Lepas Mabim, Mahasiswa Baru Akan Ikuti Inagurasi

Tidak ada komentar

Sabtu, 31 Agustus 2013

Unswagati - SetaraNews.com, Setelah mengikuti masa bimbingan tingkat Universitas dan tingkat fakultas, sebanyak 2612  calon mahasiswa baru Universitas Swadaya Gunung Jati akan ikuti inagurasi sabtu (31/8) di kampus satu.

Acara ini merupakan penutup dari masa bimbingan mahasiswa baru (Mabim) tingkat universitas dan tingkat fakultas yang telah dilalui oleh calon mahasiswa dan calon mahasiswi.

"Kegiatan inagurasi merupakan rangkaian penutup kegiatan masa bimbingan calon mahasiswa atau boleh dibilang penyambutan mahasiswa baru, yang selanjutnya secara simbolis melalui pak Rektor (besok) akan memberikan penyematan jas Almamater dan Kartu Tanda Mahasiswa kepada perwakilan mahasiswa baru." ujar koordinator panitia acara, Aries kepada SetaraNews jumat (30/8).

Rencananya acara ini akan dimulai pukul 08:00 WIB hingga pukul 16:10, dalam acara ini juga turut dihadirkan bintang tamu dari Stand Up Comedy Cirebon dan CloseHead, beserta pentas seni dari lokal daerah seperti Tari Topeng dari Sekar Pandan dan diikuti dengan penampilan apresiasi unjuk gigi dari masing-masing mahasiswa baru dari berbagai fakultas.

 

Kini, Petani Indonesia Bisa Pantau Waktu Tanam Lewat SMS

Tidak ada komentar
Jakarta, SetaraNews.com - Kini, para petani dari seluruh Indonesia sudah bisa langsung menerima informasi waktu tanam, rekomendasi varietas, dan pemupukan sesuai dengan lokasi yang ingin mereka ketahui.

Langsung dari Genggaman

Sistem Informasi Kalender Tanam (Katam), Balitbang Pertanian Kementan RI telah mengeluarkan fasilitas teknologi informasi yang bukan hanya melalui web, melainkan melalui SMS (Short Message Service). bahkan, tak cuma lewat fasilitas SMS, ada aplikasi android yang dapat langsung diakses dalam rangka membantu pendistribusian informasi ke petani.

Melalui SMS, ntuk mengetahuinya petani cukup mengetik: <Waktu Tanam>spasi<(kecamatan,Kabupaten,Propinsi)>.

Sedangkan untuk mengetahui varietas, petani cukup mengetik salah satu komoditas yang diinginkan. Misalnya <(padi, jagung, kedelai)>spasi<(kecamatan,Kabupaten,Propinsi)>.

Contoh, misalkan untuk petani yang ingin mengetahui informasi waktu tanam rekomendasi varietas dan pemupukan di wilayah Kec. Gebang - Kab.Cirebon maka cukup mengetik : Waktu Tanam Gebang Cirebon. Setelah itu, SMS tersebut dikirimkan ke nomor 081235-65-1111. Dalam hitungan detik, kotak masuk telepon genggam petani akan langsung terisi informasi tanam yang tepat. Untuk biayanya, setiap kali mengirim SMS akan dikenakan Rp.150,-.

Selain SMS, petani yang sudah memiliki perangkat smartphone berbasis android Informasi Katam dapat diakses gratis melalui alamat: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.litbang.katamterpadu

Setelah di install, pengguna dapat langsung menggunakannya dengan memilih administrasi kecamatan, kemudian memilih komoditas (padi,jagung,kedelai), ketik pupuk (tunggal atau majemuk), dan klik varietas.

Informasi ini, didapatkan ketika menghadiri puncak acara kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) 2013 yang dibuka langsung oleh Presiden RI berikut Menteri Kabinet, Panglima TNI, Kapolri dan mantan Presiden RI ke 3, Prof Dr BJ Habibie di Sasana Langan Budaya, TMII Jakarta, Kamis (29/8)

Berharap  dari Unswagati

Teknologi berbasis mobile-phone ini hanya salah satu dari sekian banyak teknologi riset anak bangsa. Tak hanya lembaga riset, individu dan Perguruan Tinggi pun banyak yang berpartisipasi dalam acara ini. Mulai dari Mobil listrik, helm penyimpan tenaga surya, kompor berbahan bakar jelly, pesawat tanpa awak, roket, pompa air tanpa listrik, benih unggul hasil teknologi nuklir, pemurni air gambut menjadi layak minum, bibit kopi super, kopi rasa durian, software edukasi, games edukasi, metal ringan anti peluru, dsb.

Namun, sayang penulis tidak melihat booth yang memamerkan prakarya inovasi dari mahasiswa atau lembaga Unswagati di acara tersebut, mungkin nanti. Semoga.

 

Arti Warna di Lambang LPM Setara

Tidak ada komentar

Rabu, 28 Agustus 2013

Unswagati Cirebon, SetaraNews.com – Sejak kali pertama didirikan, pada tanggal 20 Mei 2010 lalu organisasi ini telah resmi memilih lambang organisasi yang terdiri dari tiga unsur warna ; hitam, merah dan putih.

Warna hitam adalah warna yang mampu menyerap semua cahaya dalam spektrum warna, independen. Mewakili orang yang menggeluti hal-hal menyenangkan dan menantang. Senang bekerja membantu orang lain karena dianggap suatu petualangan dan kebahagiaan bagi dirinya sendiri. Selain itu, juga jiwa yang sangat tahu apa kelebihan diri sehingga cenderung memiliki kepercayaan diri.

Sedangkan warna putih, melambangkan penciptaan kesederhanaan, organisasi dan efisiensi dari kekacauan, membersihkan jalan ke depan. Fitur dasar dari warna putih ini adalah kesetaraan, keadilan dan menyiratkan keberberpihakan (pada kejujuran) dan kesucian.

Terakhir, warna merah diartikan sebagai energi, gairah, action, kekuatan dan kegembiraan. Merah adalah warna yang kuat sekaligus hangat. Biasanya di gunakan untuk memberikan efek psikologi panas, berani, memimpin dan berkarakter kuat. Beberapa studi juga mengindentifikasi merah sebagai warna yang sexy. Didalam desain, warna merah sering digunakan sebagai aksen karena sifatnya yang kuat.

Tips Mencari Tempat Kost Yang Baik

Tidak ada komentar
Unswagati Cirebon, SetaraNews.com - Seperti menjadi ritual, tahun ajaran baru perkuliahan diwarnai “kerusuhan” para mahasiswa mencari kos-kosan. Apalagi untuk mahasiswa baru yang baru aja mendapat kebebasan dan tanggung jawab mengurus diri sendiri.

Mahasiswa baru biasanya bakal kebingungan mencari kosan yang kiranya murah dan nyaman. Kalau hal ini terjadi sama kamu, jangan lantas bingung dan pulang kampung karena gak jadi kuliah. Beberapa trik ini dapat membantu kamu untuk berburu kosan.

Cari Kosan Minimal 1 bulan Sebelum Perkuliahan di Mulai

Harus kamu ketahui setiap tahunnya akan banyak sekali mahasiswa baru dan lama yang mencari kos-kosan baru. Supaya bisa mendapatkan kosan berkualitas, bersiaplah mencari kos-kosan jauh-jauh hari. Minimal satu bulan sebelum perkuliahan dimulai. Jika sudah mendapatkan yang sesuai, kamu bisa kasih DP dulu ke ibu kosan sebesar 10% agar tidak diambil orang lain. Dengan begini, kamu bisa aman untuk mencari kosan yang lebih baik atau pulang ke kampung halaman terlebih dahulu.

Hunting Informasi Kosan

Cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai kos-kosan yang nyaman dan murah. Bisa dari saudara atau kakak kelas yang kuliah di tempat yang sama. Biasanya kos-kosan yang bagus dan murah berada di sekitar kampus. Untuk irit ongkos, kamu bisa mencari kos-kosanan di sekitar kampusmu. Di sini kamu harus pintar bersosialisasi dengan para pedagang sekitar. Tanya-tanya mengenai info kosan tersebut, seperti harganya, bagaimana lingkungannya, serta seperti apa ibu kosnya. Biasanya banyak pedagang sekitar yang jadi langganan anak kos-kosan sekitar sekaligus tempat curhatan. Di sini kamu bisa tahu kelas terbaik dari kosan-kosan yang menjadi incaranmu.

Perhatikan Situasi dan Lingkungan di Sekitar Kosan

Lingkungan dan kemanan menjadi faktor penting yang harus kamu perhatikan. Baik akses angkutan umum, warung makan hingga kemanan di lingkungan sekitar kos-kosan. Terkadang sebagai mahasiswa kamu akan berhadapan dengan situasi harus pulang malam. Bukan buat dugem lho, tapi mengerjakan tugas atau adanya aktivitas kampus lainnya. Di sinilah pentingnya lingkungan yang aman dari adanya ancaman kejahatan.

Hati-hati dengan Bapak Kosan Centil

Untuk para mahasiswi, kamu harus hati-hati. Ada baiknya kamu perhatikan juga gelagat dari bapak kosmu. Selain menghindari kemungkinan pemerkosaan atau pelecehan, kamu harus hindari omongan anak kosan lain serta kemarahan dari ibu kos.

Bandingkan Fasilitas dan Pengeluaran Tiap Kosan Dalam Satu Bulan

Akan lebih baik jika kamu mendatangi banyak kosan. Bandingkanlah harga dan fasilitas yang bisa kamu dapatkan dari beberapa kosan yang sudah kamu sambangin. Jangan terkecoh dengan harga yang diberikan. Kamu harus menghitung antara harga kamar dengan pengeluaran lain yang berhubungan dengan kosan kamu, seperti pembelian kasur, lemari, meja, dan berbagai barang lainnya. Akan lebih baik memilih kosan yang harganya lebih mahal, tapi kamu sudah tidak perlu membeli perlengkapan lain dibandingkan kosan yang murah tapi kasur dan lemari harus kamu persiapkan sendiri. Lihat juga apakah harga kosan itu sudah termasuk pembayaran air, listrik, uang sampah dan keamanan atau hanya pembayaran uang kamar saja. Lihat hitung-hitungan pengeluaranmu, dan pilih yang paling efektif.

Jadi dari sekarang kamu harus pintar-pintar mencari kos-kosan yang selain lingkungannya nyaman juga tidak membuat kamu mengeluarkan uang yang banyak. Nah, selamat hunting kos-kosan.

Mabim Fakultas Dimulai, Insiden Nasi Berulat Jangan Terulang Lagi

Tidak ada komentar

Unswagati Cirebon, SetaraNews.com - Hari ini  Rabu (28/8) Mabim Fakultas sudah mulai dilaksanakan, dan pelaksanaan Mabim Universitas tahun ini telah menyisakan cerita getir dan tragis, setidaknya bagi peserta sudah bisa lepas dari kemalangannya.


Terdapat banyak isu yang beredar di hari pertama Mabim Universitas, salah satunya masalah konsumsi. Sejak pelaksanaan Mabim Universitas hari pertama, ada mahasiswa yang mendapati ulat di dalam nasi bungkus yang diberikan oleh panitia. Untuk meluruskan, dan untuk lebih jelasnya SetaraNews menayakan kepada panita bagian konsumsi. Ternyata persoalan ulat dalam makanan peserta Mabim Universitas sudah diketahui oleh panitiannya sendiri.


”Kami hanya menyediakan konsumsi buat para panitia, untuk konsumsi peserta  Mabim Universitas kami tidak tahu menahu,  silahkan tanya ke kang Arif sebagai ketua pelaksananya.” ujar Cecep salah satu angota panitia bagian konsumsi.


Pernyataan angota panitia seksi konsumsi itu diakui sendiri oleh ketua pelaksana Mabim Universitas, M Arief mahasiswa Fakultas Hukum.


”Kordinator bagian konsumis tidak bisa datang dua hari terahir, jadi saya berinisiatif sendiri beserta kordinator untuk mencari catering, MoU nya juga ada.”


“yang di nasi bungkus itu bukan belatung tapi ulet tua, dan nanti di-LPJ juga saya siap.” Pungkasnya.

Kisruh Mabim Universitas

Tidak ada komentar

Selasa, 27 Agustus 2013

Unswagati - SetaraNews.com, (26/8) Pungutan dadakan yang dilakukan oleh Panitia Masa Bimbingan Universitas (Mabim Universitas) sebesar Rp 60.000,-  menuai banyak komentar dari berbagai pihak.


Rinciannya yaitu Rp 40.000,- (Rp 38.000,- yang akan dipakai dan sisa Rp 2000,- akan dikembalikan oleh Kopma) untuk perlengkapan calon mahasiswa (cama) yang difasilitasi oleh Koperasi Mahasiswa selama dua hari dan Rp 20.000,- untuk Konsumsi/catering yang difasilitasi panitia Mabim Universitas selama dua hari.


Dari alokasi dana untuk perlengkapan cama yang difasilitasi Kopma didalamnya terdapat rincian yang salah satunya adalah ‘BOP’, para cama tidak mengerti dan mengetahui apa itu ‘BOP’. “BOP itu biaya operasional, seperti plastik yang digunakan untuk membungkus, makan, ya biaya lelah kita.” Ujar Tendi salah satu anggota Kopma.


Wakil Rektor III Terkesan Tak Peka Situasi


Kebijakan yang dilakukan panitia untuk pungutan dadakan sebesar Rp 60.000,-  kemarin ternyata atas sepengetahuan Wakil Rektor III, namun sayangnya hanya sebatas mengarahkan bahkan terkesan membiarkan. Tanpa tahu situasi yang terjadi sebenarnya dilapangan dan menimpa mahasiswa baru.


Saat dikonfirmasi SetaraNews pada hari Senin (26/8) di kantornya. Ia menjawab “Saya hanya mengarahkan panitia, sedangkan yang Rp 60.000 itu saya baru tahu saat SetaraNews menelepon saya.”


Sebelumnya pada hari Minggu (25/6), SetaraNews menelepon Wakil Rektor III untuk mengkonfirmasi perihal uang pungutan dadakan tersebut, dan  pihak dari Warek III mengaku tidak mengetahuinya. “Wah saya juga baru tahu, baru dengar.” ujarnya.


Anggota Kopma, Tendi menuturkan kepada SetaraNews minggu (25/6) bahwa, ”Kami tidak sembarangan melakukan perjanjian ini, ada MOU dan ditandatangani oleh Warek III pada hari Jumat (23/6).” tandasnya.


Kopma Hanya Menerima 40 ribu Dari Panitia, Bukan 60 ribu


Saat dikonfirmasi soal pungutan Rp. 60 ribu, tendi menyatakan bahwa dirinya tidak tahu menahu soal pungutan itu karena perjanjian sebenarnya bukanlah Rp. 60 ribu seperti yang dilakukan oleh panitia ke peserta, melainkan Rp. 40 ribu, jadi ada selisih Rp.20 ribu.


“Pada perjanjian awal hanya sebesar Rp 40.000. Kami juga kaget ada tambahan Rp20.000 buat catering, karna tahun-tahun sebelumnya tidak ada.” Ujar tendi menjelaskan ia sendiri tidak mengetahui nominal sebanyak Rp. 20.000 –nya akan digunakan untuk apa oleh panitia.


Kejam! Peserta Mabim Tahun Ini Diberikan Nasi yang Sudah Berulat


Tidak cuma soal selisih uang, namun ternyata persoalan yang lebih melanggar hak kemanusiaan pun muncul ke acara Mabim Universitas ini. Pada hari pertama pelaksanaan Mabim Universitas yang bertempat di Hotel Jamrud, ada cama yang mengeluh atas konsumsi yang diberikan panitia. “Masa saya dapat nasi bungkus, sedangkan banyak yang mendapatkan nasi kotak.” Ujar Ajie cama dari Fakultas Pertanian.


Bahkan, yang paling miris  ada mahasiswa yang tidak mau makan lantaran mendapati ulat di dalam nasi bungkus yang diberikan oleh panitia.


Tidak hanya dari cama yang mengeluh, dari panitia pendamping gugus pun mengeluh.”Makanan datangnya telat, anak-anak baru pada makan, terus kordinasi dari atas itu kurang” ujar Bagus salah satu panitia pendamping gugus Mabim Universitas.


”Ada belatung di nasi bungkus, jadi enggak di makan” ujar Abdurahman salah satu cama, akibatnya ia terpaksa tak makan hingga Mabim hari itu usai lantaran tak mau memakan nasi pemberian panitia yang berulat.

1201 Mahasiswa PPL Kependidikan Dilepas Unswagati

Tidak ada komentar
Unswagati - SetaraNews.com, Universitas Swadaya Gunung Jati melepas mahasiswa Praktikan Pengenalan Lapangan  (PPL)  sebanyak 1201 mahasiswa di kampus dua. Pelepasan ini  dipimpin langsung Rektor Unswagati, Dr. H. Dzakaria Machmud SE., SH., MSi., dan turut dihadiri oleh beberapa jajaran Unswagati beserta para dosen pembimbing praktikan pada senin (26/8).

Disela-sela acara, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prof Abdul Rojak MPd dalam sambutannya menuturkan bahwa, "Melalui kegiatan PPL mahasiswa akan mempertanggungjawabkan kompetensinya."

Dijelaskan lebih lanjut, mahasiswa Unswagati yang akan mengikuti PPL akan ditempatkan pada 91 sekolah baik di wilayah Kabupaten dan Kota Cirebon dan akan dibimbing oleh 91 dosen. Mahasiswa dari FKIP yang mengikuti PPL dari empat jurusan yakni dari jurusan Pendidikan Bahasa Inggris sebanyak 435 mahasiswa, Pendidikan Matematika sebanyak 357, Pendidikan Ekonomi dan Akuntansi sebanyak 216, dan dari Pendidikan Bahasa Indonesia sebanyak 193.

Sebelum melepas mahasiswa praktikan, Rektor Unswagati menyoroti tentang keadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada saat-saat sekarang. Situasi perekonomian dalam skala makro mulai menunjukkan beberapa tanda-tanda, seperti menurunnya jumlah devisa negara kita yang semula 125 Miliar U$D, kini hanya tersisa 85 Miliar U$D. Belum lagi situasi kemiskinan di Indonesia, 58% penduduk miskin berada di wilayah pedesaan menurut data Badan Statistik. Sementara data di Bank Indonesia, perputaran uang di Indonesia 75% berpusat di Jakarta. Belum lagi 1500 triliun dari APBN, rawan terindikasi korupsi.

Rektor berharap, agar calon pengajar lulusan Unswagati bukan hanya dapat bekerja secara profesional tetapi juga dapat bekerja secara jujur. Karena kejujuran merupakan bagian penting dalam pokok kurikulum kita yang berbasis karakter bangsa.

 

LPM Setara Gelar Pemilihan Ketua Umum Baru

Tidak ada komentar

Senin, 26 Agustus 2013

Unswagati - Setaranews.com, Setelah tiga tahun berdiri Lembaga Pers Mahasiswa Semua Tentang Rakyat (LPM SETARA) Universitas Swadaya GunungJati (Unswagati) melaksanakan pemilihan ketua umum ke dua sepanjang sejarah pembentukan.

Dari delapan bakal calon yang diajukan mengerucut pada dua nama kandidat terkuat, yaitu Santosa dari Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Ekonomi dan Akuntansi semester tujuh dan Putu Eka Teguh Prasetya dari Fakultas Hukum semester tujuh. Pemilihan yang berlangsung secara demokratis ini dimenangkan Santosa dengan selisih empat suara.

Santosa sendiri yang sebelumnya menjabat sebagai redaktur Setaranews.com mengaku senang akan hasil dari pemilhan ini, menurutnya membuat skuad dari LPM Setara lebih solid menjadi program  kerja utama ia selama satu periode ke depan.

Selain itu mahasiswa tingkat akhir ini juga menginginkan LPM Setara mampu menyerap segala potensi yang ada di kota maupun daerah-daerah sekitar Cirebon agar segala potensi yang semestinya mampu terpublikasikan dapat tersiarkan di masyarakat. “Saya ingin segala potensi dari Cirebon maupun daerah sekitar Cirebon seperti Kuningan, Majalengka ataupun Indramayu dapat kita angkat.” kata Santosa saat diminta menyampaikan visi dan misinya.

Santosa menjadi ketua LPM kedua menggantikan Kurniawan T. Arief yang sebelumnya menjadi ketua umum LPM Setara pertama. Santosa akan menjabat sebagai ketua umum LPM selama satu periode 2013-2014.

 

 

Ada Pungutan Dadakan di Mabim Universitas

Tidak ada komentar

Minggu, 25 Agustus 2013

Unswagati - SetaraNews.com, Panitia Masa Mabim (masa awal bimbingan mahasiswa) tingkat Universitas yang dijadwalkan digelar pada hari Senin hingga Selasa (26-27/8) mendadak memungut uang kepada calon mahasiswa baru sebesar Rp60.000, dengan alasan untuk mengganti biaya konsumsi.

Beberapa calon mahasiswa baru terlihat merasa keberatan mengenai pemungutan ini, “Pemberitahuan soal pungutan ini dadakan, ya mungkin orang tuanya ada yang enggak percaya sama anaknya. Kalau bisa mah ada surat dan keperluan rincian, agar orang tua kami tahu.” ujar Faiz (calon mahasiswa baru) kepada SetaraNews pada Sabtu siang  (24/8).

“Saya baru tahu soal itu sekarang. Rp60.000,- bagi saya terlalu membebani, karena  anak-anak kebanyakan engga bawa uang lebih. Saya diberitahu bahwa uang itu nantinya sebanyak Rp20.000,- digunakan untuk catering makan konsumsi , sedangkan yang Rp40.000,-nya  buat kelompok pas hari terakhir.” menurut pengakuan Bambang  (calon mahasiswa baru).

Bukan saja calon mahasiswa baru. Bahkan, sebagian panitia  ketika dikonfirmasi belum mengetahui tentang kebijakan baru ini.

Padahal, pihak Universitas pada setiap penyelenggaraan Mabim di Kampusnya berkewajiban menyediakan fasilitas penunjang pelaksanaan kegiatan masa pengenalan kampus (termasuk konsumsi). Lagi ketika dikonfirmasi, bahkan dari panitia bagian kedisiplinan sendiri masih belum mengetahui adanya pungutan biaya Rp60.000,- ini.

Menurut dari pengakuan salah satu panitia anggota Mabim Universitas, M. Abdul Hakim “Saya baru tahu soal itu hari ini. mengetahuinya juga dari panitia lain. Hari kedua sebanyak Rp20.000,- itu akan digunakan untuk membeli barang dari koperasi mahasiswa (Kopma). Sedangkan paket makan hari ke dua itu totalnya Rp60.000,-”

Belajar dari pengalaman pelaksanaan Mabim Universitas tahun 2011, sempat terjadi kehebohan di kampus karena kedapatan fakta bahwa ada selisih antara uang yang diminta oleh panitia ke peserta Mabim dengan harga yang dijual oleh Koperasi Mahasiswa. Keganjilan ini, diperparah dengan tidak adanya transparansi panitia Mabim Universitas ketika itu dengan alasan sedang tidak adanya kepengurusan BEM yang aktif (ketika Mabim 2011 pemerintahan mahasiswa dipegang oleh presidium) sehingga laporan pertanggung jawaban kegiatan pun tak banyak yang mengetahui kemana alur rimbanya.

Situasi yang sama kembali terjadi di tahun ini. Pemilihan Presiden Mahasiswa yang terus menerus diundur dan molor sejak bulan April 2013, membuat pelaksanaan Mabim Universitas tahun ini dilaksanakan oleh presidium yang memakai DPM Universitas. "Padahal, fungsi DPMU itu bukan sebagai pelaksana Mabim ataupun sebagai inisiatornya. DPMU itu legislator, MPR/DPRnya mahasiswa. Pemahaman mereka salah kaprah. " ujar Kurniawan T Arief, ketua Umum LPM Setara.

"Jangan sampai seperti aji mumpung. Para mahasiswa juga harus menuntut transparansi anggaran Mabim agar penyalahgunaan wewenang oleh panitia Mabim tidak terjadi. Ini bentuk antisipasi terhadap perilaku-perilaku korup yang dilakukan oleh Mahasiswa di lingkungan Kampus. " ujarnya.

 

DPM FE Resmi Dilantik

Tidak ada komentar

Selasa, 20 Agustus 2013

Unswagati - SetaraNews.com, Senin 19/8, Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomi (DPMFE) resmi dilantik dalam acara pelantikan kepengurusan DPMFE periode 2013/2014 dan pembubaran panitia pemilihan umum Fakultas Ekonomi di salah satu ruang kuliah R28 kampus satu.

Dalam acara yang dihadiri oleh dekan Fakultas Ekonomi tersebut resmi terpilih delapan orang telah lulus verifikasi yang dilakukan oleh panitia pemilihan umum, dengan begitu maka tugas panitia pemilihan dalam menyelenggarakan pemilihan sudah selesai dan pembubaran kepanitiaan pun dilakukan di acara tersebut.

Setelah dilantiknya anggota DPMFE periode 2013/2014 ini, maka akan dilanjutkan pelantikan gubernur BEM dan ketua HMJ yang sudah terpilih yang akan dilaksanakan besok pagi.

“Saya berharap Anggota DPMFE yang telah dilantik hari ini, dapat membuat aturan – aturan yang lebih baik lagi karena sudah tugas mereka me-monitoring organisasi mahasiswa.” ujar Ida Rosida selaku Dekan Fakultas Ekonomi.

Proklamasi di Cirebon Timbul Karena Kebimbangan Sukarno

Tidak ada komentar

Jumat, 16 Agustus 2013

“Sebenarnya kalau tidak dipaksa oleh kelompok pemuda kita, ya enggak akan ada proklamasi. Sukarno masih menunggu janji Jepang memberikan kemerdekaan buat kita. Nah, kita (kelompok pemuda) di daerah enggak mau itu. Kita mau merdeka sendiri, bukan dikasih sama Jepang.” tutur (alm) Soeganda bersemangat sambil agak tersengal nafasnya.

Cirebon, SetaraNews.com - Proklamasi di Cirebon lebih cepat dua hari sebelum proklamasi yang dikumandangkan oleh sukarno dan Hatta. Menurut Soeganda, kala itu Sukarno baru datang dari Saigon

“Seingat saya, sebenarnya yang diminta membacakan proklamasi di Jakarta itu adalah Bung Sjahrir, tapi dia menolak dan menganjurkan Sukarno yang membacakan. Tapi, ternyata Sukarno berbeda pendapat dengan kelompok muda. Nah, kelompok pemuda di Cirebon akhirnya memutuskan untuk lebih dulu merdeka dan membacakan teks proklamasi.”

Menurut (alm) Des Alwi, anak angkat Sjahrir seperti yang kami kutip dari Majalah Tempo, teks proklamasi yang dibacakan Soedarsono adalah hasil karya Sjahrir dan aktivis gerakan bawah tanah lainnya.

Penyusunan teks proklamasi ini, antara lain, melibatkan Soekarni, Chaerul Saleh, Eri Sudewo, Johan Nur, dan Abu Bakar Lubis. Penyusunan teks dikerjakan di Asrama Prapatan Nomor 10, Jakarta, pada 13 Agustus. Asrama Prapatan kala itu sering dijadikan tempat nongkrong para anggota gerakan bawah tanah.

Des hanya mengingat sebaris teks proklamasi versi kelompok gerakan bawah tanah: ”Kami bangsa Indonesia dengan ini memproklamirkan kemerdekaan Indonesia karena kami tak mau dijajah dengan siapa pun juga.”

Selain mempersiapkan proklamasi, Sjahrir dengan semangat tinggi mengerahkan massa menyebarkan ”virus” proklamasi. Stasiun Gambir dijadikan arena untuk berdemonstrasi. Stasiun radio dan kantor polisi militer pun sempat akan diduduki. Kala itu, Des dan sekelompok mahasiswa bergerak hendak membajak stasiun radio Hoosoo Kyoku di Gambir agar teks proklamasi tersebar. Usaha tersebut gagal karena Kenpeitai menjaga rapat stasiun radio tersebut.

Tapi simpul-simpul gerakan bawah tanah terus bergerak cepat, menderu-deru dari satu kota ke kota lain, menyampaikan pesan Sjahrir. Dan keinginan Sjahrir agar proklamasi Indonesia segera didengungkan itu pun sampai di Cirebon.

Berbeda dengan (alm) Des Alwi, menurut Soeganda ada permintaan dari Bung Sjahrir agar proklamasi Cirebon ditunda dulu sambil membujuk Sukarno agar mau membacakan proklamasi. Ketika itu, Sukarno tengah diculik oleh kelompok pemuda ke daerah Rengasdengklok, Karawang.

“Tapi sayang, kurir yang menyampaikan pesan tersebut telat datang karena jaman dahulu belum ada telepon seperti sekarang, apalagi radio. Bisa-bisa ditembak Jepang.” ujarnya.

Peran Bung Sjahrir Dalam Proklamasi di Cirebon

Tidak ada komentar

Kamis, 15 Agustus 2013

Cirebon, SetaraNews.com - Menurut buku yang ditulis oleh Rudolf Mrazek berjudul Sjahrir, Bung Sjahrir mengatakan teks proklamasinya diketik sepanjang 300 kata.

Teks itu bukan berarti anti-Jepang atau anti-Belanda. ”Pada dasarnya menggambarkan penderitaan rakyat di bawah pemerintahan Jepang dan rakyat Indonesia tidak mau diserahkan ke tangan pemerintahan kolonial lain,” kata Sjahrir seperti ditulis dalam buku Mrazek. Sjahrir pun mengatakan kehilangan teks proklamasi yang disimpannya.

Selain itu, menurut (alm) Des Alwi, anak angkat Sjahrir. Teks proklamasi yang dibacakan Soedarsono adalah hasil karya Sjahrir dan aktivis gerakan bawah tanah lainnya yang sebagian besar merupakan Kader sosialis, dan sejak dahulu Cirebon dikenal sebagai basis kota kader sosialis yang lumayan banyak.

Penyusunan teks proklamasi ini, seperti yang pernah dimuat di Majalah Tempo antara lain, melibatkan Soekarni, Chaerul Saleh, Eri Sudewo, Johan Nur, dan Abu Bakar Lubis. Penyusunan teks dikerjakan di Asrama Prapatan Nomor 10, Jakarta, pada 13 Agustus. Asrama Prapatan kala itu sering dijadikan tempat nongkrong para anggota gerakan bawah tanah.

Des hanya mengingat sebaris teks proklamasi versi kelompok gerakan bawah tanah: ”Kami bangsa Indonesia dengan ini memproklamirkan kemerdekaan Indonesia karena kami tak mau dijajah dengan siapa pun juga.”

Selain mempersiapkan proklamasi, Sjahrir dengan semangat tinggi mengerahkan massa menyebarkan ”virus” proklamasi. Stasiun Gambir dijadikan arena untuk berdemonstrasi. Stasiun radio dan kantor polisi militer pun sempat akan diduduki. Kala itu, Des dan sekelompok mahasiswa bergerak hendak membajak stasiun radio Hoosoo Kyoku di Gambir agar teks proklamasi tersebar. Usaha tersebut gagal karena Kenpeitai menjaga rapat stasiun radio tersebut.

Tapi simpul-simpul gerakan bawah tanah terus bergerak cepat, menderu-deru dari satu kota ke kota lain, menyampaikan pesan Sjahrir. Dan keinginan Sjahrir agar proklamasi Indonesia segera didengungkan itu pun sampai di Cirebon.

15 Agustus 1945, di Tugu itu Proklamasi Pertama Kali Dibacakan di Cirebon

Tidak ada komentar
SONY DSC

Cirebon, SetaraNews.com - Sekilas, bagi anda yang pertama kali berkunjung ke kota Cirebon dan apabila melewati tugu tersebut ada sesuatu yang tampak aneh. Betapa tidak terlihat aneh, ada sebuah tugu pensil yang tingginya tak kurang dari enam meter berdiri di tengah-tengah simpang jalan protokol yang merupakan arus padat lalu lintas.

Tapi, siapa yang menyangka kalau di tugu itu puluhan tahun silam pernah menjadi tempat lahir pertama kali Republik ini berdiri.

Saksi Republik Ini Berdiri

Tak banyak yang tahu, bahwa tugu berbentuk pensil yang terletak di alun-alun kejaksan Kota Cirebon dan setiap hari dilalui itu adalah sebuah monumen amat bersejarah bagi bangsa Indonesia. Tugu itu dibuat untuk menandai bahwa proklamasi kemerdekaan pernah dikumandangkan di tempat itu, dua hari lebih awal dari proklamasi yang dikumandangkan oleh Sukarno dan Hatta di Jalan Pegangsaan Timur No 56.

68 tahun yang lalu, pada tanggal 15 Agustus 1945 teks proklamasi dibacakan di tempat itu. Sejak tahun 2010 silam, kami telah menelusuri ke pusat arsip daerah dan mendatangi beberapa orang saksi yang menyaksikan pembacaan proklamasi itu langsung.  Namun sayang, teks tersebut hilang dan tak diketahui keberadaannya sampai sekarang.

Saksi Hidup yang Telah Tiada

Suganda (82) -saat ini beliau sudah tiada-  salah seorang saksi hidup yang menghadiri proklamasi tersebut menuturkan bahwa ketika itu jumlah orang yang hadir sekitar 150 sampai 200 orang.

“Orang yang membacakan teks itu kepala Rumah Sakit Kesambi -nama Rumah Sakit Gunung Jati di jaman pra kemerdekaan-, (alm) Dokter Sudarsono -ayah Dr Juwono Sudarsono- namanya.” ujarnya kepada SetaraNews yang kami wawancarai di bulan Agustus tahun 2010 silam.

“Saya ketika itu hadir sebagai tentara pelajar. Saat itu, saya mendengar kabar dari senior bahwa Jepang telah kalah perang. Saat itu banyak warga yang keluar rumah dan berkumpul di jalanan sepanjang palimanan (rumahnya) menuju ke Kota (Cirebon). Merinding kalau ingat masa itu. Rakyat terlihat gembira sekaligus gelisah. Kelompok pemuda takut setelah Jepang kalah Belanda akan datang lagi.” Terangnya.

Proklamasi Cirebon Akibat Kecewa Dengan Sukarno

Proklamasi ini lebih cepat dua hari sebelum proklamasi yang dikumandangkan oleh sukarno dan Hatta. Menurut Soeganda, kala itu Sukarno baru datang dari Saigon

“Sebenarnya kalau tidak dipaksa oleh kelompok pemuda kita, ya enggak akan ada proklamasi. Sukarno masih menunggu janji Jepang memberikan kemerdekaan buat kita. Nah, kita (kelompok pemuda) di daerah enggak mau itu. Kita mau merdeka sendiri, bukan dikasih sama Jepang.” terangnya bersemangat sambil agak tersengal nafasnya.

“Seingat saya, sebenarnya yang diminta membacakan proklamasi di Jakarta itu adalah Bung Sjahrir, tapi dia menolak dan menganjurkan Sukarno yang membacakan. Tapi, ternyata Sukarno berbeda pendapat dengan kelompok muda. Nah, kelompok pemuda di Cirebon akhirnya memutuskan untuk lebih dulu merdeka dan membacakan teks proklamasi.”

Wakil Rektor III : Unswagati Tetap Diproses Penegeriannya

Tidak ada komentar

Kamis, 08 Agustus 2013

Unswagati Cirebon, SetaraNews.com - Pemerintah melalui Kemendiknas RI telah resmi melakukan penghentian sementara (moratorium) alih status PTS ke PTN di seluruh Indonesia yang berlaku sejak tanggal satu Agustus 2013 kemarin hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Namun, rupanya dari pihak Universitas menyanggah tentang adanya moratorium ini. “Ya memang benar adanya moratorium, namun untuk Unswagati tetap akan diproses penegeriannya. Karena berkas kita masuk sejak lama” ujar wakil Rektor III Unswagati Amanan Drs, ketika ditemui di ruangan Rektorat oleh setaranews.com

Seperti yang dijelaskan dalam surat edaran bertanggal 29 Juli 2013 tersebut, alasan moratorium PTS menjadi PTN karena anggaran   Pendapatan dan  Belanja  Negara  (APBN)  Pusat  untuk  perguruan tinggi  yang dinegerikan  masih  terbatas,  sehingga   menimbulkan  permasalahan anggaran   bagi  PTN baru   sebagai satuan kerja.

Selain itu, hal tersebut masih karena pencatatan sarana prasarana (aset)  yang diserahterimakan dari pemerintah  daerah/yayasan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  sering mengalami kendala  dalam  proses pencatatan, sehingga menimbulkan “temuan” dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Terakhir, kendala yang banyak ditemui ialah masih banyaknya SDM non-PNS  yang akan menjadi PNS tersebut harus memenuhi  persyaratan yang  tercantum  pada   peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian, terutama untuk sumber daya manusia yang memiliki umur diatas 35 tahun.

Pemerintah Hentikan Alih Status PTS Ke PTN

Tidak ada komentar

Rabu, 07 Agustus 2013

Cirebon, Setaranews.com – Pemerintah melalui Kemendiknas RI telah resmi melakukan penghentian sementara alih status PTS ke PTN di seluruh Indonesia yang berlaku sejak tanggal satu Agustus 2013 kemarin.

Penghentian sementara (moratorium) alih status ini, berlaku dengan batas waktu yang tidak ditentukan dengan kata lain belum ada kejelasan kapan keputusan ini dicabut seperti yang dikutip dari laman Dirjen Dikti.

Dalam beberapa tahun ini, setidaknya sudah 11 PTS yang dinegerikan. Perubahan ini terutama berlaku bagi daerah perbatasan.

Seperti diketahui, Unswagati sudah sejak tahun 2009 mengajukan perubahan status dari PTS menjadi PTN. Namun, hal ini tak kunjung usai karena terkendala dalam hal pembebasan lahan.

”Untuk daerah yang membutuhkan, kami tetap membangun akademi komunitas,” kata Djoko Santoso, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud, di Jakarta, Rabu (31/7).

Berikut isi surat edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Perguruan Tinggi tersebut :

No Surat : 733/E.E2/DT/2013
Tanggal 29 Juli 2013
Perihal : Penghentian Sementara (Moratorium) perubahan bentuk PTS  menjadi PTN (Penegerian)

Kepada :
1. Koordinator Kopertis Wilayah I-XII

2. Gubernur dan Bupati/Walikota di Seluruh Indonesia

Perubahan bentuk perguruan tinggi swasta  (PTS) menjadi perguruan tinggi negeri   (PTN) atau  yang  biasa disebut penegerian membawa konsekuensi persoalan menyangkut anggaran, sarana  prasana, serta  sumber daya manusia. Setelah dievaluasi atas perguruan tinggi yang telah  dinegerikan, perlu kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

1.   Pengalokasian   Anggaran   Pendapatan dan  Belanja  Negara  (APBN)  Pusat  untuk  perguruan tinggi  yang dinegerikan  masih  terbatas,  sehingga   menimbulkan  permasalahan anggaran   bagi  PTN baru   sebagai satuan kerja;

2.  Pencatatan sarana prasarana (aset)  yang diserahterimakan dari pemerintah  daerah/yayasan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  sering mengalami kendala  dalam  proses pencatatan, sehingga menimbulkan “temuan” dari Badan Pemerik5:a Keuangan;

3.   Sumber  Daya  Manusia yang  diserahterimakan dari  pemerintah  daerah/yayasan   kepada  Kementerian

Pendidikan dan Kebudayaan khususnya untuk sumber  daya  manusia  non-PNS  akan mengalami kendala dalam   proses   menjadi  PNS  karena   harus   memenuhi  persyaratan yang  tercantum  pada   peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian, terutama untuk sumber daya manusia yang memiliki umur > 35 tahun.

Seiring  dengan  proses  penataan hal-hal   sebagaimana dimaksud  di  atas,  Direktorat Jenderal   Pendidikan Tinggi  akan  melakukan penghentian sementara (moratorium)  perubahan bentuk PTS menjadi PTN (Penegerian), terhitung mulai tanggal l Agustus 2013.

Semua usul perubahan bentuk PTS menjadi PTN (Penegerian)yang telah  tercatat dalam  agenda  surat  masuk oleh  Direktorat Jenderal  Pendidikan Tinggi  sebelum  tanggal  1 Agustus  2013  akan  tetap diproses   sesuai dengan peraturan  perundang-undangan.

dst...
Direktur Jenderal
-ttd-
Djoko Santoso


 

Mabim Dimajukan, Panitia Panik

Tidak ada komentar
Unswagati Cirebon, Setaranews.com – Dipastikan, pelaksanaan Mabim (Masa Awal Bimbingan Mahasiswa) periode tahun 2013 akan dimajukan menjadi lebih cepat dari jadwal semula.

Mabim yang sedianya diperuntukkan bagi Mahasiswa Baru Unswagati ini akan diundur sepekan. Seperti diketahui bahwa pelaksanaan Mabim tadinya akan dimulai tanggal dua September 2013, namun akan diundur menjadi tanggal 26 Agustus 2013.

Perihal alasan pengunduran tersebut, pihak Universitas melalui kabiro Kemahasiswa Komarudin Drs.,LC, mengatakan karena mengikuti ketentuan dari Dikti (Direktorat Perguruan Tinggi).

“Kami mendapat surat edaran dari Dikti, bahwa seluruh Perguruan Tinggi harus sudah memulai KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) di awal September, yang tadinya direncanakan pertengahan September. Jadi, agar kegiatan Mabim tidak berbenturan dengan KBM maka pelaksanaannya pun dimajukan menjadi tanggal 26 Agustus 2013” ujarnya ketika ditemui oleh Setaranews.com di ruang rektorat pada Selasa (6/8/2013).

Sementara itu, kepanikan terlihat dari kepanitiaan Mabim Universitas, mereka merasa belum memiliki persiapan yang matang dan baik dengan jeda waktu yang tersedia tinggal 20 hari lagi.

"saya sendiri bingung mas, karena waktu yang tersedia sedikit sekali. selain itu masih ada persoalan internal di panitia terkait perubahan formatur delegasi beberapa Fakultas." ujar ketua panitia Mabim Universitas periode 2013, M Arif.

Kepanitiaan Mabim Universitas Berubah

Tidak ada komentar

Selasa, 06 Agustus 2013

Unswagati Cirebon, Setaranews.com – Kepantiaan Mabim Universitas berubah, menyusul perubahan kepemimpinan di beberapa Fakultas seperti Ekonomi, Pertanian dan Kedokteran.

Hal ini telah disepakati dalam termin rapat yang dilaksanakan pada Selasa siang (6/8). Rapat yang berlangsung sejak pukul 11.00 Wib ini sempat deadlock karena beberapa perwakilan Fakultas lainnya merasa berkebaratan dengan perubahan tersebut. Salah satu delegasi Fakultas yang berkeberatan ialah FISIP,”kami berkeberatan, karena seharusnya apabila diganti sebaiknya formatur yang lama dihadirkan disini. Kita sama-sama bicarakan, kita kan tidak enak” ujar Edo, yang juga aktif di Komunitas Radio Fisip.

Menanggapi statemen tersebut, Agung delegasi dari BEM FE menyatakan bahwa kewenangan mendelegasikan orang-orang yang menjadi Panitia Mabim itu adalah dari Fakultas, bukan kewenangan panitia Mabim Fakultas lain “Kita disini bukan membicarakan tentang orang lama atau orang baru, kami disini memiliki kewenangan dalam mendelegasikan siapa-siapa yang akan menjadi panitia Mabim.  Berhubung kami di ekonomi mengalami pergantian pengurus yang baru, jadi wajar ketika kami memakai kewenangan kami menentukan delegasi dari ekonomi yang menjadi panitia Mabim” ujarnya dalam rapat tersebut.

Sementara itu, ketua pelaksana Mabim Universitas sementara (karena SKn-ya belum disahkan oleh Rektor) sempat berpeluh kesah “kami merasa kewalahan mas, waktu menuju Mabim hanya tinggal 20 hari lagi.” ujarnya disela perbincangannya yang berbisik-bisik dengan Agus Dimyati, Wakil Dekannya sendiri di FH.

Mahasiswa FE antusias ikuti pemilihan

Tidak ada komentar

Sabtu, 03 Agustus 2013

Setaranews.com(3/8)Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Swadaya Gunungjati hari ini melaksanakan pemilihan umum di ruang kuliah 28, untuk memilih gubernur dan wakil gubernur Fakultas Ekonomi (FE) dan ketua himpunan jurusan akuntansi dan manajemen.

Pemilihan berlangsung sejak pagi tepatnya pada pukul 09.00 WIB, sudah didatangi oleh para mahasiswa yang ingin menggunakan hak pilihnya.Pemilih yang berpartisipasi adalah semua mahasiswa FE dari tingkat satu hingga tingkat akhir,namun hingga pukul 12.00 WIB tadi baru tercatat 352 mahasiswa yang sudah memilih, dan masih terus bertambah jumlahnya hingga pemilihan ditutup pukul 17.00 WIB.

Dibandingkan pemilihan periode sebelumnya,dalam pemilihan sekarang para mahasiswa terlihat antusias dalam memilih karena diberikan sertifikat oleh panitia,hal ini memang merupakan kebijakan Panitia Pemilihan dalam mengsiasati meramaikan pemilihan karena kalender akademik FE sedang libur, dan panitia berharap agar semua mahasiswa FE menggunakan hak pilihnya.

“Saya ingin semua mahasiswa Fakultas Ekonomi turut serta dalam pemilihan, karena satu suara mereka sangat berpengaruh pada Fakultas Ekonomi kedepannya”. Ujar Wahyu Erlangga selaku ketua Panitia pemilihan umum Fakultas Ekonomi.

“saya juga berharap jika sudah ada calon yang terpilih nanti, ia bisa mengemban amanah dah memajukan Fakultas Ekonomi”tambahnya

Setelah proses pemilihan ini selesai, maka panitia akan langsung melakukan perhitungan suara yang akan disosialisasikan hasil suara tersebut secepatnya.

Menuju PTN, Syarat Tanah Untuk Unswagati Hanya 21 Ha

Tidak ada komentar

Jumat, 02 Agustus 2013

Unswagati - SetaraNews.com, Proses penegerian Universitas Swadaya Gunung Jati mengalami kemajuan. Hal ini disampaikan oleh Rektor Unwagati Dr. H. Djakaria Machmud, S.E., S.H., M.Si saat mengadakan sidak ke seluruh bagian kampus 1 Unswagati untuk melihat dan mengetahui apa saja fasilitas yang masuh kurang dan diperlukan oleh pegawai maupun mahasiswa pada minggu lalu.

Di sela-sela inspeksi mendadak Rektor Unswagati menjelaskan kepada SetaraNews bahwa persyaratan untuk menuju ke penegerian Unswagati mengalami kemajuan. Hal ini dibuktikan bahwa pada tanggal 09 Juli 2013 Rektor Unswagati di telepon oleh Direktur Kelembagaan Kerjasama Dikti (Direktorat Pendidikan Tinggi) bapak Dr. H. Asyim Yasidi bahwa di Dikti sedang mengadakan rapat untuk penentuan penegerian, khusus untuk Unswagati persyaratannya adalah bukan menyediakan sebanyak 30 hektar, namun cukup menyediakan tanah seluas 21 Ha saja maka SK sudah bisa diterbitkan.


"artinya sudah menjadi hak milik atau hak guna bangunan ataupun hak guna usaha dan segera hari ini selesai hari ini pula dilaporkan kepada Dikti. Prosesnya bisa sambil berjalan " ujar Rektor dalam pembicaraannya dengan Direktur Kelembagaan Kerjasama Dikti.


Oleh karena itu yang saat ini diutamakan oleh Dikti yaitu dari aspek hukum kepemilikannya. Sementara itu Walikota Cirebon dan Gubernur Provinsi Jawa Barat menyatakan siap mendukung penuh.


“Kekurangan yang sembilan Hektar antara lain, tanah Eks PD pembangunan, dan pak Walikota sudah siap mendukung penyelesaiannya, sedangkan keuangan di back up penuh oleh Gubernur Provinsi Jawa Barat”, ujar Rektor.


"Pada awalnya Dikti menuntut tanah seluas 30 Ha namun sekarang hanya menjadi 21 Ha. Jadi ini kalau dulu selalu ngejer 30 Ha, sekarang yang 21 Ha nya jadi ini ada kemajuan besar”, pungkas Rektor.


 

Audiensi Mahasiswa, Rektorat dan Yayasan Belum Menemui Titik Temu

Tidak ada komentar

Kamis, 01 Agustus 2013

Unswagati Cirebon - Setaranews.com - Rektorat akhirnya menggelar pertemuan dengan perwakilan Mahasiswa yang sejak kemarin melakukan aksi di kampus satu hingga dini hari dan berakhir insiden pembubaran oleh Polisi.

Pertemuan itu dimulai pukul 11.00 wib di ruang Rektorat, tampak yang hadir adalah pejabat struktural Universitas dan petinggi Fakultas. tampak pula Ketua Yayasan.

Dalam pertemuan tersebut mahasiswa tetap meminta dalam prosesnya pemilihan Rektor harus secara demokratis. "perguruan tinggi harus menjalankan demokrasi dalam prosesnya" ujar Kris salah seorang delegasi mahasiswa dari Fisip dalam pertemuan tersebut.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Rektor menyerahkan kepada yayasan untuk memaparkan alasan kenapa SK Rektor diperpanjang. Dijelaskan kemudian, bahwa hal ini dikarenakan kampus Unswagati sedang dalam kondisi transisi menuju Perguruan Tinggi Negeri dan sebelumnya Rektor sudah menyerahkan surat berakhirnya masa jabatan kepada Pembina namun dari pihak yayasan meminta kepada Rektor untuk melanjutkan masa jabatannya hingga proses penegrian selesai.

" Kami (yayasan) masih melihat Rektor saat inilah yang memiliki pintu untuk mempercepat proses penegerian ini ditingkat kementrian, dan dalam statuta tersebut dijelaskan bahwa untuk hal yang belum tercatat dalam statuta tersebut dapat di ambil keputusan oleh pihak yayasan dan jajaran senat" ujar Ketua Yayasan.

Merespon penjelasan tersebut, mahasiswa tetap meras tidak puas dan hanya ingin dalam proses peralihan status tersebut benar-benar dijalankan sesuai aturan dan juga sebagaimana PTN lainnya, dan kekecewaan mahasiswa karena pihak Universitas memberikan kepercayaan kepada Rektor yang sudah dua periode untuk memimpin dalam proses pengalihan status tersebut.

300 Ribu Ha Lahan Pertanian Kuningan Akan Hilang

Tidak ada komentar
Kuningan-setaranews.com -  Lahan pertanian di Provinsi Jawa Barat akan hilang sebesar 30% atau sekitar 300.000 Hektar dari luas lahan 1.000.000 hektar lahan yang ada, hal ini dikatakan oleh perwakilan Kementrian Pertanian ketika menghadiri lomba GP3A Kabupaten Kuningan.

“Bahwa diprediksi sekitar 300.000 hektare lahan produktif pertanian akan berlaih fungsi di Jawa Barat “ ujar Baginda Siadian selaku tim dari Kementrian Pertanian dalam sambutan lomba GP3A Kabupaten Kuningan.

“Saya secara khusus memohon kepada Bupati atau nanti penerus bapak bupati di Kuningan terutama untuk mengimplementasikan Undang-undang No 41 tentang pengendalaian alih fungsi lahan”,tambahnya.

Dapat dibayangkan apabila hal ini benar-benar terjadi, 30% lahan pertanian akan berlaih fungsi menjadi perumahan dan pabrik bukan hanya pangan yang akan berkurang tetapi vegetasinnya akan berkurang atau berubah, hal ini akan memberi dampak terhadap peningkatan suhu di Jawa Barat.

Alih fungsi lahan ini terjadi dikarenakan banyak iming-iming kepada pihak petani dari Investor atau pemodal yang memiliki modal dan kepentingan atas tanah yang dikuasai oleh petani, “siapa yang gak tergoda lihat uang 500 juta di depan mata, sebagai manusia biasa wajarlah, bagaimana caranya supaya petani tidak tertarik dengan itu,tidak cepat-cepat memutuskan menjual lahannya,yaitu dengan cara kita bantu fasilitasnya”.tegas Baginda.

Saat di wawancarai oleh setaranews.com Sumadi selaku Wakil Ketua HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) menyatakan siap mengawal GP3A dalam mengendalikan alih fungsi lahan produktif menjadi nonproduktif, “HKTI Kabupaten Kuningan siap mengawal GP3A dalam pengendalian alih fungsi lahan”. ujarnya singkat.

Mahasiswa Dibawa Paksa Ke Polresta Cirebon

Tidak ada komentar
Unswagati Cirebon, Setaranews.com - Para peserta aksi yang sejak kemarin siang (31/7) melakukan protes terhadap pemilihan Rektor, akhirnya dibawa paksa ke kantor Polresta setelah sebelumnya terlibat bentrok kecil dengan petugas kepolisian yang memaksa membubarkan aksi tersebut.

Hingga pukul 23.54 wib pihak keamanan kampus dengan pihak kepolisian memaksa untuk mahasiswa membubarkan diri dan melanjutkan pada siang nanti.

Dalam proses pembubaran tersebut terjadi bentrokan antara mahasiswa dengan petugas kepolisian yang sebagian besar berpakaian preman, ketika itu mahasiswa menanyakan tentang alasan pembubaran tersebut "tolong sebutkan undang-undang yang mengatur untuk tidak boleh melakukan kebebasan berpendapat dimuka umum?" tanya Jimi salah seorang peserta aksi tersebut kepada pihak kepolisian. Namun, pihak kepolisian menjawab bahwa kegiatan tersebut mengganggu kenyamanan orang lain dan mahasiswa akhirnya menuruti untuk tidak bersuara.

Namun, tak berselang lama  pihak kepolisisan akhirnya membawa paksa para mahasiswa kedalam mobil kepolisian dan membawa mereka ke kantor Polres kota Cirebon. Saat di kantor Polres kota Cirebon mahasiswa didata indentitasnya dan terlihat hadir biro kemahasiswaan pak Budi dan pak Komarudin diikuti kaur kemahasiswaan Fisip.

Akhirnya, setelah dimintai keterangan dan di data. Sekitar pukul 01.15 wib seluruh mahasiswa dibebaskan pulang kerumah masing-masing dan rencannya pagi ini akan diadakan dialog dengan pihak senat Universitas terkait tuntutan mahasiswa.

 

Mahasiswa Kepung Kampus Selepas Tarawih

Tidak ada komentar
Unswagati Cirebon, SetaraNews.com - Tak lama setelah sholat tarawih selesai dilaksanakan (31/7), mahasiswa kembali melakukan orasi di kampus utama Unswagati Cirebon untuk menuntut agar perguruan tinggi sebagai instansi pendidikan menjalankan proses demokrasi dalam hal proses pemilihan Rektor.

Karena tak diperbolehkan melakukan aksi didalam kampus, massa aksi pun memilih melakukan tepat persis di depan gerbang kampus utama Unswagati. Tak pelak, arus lalu linta kendaraan yang keluar masuk kampus pun sempat tertahan beberapa jam.

Orasi-orasi terus dilakukan oleh mahasiswa sampai pukul 23.30 wib (31/07) hingga akhirnya usaha dialog dilakukan oleh pihak kampus, namun usaha tersebut tak  digubris oleh mahasiswa yang tetap menginginkan pembentukan panitia pemilihan Rektor oleh senat Universitas.

Mahasiswa pun berniat bermalam dalam tenda didepan gerbang masuk kampus utama Unswagati hingga tuntutan mereka diwujudkan. Ketika melakukan aksinya, terlihat puluhan anggota kepolisian berpakaian preman berkeliaran di sekitar kampus.

 

Aksi Mahasiswa Berlanjut Hingga Malam Hari

Tidak ada komentar
Unswagati Cirebon Setaranews.com – Cirebon (1/8) Aksi mahasiswa yang dilakukan dikampus utama Unswagati dengan tuntutan agar dibentuk panitia pemilihan rektor berujung pada pembubaran paksa pihak keamanan kampus dan kepolisian.

Pada saat setelah sholat tarawih selesai dilaksanakan mahasiswa kembali melakukan orasi didepan gerbang kampus utama Unswagati cirebon untuk menuntut agar perguruan tinggi sebagai instansi pendidikan menjalankan proses demokrasi dalam pemilihan rektor, setelah dikeluarkan dari dalam kampus oleh pihak keamanan kampus. Adapun penjelasan dari saudara Kris bahwa perguruan tinggi harus menjunjung tinggi demokrasi, "perguruan tinggi harus menjunjung tinggi demokarasi untuk pemilihan rektor Unswagati yang transparan, persaingan sehat dan jujur" dan untuk pelaksanaan pemilihan raktor Kris menuntut senat universitas membentuk panitia pemilihan rektor "untuk pemilihannya senat harus membentuk panitia pemilihan rektor" tegasnya.

Dalam hak berpendapat didepan public yang dilakukan mahasiswa itu bidang kemahasiswaan yang diwakili oleh pak Budi meminta agar melakukan dialog didalam ruangan dengan pihak universitas. "kita lakukan dialog saja didalam dan duduk bersama untuk mendengar apa keinginan kalian" ujar pak Budi kepada mahasiswa. Namun mahasiswa tetap ingin dialog dilakukan diluar dengan alasan agar semua mendengar bahwa senat akan membentuk panitia pemilihan rektor yang baru sesuai dengan apa yang sudah menjadi aturan sebagai mana tertera dalam statuta Unswagati tahun 2009. "kami hanya ingin Rektor legowo untuk melepas jabatannya yang sudah dua periode dan rektor baru terpilih dengan proses demokrasi" tegas Kris dalam orasinya.

 

Mahasiswa Fisip Tuntut Pembentukan Panitia Pemilihan Rektor Unswagati

Tidak ada komentar
Unswagati Cirebon Setaranews.com -Sejumlah mahasiswa yang menamakan diri Mahasiswa Penyelamat Kampus melakukan aksi demonstrasi yang ditujukan kepada Rektor Universitas Swadaya Gunung Jati Dr. H. Dzakaria Mahmud SE. SH. MSi., siang tadi (31/7) pada pukul 11.30 WIB di kampus 1 terkait dengan masa jabatan Rektor yang  di perpanjang satu periode lagi.

Aksi yang diikuti sekitar dari 15 orang tersebut sempat menimbulkan keramaian di hala

man parkir kampus satu Unswagati dengan melakukan orasi dan membakar ban, sehingga menjadi pusat perhatian para mahasiswa di sekitar tempat tersebut.

Mahasiswa menolak terpilihnya kembali Dzakaria Mahmud sebagai Rektor yang sudah menjabat selama dua periode, selain itu para mahasiswa juga meminta agar segera dibentuk panitia pemilihan Rektor dan segera malaksanakan pemilihan ulang.

Aksi sempat ricuh ketika Rektor datang menemui mahasiswa untuk mengajak beraudiensi di dalam ruangan, namun para mahasiswa  tidak menghiraukan ajakan tersebut sehingga hal ini sempat membuat kesal beberapa pihak dari Universitas, dan insiden tarik menarik antara mahasiswa dan pihak Universitas sempat terjadi beberapa saat.

Mubarok, selaku peserta aksi sekaligus Presidium Mahasiswa FISIP yang mewakili para mahasiswa sempat menemui Rektor, namun pertemuan tersebut tidak membuahkan hasil karena para mahasiswa tetap tidak menggubris pihak Rektorat sambil menyanyikan yel dan lagu-lagu aksi.

Akhirnya Rektor pun membiarkan para mahasiswa tersebut melanjutkan aksinya karena sulit untuk diajak berdiskusi untuk mencari solusi.”Saya tadi sudah bertemu dengan Gubernur BEM FISIP, dan mempersilahkan agar para mahasiswa masuk kedalam untuk membicarakan masalah ini, tapi dari pihak mereka tidak kesini lagi” ujar Dzakaria Mahmud saat diminta komentarnya oleh Setara.

Jabatan Rektor akan habis pada tanggal 31 agustus 2013 (hari ini) dan ia juga menyatakan sudah memberitahukan ke pihak yayasan sejak Mei lalu, dan alasan Dzakaria Mahmud terpilih kembali sebagai karena pihak yayasan melalui forum Senat Universitas menilai bahwa Rektor yang lama masih diperlukan untuk menyelesaikan proses peralihan status perguruan tinggi swasta menjadi perguruan tinggi negeri, dan dalam pasal 75 Statuta Unswagati tahun 2009 hal tersebut diperbolehkan.

Setelah memperoleh informasi tersebut, para mahasiswa tetap menolak terpilihnya kembali Dzakaria Mahmud sebagai rektor dan menilai siapapun rektornya tidak berpengaruh pada proses penegerian.”Kami tetap tidak setuju rektor sebelumnya menjabat lagi dan segera lakukan pemilihan rektor, karena alasan penegerian tidak ada hubungannya “ ujar Kris salah satu peserta aksi ketika di temui Setara

Hingga berita ini diturunkan, massa aksi masih bertahan di dalam kampus satu.
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews