Responsive Ad Slot

Wakil Rektor III : Unswagati Tetap Diproses Penegeriannya

Tidak ada komentar

Kamis, 08 Agustus 2013

Unswagati Cirebon, SetaraNews.com - Pemerintah melalui Kemendiknas RI telah resmi melakukan penghentian sementara (moratorium) alih status PTS ke PTN di seluruh Indonesia yang berlaku sejak tanggal satu Agustus 2013 kemarin hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Namun, rupanya dari pihak Universitas menyanggah tentang adanya moratorium ini. “Ya memang benar adanya moratorium, namun untuk Unswagati tetap akan diproses penegeriannya. Karena berkas kita masuk sejak lama” ujar wakil Rektor III Unswagati Amanan Drs, ketika ditemui di ruangan Rektorat oleh setaranews.com

Seperti yang dijelaskan dalam surat edaran bertanggal 29 Juli 2013 tersebut, alasan moratorium PTS menjadi PTN karena anggaran   Pendapatan dan  Belanja  Negara  (APBN)  Pusat  untuk  perguruan tinggi  yang dinegerikan  masih  terbatas,  sehingga   menimbulkan  permasalahan anggaran   bagi  PTN baru   sebagai satuan kerja.

Selain itu, hal tersebut masih karena pencatatan sarana prasarana (aset)  yang diserahterimakan dari pemerintah  daerah/yayasan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  sering mengalami kendala  dalam  proses pencatatan, sehingga menimbulkan “temuan” dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Terakhir, kendala yang banyak ditemui ialah masih banyaknya SDM non-PNS  yang akan menjadi PNS tersebut harus memenuhi  persyaratan yang  tercantum  pada   peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian, terutama untuk sumber daya manusia yang memiliki umur diatas 35 tahun.

Pemerintah Hentikan Alih Status PTS Ke PTN

Tidak ada komentar

Rabu, 07 Agustus 2013

Cirebon, Setaranews.com – Pemerintah melalui Kemendiknas RI telah resmi melakukan penghentian sementara alih status PTS ke PTN di seluruh Indonesia yang berlaku sejak tanggal satu Agustus 2013 kemarin.

Penghentian sementara (moratorium) alih status ini, berlaku dengan batas waktu yang tidak ditentukan dengan kata lain belum ada kejelasan kapan keputusan ini dicabut seperti yang dikutip dari laman Dirjen Dikti.

Dalam beberapa tahun ini, setidaknya sudah 11 PTS yang dinegerikan. Perubahan ini terutama berlaku bagi daerah perbatasan.

Seperti diketahui, Unswagati sudah sejak tahun 2009 mengajukan perubahan status dari PTS menjadi PTN. Namun, hal ini tak kunjung usai karena terkendala dalam hal pembebasan lahan.

”Untuk daerah yang membutuhkan, kami tetap membangun akademi komunitas,” kata Djoko Santoso, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud, di Jakarta, Rabu (31/7).

Berikut isi surat edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Perguruan Tinggi tersebut :

No Surat : 733/E.E2/DT/2013
Tanggal 29 Juli 2013
Perihal : Penghentian Sementara (Moratorium) perubahan bentuk PTS  menjadi PTN (Penegerian)

Kepada :
1. Koordinator Kopertis Wilayah I-XII

2. Gubernur dan Bupati/Walikota di Seluruh Indonesia

Perubahan bentuk perguruan tinggi swasta  (PTS) menjadi perguruan tinggi negeri   (PTN) atau  yang  biasa disebut penegerian membawa konsekuensi persoalan menyangkut anggaran, sarana  prasana, serta  sumber daya manusia. Setelah dievaluasi atas perguruan tinggi yang telah  dinegerikan, perlu kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

1.   Pengalokasian   Anggaran   Pendapatan dan  Belanja  Negara  (APBN)  Pusat  untuk  perguruan tinggi  yang dinegerikan  masih  terbatas,  sehingga   menimbulkan  permasalahan anggaran   bagi  PTN baru   sebagai satuan kerja;

2.  Pencatatan sarana prasarana (aset)  yang diserahterimakan dari pemerintah  daerah/yayasan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  sering mengalami kendala  dalam  proses pencatatan, sehingga menimbulkan “temuan” dari Badan Pemerik5:a Keuangan;

3.   Sumber  Daya  Manusia yang  diserahterimakan dari  pemerintah  daerah/yayasan   kepada  Kementerian

Pendidikan dan Kebudayaan khususnya untuk sumber  daya  manusia  non-PNS  akan mengalami kendala dalam   proses   menjadi  PNS  karena   harus   memenuhi  persyaratan yang  tercantum  pada   peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian, terutama untuk sumber daya manusia yang memiliki umur > 35 tahun.

Seiring  dengan  proses  penataan hal-hal   sebagaimana dimaksud  di  atas,  Direktorat Jenderal   Pendidikan Tinggi  akan  melakukan penghentian sementara (moratorium)  perubahan bentuk PTS menjadi PTN (Penegerian), terhitung mulai tanggal l Agustus 2013.

Semua usul perubahan bentuk PTS menjadi PTN (Penegerian)yang telah  tercatat dalam  agenda  surat  masuk oleh  Direktorat Jenderal  Pendidikan Tinggi  sebelum  tanggal  1 Agustus  2013  akan  tetap diproses   sesuai dengan peraturan  perundang-undangan.

dst...
Direktur Jenderal
-ttd-
Djoko Santoso


 

Mabim Dimajukan, Panitia Panik

Tidak ada komentar
Unswagati Cirebon, Setaranews.com – Dipastikan, pelaksanaan Mabim (Masa Awal Bimbingan Mahasiswa) periode tahun 2013 akan dimajukan menjadi lebih cepat dari jadwal semula.

Mabim yang sedianya diperuntukkan bagi Mahasiswa Baru Unswagati ini akan diundur sepekan. Seperti diketahui bahwa pelaksanaan Mabim tadinya akan dimulai tanggal dua September 2013, namun akan diundur menjadi tanggal 26 Agustus 2013.

Perihal alasan pengunduran tersebut, pihak Universitas melalui kabiro Kemahasiswa Komarudin Drs.,LC, mengatakan karena mengikuti ketentuan dari Dikti (Direktorat Perguruan Tinggi).

“Kami mendapat surat edaran dari Dikti, bahwa seluruh Perguruan Tinggi harus sudah memulai KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) di awal September, yang tadinya direncanakan pertengahan September. Jadi, agar kegiatan Mabim tidak berbenturan dengan KBM maka pelaksanaannya pun dimajukan menjadi tanggal 26 Agustus 2013” ujarnya ketika ditemui oleh Setaranews.com di ruang rektorat pada Selasa (6/8/2013).

Sementara itu, kepanikan terlihat dari kepanitiaan Mabim Universitas, mereka merasa belum memiliki persiapan yang matang dan baik dengan jeda waktu yang tersedia tinggal 20 hari lagi.

"saya sendiri bingung mas, karena waktu yang tersedia sedikit sekali. selain itu masih ada persoalan internal di panitia terkait perubahan formatur delegasi beberapa Fakultas." ujar ketua panitia Mabim Universitas periode 2013, M Arif.

Kepanitiaan Mabim Universitas Berubah

Tidak ada komentar

Selasa, 06 Agustus 2013

Unswagati Cirebon, Setaranews.com – Kepantiaan Mabim Universitas berubah, menyusul perubahan kepemimpinan di beberapa Fakultas seperti Ekonomi, Pertanian dan Kedokteran.

Hal ini telah disepakati dalam termin rapat yang dilaksanakan pada Selasa siang (6/8). Rapat yang berlangsung sejak pukul 11.00 Wib ini sempat deadlock karena beberapa perwakilan Fakultas lainnya merasa berkebaratan dengan perubahan tersebut. Salah satu delegasi Fakultas yang berkeberatan ialah FISIP,”kami berkeberatan, karena seharusnya apabila diganti sebaiknya formatur yang lama dihadirkan disini. Kita sama-sama bicarakan, kita kan tidak enak” ujar Edo, yang juga aktif di Komunitas Radio Fisip.

Menanggapi statemen tersebut, Agung delegasi dari BEM FE menyatakan bahwa kewenangan mendelegasikan orang-orang yang menjadi Panitia Mabim itu adalah dari Fakultas, bukan kewenangan panitia Mabim Fakultas lain “Kita disini bukan membicarakan tentang orang lama atau orang baru, kami disini memiliki kewenangan dalam mendelegasikan siapa-siapa yang akan menjadi panitia Mabim.  Berhubung kami di ekonomi mengalami pergantian pengurus yang baru, jadi wajar ketika kami memakai kewenangan kami menentukan delegasi dari ekonomi yang menjadi panitia Mabim” ujarnya dalam rapat tersebut.

Sementara itu, ketua pelaksana Mabim Universitas sementara (karena SKn-ya belum disahkan oleh Rektor) sempat berpeluh kesah “kami merasa kewalahan mas, waktu menuju Mabim hanya tinggal 20 hari lagi.” ujarnya disela perbincangannya yang berbisik-bisik dengan Agus Dimyati, Wakil Dekannya sendiri di FH.
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews