Keraton Kasepuhan Bersiap Gelar Cirebon Historia Fun Run 2019

Tidak ada komentar

Minggu, 21 Juli 2019


Lagi! Keraton Kasepuhan bakal menggelar acara kolosal yang bakalan rame diikuti oleh pencinta olahraga dari semua kalangan masyarakat. Kali ini Keraton Kasepuhan bakal menggelar acara "CIREBON HISTORIA FUN RUN 2019" dimana Kota Cirebon khsusnya Keraton Kasepuhan Cirebon bakal menjadi tuan rumah. 

Apa yang unik dari acara ini ? sesuai dengan namanya Historia, dimana para pelari akan melintasi destinasi-destinasi wisata bersejarah, diantaranya garis start mengambil tempat di Keraton Kasepuhan kemudian melalui Lemah Wungkuk, Melalui Pabrik Rokok, Gereja Tertua, Kantor Pos, Bank Indonesia, Wiraha, Pelabuhan, Bank Mandiri, Pacinan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan dan kembali ke Keraton Kasepuhan. 

Event ini tentu saja dalam rangka rangkaian acara memperingati HUT Kota Cirebon ke 650 dan HUT Kemerdekaan RI sekaligus mempromosikan Kota Cirebon sebagai kota olahraga, seni dan budaya untuk mengajak masyarakat yang hadir untuk menikmati kota yang syarat dengan peninggalan sejarah ini. 

Dalam pertemuan dengan awak media pada minggu 21 juli 2019 P.R.A Arief Natadiningrat, SE, menyampaikan bahwa, "melalui event Cirebon Historia Fun Run 2019 diharapkan dapat menjadi magnet para wisatawan baik lokal maupun manca negara, selain itu event ini juga mengajak masyarakat untuk hidup sehat melalui olahraga yang mudah dan murah ini yaitu olahraga lari"

untuk pelaksanaan event ini Sultan Sepuh menggandeng Event Organizer Mahanaim sebagai IO yang berpengalaman tentu saja tidak diragukan lagi untuk mengawal acara ini sampai tuntas dan sukses. 

Sedangkan untuk panitia internal Sultan Sepuh menunjuk Yono Maulana berserta tim yang sebelumnya sukses menyelenggarakan acara Festival Budaya Sunyaragi 2019. 

Sesuai dengan target yang telah dicanangkan tentu saja harapannya event Cirebon Historia Fun Run 2019 ini mampu mengajak sekira dua ribu pelari baik profesional maupun amatir yaitu para keluarga Indonesia. Panitia sudah mempersiapkan berbagai pertunjukan menarik selama acara diselenggarakan baik itu perlombaan pendukung, pentas tari dan musik serta acara-acara menarik lainnya, yang nanti akan di informasikan oleh panitia kemudian. 

Untuk dapat ikut serta dalam acara Cirebon Historia Fun Run 2019 ini peserta cukup membayar 65.000 saja per orang dan akan mendapatkan keuntungan 1 koas, 1 tas dan memiliki kesempatan untuk mendapatkan hadiah melalui undian maupun perlombaan. 

Untuk mendaftar acara Cirebon Historia Fun Run 2019 masyarakat dapat melakukan registrasi di www.cirebonhistoriarun.id atau menghubungi panitia yang berkantor di Keraton Kasepuhan atau Taman Air Gua Sunyaragi. Jadi, pastikan anda ikut serta meramaikan acara Cirebon Historia Fun Run 2019, ajak semua keluarga dan sahabat, untuk bersama berlari sehat, menikmati keindahan dan kearifan kota Cirebon, Kota Sejarah, Kota Berbudaya! 



@yons2019

Aliansi Ormawa: PEMIRA Lucu, Ibarat Memilih Kucing Dalam Karung

Tidak ada komentar

Sabtu, 20 Juli 2019



Cirebon, UGJ, Setaranews - Aliansi Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) mengamati berbagai kelucuan yang terjadi dalam proses PEMIRA UGJ, selain keterlibatan pihak eksternal (KPU dan Bawaslu) Kota Cirebon, ada juga hal yang menarik perhatian publik yakni kertas kosong yang dijadikan kertas suara. Ormawa menganggap fakta tersebut ibarat memilih kucing dalam karung yang rawan penyimpangan.

Aliansi Ormawa menjelaskan beberapa hal lucu dan memalukan dalam penyelenggaraan PEMIRA UGJ tahun ini. Ginanjar Nitimiharjo, selaku koordinator mengatakan, berbagai kedunguan ini tidak layak dijadikan contoh dalam proses pagelaran pesta demokrasi


"Secara subtantif cacad, secara administratif lebih parah. Dilihat dari fakta yang ada ini secara prosedural pun tidak dilaksanakan. Aturan main tidak ada. Akhirnya menjalankannya serampangan. Aturan di bikin sendiri, di tafsirkan sendiri. Layak untuk di tertawakan" tegasnya kepada setaranews (20/7).

Menurutnya, yang lebih parahnya lagi terkait polemik ini bukan karena berbagai penolakan atas hasil maupun proses. Yaitu pembenaran yang dilakukan oleh pihak universitas juga penyelenggaraan dan peserta PEMIRA.

"Kami sebagai wujud nyata kedaulatan mahasiswa tidak akan duduk manis melihat pembenaran yang begitu sporadis serta menciderai asas - asas demokratis
 Pasalnya ini lembaga pendidikan, haruaemberi contoh yang baik terhadap publik" tegasnya.





Reporter Rama S, mahasiswa Fakultas Teknik.




Aliansi Ormawa UGJ Menolak Campur Tangan Pihak Eksternal dalam PEMIRA

Tidak ada komentar

Poto: Kunjungan PPUM ke kantor Bawaslu Kota Cirebon.


UGJ, Cirebon, setaranews - Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa)  di lingkungan Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) menolak campur tangan pihak eksternal, dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Cirebon dalam Penyelenggaraan Pemilihan Raya Mahasiswa (PEMIRA).

PEMIRA yang dimaksud yakni pemilihan umum untuk memilih calon Ketua dam Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) di tingkat Universitas.

Dalam prosesnya PEMIRA kali ini menuai banyak polemik yang krusial dan juga prinsipil. Seperti yang diungkapkan oleh Koordinator Aliansi Mahasiswa UGJ, Ginanjar Nitimiharjo, PEMIRA kali ini adalah yang terburuk sepanjang pengetahuan Ormawa.

"Kondisi PEMIRA kali ini selain melanggar asas Luber dan Jurdil, juga mencoreng penyelenggaraan demokrasi di lingkungan akademis. Juga memberikan dampak negatif bagi citra Kampus di mata publik pada umumnya" tegasnya kpd setaranews, Sabtu (20/7), via sambungan seluler.

Ginanjar juga menyebutkan, penyelenggaraan PEMIRA kali ini selain terburuk juga terlucu. Pasalnya, kata Ginanjar, keterlibatan lembaga eksternal KPU dan Bawaslu dalam pembentukan Panitia Pemilihan Umum Mahasiswa (PPUM) dan Panitia Pengawasan mengabaikan asas dari oleh dan untuk mahasiswa dalam penyelenggaraan organisasi kemahasiswaan.

"Campur tangan atau intervensi pihak eksternal ini yang menjadi fokus kami. Gak ada urusan sama mereka. Ini pemilu mahasiswa bukan pemilihan kepala daerah" tukasnya.

Menurutnya, ini persoalan prinsipil, belum lagi bicara soal proses penyelenggaraan PEMIRA yang juga tidak kalah memprihatinkan. PPUM dan Panwas tidak memiliki legitimasi juga kompetensi yang mumpuni.

" Sedari awal pembentukan nya pun tidak transparan dan akuntabel. Otomatis selanjutnya juga akan menimbulkan polemik. Mulai dari masalah strategis juga teknis.  PEMIRA kali ini ibarat memilih kucing dalam karung. Konyol!" Tegasnya.

"Kami tidak menutup mata dan telinga atas persoalan ini. Langkah gerak kami tega juga komgkrit" pungkasnya.

Agus Dimiyati selaku Kepala Biro Kemahasiswaan mengatakan Pemilihan Raya tahun ini menggunakan Undang-Undang terbaru tetapi pihak Universitas juga merekomendasikan Undang-Undang terdahulu untuk menjadi bahan diskusi terkait aturan yang akan digunakan PEMIRA tahun ini, “ Mekanisme pemira kali ini akan menggunakan undang-undang terbaru namun kita mencoba untuk merekomendasikan undang-undang terdahulu agar menjadi aturan yang akan dipakai.” Ujarnya saat diwawancarai setaranews.com diruangan kantornya. Dia (Agus Dimiyati) juga memastikan bahwa PPUM dan Panwas berada dibawah naungan Universitas ataupun Lembaga demi menjaga independentsi nya.


Reporter: Galih

Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Terapkan Kurikulum Berstandar Internasional

Tidak ada komentar

Rabu, 17 Juli 2019


Sumber : http://fkip.unswagati.ac.id/id/berita/dosen-fkip-ikuti-pameran-poster-2019-ugj/


UGJ, Setaranews.com - Menanggapi persaingan digital di era milenial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris menerapakan sistem kurikulum berstandar Internasianal, memperbaharui sistem dan sarana pembelajaran hingga perubahan standar skripsi bakal menjadi pekerjaan rumah yang dikebut.

Program Studi Pend. Bahasa Inggris menjadi satu-satunya Prodi di FKIP yang mendapat Aktreditasi "A" di tetapkan oleh BAN-PT pada tanggal 9 Juli 2019. Aktrediatasi ini dinilai dari segala aspek termasuk Tridarma Perguruan tinggi. Akreditasi "A" ini berlaku sampai lima tahun kedepan yang mana akreditasi akan berbasis output pada Digital. Menanggapi hal tersebut Prodi tersebut mengagendakan setiap kegitan akademik harus terekam dan di implementasikan kedalam bidang digital. 

Tak hanya sitem pembelajaran yang di improve, pengerjaan tugas akhir mahasiswa atau skripsi akan menerapakan standar internasianal, diterapakan pada tahun ajaran 2019/2020 "Skripsi akan mendapat perubahan mulai dari sitematika penulisanya hingga kualitas isi skripsi. Sederhanya adalah skripsi bukan lagi hanya sekedar tulisan yang di dokumentasiakan dan di simpan di perpustakaan tetapi diharapkan bisa dipublikasiakan menjadi jurnal, hasil research terbaru, buku panduan atau sebagainya" ujar Hendriwanto selaku Sekretaris Prodi Pend. Bahasa Inggris. Dari segi halamanpun akan lebih sedikit tidak kurang dari 30 halaman seperti halnya tugas akhir yang dibuat oleh para pelajar di Universitas unggulan di Eropa dan Amerika.

Menelaah hal tersebut ketua prodi Pend. Bahasa Inggris yaitu Ratna Andika M, S.P.D M.HUM. mengharapakan pencapaian gemilang ini harus dipertahankan, perlu adanya kerjasama antara pihak Universitas, Fakultas dan tentunya para mahasiswa itu sendiri. 

Melihat begitu berpengaruhnya Bahasa Inggris di segala bidang profesi, mendapat Akreditasi "A" adalah kabar baik untuk mahasiswa dan calon mahasiswa baru. Dengan adanya sartifikat "A" diharapakan akan berkontribusi banyak terhadap lulusan seperti melamar pekerjaan, mendapat beasiswa atau untuk lanjut ke jenjang yang lebih tinggi. Selain mencetak tenaga pengajar yang profesional, Prodi Pend. Bahasa Inggris juga membekali mahasiswanya dengan mata kuliah pilihan yang mana ini akan menjadi bekal di era digital sekarang. 

Reporter : Fajar

Koalisi PAHAM dan Garuda Layangkan Laporan Kepada Lembaga Dengan Aksi Damai

Tidak ada komentar

Selasa, 16 Juli 2019



Foto by / Google

UGJ, setaranews.com - Setelah hasil rekapitulasi suara dan penetapan calon presiden mahasiswa pada tanggal 15 Juli 2019 pihak Partai PAHAM dan Partai Garuda merasa ada kejanggalan atas hasil keputusan tersebut. Maka dari itu, pada tanggal 16 Juli kolega partai PAHAM dan Garuda menggelar aksi damai kepada pihak Universitas atau Lembaga. Aksi damai tersebut bertempat di ruangan LBH lantai 2 UGJ Cirebon. 

Dadan perwakilan dari partai PAHAM merasa kecewa dengan PANWASLU karena kinerja yang kurang maksimal dalam menanggapi laporan mereka sebelumnya. Tujuan aksi tersebut ialah untuk meminta audiensi kembali tetapi sifatnya secara umum, “Kami (partai Paham dan Garuda) sebelumnya sudah melaporkan beberapa kecurangan PEMIRA kepada PANWASLU tetapi kami merasa bahwa PANWASLU tidak mempunyai sikap untuk perihal gugatan kita. Intinya dalam aksi damai ini kami menuntut kepada lembaga bahwa kami ingin diadakan audiensi secara umum dengan PPUM, PANWASLU, Perwakilan Lembaga dan Mahasiswa umum UGJ Cirebon.” Ungkapnya saat diwawancarai oleh tim setaranews.com disela-sela aksi berlangsung. 

Ada beberapa gugatan aksi kali ini yang dibuat oleh koalisi partai Paham dan Garuda seperti yang disampaikan oleh Ogel, yaitu pertama, gugatan yang belum ada sampai hasil sampai ada hasil, kedua, meminta Audiensi secara terbuka, ketiga, Audiensi dilakukan sebelum di SK-kan oleh pihak Lembaga, dan yang keempat, apabila itikad baik ini tidak ditanggapi maka akan menggelar kembali aksi lanjutan. 

Pihak lembaga yang diwakili oleh Alip Rahman selaku kepala HKUP UGJ Cirebon mengapresiasi atas aksi damai tersebut dan patut menjadi contoh bagi semua mahasiswa, “Aksinya bagus artinya damai, santun dan tidak mengganggu ketertiban umum dan patut dicontoh oleh mahasiswa lain.” Katanya. Pihak lembaga akan segera memproses laporan tersebut agar permasalahan ini segara terselesaikan.


Reporter : Ade Indah (Belle)

Obyek Wisata di Kaki Gunung Ciremai

Tidak ada komentar

Foto by / Galih

Pariwisata, Setaranews.com - Biasanya pada pada hari libur adalah suasanna yang tepat untuk melakukan refreshing. Banyak yang melakukan aktivitas untuk menyegarkan badan ataupun pikiran dari kepenatan aktivitas sehari-hari. Pastinya tak jarang orang melakukannya di obyek wisata, apalagi obyek wisata dengan pemandangan alam dan cuaca yang sejuk. 

Di lembah Gunung Ciremai ada salah satu obyek wisata, yang letaknyya di Desa Cisantana, kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. Lokasi yang memang menawarkan daya tarik dengan panorama keindahan alam, pengunjung bisa melihat sunrise (matahari terbit) jika pengunjung berwisata sambil berkemah, dibawah tempat berkemah adapula curug yang bernama Curug Cisurian. 

Selain itu banyak satwa atau binatang yang lebih memberikan nuansa alam rimba, ada binatang yang langka yaitu Kodok Merah, ada juga Surili. Pengunjung yang biasanya banyak di hari libur tak menutup kemungkinan di hari biasa pun dikunjungi pengunjung untuk sekedar menikmati keindahan alam. 

Pengunjung juga tak perlu khawatir dengan biaya, dengan tarif hanya Rp. 15.000 pengunjung sudah bisa masuk namun, untuk parkir biasanya di tarif kembali dengan harga Rp 5000. Dengan suasana alam yang demikian, banyak yang tertarik dan menikmati keindahan alam yang belum tercemari apalagi dirusak untuk sebuah kepentingan saja.



Reporter : Galih

Jengkel dengan Insomnia? Atasi dengan Beberapa Hal ini

Tidak ada komentar

Sabtu, 13 Juli 2019


Sumber gambar : Google

Cirebon, Setaranews.com - Apakah tadi kamu kesiangan datang ke kampus, gara-gara tidur berlarut malam? 
Insomnia bisa menyerang siapa saja. Tak terkecuali juga mahasiswa. Karena kebiasaan begadang, banyak pikiran atau tugas, seseorang lantas baru bisa tidur setelah lewat tengah malam atau bahkan menjelang pagi.

Nah kali ini saya akan kasih 7 tips dan trik untuk teman-teman yang susah tidur atau insomnia agar cepat tidur tanpa harus inget mantan, ups maksudnya tanpa obat tidur.

1. Hindari konsumsi kafein sebelum tidur
Yoi, kita sudah tidak asing lagi dengan rumor “minum kopi bisa menyebabkan susah tidur”, walaupun tidak semua orang bisa mengalami reaksinya. Tapi ada baiknya kita menghindari sesuatu yang mengandung kafein dimalam hari, karena bisa menyebabkan mata kita terjaga diwaktu malam.

2. Dengarkan musik yang membuat relaks
Dengarkan musik yang membuat kita relaks, dan tidak meningkatkan detak jantung. Jangan lupa untuk men-setting waktu durasi musik, agar secara otomatis mematikan musik ketika kita sudah tertidur.

3. Atur alarm dan jangan menundanya
Nah kita juga perlu untuk mengatur alarm. Alarm jam berapa kita bangun, khususnya di hari efektif kuliah. Kalau hari libur matiin aja sob biar tidur kita nyenyak wkwkwk. 

Berbicara tentang alarm, saya punya saran alarm yang efektif membuat kita bangun dan emosi, hihihi 

Saya sudah mencobanya dan lumayan, iya lumayan bikin emosi. Pasalnya kita diharuskan untuk menjawab pertanyaan matematika untuk mematikan alarm tersebut, tapi tenang teman-teman bisa kok mengatur kesulitannya. Yups nama aplikasinya adalah Maths Alarm. Teman-teman bisa mendapatkannya secara gratis di google playstore atau AppStore. 

4. Matikan lampu sebelum tidur
Tidur dengan lampu temaram atau lampu dimatikan bakal meningkatkan kualitas tidur Nah, waktu ideal untuk mematikan lampu adalah sejam sebelum tidur malam. 

5. Matikan semua gadget, komputer dan televisi
Satu jam sebelum tidur matikan semua gadget, komputer, dan televisi. Ini membuat kita lebih relaks dan mengantuk. Selain itu, fokus kita juga tak terpancing untuk melihat sosial media. Apalagi stalking – stalking medsos mantan. udah mending tidur aja, karena dalam tidur mimpi kita lebih indah timbang kenyataannya. Priben jeh malah curhat

6. Lakukanlah sesuatu!
Untuk membersihkan isi kepala, lakukanlah sesuatu yang kita sukai. Contohnya seperti menulis, membaca buku, menggambar, pokoknya hal apa saja yang kita sukai sekiranya bisa mengosongkan isi kepala kedalam bentuk ekspresi karya, supaya insomnia kita agak berfaedah sedikitlah. Yang penting kurangin game, karena game menyebabkan kecanduan yang ada malah kita enggak bisa tidur. Jika perlu, buat daftar tugas yang realistis dan dapat dicapai untuk hari berikutnya.

7. Jangan malas!
Mungkin yang terakir agak sedikit aneh, tapi ini benar. Kebanyakan dari mahasiswa menumpuk tugasnya, sehingga pas waktu deadline tiba mereka begadang sampai larut malam bahkan pagi untuk mengerjakan tugas. Dasar bambank kemarin kemana aja begitu kata emaknya. 

Aturan PPUM Rancu, Partai Pengusung 01 WO dari Penghitungan Suara

Tidak ada komentar

Jumat, 12 Juli 2019

Proses penghitungan suara / foto : Angga


UGJ, Setaranews.com - Pemilihan Raya (PEMIRA) UGJ 2019 yang menuai banyak polemik tersebut akhirnya sampai pada titik penghitungan suara yang dimulai pada pukul 21:00 WIB yang dilaksanakan di ruang 103 Fakultas Pertanian. 

Untuk hasil penghitungan suara sementara ini terhenti sampai pada perolehan dikampus 1 UGJ paslon 1 memiliki 234 suara dan paslon 2 memiliki 44 suara,Golput/Tidak sah terhitung 23 suara, untuk kampus 2 UGJ paslon 1 memiliki 07 suara, paslon 2 terhitung 42 suara dan suara tidak sah/golput memiliki 5 suara, kampus 3 UGJ untuk paslon 1 memiliki 72 suara, paslon 2 memiliki 504 suara dan suara tidak sah/golput 166 suara. Dan terakhir di kampus 4 UGJ terhitung untuk paslon 1 nmemiliki 40 suara, paslon 2 memiliki 131 suara dan suara tidak sah 25 suara. 

Alasan terhentinya penghitungan suara ini lantara pihak koalisi partai Garuda dan Paham yang mengusung paslon 1 itu memilih walk out (keluar) dari forum adapun beberapa alasan yang melatar belakangi partai tersebut keluar ialah “ada aturan yang tidak sesuai atau tidak jelas melalui surat suara yang di katakana SAH dan TIDAK SAH sesuai dalam istilah contohnya kalau di kampus 2 3 4 surat suara yang ada coretan selain angka pilihan di katakan tidak sah , sedangkan untuk kampus 1 di anggap sah “ ungkap pihak koalisi partai Garuda dan Paham. 

Koalisi partai Garuda dan Paham akan menggugat jika hasil tidak sesuai.” Kami akan menggugat jika hasil yang di harapkan tidak sesuai apa yang membuat hasil TAPI kalua hasil itu tidak sesuai tapi secara sehat ( tidak ada kecurangan ) kami tidak menggugat ” tutur Edi salah satu anggota partai Garuda. 

Sandiwara Akreditasi

Tidak ada komentar

Kamis, 11 Juli 2019

Kampus Utama Unswagati. Sumber dari unswagati.ac.id

Opini, Setaranews.com - Tiga program studi (prodi) Unswagati lolos akreditasi A oleh BAN-PT. Ilmu Hukum, Ilmu Administrasi Negara dan yang terbaru Pendidikan Bahasa Inggris. Dalam proses huru-hara akreditasi ada "sandiwara" menarik yang luput dari khalayak mahasiswa. Bukan roman picisan ala sinetron atau komedi gagal ala slapstick. Tapi sandiwara akreditasi ala kampus yang sah-sah saja disebut berunsur manipulasi.

Memang sebelumnya sedang ramai menyoal akreditasi. Barangkali sebuah pencapaian yang membanggakan—setidaknya bagi lembaga dan Pak Rektor yang mempunyai cita-cita ingin menjadikan Unswagati sebagai "Harvard" dari Cirebon. Tapi sebagai mahasiswi yang sedang memasuki semester sembilan dan telah malang melintang terjebak di Kampus, rasa-rasanya adalah sebuah "kejanggalan" jikalau Kampus dapat meloloskan tiga prodinya tersebut. Harvard terlalu jauh untuk mimpi Pak Rektor—sebab kampus tersebut jelas nampak lebih "manusiawi" untuk para penghuninya. Perpustakaan, akses informasi, lahan, ruang terbuka hijau dan suasana akademik yang nyaman adalah bagian terkecil dari Kampus yang seharusnya menjadi "perhatian" bersama.

Tahun lalu dalam portal universitas, Prof. Ibnu—dekan Fakultas Hukum, ketika prodinya menerima akreditasi A. Ia sempat mengakui bahwa masih banyak visitasi yang "belum" maksimal seperti sarana, prasarana perkuliahan, kemahasiswaan, dukungan biaya riset dan pengabdian kepada masyarakat. Konon prodi Ilmu Hukum hanya unggul menyoal tenaga pengajar, dengan memiliki satu guru besar dan 12 doktor yang menjabat sebagai Lektor Kepala, Lektor dan Asisten Ahli. Dengan jumlah SDM demikian, dianggap lebih dari cukup oleh BAN-PT. Padahal semua yang "belum" maksimal menurut Pak Dekan memegang komposisi penilaian yang cukup besar pula, jika mengacu dari standar BAN-PT.

Jika ditelisik terdapat sekitar tujuh standar instrumen yang harus dipenuhi oleh prodi yang ingin melakukan akreditasi, yakni disebutkan sebagai berikut Standar I (Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi Pencapaian) yang berperan sebesar 2,62% dalam penilaian. Standar II (Tatapamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, dan Penjamin Mutu) yang berperan sebesar 26,32%. Standar III (Mahasiswa dan Lulusan) sebesar 13,16%. Standar IV (SDM) sebesar 18,42%. Standar V (Kurikulum, Pembelajaran, dan Suasana Akademik) sebesar 7,89%. Standar VI (Pembiayaan, Sarana dan Prasarana, serta Sistem Informasi) sebesar 18,42% dan terakhir Standar. VII (Penelitian, Pelayanan/Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Kerjasama) sebesar 13,16%. Lebih jelas link sebagai berikut https://www.banpt.or.id/download_instrumen

Keriuhan akreditasi muncul kembali ketika prodi Pendidikan Bahasa Inggris berhasil menyusul Ilmu Hukum dan Ilmu Administrasi Negara. Gedung FKIP Bahasa Inggris misalnya, dalam proses menuju akreditasi, kalang kabut memperbaiki "fisik" gedung dengan cara mengecat ulang dan menghias tampilannya semenarik mungkin.

Lobi yang biasanya berantakan pun ditata dengan berbagai pot tumbuhan, dan di dekat pintu masuk dipasang sebuah screen televisi. Papan nomor ruangan kelas yang sudah memudar diganti baru; lebih jelas dan bagus. Tampak rapih, bersih, dan luar biasa berbeda. Sebab biasanya tiga tanaman di pelataran gedung saja sampai kering kerontang seperti tidak pernah dirawat dan disiram. Lantas, dari mana asalnya semua barang-barang "penghias" akreditasi tersebut?

Sekitar dua minggu sebelum penilaian akreditasi, mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Inggris dihimbau untuk tidak datang ke Kampus—mencegah ditanya yang "macam-macam" oleh tim asesor. Pesan tersebut sempat beredar lama di whatsapp grup-grup kelas. Proses akreditasi nampaknya menyita semua unsur di prodi, walhasil jadwal PLP II (Pengenalan Lapangan Persekolahan) untuk mahasiswa tingkat tiga harus mundur jauh ke awal Agustus. Selama empat tahun menjadi mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris rasanya sudah kenyang menyaksikan semua "realitas" yang suram.

Bahkan di tengah gembar-gembor para dosen yang ingin menerapkan pembelajaran berbasis teknologi. Tapi menikmati wifi di Gedung FKIP Bahasa Inggris saja merupakan sesuatu yang langka. Rebutan proyektor acap kali jadi permasalahan yang menyebalkan, sementara sedikit sekali ruang kelas yang terpasang proyektor ketika semua dosen "menuntut" ingin menggunakannya. Ditambah fungsi perpustakaan hanya menjadi tempat "ngadem" dan "menyepi" tanpa dibarengi sumber belajar yang mumpuni.

Barangkali mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris masih lebih beruntung ketimbang mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia, Ekonomi dan Matematika yang nyumpel di Kampus II yang gedungnya tidak terlalu layak disebut "universitas" bahkan gedung sekolah dasar saja tidak sesempit dan sesumpek tersebut. Meskipun begitu rumornya Pendidikan Bahasa Indonesia percaya diri ingin menyusul Pendidikan Bahasa Inggris untuk meraih akreditasi A dari BAN-PT.

Setelah penilaian akreditasi usai, kampus berjalan semestinya, semua kembali pada realitasnya. Termasuk berbagai pot tanaman yang sempat terpasang di seluruh penjuru gedung, dan screen televisi di dinding. Semuanya menghilang 'bak sihir satu malam. Apakah hiasan-hiasan tersebut hanya "disewa" untuk sementara waktu? Jika memang demikian. Ciamik benar sandiwara akreditasi ala kampus—kampus biru yang konon kata Pak Rektor tidak usah ribut ingin jadi negeri, cukup menjadi swasta yang "berkualitas" saja.

Penulis: Mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris

Mahasiswa UGJ Ramai-Ramai Datangi Ruangan Wakil Rektor 3

Tidak ada komentar

Rabu, 10 Juli 2019


Sumber : Google

UGJ, Setaranews.com - Aliansi Mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) mendatangi ruangan Wakil Rektor 3 untuk mempertanyakan tindak lanjut dari pihak Rektorat mengenai surat yang sudah mereka ajukan, Sore (10/7). Sebelumnya, Aliansi Mahasiswa UGJ telah mengirimkan surat permohonan kepada Rektor UGJ.

Alliansi mahasiswa UGJ yang terdiri dari beberapa Organisasi Mahasiswa (Ormawa) UGJ dan Mahasiswa Umum sebelumnya sudah mengirimkan surat kepada Rektor UGJ yang ditembuskan kepada Wakil Rektor 3 pada siang tadi (10/7). Dalam meminta pihak rektorat untuk menyelengarakan audiensi antara Mahasiswa, Panitia Pemilihan Umum (PPUM), Panitia Pengawal Pemilihan Umum (Panwaslu), Partai peserta dan pihak Rektorat yang akan membahas mengenai proses penyelangaraan Pemilihan Raya (Pemira) UGJ 2019. 

Didalam ruangan mereka tidak bisa menemui Bapak wakil Rektor 3 atau Bapak Biro Kemahasiswaan yang kebetulan sedang berhalangan hadir, sehingga para mahasiswa hanya bisa bertemu dengan salah satu staf dari Wakil Rektor 3 yang biasa dipanggil Mas Anom. 

Mas Anom menjelaskan mengenai maksud dan tujuan kedatangan mereka “tadi saya telah diberitahu oleh pak Wakil Rektor 3 bahwasannya audiensi itu akan di adakan besok pagi”. Kata mas Anom. 

Untuk lebih tepatnya audiensi akan diadakan pada pukul 09.00 WIB, bertempat di Ruang Rapat Rektor yang akan dihadiri PPUM, Panwaslu, Partai Peserta Pemira, Rektor UGJ dan tentunya aliansi mahasiswa yg mengajukan audiensi tersebut. 

Dengan akan dilaksanakannya audiensi tersebut menunda jadwal debat Kandidat Presiden dan Wakil presiden Mahsiswa sampai setelah audiensi tersebut terselenggarakan.


Reporter : Warman

Carut Marut Pemira 2019

Tidak ada komentar

Sumber : Google 

Pemilihan Raya 2019 atau dikenal dengan Pemira 2019 yang digadang-gadang akan dilaksanakan pada Kamis,11 Juli 2019 menuai banyak polemik besar, mulai dari pembentukan PPUM dan Panwaslu, Seleksi Partai Pemira dan seleksi Calon Presma dan wapresma, jadwal pelaksanaan Pemira 2019,Independensitas PPUM lalu terkait penyebaran informasi terkait Pemira 2019 sendiri.

Menanggapi polemik tersebut mahasiswa melakukan audiensi jilid pertama yang  dilaksanakan pada Jumat, 5 Juli 2019 yang kemudian menghasilkan keputusan bahwa kegitan Pemira dilaksanakan setelah PKKMB hal ini terlihat dilaman instagram resmi milik PPUM UGJ yang menyebarkan surat edaran berupa berita acara.

Untuk mengesahkan keputusan tersebut pihak PPUM menyelenggarakan audiensi jilid 2 dengan peserta partai pemira dan hasil audiensi tersebut bertolak belakang ( tidak satu suara ) dengan ausiensi jilid 1.

Atas dasar itu mahasiswa kembali menggugat pihak rektorat untuk diadakannya audiensi jilid 3 , Anom sebagai Staff Wakil Rektor 3 merujuk pada mandat dari Wakil Rektor 3 UGJ Ipik Permana mengatakan bahwa akan dilaksanakannya audiensi jilid 3 yang akan di hadiri oleh pihak Rektorat, PPUM, Panwaslu, Partai Pemira,dan seluruh mahasiswa Unswagati yang akan dilaksanakan esok hari pukul 09:00 wib.
" Untuk kegiatan Pemira ditunda sampai selesai audiensi yang akan dilaksanakan besok jam 09:00 pagi berdasarkan mandat dari Wakil Rektor 3." katanya diruangan Wakil Rektor 3.




Reporter : Felisa

Istilah Food Porn dan Budaya Makan di Korea Selatan

Tidak ada komentar

Kamis, 04 Juli 2019


Setaranews.comPyororong! Sapaan khas Hari Jisun di Youtube. Ia adalah satu dari sekian food-vlogger asal Korea Selatan yang pandai berbahasa Indonesia dan telah mencicipi ragam kuliner lokal. Bersama adik laki-lakinya, Junsu dan ibunya, ia amat menikmati makanan Indonesia. Jisun mengaku senang makan Semur Jengkol dan Junsu senang makan Mie Ayam. Tiap berkunjung ke Indonesia, Junsu harus menyempatkan diri makan Mie Ayam. Lalu ia akan pesan tiga hingga empat porsi. Baginya satu porsi tidak cukup untuk takaran orang Korea yang terbiasa makan dengan porsi besar.

Masih ingat dengan istilah mukbang yang sempat ramai menjadi buah bibir? Diambil dari kata "meokneun" yang artinya makan dan "bangsong" yang artinya siaran. Pelaku mukbang biasa disebut BJ (Broadcast Jockeys). Jelas terdapat perbedaan antara mukbang dan food-vlogger. Porsi yang dimakan para BJ melampaui orang normal. Mereka dapat menghabiskan lebih dari tiga porsi pada jenis makanan yang sama. Porsi makan yang besar dan reaksi nikmat yang ditimbulkan dari mukbang membuatnya ditandai sebagai aktivitas food-porn.

Di Korea, mukbang mempunyai makna khusus yakni sebagai sarana teman makan. Masyarakat Asia, termasuk Indonesia dan Korea mempunyai tradisi makan bersama keluarga. Jadi ketika jauh dari keluarga dan tidak bisa makan bersama-sama, mukbang hadir sebagai "keluarga" yang seolah-olah hadir menemani makan. Professor Park Sung Hee dari Universitas Ehwa berujar, bahwa kata "keluarga" dalam bahasa Korea mempunyai makna "mereka yang makan bersama"

Apakah porsi makan orang Korea besar?

Di tempat makan tradisional Korea, ada budaya unik yang dapat menjelaskan kebiasaan makan orang-orangnya. Untuk menu porsi personal (persatu orang) akan disajikan dengan tiga hingga empat jenis banchan (lauk-pauk) yang di letakkan di pising (piring kecil). Lauk-pauk paling umum di Korea adalah aneka kimchi (yang terbuat dari sawi putih, lobak atau timun), sup, jeon (panekuk goreng isi sayur) dan rumput laut. Banchan biasanya disajikan secara gratis dan bisa refill. Bagi orang Korea menghabiskan makanan adalah salah satu bentuk penghormatan kepada yang sudah memberi makan (yang memasak). Jadi mereka terbiasa makan hingga kenyang ketika terdapat perjamuan makan malam di rumah kerabat.

Selain hal di atas, Korea mempunyai musim dingin yang dapat mencapai minus enam hingga empat derajat celsius. Menurut pakar kesehatan, Lisa Young, Ph.D. R.D, tinggal di suhu udara yang dingin dapat mempengaruhi nafsu makan seseorang. Tubuh akan cenderung mempertahankan suhu agar tetap hangat dengan cara mengkonsumsi banyak makanan, khususnya makanan hangat. Pantas saja masyarakat Korea senang menyantap makanan yang masih panas. Misalnya memakan mie instan (ramyeon) di panci agar tetap panas.

Tingkat obesitas Korea Selatan yang rendah

Para pelaku mukbang tampil dengan penampilan yang menawan, meski makan dengan porsi besar, tubuh mereka tetap ramping dan sehat. Ternyata sebagian dari mereka senang menghabiskan waktu untuk berolahraga. Karakter orang Korea yang paling terkenal adalah disiplin dan pekerja keras. Karena mereka mempunyai pola makan yang teratur, maka orang Korea jarang terkena berbagai penyakit seperti maag, sakit jantung dan obesitas. Tidak heran jika Korea Selatan menjadi salah satu negara dengan tingkat obesitas yang rendah bersama Jepang, Italia, Norwegia dan Swedia.

Selain tingkat kesadaran akan kesehatan dan kebugaran, Korea mempunyai olahan makanan yang sehat. Misalnya Kimchi yang dinobatkan sebagai makanan tersehat di dunia. Kimchi kaya akan kandungan antioksidan, vitamin (A, B dan C) serta bakteri probiotik yang baik untuk kesehatan yang dapat mencegah penyakit jantung dan diabetes.
Selain Kimchi, Korea menjadi negara dengan tingkat konsumsi bawang putih terbanyak di dunia. Orang Korea yang terkenal gemar makan daging panggang tidak butuh merasa khawatir terkena obesitas, mengingat mereka memakannya bersama dengan bawang putih serta selada mentah yang dapat mencegah kolestrol.

Konon, orang Korea takut mengkonsumsi nasi putih karena dianggap kurang sehat, meski sangat bergantung dengan beras. Maka biasanya para ibu di Korea memasak nasi dengan campuran nasi merah, nasi hitam dan biji-bijian agar lebih sehat. Dan jangan berharap menjumpai olahan makanan yang digoreng dengan minyak di Korea, karena mereka biasa mengolah makanan dengan cara merebus, mengukus dan memanggang. Karena budaya mengkonsumsi makanan sehat, harapan hidup di Korea jauh lebih tinggi dibanding Indonesia. Mereka rata-rata mempunyai angka hidup hingga usia 83 tahun.

Reporter: Fiqih Dwi Hidayah

MAPALA GUNATI Mengajak Para Mahasiswa Menjadi Pahlawan

Tidak ada komentar

Selasa, 02 Juli 2019

Mahasiswa berpartisipasi mendonorkan darahnya. / foto: Anisa Puse

UGJ, Setaranews.com - Donor Darah menjadi salah satu rangakaian acara Diesnatalis ke - 24 Mahasiswa Pecinta Alam Gunung Jati ( MAPALA GUNATI) dengan slogan Siapapun Bisa Jadi Pahlawan, dilaksanakan pada 02 Juli 2019 di halaman parkir kampus utama dan 03 Juli 2019 di halaman parkir kampus 3 Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ). 

Dimiyati selaku Ketua Umum MAPALA GUNATI menuturkan bahwa tujuan dari donor darah ini adalah silaturahmi antar mahasiswa dan menumbuhkan kepedulian sesama manusia, dengan mendonorkan darah kita bisa menolong jutaan manusia yang membutuhkan. "Semoga para mahasiswa bisa berpartisipasi di rangakaian acara MAPALA GUNATI sebagai Agen of chage yang manusiakan manusia dengan target sebanyak-banyaknya" tutupnya.

"Harapan saya semoga kegiatan baik seperti ini bisa terus dilanjutkan dan nama baik MAPALA GUNATI semakin dikenal didalam maupun diluar kampus" ucap Dika mahasiswa Fakultas Ekonomi selaku pendonor. Acara ini juga menggandeng KSR UGJ dan PMI Kota Cirebon sebagai partner

Reporter : Anisa Puse


Sosok Inspirasi, Mari Mengenal Diah Agustina

Tidak ada komentar

Foto Tari Kalang Sunda Diah Agustina / by Fajar

Cirebon, setaranews.com – Berbagai penampilan memeriahkan malam puncak Festival Budaya Sunyaragi (FBS) Minggu Malam (30/06), salah satu yang menarik banyak perhatian yakni penampilan Seni Tari Kalang Sunda oleh Diah Agustina. Diah merupakan penari asal Cirebon berusia 17 tahun penderita tuna rungu dan albino. Ia bersekolah di SLB Negeri Kabupaten Cirebon yang ber-alamat di Sindanglaut. Ia mulai menjadi penari saat dirinya duduk di bangku sekolah SMP kelas 2. Ia dilatih oleh pelatih tari tradisional sekaligus guru sekolahnya Bapak Wawan Darsa, S.Pd. 

Bapak Wawan mengungkapkan bahwa saat pertama kali melatih Diah menari Ia harus ekstra hati-hati karena Diah sangat peka. Diah juga dilatih dengan kode yang diberikan oleh beliau. “Saya mengajar harus hati-hati. Nggak boleh marah, atau menunjuk-nunjuk karena Diah sangat peka. Diah dilatih dengan kode, sekarang Dia sudah mengerti akan kode yang saya sampaikan. Setiap manggung Saya didepan karena Diah tidak dapat mendengar musik secara total, jadi Saya mengarahkan ketukan musiknya. Fokus dia kalau manggung pasti ke Saya.” Tutur beliau. 

Berkenaan dengan Tari Kalang Sunda yang ditampilkan oleh Diah, Pak Wawan menjelaskan bahwa tarian tersebut berarti bahwa hidup itu harus tidak boleh melebihi batas agar tidak terbawa kearah yang negatif. Beliau juga berharap di FBS tahun depan yang rencananya akan dilaksanakan pada 03-05 Juli tahun 2020 panitia berkenan untuk mengundang SLB se-Jawa Barat.



Reporter : Nabila Devia

Malam Puncak, Sangggar Tari Dewatasenca Tampilkan Tari Putri Batik Caruban

Tidak ada komentar

Senin, 01 Juli 2019


Foto Tari Batik / by Irfan

Cirebon, setaranews.com – Festival Budaya Sunyaragi (FBS) 2019 telah resmi berakhir. Pada malam puncak FBS Semalam (30/06) sukses dimeriahkan oleh beberapa penampilan, salah satunya adalah penampilan Tari Batik dari Sanggar Dewatasenca yang sukses menjadi penampilan pembuka. Tari Batik sendiri nama sebenarnya adalah Tari Putri Batik Caruban yang merupakan tari daerah Cirebon. 

Menurut Irfan Handrian, Pelatih Sanggar Dewata Senca sekaligus Alumni dari SMK Pakungwati beliau mengatakan bahwa Tari Batik merupakan tari yang menggabungkan dari budaya yang ada di Cirebon dan Jawa Barat sendiri seperti Topeng, Jaipong, dan tentu saja Batik dan hal itu dapat dilihat pada koreo Tari Batik sendiri. “Di Indonesia kan tidak hanya seni tari saja, jadi kita gabungkan dari topeng di Cirebon, Batik di Cirebon, dan Jaipong. Keunikannya bisa dilihat dari koreo. Ada koreo membatiknya, topengnya, da nada gerakan jaipong. Itu bisa dilihat kalau kita ini pengamat koreo ya.” Terangnya saat di wawancarai oleh tim Setaranews. 

Kain batik Cirebon yang digunakan dalam tari ini antara lain, Batik Mega mendung, Singa Barong Payung, dan Kangkungan. Sanggar Dewatasenca sendiri merupakan sanggar tari yang berada dalam yayasan Kasepuhan Cirebon dan baru-baru ini mengikuti ajang hari tari dunia di Kota Solo.


Reporter : Nabila Devia
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews