Responsive Ad Slot

Mahasiswa FE antusias ikuti pemilihan

Tidak ada komentar

Sabtu, 03 Agustus 2013

Setaranews.com(3/8)Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Swadaya Gunungjati hari ini melaksanakan pemilihan umum di ruang kuliah 28, untuk memilih gubernur dan wakil gubernur Fakultas Ekonomi (FE) dan ketua himpunan jurusan akuntansi dan manajemen.

Pemilihan berlangsung sejak pagi tepatnya pada pukul 09.00 WIB, sudah didatangi oleh para mahasiswa yang ingin menggunakan hak pilihnya.Pemilih yang berpartisipasi adalah semua mahasiswa FE dari tingkat satu hingga tingkat akhir,namun hingga pukul 12.00 WIB tadi baru tercatat 352 mahasiswa yang sudah memilih, dan masih terus bertambah jumlahnya hingga pemilihan ditutup pukul 17.00 WIB.

Dibandingkan pemilihan periode sebelumnya,dalam pemilihan sekarang para mahasiswa terlihat antusias dalam memilih karena diberikan sertifikat oleh panitia,hal ini memang merupakan kebijakan Panitia Pemilihan dalam mengsiasati meramaikan pemilihan karena kalender akademik FE sedang libur, dan panitia berharap agar semua mahasiswa FE menggunakan hak pilihnya.

“Saya ingin semua mahasiswa Fakultas Ekonomi turut serta dalam pemilihan, karena satu suara mereka sangat berpengaruh pada Fakultas Ekonomi kedepannya”. Ujar Wahyu Erlangga selaku ketua Panitia pemilihan umum Fakultas Ekonomi.

“saya juga berharap jika sudah ada calon yang terpilih nanti, ia bisa mengemban amanah dah memajukan Fakultas Ekonomi”tambahnya

Setelah proses pemilihan ini selesai, maka panitia akan langsung melakukan perhitungan suara yang akan disosialisasikan hasil suara tersebut secepatnya.

Menuju PTN, Syarat Tanah Untuk Unswagati Hanya 21 Ha

Tidak ada komentar

Jumat, 02 Agustus 2013

Unswagati - SetaraNews.com, Proses penegerian Universitas Swadaya Gunung Jati mengalami kemajuan. Hal ini disampaikan oleh Rektor Unwagati Dr. H. Djakaria Machmud, S.E., S.H., M.Si saat mengadakan sidak ke seluruh bagian kampus 1 Unswagati untuk melihat dan mengetahui apa saja fasilitas yang masuh kurang dan diperlukan oleh pegawai maupun mahasiswa pada minggu lalu.

Di sela-sela inspeksi mendadak Rektor Unswagati menjelaskan kepada SetaraNews bahwa persyaratan untuk menuju ke penegerian Unswagati mengalami kemajuan. Hal ini dibuktikan bahwa pada tanggal 09 Juli 2013 Rektor Unswagati di telepon oleh Direktur Kelembagaan Kerjasama Dikti (Direktorat Pendidikan Tinggi) bapak Dr. H. Asyim Yasidi bahwa di Dikti sedang mengadakan rapat untuk penentuan penegerian, khusus untuk Unswagati persyaratannya adalah bukan menyediakan sebanyak 30 hektar, namun cukup menyediakan tanah seluas 21 Ha saja maka SK sudah bisa diterbitkan.


"artinya sudah menjadi hak milik atau hak guna bangunan ataupun hak guna usaha dan segera hari ini selesai hari ini pula dilaporkan kepada Dikti. Prosesnya bisa sambil berjalan " ujar Rektor dalam pembicaraannya dengan Direktur Kelembagaan Kerjasama Dikti.


Oleh karena itu yang saat ini diutamakan oleh Dikti yaitu dari aspek hukum kepemilikannya. Sementara itu Walikota Cirebon dan Gubernur Provinsi Jawa Barat menyatakan siap mendukung penuh.


“Kekurangan yang sembilan Hektar antara lain, tanah Eks PD pembangunan, dan pak Walikota sudah siap mendukung penyelesaiannya, sedangkan keuangan di back up penuh oleh Gubernur Provinsi Jawa Barat”, ujar Rektor.


"Pada awalnya Dikti menuntut tanah seluas 30 Ha namun sekarang hanya menjadi 21 Ha. Jadi ini kalau dulu selalu ngejer 30 Ha, sekarang yang 21 Ha nya jadi ini ada kemajuan besar”, pungkas Rektor.


 

Audiensi Mahasiswa, Rektorat dan Yayasan Belum Menemui Titik Temu

Tidak ada komentar

Kamis, 01 Agustus 2013

Unswagati Cirebon - Setaranews.com - Rektorat akhirnya menggelar pertemuan dengan perwakilan Mahasiswa yang sejak kemarin melakukan aksi di kampus satu hingga dini hari dan berakhir insiden pembubaran oleh Polisi.

Pertemuan itu dimulai pukul 11.00 wib di ruang Rektorat, tampak yang hadir adalah pejabat struktural Universitas dan petinggi Fakultas. tampak pula Ketua Yayasan.

Dalam pertemuan tersebut mahasiswa tetap meminta dalam prosesnya pemilihan Rektor harus secara demokratis. "perguruan tinggi harus menjalankan demokrasi dalam prosesnya" ujar Kris salah seorang delegasi mahasiswa dari Fisip dalam pertemuan tersebut.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Rektor menyerahkan kepada yayasan untuk memaparkan alasan kenapa SK Rektor diperpanjang. Dijelaskan kemudian, bahwa hal ini dikarenakan kampus Unswagati sedang dalam kondisi transisi menuju Perguruan Tinggi Negeri dan sebelumnya Rektor sudah menyerahkan surat berakhirnya masa jabatan kepada Pembina namun dari pihak yayasan meminta kepada Rektor untuk melanjutkan masa jabatannya hingga proses penegrian selesai.

" Kami (yayasan) masih melihat Rektor saat inilah yang memiliki pintu untuk mempercepat proses penegerian ini ditingkat kementrian, dan dalam statuta tersebut dijelaskan bahwa untuk hal yang belum tercatat dalam statuta tersebut dapat di ambil keputusan oleh pihak yayasan dan jajaran senat" ujar Ketua Yayasan.

Merespon penjelasan tersebut, mahasiswa tetap meras tidak puas dan hanya ingin dalam proses peralihan status tersebut benar-benar dijalankan sesuai aturan dan juga sebagaimana PTN lainnya, dan kekecewaan mahasiswa karena pihak Universitas memberikan kepercayaan kepada Rektor yang sudah dua periode untuk memimpin dalam proses pengalihan status tersebut.

300 Ribu Ha Lahan Pertanian Kuningan Akan Hilang

Tidak ada komentar
Kuningan-setaranews.com -  Lahan pertanian di Provinsi Jawa Barat akan hilang sebesar 30% atau sekitar 300.000 Hektar dari luas lahan 1.000.000 hektar lahan yang ada, hal ini dikatakan oleh perwakilan Kementrian Pertanian ketika menghadiri lomba GP3A Kabupaten Kuningan.

“Bahwa diprediksi sekitar 300.000 hektare lahan produktif pertanian akan berlaih fungsi di Jawa Barat “ ujar Baginda Siadian selaku tim dari Kementrian Pertanian dalam sambutan lomba GP3A Kabupaten Kuningan.

“Saya secara khusus memohon kepada Bupati atau nanti penerus bapak bupati di Kuningan terutama untuk mengimplementasikan Undang-undang No 41 tentang pengendalaian alih fungsi lahan”,tambahnya.

Dapat dibayangkan apabila hal ini benar-benar terjadi, 30% lahan pertanian akan berlaih fungsi menjadi perumahan dan pabrik bukan hanya pangan yang akan berkurang tetapi vegetasinnya akan berkurang atau berubah, hal ini akan memberi dampak terhadap peningkatan suhu di Jawa Barat.

Alih fungsi lahan ini terjadi dikarenakan banyak iming-iming kepada pihak petani dari Investor atau pemodal yang memiliki modal dan kepentingan atas tanah yang dikuasai oleh petani, “siapa yang gak tergoda lihat uang 500 juta di depan mata, sebagai manusia biasa wajarlah, bagaimana caranya supaya petani tidak tertarik dengan itu,tidak cepat-cepat memutuskan menjual lahannya,yaitu dengan cara kita bantu fasilitasnya”.tegas Baginda.

Saat di wawancarai oleh setaranews.com Sumadi selaku Wakil Ketua HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) menyatakan siap mengawal GP3A dalam mengendalikan alih fungsi lahan produktif menjadi nonproduktif, “HKTI Kabupaten Kuningan siap mengawal GP3A dalam pengendalian alih fungsi lahan”. ujarnya singkat.

Mahasiswa Dibawa Paksa Ke Polresta Cirebon

Tidak ada komentar
Unswagati Cirebon, Setaranews.com - Para peserta aksi yang sejak kemarin siang (31/7) melakukan protes terhadap pemilihan Rektor, akhirnya dibawa paksa ke kantor Polresta setelah sebelumnya terlibat bentrok kecil dengan petugas kepolisian yang memaksa membubarkan aksi tersebut.

Hingga pukul 23.54 wib pihak keamanan kampus dengan pihak kepolisian memaksa untuk mahasiswa membubarkan diri dan melanjutkan pada siang nanti.

Dalam proses pembubaran tersebut terjadi bentrokan antara mahasiswa dengan petugas kepolisian yang sebagian besar berpakaian preman, ketika itu mahasiswa menanyakan tentang alasan pembubaran tersebut "tolong sebutkan undang-undang yang mengatur untuk tidak boleh melakukan kebebasan berpendapat dimuka umum?" tanya Jimi salah seorang peserta aksi tersebut kepada pihak kepolisian. Namun, pihak kepolisian menjawab bahwa kegiatan tersebut mengganggu kenyamanan orang lain dan mahasiswa akhirnya menuruti untuk tidak bersuara.

Namun, tak berselang lama  pihak kepolisisan akhirnya membawa paksa para mahasiswa kedalam mobil kepolisian dan membawa mereka ke kantor Polres kota Cirebon. Saat di kantor Polres kota Cirebon mahasiswa didata indentitasnya dan terlihat hadir biro kemahasiswaan pak Budi dan pak Komarudin diikuti kaur kemahasiswaan Fisip.

Akhirnya, setelah dimintai keterangan dan di data. Sekitar pukul 01.15 wib seluruh mahasiswa dibebaskan pulang kerumah masing-masing dan rencannya pagi ini akan diadakan dialog dengan pihak senat Universitas terkait tuntutan mahasiswa.

 

Mahasiswa Kepung Kampus Selepas Tarawih

Tidak ada komentar
Unswagati Cirebon, SetaraNews.com - Tak lama setelah sholat tarawih selesai dilaksanakan (31/7), mahasiswa kembali melakukan orasi di kampus utama Unswagati Cirebon untuk menuntut agar perguruan tinggi sebagai instansi pendidikan menjalankan proses demokrasi dalam hal proses pemilihan Rektor.

Karena tak diperbolehkan melakukan aksi didalam kampus, massa aksi pun memilih melakukan tepat persis di depan gerbang kampus utama Unswagati. Tak pelak, arus lalu linta kendaraan yang keluar masuk kampus pun sempat tertahan beberapa jam.

Orasi-orasi terus dilakukan oleh mahasiswa sampai pukul 23.30 wib (31/07) hingga akhirnya usaha dialog dilakukan oleh pihak kampus, namun usaha tersebut tak  digubris oleh mahasiswa yang tetap menginginkan pembentukan panitia pemilihan Rektor oleh senat Universitas.

Mahasiswa pun berniat bermalam dalam tenda didepan gerbang masuk kampus utama Unswagati hingga tuntutan mereka diwujudkan. Ketika melakukan aksinya, terlihat puluhan anggota kepolisian berpakaian preman berkeliaran di sekitar kampus.

 

Aksi Mahasiswa Berlanjut Hingga Malam Hari

Tidak ada komentar
Unswagati Cirebon Setaranews.com – Cirebon (1/8) Aksi mahasiswa yang dilakukan dikampus utama Unswagati dengan tuntutan agar dibentuk panitia pemilihan rektor berujung pada pembubaran paksa pihak keamanan kampus dan kepolisian.

Pada saat setelah sholat tarawih selesai dilaksanakan mahasiswa kembali melakukan orasi didepan gerbang kampus utama Unswagati cirebon untuk menuntut agar perguruan tinggi sebagai instansi pendidikan menjalankan proses demokrasi dalam pemilihan rektor, setelah dikeluarkan dari dalam kampus oleh pihak keamanan kampus. Adapun penjelasan dari saudara Kris bahwa perguruan tinggi harus menjunjung tinggi demokrasi, "perguruan tinggi harus menjunjung tinggi demokarasi untuk pemilihan rektor Unswagati yang transparan, persaingan sehat dan jujur" dan untuk pelaksanaan pemilihan raktor Kris menuntut senat universitas membentuk panitia pemilihan rektor "untuk pemilihannya senat harus membentuk panitia pemilihan rektor" tegasnya.

Dalam hak berpendapat didepan public yang dilakukan mahasiswa itu bidang kemahasiswaan yang diwakili oleh pak Budi meminta agar melakukan dialog didalam ruangan dengan pihak universitas. "kita lakukan dialog saja didalam dan duduk bersama untuk mendengar apa keinginan kalian" ujar pak Budi kepada mahasiswa. Namun mahasiswa tetap ingin dialog dilakukan diluar dengan alasan agar semua mendengar bahwa senat akan membentuk panitia pemilihan rektor yang baru sesuai dengan apa yang sudah menjadi aturan sebagai mana tertera dalam statuta Unswagati tahun 2009. "kami hanya ingin Rektor legowo untuk melepas jabatannya yang sudah dua periode dan rektor baru terpilih dengan proses demokrasi" tegas Kris dalam orasinya.

 

Mahasiswa Fisip Tuntut Pembentukan Panitia Pemilihan Rektor Unswagati

Tidak ada komentar
Unswagati Cirebon Setaranews.com -Sejumlah mahasiswa yang menamakan diri Mahasiswa Penyelamat Kampus melakukan aksi demonstrasi yang ditujukan kepada Rektor Universitas Swadaya Gunung Jati Dr. H. Dzakaria Mahmud SE. SH. MSi., siang tadi (31/7) pada pukul 11.30 WIB di kampus 1 terkait dengan masa jabatan Rektor yang  di perpanjang satu periode lagi.

Aksi yang diikuti sekitar dari 15 orang tersebut sempat menimbulkan keramaian di hala

man parkir kampus satu Unswagati dengan melakukan orasi dan membakar ban, sehingga menjadi pusat perhatian para mahasiswa di sekitar tempat tersebut.

Mahasiswa menolak terpilihnya kembali Dzakaria Mahmud sebagai Rektor yang sudah menjabat selama dua periode, selain itu para mahasiswa juga meminta agar segera dibentuk panitia pemilihan Rektor dan segera malaksanakan pemilihan ulang.

Aksi sempat ricuh ketika Rektor datang menemui mahasiswa untuk mengajak beraudiensi di dalam ruangan, namun para mahasiswa  tidak menghiraukan ajakan tersebut sehingga hal ini sempat membuat kesal beberapa pihak dari Universitas, dan insiden tarik menarik antara mahasiswa dan pihak Universitas sempat terjadi beberapa saat.

Mubarok, selaku peserta aksi sekaligus Presidium Mahasiswa FISIP yang mewakili para mahasiswa sempat menemui Rektor, namun pertemuan tersebut tidak membuahkan hasil karena para mahasiswa tetap tidak menggubris pihak Rektorat sambil menyanyikan yel dan lagu-lagu aksi.

Akhirnya Rektor pun membiarkan para mahasiswa tersebut melanjutkan aksinya karena sulit untuk diajak berdiskusi untuk mencari solusi.”Saya tadi sudah bertemu dengan Gubernur BEM FISIP, dan mempersilahkan agar para mahasiswa masuk kedalam untuk membicarakan masalah ini, tapi dari pihak mereka tidak kesini lagi” ujar Dzakaria Mahmud saat diminta komentarnya oleh Setara.

Jabatan Rektor akan habis pada tanggal 31 agustus 2013 (hari ini) dan ia juga menyatakan sudah memberitahukan ke pihak yayasan sejak Mei lalu, dan alasan Dzakaria Mahmud terpilih kembali sebagai karena pihak yayasan melalui forum Senat Universitas menilai bahwa Rektor yang lama masih diperlukan untuk menyelesaikan proses peralihan status perguruan tinggi swasta menjadi perguruan tinggi negeri, dan dalam pasal 75 Statuta Unswagati tahun 2009 hal tersebut diperbolehkan.

Setelah memperoleh informasi tersebut, para mahasiswa tetap menolak terpilihnya kembali Dzakaria Mahmud sebagai rektor dan menilai siapapun rektornya tidak berpengaruh pada proses penegerian.”Kami tetap tidak setuju rektor sebelumnya menjabat lagi dan segera lakukan pemilihan rektor, karena alasan penegerian tidak ada hubungannya “ ujar Kris salah satu peserta aksi ketika di temui Setara

Hingga berita ini diturunkan, massa aksi masih bertahan di dalam kampus satu.
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews