Responsive Ad Slot

ESA UGJ Gelar Annual English Festival

Tidak ada komentar

Sabtu, 19 Januari 2019


UGJ, Setaranews.com - English Student Association (ESA) akan mengadakan Annual English Festival (AEF) dengan tema "Suppporting learner’s spirit of competitiveness and sportivennes in educative competition" pada tanggal 28 Januari s/d 1 Februari di Kampus Tiga Universitas Gunung Jati (red, Unswagati) pukul 08.00 s.d 16.00 WIB.
Annual English Festival (AEF) adalah acara perlombaan bahasa Inggris dibidang akademik penyiaran. Lomba-lomba yang diadakan diantaranya speech, story telling, academic writing, newscaster, debate,  dan mini drama.

Acara ini bertujuan untuk mengasah minat dan bakat dari mahasiswa, mereka yang belajar berbahasa Inggris bisa membuktikan kemempuannya dengan mengikuti lomba bahwa mereka bisa bersaing dengan peserta lain.
Menurut Nugi Muhammad selaku Ketua Pelaksana menjelaskan “acara ini adalah acara tahunan dengan tema yang berbeda-beda, dan tahun ini mengusung tema Suppporting learner’s spirit of competitiveness and sportivennes in educative competition, jadi tema tahun ini mendukung semangat mahasiswa dalam berkompetisi dan menjunjung sportivitas dalam berkompetisi edukatif. Saat ini persiapan AEF sendiri sudah mencapai 85%.” ujarnya kepada Setaranews pada Rabu (16/01).
Peserta AEF ditujukan untuk pelajar dan mahasiswa yang berasal dari Ciayumajakuning. Tapi bukan hanya diikuti oleh peserta se-wilayah III Cirebon saja, kendati ada pendaftar dari luar daerah juga diperbolehkan.
Sertifikasi academic writing AEF juga berstatus nasional. Jika mengikuti AEF peserta  akan mendapatkan  sertifikat, piala, dan uang tunai bagi pemenangnya.
Lebih lanjut kata Nugi, tahun ini merupakan tahun yang ke-12, dimana AEF  merupakan program kerja English student association (ESA) yang mendapat dukungan dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Bahasa Inggris UGJ.

Reporter: Nabila, Supri (Magang LPM Setara)

Dengar Pendapat Mahasiswa Pertanian: Keluhkan Sarana Prasarana

Tidak ada komentar

Selasa, 15 Januari 2019

Gambar: Sosialisasi peraturan dan dengar pendapat  di ruang 107 gedung F. Pertanian Unswagati
Unswagati, Setaranews.com - Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Pertanian (DPM FP) Unswagati  Cirebon periode 2018/2019 menyelenggarakan kegiatan “ Sosialisasi Undang-Undang Ormawa dan Dengar Pendapat Mahasiswa” guna mempermudah saluran aspirasi bagi mahasiswa Fakultas Pertanian Unswagati Cirebon, (14/01).

Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk melanjutkan sosialisasi yang sebelumnya dilakukan oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas ( DPM-U) pada  03 Januari s/d 07 Januari 2019. Sehingga masyarakat kampus khususnya mahasiswa Pertanian bisa terus aktif dalam menjalankan aturan yang berlaku, demi tercapainya tujuan bersama sebagai sivitas akademika.

Pada kali ini, DPM FP memaparkan prodak hukum dari DPM-U tentang Peraturan Organisasi Kemahasiswaan (POK), Garis Besar Haluan Organisasi Kemahaiswaan (GBHON), dan Undang-Undang Ormawa (Organisasi Kemahasiswaan).

Menurut Abdul Rokhman ketua Komisi IV DPM FP, hal tersebut penting dilakukan guna membangun integritas dan keselarasan dalam berorganisasi “kali ini kita (red: DPM FP) mencoba mensosialisasikan produk hukum dari DPM-U agar diketahui oleh mahasiswa seluruh Unswagati”. Tuturnya kepada setaranews.com.

Selain itu, agenda yang bertajuk Dengar Pendapat Dari Mahasiswa yang dimoderatori oleh Afifah mahasiswi Agribisnis tersebut, juga menghasilkan informasi dan aspirasi dari mahasiswa. Seperti keluhan-keluhan dari mahasiswa Fakultas Pertanian terkait fasilitas, kinerja dosen, layanan informasi, dan biaya praktikum yang dirasa tidak seimbang dengan sarana dan prasarana yang tersedia.

“Dengar pendapat ini, kami (red: DPM FP) menghimpun keluhan-keluhan dari mahasiswa Pertanian mulai dari keluhan tentang biaya fasilitasnya yang mungkin terlalu mahal, uang proposal dan uang yudisium, selain itu banyak fasilitas yang kurang memadai seperti kursi ruang kelas banyak yang rusak, kemudian proyektor yang tidak layak pakai, uang praktikum yang dianggarkan untuk praktik dinilai tidak proporsional sedangkan bobot kegiatnnya berbeda, namun malah disamaratakan, kinerja-kinerja dosen yang kurang terhadap mahasiswa, penyebaran informasi terkait beasiswa kurang, tenaga pengelolaan GT yang perlu diadakan, sarana dan prasarana praktikum yang perlu ditambahkan”. Papar Abdul menjelaskan.

Selanjutnya, dari keluhan mahasiswa tersbut akan ditindak lanjut pihak fakultas untuk dicarikan solusinya jika dirasa jawaban dari pihak Fakultas kurang memuaskan pihak DPM FP akan mengadakan audiensi dengan fakultas secara terbuka bagi mahasiswa Fakultas Pertanian.

Reporter: Galih, Shamsul (Magang LPM Setara)

Donor Darah Jadi Agenda Rutin KSR PMI Unswagati

Tidak ada komentar

Senin, 14 Januari 2019

Kegiatan donor darah KSR PMI Unswagati di Kampus 3 Unswagati, Rabu (09/01). Foto: Anisa/LPM Setara

 
Unswagati, Setaranews.com - Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) mengadakan donor darah, Rabu (09/01) di Area Parkir Kampus 3 Unswagati Cirebon.
 
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja rutin KSR dan juga sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama untuk menumbuhkan rasa kemanusiaan. Seperti yang dikatakan Denis selaku Ketua Pelaksana kegiatan bahwa, “Kegiatan ini juga bertujuan untuk membantu korban bencana alam yang membutuhkan persediaan darah.” Ungkapnya.
 
Donor darah ini diadakan setiap 3 bulan sekali oleh KSR di setiap Kampus Unswagati dimulai dari jam 08.00 WIB s/d selesai. Kegiatan ini juga bekerja sama dengan PMI Kota Cirebon yang mana nantinya darah hasil donor tersebut disalurkan ke UGD PMI Kota Cirebon. Kegiatan ini menargetkan mahasiswa sebagai pendonor, tetapi dibuka juga untuk masyarakat umum yang ingin mendonorkan darahnya.
 
Reporter:    Anisa, Mita (Anggota Magang)

Kepala LLDikti Sebut Unswagati Masuk 400 Perguruan Tinggi yang Membuka Program PPG

Tidak ada komentar

Minggu, 13 Januari 2019

Wisuda Unswagati di Aula Kampus Utama Unswagati, Sabtu (12/1). Foto: Felisa/LPM Setara


Unswagati, Setaranews.com - Acara wisuda Unswagati kali ini merupakan momentum, dimana sekaligus perayaan Dies Natalis Unswagati di usia yang ke 58 tahun. Pada Januari ini mereka telah meluluskan kurang lebih 700 mahasiswanya. Diselenggarakan pada Sabtu, 12 Januari 2019 di Aula Kampus Utama Unswagati.

Prof.dr.H. Uman Suherman M.Pd sebagai Ketua LLDikti Wilayah IV yang turut hadir menyampaikan bahwa Unswagati menjadi salah satu dari 400 Perguruan Tinggi di Indonesia yang telah diamanahkan oleh Kemenristek Dikti dan Kemendikbud untuk membuka program Professional Pendidikan Guru (PPG) sejak 9 Juli 2018 silam. “Saya harus menyampaikan dengan bangga bahwa Unswagati menjadi 1 dari 400 di Indonesia yang berhasil membuka program Profesi Pendidikan Guru (PPG).” Tegasnya.

Selain itu laki-laki lulusan S3 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sejak 2005 silam itu menyebutkan bahwa Unswagati tidak lagi harus berfikir sebagai universitas negeri tapi harus berfikir sebagai universitas swasta yang berkibar di ranah internasional.

Uman juga mendukung penuh transformasi nama Unswagati menjadi Universitas Gunung Jati (UGJ) pasalnya nama Gunung Jati yang diambil dari Sunan Gunung Jati tersebut menjadi harapan terbentuknya Unswagati yang lebih baik.

“Unswagati akan bermetamorfisis menjadi UGJ, siapa sih yang gak tahu Sunan Gunung Jati, salah satu wali songo yang tak pernah lelah menyebarkan ajaran Islam di sekitar Cirebon dan Jawa Barat. Saya yakin dengan nama baru Unswagati akan lebih semangat untuk berprestasi dan menjadi Unswagati yang lebih baik.” Tuturnya.

Sebagai penutup dirinya berharap Unswagati dapat menjalin kerjasama dengan para pemegang industri agar ilmu pengetahuan lulusan Unswagati bisa langsung dipraktekkan di ranah industri.

Reporter:    Felisa Dwi Pujiyanti

Puisi: 2000 ft

Tidak ada komentar
Ilustrasi orang yang berjalan. Sumber foto: Pixaby

Kau tau apa yang lebih indah dari apa yang kita capai?
Ku kira itu Sanjungan.

Kau tau apa yang lebih berharga dari apa yang kita punya?
Ku kira itu Harta.

Dan kau tau apa yang lebih di butuhkan untuk hidup?
Ku kira itu Uang.

Kata-kata itu terus kutanyakan dan kujawab sendiri.
Lalu bisakah kau berikan jawaban yang lebih baik Tuhan.

Daripada aku terus merenung di pagi buta memikirkan kejelasan tubuh ini.
Aku mengikuti saran mu berdoa, sembayang.... Lalu bisakan kau jelaskan perbuatanmu itu....

Saat kau renggangkan tangan kami dan membiarkan mereka menjauh keluar dari lingkaran....
Dan membiarkan kami berjalan tanpa kendali dan kebingungan....

Yang ku tau saat itu hanyalah terus berjalan....
Lelah, letih, bingung....
Semuanya terasa dingin, dingin, dan dingin....

Kemana aku harus pulang....
Saat hal yang ku sebut Rumah sudah tak layak di panggil Rumah.

Penulis: Fajar Agung Wibowo (Anggota Magang)

7 Tips Lancar Lakukan Presentasi

Tidak ada komentar
Ilustrasi orang yang sedang melakukan presentasi. Foto: www.merdeka.com

Tips dan Trik, Setaranews.com
- Kita pasti sering melakukan presentasi. Tetapi terkadang kita sering merasa tidak puas dengan hasil dari presentasi yang kita lakukan. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab menjadikan presentasi kita tidak berjalan dengan baik, salah satunya adalah sifat tidak percaya diri saat memaparkan materi dan saat menjawab pertanyaan. Nah, berikut ini adalah beberapa tips agar presentasi bisa berjalan dengan lancar:

1. Menyiapkan materi yang akan disampaikan saat presentasi

Siapkan materi yang akan disampaikan untuk presentasi. Usahakan materi seringkas mungkin agar tidak perlu waktu yang lama untuk menyampaikan materi saat presentasi.

2. Memahami dan menguasai materi presentasi.

Dengan memahami dan menguasai materi presentasi kamu bisa lebih yakin untuk menyampaikan materi dan kamu juga bisa menambah rasa percaya dirimu saat presentasi. Dengan memahami dan menguasai materi presentasi juga kamu bisa meminimalisir kebingungan saat menjawab pertanyaan yang diajukan oleh audience.

3. Perhatikan intonasi bicara saat presentasi.

Terkadang saking gugupnya, saat presentasi suara yang kita keluarkan terlalu cepat hingga membuat materi yang kita sampaikan tidak terdengar jelas ditelinga audience. Untuk itu, kita perlu menggunakan intonasi yang pas saat presentasi dan bicaralah dengan lancar agar audience dapat memahami materi yang kita sampaikan.

4. Jangan berbelit-belit.

Ketika menyampaikan materi dan menjawab pertanyaan hendaknya kita menggunakan bahasa formal dan menyampaikannya dengan tidak berbelit-belit agar mudah untuk dimengerti.

5. Perhatikan pakaian yang digunakan.

Saat melakukan presentasi hendaknya kita memakai pakaian yang rapih dan nyaman agar tidak menghambat ruang gerak tubuh kita saat presentasi.

6. Perhatikan bahasa tubuh saat menyampaikan materi.

Saat menyampaikan materi, hendaknya kita melakukan bahasa tubuh namun tidak berlebihan.

7. Melakukan eye contact.

Saat presentasi hendaknya kita melakukan kontak mata dengan audience untuk menambah rasa percaya diri saat presentasi.

Reporter:    Nabila Devia Fitriani (Anggota Magang)
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews