Karena Libur Kuliah, Pemira Mahasiswa 2019 Terancam Diundur

Tidak ada komentar

Senin, 21 Januari 2019

Gambar ilustrasi pemira
UGJ, Setaranews.com - Pemilihan Raya Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gunung Jati 2019 (Pemira BEMU-UGJ) yang akan dilaksanakan pada 28 januari 2019 mendatang terpaksa berstatus menggantung lantaran banyaknya mahasiswa  yang sedang  libur kuliah, Senin(21/01).

Ketua PPUM (Panitia Pemilihan Umum Mahasiswa) menyebutkan Pemira kali ini terancam diundur,  karena mahasiswa sedang libur kuliah. " Ya. Kami dari PPUM sih, memperkirakan sekitar 1-2 Februari mendatang untuk pemira UGJ 2019, soalnya ada 2 fakultas yaitu FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) dan FH (Fakultas Hukum) itu sedang libur UAS (Ujian Akhir Semester". Tutur bagus selaku ketua pelaksana PPUM.

Pihaknya pun sempat melakukan koordinasi kepada pihak rektorat untuk menentukan tanggal Pemira UGJ 2019 dilaksanakan, namun hingga saat ini tim setaranews.com mewawancarainya, pihak PPUM belum bertemu dengan Rektorat lantaran mantan Dekan FISIP periode 2015/2017 itu (red, Rektor) sedang menghadiri acara di luar negeri. 

Pemira 2019: Belum ada yang mendaftar Presma dan Wapresma

Tidak ada komentar
Gambar ilustrasi

UGJ, Setaranews.com - Menjelang Pemilihan Raya Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gunung Jati 2019 (Pemira BEMU-UGJ), pendaftaran Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa masih sepi pendaftar.

Pendaftaran Presma dan Wapresma dibuka sejak 16 Januari 2019 sampai 18 Januari 2019 yang kemudian dipending pada Sabtu dan Minggu lantaran waktu libur akhir pekan, yang kemudian dibuka kembali pada 22 Januari 2019 hingga 23 Januari 2019 mendatang di Sekretariat PPUM.

"Sampai saat ini, belum ada yang daftar buat Presna dan Wapresma, biasanya rame pas terakhir mau penutupan." Jelas Ahmad Bagus ketua Pelaksana PPUM. Senin (21/01).

ESA UGJ Gelar Annual English Festival

Tidak ada komentar

Sabtu, 19 Januari 2019


UGJ, Setaranews.com - English Student Association (ESA) akan mengadakan Annual English Festival (AEF) dengan tema "Suppporting learner’s spirit of competitiveness and sportivennes in educative competition" pada tanggal 28 Januari s/d 1 Februari di Kampus Tiga Universitas Gunung Jati (red, Unswagati) pukul 08.00 s.d 16.00 WIB.
Annual English Festival (AEF) adalah acara perlombaan bahasa Inggris dibidang akademik penyiaran. Lomba-lomba yang diadakan diantaranya speech, story telling, academic writing, newscaster, debate,  dan mini drama.

Acara ini bertujuan untuk mengasah minat dan bakat dari mahasiswa, mereka yang belajar berbahasa Inggris bisa membuktikan kemempuannya dengan mengikuti lomba bahwa mereka bisa bersaing dengan peserta lain.
Menurut Nugi Muhammad selaku Ketua Pelaksana menjelaskan “acara ini adalah acara tahunan dengan tema yang berbeda-beda, dan tahun ini mengusung tema Suppporting learner’s spirit of competitiveness and sportivennes in educative competition, jadi tema tahun ini mendukung semangat mahasiswa dalam berkompetisi dan menjunjung sportivitas dalam berkompetisi edukatif. Saat ini persiapan AEF sendiri sudah mencapai 85%.” ujarnya kepada Setaranews pada Rabu (16/01).
Peserta AEF ditujukan untuk pelajar dan mahasiswa yang berasal dari Ciayumajakuning. Tapi bukan hanya diikuti oleh peserta se-wilayah III Cirebon saja, kendati ada pendaftar dari luar daerah juga diperbolehkan.
Sertifikasi academic writing AEF juga berstatus nasional. Jika mengikuti AEF peserta  akan mendapatkan  sertifikat, piala, dan uang tunai bagi pemenangnya.
Lebih lanjut kata Nugi, tahun ini merupakan tahun yang ke-12, dimana AEF  merupakan program kerja English student association (ESA) yang mendapat dukungan dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Bahasa Inggris UGJ.

Reporter: Nabila, Supri (Magang LPM Setara)

Dengar Pendapat Mahasiswa Pertanian: Keluhkan Sarana Prasarana

Tidak ada komentar

Selasa, 15 Januari 2019

Gambar: Sosialisasi peraturan dan dengar pendapat  di ruang 107 gedung F. Pertanian Unswagati
Unswagati, Setaranews.com - Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Pertanian (DPM FP) Unswagati  Cirebon periode 2018/2019 menyelenggarakan kegiatan “ Sosialisasi Undang-Undang Ormawa dan Dengar Pendapat Mahasiswa” guna mempermudah saluran aspirasi bagi mahasiswa Fakultas Pertanian Unswagati Cirebon, (14/01).

Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk melanjutkan sosialisasi yang sebelumnya dilakukan oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas ( DPM-U) pada  03 Januari s/d 07 Januari 2019. Sehingga masyarakat kampus khususnya mahasiswa Pertanian bisa terus aktif dalam menjalankan aturan yang berlaku, demi tercapainya tujuan bersama sebagai sivitas akademika.

Pada kali ini, DPM FP memaparkan prodak hukum dari DPM-U tentang Peraturan Organisasi Kemahasiswaan (POK), Garis Besar Haluan Organisasi Kemahaiswaan (GBHON), dan Undang-Undang Ormawa (Organisasi Kemahasiswaan).

Menurut Abdul Rokhman ketua Komisi IV DPM FP, hal tersebut penting dilakukan guna membangun integritas dan keselarasan dalam berorganisasi “kali ini kita (red: DPM FP) mencoba mensosialisasikan produk hukum dari DPM-U agar diketahui oleh mahasiswa seluruh Unswagati”. Tuturnya kepada setaranews.com.

Selain itu, agenda yang bertajuk Dengar Pendapat Dari Mahasiswa yang dimoderatori oleh Afifah mahasiswi Agribisnis tersebut, juga menghasilkan informasi dan aspirasi dari mahasiswa. Seperti keluhan-keluhan dari mahasiswa Fakultas Pertanian terkait fasilitas, kinerja dosen, layanan informasi, dan biaya praktikum yang dirasa tidak seimbang dengan sarana dan prasarana yang tersedia.

“Dengar pendapat ini, kami (red: DPM FP) menghimpun keluhan-keluhan dari mahasiswa Pertanian mulai dari keluhan tentang biaya fasilitasnya yang mungkin terlalu mahal, uang proposal dan uang yudisium, selain itu banyak fasilitas yang kurang memadai seperti kursi ruang kelas banyak yang rusak, kemudian proyektor yang tidak layak pakai, uang praktikum yang dianggarkan untuk praktik dinilai tidak proporsional sedangkan bobot kegiatnnya berbeda, namun malah disamaratakan, kinerja-kinerja dosen yang kurang terhadap mahasiswa, penyebaran informasi terkait beasiswa kurang, tenaga pengelolaan GT yang perlu diadakan, sarana dan prasarana praktikum yang perlu ditambahkan”. Papar Abdul menjelaskan.

Selanjutnya, dari keluhan mahasiswa tersbut akan ditindak lanjut pihak fakultas untuk dicarikan solusinya jika dirasa jawaban dari pihak Fakultas kurang memuaskan pihak DPM FP akan mengadakan audiensi dengan fakultas secara terbuka bagi mahasiswa Fakultas Pertanian.

Reporter: Galih, Shamsul (Magang LPM Setara)

Donor Darah Jadi Agenda Rutin KSR PMI Unswagati

Tidak ada komentar

Senin, 14 Januari 2019

Kegiatan donor darah KSR PMI Unswagati di Kampus 3 Unswagati, Rabu (09/01). Foto: Anisa/LPM Setara

 
Unswagati, Setaranews.com - Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) mengadakan donor darah, Rabu (09/01) di Area Parkir Kampus 3 Unswagati Cirebon.
 
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja rutin KSR dan juga sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama untuk menumbuhkan rasa kemanusiaan. Seperti yang dikatakan Denis selaku Ketua Pelaksana kegiatan bahwa, “Kegiatan ini juga bertujuan untuk membantu korban bencana alam yang membutuhkan persediaan darah.” Ungkapnya.
 
Donor darah ini diadakan setiap 3 bulan sekali oleh KSR di setiap Kampus Unswagati dimulai dari jam 08.00 WIB s/d selesai. Kegiatan ini juga bekerja sama dengan PMI Kota Cirebon yang mana nantinya darah hasil donor tersebut disalurkan ke UGD PMI Kota Cirebon. Kegiatan ini menargetkan mahasiswa sebagai pendonor, tetapi dibuka juga untuk masyarakat umum yang ingin mendonorkan darahnya.
 
Reporter:    Anisa, Mita (Anggota Magang)

Kepala LLDikti Sebut Unswagati Masuk 400 Perguruan Tinggi yang Membuka Program PPG

Tidak ada komentar

Minggu, 13 Januari 2019

Wisuda Unswagati di Aula Kampus Utama Unswagati, Sabtu (12/1). Foto: Felisa/LPM Setara


Unswagati, Setaranews.com - Acara wisuda Unswagati kali ini merupakan momentum, dimana sekaligus perayaan Dies Natalis Unswagati di usia yang ke 58 tahun. Pada Januari ini mereka telah meluluskan kurang lebih 700 mahasiswanya. Diselenggarakan pada Sabtu, 12 Januari 2019 di Aula Kampus Utama Unswagati.

Prof.dr.H. Uman Suherman M.Pd sebagai Ketua LLDikti Wilayah IV yang turut hadir menyampaikan bahwa Unswagati menjadi salah satu dari 400 Perguruan Tinggi di Indonesia yang telah diamanahkan oleh Kemenristek Dikti dan Kemendikbud untuk membuka program Professional Pendidikan Guru (PPG) sejak 9 Juli 2018 silam. “Saya harus menyampaikan dengan bangga bahwa Unswagati menjadi 1 dari 400 di Indonesia yang berhasil membuka program Profesi Pendidikan Guru (PPG).” Tegasnya.

Selain itu laki-laki lulusan S3 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sejak 2005 silam itu menyebutkan bahwa Unswagati tidak lagi harus berfikir sebagai universitas negeri tapi harus berfikir sebagai universitas swasta yang berkibar di ranah internasional.

Uman juga mendukung penuh transformasi nama Unswagati menjadi Universitas Gunung Jati (UGJ) pasalnya nama Gunung Jati yang diambil dari Sunan Gunung Jati tersebut menjadi harapan terbentuknya Unswagati yang lebih baik.

“Unswagati akan bermetamorfisis menjadi UGJ, siapa sih yang gak tahu Sunan Gunung Jati, salah satu wali songo yang tak pernah lelah menyebarkan ajaran Islam di sekitar Cirebon dan Jawa Barat. Saya yakin dengan nama baru Unswagati akan lebih semangat untuk berprestasi dan menjadi Unswagati yang lebih baik.” Tuturnya.

Sebagai penutup dirinya berharap Unswagati dapat menjalin kerjasama dengan para pemegang industri agar ilmu pengetahuan lulusan Unswagati bisa langsung dipraktekkan di ranah industri.

Reporter:    Felisa Dwi Pujiyanti

Puisi: 2000 ft

Tidak ada komentar
Ilustrasi orang yang berjalan. Sumber foto: Pixaby

Kau tau apa yang lebih indah dari apa yang kita capai?
Ku kira itu Sanjungan.

Kau tau apa yang lebih berharga dari apa yang kita punya?
Ku kira itu Harta.

Dan kau tau apa yang lebih di butuhkan untuk hidup?
Ku kira itu Uang.

Kata-kata itu terus kutanyakan dan kujawab sendiri.
Lalu bisakah kau berikan jawaban yang lebih baik Tuhan.

Daripada aku terus merenung di pagi buta memikirkan kejelasan tubuh ini.
Aku mengikuti saran mu berdoa, sembayang.... Lalu bisakan kau jelaskan perbuatanmu itu....

Saat kau renggangkan tangan kami dan membiarkan mereka menjauh keluar dari lingkaran....
Dan membiarkan kami berjalan tanpa kendali dan kebingungan....

Yang ku tau saat itu hanyalah terus berjalan....
Lelah, letih, bingung....
Semuanya terasa dingin, dingin, dan dingin....

Kemana aku harus pulang....
Saat hal yang ku sebut Rumah sudah tak layak di panggil Rumah.

Penulis: Fajar Agung Wibowo (Anggota Magang)

7 Tips Lancar Lakukan Presentasi

Tidak ada komentar
Ilustrasi orang yang sedang melakukan presentasi. Foto: www.merdeka.com

Tips dan Trik, Setaranews.com
- Kita pasti sering melakukan presentasi. Tetapi terkadang kita sering merasa tidak puas dengan hasil dari presentasi yang kita lakukan. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab menjadikan presentasi kita tidak berjalan dengan baik, salah satunya adalah sifat tidak percaya diri saat memaparkan materi dan saat menjawab pertanyaan. Nah, berikut ini adalah beberapa tips agar presentasi bisa berjalan dengan lancar:

1. Menyiapkan materi yang akan disampaikan saat presentasi

Siapkan materi yang akan disampaikan untuk presentasi. Usahakan materi seringkas mungkin agar tidak perlu waktu yang lama untuk menyampaikan materi saat presentasi.

2. Memahami dan menguasai materi presentasi.

Dengan memahami dan menguasai materi presentasi kamu bisa lebih yakin untuk menyampaikan materi dan kamu juga bisa menambah rasa percaya dirimu saat presentasi. Dengan memahami dan menguasai materi presentasi juga kamu bisa meminimalisir kebingungan saat menjawab pertanyaan yang diajukan oleh audience.

3. Perhatikan intonasi bicara saat presentasi.

Terkadang saking gugupnya, saat presentasi suara yang kita keluarkan terlalu cepat hingga membuat materi yang kita sampaikan tidak terdengar jelas ditelinga audience. Untuk itu, kita perlu menggunakan intonasi yang pas saat presentasi dan bicaralah dengan lancar agar audience dapat memahami materi yang kita sampaikan.

4. Jangan berbelit-belit.

Ketika menyampaikan materi dan menjawab pertanyaan hendaknya kita menggunakan bahasa formal dan menyampaikannya dengan tidak berbelit-belit agar mudah untuk dimengerti.

5. Perhatikan pakaian yang digunakan.

Saat melakukan presentasi hendaknya kita memakai pakaian yang rapih dan nyaman agar tidak menghambat ruang gerak tubuh kita saat presentasi.

6. Perhatikan bahasa tubuh saat menyampaikan materi.

Saat menyampaikan materi, hendaknya kita melakukan bahasa tubuh namun tidak berlebihan.

7. Melakukan eye contact.

Saat presentasi hendaknya kita melakukan kontak mata dengan audience untuk menambah rasa percaya diri saat presentasi.

Reporter:    Nabila Devia Fitriani (Anggota Magang)

Trupark Museum: Wisata Edukasi Batik yang Memanjakan Mata di Cirebon

Tidak ada komentar

Sabtu, 12 Januari 2019

Logo Trupark Museum di Kawasan Batik Trusmi Cirebon. Foto: Obi/LPM Setara

Cirebon, Setaranews.com
- Wisata baru yang unik, edukatif yang mampu memanjakan mata dengan spot selfie unik dan menarik telah hadir di Cirebon. Kawasan wisata tersebut bernama Trupark Museum. Diresmikan pada 28 November 2018 silam. Desain dengan karya seni tinggi yang artistik untuk menciptakan pengalaman belajar membatik dan budaya cirebon lainnya dengan cara yang baru dan tempat yang seru.

Trupark Museum hadir dari pemikiran gagasan bapak Riyanto beserta tim yang telah dibentuk olehnya karna berfikir bahwa, Cirebon adalah salah satu central batik dan banyak masyarakat yang masih mencintai dan berminat mengenakan pakaian batik tapi tidak tahu cara pembuatan dan sejarah dari batik sendiri.

Galeri jenis-jenis batik Batik. Foto: Obi/LPM Setara

Kelebihan dari Trupark Museum adalah tidak hanya sekedar menjadi wisata edukatif tentang batik, tapi juga menyajikan spot selfie beserta atribut-atribut selfie yang menarik untuk dikunjungi. Salah satu yang menarik perhatian ialah baju kimono batik dan payung yang unik.

Museum tersebut terbagi menjadi dua lantai. Lantai pertama berisi penyajian spot selfie yang memanjakan mata para pengunjung serta beberapa lukisan kisah klasik di Cirebon beberapa tahun yang lalu, serta alat tenun yang di sediakan di sana. “Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya punya batik, tetapi juga kain tenun,” ujar Yossi selaku tour guide Museum Trupark.

Galeri foto Cirebon di Batik Trusmi Cirebon. Foto: Obi/LPM Setara

Sedangkan di lantai kedua lebih berisi kepada edukasi batik seperti diperagakan kegiatan membatik tulis dan membatik cap. selain beberapa koleksi batik lama. Setelahnya, terdapat ruangan gelap dengan dinding belakang, kiri dan kanan, berlapis kaca cermin, di tengah plafon menggantung alat video mapping.

Pembuatan Batik Cap. Foto: Obi/LPM Setara

Trupark Museum di buka untuk umum setiap hari Senin-Jum'at mulai pukul 10.00 WIB-18.00 WIB. Sedangkan Sabtu-Minggu mulai pukul 10.00 WIB-20.00 WIB. Harga tiket yang di sajikan pun sepadan dengan fasilitas yang didapatkan bila mengunjungi kawasan wisata tersebut. Orang dewasa akan dikenai harga kisaran Rp. 50.000 di weekday dan Rp. 60.000 di weekend. Sementara untuk anak-anak di bawah usia 6 tahun berkisar Rp. 35.000. Tiket masuk bisa diperoleh di Pusat Batik Trusmi atau bisa langsung ke Trupark Museum Kawasan Batik Trusmi Kec. Weru, Kab. Cirebon, Jawa Barat.

Dengan adanya Trupark Museum tersebut diharaprkan bisa menginspirasi masyarakat Cirebon. "Semoga bisa menjadi inspirasi anak-anak muda khususnya Wilayah Cirebon agar lebih mencintai batik, dan dapat membawa karya Indonesia (batik) ke kancah Internasional. Mengingatkan masyarakat umum bahwasanya kita punya batik yang indah. Jadi mari kita sama-sama lestarikan kesenian budaya lokal agar tidak hanya kita saja yang bisa menikmati, tapi kelak anak cucu kita." ujar Anggi Dewi Pangesti salah satu tour guide yang ada di sana.

Reporter       :      Nur Fatihatu Salamah, Obi Robiansyah

Hasil Mubes FISIP Cetuskan Ketua Ormawa Periode 2019/2020

Tidak ada komentar
Mubes FISIP Unswagati, Jumat (11/1) di Ruang Serbaguna FISIP. Foto: Salma/LPM Setara


Unswagati, Setaranews.com - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unswagati menyelenggarakan Musyawarah Besar (Mubes) dengan tema "Regenerasi Pemimpin Demi Mewujudkan Generasi Emas Yang Inovatif dan Berintegritas" pada Jumat (11/1) di Ruang Serbaguna FISIP. Kegiatan ini berlangsung sejak hari Selasa, (8/1) kemarin hingga puncak kegiatannya di hari Jum'at (11/1).

Kegiatan ini adalah kegiatan tahunan yang di laksanakan oleh DPM FISIP dalam rangka untuk mengisi posisi ketua dam wakil ketua dari DPM, Gubernur BEM, HIMAKOM (Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi) dan HIMAGARA (Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara) periode 2019/2020.

Pada saat pembukaan Mubes menyampaikan alasan tidak adanya Pemilihan Raya (Pemira) yang di tuturkan oleh Ketua DPM FISIP yaitu saudara Andre Muhammad Zafar "Kami tidak menyanggupi adanya Pemilihan Raya dengan alasan tertentu, salah satunya adalah belum sanggup membentuk PPUM (Panitia Pemilihan Umum Mahasiswa) dan budgeting yang tidak memadai." ungkapnya.

Adapun hasil dari Mubes tahun ini telah terpilih beberapa nama untuk menjadi Ketua dan Wakil Ketua organisasi mahasiswa (ormawa) yang sudah di sahkan oleh Pimpinan Sidang I. Daftar nama Ketua dan Wakil Ketua Ormawa yang terpilih periode 2019/2020 yakni Ketua DPM FISIP atas nama Novandi Bayu Permana dan wakilnya Dudung Wardianto, dan Gubernur BEM FISIP atas nama  Hilman Prasetyo dan wakilnya Muhammad Helmi Nahri. Serta Ketua Himakom atas nama Teuku Ryan dan wakilnya Marisa Intang Lestari dan terakhir Ketua Himagara atas nama Abi Riyanto dan wakilnya Rizki Yuliana.

Reporter:    Nur Fatihatu Salamah (Anggota Magang)

Hasil Pesta Demokrasi Mahasiswa FE Unswagati

Tidak ada komentar

Jumat, 11 Januari 2019

Ketika perhitungan suara Pemira FE, Kamis (10/1). Foto: Warman/LPM Setara

Unswagati, Setaranews.com - Fakultas Ekonomi Unswagati baru saja menyelenggarakan PEMIRA (Pemilihan Raya), ialah salah satu pesta demokrasi yang di selenggarakan di lingkungan kampus biasanya untuk memilih Ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa). Pada kesempatan ini diselenggarakan dalam rangka pemilihan Ketua dan Wakil Ketua ORMAWA (Organisasi Mahasiswa) Fakuktas Ekonomi tahun 2019/2020 diantaranya pemilihan Gubernur BEM Fakultas Ekonomi, Ketua HIMAJEMEN (Himpunan Mahasiswa Manajemen), dan HIMATANSI (Himpunan Mahasiswa Akuntansi) yang berlangsung pada Kamis, 10 Januari 2019 di depan Gedung Baru Kampus 1 Unswagati.

Acara yang di diselenggarakan oleh PPUM (Panitia Pemilihan Umum Mahasiswa) DPM FE (Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomi) ini bertemakan “Mewujudkan Pemira KUAT (Kondusif, Aspiratif, Transparansi) Untuk Fakultas Ekonomi Unswagati Hebat” dan acara ini di mulai sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

Panitia hanya membuka satu TPS (Tempat Pemungutan Suara) dikarenakan anggaran yang diberikan oleh pihak kampus yang hanya mencukupi untuk satu TPS saja. Namun demikian, dengan dibukanya satu TPS banyaknya mahasiswa yang melakukan proses pemilihan tentu menjadi daya tarik tersendiri untuk PEMIRA FE kali ini. Jumlah surat suara yang disiapkan sesuai dengan DPT (Daftar Pemilih Tetap) sebanyak 1500 surat suara. Setelah proses perhitungan selesai yang dilaksanakan di gedung serba guna Fakultas Ekonomi, terakumulasi bahwa surat suara yang terpakai sebanyak 450 untuk pemilihan ketua HIMAJEMEN, 300 untuk pemilihan HIMATANSI, dan 750 untuk pemilihan Ketua BEM FE.

Akhirnya setelah tahap demi tahap terlewati dengan cukup baik, maka tadi malam sudah terpilih beberapa nama yang sah menjadi Ketua dan Wakil Ketua Ormawa FE diantaranya, Ketua Himajemen terpilih atas nama Puput S Dewi dengan perolehan 89 surat suara, Ketua Himatansi terpilih atas nama Arif Badrul Huda dengan perolehan surat suara sebanyak 121. Gubernur BEM FE terpilih atas nama Handika Seno Aji dengan Wakil Gubernur Fitri Sagala dengan perolehan surat suara sebanyak 359.

Harapan dari Ketua PPUM untuk ketua dan wakil ketua yang terpiliah “Semoga bisa memimpin dengan amanah. Menjalankan tugasnya dengan baik sesuai aturan yang ada.” Tutur Ketua PPUM Muhammad Sokhekh pada www.setaranews.com (10/01/19).

Dabilik suksesnya PEMIRA Fakultas Ekonomi ada beberapa kendala yang dialami PPUM dan PANWASLU (Panitia Pengawas Pemilu). Sebelumnya, untuk pemilihan ketua dan wakil ketua Gubernur Fakultas Ekonomi teranyar tidak bisa diselenggarakan karena ketika memasuki hari terakhir pendaftaran baru terdapat satu pasangan.

Tanggapan dari ketua PPUM mengenai pendaftar calon gubernur dan wakil gubernur Fakultas Ekonomi “Untuk waktu pendaftaran itu ditambah satu hari dikarenakan di POK itu mengatur bahwasannya tidak bisa melakukan pemilihan ketika hanya calon tunggal.” Ungkap Ketua PANWASLU (10/01/19).

Dengan adanya penambahan waktu satu hari pendaftaran Ketua dan Wakil Ketua Ormawa Fakultas Ekonomi akhirnya ada yang mau menyalonkan sebagai pasangan colon gubernuar dan wakil gubernur. Sehingga PEMIRA Fakultas Ekonomi bisa diselenggaran dengan lancer.


Reporter:
A. Warman

ADP 2019 Jadi Tugas Akhir Mata Kuliah Drama di FKIP Bahasa Inggris

Tidak ada komentar

Kamis, 10 Januari 2019

Salah satu penampilan drama dari Kelas 3D yang bertajuk "GOD (Gainsayer of Destiny). Foto: Arjun/LPM Setara


Warta Kampus, Setaranews.com
- Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Prodi Bahasa Inggris Universitas Swadaya Gunung Jati menggelar acara Annual Drama Performens (ADP) yang setiap tahun rutin diadakan, Kamis (10/01) di ruang serbaguna Kampus II Unswagati.

Annual Drama Performance 2019 yang tahun ini bertemakan “Presenting The Universal Stories Through Theatrical Show” tersebut memiliki tujuan khusus untuk mahasiswa/mahasiswi tingkat 3 Prodi Bahasa Inggris untuk memenuhi nilai Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Drama di tingkat 3, seperti yang dikatakan oleh Ratna Andhika M.S.Pd.M.Hum selaku Kepala Prodi Bahasa Inggris Unswagati, “Tujuanya adalah suatu projek dari matakuliah drama, mereka harus tampil diatas panggung dan ini adalah pertunjukannya.” Katanya pada saat ditanya oleh www.setaranews.com di sela-sela acara berlangsung.

Acara ini melibatkan panita dari tingkat 1 dan 2 sedangkan penonton kebanyakan dari tingkat 4 sampai alumni Prodi Bahasa Inggris FKIP. Penonton merasa terhibur oleh penampilan-penampilan yang disuguhkan oleh mahasiswa/mahasiswi tingkat 3 Prodi Bahasa Inggris karena mereka sangat serius dalam menampilkan peran drama tersebut. Menariknya dari acara ini ialah dialognya menggunakan Bahasa Inggris dan temanya bisa diadopsi dari berbagai judul film dan narasinya pun bisa dibuat sendiri tetapi tidak boleh lepas dari film aslinya seperti yang dikatakan oleh Andreas salah satu actor drama tersebut.

Amariah mahasiswi tingkat 1 yang merangkap sebagai Ketua Pelaksana mengungkapkan harapannya “Semoga tahun depan dan tahun-tahun selanjutnya bisa lebih bagus dari tahun ini.” Pungkasnya. Dalam pertunjukan drama ini sendiri terdiri dari 4 kelas yang menampilkan 4 cerita yang berbeda, sebut saja GOD (Gainsayer of Destiny), The Sinking of Van Der Wijck, Beauty and The Beast and Sleeping Beauty.

Reporter:            Arjun Muhamad, Ade Indah (Anggota Magang)

Opini: Pohon dan Manusia

Tidak ada komentar

Ilustrasi Pohon dan Manusia
Opini, Setaranews.com - Lingkungan merupakan habitat makhluk hidup yang manfaatnya berpengaruh terhadap kelangsungan makhluk hidup itu sendiri. Maka keberadaan dan manfaat lingkungan perlu dijaga dan dilestarikan, bukan malah egois memakai, mengekploitasi, bahkan merusaknya. Sehingga dalam perkembangan dunia modern ini, dilakukan berbagai upaya dalam menjaga keseimbangan makhluk hidup dengan lingkungan sebagai habitatnya.

Tepat pada 10 Januari, di seluruh bagian bumi yang orang-orangnya memiliki kesadaran terhadap lingkungan disepakati dan diperingati sebagai Hari Sejuta Pohon Sedunia guna memotivasi semua orang dalam melestarikan pohon, dimana pohon memberikan manfaat bagi makhluk hidup. Satu pohon yang ditanam akan memberikan sejuta manfaat bagi kehidupan generasi berikutnya.

Eksistensi pohon bagi manusia memberikan kebahagian secara langsung atau tidak langsung dalam perannya. Bagaimana tidak, setiap orang bernafas dengan menghirup apa? Iya, setiap orang membutuhkan oksigen, dan penghasil oksigen untuk manusia bernapas adalah pohon, itu kenapa seringkali hutan di nyatakan sebagai paru-paru dunia, karena sebagain besar peran pohon itu sendiri. Kemudian, apa yang setiap orang rasakan saat berada di bawah, dekat, atau sekitar pohon? Manusia memiliki candu terhadap hal-hal yang di anggapnya penting dan membahagiakan, saat orang sedang berada didekat pohon, hal tersebut secara tidak sadar bisa membuat suasana hatinya menjadi damai dan tentram. Sehingga memberikan manfaat batiniah yang mempengaruhi psikis manusia. Itu kenapa saat seseorang sedang mengalami ketegangan hidup, seringkali melakukan terapi dengan sesuatu yang berhubungan dengan pohon dan alam, karena hal tersebut bisa memberikan kesejahteraan mental dalam jiwanya.

Selain manfaat yang tadi dibahas berdasarkan pandangan subjektif, ternyata peran pohon juga bisa dilihat secara ilmiah yaitu selain penghasil osksigen namun juga sebagai pengendali air. Dalam konsep keseimbangan lingkunan ada populasi, habitat, dan interaksinya. Ketiga unsur tersebut memberikan perannya masing-masing dan ada batasan yang harus dipertahankan guna menjaga keseimbangan lingkungan tersebut.

Seringkali kita mendengar kegiatan manusia yang tidak bisa terelakan, misalkan penebangan pohon secara liar atau berlebihan, kebakaran hutan, alih fungsi lahan, dan sebagaimnya. Fenomena tersebut tentu saja mempengaruhi keseimbangan lingkungan, atau bisa di katakana mengganggu keseimbangan ekosistem. Pohon dalam ekosistem selain penghasil oksigen dan penyerap karbondioksi, juga berfungsi mengendalikan air dalam tanah, dimana pada saat musim penghujan airnya di serap oleh pohon, dan menghasilkkan air pada saat musim kemarau dan dialirkan melalui tanah.

Pada prinsipnya, air bergerak dari dataran yang lebih tinggi ke dataran yang lebih rendah, dalam pergerakan di dalam tanah disebut runoff, disitulah peranan pohon. Saat suatu wilayah tidak memiliki banyak pohon, memungkin sekali akan terjadi bencana tahunan. Jika dikaitkan dengan ulasan di atas, pohon bisa mencegah terjadinya banjir, karena air hujan tidak langsung mengalir menuju laut, namun akan di tampung sementara oleh pohon sehingga pergerakan air menjadi teratur dan tidak menjadi banjir yang meredam permukaan.

Kemudian pohon juga sebagai pengikat elemen tanah sebagai lapisan terluar bumi, jika dalam suatu wilayah dataran tinggi tidak terdapat banyak pohon, sudah dapat dipastikan terjadinya longsor saat musim penghujan tiba dan terjadi kekeringan saat musim kemarau panjang. Karena pada daerah yang memiliki kemiringan kontur akan sangat rentan terkena longsor, hal tersebut disebabkan karena pohon berperan dengan akarnya dalam mengikat butiran tanah yang mengalami pengembangan saat terkena hujan. Atau dalam fenomena pergerakan air laut, saat tidak ada pembatas pohon, maka persediaan air permukaan atau air tawar akan berkurang. Hal tersebut karena terkontaminasi oleh air laut yang asin yang bergerak meresap melalui tanah, itu kenapa sangat dianjurkan sekali melestarikan mangrove di daerah pesisir.

Nah, itulah kenapa hari ini ada Hari Sejuta Pohon Sedunia, dan setiap orang wajib sadar akan perannya dalam menjaga keseimbangan ekosistem tadi, sehingga lingkungan tempat manusia tumbuh dan berkembang, tetap bisa memberikan manfaatnya. Saat populasi manusia memahami perannya untuk berinteraksi dengan alam, maka bencana dan fenomena yang meruginakan umat manusia bisa dihindari.
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews