswagati Cirebon, SetaraNews.com - Hari ini  Rabu (28/8) Mabim Fakultas sudah mulai dilaksanakan, dan pelaksanaan Mabim Universitas tahun ini telah menyisakan cerita getir dan tragis, setidaknya bagi peserta sudah bisa lepas dari kemalangannya.


Terdapat banyak isu yang beredar di hari pertama Mabim Universitas, salah satunya masalah konsumsi. Sejak pelaksanaan Mabim Universitas hari pertama, ada mahasiswa yang mendapati ulat di dalam nasi bungkus yang diberikan oleh panitia. Untuk meluruskan, dan untuk lebih jelasnya SetaraNews menayakan kepada panita bagian konsumsi. Ternyata persoalan ulat dalam makanan peserta Mabim Universitas sudah diketahui oleh panitiannya sendiri.


”Kami hanya menyediakan konsumsi buat para panitia, untuk konsumsi peserta  Mabim Universitas kami tidak tahu menahu,  silahkan tanya ke kang Arif sebagai ketua pelaksananya.” ujar Cecep salah satu angota panitia bagian konsumsi.


Pernyataan angota panitia seksi konsumsi itu diakui sendiri oleh ketua pelaksana Mabim Universitas, M Arief mahasiswa Fakultas Hukum.


”Kordinator bagian konsumis tidak bisa datang dua hari terahir, jadi saya berinisiatif sendiri beserta kordinator untuk mencari catering, MoU nya juga ada.”


“yang di nasi bungkus itu bukan belatung tapi ulet tua, dan nanti di-LPJ juga saya siap.” Pungkasnya.

Kisruh Mabim Universitas

Tidak ada komentar

Selasa, 27 Agustus 2013

Unswagati - SetaraNews.com, (26/8) Pungutan dadakan yang dilakukan oleh Panitia Masa Bimbingan Universitas (Mabim Universitas) sebesar Rp 60.000,-  menuai banyak komentar dari berbagai pihak.


Rinciannya yaitu Rp 40.000,- (Rp 38.000,- yang akan dipakai dan sisa Rp 2000,- akan dikembalikan oleh Kopma) untuk perlengkapan calon mahasiswa (cama) yang difasilitasi oleh Koperasi Mahasiswa selama dua hari dan Rp 20.000,- untuk Konsumsi/catering yang difasilitasi panitia Mabim Universitas selama dua hari.


Dari alokasi dana untuk perlengkapan cama yang difasilitasi Kopma didalamnya terdapat rincian yang salah satunya adalah ‘BOP’, para cama tidak mengerti dan mengetahui apa itu ‘BOP’. “BOP itu biaya operasional, seperti plastik yang digunakan untuk membungkus, makan, ya biaya lelah kita.” Ujar Tendi salah satu anggota Kopma.


Wakil Rektor III Terkesan Tak Peka Situasi


Kebijakan yang dilakukan panitia untuk pungutan dadakan sebesar Rp 60.000,-  kemarin ternyata atas sepengetahuan Wakil Rektor III, namun sayangnya hanya sebatas mengarahkan bahkan terkesan membiarkan. Tanpa tahu situasi yang terjadi sebenarnya dilapangan dan menimpa mahasiswa baru.


Saat dikonfirmasi SetaraNews pada hari Senin (26/8) di kantornya. Ia menjawab “Saya hanya mengarahkan panitia, sedangkan yang Rp 60.000 itu saya baru tahu saat SetaraNews menelepon saya.”


Sebelumnya pada hari Minggu (25/6), SetaraNews menelepon Wakil Rektor III untuk mengkonfirmasi perihal uang pungutan dadakan tersebut, dan  pihak dari Warek III mengaku tidak mengetahuinya. “Wah saya juga baru tahu, baru dengar.” ujarnya.


Anggota Kopma, Tendi menuturkan kepada SetaraNews minggu (25/6) bahwa, ”Kami tidak sembarangan melakukan perjanjian ini, ada MOU dan ditandatangani oleh Warek III pada hari Jumat (23/6).” tandasnya.


Kopma Hanya Menerima 40 ribu Dari Panitia, Bukan 60 ribu


Saat dikonfirmasi soal pungutan Rp. 60 ribu, tendi menyatakan bahwa dirinya tidak tahu menahu soal pungutan itu karena perjanjian sebenarnya bukanlah Rp. 60 ribu seperti yang dilakukan oleh panitia ke peserta, melainkan Rp. 40 ribu, jadi ada selisih Rp.20 ribu.


“Pada perjanjian awal hanya sebesar Rp 40.000. Kami juga kaget ada tambahan Rp20.000 buat catering, karna tahun-tahun sebelumnya tidak ada.” Ujar tendi menjelaskan ia sendiri tidak mengetahui nominal sebanyak Rp. 20.000 –nya akan digunakan untuk apa oleh panitia.


Kejam! Peserta Mabim Tahun Ini Diberikan Nasi yang Sudah Berulat


Tidak cuma soal selisih uang, namun ternyata persoalan yang lebih melanggar hak kemanusiaan pun muncul ke acara Mabim Universitas ini. Pada hari pertama pelaksanaan Mabim Universitas yang bertempat di Hotel Jamrud, ada cama yang mengeluh atas konsumsi yang diberikan panitia. “Masa saya dapat nasi bungkus, sedangkan banyak yang mendapatkan nasi kotak.” Ujar Ajie cama dari Fakultas Pertanian.


Bahkan, yang paling miris  ada mahasiswa yang tidak mau makan lantaran mendapati ulat di dalam nasi bungkus yang diberikan oleh panitia.


Tidak hanya dari cama yang mengeluh, dari panitia pendamping gugus pun mengeluh.”Makanan datangnya telat, anak-anak baru pada makan, terus kordinasi dari atas itu kurang” ujar Bagus salah satu panitia pendamping gugus Mabim Universitas.


”Ada belatung di nasi bungkus, jadi enggak di makan” ujar Abdurahman salah satu cama, akibatnya ia terpaksa tak makan hingga Mabim hari itu usai lantaran tak mau memakan nasi pemberian panitia yang berulat.

1201 Mahasiswa PPL Kependidikan Dilepas Unswagati

Tidak ada komentar
Unswagati - SetaraNews.com, Universitas Swadaya Gunung Jati melepas mahasiswa Praktikan Pengenalan Lapangan  (PPL)  sebanyak 1201 mahasiswa di kampus dua. Pelepasan ini  dipimpin langsung Rektor Unswagati, Dr. H. Dzakaria Machmud SE., SH., MSi., dan turut dihadiri oleh beberapa jajaran Unswagati beserta para dosen pembimbing praktikan pada senin (26/8).

Disela-sela acara, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prof Abdul Rojak MPd dalam sambutannya menuturkan bahwa, "Melalui kegiatan PPL mahasiswa akan mempertanggungjawabkan kompetensinya."

Dijelaskan lebih lanjut, mahasiswa Unswagati yang akan mengikuti PPL akan ditempatkan pada 91 sekolah baik di wilayah Kabupaten dan Kota Cirebon dan akan dibimbing oleh 91 dosen. Mahasiswa dari FKIP yang mengikuti PPL dari empat jurusan yakni dari jurusan Pendidikan Bahasa Inggris sebanyak 435 mahasiswa, Pendidikan Matematika sebanyak 357, Pendidikan Ekonomi dan Akuntansi sebanyak 216, dan dari Pendidikan Bahasa Indonesia sebanyak 193.

Sebelum melepas mahasiswa praktikan, Rektor Unswagati menyoroti tentang keadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada saat-saat sekarang. Situasi perekonomian dalam skala makro mulai menunjukkan beberapa tanda-tanda, seperti menurunnya jumlah devisa negara kita yang semula 125 Miliar U$D, kini hanya tersisa 85 Miliar U$D. Belum lagi situasi kemiskinan di Indonesia, 58% penduduk miskin berada di wilayah pedesaan menurut data Badan Statistik. Sementara data di Bank Indonesia, perputaran uang di Indonesia 75% berpusat di Jakarta. Belum lagi 1500 triliun dari APBN, rawan terindikasi korupsi.

Rektor berharap, agar calon pengajar lulusan Unswagati bukan hanya dapat bekerja secara profesional tetapi juga dapat bekerja secara jujur. Karena kejujuran merupakan bagian penting dalam pokok kurikulum kita yang berbasis karakter bangsa.

 

LPM Setara Gelar Pemilihan Ketua Umum Baru

Tidak ada komentar

Senin, 26 Agustus 2013

Unswagati - Setaranews.com, Setelah tiga tahun berdiri Lembaga Pers Mahasiswa Semua Tentang Rakyat (LPM SETARA) Universitas Swadaya GunungJati (Unswagati) melaksanakan pemilihan ketua umum ke dua sepanjang sejarah pembentukan.

Dari delapan bakal calon yang diajukan mengerucut pada dua nama kandidat terkuat, yaitu Santosa dari Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Ekonomi dan Akuntansi semester tujuh dan Putu Eka Teguh Prasetya dari Fakultas Hukum semester tujuh. Pemilihan yang berlangsung secara demokratis ini dimenangkan Santosa dengan selisih empat suara.

Santosa sendiri yang sebelumnya menjabat sebagai redaktur Setaranews.com mengaku senang akan hasil dari pemilhan ini, menurutnya membuat skuad dari LPM Setara lebih solid menjadi program  kerja utama ia selama satu periode ke depan.

Selain itu mahasiswa tingkat akhir ini juga menginginkan LPM Setara mampu menyerap segala potensi yang ada di kota maupun daerah-daerah sekitar Cirebon agar segala potensi yang semestinya mampu terpublikasikan dapat tersiarkan di masyarakat. “Saya ingin segala potensi dari Cirebon maupun daerah sekitar Cirebon seperti Kuningan, Majalengka ataupun Indramayu dapat kita angkat.” kata Santosa saat diminta menyampaikan visi dan misinya.

Santosa menjadi ketua LPM kedua menggantikan Kurniawan T. Arief yang sebelumnya menjadi ketua umum LPM Setara pertama. Santosa akan menjabat sebagai ketua umum LPM selama satu periode 2013-2014.

 

 

Ada Pungutan Dadakan di Mabim Universitas

Tidak ada komentar

Minggu, 25 Agustus 2013

Unswagati - SetaraNews.com, Panitia Masa Mabim (masa awal bimbingan mahasiswa) tingkat Universitas yang dijadwalkan digelar pada hari Senin hingga Selasa (26-27/8) mendadak memungut uang kepada calon mahasiswa baru sebesar Rp60.000, dengan alasan untuk mengganti biaya konsumsi.

Beberapa calon mahasiswa baru terlihat merasa keberatan mengenai pemungutan ini, “Pemberitahuan soal pungutan ini dadakan, ya mungkin orang tuanya ada yang enggak percaya sama anaknya. Kalau bisa mah ada surat dan keperluan rincian, agar orang tua kami tahu.” ujar Faiz (calon mahasiswa baru) kepada SetaraNews pada Sabtu siang  (24/8).

“Saya baru tahu soal itu sekarang. Rp60.000,- bagi saya terlalu membebani, karena  anak-anak kebanyakan engga bawa uang lebih. Saya diberitahu bahwa uang itu nantinya sebanyak Rp20.000,- digunakan untuk catering makan konsumsi , sedangkan yang Rp40.000,-nya  buat kelompok pas hari terakhir.” menurut pengakuan Bambang  (calon mahasiswa baru).

Bukan saja calon mahasiswa baru. Bahkan, sebagian panitia  ketika dikonfirmasi belum mengetahui tentang kebijakan baru ini.

Padahal, pihak Universitas pada setiap penyelenggaraan Mabim di Kampusnya berkewajiban menyediakan fasilitas penunjang pelaksanaan kegiatan masa pengenalan kampus (termasuk konsumsi). Lagi ketika dikonfirmasi, bahkan dari panitia bagian kedisiplinan sendiri masih belum mengetahui adanya pungutan biaya Rp60.000,- ini.

Menurut dari pengakuan salah satu panitia anggota Mabim Universitas, M. Abdul Hakim “Saya baru tahu soal itu hari ini. mengetahuinya juga dari panitia lain. Hari kedua sebanyak Rp20.000,- itu akan digunakan untuk membeli barang dari koperasi mahasiswa (Kopma). Sedangkan paket makan hari ke dua itu totalnya Rp60.000,-”

Belajar dari pengalaman pelaksanaan Mabim Universitas tahun 2011, sempat terjadi kehebohan di kampus karena kedapatan fakta bahwa ada selisih antara uang yang diminta oleh panitia ke peserta Mabim dengan harga yang dijual oleh Koperasi Mahasiswa. Keganjilan ini, diperparah dengan tidak adanya transparansi panitia Mabim Universitas ketika itu dengan alasan sedang tidak adanya kepengurusan BEM yang aktif (ketika Mabim 2011 pemerintahan mahasiswa dipegang oleh presidium) sehingga laporan pertanggung jawaban kegiatan pun tak banyak yang mengetahui kemana alur rimbanya.

Situasi yang sama kembali terjadi di tahun ini. Pemilihan Presiden Mahasiswa yang terus menerus diundur dan molor sejak bulan April 2013, membuat pelaksanaan Mabim Universitas tahun ini dilaksanakan oleh presidium yang memakai DPM Universitas. "Padahal, fungsi DPMU itu bukan sebagai pelaksana Mabim ataupun sebagai inisiatornya. DPMU itu legislator, MPR/DPRnya mahasiswa. Pemahaman mereka salah kaprah. " ujar Kurniawan T Arief, ketua Umum LPM Setara.

"Jangan sampai seperti aji mumpung. Para mahasiswa juga harus menuntut transparansi anggaran Mabim agar penyalahgunaan wewenang oleh panitia Mabim tidak terjadi. Ini bentuk antisipasi terhadap perilaku-perilaku korup yang dilakukan oleh Mahasiswa di lingkungan Kampus. " ujarnya.

 
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews