Koloni(ali)sasi Digital

Oleh : Kurniawan T Arief SETIAP kali televisi menayangkan iklan berdurasi 10 detik itu, keponakan penulis Marsha (10), terlihat gusar memeg...




Oleh : Kurniawan T Arief



SETIAP kali televisi menayangkan iklan berdurasi 10 detik itu, keponakan penulis Marsha (10), terlihat gusar memegang ponselnya. Sejak kemarin bocah kelas lima Sekolah Dasar itu berusaha mengunduh aplikasi KakaoTalk,  namun entah kenapa selalu gagal. Rupanya iklan pendek yang getol tampil di TV itu telah memikatnya, dan membuat repot sang orang tua yang bekerja -hanya- sebagai guru honorer. Mereka terpaksa menyisihkan uang belanja hanya untuk membeli ponsel -Android- seri terbaru demi anaknya, agar mau kembali berangkat ke sekolah.




Sementara, pada tahun lalu peluncuran perdana BlackBerry (BB) Bold 9790 di Pacific Place malah berakhir rusuh. 2000 lebih manusia Indonesia rela berjejal dalam antrean yang sumpek hanya demi mendapat BB seri terbaru. Mereka berkompetisi untuk menjadi konsumen pertama dari peradaban gadget seperti saat ini. Puluhan korban pun tumbang-pingsan karena berdesakan[1]. Ironis memang.




***




Banyak yang tak sadar bahwa tiap kali kita mengakses informasi melalui mesin pencari Google, situs sosial media macam Facebook, Twitter dan lainnya, kita baru saja menggelontorkan rupiah ke luar negeri. Tak kurang dari Rp1,7 triliun potensi pendapatan negara secara mubazir terekspor pertahunnya[2] demi memenuhi syahwat manusia Indonesia pada dunia maya. Hal ini dikarenakan mayoritas server yang digunakan manusia Indonesia terkonsentrasi di jantung ekonomi negeri Paman Sam: New York. Selain server, layaknya nama domain, hosting, konten aplikasi, konten seluler, software hingga situs belanja pun hampir semuanya produk impor.




Kolonisasi Digital




Dunia memang tengah memasuki era baru: era digital. Akses internet semakin mudah dan murah, teknologi perangkat kian ramah dan dikenal. Tak ayal, gaya hidup masyarakat pun –utamanya generasi muda– terasa sulit menghindari kepungannya. Menurut MIKTI (Masyarakat Industri Kreatif Indonesia) dalam tempo waktu kurang dari lima tahun (2008-2012), telah tumbuh sekitar 400 usaha baru kreatif digital. Tak cukup di situ, dengan volume transaksi e-commerce yang saat ini sedang mewabah, digit laba yang diraup nyaris mencapai Rp35 triliun di tahun 2011. Angka ini diperkirakan akan melesat hingga US$10,2 miliar pada tahun 2015 setelah diberlakukannya AFTA.[3] Tentu, ini merupakan prospek fantastis yang belum banyak diketahui pemuda Indonesia, bukan? Menilik jumlah pengguna internet dan nilainya di Indonesia yang kian melesat, sepatutnya itu cukup menjadi modal kita untuk percaya diri menjadi raksasa dunia maya.




Indonesia menurut Bank Dunia adalah salah satu negeri dengan jumlah populasi penduduk terbesar di Dunia. Sebanyak 130 juta orang diantaranya, atau 56,5 persen penduduknya masuk ke dalam kategori kelas menengah[4], kelompok yang selama ini menjadi unggunan tambang emas bagi pelaku bisnis teknologi digital dunia. Betapa tidak disebut laiknya tambang emas, tengok saja pengguna Facebook di Indonesia yang dari bulan ke tahun seolah berkejaran dengan angka populasi penduduk Negeri ini. Tak mau kalah, pengguna Twitter di Indonesia pun mengemban julukan paling getol ‘berkicau’ ketiga di dunia. Ini belum mengabsen Google, Yahoo, Amazon, InstagramPath, LinkedIn, WhatsApp, Line, AVG, Bing, Avast, Youtube, BlackBerry Messenger dan lain-lain.




Ironisnya, di tengah euforia syahwat informasi itu, ternyata dari 10 situs paling populer  di negeri ini hanya dua situs merupakan besutan asli anak muda Indonesia: forum Kaskus dan portal Detik. Delapan lainnya merupakan situs luar negeri. Hingga kini, peringkat ini belum pernah berubah. Entah mengapa, manusia Indonesia seperti kerasukan dengan pelbagai kemudahan teknologi digital non-Indonesia yang banyak berseliweran di alam maya. Lantas, dimana konten digital yang berasal dari Indonesia? Rasanya jejak maupun namanyapun tak familiar sama sekali. Padahal, banyak produk digital dari talenta kreatif muda Indonesia yang mendunia.




Bukan Malin Kundang Digital




Fakta bahwa perusahaan asing menjadi pemain besar teknologi digital di Indonesia memang sudah menjadi legenda. Namun bukan berarti anak muda negeri ini tak sanggup melakukan hal yang sama. Mereka justru sanggup bermetamorfosis di negeri orang hingga meraih sukses. Sebut saja Criticube,  jejaring sosial yang berbasis di Belanda. Situs jejaring sosial yang didirikan oleh Rama Manusama itu kini mampu menjadi pesaing Facebook di daratan Eropa. Atau juga Gulfware, perusahaan pengembang Software dan IT Solutions yang berdiri sejak tahun 2010 di Dubai. Perusahaan yang didirikan oleh Novel Tjahyadi itu sekarang sukses menggaet Motorola sebagai salah satu mitra bisnisnya. Mereka adalah segelintir anak negeri yang mampu berjaya di negara lain dengan memanfaatkan era baru digital.




Tak hanya di luar negeri, optimisme untuk menjangkarkan penetrasi digital juga sudah merembes ke bilik dalam negeri. Tahun 2008, dalam sebuah ruangan sempit pada salah satu kampus di Bandung, sekelompok Mahasiswa akhirnya bersepakat membentuk usaha kreatif: Agate Studio. Di tempat itu, mereka mencoba mewujudkan impiannya untuk membuat permainan berbasis kekuatan budaya lokal di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, mereka memanfaatkan Facebook dengan lima permainan khas Indonesia: Climb The Pinang, Gado-Gado Sibuk, Defend The Monas, Kiri-kiri[5] dan Art of Pencak Silat. Terakhir, mereka merilis permainan multiplayer yang populer di dunia: Football Saga. Kini, sekelompok anak muda itu tak hanya mengharumkan Indonesia dengan pernah menyabet gelar juara Imagine Cup di Paris, omset bisnis mereka pun sudah mencapai miliaran rupiah perbulannya[6].




Melarung Samudera Digital Dengan Kebudayaan




Kembali beranjak ke luar negeri, Jepang adalah salah satu negara paling sukses dalam industri konten, khususnya animasi. Pendapatan mereka dari anime (sebutan untuk animasi Jepang) di tahun 2008 mencapai lebih dari US$2,2 miliar. Selain animasi, ada Mixi yang menampilkan identitas Jepang melalui situs jejaring sosial. Situs yang didesain sesuai dengan karakter masyarakat Jepang ini terbukti berjaya sebagai situs jejaring nomor wahid di Jepang mengalahkan Facebook atau MySpace.




China lebih radikal lagi. Negeri tirai bambu itu membatasi mesin pencari Google, Facebook dan Twitter. Mereka, mendorong industri kreatif digital dalam negerinya untuk membuat konten lokal. Walhasil: Baidu, Sina Weibo dan Qzone sukses menjadi tiga kaisar di Negerinya sendiri. Ini mereka lakukan lantaran sadar bahwa peluang ekonomi dari perubahan global saat ini begitu potensial. Mereka berhasil mencegah uang rakyatnya lari ke luar Negeri. Dari sinilah China mulai mengunduh pundi-pundi ekonominya, dan kini negeri itu tengah bersiap menjadi negeri adi-maya.




Jepang dan China, sanggup memapah era teknologi digital tanpa harus larut dalam pusaran kontestasi yang mengabaikan akar kultural. Kedua negeri itu mampu membenamkan dirinya dalam aras perubahan global, namun tetap bisa melarung samudera dengan kapal kebudayaannya.




Indonesia adalah Desa Saya




Berkaca pada dua negeri itu, kita juga mustinya mampu memiliki versinya sendiri. Desa kita, kini tengah bersiap memasuki era keempat peradaban manusia: era teknologi. Tentu saja, apabila tak diisi oleh nafas kearifan budaya lokal bukan hal mustahil kasus Pasific Place akan kembali terjadi di Desa-Desa. Kita bukan mengeksplorasi informasi, justeru dengan konyol menyerahkan diri untuk dijajah teknologi informasi. Tentu ini sebuah anomali yang tak lucu. Apalagi, mulai Oktober 2013 nanti pemerintah secara resmi membangun jaringan Meaningful Broadband ke tiap Desa di seluruh Indonesia[7]. Program ini diharapkan mampu menjadikan anak-anak atau orang tua kita para petani dapat terhubung dengan derasnya akses informasi dan pengetahuan baru lewat Internet. Kita bisa memperkokoh identitas lokal-nasional dalam dunia yang serba terhubung saat ini dengan mendorong munculnya berbagai konten buatan anak negeri. Beberapa diantaranya memang sudah bergeliat di permukaan. Namun, lagi-lagi kebanyakan nasibnya belum begitu baik. Lantaran tak mendapat ramahnya rejeki di tanah airnya sendiri.




Berangkat dari titik ini, ada secuil alternatif yang mungkin bisa kita diskusikan kembali. Pertama, yakni dimulai dari dunia maya. Jika kita termasuk yang setia memakai situs atau konten luar negeri saat terhubung dengan Internet, kita bisa mulai dengan memakai situs pencari dan konten lokal. Jika selama ini kita berbangga memakai domain (dot)com, (dot)org, (dot)net dan lain-lain demi nama situs internet, kita bisa memulainya dengan menggunakan domain(dot)id. Selain itu, pastikan pula server yang digunakan berasal dari Indonesia, bukan dari Singapura atau New York. Singkat kata: membumikan Indonesia.




Kedua, buatlah komunitas yang menggunakan internet sebagai surau kreatif dalam mengeksplorasi potensi yang bersifat lokalitas. Langkah ini bisa dimulai dari lingkungan kampus. Seperti apa yang sudah dikerjakan oleh Handi[8] seorang mahasiswa semester tiga di Unswagati Cirebon. Ia membuat mesin pencari www.kita.pw dan digunakan oleh teman kuliahnya. Melambat laun, kini mesin pencarinya mulai dikenal oleh mahasiswa lain di kampusnya. Menggeser Google dan Yahoo yang populer, setidaknya di kampusnya sendiri.




Terakhir, setelah memproduksi dan menggunakan domain sendiri, secara otomatis kita harus membuat konten sendiri. Dalam hal konten, sepertinya kebudayaan mendapatkan relevansinya di sini. Lantaran, di dunia yang sudah digenggam oleh globalisasi (budaya) ini, kebudayaan lokal-nasional merupakan strategi paling genuine untuk memperluas cakar Indonesia ke pentas dunia. Lihatlah Amerika dengan Hollywood maupun Korea Selatan dengan K-Popnya. Dua negara itu berhasil melebarkan kepak sayapnya dengan modal kebudayaan. Toh, seperti pernah Antonio Gramsci ujarkan, pada saatnya nanti kita hanya akan dihadapkan pada dua pilihan: dihegemoni atau menghegemoni?




Jika sudah seperti ini, penulis yakin, optimisme akan lebih mudah kita petik. Sebab, dengan membangun patriotisme digital para manusia Indonesia, tak pelak kemandirian ekosistem di dunia nyata niscaya dapat tumbuh subur di halaman rumahnya sendiri: Indonesia.




Kita bisa saja menjadi pemimpi(n) atas daulat ekonomi dan budaya bangsa ini di masa depan. Sebuah era di mana latar bumi manapun bisa kita jelajahi. Kita, merupakan pembebas bagi bangsa yang tengah tergadai ini. Koloni(ali)sasi digital sudah merasuk ke sukma manusia Indonesia. Tak sesulit di dunia nyata apabila mau, manusia Indonesia mampu berjaya setidaknya di dunia maya.




Akhirul kalam, meminjam alegori Radhar Panca Dahana: kenapa harus jadi rusa jika bisa menjadi singa? Atau, kita membiarkan saja generasi Indonesia yang masih hijau menjadi Marsha-Marsha baru? Relakah kita menyaksikan generasi kelak dijadikan ‘rusa’ oleh ‘singa’ Facebook, Twitter, Yahoo, Instagram, Google, Wordpress, KakaoTalk dan atau BlackBerry?




***




Daftar pustaka




-          http://www.kita.pw > wikipedia dan Teknopreneur.com




-          Majalah Tempo, Majalah Tempo, edisi 20-26 Februari 2012




-          Majalah Teknopreneur, edisi Juni 2010  (hal - 15) dan edisi Februari 2013 (hal - 71)




-          Radhar Panca Dahana, Inikah Kita – Mozaik Manusia Indonesia, Resist Book, Yogyakarta 2007




-          Reference Book Digital Creative & Information Communication Technology Industries, Infomedia 2012.











[1]  Majalah Tempo, edisi 20-26 Februari 2012, halaman 57






[2]  http:www.teknopreneur.com






[3]  Reference Book Digital Creative & Information Communication Technology Industries, Infomedia 2012.






[4]  Majalah Tempo, edisi 20-26 Februari 2012,  Mereka Yang Beranjak Kaya - halaman 53






[5]  Permainan yang ter-ilhami dari keberadaan angkot di Kota Bandung yang sangat khas.






[6]  Majalah Teknopreneur, edisi Juni 2010, halaman 15







[8] Mahasiswa Fakultas Pertanian Unswagati Cirebon, teman satu Jurusan kuliah dan organisasi dengan penulis.



COMMENTS

Nama

#berbagitips,1,#Berita,1,#cirebon,1,#covid19,1,#dirumahaja,2,#HUT_TNI,1,#mahasiswa,1,#photography #fotografi #cirebon #allaboutcirebon #iconcirebon,1,#puisi #sastra,2,#seriuanaksi,1,#tipsandtrik,1,1000 mangrove,1,15 agustus,1,2017,3,2018,3,24 September,1,24 September 20118,1,5 negara pendidikan terbaik di dunia,1,5 Pintu,1,6 bahan alami,1,Abdul Rozak,1,adat dan budaya,1,Addendun,1,ADP 2019,1,AEF,1,agribisnis,2,agriculture festival,1,Ahok,2,air,1,Akbar tandjung,1,akreditasi,2,akreditasi a,1,aksi,11,Aksi bela islam,1,Aksi Demonstrasi,3,aksi mahasiswa,6,Aksi Refleksi,1,Aksi solidaraitas buku,1,aksi solidaritas,2,Aksi Solidaritas Peduli Banjir Cirebon Timur,1,aksi22mei,1,akuntasi,1,Alergi,1,aliansi mahasiswa Ciayumajakuning,3,aliansi mahasiswa cirebon,2,Aliansi Mahasiswa Peduli Unswagati Bersih,2,Aliansi Mahasiswa UGJ,1,Aliansi Mahasiswa Unswagati,1,Aliansi Pemuda Kecamatan Panguragan,1,all about cirebon,1,AMC,1,AMPU,1,AMPUH UNSWAGATI,2,AMPUN,1,anak,1,angkatan xx,1,Annual drama performance,1,Annual English Festival,1,anti korupsi,2,anti-erdogan,1,anti-kritik,1,arca,1,ARMY,1,Artikel,5,ascleoius 2018,1,Audiensi,5,audiensi terbuka,1,ayah,2,Badan Eksekutif Mahasiswa,1,bahaya oportunisme,1,baksos,1,Bakti Sosial,1,Balap Sepeda,1,ban pt,1,Bancakan,1,bangsal witana,1,bangunan,1,bangunlah jiwa pemberontak,1,Banjir,1,Banjir Cirebon Timur,1,bapak pers nasional,1,Basket,1,bawang dayak,1,bbm,1,Beasiswa,2,beauty career talk,1,beauty vlogger,1,bekas jerawat,1,belajar online,1,bem,3,BEM Faperta,2,bem fe,7,BEM FH UGJ,1,BEM FH unswagati,1,BEM FH Unswagati Adakan Pertandingan Futsal Sewilayah III Cirebon,1,BEM FISIP,3,bem fk unswagati,2,bem fkip,3,BEM FP,1,Bem Ft,3,BEM Teknik,1,BEM U,15,BEM UGJ,1,BEM Universitas,2,bem unswagati,6,BEMFT,1,BEMFTunswagati,1,bemu,2,Bencana Alaam,1,Bencana Banjir,1,Bencana Banjir Cirebon Timur,1,Berbagi Tips,23,berita,18,berita acara,1,berita cirebon,6,berita foto,1,berita internasional,1,Berita Kampus,20,berita nasional,2,BIJB,1,biography,1,bisu,1,BNN,2,BNN Kota Cirebon,1,bold make up,1,BPKel-Oi,1,BTS,1,budaya,19,budaya korea,1,budaya makan korea,1,Budidaya Jamur Tiram,1,Bukber,3,buku,2,bulan bahasa,1,bulu tangkis,1,bulutangkis,1,Bupati Cirebon,3,bursa efek indonesia,1,buya yahya,1,cacar monyet,1,campdik,1,campus on stage,1,cara memutihkan gigi,1,central batik cirebon,1,Cerpen,6,cfj 2k19,1,China,1,Ciayumajakuning,2,cindercella,1,cinta,2,cinta sejati,1,Cipasung,1,cirebon,95,Cirebon Bersatu,1,cirebon historia fun run 2019,1,cirebon raya,1,Cirebon timur,1,civilfestival,1,Comfest2017,1,Comfestjeh 2K17,1,comfestjeh 2k19,2,comfestjeh2k18,1,corona virus,3,Cover Dance Competition,1,covid 19,2,covid19,1,Curug Cipeteuy,1,D'Box CC,1,dak,14,DAK 96 M,20,DAK 96M,1,dana,1,dana kampanye,1,darurat demokrasi,2,daruratdemokrasi,4,daun katuk,1,daun pepaya,1,debat kandidat,1,Debat Perdana,1,debus,1,deddy mizwar,1,Dedi Mizwar,1,dekan baru,1,dekan FKIP,1,Demo Sopir Angkot,2,Demokerasi,1,demonstrasi,3,dengar pendapat,1,desa kalimeang,1,desain,1,desain grafis,1,dewan pers,1,dewasa,1,Diah Agustina,1,dies natalis,4,Dies natalis Himakom,1,diesnatalis,6,Diesnatalis ke-59,1,Diesnatalis Mapala Gunati,3,DiesnatalisUnswagati57,3,diksar,1,dikti,1,dilarang gondrong,1,Dilarang Gongrong,1,DISBODPURPAR,3,Diskusi,5,Diskusi Lingkungan,1,Diskusi Publik,3,Diskusi Rasa,1,Dispensasi,1,DKI Jakarta,1,DKISKotaCirebon,1,dlh,1,dokter ortopedi,1,Donor darah,3,dosen unswagati,1,down,1,down syndrome,1,dpm,5,DPM FE,4,DPM FH unswagati,1,dpm unswagati,1,DPM-U,11,dpmu,2,dpmunswagati,1,dpp,1,DPPKAD,1,dpr ri,1,DPR-RI,4,DPRD,4,DPRD Cirebon,4,DPRD Kabupaten Cirebon,2,dpupr,7,drama,1,driver amt,1,dunia,2,Dunia Kampus,62,Duta Unswagati 2018,1,e-gamelan,1,e-ktp,1,empat sehat lima sempurna,1,English Student Association,1,Enterpreneur Festival,1,erdogan,1,ESA,3,esa unswagati,3,esai nasional,1,Esensi Hari Kartini,1,essai,2,Even kampus,1,Event Kampus,139,expo,1,expo pasar modal,1,fajar merah,1,fakultas,7,fakultas ekonomi,5,fakultas ekonomi unswagati,3,fakultas hukum,3,fakultas Hukum UGJ,1,Fakultas hukum unswagati,3,fakultas kedokteran,6,fakultas kedokteran unswagati,2,fakultas pertanian,3,fakultas teknik,7,fakultas teknik sipil,2,fakultas teknik unswagati,5,Faperta,3,fatwa,1,FB,1,FE,12,Feminisme,1,Festial Kraton,1,Festifal Islami,1,festival budaya sunyaragi,9,Festival Keraton Nusantara,8,festival komunikasi,1,festival literasi,1,festival literasi cirebon cirebon,1,Fh unswagati,1,Fiersa Besari,1,film,1,film indonesia,1,Final piala dunia 2018,1,fisif,1,fisip,14,FISIP UGJ,1,FISIP Unswagati,9,FisipUnswagati,1,fk unswagati,1,fkip,7,fkip bahasa inggris,2,fkip bahasa inggris unswagati akreditasi a,1,fkip unswagati,4,FKIPUnswagati,1,FKN XI,10,flu,1,fordisma,1,forsidas,1,forum ormawa,1,foto,4,fotografi,2,Fotografi,3,FP,1,fp unswagati,1,FPTI,1,fun run 2019,1,g30spki,1,gagasmedia,1,Gambar,1,garut,1,Gatot Nurmantyo,3,gaya hidup,2,gebyar matematika,1,gedung baru,1,gedung gt unswagati,1,gema,1,gemilang kreasi setara,2,Gerakan pemuda,2,Gerhana,1,gerhana matahari,1,gigi anak,1,gmp,1,GMPK,1,GMT,1,GNPF MUI,1,Golkar,1,google,1,gor ranggajati,1,GOW,1,GRAGE CITY MALL,1,gratis,1,greenbuilding,1,Gunung Ciremai,1,guru,1,hak jawab,1,halaman parkir,1,harapan dalam impian,1,hardiknas,1,hari buku,1,Hari buku sedunia,1,hari bumi,2,Hari gizi nasional,1,hari ibu,1,hari kartini,1,Hari pahlawan,4,hari pers nasional,1,hari sejuta pohon dunia,1,Hari Tani Nasional,2,harta,1,hasil suara,1,HATHI,1,health,1,healthy,1,Hemat baterai,1,Heregistrasi,4,herregistrasi,1,hiburan,2,hidup berawal dari mimpi,1,highlighter,1,himagara,1,HIMAJEMEN,3,himakom,9,Himakom UGJ,1,Himakom Unswagati,1,HimakomUnswagati,2,Himaptika,2,himatansi,1,hipmagri,2,hipmagro,1,hmj,1,hmj akuntansi,3,hmj diksatrasia,1,HMJ-M,1,HMJAK,1,HMJM,4,HMS,9,hms unswagati,2,HMSUnswagati,1,hoax,1,hubungan,1,hujan bulan juni,1,hukum rimba,1,hut RI,1,HUT RI Ke-72,1,IAI BBC,2,IAIN,1,ibu,2,ibu-ibu,1,Ida Rosnidah,1,Idental Radio,1,Idul Fitri,1,Ikatan Pedagan Pasar Sumber,1,Ilmu administrasi negara,1,ilmu komunikasi,5,Immni,4,inagurasi,1,inaugurasi,2,indonesia,9,indonesia berduka,1,indonesia waspada,1,indramayu,2,industry 4.0,1,infografis,2,insiden,1,insomnia,1,intelektual,1,Internasional,21,Internasional Exhibition for Young Inventors,1,Internation Women's Day,1,Investigasi,4,ipik permana,1,IPTI,1,isna silvia,1,ISO,1,isu jam malam,1,isu penghapusan kkn,1,ITB kampus cirebon,1,IWD2020,1,jadimulya cirebon,1,jadwal pelaksanaan PMB ITB Kampus Cirebon,1,Jaga jari,2,Jagajari,1,jagakali,1,jagakali art festival,2,jagakali international art festival,1,Jakarta,1,jawa barat,3,jenny marx,1,jenny von westphalen,1,JFMI9,1,jiaf8,2,jodoh,1,jokowi,2,junaedi noer,1,Juntinyuat,1,jurnalis,2,jurnalistik,2,k-pop,1,kabar,1,Kabarku Yang Usang,1,kabinet,1,kabupaten cirebon,1,kacang hijau,1,kacirebonan,1,Kadung Kait,1,kaji media,1,kampus,14,kampus tiga,1,kankaer,1,kanoman,1,kapolresta cirebon,1,Karakter,2,karl marx,1,karya sastra,2,kata rindu,1,kawan,1,Keamanan,2,kearifan lokal,1,Kebudayaan,3,Kebun Teh,1,Kecantikan,1,kecewa,1,kegiatan bersih-bersih,1,kegiatan mahasiswa,5,Kehilangan,3,Kejari,1,kejari kota cirebon,1,kekerasan seksual,1,keluarga,2,Keluarga wisudawan,3,kemacetan,1,kemenpora,1,KEMENRISTEKDIKTI,2,Kemenristerkdikti,1,Kemensos,1,kemerdekaan indonesia,1,kemerdekaan republik indonesia,2,Kerajaan majapahit,1,keraton,2,keraton kasepuhan,2,keraton kasepuhan cirebon,1,keringkan baju,1,kerusakan jalan,1,Kesehatan,25,ketahanan air,1,Ketua Umum,1,kimchi,1,KitaUnswagati,4,KKM,1,KKN,7,KKN Desa Slendra,1,kkn unswagati,2,KLISE,8,KLJ,1,KLJI,1,KNPI,3,Kodim,1,KOMANDO,2,KOMANDO V,1,komik,1,kompetisi panjat tebing,1,komunitas,2,komunitascirebon,1,konferensi internasional,1,konser,1,Konsolidasi,2,Konsumsi,1,Koordinasi,1,koperasi,1,kopi gayo,1,kopi rasa wine,1,korea,1,korupsi,8,korupsi E-KTP,1,kota cirebon,12,KPI,1,KPK,2,KPM,1,kpop,1,Kronologis,1,ksehatan,1,KSR,2,ksr pmi unswagati,1,kudeta,1,kuliah,1,kuliah kerja nyata,1,kuliah online,1,kuliah umum,3,kuliner,7,kuliyah umum,1,kuningan,2,kupi,1,Laila jangan bersedih,1,LAKSI,1,laku pejabat,1,Lawan Patriarki,1,LBKH,1,LBU,2,LDK IMMNI,1,ldko,1,lebaran,1,Lelaki,1,lgbt,1,LIDI,1,lifestyle,7,lift,1,Lingkungan,2,Lipsus,1,literasi,3,Literasi Digital,1,LLMB 2019,1,lomba,1,Lomba Bahasa Inggris,1,lomba fotografi,1,Lomba Hadroh,1,lomba opini,1,Lombok Bangkit Mandiri,1,lompat tali,1,Longsor Kuningan,1,LPJ,3,lpj pkkmb 2019,3,lpm,1,lpm fatshoen,1,lpm setara,9,lpm usu,1,lulusan terbaik,1,Maba,2,mahasiswa,27,mahasiswa aksi,2,mahasiswa baru,3,mahasiswa cirebon,2,Mahasiswaa,1,Majalengka,4,makanan khas cirebon,1,make up,1,makna historis,1,makrab,2,malaysia,1,mandat presiden,1,manfaat,1,manfaat menangis,1,mangrove,1,manusia,1,manusia dari kamar mandi,1,Mapala Ciayumajakuning,3,mapala gunati,10,marlina si pembunuh empat babak,1,marsha timothy,1,martha c. tiahahu,1,Masa lalu,1,mata kuliah drama,1,Matahari,1,matinya etika dan moral,1,Maulid Nabi,1,Maulid Nabi Muhammad 1441 H,1,Media Kampus,1,media massa,1,media palsu,1,membaca buku,1,membenarkan pikiran kita,1,memilih perguruan tinggi,1,menghilangkan,1,menikah,1,Menristekdikti,2,menwa,2,merdeka,1,metropolitan,3,minat membaca,1,moonrise over egypt,1,Moral,1,moralitas,1,MUBES,5,mubes fisip,1,Mubtada Kopi,2,mudik 2017,1,mukarto siswoyo,2,mukbang,1,muludan,1,museum batik,1,MUSIC,1,musim hujan,1,musyawarah besar,1,musyawarah pkkmb,1,Nadin Amizah,1,Nasional,57,Natal,1,Nazli Ilicak,1,News,61,Ngopi Bareng,2,nonton bareng,1,nusantara,1,Objek Wisata,1,Oi Cirebon,1,ojk,1,okke 'sepatumerah',1,Olahraga,11,olimpiade,1,Omnibus Law,1,Open House,1,open recruitment,2,Operasional,1,Opini,62,oprec,3,Orangtua,1,orasi,1,orasi kebudayaan,1,organisasi,1,Ormawa,6,Ormawa day,1,ormawa fisip,1,overdosis kafein,1,P2M,3,pahlawan,2,Pameran,2,pameran fotografi,1,pameran museum,2,pamp;k,1,Pancasila,2,panti asuhan,1,Panwaslu,1,pariwisata,6,Parkiran motor,3,pasar sumber,2,pascasarjana,4,pecinta alam,3,pecinta motor klasik,1,Pedagang,1,Pedagang Pasar Sumber Tolak Relokasi,1,pedati pustaka,1,pejabat,1,pejambon,1,pelantikan,2,Pelatihan,1,pelecehan seksual,1,Pelepasan,3,pelepasan wisudawan wisudawati,3,pembangunan,2,Pembekalan,1,Pemerintah Kabupaten Cirebon,1,Pemerintahan Mahasiswa Bukan Dagelan,1,pemilihan dekan,2,Pemilihan Dekan FE,1,Pemilihan Raya,1,pemilihan rektor,3,pemilihan serentak 2019,1,Pemilu,3,pemimpin,1,pemira,1,pemira 2019,5,pemira fe,4,pemira unswagati,6,Pemkab Cirebon,1,PEMKOT,1,pemkot cirebon,1,penangkapan,1,pencurian motor,1,pendaftaran,1,pendidikan,4,pendidikan bahasa inggris unswagati,1,pendidikan terbaik di dunia,1,penegerian unswagati,1,pengembaraan,1,pengerian,1,penghijauan,1,pengibaran bendera 1.000 meter,1,Peraturan,1,Perbaikan,1,perempuan,2,Perempuan Menggugat,1,perempuan yang sedang belajar,1,perempuan-perempuan tersayang,1,perilaku,1,PERISAI,1,perjal bandung,1,perjal cirebon,1,perjal menyambut fajar,1,pernikahan dibawah umur,1,Pernyataan Sikap,1,perpustakaan jalanan,1,perpustakaan jalanan cirebon,1,perpustakaan keliling,1,pertamina,1,pertukaran mahasiswa,1,pesta demokrasi,3,petani,1,petani kendeng,1,petisi,2,petisi online,2,pgsd,1,piala aff,1,piala_dunia,1,pini mahasiswa,1,PKKMB,25,PKKMB 2017,4,pkkmb 2019,2,pkkmb fakultas 2019,1,pkkmb fakultas kedokteran,1,pkkmb fakultas teknik,1,pkkmb fakultas teknik unswagati,1,pkkmb fisip,1,PKKMB FT 2018,1,pkkmb ugj,2,pkkmb ugj 2019,1,PKKMB UNSWAGATI,6,pkkmb unswagati 2016,2,PKKMB-FE,1,pkkmb-fh,1,PKKMB-U,5,pkkmbfisip2017/2018,1,PkkmbUnswagati1617,3,pkkmbunswagati17/18,1,PKL,1,pmb,2,PMB2019,1,PMI,1,pohon,1,Pohon natal,1,POK,1,Pokemon Go,1,Polemik,1,Politik,3,politik praktis,1,Polres Kota Cirebon,1,PON XIX JABAR,1,Popmasepi,1,ppg,1,PPHP,2,PPK,1,PPUM,5,PPUM-FE,1,PPUM2017,1,pr unswagati,1,pra diksar,1,praktis,1,pray for randi,1,presiden soekarno,1,presidium,1,presma,2,prodi,2,professional,1,Profil,9,program kerja,1,proker,5,proklamasi,1,prosesi budaya,1,Provokatif,1,prussia,1,ps3,1,PSM,3,PT.Jasa Raharja Cirebon,1,PTN,1,puasa,1,public relations,1,puisi,31,Puisi dan Sastra,45,puisi tuan,1,PUM,12,PUM FE,1,PUPR,1,Purbalingga,1,purnama,1,rachel goddard,1,radharpancadahana,1,ragam,2,rakernas,2,rakyat,1,Ramadhan,2,Rapat,2,rapat pleno,1,razia buku,1,rctv,1,reakreditasi,1,reformasi dikorupsi,3,Regional,191,rektor,5,rektor unswagati,2,rektor usu,1,relokasi,1,Resensi,12,resensi buku,4,resensi film,2,resensi film 2018,1,reuni akbar ft,1,Revitalisasi pasar,1,revolusi industri,1,revolusi industri 4,1,rio de janeiro,1,ritual,1,RKUHP,1,robot,1,RPD,1,rth,1,rubrik,1,RUUKPK,2,saaung perjuangan,1,sahur,1,sajak,3,sakit,1,saksi kunci,1,sakura science,1,sandi,1,sanggar lingkungan hidup,1,sanggar sunda rancage,1,sanggar tari,1,sanjungan,1,sao paulo,1,sapardi djoko damono,1,sarah ayu,1,sarjana,3,sastra,29,Saungjuang,1,save kpk,2,Save Pasar Sumber,3,sayap-sayap patah,1,sea games,1,sejarah,6,sejarah kerajaan majapahit,1,sekuritas,1,semarak keilmuan,1,seminar,5,Seminar fotografi,1,Seminar Internasional,1,seminar kebudayaan,1,Seminar Konsentrasi,2,seminar nasional,2,seminar nasional 2020,1,Seminar Umum,1,seni,3,seni tari,1,senja di Alexandria,1,senja sastra,2,seoul,1,sepak bola,1,serayu,1,Seren tahun,1,Sertifikat ISO,1,Setara TV,1,setaranews,6,setelah Addendum,1,Setya Novanto,2,Shalawat Nabi,1,singapura,1,single,1,sirnas,1,sispala,1,siswa sma,1,situs,1,sk,1,sk rektor,1,skk migas,1,SKK_Migas],1,Skripsi,2,sks,1,sks dan dpp,2,SMAN 1 Arjawinangun,1,SMAN 7 CIREBON,1,smk al-jabbar,1,SMS,1,Sosial distancing,1,Sri Lanka,1,Stadium Goverment,1,STARS AND RABBIT,1,Stop Narkoba,1,stop tindakan represif aparat,1,studi banding,1,suara mahasiswa,1,Suara Pedagang,1,suara rakyat,8,suara realitas,1,suara yang hilang,1,suhay salim,1,Suherli,1,sumpah pemuda,2,sunda wiwitan,1,Sunyaragi,2,surat untuk puan,1,Susukanlebak,1,sylviana murni,1,syndrome,1,Syukuran,1,takjil,1,talkshow,1,tari tradisional,1,tasya farasya,1,Teater,2,Teater Dugal,2,teatermantu,1,technology,1,Teknik Sipil,2,teknik sipil unswagati,3,TeknikSipilUnswagati,3,Teknologi,11,temab,1,tempo,1,TentaraNasionalIndonesia,1,TEP,3,terasi,1,Terjebak “in Bad Culture”,1,Terkini,1649,tes masal,1,the grand old man,1,tim pemberantas pungli,1,tindak represivitas,1,Tips,11,tips and trik,2,tips dan trik,4,tips presentasi,1,tips traveling,2,tips untuk anak,1,tirto adhie soerjo,1,tki,1,tkw indonesia,1,tolak narkoba,1,Tolak Relokasi Pasar,1,Tolak Relokasi pasar sumber,3,Tolak Relokasi Pasar umber,1,topma,1,Tour de Linggarjati,1,TPA,1,TPA Kopi Luhur,1,tps 3,1,Tradisi,1,Training Legislasi,1,Transparansi,5,transportasi,1,trauma healing,1,traveling murah,1,tri darma perguruan tinggi,1,tribun jabar,1,trupark museum,1,trusmi cirebon,1,turki,1,tutorial keislaman,3,tutorial keislaman unswagati,2,tv kampus,2,tv kampus cirebon,1,tv kampus unswagati,1,uang,1,UAS,2,UGJ,43,UGJ Cirebon,4,ukm,1,UKM KSR,1,ukm Pamp;K,2,UKM Rohis Usahid,1,ukm seni budaya,1,UKM Seni dan Budaya,8,ukm seni dan budaya unswagati,1,un,1,un online,1,unit kegiatan mahasiswa,1,universitas,12,Universitas Swadaya Gunung Jati,3,unjuk rasa,2,Unswagati,214,unswagati akreditasi a,1,unswagati cirebon,12,UNSWGATI,1,Unswgati cup 2017,1,untag cirebon,1,USB,4,usbn,1,uswagati,1,UTS,2,Video,5,vietnam,1,virus corona,2,virus zika,1,vlogger indonesia,1,volunteer,1,Wadek II,1,wagub jabar,1,wakil rektor,1,walikota cirebon,1,wapresma,1,Warga Cirebon,1,warisan kesenian dan kebudayaan,6,Warta,1,Warta Kampus,318,watu semar,1,we are the real united kingdom,1,wine halal,1,wiranto,2,wirayuwana choir,1,wisata,4,wisuda,6,wisuda ke 46,2,wisuda ke 47,1,wisuda unswagati,1,wisuda XLIX,2,wisuda XLVII,1,Women's March 2020,1,Women's March Cirebon,1,workshop,1,Workshop fotografi,1,wr III,3,wr3,1,Yayasan,2,yayasan unswagati,4,yono maulana,2,YPSGJ,1,yudisum,1,
ltr
item
SetaraNews.com: Koloni(ali)sasi Digital
Koloni(ali)sasi Digital
SetaraNews.com
https://www.setaranews.com/2013/10/kolonialisasi-digital.html
https://www.setaranews.com/
https://www.setaranews.com/
https://www.setaranews.com/2013/10/kolonialisasi-digital.html
true
5774345634689947304
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy