Responsive Ad Slot

Trupark Museum: Wisata Edukasi Batik yang Memanjakan Mata di Cirebon

Tidak ada komentar

Sabtu, 12 Januari 2019

Logo Trupark Museum di Kawasan Batik Trusmi Cirebon. Foto: Obi/LPM Setara

Cirebon, Setaranews.com
- Wisata baru yang unik, edukatif yang mampu memanjakan mata dengan spot selfie unik dan menarik telah hadir di Cirebon. Kawasan wisata tersebut bernama Trupark Museum. Diresmikan pada 28 November 2018 silam. Desain dengan karya seni tinggi yang artistik untuk menciptakan pengalaman belajar membatik dan budaya cirebon lainnya dengan cara yang baru dan tempat yang seru.

Trupark Museum hadir dari pemikiran gagasan bapak Riyanto beserta tim yang telah dibentuk olehnya karna berfikir bahwa, Cirebon adalah salah satu central batik dan banyak masyarakat yang masih mencintai dan berminat mengenakan pakaian batik tapi tidak tahu cara pembuatan dan sejarah dari batik sendiri.

Galeri jenis-jenis batik Batik. Foto: Obi/LPM Setara

Kelebihan dari Trupark Museum adalah tidak hanya sekedar menjadi wisata edukatif tentang batik, tapi juga menyajikan spot selfie beserta atribut-atribut selfie yang menarik untuk dikunjungi. Salah satu yang menarik perhatian ialah baju kimono batik dan payung yang unik.

Museum tersebut terbagi menjadi dua lantai. Lantai pertama berisi penyajian spot selfie yang memanjakan mata para pengunjung serta beberapa lukisan kisah klasik di Cirebon beberapa tahun yang lalu, serta alat tenun yang di sediakan di sana. “Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya punya batik, tetapi juga kain tenun,” ujar Yossi selaku tour guide Museum Trupark.

Galeri foto Cirebon di Batik Trusmi Cirebon. Foto: Obi/LPM Setara

Sedangkan di lantai kedua lebih berisi kepada edukasi batik seperti diperagakan kegiatan membatik tulis dan membatik cap. selain beberapa koleksi batik lama. Setelahnya, terdapat ruangan gelap dengan dinding belakang, kiri dan kanan, berlapis kaca cermin, di tengah plafon menggantung alat video mapping.

Pembuatan Batik Cap. Foto: Obi/LPM Setara

Trupark Museum di buka untuk umum setiap hari Senin-Jum'at mulai pukul 10.00 WIB-18.00 WIB. Sedangkan Sabtu-Minggu mulai pukul 10.00 WIB-20.00 WIB. Harga tiket yang di sajikan pun sepadan dengan fasilitas yang didapatkan bila mengunjungi kawasan wisata tersebut. Orang dewasa akan dikenai harga kisaran Rp. 50.000 di weekday dan Rp. 60.000 di weekend. Sementara untuk anak-anak di bawah usia 6 tahun berkisar Rp. 35.000. Tiket masuk bisa diperoleh di Pusat Batik Trusmi atau bisa langsung ke Trupark Museum Kawasan Batik Trusmi Kec. Weru, Kab. Cirebon, Jawa Barat.

Dengan adanya Trupark Museum tersebut diharaprkan bisa menginspirasi masyarakat Cirebon. "Semoga bisa menjadi inspirasi anak-anak muda khususnya Wilayah Cirebon agar lebih mencintai batik, dan dapat membawa karya Indonesia (batik) ke kancah Internasional. Mengingatkan masyarakat umum bahwasanya kita punya batik yang indah. Jadi mari kita sama-sama lestarikan kesenian budaya lokal agar tidak hanya kita saja yang bisa menikmati, tapi kelak anak cucu kita." ujar Anggi Dewi Pangesti salah satu tour guide yang ada di sana.

Reporter       :      Nur Fatihatu Salamah, Obi Robiansyah

Hasil Mubes FISIP Cetuskan Ketua Ormawa Periode 2019/2020

Tidak ada komentar
Mubes FISIP Unswagati, Jumat (11/1) di Ruang Serbaguna FISIP. Foto: Salma/LPM Setara


Unswagati, Setaranews.com - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unswagati menyelenggarakan Musyawarah Besar (Mubes) dengan tema "Regenerasi Pemimpin Demi Mewujudkan Generasi Emas Yang Inovatif dan Berintegritas" pada Jumat (11/1) di Ruang Serbaguna FISIP. Kegiatan ini berlangsung sejak hari Selasa, (8/1) kemarin hingga puncak kegiatannya di hari Jum'at (11/1).

Kegiatan ini adalah kegiatan tahunan yang di laksanakan oleh DPM FISIP dalam rangka untuk mengisi posisi ketua dam wakil ketua dari DPM, Gubernur BEM, HIMAKOM (Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi) dan HIMAGARA (Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara) periode 2019/2020.

Pada saat pembukaan Mubes menyampaikan alasan tidak adanya Pemilihan Raya (Pemira) yang di tuturkan oleh Ketua DPM FISIP yaitu saudara Andre Muhammad Zafar "Kami tidak menyanggupi adanya Pemilihan Raya dengan alasan tertentu, salah satunya adalah belum sanggup membentuk PPUM (Panitia Pemilihan Umum Mahasiswa) dan budgeting yang tidak memadai." ungkapnya.

Adapun hasil dari Mubes tahun ini telah terpilih beberapa nama untuk menjadi Ketua dan Wakil Ketua organisasi mahasiswa (ormawa) yang sudah di sahkan oleh Pimpinan Sidang I. Daftar nama Ketua dan Wakil Ketua Ormawa yang terpilih periode 2019/2020 yakni Ketua DPM FISIP atas nama Novandi Bayu Permana dan wakilnya Dudung Wardianto, dan Gubernur BEM FISIP atas nama  Hilman Prasetyo dan wakilnya Muhammad Helmi Nahri. Serta Ketua Himakom atas nama Teuku Ryan dan wakilnya Marisa Intang Lestari dan terakhir Ketua Himagara atas nama Abi Riyanto dan wakilnya Rizki Yuliana.

Reporter:    Nur Fatihatu Salamah (Anggota Magang)

Hasil Pesta Demokrasi Mahasiswa FE Unswagati

Tidak ada komentar

Jumat, 11 Januari 2019

Ketika perhitungan suara Pemira FE, Kamis (10/1). Foto: Warman/LPM Setara

Unswagati, Setaranews.com - Fakultas Ekonomi Unswagati baru saja menyelenggarakan PEMIRA (Pemilihan Raya), ialah salah satu pesta demokrasi yang di selenggarakan di lingkungan kampus biasanya untuk memilih Ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa). Pada kesempatan ini diselenggarakan dalam rangka pemilihan Ketua dan Wakil Ketua ORMAWA (Organisasi Mahasiswa) Fakuktas Ekonomi tahun 2019/2020 diantaranya pemilihan Gubernur BEM Fakultas Ekonomi, Ketua HIMAJEMEN (Himpunan Mahasiswa Manajemen), dan HIMATANSI (Himpunan Mahasiswa Akuntansi) yang berlangsung pada Kamis, 10 Januari 2019 di depan Gedung Baru Kampus 1 Unswagati.

Acara yang di diselenggarakan oleh PPUM (Panitia Pemilihan Umum Mahasiswa) DPM FE (Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomi) ini bertemakan “Mewujudkan Pemira KUAT (Kondusif, Aspiratif, Transparansi) Untuk Fakultas Ekonomi Unswagati Hebat” dan acara ini di mulai sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

Panitia hanya membuka satu TPS (Tempat Pemungutan Suara) dikarenakan anggaran yang diberikan oleh pihak kampus yang hanya mencukupi untuk satu TPS saja. Namun demikian, dengan dibukanya satu TPS banyaknya mahasiswa yang melakukan proses pemilihan tentu menjadi daya tarik tersendiri untuk PEMIRA FE kali ini. Jumlah surat suara yang disiapkan sesuai dengan DPT (Daftar Pemilih Tetap) sebanyak 1500 surat suara. Setelah proses perhitungan selesai yang dilaksanakan di gedung serba guna Fakultas Ekonomi, terakumulasi bahwa surat suara yang terpakai sebanyak 450 untuk pemilihan ketua HIMAJEMEN, 300 untuk pemilihan HIMATANSI, dan 750 untuk pemilihan Ketua BEM FE.

Akhirnya setelah tahap demi tahap terlewati dengan cukup baik, maka tadi malam sudah terpilih beberapa nama yang sah menjadi Ketua dan Wakil Ketua Ormawa FE diantaranya, Ketua Himajemen terpilih atas nama Puput S Dewi dengan perolehan 89 surat suara, Ketua Himatansi terpilih atas nama Arif Badrul Huda dengan perolehan surat suara sebanyak 121. Gubernur BEM FE terpilih atas nama Handika Seno Aji dengan Wakil Gubernur Fitri Sagala dengan perolehan surat suara sebanyak 359.

Harapan dari Ketua PPUM untuk ketua dan wakil ketua yang terpiliah “Semoga bisa memimpin dengan amanah. Menjalankan tugasnya dengan baik sesuai aturan yang ada.” Tutur Ketua PPUM Muhammad Sokhekh pada www.setaranews.com (10/01/19).

Dabilik suksesnya PEMIRA Fakultas Ekonomi ada beberapa kendala yang dialami PPUM dan PANWASLU (Panitia Pengawas Pemilu). Sebelumnya, untuk pemilihan ketua dan wakil ketua Gubernur Fakultas Ekonomi teranyar tidak bisa diselenggarakan karena ketika memasuki hari terakhir pendaftaran baru terdapat satu pasangan.

Tanggapan dari ketua PPUM mengenai pendaftar calon gubernur dan wakil gubernur Fakultas Ekonomi “Untuk waktu pendaftaran itu ditambah satu hari dikarenakan di POK itu mengatur bahwasannya tidak bisa melakukan pemilihan ketika hanya calon tunggal.” Ungkap Ketua PANWASLU (10/01/19).

Dengan adanya penambahan waktu satu hari pendaftaran Ketua dan Wakil Ketua Ormawa Fakultas Ekonomi akhirnya ada yang mau menyalonkan sebagai pasangan colon gubernuar dan wakil gubernur. Sehingga PEMIRA Fakultas Ekonomi bisa diselenggaran dengan lancer.


Reporter:
A. Warman

ADP 2019 Jadi Tugas Akhir Mata Kuliah Drama di FKIP Bahasa Inggris

Tidak ada komentar

Kamis, 10 Januari 2019

Salah satu penampilan drama dari Kelas 3D yang bertajuk "GOD (Gainsayer of Destiny). Foto: Arjun/LPM Setara


Warta Kampus, Setaranews.com
- Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Prodi Bahasa Inggris Universitas Swadaya Gunung Jati menggelar acara Annual Drama Performens (ADP) yang setiap tahun rutin diadakan, Kamis (10/01) di ruang serbaguna Kampus II Unswagati.

Annual Drama Performance 2019 yang tahun ini bertemakan “Presenting The Universal Stories Through Theatrical Show” tersebut memiliki tujuan khusus untuk mahasiswa/mahasiswi tingkat 3 Prodi Bahasa Inggris untuk memenuhi nilai Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Drama di tingkat 3, seperti yang dikatakan oleh Ratna Andhika M.S.Pd.M.Hum selaku Kepala Prodi Bahasa Inggris Unswagati, “Tujuanya adalah suatu projek dari matakuliah drama, mereka harus tampil diatas panggung dan ini adalah pertunjukannya.” Katanya pada saat ditanya oleh www.setaranews.com di sela-sela acara berlangsung.

Acara ini melibatkan panita dari tingkat 1 dan 2 sedangkan penonton kebanyakan dari tingkat 4 sampai alumni Prodi Bahasa Inggris FKIP. Penonton merasa terhibur oleh penampilan-penampilan yang disuguhkan oleh mahasiswa/mahasiswi tingkat 3 Prodi Bahasa Inggris karena mereka sangat serius dalam menampilkan peran drama tersebut. Menariknya dari acara ini ialah dialognya menggunakan Bahasa Inggris dan temanya bisa diadopsi dari berbagai judul film dan narasinya pun bisa dibuat sendiri tetapi tidak boleh lepas dari film aslinya seperti yang dikatakan oleh Andreas salah satu actor drama tersebut.

Amariah mahasiswi tingkat 1 yang merangkap sebagai Ketua Pelaksana mengungkapkan harapannya “Semoga tahun depan dan tahun-tahun selanjutnya bisa lebih bagus dari tahun ini.” Pungkasnya. Dalam pertunjukan drama ini sendiri terdiri dari 4 kelas yang menampilkan 4 cerita yang berbeda, sebut saja GOD (Gainsayer of Destiny), The Sinking of Van Der Wijck, Beauty and The Beast and Sleeping Beauty.

Reporter:            Arjun Muhamad, Ade Indah (Anggota Magang)

Opini: Pohon dan Manusia

Tidak ada komentar

Ilustrasi Pohon dan Manusia
Opini, Setaranews.com - Lingkungan merupakan habitat makhluk hidup yang manfaatnya berpengaruh terhadap kelangsungan makhluk hidup itu sendiri. Maka keberadaan dan manfaat lingkungan perlu dijaga dan dilestarikan, bukan malah egois memakai, mengekploitasi, bahkan merusaknya. Sehingga dalam perkembangan dunia modern ini, dilakukan berbagai upaya dalam menjaga keseimbangan makhluk hidup dengan lingkungan sebagai habitatnya.

Tepat pada 10 Januari, di seluruh bagian bumi yang orang-orangnya memiliki kesadaran terhadap lingkungan disepakati dan diperingati sebagai Hari Sejuta Pohon Sedunia guna memotivasi semua orang dalam melestarikan pohon, dimana pohon memberikan manfaat bagi makhluk hidup. Satu pohon yang ditanam akan memberikan sejuta manfaat bagi kehidupan generasi berikutnya.

Eksistensi pohon bagi manusia memberikan kebahagian secara langsung atau tidak langsung dalam perannya. Bagaimana tidak, setiap orang bernafas dengan menghirup apa? Iya, setiap orang membutuhkan oksigen, dan penghasil oksigen untuk manusia bernapas adalah pohon, itu kenapa seringkali hutan di nyatakan sebagai paru-paru dunia, karena sebagain besar peran pohon itu sendiri. Kemudian, apa yang setiap orang rasakan saat berada di bawah, dekat, atau sekitar pohon? Manusia memiliki candu terhadap hal-hal yang di anggapnya penting dan membahagiakan, saat orang sedang berada didekat pohon, hal tersebut secara tidak sadar bisa membuat suasana hatinya menjadi damai dan tentram. Sehingga memberikan manfaat batiniah yang mempengaruhi psikis manusia. Itu kenapa saat seseorang sedang mengalami ketegangan hidup, seringkali melakukan terapi dengan sesuatu yang berhubungan dengan pohon dan alam, karena hal tersebut bisa memberikan kesejahteraan mental dalam jiwanya.

Selain manfaat yang tadi dibahas berdasarkan pandangan subjektif, ternyata peran pohon juga bisa dilihat secara ilmiah yaitu selain penghasil osksigen namun juga sebagai pengendali air. Dalam konsep keseimbangan lingkunan ada populasi, habitat, dan interaksinya. Ketiga unsur tersebut memberikan perannya masing-masing dan ada batasan yang harus dipertahankan guna menjaga keseimbangan lingkungan tersebut.

Seringkali kita mendengar kegiatan manusia yang tidak bisa terelakan, misalkan penebangan pohon secara liar atau berlebihan, kebakaran hutan, alih fungsi lahan, dan sebagaimnya. Fenomena tersebut tentu saja mempengaruhi keseimbangan lingkungan, atau bisa di katakana mengganggu keseimbangan ekosistem. Pohon dalam ekosistem selain penghasil oksigen dan penyerap karbondioksi, juga berfungsi mengendalikan air dalam tanah, dimana pada saat musim penghujan airnya di serap oleh pohon, dan menghasilkkan air pada saat musim kemarau dan dialirkan melalui tanah.

Pada prinsipnya, air bergerak dari dataran yang lebih tinggi ke dataran yang lebih rendah, dalam pergerakan di dalam tanah disebut runoff, disitulah peranan pohon. Saat suatu wilayah tidak memiliki banyak pohon, memungkin sekali akan terjadi bencana tahunan. Jika dikaitkan dengan ulasan di atas, pohon bisa mencegah terjadinya banjir, karena air hujan tidak langsung mengalir menuju laut, namun akan di tampung sementara oleh pohon sehingga pergerakan air menjadi teratur dan tidak menjadi banjir yang meredam permukaan.

Kemudian pohon juga sebagai pengikat elemen tanah sebagai lapisan terluar bumi, jika dalam suatu wilayah dataran tinggi tidak terdapat banyak pohon, sudah dapat dipastikan terjadinya longsor saat musim penghujan tiba dan terjadi kekeringan saat musim kemarau panjang. Karena pada daerah yang memiliki kemiringan kontur akan sangat rentan terkena longsor, hal tersebut disebabkan karena pohon berperan dengan akarnya dalam mengikat butiran tanah yang mengalami pengembangan saat terkena hujan. Atau dalam fenomena pergerakan air laut, saat tidak ada pembatas pohon, maka persediaan air permukaan atau air tawar akan berkurang. Hal tersebut karena terkontaminasi oleh air laut yang asin yang bergerak meresap melalui tanah, itu kenapa sangat dianjurkan sekali melestarikan mangrove di daerah pesisir.

Nah, itulah kenapa hari ini ada Hari Sejuta Pohon Sedunia, dan setiap orang wajib sadar akan perannya dalam menjaga keseimbangan ekosistem tadi, sehingga lingkungan tempat manusia tumbuh dan berkembang, tetap bisa memberikan manfaatnya. Saat populasi manusia memahami perannya untuk berinteraksi dengan alam, maka bencana dan fenomena yang meruginakan umat manusia bisa dihindari.
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews